Seni Ukir Jepara http://www.gojepara.com/index.php/id/seni-ukir-jepara.

html LEGENDA Dikisahkan seorang ahli seni pahat dan lukis bernama Prabangkara yang hidup pada masa Prabu Brawijaya dari Kerajaan Majapahit, pada suatu ketika sang raja menyuruh Prabangkara untuk membuat lukisan permaisuri raja sebagai ungkapan rasa cinta beliau pada permaisurinya yang sangat cantik dan mempesona. Lukisan permaisuri yang tanpa busana itu dapat diselesaikan oleh Prabangkara dengan sempurna dan tentu saja hal ini membuat Raja Brawijaya menjadi curiga karena pada bagian tubuh tertentu dan rahasia terdapat tanda alami/khusus yang terdapat pula pada lukisan serta tempatnya/posisi dan bentuknya persis. Dengan suatu tipu muslihat, Prabangkara dengan segala peralatannya dibuang dengan cara diikat pada sebuah laying-layang yang setelah sampai di angkasa diputus talinya. Dalam keadaan melayang-layang inilah pahat Prabangkara jatuh di suatu desa yang dikenal dengan nama Belakang Gunung di dekat kota Jepara. Di desa kecil sebelah utara kota Jepara tersebut sampai sekarang memang banyak terdapat pengrajin ukir yang berkualitas tinggi. Namun asal mula adanya ukiran disini apakah memang betul disebabkan karena jatuhnya pahat Prabangkara, belum ada data sejarah yang mendukungnya. SEJARAH 1. Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat, terdapat seorang patih bernama Sungging Badarduwung yang berasal dari Campa (Kamboja) ternyata seorang ahli memahat pula. Sampai kini hasil karya Patih tersebut masih bisa dilihat di komplek Masjid Kuno dan Makam Ratu Kalinyamat yang dibangun pada abad XVI. 2. Keruntuhan Kerajaan Majapahit telah menyebabkan tersebarnya para ahli dan seniman hindu ke berbagai wilayah paruh pertama abad XVI. Di dalam pengembangannya, seniman-seniman tersebut tetap mengembangkan keahliannya dengan menyesuaikan identitas di daerah baru tersebut sehingga timbulah macam-macam motif kedaerahan seperti : Motif Majapahit, Bali, Mataram, Pajajaran, dan Jepara yang berkembang di Jepara hingga kini. Motif Jepara http://community.um.ac.id/showthread.php?50368-Ukiran-Motif-Jepara Cir – Ciri Khusus * Daun Pokok . Daun pokok motif ini mempunyai corak tersendiri , yaitu merelung -relung dan melingkar. Pada penghabisan relung tersebut terdapat daun yang mengerombol. * Bunga dan Buah . Bunga dan buah pada motif Jepara berbentuk cembung (bulatan) seperti buah anggur atau buah wuni yang disusun berderet atau bergerombol . Bunga ini sering terdapat pada sudut pertemuan relung daun pokok atau terdapat pada ujung relung yang dikelilingi daun-daunnya , sedangkan bunganya mengikuti bentuk daunnya. * Pecahan. Pada pecahan ukiran daun motif ini terdapat 3 pecahan garis yang mengikuti arah bentuk daun , sehingga tampak seperti sinar. Motif Ukiran Cirebon

Pengertian ini berkembang hingga dikenal sebagai seni ukir yang merupakan seni membentuk gambar pada kayu.Motif ini mempunyai angkup yang pada bagian ujungnya melingkari ikal daun patran.com/artbloggue/tentang-seni-ukir-di-indonesia UKIR Ukir ~ Juru ( pandai.ac. yang tumbuh dimuka daun pokok.um. tempaan tanah liat atau bahan lain yang ditemuinya. batu. yaitu berkisar tahun 500 hingga 300 SM. serta binatang . Cir – Ciri Khusus * Angkup .php?50488-Motif-Ukiran-Cirebon [img]http://forum. Sebelum membahas tentang seni ukir terlebih dahulu akan di bahas apa itu ukir dan pengertiannya secara umum http://www.http://community. Motif-motif yang di gunakanpada masa zaman perunggu adalah motif meander. dan tanduk hewan Pada zaman yang lebih dikenal sebagai zaman perunggu. corak motif ukiran ini ada yang berbentuk karang ada pula yang berbentuk awan . untuk membuat lukisan ( gambar ) pada kayu. dengan bahan tanah liat. Pada zaman itu nenekmoyang bangsa Indonesia telahmembuat ukiran pada kapak batu.blogster. Dalam pembuatan ukirannya adalah menggunakan teknologi cor.ac. Motif dan pengerjaan ukiran pada zaman itu masih sangat sederhana. tumpal.id/showthread. perak dan lain sebagainya. topeng. pilin berganda. atau bahan-bahan lain. dan lengkungan. kulit. batu. Umumnya bermotif geometris yang berupa garis. Bahan untuk membuat ukiran telah mengalami perkembangan yanitu menggunakan bahan perunggu. Bangsa Indonesia mulai mengenal ukir sejak zaman batu muda (Neolitik). batu. Ukiran corak ini kurang begitu dikenal . yakni sekitar tahun 1500 SM. memahat ) dsb. bambu. titik. tukang )Contoh: Tukang Ukir : Orang yang pekerjaannya mengukirMengukir : Menoreh ( menggores. Seni Ukir : seni pahat PEMAHAMAN TENTANG SENI UKIR INDONESIA Seni ukir atau ukiran merupakan gambar hiasan dengan bagian-bagian cekung (kruwikan) dan bagian-bagian cembung (buledan) yang menyusun suatu gambar yang indah. karena ukiran ini kebanyakan hanya dipakai untuk hiasan bangunan rumah saja. Ukiran : ( ukiran-ukiran ) hiasan yang terukir.dsb.php?id=37[/img] Ciri – Ciri Umum Bentuk ukiran daun motif ini berbentuk cembung dan cekung (campuran). kayu.um. emas. menyerupai ukiran tiongkok . logam.id/download/file.

Majapahit. candi Prambanan dan Mendut di Jawa Tengah. termasuk gamelan dan wayang. kegetolan Contoh : Barang-barang kerajinan yaitu barang-barang hasil pekerjaan tangan. dll.maupun manusia. logam. masjid. Pekalongan. sehingga memikiki . seperti keris dan tombak. Motif-motif KERAJINAN Rajin : suka dan giat bekerja. Motif topeng ditemukan pada leher kendi dari Sumba. keraton. getol. mitos kepahlawanan. NTT. Jepara. seni ukir mengalami perkembangan yang sangat pesat. Motif ukiran. Irian Jaya. Surakarta. Jadi dengan demikian yang dimaksud dengan Kerajinan Ukir adalah barang-barang ukiran atau hiasan yang dihasilkan oleh seseorang yang dalamperwujudannya memerlukan ketekunan. selalu berusaha. dan berbagai macam motif yang berasal dari luarJawa. dan motif. Saat sekarang ukir kayu dan logam mengalami perkembangan pesat. Setelah agama Hindu. Islam masuk ke Indonesia. Yogyakarta. Kerajinan : hal ( sifat ) rajin. Motif tumpal ditemukan pada sebuah buyung perunggu dari kerinci Sumatera Barat. Sedangkan teknik ukir adalah teknik pembuatan hiasan yang menggunakan alat berupa tatah / pahat ukir. alat-alat musik. Motif meander ditemukan pada nekara perunggu dari Gunung merapi dekat Bima. selain menggambarkan bentuk. kadang-kadang berisi tentang kisah para dewa. Bukti-bukti sejarah peninggalan ukiran pada periode tersebut dapat dilihat pada relief candi Penataran di Blitar. Budha. Motif ini menggambarkan muka dan mata orang yang memberi kekuatan magis yang dapat menangkis kejahatan. gading. Bentuk ukiran juga ditemukan pada senjata-senjata. dalam bentuk desain produksi. Sumatera. keterampilan.pada ukiran kayu meliputi motif Pejajaran. Dan fungsinyapun sudah bergeser dari hal-hal yang berbau magis berubah menjadi hanya sebagai alat penghias saja. dsb. Seni Ukir merupakan gubahan dari bentuk-bentuk visual yang dalam pengolahannya mempunyai sifat kruwikan ( Jawa ) dengan susunan yang harmonis. dan perasaan seni dengan cara di toreh / dipahat di atas kayu. dan pada pinggiran sebuah nekara (moko dari Alor. Nusa Tenggara. Madura. batu. Mataram. Motif pilin berganda ditemukan pada nekara perunggu dari Jawa Barat dan pada bejana perunggu darikerinci. Ukiran banyak ditemukan pada badan-badancandi dan prasasti-prasasti yang di buat orang pada masa itu untuk memperingati para raja-raja. dan pada kapak perunggu dari danau Sentani. Cirebon. batu nisan. Sedangkan yang dimaksud dengan kerajinan ukir kayu adalah jenis kerajinan yang menggunakan teknik ukir pada bahan kayu. Bali. Motif binatang dan manusia ditemukan pada nekara dari Sangean.

Raden Ajeng Kartini yang melihat kehidupan para pengrajin tak juga beranjak dari kemiskinan.jeparakab. Seni ukir diujudkan melalui bahan kayu. hiasan atau barang-barang yang artistik. Jepara telah menapak perjalana yang sangat panjang. kain tenunan.id/index. gading. dsb. 16 April 2008 04:36 administrator http://www. dsb. gading . binatang. Jepara Telah dikenal sebagai pelabuhan utara pantai Jawa yang juga berfungsi pintu gerbang komunikasi antara kerajaan Jawa denga Cina dan India . besi. Dalam masa penyebaran agama Islam oleh para Wali. awan. Dalam catatan sejarah perkembangan ukir kayu juga tak dapat dilepaskan dari peranan Ratu Kalinyamat . mereka diminta untuk membuat berbagai . Ukir kayu telah menjadi idiom kota kelahiran Raden Ajeng Kartini ini. Disamping itu . batu dan bahanbahan lain yang memungkinkan untuk dikerjakan. Hasil dari suatu kerajinan tangan juga di sebut “seni guna” Kerajinan Ukir Wednesday. dan bahkan belum ada kota lain yang layak disebut sepadan dengan Jepara untuk industri kerajinan meubel ukir. Sejak jaman kejayaan Negara-negara Hindu di Jawa Tengah. batinnya terusik. logam.php? option=com_content&view=article&id=329&Itemid=510 Satu citra yang telah begitu melekat dengan Jepara adalah predikatnya sebagai “Kota Ukir”. Factor lain yang melatar belakangi perkembangan ukir kayu di Jepara adalah para pendatang dari negeri Cina yang kemudian menetap.go. Jepara juga dijadikan daerah “ pengabdian” Sunan Kalijaga yang mengembangkan berbagai macam seni termasuk seni ukir. manusia. emas. sehingga ia bertekat mengangkat derajat para pengrajin. terbuat dari kayu. Oleh Raden Ajeng Kartini. Selanjutnya yang dimaksud dengan kerajinan adalah jenis kesenian yang menghasilkan berbagai macam perabot. Pada masa pemerintahannya ia memiliki seorang patih yang bernama “Sungging Badarduwung” yang berasal dari Negeri Campa Patih ini ternyata seorang ahli pahat yang dengan sukarela mengajarkan keterampilannya kepada masyarakat disekitarnya Satu bukti yang masih dapat dilihat dari seni ukir masa pemerintahan Ratu Kalinyamat ini adalah adanya ornament ukir batu di Masjid Mantingan.nilai estetis. Demikian juga pada saat kerajan Islam pertama di Demak. air. peranan Raden Ajeng Kartini dalam pengembangkan seni ukir juga sangat besar. Adapun bentuk-bentuk gubahan tersebut merupakan stilisasi dari bentuk alam yang meliputi tumbuh-tumbuhan. Jepara telah dijadikan sebagai pelabuhan Utara disamping sebagai pusat perdagangan dan pangkalan armada perang. untuk bersama-sama membuat ukiran di belakang Kabupaten. porselin. Ia memanggil beberapa pengrajin dari Belakang Gunung (kini salah satu padukuhan Desa mulyoharjo) di bawah pimpinan Singowiryo. Namun untuk sampia pada kondisi seperti ini.

pada jaman dahulu ada seorang seniman bernama Ki Sungging Adi Luwih yang tinggal di suatu kerajaan. tempat tidur pengantin dan penyekat ruangan serta berbagai jenis kursi tamu dan kursi makan. Akibatnya ukir terus berkembang dan pesanan terus berdatangan. pada tahun 1929 timbul gagasan dari beberapa orang pribumi untuk mendirikan sekolah kejuruan. sekolah pertukangan dengan jurusan meubel dan ukir dibuka dengan nama “Openbare Ambachtsschool” yang kemudian berkembang menjadi Sekolah Teknik Negeri dan Kemudian menjadi Sekolah Menengah Industri Kerajinan Negeri. Namun raja juga curiga karena ia melihat ada tahi lalat dipangkal paha. Caranya. tempat rokok. kerajinan meubul dan ukiran semaluas di masyarakat dan makin banyak pula anak–anak yang masuk sekolah ini agar mendapatkan kecakapan di bidang meubel dan meubel dan ukir. seperti peti jahitan. Semakin bertambahnya motif ukir yang dikuasai oleh para pengrajin Jepara . Tepat pada tanggal 1 Juli 1929. Kemampuan masyarakat Jepara di bidang ukir kayu juga diwarnai dengan legenda . pigura. Setelah banyak pesanan yang datang. Oleh karena itu raja berniat menghukum Ki Sungging dengan membuat patung di udara dengan naik layang-layang. meubel dan ukiran Jepara semakin diminati. hasil produksi para pengrajin Jepara bertambah jenis kursi pengantin. Raden Ajeng Kartini juga mulai memperkenalkan seni ukir Jepara keluar negeri. tempat perhiasan. Ketenaran seniman ini didengar oleh sang raja yang kemudian memesan gambar permaisuri. uangnya diserahkan secara utuh kepada para pengrajin. terpeciklah tinta hitam dibagian pangkal paha gambar sang permaisuri sehingga nampak seperti tahi lalat. Dikisahkan. alat panahan angin. untuk mendapatkan barang-barang baru guna memenuhi permintaan konsumen. Gambar ini kemudian diserahkan kepada raja yang sangat kagum terhadap hasil karya Ki Sungging. Barang-barang ini kemudian di jual Raden Ajeng Kartini ke Semarang dan Batavia (sekarang Jakarta ). baik yang berada di dalam di luar negeri. Dengan adanya sekolah kejuruan ini. Raden Ajeng kartini memberikan souvenir kepada sahabatnya di luar negeri. meja keci. Para pedagang pun mulai memanfaatkan kesempatan ini. Untuk menunjang perkembangan ukir Jepara yang telah dirintis oleh Raden Ajeng Kartini. Tokoh-tokoh yang berjasa di dalam pengembangan motif lewat lembaga pendidikan ini adalah Raden Ngabehi Projo Sukemi yang mengembangkan motif majapahit dan Pajajaran serta Raden Ngabehi Wignjopangukir mengembangkan motif Pajajaran dan Bali. Pada waktu yang . setelah dikurangi dengan biaya produksi dan ongkos kirim. Di dalam sekolah ini agar diajarkan berbagai macam desain motif ukir serta ragam hias Indonesia yang pada mulanya belum diketahui oleh masyarakat Jepara .macam jenis ukiran. Raja menduga Ki Sungging talah melihat permaisuri telanjang. Singkat cerita. Namun ketika ia akan menambahkan warna hitam pada rambut. Seluruh penjualan barang. dan lain-lain barang souvenir. KiSungging berhasil menyelesaikan pesanan dengan baik. sehingga akhirnya diketahui bahwa masyarakat Jepara pandai mengukir.

Langkah-langkah ini ditempuh dengan upaya meningkatkan kualitas muebel ukir Jepara. Di samping itu. serta peningkatan market intelligence untuk memperoleh transportasi pasar luar negeri. Dengan demikian para pengusaha dapat dengan tepat dan cepat mengantisipasi peluang serta tantangan yang ada dipasar internasional. Guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia misalnya. patung setengah jadi itu akhirnya terbawa angin dan jatuh di pulau Bali. Sedangkan peralatan memahat jatuh di belakang gunung dan konon dari kawasan inilah ukir Jepara mulai berkembang. karena di luar itu pangsa pasar masih terbuka lebar. perluasan dan intensifikasi pasar terus dilakukan dalam rangka meningkatkan ekspor serta peluasan pasar internasional dengan penganeragaman produk yang mempunyai potensi. Peningkatan kualitas produk dan pengawasan mutu memang menjadi obsesi Jepara dalam memasuki pasar internasional.telah ditentukan ki Sungging naik layang-layang dengan membawa pelengkapan pahat untuk membuat patung permaisuri. seni ukir Jepara kini telah dapat berkembang dan bahkan merupakan salah satu bagian dari “nafas kehidupan dan denyut nadi perekonomian “ masyarakat Jepara. Namun karena angina bertiup sangat kencang. ukiran kayu Jepara terus melaju pesat. Untuk melakukan ekspansi pasar ini buka saja dilakukan melalui pameran-pameran. Sementara itu . Di samping itu dikembangkan “Semangat Jepara Incoporated “. Dengan penigkatan kualitas sumber daya manusia ini diharapkan bukan saja dapat memacu kualitas produk. tetapi juga dilakukan penataan-penataan di daerah. dilakukan melalui pendidikan Sekolah Menengah Industri Kerajinan Negeri dan Akademi Teknologi Perkayuan dan pendidikan non formal melalui kursus-kursus dan latihan-latihan. bersatunya pengusaha Jepara dalam memasuki pasar ekspor. Benda ini akhirnya ditemukan oleh masyarakat Bali. Oleh karena itu diperlukan kiat khusus untuk dapat menerobos pasar internasional. Namun karena perkembangan dinamika ekonomi. sehingga masyarakat setempat sekarang dikenal sebagai ahli membuat patung. Terlepas dari cerita legenda maupun sejarahnya. sehingga Jepara mendapatkan predikat sebagai kota ukir. yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan luar negri terhadap produk industri Jepara. yang menuntut persiapan matang karena persaingan-persaingan yang begitu ketat . pasar nasional saja belum merupakan jaminan. Usaha ini dilakukan melalui pembinaan terhadap produsen agar mempertahankan mutu produknya dalam rangka menjamin mutu pelayanan sebagai mana dipersaratkan ISO 9000. tatapi juga memacu kemampuan para pengrajin dan pengusaha Jepara dalam pembaca peluang pasar dengan segala tentutannya. setelah berhasil menguasai pasar nasional. terutama bila dipandang dari segi sosial ekonomi. Setelah mengalami perubahan dari kerajinan tangan menjadi industri kerajinan. menejemen produksi dan menejemen pemasaran. Karena itu pengendalian mutu dengan mengacu pada sistim standard internasional merupakan hal yang tidak dapat di tawar-tawar lagi.

Kalumpang.[1] Mayoritas suku Toraja memeluk agama Kristen. Pemerintah kolonial Belanda menamai suku ini Toraja pada tahun 1909. Sulawesi Selatan Bahasa Toraja-Sa'dan. rumah adat tongkonan dan ukiran kayunya.15%. Mamasa.000 di antaranya masih tinggal di Kabupaten Tana Toraja. Talondo' dan Toala'. Pemerintah Indonesia telah mengakui kepercayaan ini sebagai bagian dari Agama Hindu Dharma.97%. dengan 450. ensiklopedia bebas Toraja Anak perempuan Toraja pada upacara pernikahan Jumlah populasi 650. pengrajin maupun bagi pimpinan daerah. Data diatas belum termasuk potensi kayu olahan . sementara sebagian menganut Islam dan kepercayaan animisme yang dikenal sebagai Aluk To Dolo. Setelah semakin terbuka kepada dunia .99%. Suku Toraja Dari Wikipedia bahasa Indonesia.000[1] Kawasan dengan jumlah penduduk yang signifikan Sulawesi Barat. Pada awal tahun 1900-an. Makassar Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan.[2] Kata toraja berasal dari bahasa Bugis. Sebelum abad ke-20. baik bagi para pengusaha. Langkah-langkah konseptual yang dilakukan secara terus menerus ini telah berbuah keberhasilan yang dampaknya dirasakan oleh masyarakat Jepara.[3] Suku Toraja terkenal akan ritual pemakaman.jaringan informasi terus dilakukan melalu pengevektivan fungsi dan kegiatan Buyer Reception Desk yang ada di Jepara. yang bersekala regional. Indonesia.000 jiwa. Dari data yang ada dapat dijadikan cermin keberhasilan sektor meubel ukir dalam lima tahun terakhir. Katolik: 16. Ritual pemakaman Toraja merupakan peristiwa sosial yang penting. Ta'e. Mereka masih menganut animisme dan belum tersentuh oleh dunia luar. berupa peningkatan kesejateraannya.[1] Kelompok etnis terdekat Bugis. Islam: 5. Agama Protestan: 65. biasanya dihadiri oleh ratusan orang dan berlangsung selama beberapa hari. nasional dan internasional.99% dan Aluk To Dolo: 5. misionaris Belanda datang dan menyebarkan agama Kristen. yang berarti "orang yang berdiam di negeri atas". Untuk dapat melihat lebih jauh potensi ukir kayu ini juga dapat dilihat berbagai macam penghargaan. souvenir dan peti mati yang dalam tiga tahun terakhir telah berhasil dilealisir ekspornya. suku Toraja tinggal di desa-desa otonom. to riaja. Populasinya diperkirakan sekitar 650.

1 Tongkonan 4.1 Keluarga 3.[3] Akibatnya. suku Makassar (pedagang dan pelaut).[4] Masyarakat Toraja sejak tahun 1990-an mengalami transformasi budaya. pada awalnya "Toraja" lebih banyak memiliki hubungan perdagangan dengan orang luar—seperti suku Bugis dan suku Makassar.4 Musik dan Tarian 5 Bahasa 6 Ekonomi 7 Komersialisasi 8 Catatan kaki 9 Referensi 10 Bacaan lanjutan 11 Pranala luar [sunting] Identitas etnis Suku Toraja memiliki sedikit gagasan secara jelas mengenai diri mereka sebagai sebuah kelompok etnis sebelum abad ke-20.3 Upacara pemakaman 4.[5]Daftar isi [sembunyikan] 1 Identitas etnis 2 Sejarah 3 Masyarakat 3.3 Agama 4 Kebudayaan 4. dan tidak beranggapan sebagai kelompok yang sama. "Toraja" (dari bahasa pesisir ke. dan identitas bersama ini tumbuh dengan bangkitnya pariwisata di Tana Toraja. menjadi masyarakat yang mayoritas beragama Kristen dan mengandalkan sektor pariwisata yang terus meningkat.[6] [sunting] Sejarah . dan Riaja. Kehadiran misionaris Belanda di dataran tinggi Toraja memunculkan kesadaran etnis Toraja di wilayah Sa'dan Toraja. ada banyak keragaman dalam dialek. suku Mandar (pedagang dan nelayan). Tana Toraja dimanfaatkan oleh pengembang pariwisata dan dipelajari oleh antropolog. dan berbagai praktik ritual di kawasan dataran tinggi Sulawesi. yang tinggal di daerah dataran tinggi. dari masyarakat berkepercayaan tradisional dan agraris. hierarki sosial. dikenali berdasarkan desa mereka.2 Ukiran kayu 4. dan suku Toraja (petani di dataran tinggi). meliputi pembuat kapal dan pelaut). Meskipun ritual-ritual menciptakan hubungan di antara desa-desa.luar pada tahun 1970-an.[4] Sejak itu. suku Toraja. yang menghuni sebagian besar dataran rendah di Sulawesi— daripada dengan sesama suku di dataran tinggi. yang berarti orang. dataran tinggi) pertama kali digunakan sebagai sebutan penduduk dataran rendah untuk penduduk dataran tinggi. kabupaten Tana Toraja menjadi lambang pariwisata Indonesia.2 Kelas sosial 3. Sulawesi Selatan memiliki empat kelompok etnis utama—suku Bugis (kaum mayoritas. Sebelum penjajahan Belanda dan masa pengkristenan.

banyak orang Toraja yang ingin beraliansi dengan Belanda berpindah ke agama Kristen untuk mendapatkan perlindungan politik. Teluk Tonkin. dan suku Toraja berupaya menentang dekret tersebut.Letak Toraja (hijau) diantara Makassar (kuning) dan Bugis (merah).[7] Telah terjadi akulturasi panjang antara ras Melayu di Sulawesi dengan imigran Cina.[9] Beberapa orang Toraja telah dipindahkan ke dataran rendah secara paksa oleh Belanda agar lebih mudah diatur. dipercaya sebagai tempat asal suku Toraja. Sejak abad ke-17. namun akhirnya pindah ke dataran tinggi. mereka mengacuhkan wilayah dataran tinggi Sulawesi tengah (tempat suku Toraja tinggal) karena sulit dicapai dan hanya memiliki sedikit lahan yang produktif.[10] Pada tahun 1950. Belanda juga menghapuskan perbudakan dan menerapkan pajak daerah.[2] Misionaris Belanda yang baru datang mendapat perlawanan kuat dari suku Toraja karena penghapusan jalur perdagangan yang menguntungkan Toraja. Belanda mulai khawatir terhadap pesatnya penyebaran Islam di Sulawesi selatan. Sebuah garis digambarkan di sekitar wilayah Sa'dan dan disebut Tana Toraja. terjadi konflik-konflik antara penduduk Muslim di dataran rendah dengan orang Toraja.[8] Pada tahun 1946.[12] Kepercayaan asli Toraja (aluk) tidak diakui secara hukum.[2] . Tana Toraja awalnya merupakan subdivisi dari kerajaan Luwu yang mengklaim wilayah tersebut. Belanda memberikan Tana Toraja status regentschap. misi penyebaran agama Kristen mulai dijalankan dengan bantuan pemerintah kolonial Belanda. Akibatnya. Hindu dan Buddha. terutama diantara suku Makassar dan Bugis. Selama dua abad. dan hanya sedikit orang Toraja yang saat itu menjadi Kristen. Perang gerilya yang berlangsung selama 15 tahun tersebut turut menyebabkan semakin banyak orang Toraja berpindah ke agama Kristen. Belanda mulai menancapkan kekuasaan perdagangan dan politik di Sulawesi melalui Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC). ia harus diterima sebagai bagian dari salah satu agama resmi. terletak antara Vietnam utara dan Cina selatan. Pada akhir abad ke-19. Antara tahun 1951 dan 1965 setelah kemerdekaan Indonesia. hanya 10% orang Toraja yang berubah agama menjadi Kristen. Untuk membuat aluk sesuai dengan hukum. Meskipun demikian. dan agar dapat membentuk gerakan perlawanan terhadap orang-orang Bugis dan Makassar yang beragama Islam. sebuah dekret presiden mengharuskan seluruh penduduk Indonesia untuk menganut salah satu dari lima agama yang diakui: Islam.[2] Selain menyebarkan agama. yang bertujuan untuk mendirikan sebuah negara Islam di Sulawesi. Sulawesi Selatan mengalami kekacauan akibat pemberontakan yang dilancarkan Darul Islam. dengan tujuan untuk menggerogoti kekayaan para elit masyarakat. Awalnya.[11] Pada tahun 1965. dan Indonesia mengakuinya sebagai suatu kabupaten pada tahun 1957. Belanda melihat suku Toraja yang menganut animisme sebagai target yang potensial untuk dikristenkan. imigran tersebut tinggal di wilayah pantai Sulawesi. Aluk To Dolo dilegalkan sebagai bagian dari Agama Hindu Dharma. Katolik.[9] Pada tahun 1930-an. usaha-usaha Belanda tersebut tidak merusak budaya Toraja. Kristen Protestan. Pada tahun 1969. Pajak ditetapkan pada tingkat yang tinggi. Pada tahun 1920-an.

beberapa desabiasanya membentuk kelompok. Nama anak diberikan atas dasar kekerabatan. Setiap tongkonan memiliki nama yang dijadikan sebagai nama desa.[15] [sunting] Kelas sosial Dalam masyarakat Toraja awal. ayah dan saudara kandung. Sikap merendahkan dari Bangsawan terhadap rakyat jelata masih dipertahankan hingga saat ini karena alasan martabat keluarga. tempat setiap orang boleh atau tidak boleh duduk. ketika satu keluarga Toraja tidak bisa menangani masalah mereka sendiri. bebrapa desa akan bersatu melawan desa-desa lain Hubungan antara keluarga diungkapkan melalui darah. dan budak (perbudakan dihapuskan pada tahun 1909 oleh pemerintah Hindia Belanda). piring apa yang harus digunakan atau dihindari. Pertukaran tersebut tidak hanya membangun hubungan politik dan budaya antar keluarga tetapi juga menempatkan masing-masing orang dalam hierarki sosial: siapa yang menuangkan tuak. termasuk tanah dan bahkan utang keluarga. dengan demikian. untuk mencegah penyebaran harta. [5] .[sunting] Masyarakat [sunting] Keluarga Sebuah perkampungan suku Toraja Keluarga adalah kelompok sosial dan politik utama dalam suku Toraja. Tidak diperbolehkan untuk menikahi perempuan dari kelas yang lebih rendah tetapi diizinkan untuk menikahi perempuan dari kelas yang lebih tingi. Sebelum adanya pemerintahan resmi oleh pemerintah kabupaten Tana Toraja. perkawinan. berbagi dalam ritual kerbau. dan saling membayarkan hutang. Dalam situasi tertentu. masingmasing desa melakukan pemerintahannya sendiri. dan berbagi rumah leluhur (tongkonan). ini bertujuan untuk meningkatkan status pada keturunan berikutnya.[13] Hubungan kekerabatan berlangsung secara timbal balik. Pernikahan dengan sepupu jauh (sepupu keempat dan seterusnya) adalah praktek umum yang memperkuat hubungan kekerabatan. dalam artian bahwa keluarga besar saling menolong dalam pertanian. kadang-kadang. Ada tiga tingkatan kelas sosial: bangsawan. secara praktis ditandai oleh pertukaran kerbau dan babi dalam ritual. paman dan sepupu yang biasanya disebut atas nama ibu.Suku Toraja melarang pernikahan dengan sepupu dekat (sampai dengan sepupu ketiga) kecuali untuk bangsawan. mewarisi berbagai hal dari ibu dan ayahnya. Setiap orang menjadi anggota dari keluarga ibu dan ayahnya. Setiap desa adalah suatu keluarga besar. orang biasa. hubungan keluarga bertalian dekat dengan kelas sosial. Kelas sosial diturunkan melalui ibu. siapa yang membungkus mayat dan menyiapkan persembahan. Keluarga ikut memelihara persatuan desa. dan bahkan potongan daging yang diperbolehkan untuk masing-masing orang. Nama bibi.[14] Anak. dan biasanya dipilih berdasarkan nama kerabat yang telah meninggal.

[13] Kekayaan dihitung berdasarkan jumlah kerbau yang dimiliki. dan perdagangan budak umum dilakukan. Pong Lalondong (dewa kematian). atau berhubungan seksual dengan perempuan merdeka. Meskipun didasarkan pada kekerabatan dan status keturunan. Indo' Belo Tumbang (dewi pengobatan). surga dan bumi menikah dan menghasilkan kegelapan. tetapi anak-anak mereka tetap mewarisi status budak. ditutupi dengan atap berbetuk pelana.Kaum bangsawan. Hewan tinggal di dunia bawah yang dilambangkan dengan tempat berbentuk persegi panjang yang dibatasi oleh empat pilar. menurut aluk. Budak bisa membeli kebebasan mereka. dan kebiasaaan. ritual kematian masih sering dilakukan hingga saat ini. disebut to minaa (seorang pendeta aluk). Budak dalam masyarakat Toraja merupakan properti milik keluarga. pemisah. [sunting] Agama Sistem kepercayaan tradisional suku Toraja adalah kepercayaan animisme politeistik yang disebut aluk. Rakyat biasa dan budak dilarang mengadakan perayaan kematian.[16] tinggal di tongkonan. praktik pertanian. tetapi diizinkan melakukan ritual kematian.[19] Kedua ritual tersebut sama pentingnya. Indo' Ongon-Ongon (dewi gempa bumi). yang dipercaya sebagai keturunan dari surga. tetapi juga merupakan gabungan dari hukum. Suku Toraja percaya bahwa ritual kematian akan menghancurkan jenazah jika pelaksanaannya digabung dengan ritual kehidupan. dibagi menjadi dunia atas (Surga) dunia manusia (bumi). bumi adalah tempat bagi umat manusia.[10] Akibatnya. atau "jalan" (kadang diterjemahkan sebagai "hukum"). tetapi ritual kehidupan sudah mulai jarang dilaksanakan. Aluk mengatur kehidupan bermasyarakat. Ketika ada para misionaris dari Belanda. dan kemudian muncul cahaya.[18] Kekuasaan di bumi yang kata-kata dan tindakannya harus dipegang baik dalam kehidupan pertanian maupun dalam upacara pemakaman. orang Kristen Toraja tidak diperbolehkan menghadiri atau menjalankan ritual kehidupan. dan ritual keagamaan. sementara rakyat jelata tinggal di rumah yang lebih sederhana (pondok bambu yang disebut banua). dan dunia bawah. Kadang-kadang orang Toraja menjadi budak karena terjerat utang dan membayarnya dengan cara menjadi budak. Dewa-dewa Toraja lainnya adalah Pong Banggai di Rante (dewa bumi). Budak tidak diperbolehkan memakai perunggu atau emas. seperti pernikahan atau perubahan jumlah kekayaan. dan lainnya. Tata cara Aluk bisa berbeda antara satu desa dengan desa lainnya. dewa pencipta. Budak tinggal di gubuk kecil yang dibangun di dekat tongkonan milik tuan mereka. [sunting] . dan surga terletak di atas. Aluk bukan hanya sistem kepercayaan. leluhur orang Toraja datang dari surga dengan menggunakan tangga yang kemudian digunakan oleh suku Toraja sebagai cara berhubungan dengan Puang Matua. Budak bisa dibawa saat perang.[9] Pada awalnya. ada juga beberapa gerak sosial yang dapat mempengaruhi status seseorang. Rakyat jelata boleh menikahi siapa saja tetapi para bangsawan biasanya melakukan pernikahan dalam keluarga untuk menjaga kemurnian status mereka. Hukuman bagi pelanggaran tersebut yaitu hukuman mati. agama. Satu hukum yang umum adalah peraturan bahwa ritual kematian dan kehidupan harus dipisahkan.[17] Alam semesta. Dalam mitos Toraja. makan dari piring yang sama dengan tuan mereka.

dan kuning. Tongkonan adalah rumah tradisional Toraja yang berdiri di atas tumpukan kayu dan dihiasi dengan ukiran berwarna merah. Motifnya biasanya adalah hewan dan tanaman yang melambangkan kebajikan. Ketika leluhur suku Toraja turun ke bumi. menunjukkan kebutuhan untuk bergerak cepat dan bekerja keras. orang biasa pun mampu membangun tongkonan yang besar. Hal Ini juga menunjukkan adanya kebutuhan akan keahlian tertentu untuk menghasilkan hasil yang baik.[20] Pembangunan tongkonan adalah pekerjaan yang melelahkan dan biasanya dilakukan dengan bantuan keluarga besar. Setiap ukiran memiliki nama khusus. terdiri atas 15 panel persegi. Kata "tongkonan" berasal dari bahasa Toraja tongkon ("duduk"). seperti barang-barang yang tersimpan dalam sebuah kotak. yang digunakan sebagai pusat "pemerintahan". Tongkonan pekamberan adalah milik anggota keluarga yang memiliki wewenang tertentu dalam adat dan tradisi lokal sedangkan anggota keluarga biasa tinggal di tongkonan batu. Panel tengah melambangkan simpul dan kotak. suku Toraja membuat ukiran kayu dan menyebutnya Pa'ssura (atau "tulisan").Kebudayaan [sunting] Tongkonan Tiga tongkonan di desa Toraja. Oleh karena itu. . [sunting] Ukiran kayu Ukiran kayu Toraja: setiap panel melambangkan niat baik. Bahasa Toraja hanya diucapkan dan tidak memiliki sistem tulisan. sebuah harapan agar semua keturunan keluarga akan bahagia dan hidup dalam kedamaian. Ada tiga jenis tongkonan. Tongkonan merupakan pusat kehidupan sosial suku Toraja. Panel tengah bawah melambangkan kerbau atau kekayaan. seperti hewan yang bergerak di permukaan air. ukiran kayu merupakan perwujudan budaya Toraja. hitam. Kotak bagian kiri atas dan kanan atas melambangkan hewan air. dia meniru rumah tersebut dan menggelar upacara yang besar. sebagai harapan agar suatu keluarga memperoleh banyak kerbau. Tongkonan layuk adalah tempat kekuasaan tertinggi. tongkonan pertama dibangun di surga dengan empat tiang. Ritual yang berhubungan dengan tongkonan sangatlah penting dalam kehidupan spiritual suku Toraja oleh karena itu semua anggota keluarga diharuskan ikut serta karena Tongkonan melambangan hubungan mereka dengan leluhur mereka. Eksklusifitas kaum bangsawan atas tongkonan semakin berkurang seiring banyaknya rakyat biasa yang mencari pekerjaan yang menguntungkan di daerah lain di Indonesia. Gambar kiri memperlihatkan contoh ukiran kayu Toraja.[15] Menurut cerita rakyat Toraja. contohnya tanaman air seperti gulma air dan hewan seperti kepiting dan kecebong yang melambangkan kesuburan. Setelah memperoleh cukup uang.[21] Untuk menunjukkan kosep keagamaan dan sosial.

karena alam penuh dengan abstraksi dan geometri yang teratur.[21] Suku Toraja menggunakan bambu untuk membuat oranamen geometris.Beberapa motif ukiran Toraja pa'tedong (kerbau) pa'barre allo (matahari) pa're'po' sanguba (menari) ne'limbongan (perancang legendaris) sumber:[22] http://id. selain itu ukiran kayu Toraja juga abstrak dan geometris.Keteraturan dan ketertiban merupakan ciri umum dalam ukiran kayu Toraja (lihat desain tabel di bawah).wikipedia. Alam sering digunakan sebagai dasar dari ornamen Toraja.org/wiki/Suku_Toraja .[21] Ornamen Toraja dipelajari dalam ethnomatematika dengan tujuan mengungkap struktur matematikanya meskipun suku Toraja membuat ukiran ini hanya berdasarkan taksiran mereka sendiri.

.

Suku Asmat biasanya mengadopsi pengalaman dan lingkungan hidup sehari-hari sebagai pola ukiran mereka. katak. ukiran suku Asmat sangat beragam. Jika di beli di pasaran. perisai. dan masing-masing memiliki ciri khas pada karya seninya. tifa. Ada sub etnis yang menonjol ukiran patungnya. ada juga perbedaannya. Bagi para pencinta ukiran bergaya etnik. Sumber: Majalah Travel Club . karena banyak juga orang yang tidak bertanggungjawab yang memalsukan ukiran mereka. mereka tidak sekedar membuat pola dalam kayu tetapi mengalirkan sebuah spiritualitas hidup. ada pula yang memiliki ukiran untuk hiasan dinding dan peralatan perang. tetapi soal pola pasti akan berbeda. Dari segi model. panel. Yang paling istimewa dan unik adalah bahwa setiap karya ukir tidak memiliki kesamaan atau duplikatnya karena mereka tidak memproduksi ukiran berpola sama dalam skala besar. Ketika Suku Asmat mengukir. Begitu juga dengan kayu yang digunakan. Tapi tidak demikian ketika kita membeli langsung di tempat asalnya. seperti pohon. perahu. perahu. pohon. Jarak yang jauh dan sulitnya transportasi adalah salah satu sebab mengapa ukiran itu harganya mahal. Bentuk boleh sama. kalau kita memiliki satu ukiran dari Asmat dengan pola tertentu. Karakteristik ukiran suku asmat adalah polanya yang unik dan bersifat naturalis. ukiran kayu Asmat termasuk mahal. ikan. ukiran suku Asmat adalah salah satu pilihan untuk hiasan rumah. misalnya perisai atau panel.Ukiran Kayu Suku Asmat 1 2 3 4 5 (32 votes) Karya ukir kayu khas suku Asmat adalah salah satu kekayaan budaya nasional yang sudah memiliki nama bagi para turis asing. Tapi harus waspada dan hati-hati ketika membeli ukiran suku Asmat di pasaran. biawak atau manusia yang diwujudkan dalam ukiran patung kayu mereka. Jadi. Dari pola-pola itu terlihat kerumitan cara membuatnya sehingga membuat karya ukir mereka bernilai tinggi dan cukup banyak diminati para turis asing. ada yang menonjol ukiran salawaku atau perisai. Seni ukir Asmat termasuk aliran naturalis karena yang menjadi model ukiran adalah mahluk hidup seperti burung. Masyarakat Asmat terdiri dari 12 sub etnis. Itulah keunikan ukiran suku Asmat. binatang dan orang berperahu. itu adalah satusatunya yang ada karena orang Asmat tidak membuat pola sama dalam ukirannya. orang berburu dan lain-lain. Mengukir adalah sebuah tradisi kehidupan dan ritual yang terkait erat dengan spiritualitas hidup dan penghormatan terhadap nenek moyang. mulai dari patung manusia. telur kaswari sampai ukiran tiang.

Ukiran tradisional Asmat yang paling spektakuler adalah tiang atau tugu leluhur yang disebut Bisj. pemerintah melarang pembuatan Bisj untuk mencegah upacara head-hunting dan kanibalisme. Kini orang Asmat membuat patung untuk dijual pada wisatawan. melainkan sudah ke seluruh dunia. Bagi orang Asmat. Dahulu. mengukir merupakan bagian dari ritual religiositas mereka. Seniman Asmat sedang berkarya Ciri khas dari ukiran suku asmat adalah polanya yang unik dan bersifat naturalis. rasanya kurang lengkap apabila tidak mengenal atau membeli cenderamata karya ukir suku Asmat dalam berbagai ukuran. Penjualan seni ukir Asmat memberikan kontribusi ekonomi bagi warga Asmat. Setelah wilayah Papua menjadi bagian RI tahun 1963. dimana dari pola-pola tersebut akan terlihat kerumitan cara membuatnya sehingga membuat karya . banyak wisatawan dari mancanegara berkunjung ke Asmat. Lambat laun tradisi Bisj mulai memudar. seni ukir kayu adalah bagian dari kehidupan sehari-hari yang telah turun temurun menjadi suatu kebudayaan yang bukan saja dikenal di Papua dan Indonesia. rumah tradisional Asmat. Bisj dibuat dalam upacara tradisional yang dimeriahkan dengan pesta pemenggalan kepala dan kenibalisme (head hunting) agar arwah leluhur tenang. Biasanya mereka melakukan kegiatan ini di Jeu. Saat diadakan Festival Budaya Asmat yang berlangsung tiap bulan Oktober. Setiap figur diukir di atas figur yang lain. Melalui ukiran inilah orang Asmat berkomunikasi dengan arwah keluarganya yang sudah meninggal.ASMAT Art Seni ukir Asmat telah dikenal luas sejak terjadi kontak dengan budaya Barat pada tahun 1700-an. Bagi setiap turis asing yang berkunjung ke Papua. Mereka sengaja datang dengan kapal dari negaranya.com/2009/01/asmat-art. di setiap kampung dapat dijumpai warga Asmat yang melakukan kegiatan ini secara berkelompok. Ukiran ini umumnya tersusun dari lebih dari dua figur. Karena mengukir memiliki peran penting dalam keseharian hidup masyarakat Amat. Setiap ukiran yang mereka buat mewakili seseorang yang telah meninggal dunia. Kesibukan mengukir di Jeu ini biasanya kian terasa menjelang Festival Budaya Asmat pada bulan Oktober. Masing-masing figur menggambarkan keluarga yang telah meninggal. http://www.html Seni Ukir Kayu Suku Asmat Posted on September 12. 2009 by satublogpapua| Leave a comment Bagi suku Asmat. Ukiran Asmat dipercaya sebagai mediator yang menghubungkan antara kehidupan masyarakat dengan leluhur mereka. untuk mempermudah membawa pulang ukiran Asmat yang mereka borong.matatita.

Beberapa contoh ukiran kayu suku Asmat dari berbagai sumber: . binatang dan orang berperahu. perisai. panel. ukiran suku Asmat memiliki pola dan ragam yang sangat banyak. mulai dari patung model manusia. tifa. orang berburu dan lain-lain. Dari segi model. Ketika Suku Asmat mengukir. telur kaswari sampai ukiran tiang. Mengukir adalah sebuah tradisi kehidupan dan ritual yang terkait erat dengan spiritualitas hidup dan penghormatan terhadap nenek moyang. binatang. seperti pohon.ukir suku Asmat bernilai tinggi dan sangat banyak diminati para turis asing yang menggemari karya seni. perahu. mereka tidak sekedar membuat pola dalam kayu tetapi mengalirkan sebuah spiritualitas hidup. perahu. Suku Asmat biasanya mengadopsi pengalaman dan lingkungan hidup seharihari sebagai pola ukiran mereka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful