NILAI-NILAI BHINNEKA TUNGGAL IKA DALAM NASIONALISME INDONESIA

NILAI-NILAI KE-BHINNEKA TUNGGAL IKA-AN DALAM MEWUJUDKAN INTEGRASI SEBAGAI PILAR NASIONALISME DI INDONESIA

Flores Tanjung*

ABSTRAKS Kebhnnekatunggal ikaan dalam masyarakat Indonesia adalah merupakan keniscayaan sehingga menjadi slogan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara’ Pengejawantahan nilai-nilai kebhinnekaan itu merupakan sarat mutlak untuk menjamin keutuhan bangsa ini .Adalah tugas kita untuk mengawal terselenggaraanya perwudan kebhinnekaan itu dalam kehidupan bernegara sehingga tampilan nasionalisme lebih menunjukkan integritas yang elegan dan bermartabat karena dibangun dengan pilat yang beranekaragam sebagai penyangganya,bhinneka tunggal ika adalah soko guru tegaknya bangsa Negara ini Kata kunci ; Bhinneka Tunggak Ika , Integrasi Nasdional *Pengajar Jur.Pend.Sejarah FIS UNIMED

PENDAHULUAN Umum Pancasila sebagai dasar negara dan filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan nilai-nilai yang bersifat hierarkis, sistematis fundamental dan satu kesatuan menyeluruh serta memberi maknadalam setiap aspek kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan dengan landasan Ketuhanan, Kemanusian, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan yang merupakan pokok-pokok pikiran yang fundamental Pemikiran ini bertolak dari suatu pandangan bahwa negara bangsa adalah suatu persekutuan hidup manusia atau organisasi kemasyarakatan yang merupakan masyarakat hukum (legal sosiety), maksudnya, negara persekutuan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa (hakikat sila pertama) yang pada hakikatnya bertujuan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya atau beradab (hakikat sila kedua), membentuk suatu ikatan (hakikat sila ketiga), bersifat demokratis (hakikat sila keempat), dan memiliki prinsip keadilan yang timbul dalam kehidupan bersama/kehidupan sosial (hakikat sila kelima), yang secara kausalitas memilki nilai kerohanian yang bersifat objektif dan juga subjektif.

Implementasinya dalam kehidupan nasional adalah. Oleh karena itu nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an harus diwujudkan dan diaktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat. terdiri dari berbagai macam suku. dan daerah yang beragam. baik oleh rakyat. memahami kemajemukan sosial dan budaya atau multikulturalisme sebagai dasar untuk membangun kehidupan bermasyarakat. bernegara dan berbangsa. Pemahaman terhadap nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dimaksud adalah menerapkan atau melaksanakan nilai-nilai Ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dalam kehidupan sehari-hari. dan bahkan pemimpin atau penguasa mengindikasikan gejala memudar. dalam berkehidupan kemasyarakatan. baik secara individu atau kelompok. Artinya. sudah menjadi hal yang tidak dapat dinafikan bahwa masyarakat Indonesia itu jamak. kehidupan berkenegaraan. sekaligus untuk memberi wacana dan sumbang saran kepada semua pihak. kepercayaan kekayaan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. dan kehidupan berkebangsaan Faktor utama mendorong terjadinya proses perubahan tersebut adalah pemahaman nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an. dan berbeda kepentingan. adil-makmur dan merata. kelompok masyarakat. serta rendahnya moral penguasa seperti banyaknya kepala daerah dan anggota dewan yang terjerat hukum akibat korupsi. kelompok masyarakat yang berbeda agama. atau akan tetap kokoh dan mampu bertahan dalam terpaan nilai-nilai global yang menantang kesatuan negara bangsa (union state) Indonesia? Bagamanakah mengaktualisasikan pemahaman nilai-nilai ke Bhinnekatunggal Ikaan Hal inilah yang menjadi permasalahan dalam kajian ini agar terwujud dan terpelihara secara langgeng integrasi sebagai pilar nasionalisme Tujuan Pembahasan ini bertujuan untuk melihat gambaran tentang aktualisasi pemahaman nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an masyarakat multikultural/majemuk sebagai pilar nasionalisme. Kondisi ini dapat dilihat dari kecenderungan terjadinya konflik antar individu. apakah persatuan dan kesatuan bangsa itu akan lenyap tanpa bekas.Bangsa Indonesia menjadikan Pancasila sebagai landasan ideologi yang berjiwa persatuan dan kesatuan wilayah dengan tetap menghargai serta menghormati ke-Bhinneka Tunggal Ika-an (persatuan dalam perbedaan) untuk setiap aspek kehidupan nasional guna mencapai tujuan nasional. bahasa. Berkaitan dengan pemahaman nilai-nilai ke-Bhinneka Tungal Ika-an yang syarat dengan integrasi nasional dalam masyarakat multikultural. mencakup kehidupan politik. nilai-nilai budaya bangsa sebagai keutuhan. suku/etnik. Jika hal ini tidak wujud. agar dapat dijadikan tambahan acuan dalam menentukan peraturan berkaitan dengan aktualisasi pemahaman nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an oleh masyarakat multikultural sebagai pilar nasionalisme yang kokoh dan trengginas dalam menghadapi perubahan global Ruang Lingkup dan Tata Urut . kesatuan. sehingga tercipta stabilitas nasional yang kondusif untuk pembangunan masyarakat sejahtera. terutama para pelaksana dan penentu kebijakan diberbagai instansi tekait. ekonomi. plural. ras. serta pertahanan nasional di seluruh lapisan masyarakat yang jumlahnya besar (sekitar 230 juta jiwa) dan beragam. budaya. dan bahkan secara nasional. ISepanjang era reformasi Indonesia menampilkan banyak kesaksian peristiwa yang menunjukkan perubahan kehidupan warga. dan persatuan negara bangsa harus tetap dipelihara sebagai pilar nasionalisme. dan bernegara. berbangsa. adat-istiadat dan kebiasaan. agama. sosial dan budaya. baik secara individu.

baik pada aspek politik. kesatuan. Konsep nasionalisme sebagai ideologi mencakup prinsip kebebasan. serta sebuah penghormatan dan keingintahuan tentang budaya lain. meliputi suasana kejiwaan serta watak bangsa Indonesia yang secara yuridis formal menjadi dasar filsafat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). kesamarataan. cita-cita dan tujuan nasional. 3. ras. Bangsa Indonesia menyadari bahwa kemajemukan etnik/suku. yang berintegrasi. namun demi kepentingan bersama. Pemahaman Nilai-nilai Ke-Bhinneka Tunggal Ika-an Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang majemuk. Integrasi nasional adalah kesatuan atau persatuan dalam satu wadah atau negara yang terdiri dari berbagai kondisi wilayah yang berbeda secara geografis. status sosial. sosial. dalam membina dan membangun atau menyelenggarakan kehidupan nasional. maknanya adalah ekspresi kehidupan yang kuat untuk mencapai kesatuan dikalangan masyarakat dari berbagai lapisan meskipun memiliki heterogenitas karakteristik yang berbeda namun karakteristik budaya yang sama mendasari heterogenitas dikalangan warganya. dan aspek kehidupan lainnya di bawah ideologi dan konstitusi yang sama dan memiliki cita-cita yang sama dalam mewujudkan tujuan nasionalnya. Pengertian-pengertian 1. dan agama. 4. Untuk itu tata urut pembahasan dan penulisan meliputi (1) Pemahaman Nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an (2) Ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dalam Perwujudan Integrasi Nasional (3) Integrasi Nasional dalam Masyarakat Multikultural/Majemuk sebagai Pilar Nasionalisme. serta cita-cita moral yang luhur. serta kepribadian selaku orientasi nilai kehidupan kolektif suatu kelompok dalam usaha merealisasikan tujuan politik.Ruang lingkup pembahasan dan penulisan dibatasi pada pembahasan tentang aktualisasi pemahaman nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dalam mewujudkan integrasi di Indonesia sebagai pilar nasionalisme. merupakan kepelbagaian yang berbeda satu sama lain. Bhinneka Tunggal Ika diartikan sebagai ”persatuan dalam perbedaan”. kondisi dinamik bangsa yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional. Nilai nilai Bhinneka Tunggal Ika yang termaktub dalam Pancasila merupakan suatu kesadaran. berbeda budaya. Nilai adalah kemampuan yang dipercayai. hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam. budaya. itegritas kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya. sosial budaya dan pertahanan keamanan rakyat semestanya. 2. berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. suku/etnik. ekonomi. selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dalam satu wadah/wilayah yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ancaman. penghargaan. 5. untuk menjamin identitas. 2. pembentukan dan pelestarian nasional (Kartodirjo 1993:3). Multikultural disebut juga kemajemukan budaya yang merupakan upaya untuk menggali potensi budaya sebagai kapital yang dapat membawa suatu komunitas dalam menghadapi masa depan yang penuh resiko. berada pada suatu benda yang menarik minat seseorang atau kelompok untuk mendapatkan kepuasan (Dictionary of Sociology and Related Sciences). kepelbagaian menjadi penguat sehingga . bahasa. serta kondisi sosial budaya dan pengalaman sejarah yang menumbuhkan kesadaran tentang kemajemukan dan ke-Bhinneka Tunggal Ika-annya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan nasional. agama. menuju masyarakat yang makmur dan sejahtera. Pembinaan dan penyelenggaraan tata kehidupan bangsa dan negara Indonesia disusun atas dasar hubungan timbal balik antara falsafah Pancasila. ras. dan penilaian atas budaya seseorang. Multikulturalisme diartikan juga sebagai pemahaman. cita-cita hukum.

dan strata sosial dalam mewujudkan sistem integrasi nasional yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran seluruh warga serta daya saing bangsa. dan berpemerintahan. Aspek politik misalnya. Karena itu. berfungsi juga untuk mewujudkan nasionalisme yang tinggi disegala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan individu. pola sikap dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan NKRI daripada kepentingan pribadi atau kelompok. aspiratif dan terpercaya. Kemajemukan yang terintegrasi secara nasional menjadi kondisi potensi nasional yang harus dapat menempatkan nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an sebagai landasan dan pedoman dalam mewujudkan stabilitas nasional dan ketahanan nasional dengan segala aspek-aspek yang ada didalamnya. Untuk itulah. saling menghargai tugas dan wewenang masing-masing. Selain itu. karena nilai-nilai yang terkandung dalam ke-Bhinneka Tunggal Ika-an mempunyai fungsi sebagai motivasi dan ramburambu dalam menentukan segala kebijaksanaan. agama. sosial budaya. diarahkan untuk mampu menumbuh kembangkan rasa dan semangat kebangsaan yang selanjutnya dapat dijadikan landasan bagi pengembangan jiwa nasionalisme dan pembentukan jati diri bangsa. Di . Hal tersebut tampak dalam wujudnya pemerintahan yang kuat. serta memantapkan keyakinan warga terhadap nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an. menghormati Hak Asasi Manusia (HAM). keputusan. suku bangsa atau daerah. acuan dan tuntunan bagi setiap individu dalam bertindak dan membangun serta memelihara tuntutan bangsa yang terintegrasi secara nasional demi keutuhan NKRI yang dikenal dengan masyarakat multikultural. dengan tetap menghormati kepentingan lain. yang dibangun sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat sehingga kepercayaan warga terhadap pelaksana pemerintahan terjamin. Penerapan aktualisasi pemahaman nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an yang terigrasi dalam kehidupan keseharian akan menciptakan tatanan masyarakat yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata dan adil. bahasa. selama tidak bertentangan dengan kepentingan nasional. golongan. implementasinya harus tergambar dalam kehidupan politik. Seluruh komponen harus mampu memanfaatkan potensi daerah sebagai sumber daya dan kearifan lokal guna meningkatkan kesejahteraan secara adil dan mesra merata sebagai wujud rasa nasionalisme bangsa dengan menjaga kelestarian sumber daya dan potensi yang dimiliki demi generasi penerus bangsa. dan seluruh aspek kehidupan berbangsa dalam penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis. kelompok. Untuk itu aktualisasi pemahaman nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an harus mampu menumbuhkembangkan kehidupan bermasyarakat yang saling berinteraksi secara sinergis antara satu daerah dengan daerah lain yang berbeda budaya. implementasi atau penerapan nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an harus tercermin pada pola pikir.terintegrasi secara nasional sejak Indonesia merdeka di bawah ideologi Pancasila. baik di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia. tindakan dan perbuatan dalam bermasyarakat. tidak terjadi kesewenangan kekuasaan tetapi sebaliknya yang terjadi adalah hubungan yang harmonis. Sosialisasi aktualisasi nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an harus dilaksanakan oleh seluruh komponen nasional untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang demokratis dan berkeadilan serta mampu menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan golongan dan individu. aktualisasi pemahaman nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika yang termaktub dalam Pancasila sebagai filsafat dan pandangan hidup bangsa perlu dipahami dan dikembangkan serta diimplementasikan dalam berinteraksi sosial. Untuk mengaktualisasikan pemahaman nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an agar terintegrasi secara nasional dalam kemajemukan sosial budaya masyarakat. pedoman. Pemahaman nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an harus dijadikan arahan. etnik/suku.

Perwujudan Nilai-Nilai Bhineka Tunggal Ika Dalam Integrasi Nasional Dalam pembinaan aspek kehidupan nasional. baik warga maupun pemimpin terutama pelaksana pemerintahan harus dapat menjadikannya sebagai landasan visional yang terintegrasi dalam menyelenggarakan kehidupan nasional yang sinergis. hormat dan taat hukum. secara timbal balik demi kelestarian keanekaragaman budaya yang menjadi kekayaan milik bersama dalam kesatuan dan persatuan negara bangsa. toleran. agama. bahasa. harus diimplementasikan ke dalam segenap pranata sosial yang berlaku di masyarakat dalam nuansa ke-Bhinekaan Tunggal Ika-an sehingga mendinamisasi kehidupan sosial yang akrab. Untuk itu. Untuk itu setiap warga harus mampu menumbuh kembangkan kesadaran cinta tanah air dan bangsa yang selanjutnya akan menumbuh kembangkan jiwa dan semangat bela negara. Semua itu menggambarkan sikap paham dan semangat kebangsaan atau nasionalisme yang tinggi sebagai identitas atau jati diri bangsa Indonesia yang diyakini kebenarannya oleh seluruh warga dengan tujuan agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. aktualisasi pemahaman nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika–an yang termaktub dalam Pancasila harus menjadi nilai yang menjiwai segenap peraturan perundang-undangan yang berlaku di seluruh wilayah negara. bahkan strata sosial. agama. 3. Untuk mengaktualisasikan nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an. dan pada akhirnya dapat membangun sistem pertahanan negara yang bertumpu pada keterpaduan upaya seluruh rakyat serta pengerahan segenap potensi nasional secara semesta dengan semangat pantang menyerah. seberapapun kecilnya dan darimanapun datangnya atau setiap gejala yang membahayakan keselamatan bangsa dan kedaulatan negara. yang kemudian akan menjadi modal utama dalam menggerakkan partisipasi setiap warga menanggapi setiap bentuktantangan. mampu mewujudkan sistem hukum nasional yang dapat mengakomodasi dan mengakar pada nilai-nilai dan norma-norma hukum yang berlaku dan berkembang di tengahtengah masyarakat dan diabadikan untuk kepentingan nasional. setiap warga diarahkan agar mampu mengembangkan budaya daerah yang saling berinteraksi dan mengisi secara sinergis dengan budaya daerah lainnya atas dasar saling menghormati dan saling menghargai khasanah masing-masing sehingga terwujud kehidupan bangsa yang rukun dan bersatu secara integral. Kemudian mampu juga mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang diabadikan bagi peningkatan hakekat dan martabat bangsa. konpsepsi aspirasinya terkandung dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang mengandung arti bahwa walaupun bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku. Untuk itu. agama. agama atau kepercayaan. suku. Penerapan pemaham nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dalam kehidupan pertahanan keamanan juga akan menumbuh-kembangkan kesadaran cinta tanah air untuk lebih lanjut akan membentuk sikap bela negara pada setiap warga negara. peduli. bahasa. menerima dan menghormati segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan hidup sekaligus sebagai karunia Sang Pencipta. Selain itu.samping itu. Penerapan aktualisasi nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dalam kehidupan sosial budaya akan menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui. mencerminkan tanggungjawab terhadap pola sikap dan tindakan yang saling menghormati dan saling menghargai antar daerah. Dalam masyarakat Indonesia yang multikultural-integral. harus mampu mewujudkan kebudayaan nasional yang merupakan perpaduan harmonis alamiah dari kebudayaan daerah yang dapat dikembangkan sebagai jati diri bangsa. dan strata sosial tetapi tetap . serta golongan berdasarkan status sosialnya. adat. Implementasi ini juga akan menciptakan kehidupan masyarakat dan bangsa yang rukun dan bersatu tanpa membedabedakan suku. asal-usul daerah.

Oleh karena itu diharapkan kedepan peristiwa ini tidak terulang lagi. Dengan mewujudkan dan mengaktualisasikan pemahaman nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ikaan. Integrasi Masyarakat Multikultural sebagai Pilar Nasionalisme Untuk mewujudkan integrasi nasional dalam masyarakat multikultural. Sebaliknya. maka pemerintah maupun aparatur pemerintah dinilai memiliki akuntabilitas yang tinggi. para tokoh masyarakat. Setiap pemimpin pemerintahan dari seluruh unsur. Kalau kebijakan publik diambil dengan hanya memerhatikan kepentingan para pejabat pemerintah dan aparaturnya maka dapat dinilai bahwa sistem pemerintahan yang dijalankan tidak akuntabel pada publiknya. Hal ini menunjukkan bahwa perwujudan pemahaman ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dan pemahaman terhadap integrasi nasional dalam kemajemukan masyarakat Indonesia masih sangat lemah. setiap informasi harus diterima oleh mereka yang membutuhkan karena transparansi yang dibangun atas dasar kebebasan arus informasi harus . Artinya. Untuk itu. ketika berlangsung jejak pendapat tentang provinsi Timor Timur yang sekarang menjadi negara lain yaitu Timor Leste harus memisahkan diri dari wilayah NKRI. terutama hukum untuk hak asasi manusia. kecenderungan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat harus diprioritaskan. Partisipasi seperti ini harus dibangun oleh pemimpin atas dasar kebebasan berasosiasi dan berbicara serta berpartisipasi secara konstruktif. Hal ini akan wujud dengan membangun manusia secara utuh dan masyarakat secara menyeluruh yang berpedoman kepada aktualisasi pemahaman nilainilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an sebagai landasan visional secara signifikan. para pemimpin yang berasal dari unsur pemerintah menjadikan kepentingan publik sebagai acuan utamanya. tokoh agama. peranan penyelenggara negara sangat diperlukan.satu (persatuan dalam perbedaan). 4. kepentingan publik selalu menjadi kriteria utama dalam pengambilan keputusan oleh pemerintah. kalau dalam merumuskan suatu kebijakan publik. yang kemudiannya menjadi pilar nasionalisme. baik secara langsung maupun melalui inter-mediasi institusi legislasi yang mewakili kepentingannya sesuai perundang-undangan. yaitu pemerintahan yang mampu menempatkan kepentingan warga negara sebagai sentral kehidupan dari pemerintahan. perwujudan aktualisasinya tampak dalam integrasi nasional. disamping keikut sertaan seluruh warga. dengan mengupayakan aktualisasi pemahaman terhadap nilai-nilai ke-Bhinnneka Tunggal Ika-an yang terintegrasi secara nasional dalam kemajemukan sosial budaya masyarakat Indonesia yang terbungkus dalam bingkai NKRI. Maknanya adalah menghubungkan (menyatukan) daerahdaerah dan suku bangsa yang berbeda-beda dalam satu wadah/wilayah yang disebut nusantara. dan dapat dijadikan sebagai unsur untuk mencapai cita-cita bangsa sesuai ideologi dan konstitusi nasional. Dengan partisipasi ini setiap unsur akan merasa ikut memiliki dan berperan serta bertanggung jawab atas keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah. tokoh adat harus mengaktualisasikan pemahaman nilai-nilai keBhinneka Tunggal Ika-an secara integral dalam kemajemukan sosial budaya masyarakat Indonesia agar ide. Kondisi ini akan menjadi sumber kesejahteraan rakyat. Di samping itu. Bila dikaitkan dengan tata kepemerintahan. pemerintah dan segenap komponen bangsa dapat mengintegrasikan seluruh kehidupan berkebangsaan dengan menjunjung tinggi nasioanalisme demi mempertahankan NKRI. gagasan dan cita-cita dalam mempertahankan NKRI dapat wujud. berkewajiban untuk mendorong setiap warga negara memiliki hak untuk memberikan kontribusinya dalam setiap keputusan pemerintah. Untuk itu sudah sepatutnya seluruh lapisan masyarakat baik pemerintah. seorang pemimpin pemerintahan harus berpegang teguh terhadap prinsip rule of law sehingga dapat menekan segala bentuk penyimpangan. cendikiawan. Masih segar dalam ingatan. diharapkan setiap warga. Berdasarkan pemahaman nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an. Implementasinya bahwa hukum harus dijalankan secara adil tanpa pandang bulu.

pemerintah harus menghindari tindakan pemborosan dalam bentuk apapun. Berbagai proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dilaksanakan dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia semaksimal mungkin. Para pemimpin harus dapat memastikan bahwa Lembaga-lembaga negara/badan usaha yang dipimpinnnya harus berusaha untuk melayani stakeholdernya serta responsive terhadap aspirasi masyarakat yang multikultural sehingga Lembaga-lembaga negara/badan usaha ini akan menerima timbal baliknya berupa kepercayaan masyarakat. para pemimpin khususnya yang berasal dari aparatur pemerintah sebagai penanggungjawab terselenggaranya integrasi nasional dalam masyarakat multikultural harus memiliki kompetensi dan pertanggung jawaban kepada Tuhannya maupun kepada lingkungannya. Secara konsensus/kesepakatan. Paparan di atas merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh para aparat penyelenggara negara dalam pelaksanaan sistem pemerintahan yang berkesinambungan. Hal ini akan mengurangi kesenjangan yang ada dalam kehidupan bermasyarakat. Akuntabilitas ini akan membentuk sikap mental yang satria dan sportif bagi seluruh unsur yang tentu saja akan meningkatkan kewibawaan pemerintah disertai dengan pemimpinnya yang dapat dijadikan figur teladan sehingga ketahanan nasional dapat dimaksimalkan. Untuk itu. baik lingkungan formal (dalam organisaasi antara atasan dan bawahan) maupun lingkungan masyarakatnya. Pada prinsipnya integrasi nasional dalam masyarakat multikultural akan wujud dengan kerjasama pihak penyelenggara pemerintahan dengan mengoptimalkan kepentingan masyarakat sesuai keberadaan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia sesuai eksistensi yang dimiliki. Untuk itu pemerintah . Untuk itu. Selain itu setiap warga negara. mempunyai kesempatan yang sama dengan adanya kesetaraan untuk meningkatkan dan menjaga kesejahteraannya. berkewajiban untuk memberikan pertanggung jawaban atau menjawab dan menerangkan kinerja atas tindakannya sebagai penyelenggara negara. Dengan visi ini pemerintah memiliki banyak kesempatan dalam menyiapkan program-program pembangunan nasional berdasar kearifan lokal dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang multikultural sebagai salah satu pilar ketahanan nasional. berbagai kebijakan maupun prosedur yang diambil merupakan pilihan terbaik yang memberikan manfaat bagi kepentingan integral. apakah keputusan tersebut untuk kepentingan internal atau eksternal organisasi. Pertanggung jawaban atau akuntabilitas pemerintah tergantung pada organisasi dan sifat keputusan yang dibuat. dan masyarakat bertanggung jawab kepada publik dan lembaga-lembaga stakeholders. Dengan keterbukaan ini maka akan lebih membuka wawasan masyarakat sehingga tidak akan menimbulkan tuntutan karena dapat memahami kesulitan atau permasalahan yang sedang dihadapi oleh pemerintah. Dengan tindakan ini akan terbentuk budaya hemat energi yang sudah dilakukan banyak negara dan seluruh sumber daya yang dimiliki benar-benar digunakan untuk kemakmuran rakyat. berbangsa dan bernegara sehingga dapat dijadikan pilar kekuatan dan ketahanan nasional. Para pelaksana pemerintah pembuat keputusan pada unsur negara atau sektor swasta. Para penyelenggara pemerintahan dan publik harus mempunyai perspektif pengaktualisasian pemahaman nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dapat mewujudkan integrasi dalam masyarakat multikultural dalam pengembangan/pandangan yang luas dan jauh ke depan sejalan dengan apa yang diperlukan dalam pembangunan. baik laki-laki maupun perempuan. Kesepakatan sedemikian akan dirasakan secara nasional sehingga dapat menumbuhkan semangat nasionalisme yang tinggi. Respon oleh masyarakat harus selalu disahuti sesuai kebutuhannya dalam rangka peningkatan pelayanan secara terus menerus.dapat dipahami serta dapat dimonitor warganya. Dengan demikian akuntabilitas kinerja pemerintah selaku penyelenggara negara.

Terselenggaranya kehidupan kenegaraan yang baik menunjukkan kekuatan suatu negara bangsa dalam mencapai tujuan negara bagsanya sekaligus menjadi pilar nasionalisme untuk mendapat kepercayaan dan pengakuan di dunia internasional. bahasa. suku/etnik. Grasindo: Jakarta. Masyarakat Indonesia dengan keberagaman budaya. ekonomi. mewujudkan cita-cita bangsa sesuai dengan komitmen bersama. bahasa. dapat menjadi investasi yang diandalkan pada pelaksanaan pembangunan nasional sebagai salah satu pilar demokrasi. Ciri kemajemukan masyarakat Indonesia yang terintegrasi secara nasional adalah sangat penting sebagai kekayaan dan merupakan potensi yang dapat dikembangkan sehingga dapat dimanfaatkan dalam sistem komunikasi sebagai acuan utama bagi menunjukkan jati diri bangsa Indonesia sebagai nasionalisme Peningkatan pemahaman terhadap kemajemukan sosial budaya sebagai pencitraan dari budaya bangsa Indonesia yang semakin dewasa merupakan upaya membangun citra diri didasarkan aktualisasi pemahaman nilai-nilai ke-Bhinneka-an yang dimiliki. dan ultima. bahasa. Kondisi ini akan wujud dengan persatuan dalam kepelbagaian ranah kehidupan. dan toleran terhadap setiap aktifitas warga. dan agama. kondisi geografis. harus dapat mengaktualisasikan pemahaman nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dalam kehidupan kesehariannya terutama dalam bersosialisasi dengan warga yang berbeda agama. saling menghargai. 5. Kebhinnekaan Masyarakat Indonesia. karena Indonesia dengan keberagaman budaya. agama. dan dinamis sehingga penyelenggaraan negara dapat berlangsung dengan maksimal. adat istiadat dan kebiasaan melalui perilaku saling pengertian. bahasa. berlandaskan nilai-nilai yang terkandung dalam ke-Bhinneka Tungal Ika-an yang termaktub dalam Pancasila. baik oleh pemerintah selaku penyelenggara negara maupun setiap insan pribadi warga. dan bahkan strata sosial. optima. agama. Untuk merealisasikan harapan ini. Untuk itu diharapkan tindakan nyata oleh pemerintah agar memaknai pentingnya kondisi kemajemukan yang terintegrasi secara nasional melalui wawasan kebangsaan di era globalisasi saat ini untuk menjaga kedaulatan NKRI. Indonesia dengan gambaran masyarakat majemuk yang terdiri dari suku-suku bangsa yang berada di bawah kekuasaan sebuah sistem nasional. Peningkatan sosialisasi aktualisasi pemahaman nilai-nilai ke-Bhinneka Tunggal Ika-an harus dilakukan melalui tindakan nyata dalam kehidupan keseharian seluruh kompenen warga dalam rangka memperkuat integrasi nasional. DAFTAR PUSTAKA Budiono Kusumohamodjojo.juga harus menyediakan Remunerasi (perbaikan nasib termasuk didalamnya tambahan penghasilan) yang menjadi hak bagi para aparat penyelenggara pemerintahan sehingga akan menambah motivasi dan dedikasi bagi para penyelenggara negara ini dalam menerapkan etos kerja profesional yang prima. suku/etnik. termasuk di dalamnya pemerintah yang menjalankan proses pembangunan masyarakat harus bersinergis untuk bersama-sama dengan rakyat tanpa membedakan keberagaman budaya. . sinergi. masyarakat dan segenap komponen bangsa harus lebih dewasa dalam mengaktualisasikan pemahaman nila-nilai keBhinneka Tunggal Ika-an dalam mewujudkan integrasi nasional di negara yang dikenal dengan kemajemukannya berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 demi pencapaian tujuan nasional. K e s i m p u l a n Pemahaman nilai-nilai Bhinneka-Tunggal Ika dalam masyarakat Indonesia dapat wujud secara integral dengan kerjasama seluruh komponen bangsa. menyatu secara terintegrasi. 2000. saling menghormati. dan strata sosial yang berbeda. strata sosial.

Critical Multiculturalism. Penjabaran Nilai-nilai Pancasila dalam Sistem Hukum Indonesia. Makala Diskusi Panel Pada Pusat Studi Pancasila. 1999. Kanisius: Yogyakarta Ujan Andre Ata. Universitas Gajah Mada: Yogyakarta . “Pancasila dalam Perspektif Gerakan Reformasi: Aspek Sosial Budaya”. Gramedia: Jakarta Suwarno.Darmodihardjo Darji dkk. “Indonesia: Antara Pluralisme & Primordialisme” dalam Kuasa dan Moral. 2009. Indeks: Jakarta Wibisono Siswomihardjo. 1998. PJ. Multikulturalisme Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan. 1993. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. 2001. 1996. Falmer Press: Great Britain Suseno-Magnis Franz. Rajawali: Jakarta May Stephen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful