P. 1
Seni Ukir Indonesia

Seni Ukir Indonesia

|Views: 971|Likes:
Published by Lyan Christie

More info:

Published by: Lyan Christie on Jul 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

Seni Ukir Jepara http://www.gojepara.com/index.php/id/seni-ukir-jepara.

html LEGENDA Dikisahkan seorang ahli seni pahat dan lukis bernama Prabangkara yang hidup pada masa Prabu Brawijaya dari Kerajaan Majapahit, pada suatu ketika sang raja menyuruh Prabangkara untuk membuat lukisan permaisuri raja sebagai ungkapan rasa cinta beliau pada permaisurinya yang sangat cantik dan mempesona. Lukisan permaisuri yang tanpa busana itu dapat diselesaikan oleh Prabangkara dengan sempurna dan tentu saja hal ini membuat Raja Brawijaya menjadi curiga karena pada bagian tubuh tertentu dan rahasia terdapat tanda alami/khusus yang terdapat pula pada lukisan serta tempatnya/posisi dan bentuknya persis. Dengan suatu tipu muslihat, Prabangkara dengan segala peralatannya dibuang dengan cara diikat pada sebuah laying-layang yang setelah sampai di angkasa diputus talinya. Dalam keadaan melayang-layang inilah pahat Prabangkara jatuh di suatu desa yang dikenal dengan nama Belakang Gunung di dekat kota Jepara. Di desa kecil sebelah utara kota Jepara tersebut sampai sekarang memang banyak terdapat pengrajin ukir yang berkualitas tinggi. Namun asal mula adanya ukiran disini apakah memang betul disebabkan karena jatuhnya pahat Prabangkara, belum ada data sejarah yang mendukungnya. SEJARAH 1. Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat, terdapat seorang patih bernama Sungging Badarduwung yang berasal dari Campa (Kamboja) ternyata seorang ahli memahat pula. Sampai kini hasil karya Patih tersebut masih bisa dilihat di komplek Masjid Kuno dan Makam Ratu Kalinyamat yang dibangun pada abad XVI. 2. Keruntuhan Kerajaan Majapahit telah menyebabkan tersebarnya para ahli dan seniman hindu ke berbagai wilayah paruh pertama abad XVI. Di dalam pengembangannya, seniman-seniman tersebut tetap mengembangkan keahliannya dengan menyesuaikan identitas di daerah baru tersebut sehingga timbulah macam-macam motif kedaerahan seperti : Motif Majapahit, Bali, Mataram, Pajajaran, dan Jepara yang berkembang di Jepara hingga kini. Motif Jepara http://community.um.ac.id/showthread.php?50368-Ukiran-Motif-Jepara Cir – Ciri Khusus * Daun Pokok . Daun pokok motif ini mempunyai corak tersendiri , yaitu merelung -relung dan melingkar. Pada penghabisan relung tersebut terdapat daun yang mengerombol. * Bunga dan Buah . Bunga dan buah pada motif Jepara berbentuk cembung (bulatan) seperti buah anggur atau buah wuni yang disusun berderet atau bergerombol . Bunga ini sering terdapat pada sudut pertemuan relung daun pokok atau terdapat pada ujung relung yang dikelilingi daun-daunnya , sedangkan bunganya mengikuti bentuk daunnya. * Pecahan. Pada pecahan ukiran daun motif ini terdapat 3 pecahan garis yang mengikuti arah bentuk daun , sehingga tampak seperti sinar. Motif Ukiran Cirebon

Sebelum membahas tentang seni ukir terlebih dahulu akan di bahas apa itu ukir dan pengertiannya secara umum http://www.um. Pengertian ini berkembang hingga dikenal sebagai seni ukir yang merupakan seni membentuk gambar pada kayu.blogster. atau bahan-bahan lain. bambu. emas. tempaan tanah liat atau bahan lain yang ditemuinya. memahat ) dsb. dengan bahan tanah liat. yang tumbuh dimuka daun pokok. Seni Ukir : seni pahat PEMAHAMAN TENTANG SENI UKIR INDONESIA Seni ukir atau ukiran merupakan gambar hiasan dengan bagian-bagian cekung (kruwikan) dan bagian-bagian cembung (buledan) yang menyusun suatu gambar yang indah. Motif dan pengerjaan ukiran pada zaman itu masih sangat sederhana.ac.Motif ini mempunyai angkup yang pada bagian ujungnya melingkari ikal daun patran. pilin berganda.dsb. Dalam pembuatan ukirannya adalah menggunakan teknologi cor.ac. untuk membuat lukisan ( gambar ) pada kayu. serta binatang . karena ukiran ini kebanyakan hanya dipakai untuk hiasan bangunan rumah saja.um. Ukiran corak ini kurang begitu dikenal .com/artbloggue/tentang-seni-ukir-di-indonesia UKIR Ukir ~ Juru ( pandai. yakni sekitar tahun 1500 SM. tumpal. Cir – Ciri Khusus * Angkup . batu. dan tanduk hewan Pada zaman yang lebih dikenal sebagai zaman perunggu. batu. corak motif ukiran ini ada yang berbentuk karang ada pula yang berbentuk awan . dan lengkungan. Pada zaman itu nenekmoyang bangsa Indonesia telahmembuat ukiran pada kapak batu. logam.id/download/file. topeng.http://community. titik. kayu. yaitu berkisar tahun 500 hingga 300 SM. tukang )Contoh: Tukang Ukir : Orang yang pekerjaannya mengukirMengukir : Menoreh ( menggores. Ukiran : ( ukiran-ukiran ) hiasan yang terukir. Bahan untuk membuat ukiran telah mengalami perkembangan yanitu menggunakan bahan perunggu. menyerupai ukiran tiongkok . batu.php?id=37[/img] Ciri – Ciri Umum Bentuk ukiran daun motif ini berbentuk cembung dan cekung (campuran). Motif-motif yang di gunakanpada masa zaman perunggu adalah motif meander. Umumnya bermotif geometris yang berupa garis. kulit. perak dan lain sebagainya. Bangsa Indonesia mulai mengenal ukir sejak zaman batu muda (Neolitik).php?50488-Motif-Ukiran-Cirebon [img]http://forum.id/showthread.

Sedangkan yang dimaksud dengan kerajinan ukir kayu adalah jenis kerajinan yang menggunakan teknik ukir pada bahan kayu. Sedangkan teknik ukir adalah teknik pembuatan hiasan yang menggunakan alat berupa tatah / pahat ukir. Majapahit. dan berbagai macam motif yang berasal dari luarJawa. Setelah agama Hindu. Islam masuk ke Indonesia. Bukti-bukti sejarah peninggalan ukiran pada periode tersebut dapat dilihat pada relief candi Penataran di Blitar. logam. seni ukir mengalami perkembangan yang sangat pesat. dan motif. Pekalongan. Sumatera. Jepara. selain menggambarkan bentuk. Bali. Nusa Tenggara. dan pada pinggiran sebuah nekara (moko dari Alor. Motif ini menggambarkan muka dan mata orang yang memberi kekuatan magis yang dapat menangkis kejahatan. Ukiran banyak ditemukan pada badan-badancandi dan prasasti-prasasti yang di buat orang pada masa itu untuk memperingati para raja-raja. Irian Jaya. selalu berusaha. dalam bentuk desain produksi.maupun manusia. getol. termasuk gamelan dan wayang. Motif tumpal ditemukan pada sebuah buyung perunggu dari kerinci Sumatera Barat. candi Prambanan dan Mendut di Jawa Tengah. NTT. keraton. Budha. Surakarta. Motif meander ditemukan pada nekara perunggu dari Gunung merapi dekat Bima. Madura. alat-alat musik. Bentuk ukiran juga ditemukan pada senjata-senjata. Motif ukiran. dsb. dan pada kapak perunggu dari danau Sentani. batu. Saat sekarang ukir kayu dan logam mengalami perkembangan pesat. Yogyakarta. gading. Kerajinan : hal ( sifat ) rajin. kegetolan Contoh : Barang-barang kerajinan yaitu barang-barang hasil pekerjaan tangan.pada ukiran kayu meliputi motif Pejajaran. Dan fungsinyapun sudah bergeser dari hal-hal yang berbau magis berubah menjadi hanya sebagai alat penghias saja. masjid. mitos kepahlawanan. Motif pilin berganda ditemukan pada nekara perunggu dari Jawa Barat dan pada bejana perunggu darikerinci. seperti keris dan tombak. Cirebon. dan perasaan seni dengan cara di toreh / dipahat di atas kayu. Mataram. Motif binatang dan manusia ditemukan pada nekara dari Sangean. Jadi dengan demikian yang dimaksud dengan Kerajinan Ukir adalah barang-barang ukiran atau hiasan yang dihasilkan oleh seseorang yang dalamperwujudannya memerlukan ketekunan. kadang-kadang berisi tentang kisah para dewa. sehingga memikiki . keterampilan. dll. Seni Ukir merupakan gubahan dari bentuk-bentuk visual yang dalam pengolahannya mempunyai sifat kruwikan ( Jawa ) dengan susunan yang harmonis. batu nisan. Motif-motif KERAJINAN Rajin : suka dan giat bekerja. Motif topeng ditemukan pada leher kendi dari Sumba.

dan bahkan belum ada kota lain yang layak disebut sepadan dengan Jepara untuk industri kerajinan meubel ukir. kain tenunan. Jepara juga dijadikan daerah “ pengabdian” Sunan Kalijaga yang mengembangkan berbagai macam seni termasuk seni ukir.php? option=com_content&view=article&id=329&Itemid=510 Satu citra yang telah begitu melekat dengan Jepara adalah predikatnya sebagai “Kota Ukir”. hiasan atau barang-barang yang artistik. Dalam masa penyebaran agama Islam oleh para Wali. Seni ukir diujudkan melalui bahan kayu. Sejak jaman kejayaan Negara-negara Hindu di Jawa Tengah. Ia memanggil beberapa pengrajin dari Belakang Gunung (kini salah satu padukuhan Desa mulyoharjo) di bawah pimpinan Singowiryo. Raden Ajeng Kartini yang melihat kehidupan para pengrajin tak juga beranjak dari kemiskinan. gading . awan. Pada masa pemerintahannya ia memiliki seorang patih yang bernama “Sungging Badarduwung” yang berasal dari Negeri Campa Patih ini ternyata seorang ahli pahat yang dengan sukarela mengajarkan keterampilannya kepada masyarakat disekitarnya Satu bukti yang masih dapat dilihat dari seni ukir masa pemerintahan Ratu Kalinyamat ini adalah adanya ornament ukir batu di Masjid Mantingan. dsb. terbuat dari kayu. 16 April 2008 04:36 administrator http://www. Namun untuk sampia pada kondisi seperti ini. Hasil dari suatu kerajinan tangan juga di sebut “seni guna” Kerajinan Ukir Wednesday. sehingga ia bertekat mengangkat derajat para pengrajin. logam. Oleh Raden Ajeng Kartini. Selanjutnya yang dimaksud dengan kerajinan adalah jenis kesenian yang menghasilkan berbagai macam perabot. air. Jepara telah menapak perjalana yang sangat panjang. Dalam catatan sejarah perkembangan ukir kayu juga tak dapat dilepaskan dari peranan Ratu Kalinyamat . Adapun bentuk-bentuk gubahan tersebut merupakan stilisasi dari bentuk alam yang meliputi tumbuh-tumbuhan. manusia. Factor lain yang melatar belakangi perkembangan ukir kayu di Jepara adalah para pendatang dari negeri Cina yang kemudian menetap. gading. peranan Raden Ajeng Kartini dalam pengembangkan seni ukir juga sangat besar. Disamping itu . batinnya terusik. Jepara telah dijadikan sebagai pelabuhan Utara disamping sebagai pusat perdagangan dan pangkalan armada perang.go. Ukir kayu telah menjadi idiom kota kelahiran Raden Ajeng Kartini ini. porselin. emas. besi. batu dan bahanbahan lain yang memungkinkan untuk dikerjakan. untuk bersama-sama membuat ukiran di belakang Kabupaten. dsb.id/index. binatang.nilai estetis. Demikian juga pada saat kerajan Islam pertama di Demak. mereka diminta untuk membuat berbagai .jeparakab. Jepara Telah dikenal sebagai pelabuhan utara pantai Jawa yang juga berfungsi pintu gerbang komunikasi antara kerajaan Jawa denga Cina dan India .

terpeciklah tinta hitam dibagian pangkal paha gambar sang permaisuri sehingga nampak seperti tahi lalat. Ketenaran seniman ini didengar oleh sang raja yang kemudian memesan gambar permaisuri. Kemampuan masyarakat Jepara di bidang ukir kayu juga diwarnai dengan legenda . pada tahun 1929 timbul gagasan dari beberapa orang pribumi untuk mendirikan sekolah kejuruan. meja keci. Semakin bertambahnya motif ukir yang dikuasai oleh para pengrajin Jepara . Raja menduga Ki Sungging talah melihat permaisuri telanjang. dan lain-lain barang souvenir. Gambar ini kemudian diserahkan kepada raja yang sangat kagum terhadap hasil karya Ki Sungging. Tepat pada tanggal 1 Juli 1929. pada jaman dahulu ada seorang seniman bernama Ki Sungging Adi Luwih yang tinggal di suatu kerajaan. sekolah pertukangan dengan jurusan meubel dan ukir dibuka dengan nama “Openbare Ambachtsschool” yang kemudian berkembang menjadi Sekolah Teknik Negeri dan Kemudian menjadi Sekolah Menengah Industri Kerajinan Negeri. tempat rokok. Seluruh penjualan barang. Dikisahkan. Raden Ajeng Kartini juga mulai memperkenalkan seni ukir Jepara keluar negeri. Oleh karena itu raja berniat menghukum Ki Sungging dengan membuat patung di udara dengan naik layang-layang. setelah dikurangi dengan biaya produksi dan ongkos kirim. Barang-barang ini kemudian di jual Raden Ajeng Kartini ke Semarang dan Batavia (sekarang Jakarta ). tempat perhiasan. Para pedagang pun mulai memanfaatkan kesempatan ini. Caranya. Setelah banyak pesanan yang datang. sehingga akhirnya diketahui bahwa masyarakat Jepara pandai mengukir. pigura. Raden Ajeng kartini memberikan souvenir kepada sahabatnya di luar negeri. KiSungging berhasil menyelesaikan pesanan dengan baik. kerajinan meubul dan ukiran semaluas di masyarakat dan makin banyak pula anak–anak yang masuk sekolah ini agar mendapatkan kecakapan di bidang meubel dan meubel dan ukir. untuk mendapatkan barang-barang baru guna memenuhi permintaan konsumen. uangnya diserahkan secara utuh kepada para pengrajin. hasil produksi para pengrajin Jepara bertambah jenis kursi pengantin. Di dalam sekolah ini agar diajarkan berbagai macam desain motif ukir serta ragam hias Indonesia yang pada mulanya belum diketahui oleh masyarakat Jepara . Pada waktu yang . tempat tidur pengantin dan penyekat ruangan serta berbagai jenis kursi tamu dan kursi makan. Akibatnya ukir terus berkembang dan pesanan terus berdatangan. meubel dan ukiran Jepara semakin diminati. baik yang berada di dalam di luar negeri. seperti peti jahitan.macam jenis ukiran. alat panahan angin. Singkat cerita. Namun ketika ia akan menambahkan warna hitam pada rambut. Tokoh-tokoh yang berjasa di dalam pengembangan motif lewat lembaga pendidikan ini adalah Raden Ngabehi Projo Sukemi yang mengembangkan motif majapahit dan Pajajaran serta Raden Ngabehi Wignjopangukir mengembangkan motif Pajajaran dan Bali. Namun raja juga curiga karena ia melihat ada tahi lalat dipangkal paha. Dengan adanya sekolah kejuruan ini. Untuk menunjang perkembangan ukir Jepara yang telah dirintis oleh Raden Ajeng Kartini.

setelah berhasil menguasai pasar nasional. Namun karena perkembangan dinamika ekonomi. ukiran kayu Jepara terus melaju pesat. tatapi juga memacu kemampuan para pengrajin dan pengusaha Jepara dalam pembaca peluang pasar dengan segala tentutannya. Untuk melakukan ekspansi pasar ini buka saja dilakukan melalui pameran-pameran. sehingga masyarakat setempat sekarang dikenal sebagai ahli membuat patung. Karena itu pengendalian mutu dengan mengacu pada sistim standard internasional merupakan hal yang tidak dapat di tawar-tawar lagi. menejemen produksi dan menejemen pemasaran. Guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia misalnya. perluasan dan intensifikasi pasar terus dilakukan dalam rangka meningkatkan ekspor serta peluasan pasar internasional dengan penganeragaman produk yang mempunyai potensi. seni ukir Jepara kini telah dapat berkembang dan bahkan merupakan salah satu bagian dari “nafas kehidupan dan denyut nadi perekonomian “ masyarakat Jepara. sehingga Jepara mendapatkan predikat sebagai kota ukir. terutama bila dipandang dari segi sosial ekonomi. Usaha ini dilakukan melalui pembinaan terhadap produsen agar mempertahankan mutu produknya dalam rangka menjamin mutu pelayanan sebagai mana dipersaratkan ISO 9000. Namun karena angina bertiup sangat kencang. Di samping itu. yang menuntut persiapan matang karena persaingan-persaingan yang begitu ketat . Setelah mengalami perubahan dari kerajinan tangan menjadi industri kerajinan. Benda ini akhirnya ditemukan oleh masyarakat Bali. Dengan demikian para pengusaha dapat dengan tepat dan cepat mengantisipasi peluang serta tantangan yang ada dipasar internasional. Langkah-langkah ini ditempuh dengan upaya meningkatkan kualitas muebel ukir Jepara. pasar nasional saja belum merupakan jaminan. dilakukan melalui pendidikan Sekolah Menengah Industri Kerajinan Negeri dan Akademi Teknologi Perkayuan dan pendidikan non formal melalui kursus-kursus dan latihan-latihan. Di samping itu dikembangkan “Semangat Jepara Incoporated “.telah ditentukan ki Sungging naik layang-layang dengan membawa pelengkapan pahat untuk membuat patung permaisuri. Terlepas dari cerita legenda maupun sejarahnya. bersatunya pengusaha Jepara dalam memasuki pasar ekspor. yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan luar negri terhadap produk industri Jepara. Peningkatan kualitas produk dan pengawasan mutu memang menjadi obsesi Jepara dalam memasuki pasar internasional. Sedangkan peralatan memahat jatuh di belakang gunung dan konon dari kawasan inilah ukir Jepara mulai berkembang. karena di luar itu pangsa pasar masih terbuka lebar. serta peningkatan market intelligence untuk memperoleh transportasi pasar luar negeri. tetapi juga dilakukan penataan-penataan di daerah. Dengan penigkatan kualitas sumber daya manusia ini diharapkan bukan saja dapat memacu kualitas produk. patung setengah jadi itu akhirnya terbawa angin dan jatuh di pulau Bali. Sementara itu . Oleh karena itu diperlukan kiat khusus untuk dapat menerobos pasar internasional.

rumah adat tongkonan dan ukiran kayunya.[1] Mayoritas suku Toraja memeluk agama Kristen. Langkah-langkah konseptual yang dilakukan secara terus menerus ini telah berbuah keberhasilan yang dampaknya dirasakan oleh masyarakat Jepara. Katolik: 16. Kalumpang. souvenir dan peti mati yang dalam tiga tahun terakhir telah berhasil dilealisir ekspornya. Pemerintah Indonesia telah mengakui kepercayaan ini sebagai bagian dari Agama Hindu Dharma. Mamasa. suku Toraja tinggal di desa-desa otonom. Dari data yang ada dapat dijadikan cermin keberhasilan sektor meubel ukir dalam lima tahun terakhir. Populasinya diperkirakan sekitar 650.99%. Makassar Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan. Ta'e. pengrajin maupun bagi pimpinan daerah. Setelah semakin terbuka kepada dunia . Suku Toraja Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Talondo' dan Toala'. Untuk dapat melihat lebih jauh potensi ukir kayu ini juga dapat dilihat berbagai macam penghargaan. Sulawesi Selatan Bahasa Toraja-Sa'dan. Data diatas belum termasuk potensi kayu olahan .000 di antaranya masih tinggal di Kabupaten Tana Toraja.000[1] Kawasan dengan jumlah penduduk yang signifikan Sulawesi Barat. Sebelum abad ke-20. biasanya dihadiri oleh ratusan orang dan berlangsung selama beberapa hari. baik bagi para pengusaha. Agama Protestan: 65. sementara sebagian menganut Islam dan kepercayaan animisme yang dikenal sebagai Aluk To Dolo. Islam: 5.000 jiwa. berupa peningkatan kesejateraannya. Ritual pemakaman Toraja merupakan peristiwa sosial yang penting. Mereka masih menganut animisme dan belum tersentuh oleh dunia luar.[2] Kata toraja berasal dari bahasa Bugis.97%.[3] Suku Toraja terkenal akan ritual pemakaman. ensiklopedia bebas Toraja Anak perempuan Toraja pada upacara pernikahan Jumlah populasi 650. yang bersekala regional. Pemerintah kolonial Belanda menamai suku ini Toraja pada tahun 1909.jaringan informasi terus dilakukan melalu pengevektivan fungsi dan kegiatan Buyer Reception Desk yang ada di Jepara. Pada awal tahun 1900-an. Indonesia. nasional dan internasional.[1] Kelompok etnis terdekat Bugis. dengan 450. misionaris Belanda datang dan menyebarkan agama Kristen.99% dan Aluk To Dolo: 5. yang berarti "orang yang berdiam di negeri atas".15%. to riaja.

kabupaten Tana Toraja menjadi lambang pariwisata Indonesia. Tana Toraja dimanfaatkan oleh pengembang pariwisata dan dipelajari oleh antropolog. pada awalnya "Toraja" lebih banyak memiliki hubungan perdagangan dengan orang luar—seperti suku Bugis dan suku Makassar. yang menghuni sebagian besar dataran rendah di Sulawesi— daripada dengan sesama suku di dataran tinggi. Meskipun ritual-ritual menciptakan hubungan di antara desa-desa.3 Upacara pemakaman 4. dan suku Toraja (petani di dataran tinggi).1 Keluarga 3. menjadi masyarakat yang mayoritas beragama Kristen dan mengandalkan sektor pariwisata yang terus meningkat. dan tidak beranggapan sebagai kelompok yang sama. suku Makassar (pedagang dan pelaut).[5]Daftar isi [sembunyikan] 1 Identitas etnis 2 Sejarah 3 Masyarakat 3. "Toraja" (dari bahasa pesisir ke.3 Agama 4 Kebudayaan 4.[6] [sunting] Sejarah .luar pada tahun 1970-an. yang berarti orang. dan identitas bersama ini tumbuh dengan bangkitnya pariwisata di Tana Toraja. suku Mandar (pedagang dan nelayan).[4] Masyarakat Toraja sejak tahun 1990-an mengalami transformasi budaya. suku Toraja. dan berbagai praktik ritual di kawasan dataran tinggi Sulawesi. Sulawesi Selatan memiliki empat kelompok etnis utama—suku Bugis (kaum mayoritas.2 Ukiran kayu 4. dari masyarakat berkepercayaan tradisional dan agraris. Sebelum penjajahan Belanda dan masa pengkristenan. hierarki sosial. dikenali berdasarkan desa mereka.2 Kelas sosial 3. meliputi pembuat kapal dan pelaut). yang tinggal di daerah dataran tinggi. ada banyak keragaman dalam dialek.1 Tongkonan 4. Kehadiran misionaris Belanda di dataran tinggi Toraja memunculkan kesadaran etnis Toraja di wilayah Sa'dan Toraja.[4] Sejak itu. dan Riaja.[3] Akibatnya.4 Musik dan Tarian 5 Bahasa 6 Ekonomi 7 Komersialisasi 8 Catatan kaki 9 Referensi 10 Bacaan lanjutan 11 Pranala luar [sunting] Identitas etnis Suku Toraja memiliki sedikit gagasan secara jelas mengenai diri mereka sebagai sebuah kelompok etnis sebelum abad ke-20. dataran tinggi) pertama kali digunakan sebagai sebutan penduduk dataran rendah untuk penduduk dataran tinggi.

dan hanya sedikit orang Toraja yang saat itu menjadi Kristen. terjadi konflik-konflik antara penduduk Muslim di dataran rendah dengan orang Toraja. Pada akhir abad ke-19. Sulawesi Selatan mengalami kekacauan akibat pemberontakan yang dilancarkan Darul Islam. Katolik. Sejak abad ke-17. usaha-usaha Belanda tersebut tidak merusak budaya Toraja. namun akhirnya pindah ke dataran tinggi. mereka mengacuhkan wilayah dataran tinggi Sulawesi tengah (tempat suku Toraja tinggal) karena sulit dicapai dan hanya memiliki sedikit lahan yang produktif. Awalnya. Hindu dan Buddha. hanya 10% orang Toraja yang berubah agama menjadi Kristen. sebuah dekret presiden mengharuskan seluruh penduduk Indonesia untuk menganut salah satu dari lima agama yang diakui: Islam. Pada tahun 1920-an. Meskipun demikian. Pajak ditetapkan pada tingkat yang tinggi.[11] Pada tahun 1965. dan suku Toraja berupaya menentang dekret tersebut.[2] Misionaris Belanda yang baru datang mendapat perlawanan kuat dari suku Toraja karena penghapusan jalur perdagangan yang menguntungkan Toraja. Belanda mulai menancapkan kekuasaan perdagangan dan politik di Sulawesi melalui Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC).[9] Beberapa orang Toraja telah dipindahkan ke dataran rendah secara paksa oleh Belanda agar lebih mudah diatur.Letak Toraja (hijau) diantara Makassar (kuning) dan Bugis (merah). dipercaya sebagai tempat asal suku Toraja.[2] Selain menyebarkan agama.[12] Kepercayaan asli Toraja (aluk) tidak diakui secara hukum. dan Indonesia mengakuinya sebagai suatu kabupaten pada tahun 1957. Selama dua abad. banyak orang Toraja yang ingin beraliansi dengan Belanda berpindah ke agama Kristen untuk mendapatkan perlindungan politik. misi penyebaran agama Kristen mulai dijalankan dengan bantuan pemerintah kolonial Belanda. yang bertujuan untuk mendirikan sebuah negara Islam di Sulawesi. Aluk To Dolo dilegalkan sebagai bagian dari Agama Hindu Dharma. Sebuah garis digambarkan di sekitar wilayah Sa'dan dan disebut Tana Toraja. Belanda melihat suku Toraja yang menganut animisme sebagai target yang potensial untuk dikristenkan.[10] Pada tahun 1950.[8] Pada tahun 1946. Tana Toraja awalnya merupakan subdivisi dari kerajaan Luwu yang mengklaim wilayah tersebut. ia harus diterima sebagai bagian dari salah satu agama resmi. terutama diantara suku Makassar dan Bugis. Teluk Tonkin.[2] . Belanda mulai khawatir terhadap pesatnya penyebaran Islam di Sulawesi selatan. Akibatnya. Pada tahun 1969.[7] Telah terjadi akulturasi panjang antara ras Melayu di Sulawesi dengan imigran Cina. Untuk membuat aluk sesuai dengan hukum. Belanda juga menghapuskan perbudakan dan menerapkan pajak daerah. dan agar dapat membentuk gerakan perlawanan terhadap orang-orang Bugis dan Makassar yang beragama Islam. Perang gerilya yang berlangsung selama 15 tahun tersebut turut menyebabkan semakin banyak orang Toraja berpindah ke agama Kristen.[9] Pada tahun 1930-an. Antara tahun 1951 dan 1965 setelah kemerdekaan Indonesia. terletak antara Vietnam utara dan Cina selatan. imigran tersebut tinggal di wilayah pantai Sulawesi. dengan tujuan untuk menggerogoti kekayaan para elit masyarakat. Belanda memberikan Tana Toraja status regentschap. Kristen Protestan.

dalam artian bahwa keluarga besar saling menolong dalam pertanian. tempat setiap orang boleh atau tidak boleh duduk. Sebelum adanya pemerintahan resmi oleh pemerintah kabupaten Tana Toraja.[13] Hubungan kekerabatan berlangsung secara timbal balik. Keluarga ikut memelihara persatuan desa. dan berbagi rumah leluhur (tongkonan). kadang-kadang. beberapa desabiasanya membentuk kelompok. siapa yang membungkus mayat dan menyiapkan persembahan. Pernikahan dengan sepupu jauh (sepupu keempat dan seterusnya) adalah praktek umum yang memperkuat hubungan kekerabatan. untuk mencegah penyebaran harta. dan bahkan potongan daging yang diperbolehkan untuk masing-masing orang. bebrapa desa akan bersatu melawan desa-desa lain Hubungan antara keluarga diungkapkan melalui darah. secara praktis ditandai oleh pertukaran kerbau dan babi dalam ritual. Kelas sosial diturunkan melalui ibu. hubungan keluarga bertalian dekat dengan kelas sosial. perkawinan. Ada tiga tingkatan kelas sosial: bangsawan. Sikap merendahkan dari Bangsawan terhadap rakyat jelata masih dipertahankan hingga saat ini karena alasan martabat keluarga.Suku Toraja melarang pernikahan dengan sepupu dekat (sampai dengan sepupu ketiga) kecuali untuk bangsawan. Nama bibi. ini bertujuan untuk meningkatkan status pada keturunan berikutnya. Pertukaran tersebut tidak hanya membangun hubungan politik dan budaya antar keluarga tetapi juga menempatkan masing-masing orang dalam hierarki sosial: siapa yang menuangkan tuak. paman dan sepupu yang biasanya disebut atas nama ibu. Setiap tongkonan memiliki nama yang dijadikan sebagai nama desa. berbagi dalam ritual kerbau. Setiap orang menjadi anggota dari keluarga ibu dan ayahnya.[15] [sunting] Kelas sosial Dalam masyarakat Toraja awal. dan budak (perbudakan dihapuskan pada tahun 1909 oleh pemerintah Hindia Belanda). Dalam situasi tertentu. orang biasa.[14] Anak. masingmasing desa melakukan pemerintahannya sendiri. ketika satu keluarga Toraja tidak bisa menangani masalah mereka sendiri. dan biasanya dipilih berdasarkan nama kerabat yang telah meninggal. [5] . dengan demikian. Tidak diperbolehkan untuk menikahi perempuan dari kelas yang lebih rendah tetapi diizinkan untuk menikahi perempuan dari kelas yang lebih tingi. mewarisi berbagai hal dari ibu dan ayahnya. termasuk tanah dan bahkan utang keluarga. ayah dan saudara kandung. Setiap desa adalah suatu keluarga besar. piring apa yang harus digunakan atau dihindari.[sunting] Masyarakat [sunting] Keluarga Sebuah perkampungan suku Toraja Keluarga adalah kelompok sosial dan politik utama dalam suku Toraja. dan saling membayarkan hutang. Nama anak diberikan atas dasar kekerabatan.

[9] Pada awalnya. Rakyat biasa dan budak dilarang mengadakan perayaan kematian. yang dipercaya sebagai keturunan dari surga. pemisah. dan perdagangan budak umum dilakukan. sementara rakyat jelata tinggal di rumah yang lebih sederhana (pondok bambu yang disebut banua). Aluk mengatur kehidupan bermasyarakat. Indo' Ongon-Ongon (dewi gempa bumi). dewa pencipta. dan surga terletak di atas. tetapi ritual kehidupan sudah mulai jarang dilaksanakan. [sunting] .[17] Alam semesta. agama. atau berhubungan seksual dengan perempuan merdeka. makan dari piring yang sama dengan tuan mereka. Pong Lalondong (dewa kematian).[16] tinggal di tongkonan. Suku Toraja percaya bahwa ritual kematian akan menghancurkan jenazah jika pelaksanaannya digabung dengan ritual kehidupan. Meskipun didasarkan pada kekerabatan dan status keturunan. dan ritual keagamaan.[19] Kedua ritual tersebut sama pentingnya. leluhur orang Toraja datang dari surga dengan menggunakan tangga yang kemudian digunakan oleh suku Toraja sebagai cara berhubungan dengan Puang Matua. Budak bisa dibawa saat perang. Budak bisa membeli kebebasan mereka. ada juga beberapa gerak sosial yang dapat mempengaruhi status seseorang.[13] Kekayaan dihitung berdasarkan jumlah kerbau yang dimiliki. dibagi menjadi dunia atas (Surga) dunia manusia (bumi). Tata cara Aluk bisa berbeda antara satu desa dengan desa lainnya. bumi adalah tempat bagi umat manusia. Aluk bukan hanya sistem kepercayaan. surga dan bumi menikah dan menghasilkan kegelapan.[10] Akibatnya. Hukuman bagi pelanggaran tersebut yaitu hukuman mati. praktik pertanian.Kaum bangsawan. Ketika ada para misionaris dari Belanda. tetapi juga merupakan gabungan dari hukum. dan dunia bawah. Rakyat jelata boleh menikahi siapa saja tetapi para bangsawan biasanya melakukan pernikahan dalam keluarga untuk menjaga kemurnian status mereka. tetapi anak-anak mereka tetap mewarisi status budak. atau "jalan" (kadang diterjemahkan sebagai "hukum"). disebut to minaa (seorang pendeta aluk). Hewan tinggal di dunia bawah yang dilambangkan dengan tempat berbentuk persegi panjang yang dibatasi oleh empat pilar. dan kebiasaaan. ditutupi dengan atap berbetuk pelana.[18] Kekuasaan di bumi yang kata-kata dan tindakannya harus dipegang baik dalam kehidupan pertanian maupun dalam upacara pemakaman. Dewa-dewa Toraja lainnya adalah Pong Banggai di Rante (dewa bumi). menurut aluk. Kadang-kadang orang Toraja menjadi budak karena terjerat utang dan membayarnya dengan cara menjadi budak. Indo' Belo Tumbang (dewi pengobatan). [sunting] Agama Sistem kepercayaan tradisional suku Toraja adalah kepercayaan animisme politeistik yang disebut aluk. Satu hukum yang umum adalah peraturan bahwa ritual kematian dan kehidupan harus dipisahkan. Budak dalam masyarakat Toraja merupakan properti milik keluarga. Budak tidak diperbolehkan memakai perunggu atau emas. tetapi diizinkan melakukan ritual kematian. ritual kematian masih sering dilakukan hingga saat ini. orang Kristen Toraja tidak diperbolehkan menghadiri atau menjalankan ritual kehidupan. dan lainnya. Budak tinggal di gubuk kecil yang dibangun di dekat tongkonan milik tuan mereka. Dalam mitos Toraja. seperti pernikahan atau perubahan jumlah kekayaan. dan kemudian muncul cahaya.

sebagai harapan agar suatu keluarga memperoleh banyak kerbau.[21] Untuk menunjukkan kosep keagamaan dan sosial. dia meniru rumah tersebut dan menggelar upacara yang besar. ukiran kayu merupakan perwujudan budaya Toraja. sebuah harapan agar semua keturunan keluarga akan bahagia dan hidup dalam kedamaian. Tongkonan adalah rumah tradisional Toraja yang berdiri di atas tumpukan kayu dan dihiasi dengan ukiran berwarna merah. Setelah memperoleh cukup uang.[15] Menurut cerita rakyat Toraja. . dan kuning. [sunting] Ukiran kayu Ukiran kayu Toraja: setiap panel melambangkan niat baik. menunjukkan kebutuhan untuk bergerak cepat dan bekerja keras. yang digunakan sebagai pusat "pemerintahan". Kata "tongkonan" berasal dari bahasa Toraja tongkon ("duduk"). hitam. Hal Ini juga menunjukkan adanya kebutuhan akan keahlian tertentu untuk menghasilkan hasil yang baik. Oleh karena itu. Panel tengah melambangkan simpul dan kotak. Tongkonan layuk adalah tempat kekuasaan tertinggi. Ritual yang berhubungan dengan tongkonan sangatlah penting dalam kehidupan spiritual suku Toraja oleh karena itu semua anggota keluarga diharuskan ikut serta karena Tongkonan melambangan hubungan mereka dengan leluhur mereka. Tongkonan merupakan pusat kehidupan sosial suku Toraja. tongkonan pertama dibangun di surga dengan empat tiang. Ada tiga jenis tongkonan. Kotak bagian kiri atas dan kanan atas melambangkan hewan air. suku Toraja membuat ukiran kayu dan menyebutnya Pa'ssura (atau "tulisan"). seperti hewan yang bergerak di permukaan air. Panel tengah bawah melambangkan kerbau atau kekayaan. contohnya tanaman air seperti gulma air dan hewan seperti kepiting dan kecebong yang melambangkan kesuburan. seperti barang-barang yang tersimpan dalam sebuah kotak.Kebudayaan [sunting] Tongkonan Tiga tongkonan di desa Toraja. orang biasa pun mampu membangun tongkonan yang besar.[20] Pembangunan tongkonan adalah pekerjaan yang melelahkan dan biasanya dilakukan dengan bantuan keluarga besar. Motifnya biasanya adalah hewan dan tanaman yang melambangkan kebajikan. terdiri atas 15 panel persegi. Gambar kiri memperlihatkan contoh ukiran kayu Toraja. Eksklusifitas kaum bangsawan atas tongkonan semakin berkurang seiring banyaknya rakyat biasa yang mencari pekerjaan yang menguntungkan di daerah lain di Indonesia. Bahasa Toraja hanya diucapkan dan tidak memiliki sistem tulisan. Tongkonan pekamberan adalah milik anggota keluarga yang memiliki wewenang tertentu dalam adat dan tradisi lokal sedangkan anggota keluarga biasa tinggal di tongkonan batu. Ketika leluhur suku Toraja turun ke bumi. Setiap ukiran memiliki nama khusus.

Keteraturan dan ketertiban merupakan ciri umum dalam ukiran kayu Toraja (lihat desain tabel di bawah).[21] Suku Toraja menggunakan bambu untuk membuat oranamen geometris.[21] Ornamen Toraja dipelajari dalam ethnomatematika dengan tujuan mengungkap struktur matematikanya meskipun suku Toraja membuat ukiran ini hanya berdasarkan taksiran mereka sendiri. karena alam penuh dengan abstraksi dan geometri yang teratur.org/wiki/Suku_Toraja . selain itu ukiran kayu Toraja juga abstrak dan geometris.wikipedia.Beberapa motif ukiran Toraja pa'tedong (kerbau) pa'barre allo (matahari) pa're'po' sanguba (menari) ne'limbongan (perancang legendaris) sumber:[22] http://id. Alam sering digunakan sebagai dasar dari ornamen Toraja.

.

Ada sub etnis yang menonjol ukiran patungnya. seperti pohon. Mengukir adalah sebuah tradisi kehidupan dan ritual yang terkait erat dengan spiritualitas hidup dan penghormatan terhadap nenek moyang. mulai dari patung manusia. dan masing-masing memiliki ciri khas pada karya seninya. katak. ada pula yang memiliki ukiran untuk hiasan dinding dan peralatan perang. panel. Jadi. binatang dan orang berperahu. kalau kita memiliki satu ukiran dari Asmat dengan pola tertentu. Begitu juga dengan kayu yang digunakan. mereka tidak sekedar membuat pola dalam kayu tetapi mengalirkan sebuah spiritualitas hidup. Yang paling istimewa dan unik adalah bahwa setiap karya ukir tidak memiliki kesamaan atau duplikatnya karena mereka tidak memproduksi ukiran berpola sama dalam skala besar. ukiran suku Asmat sangat beragam. itu adalah satusatunya yang ada karena orang Asmat tidak membuat pola sama dalam ukirannya. perisai. telur kaswari sampai ukiran tiang. misalnya perisai atau panel. perahu. karena banyak juga orang yang tidak bertanggungjawab yang memalsukan ukiran mereka. ada juga perbedaannya. Dari segi model. tetapi soal pola pasti akan berbeda.Ukiran Kayu Suku Asmat 1 2 3 4 5 (32 votes) Karya ukir kayu khas suku Asmat adalah salah satu kekayaan budaya nasional yang sudah memiliki nama bagi para turis asing. Suku Asmat biasanya mengadopsi pengalaman dan lingkungan hidup sehari-hari sebagai pola ukiran mereka. Jarak yang jauh dan sulitnya transportasi adalah salah satu sebab mengapa ukiran itu harganya mahal. Karakteristik ukiran suku asmat adalah polanya yang unik dan bersifat naturalis. Seni ukir Asmat termasuk aliran naturalis karena yang menjadi model ukiran adalah mahluk hidup seperti burung. ikan. Tapi harus waspada dan hati-hati ketika membeli ukiran suku Asmat di pasaran. Ketika Suku Asmat mengukir. tifa. ada yang menonjol ukiran salawaku atau perisai. Masyarakat Asmat terdiri dari 12 sub etnis. pohon. Itulah keunikan ukiran suku Asmat. Bentuk boleh sama. Sumber: Majalah Travel Club . Dari pola-pola itu terlihat kerumitan cara membuatnya sehingga membuat karya ukir mereka bernilai tinggi dan cukup banyak diminati para turis asing. ukiran kayu Asmat termasuk mahal. Tapi tidak demikian ketika kita membeli langsung di tempat asalnya. Jika di beli di pasaran. perahu. biawak atau manusia yang diwujudkan dalam ukiran patung kayu mereka. orang berburu dan lain-lain. Bagi para pencinta ukiran bergaya etnik. ukiran suku Asmat adalah salah satu pilihan untuk hiasan rumah.

Bagi orang Asmat. Saat diadakan Festival Budaya Asmat yang berlangsung tiap bulan Oktober. di setiap kampung dapat dijumpai warga Asmat yang melakukan kegiatan ini secara berkelompok. Seniman Asmat sedang berkarya Ciri khas dari ukiran suku asmat adalah polanya yang unik dan bersifat naturalis. seni ukir kayu adalah bagian dari kehidupan sehari-hari yang telah turun temurun menjadi suatu kebudayaan yang bukan saja dikenal di Papua dan Indonesia. Melalui ukiran inilah orang Asmat berkomunikasi dengan arwah keluarganya yang sudah meninggal. Bisj dibuat dalam upacara tradisional yang dimeriahkan dengan pesta pemenggalan kepala dan kenibalisme (head hunting) agar arwah leluhur tenang. http://www. Karena mengukir memiliki peran penting dalam keseharian hidup masyarakat Amat. 2009 by satublogpapua| Leave a comment Bagi suku Asmat.html Seni Ukir Kayu Suku Asmat Posted on September 12. pemerintah melarang pembuatan Bisj untuk mencegah upacara head-hunting dan kanibalisme. Setiap figur diukir di atas figur yang lain. rasanya kurang lengkap apabila tidak mengenal atau membeli cenderamata karya ukir suku Asmat dalam berbagai ukuran. Setiap ukiran yang mereka buat mewakili seseorang yang telah meninggal dunia. Bagi setiap turis asing yang berkunjung ke Papua. melainkan sudah ke seluruh dunia. mengukir merupakan bagian dari ritual religiositas mereka. Masing-masing figur menggambarkan keluarga yang telah meninggal. untuk mempermudah membawa pulang ukiran Asmat yang mereka borong. Setelah wilayah Papua menjadi bagian RI tahun 1963.matatita. rumah tradisional Asmat.com/2009/01/asmat-art. Ukiran ini umumnya tersusun dari lebih dari dua figur. Penjualan seni ukir Asmat memberikan kontribusi ekonomi bagi warga Asmat. Lambat laun tradisi Bisj mulai memudar. Kesibukan mengukir di Jeu ini biasanya kian terasa menjelang Festival Budaya Asmat pada bulan Oktober.ASMAT Art Seni ukir Asmat telah dikenal luas sejak terjadi kontak dengan budaya Barat pada tahun 1700-an. Ukiran Asmat dipercaya sebagai mediator yang menghubungkan antara kehidupan masyarakat dengan leluhur mereka. Mereka sengaja datang dengan kapal dari negaranya. Ukiran tradisional Asmat yang paling spektakuler adalah tiang atau tugu leluhur yang disebut Bisj. Biasanya mereka melakukan kegiatan ini di Jeu. Kini orang Asmat membuat patung untuk dijual pada wisatawan. dimana dari pola-pola tersebut akan terlihat kerumitan cara membuatnya sehingga membuat karya . banyak wisatawan dari mancanegara berkunjung ke Asmat. Dahulu.

ukir suku Asmat bernilai tinggi dan sangat banyak diminati para turis asing yang menggemari karya seni. mulai dari patung model manusia. perisai. ukiran suku Asmat memiliki pola dan ragam yang sangat banyak. tifa. binatang dan orang berperahu. Ketika Suku Asmat mengukir. Beberapa contoh ukiran kayu suku Asmat dari berbagai sumber: . seperti pohon. Dari segi model. perahu. perahu. Mengukir adalah sebuah tradisi kehidupan dan ritual yang terkait erat dengan spiritualitas hidup dan penghormatan terhadap nenek moyang. mereka tidak sekedar membuat pola dalam kayu tetapi mengalirkan sebuah spiritualitas hidup. binatang. panel. orang berburu dan lain-lain. telur kaswari sampai ukiran tiang. Suku Asmat biasanya mengadopsi pengalaman dan lingkungan hidup seharihari sebagai pola ukiran mereka.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->