P. 1
Kurva - S Proyek

Kurva - S Proyek

|Views: 742|Likes:

More info:

Categories:Types, Maps
Published by: Darmawan Tajuddin Alyas on Jul 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2013

pdf

text

original

Kurva – S dalam Manajemen Proyek Contoh Kasus “Studi Perbandingan Biaya dan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Dinding Menggunakan

Batu Bata Ringan Citicon Dengan Batu Bata Merah Proyek Pembangunan Rumah”

Nah, seperti yang tertera dalam judul, kita membahas tentang biaya dan waktu. Setelah perhitungan RAB, para kontraktor harus meneruskan pekerjaannya menghitung RAP atau Rencana Anggaran Pelaksanaan. RAP kebutuhan material dan tenaga secara detail untuk menyelesaikan suatu bangunan, atau dapat juga dimaksud dengan penjabaran dari RAB (Rencana Anggaran Biaya). Pada umumnya RAB digunakan untuk mengajukan penawaran pekerjaan borongan, sedangkan RAP digunakan untuk menentukan jumlah material dan tenaga dalam pelaksanaan pembangunan.

Kemudian setelah jumlah duit berhasil diketahui, maka kontraktor dapat melangkah ke pembuatan kurva S. Untuk contoh mudahnya saya ambilkan dari proyek yang kapasitasnya kecil.

Tapi sebelum itu, mari kita kenal dulu apa itu kurva S atau dalam bahasa kerennya disebut SCurve. Kurva S secara grafis adalah penggambaran kemajuan kerja (bobot %) kumulatif pada sumbu vertikal terhadap waktu pada sumbu horisontal. Kemajuan kegiatan biasanya diukur terhadap jumlah uang yang telah dikeluarkan oleh proyek. Perbandingan kurva “S” rencana dengan kurva pelaksanaan memungkinkan dapat diketahuinya kemajuan pelaksanaan proyek apakah sesuai, lambat, ataupun lebih dari yang direncanakan.

Bobot kegiatan adalah nilai persentase proyek dimana penggunaannya dipakai untuk mengetahui kemajuan proyek tersebut.

Misalnya sebuah proyek memiliki bobot pekerjaan seperti pada tabel di bawah ini.

kegiatan beton/dinding akan dilaksanakan selama enam minggu.Maka perhitungan bobot kegiatan (2). selanjutnya adalah membuat tabel bar chart dan bobot kegiatan yang didistribusikan ke setiap periode kegiatan. maka bobot kegiatan beton/dinding per periode adalah: Hasil setiap periode dijumlahkan dan selanjutnya bobot per periode ditambahkan periode sebelumnya sehingga akhir proyek akan mencapai bobot 100 %. Misalnya. Selanjutnya. beton/dinding adalah: Setelah mendapatkan bobot kegiatan. seperti pada gambar di bawah ini. dibuatkan kurva dengan memplot nilai bobot per periodenya. .

7 m2 (tebal bata pada umumnya). Misalnya pada contoh proyek pada lantai satu memiliki volume pekerjaan dinding sebesar 51 m3. karena 1 m3 sama dengan 6. Jika dalam pembuatan Time Schedule waktu dibagi menjadi per minggu. maka hasil pembagian volume pekerjaan dengan kecepatan konstruksi harus dibagi dengan tujuh hari dalam satu minggu. Maka langkah untuk menghitung alokasi pekerjaan. ini bukan hal yang sulit namun bagi gue hal ini cukup membuat gue tidak bisa tidur semalaman. pertama adalah konversi satuan volume dari m3 menjadi m2. Untuk mengalokasikan waktu dari sebuah pekerjaan kita dapat menggunakan cara volume pekerjaan dinding keseluruhan harus dibagi dengan kecepatan konstruksi material batu bata merah. maka: 51 m3 x 6. Mungkin bagi para ahli manajemen proyek.7 = 341.7 m2 Kemudian satuan luas yang didapat dari konversi volume pekerjaan dibagi dengan kecepatan konstruksi dinding menggunakan pasangan batu bata merah: . yaitu 6 – 8 m2/hari.Banyak orang bingung tentang bagaimana mengalokasikan waktu untuk tiap-tiap jenis kegiatan pekerjaan (dalam gambar tertera bahwa pekerjaan beton/dinding dialokasikan menjadi 6 minggu).

Penelitian ini dilakukan berdasarkan metodologi manajemen resiko proyek pengembangan perangkat lunak yang ada dan dilakukan melalui lima tahap yaitu tahap perencanaan manajemen resiko. tahap . Resiko yang muncul akan menghambat jalannya proses pengembangan perangkat lunak.787 %. yaitu 0. seringkali Software House ABC harus menghadapi resiko atau masalah yang sifatnya tidak terduga. Dalam proses pengembangannya. khususnya dalam hal inventory dan payroll. Metode yang digunakan untuk mengatasinya selama ini bersifat reaktif atau hanya akan direncanakan jika resiko sudah benar-benar terjadi. maka persentase tersebut harus dibagi dengan jumlah minggu yang ditemukan. Karenanya Software House ABC membutuhkan sebuah metode manajemen resiko khususnya untuk proyek MyBiz 2 ini. maka jumlah hari yang diperoleh harus dibagi dengan tujuh hari: Jadi jika bobot pekerjaan dinding batu bata merah misalnya 5.Jika dalam time schedule waktu pelaksanaan didistribusikan menjadi satuan minggu.965 %. Kemudian hasilnya dimasukkan pada chart pada time schedule dalam satuan persen yang telah ditemukan.965 di gambar time schedule di atas dan bagaimana cara alokasi waktu enam minggu untuk pekerjaan beton/dinding. Tingkat Resiko dalam Manajemen Proyek Manajement Resiko Proyek Pengembangan Perangkat Lunak Mybiz 2 di Software House ABC Software House ABC merupakan sebuah perusahaan pembuatan perangkat lunak yang memprioritaskan dirinya dalam pengembangan perangkat lunak produksi masal untuk keperluan perusahaan dagang. sekarang sudah dapat kita ketahui darimana angka 0. Salah satu proyek perangkat lunak yang sedang dikembangkan saat ini adalah MyBiz 2. tahap identifikasi resiko. Nah.

dan tahap pengawasan dan kontrol resiko.ac. tahap perencanaan respon resiko. Hasil yang diharapkan dari penelitian adalah dokumentasi penerapan manajemen resiko proyek pengembangan perangkat lunak MyBiz 2 di Software House ABC.id/2010/09/kasus-kasus-manajemen-proyek-dan-resiko/ .com/2010/05/membuat-kurva-s-manajemen-proyek.html http://wartawarga.analisa resiko.blogspot. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan manajemen resiko sesuai dengan metodologi yang ada pada proyek MyBiz 2.gunadarma. Sumber : http://harispradipta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->