BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Etika Pancasila 1.

Etika Berdasarkan Pancasila Etika adalah cabang filsafat atau cabang aksiologi yang membicarakan manusia terutama tingkah laku dan perbuatan yang dilakukan dengan sadar dilihat dari kaca mata baik buruk. Etika adalah moral atau filsafat kesusilaaan. Sedangkan pancasila adalah dasar Negara Republik Indonesia. Pancasila adalah kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia. Pancasila adalah pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila adalah jiwa bangsa Indonesia. Etika Pancasila adalah filsafat moral atau filsafat kesusilaan Pancasila. Etika Pancasila adalah filsafat moral atau filsafat kesusilaan yang berdasarkan atas kepribadian, ideologi, jiwa, dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Etika Pancasila adalah etika yang berdasarkan atau berpedoman pada norma-norma yang bersumber dari ajaran Pancasila, karena hakikat atau inti ajaran Pancasila adalah ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. Maka, etika Pancasila adalah etika yang berdasarkan atas inti ajaran tersebut. Kata Pancasila menunjukkan kekhususan yang membedakan dengan etika lainnya, misalnya etika berdasarkan ajaran hedonisme, edaemonisme, stoicisme, epicurisme, vitalisme, utilitarianisme, pragmatisme, idealisme, marxisme, liberalisme, fascisme. Jika pragmatisme mengagungkan pragma sebagai kenyataan dan hedonisme mengagungkan kesenangan sebagai kenyataan serta vitalisme mengagungkan hidup sebagai kenyataan, maka etikanya harus mendasarkan diri atas ajaran tersebut bahkan wajib mengembangkannya. Filsafat pancasila mengajarkan bahwa “kenyataan” adalah pancasila. Selanjutnya mengenai istilah etika dalam bukunya Inleiding Tot De Ethiek, H de Vos menuliskan bahwa etika adalah ilmunya sedang kesusilaan atau moral adalah objeknya. Dalam bahasa Yunani istilah ethos masih dibedakan dengan ethos sebagai kesusilaan dengan adat, sedang dalam bahasa latin tidak. Meskipun demikian ada perbedaan antara adat dengan kesusilaan. Adat bersifat onpersoonlijk, sudah dengan

2. Disusunnya Negara Indonesia dalam bentuk Republik yang berkedaulatan rakyat. yaitu berisi ajaran etika yang tinggi. Karena itu intinya yaitu Pancasila oleh ketetapan MPRS No. Alinea Kedua: Alinea ini menerangkan perjuangan Bangsa Indonesia untuk menghancurkan penjajahann. Penjajahan tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Dibentuknya suatu Pemerintah Negara Indonesia yang: Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dengan kata lain sumber daripada sumber etika yang berlaku di Indonesia adalah Pancasila. Pembukaan Undang-Undang Dasar1945 Alinea Pertama: Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Dari kalimat tersebut dapat diambil intinya yaitu bahwa perjuangan bangsa Indonesia mengandung nilai-nilai yang luhur. Kecuali penjajah itu sendiri. Alinea Ketiga: Alinea ini menerangkan bahwa kemerdekaan yang telah kita capai adalah hasil perjuangan bangsa Indonesia yang didasarkan atas nilai moral dan religius. atau dengan kata lain inti Pembukaan Undang-Undang Dasar1945 adalah Pancasila. terbukti dengan kalimat “dengan didorongkan oleh keinginan luhur untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas dan atas berkat Rakhmat Allah Yang Maha Kuasa”. sedang kesusilaan tidak demikian. moral. kodrat dan filsafati. Hubungan antara kesusilaan dengan masyarakat lebih longgar daripada adat. untuk . Pembukaan Undang-Undang Dasar1945 mengandung sumber hukum religious. Dari kalimat-kalimat tersebut dapat diambil intinya. Demikian pula siapa yang tidak sependapat bahwa penjajahan tidak berperi kemanusiaan dan tidak berperi keadilan. Etika Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 Etika pancasila tidak dapat dipisahkan dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar1945 karena Pembukaan Undang-Undang Dasar1945 adalah pengejawantahan Pancasila.siapa yang tidak mengakui bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa.sendirinya dan tidak menjadi persoalan perseorangan. Alinea Keempat: Disusunnya kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam suatu UndangUndang Dasar Negara Indonesia. XX/MPRS/1996 dikatakan sebagai sumber daripada segala sumber hukum.

Pelaksanaan lebih lanjut dari Undang-undang Dasar 1945 yaitu Undang-undang. Sehingga dalam Undang-undang juga terkandung nilai moral Pancasila.memajukan kesejahteraan umum. mencerdaskan kehidupan bangsa. 28. Asas Kemanusiaan yang adil dan beradab dilaksanakan dalampasal 27. Hak Asasi Manusia Pasal-pasal yang mengandung hak asasi manusia antara lain: . Misalnya Ketetapan MPR No. 31 ayat 1. 1. Karena itu moral Pancasila juga terkandung di dalam ketetapan tersebut. ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Persatuan Indonesia. Negara Indonesia berdasarkan kepada: • • • • Ketuhanan Yang Maha Esa. Etika Pancasila Tercermin di Dalam Pasal-pasal Undang-undang Dasar 1945. Kerakyatan dan Keadilan.oleh karena itu seluruh pasal-pasal Undang-undang Dasar 1945 juga mengandung niai moral Pancasila. Etika Pancasila Tercermin Di Dalam Segala Peraturan Batang Tubuh Undang-Undang Dasar 1945 merupakan pengejahwentahan Pancasila. B. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Disinilah terdapat hakekat nilai moral Pancasila. Seperti asas Ketuhanan Yang Maha Esa dilaksanakan dalam pasal 29. Kemanusiaan yang adil dan beradab. yaitu: Ketuhanan. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Kemanusiaan. Persatuan. a. Ketetapan MPR merupakan pelaksanaan lebih lanjut Pancasila.perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Oleh karena sisi hak asasi adalah kewajiban asasi maka keduanya harus diberlakukan seimbang. Contohnya pasal 29 ayat 2 seperti yang telah disebutkan di atas. Tiap – tiap penduduk dijamin kemerdekaannya untuk memeluk agama masing – masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Tiap-tiap penduduk dijamin kemerdekaannya untuk memeluk agama masingmasing dan beribadat menurut agamanya. Hak Asasi Manusia Menurut Ajaran Pancasila Pancasila mengajarkan bahwa hak-hak asai merupakan sesuatu yang sangat hakiki. tetapi sebaliknya mereka tidak diperbolehkan berpropaganda untuk tidak beragama. Mereka . Kewajiban asasipun wajib dihormati dan tidak boleh dilupakan. • Pasal 27 ayat 2 bunyinya: Tiap-tiap Warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Dengan kata lain hak asasi harus dihormati dan tidak boleh ditelantarkan. • Pasal 28 bunyinya: Kemerdekaan berserikat dan berkumpul. b. mengeluarkan pikiran dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang.• Pasal 27 ayat 1 bunyinya: Segala warga Negara bersamaan kedudukannya did lam Hukum dan Pemerintahan dan wajib menjunjung Hukum dan Pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Setiap orang boleh berpropaganda agar penduduk Indonesia beragama. • Pasal 29 ayat 2 bunyinya: Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaan itu.

Untuk melaksanakan hak dan kewajiban tersebut. . antara umat dari agama yang satu dengan yang lain dan antara umat dari berbagai agama dengan Pemerintah. hak asasi manusia menurut ajaran Pancasila bersifat manusiawi artinya sesuai dengan martabat manusia dan tidak melewati batas – batas kemampuannya. Keadilan menyangkut hubungan yang seimbang antara hak dan wajib. Undang – Undang Dasar 1945 adalah Undang – Undang Dasar Proklamasi. Jika diperhatikan dengan seksama. Karena itu hak asasi manusia menurut ajaran Pancasila adalah hak dan wajib asasi yang seimbang dan selaras. Negara telah memberikan kepada warga negaranya apa yang menjadi hak mereka dalam hal ini hak untuk beragama. Bahkan bila perlu kewajiban harus didahulukan daripada hak. Dalam menggunakan hak misalnya harus dalam kewajaran dan tidak boleh melewati batas sehingga merugikan orang lain dan dirinya sendiri. Berbicara tentang hak-hak asasi manusia di Indonesia harus didasarkan atas dan dikembalikan kepada ketentuan yang tercantum di dalam Undang – undang Dasar 1945. Dalam hal ini yang penting untuk dihayati adalah adanya keseimbangan antara hak dan wajib dan tidak boleh berat sebelah. Karena itu hak asasi yang kemudian diberi tempat terhormat di dalam Undang – Undang Dasar 1945 merupakan pengejawantahan dari cita – cita keadilan yang diidamkan oleh bangsa Indonesia. Demiian pula dalam hal melakukan kewajiban harus tetap mengingat batas-batas kemampuan manusia. antara lain telah dituang dalam Surat Keputusan Menteri Agama No. Jiwa hak-hak asasi manusia yang tercantum di dalam pasal – pasal Undang – Undang Dasar 1945 pada hakekatnya tidak lepas dari latar belakang terjadinya Undang – Undang Dasar 1945.disamping melaksanakan haknya juga harus memenuhi kewajibannya yaitu wajib untuk berpropaganda beragama. dalam hal ini tidak melanggar ketentuan negara dan tidak boleh berbuat anti agama. karena itu juga berisi perjuangan bangsa Indonesia untuk menghancurkn kolonialisme yang menindas hak asasi bangsa Indonesia. Negara telah melakukan kewajibannya yaitu menjamin hak warga negaranya itu. Sebaliknya warga negara harus melaksanakan kewajibannya yaitu taat kepada negara. 70 yang mengatur hubungan antara umat dari agama masing – masing.

hal ini dicantumkan dalam ketetapan MPR No. yang bijaksana. Hak – Hak Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat • Setiap anggota majelis mempunyai hak yang sesuai dengan ketetapan yang berlaku. Meslipun anggota Majelis mempunyai hak seperti tersebut di atas. • Hak kekebalan. berarti setiap anggota Majelis dapat menyuarakan hati nuraninya sesuai dengan hati nurani rakyat yang mereka wakili. • Penggunaaan hak. Meskipun sebenarnya para anggota sebagai wakil rakyat mempunyai hak. yang secara objektif dituangkan ke dalam ketetapan MPR itu. Di dalam pasal 10 Ketetapan MPR No. I/MPR/1978. Etika Pancasila Tercermin Di Dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat a. Inilah kode etik jabatan sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dengan adanya jaminan tersebut. Batas tersebut sebenarnya mengandung nilai moral yang tinggi karena membocorkan rahasia bersama adalah perbuatan yang tidak sesuai dengsn moral Pancasila. namun mereka dengan kesadaran dan penuh rasa tanggung jawab bersepakat untuk tidak menggunakan haknya. b. Konsensus sebagaimana tercantum dalam pasal 115 mengandung nilai moral yang sangat tinggi. sebhingga dapat melakukan suatu keputusan. Hal kewajiban inipun ada batas – batasnya. I/MPR/1978 ditegaskan bahwa setiap anggota Majelis mempunyai hak yang cukup banyak. Ini berarti bahwa moral Pancasila telah tercermin dalam diri mereka. Anggota Majelis mempunyai kekebalan. Nilai moral ynag terkandung di dalamnya adalah kesesuaiannya ketetapan tersebut dengan hakekat manusia yaitu yang menyangkut hak dan kewajiban.2. namun mereka juga dapat membuat konsensus untuk tidak menggunakan hak. bahkan tidajk ada keinginan untuk mengubah Undang – Undang Dasar 1945. Dengan mencantumkan hak tersebut berarti bahwa setiap anggota harus berbuat sesuai dengan ketentuan itu sehingga dapat mengembangkan dirinya. Kewajiban Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat .

boleh mengajukan pembelaan sebagaimana mestinya. anggota majelis juga mempunyai berbagai kewajiban antara lain: • Kewajiban Berbicara yang Sopan Hal ini sesuai dengan Ketetapan MPR No. “Apabila seornag pembicara dalam rapat mempergunakan kata – kata yang tidak layak. Hal ini merupakan contoh yang baik bagi seluruh masyarakat. anggota Majelis tidak boleh menggunakan kata-kata yang melanggar norma-norma moral. Pasal 73 Ayat 1. Dari kutipan tersebut ternyata bahwa dalam hal berbicara. Inilah contoh keadilan yang merupakan salah satu pengejawentahan moral pancasila. Meskipun setiap anggota majelis memiliki hak dan kekebalan namun ia juga terikat pada tata tertib dan sopan santun yang berlaku dalam tubuh Majelis. Adalah suatu hal yang tidak terpuji sekiranya ada anggota Majelis yang sampai melanggar tata tertib sidang. Bagaimanapun juga. . I/MPR/1978. mengganggu ketertiban atau menganjurkan untuk melakukan perbuatan – perbuatan yang bertentangan dengan hukum. karena anggota Majelis pada hakekatnya adalah wakil-wakil mereka dan menyuarakan kehendak mereka pula. karena hal itu menyangkut martabat bangsa dan negara. Pimpinan Rapat dapat memberi nasehat dan memperingatkan supaya pembicaraan tertib kembali.Di samping hak. sehingga mendapat peringatan dan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Bagi mereka yang merasa tidak melanggar tata tertib dan mendapat perlakuan yang dianggap merugikan dirinya. aturan main di dalam forum Najelis sebagai Lembaga Negara Tertinggi masih tetap berjalan dan tidak boleh dilanggar.

taat dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Undang-undang Dasar 1945. Dengan kata lain moral Pancasila tercermin di dalamnya. Dalm janji tersebut calon pegawai negeri sipil menyatakan bahwa mereka akan senantiasa dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. 4. Etika Pancasila Tercermin di Dalam Peraturan Pemerintah. tanggung jawab dan bekerja dengan jujur. a. Negara dan Pemerintah. kesadaran. Dalam janji tersebut dikatakan bahwa anggota Dewan Pertimbangan Agung akan senantiasa menjunjung tinggi amanat penderitaan rakyat. Contoh etika pancasila yang tercermin dalam Peraturan Pemerintah yaitu pada Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 1975 Tentang Sumpah/ Janji Pegawai negeri Sipil Republik Indonesia. tertib. 3 Tahun 1967 Tentang Dewan Pertimbangan Agung Pada Undang-undang tersebut dijelaskan bahwa seorang anggota Dewan Pertimbangan Agung harus berpribadi Pancasila. cermat. serta bersemangat untuk kepentingan Negara. Etika Pancasila Tercermin Di Dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia . Selanjutnya ditegaskan bahwa sebelum memangku jabatannya seorang calon anggota Dewan Pertimbangan Agung harus melakukan sumpah dan janji.3. 5. Etika Pancasila Tercermin Di Dalam Undang-Undang Undang-undang sebagai pengejawentahan lebih lanjut Pancasila mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Perwujudannya yaitu dengan mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas yang dipercayakan dengan penuh pengabdian. Undang-undang No. Karena itu etika Pancasila tercermin di dalam Undang-undang. serta berusaha sekuat tenaga memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia dan setia pada nusa bangsa dan Negara Republik Indonesia.

terbukti dengan dibentuknya Kementrian Pendidikan.maka dengan sendirinya etika Pancasila juga menjiwai pendidikan di Indonesia. . Pancasila juga harus dilaksanakan didalam segala kegiatan kenegaraan. 11 Tahun 1959 Tentang Sumpah Jabatan Pegawai Negeri Sipil Dan Anggota Angkatan Perang Presiden Republik Indonesia. Sejak kemerdekaan usaha untuk meningkatkan pendidikan telah dilaksanakan. Etika Pancasila dalam Bidang Pendidikan dan Ekonomi Etika Pancasila tercermin didalam berbagai peraturan yang ada. seperti bidang pendidikan dan bidang ekonomi. Dalam sumpah tersebut dinyatakan bahwa mereka senantiasa akan menjalankan pekerjaan mereka dengan lebih mementingkan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri maupun kepentingan golongan. Pendidikan mendapat perhatian penuh. Etika Pancasila dalam Bidang Pendidikan a. dan perorangan. Kegiatankegiatan tersebut sangat luas dan meliputi berbagai bidang kehidupan. Suatu hal yang menggembirakan adalah ditekankannya tujuan pendidikan antara lain menjadikan manusia yang cakap dan susila meskipun dengan formulasi yang berbeda-beda. Pengajaran dan Kebudayaan.informal dan non formal tentunya ketiga jenis itu juga dijiwai oleh moral Pancasila. Oleh karena itu pendidikan ada yang formal. Logikanya etika Pancasila mewarnai kegiatan dalam berbagai bidang itu. C. Karena itu ajaran etika Pancasila juga tercermin didalam segala kegiatan itu.Contoh etika pancasila tercermin dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia No. Dengan kata lain ajaran etika Pancasila telah dilaksanakan didalam peraturan tersebut. Pelaksanaan Etika Pancasila Dalam Bidang Pendidikan Setelah Indonesia merdeka dan Pancasila secara resmi menjadi dasar filsafat Negara Republik Indonesia. Ini menunjukkan bahwa sejak semula sudah ada usaha untuk menjadikan manusia Indonesia yang berkepribadian Pancasila atau dengan istilah yang popular sekarang disebut sebagai manusia utuh. kemasyarakatan. 1.

O .4 Tahun 1950. c) Melahirkan Undang-Undang No.antara lain Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta. Menteri Suwandi mengeluarkan Keputusan No. O yaitu membentuk panitia Penyelidik Pengajaran yang dipimpin oleh K. (Soegarda Poerbakawatja). 2) Undang-Undang No. Pada tanggal 1 Maret 1946. Sesuai dengan keadaan jaman pada waktu itu. 104/Bhg. Dewantara.materiil dan spiritual. • Menyiapkan tenaga yang cakap untuk memangku jabatan yang memerlukan pendidikan tinggi dan yang cakap berdiri sendiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan . dan K. b) Mendirikan perguruan tinggi. 104/Bhg.No. Keputusan terserbut merupakan pelaksanaan putusan rapat Badan Pekerja tanggal 27 Desember 1945.antara lain: a) Mengadakan hubungan dengan luar negeri untuk meningkatkan mutu pendidikan.1) Keputusan Menteri P.4 tahun1950 yaitu mengenai dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah.P.22/1961 Pasal 1: “Perguruan tinggi adalah lembaga ilmiah yang mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di atas perguruan tingkat menengah dan yang memberikan pendidikan dan pengajaran berdasarkan kebudayaan kebangsaan Indonesia dan dengan cara ilmiah” Pasal 2: “Perguruan tinggi pada umumnya bertujuan untuk: • Membentuk manusia susila yang berjiwa Pancasila dan bertanggung jawab dan terwujudnya masyarakat sosialis Indonesia yang adil dan makmur. melakukan penelitian dan . 3) Undang-Undang No.H.maka telah diadakan berbagai usaha untuk kelangsungan pendidikan di Republik Indonesia.

Salah satu putusan Badan Pekerja tanggal 27 Desember 1945 menegaskan agar faham perorangan yang sampai pada saat itu berlaku harus diganti dengan faham kesusilaan dan rasa peri . Orang yang berbudi pekerti luhur akan tebal pula rasa kemanusiaannya.kebudayaan kemasyarakatan”.sedangkan madrasah serta pesantrenhendaknya mendapat perhatian. Didalam Undang-Undang No. Orang yang mendapat pendidikan agama tentunya akan menyadari siapa dirinya dan bagaimana hubungannya dengan orang lain. b. Dengan melalui pendidikan agama diharapkan setiap siswa dan mahasiswa dapat mendalami dan mengamalkan agamanya masing-masing.4 tahun 1950 ditegaskan bahwa pengajaran agama diberikan di sekolah neger.dan Kebudayaan serta Menteri Agama di tiap-tiap sekolah rendah dan sekolah lanjutan. Sejak semula sudah disadari bahwa unsure ketuhanan mempunyai peranan penting dalam pembentukan manusia Indonesia yang utuh. Hal ini terbukti dari putusan rapat Badan Pekerja tanggal 29 Desember 1947 yang menekankan agar agama mendapat tempat teratur dan seksama.Pengajaran. Karena itu salah satu hasil Panitia Pengajaran adalah tentang agama dan pengajaran. Unsur Ketuhanan. Realisasinya diatur dengan peraturan bersama Menteri Pendidikan. Dalam rangka pendidikan di Indonesia unsur ketuhanan telah mendapat perhatian dan tenpat sebagaimana mestinya. Unsur Kemanusiaan Pendidikan agama sekaligus sebenarnya bertujuan mendidik manusia untuk berbudi pekerti yang luhur. Selanjutnya di dalam Undang-Undang No. Peranan Etika Pancasila dalam Bidang Pendidikan a. Dengan melalui pendidikan agama diharapkan bahwa siswa dan mahasiswa memahami nilai-nilai luhur dan moral yang terkandung di dalam agamanya masing-masing.usaha kemajuan dalam lapangan ilmu pengetahuan. Melalui pendidikan agama manusia Indonesia yang utuh diharapkan akan memiliki sifat ketuhanan. 22 tahun 1961 dinyatakan bahwa pendidikan agama diajarkan di Sekolah Rendah sampai Perguruan Tinggi.

e. c.4 tahun 1950 dikatakan bahwa tujuan pendidikan dan pengajaran ialah membentuk manusia susila. Agar dapat bertanggung jawab mereka diberi pengetahuan yang cukup antara lain ekonomi.4 tahun 1950 bahkan menegaskan agar manusia Indonesia yang dibentuk melalui pendidikan dan pengajaran adalah cakap. Unsur Persatuan Dengan disebutkannya dalam putusan rapat Badan Pekerja tanggal 27 Desember 1945 bahwa faham perorangan harus diganti. industri. Dalam hal ini nampak bahwa kesusilaan mendapat tempat terhormat dan salah satu perbuatan yang susila adalah berperi kemanusiaan. pelayaran. Unsur Kerakyatan Putusan rapat Badan Pekerja tanggal 27 Desember 1945 berisi agar melalui pendidikan dan pengajaran dapat menjadikan manusia Indonesia sebagai warga Negara yang bertanggung jawab. pertanian.22 tahun 1961 juga menegaskan dibentuknya manusia susila yang berjiwa Pancasila sebagai pendukung dan pengemban kebudayaan Pancasila.22 tahun 1961. Dalam hal ini Nampak bahwa sejak semula unsure kemanusiaan telah diutamakan.berarti bahwa yang lebih diutamakan adalah faham kebersamaan. teknik. Undang-Undang No.22 tahun 1961 dengan kata-kata membentuk manusia susila yang berjiwa Pancasila. Dalam Undang-Undang No. Khusus tentang pendidikan di Perguruan Tinggi penjelasan UndangUndang No.kemanusiaan yang tinggi. Selanjutnya dalam Undang-Undang No. dan bertanggung jawab. 4 tahun 1950 bahwa asas-asas pendidikan dan pengajaran adalah Pancasila.berarti bahwa unsur persatuan yang dalam hal ini dijabarkan dalam kata kebudayaan kebangsaan telah mendapat tempat yang wajar. d. perikanan dan keolahragaan. Unsur Keadilan . Hal semacam ini ditegaskan lagi dalam Undang-Undang No.Undang-Undang Dasar 1945 dan Kebudayaan Kebangsaan Indonesia. demokratis. Hal inipun disebut lagi dalam UndangUndang No.

a. Di bagian lain telah kita kemukakan bahwa yang menjadi masalah adalah bagaimana ajaran sistem ekonomi pancasila itu. Sejarah telah mencatat adanya berbagai jenis sistem ekonomi antara lain : 1) sesuai Sistem ekonomi liberal berpedoman pada filsafat liberalism yaitu yang dengan kemampuannya memilih sesuai dengan seleranya dan mendasarkan diri atas kebebasan mutlak individu.4 tahun 1950 kesejahteraan masyarakat dan tanah airnya. Setiap orang harus berusaha menggunakan sesuai dengan kehendaknya.memberikan pendidikan kecakapan dan keterampilan agar dapat bertanggung jawab dalam menyusun masyarakat baru. Dalam tulisan ini bukan maksud kita untuk menulis tentang sistem ekonomi pancasila semata-mata. Dalam rangka membicarakan etika Pancasila di bidang ekonomi tidak mungkin jelas tanpa mengemukakan sistem ekonomi Pancasila itu sendiri.Unsur keadilan ini tampak mendapat perhatian sejak semula yaitu dengan memberikan pendidikan agama sesuai dengan agama masing-masing.atau menurut Undang-Undang No. Kepentingan pribadi dan hak milik pribadi diutamakan. Beberapa sistem ekonomi dan sistem ekonomi pancasila: Sistem ekonomi pancasila adalah satu bentuk atau sistem di bidang ekonomi. maka ia hanya mendasarkan diri dan melihat keadaan yang ada sekarang dan masa sekarang pula. ideology atau dasar filsafatnya masing-masing. Karena yang tertinggi adalah nilai positif. 2. Setiap negara mempunyai sistem ekonomi sesuai denga pandangan hidup. Berbagai Sistem Ekonomi. Oleh karena itu berikut ini kita sajikan garis-garis besar beberapa jenis sistem ekonomi dan sistem ekonomi Pancasila sekedar sebagai bahan perbandingan. Pendapat ini sesuai dengan ajarannya yaitu positivism yang kurang menghargai nilai-nilai agama maupun metafisika. Etika Pancasila Dalam Bidang Ekonomi Auguste comte berpendapat bahwa kekuatan yang dapat memimpin masyarakat pada masa yang akan datang adalah pengetahuan dan ekonomi. Setiap orang dapat bebas bersaing dan Negara tidak boleh .

campur tangan jika tidak terjadi pelanggaran. Peranan Etika Pancasila Di dalam Kegiatan Ekonomi Peranan Etika Pancasila Di dalam Kegiatan Ekonomi Menurut UUD 1945. dan keadilan wajib dijabarkan dalam kegiatan ekonomi. Setiap orang masih boleh memiliki hak milik privat. b. 4) Sistem ekonomi komunis berdasarkan pada filsafat komunisme. Kegiatan di bidang ekonomi merupakan salah satu usaha untuk merealisasi cita-cita tersebut di atas. kemanusiaan. Hak milik privat masih ada dalam batas-batas tertentu. tetapi manusia sebagai kelompok. maka biasanya lalu disebut sistem ekonomi kapitalisme liberal. kerakyatan. karenanya harus diwujudkan. Sebenarnya fascism adalah hasil usaha menyelamtakan kapitalisme yang sudah berada di ambang keruntuhan. Oleh karena perkembangan liberalisme sejajar dengan kapitalisme. 2) Sistem ekonomi fascis berpedoman pada filsafat facisme. Mengutamakan kemakmuran masyarakat . 3) Sistem ekonomi sosialis mendasarkan diri atas filsasat sosialisme. Dalam hal ini ynag penting bukan kebebasan mutlak individu. Sebagai suatu postulat maka nilai Pancasila yaitu ketuhanan. persatuan. Produksi dikerjakan oleh semua untuk semua 2. Dengan tegas dinyatakan bahwa keadilan social bagi seluruh rakyat merupakan hal yang sangat penting. Agar dapat dijabarkan secara baik. Selanjutnya penjelasan pasal 33 UUD 1945 mengandung hal-hal yang bernilai etik yaitu tentang demokrasi ekonomi yang cirri-cirinya adalah : 1. Dipimpin oleh angota-anggota masyarakat 3. Dalam hal ini campur tangan Pemerintah besar sekali. Hal-hal yang sangat penting bagi kehidupan rakyat pada umumnya harus dikuasai dan dikelola oleh Negara. Hal ini dapat dikembalikan pada poko-pokok pikiran yang terkandung di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 antara lain berbunyi : “Negara hendak mewujudkan keadilan social bagi seluruh rakyat”. maka harus ada pedoman atau cantelan tempat berdiri dan bergantungnya semua kegiatan ekonomi tersebut. sebaliknya kebebasan individu sangat dibatasi.

Berdasarkan kekeluargaan . Disusun atas usaha bersama 5.4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful