P. 1
Asi

Asi

|Views: 71|Likes:

More info:

Published by: Febrian Bart Atmanugraha on Jul 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

PROPOSAL PENELITIAN HUBUNGAN KEBUDAYAAN DAN PENGETAHUAN TERHADAP PEMBERIAN ASI DI DAERAH DI KABUPATEN MALANG

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pada tahun 1999, UNICEF bersama World Health Assembly (WHA) dan negaranegara lainnya memberikan knlarifikasi tentang rekomendasi jangka waktu pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Rekomendasi ini didasarkan pada bukti ilmiah manfaat ASI bagi daya tahan hidup bayi, pertumbuhan dan perkembangannya. ASI memberi semua nutrisi yang dibutuhkan bayi selama 6 bulan pertama hidupnya. (Roesli, 2004) Pemberian ASI eksklusif mengurangi tingkat kematian bayi yang disebabkan berbagai penyakit seperti diare dan pneumonia serta mempercepat pemulihan bila sakit. Riset WHO pada tahun 2005 menyebutkan bahwa 42% penyebab kematian balita di dunia adalah akibat penyakit, yang terbesar adalah pneumonia (20%), selebihnya (58%) terkait dengan malnutrisi yang seringkali terkait dengan asupan ASI (Siswono, 2006). Di Indonesia tercatat kematian bayi (AKB) sebanyak 35 dari 1000 kelahiran hidup (SDKI 2002/03) dan menjadi 34 dari 1000 kelahiran hidup (SDKI 2007). Sejalan dengan hasil kajian di atas, Menkes melalui Kepmenkes RI

menunjukkan adanya penurunan jumlah bayi yang mendapatkan ASI ekslusif dari 39. Sulsel) menunjukkan bahwa cakupan ASI eksklusif 5-6 bulan di perkotaan berkisar antara 113% sedangkan di pedesaan 2-13%. Pakis di kenal sebagai daerah yang berbudaya dan masih menjunjung tinggi adat istiadat. (Soetjiningsih 1997) Pakis. dan (7) informasi yang salah. Lampung. Makasar) dan 8 pedesaan (Sumbar. (2) meniru teman. Jabar.sigizi. (Kepmenkes RI No: 747/Menkes/SK/VI/2007) Masih rendahnya cakupan ASI Eksklusif disebabkan oleh berbagai macam faktor. Banten.450/MENKES/IV/2004 telah menetapkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif bagi bayi di Indonesia sejak bayi lahir sampai dengan bayi berumur 6 (enam) bulan dan dianjurkan dilanjutkan sampai anak berusia 2 (dua) tahun dengan pemberian makanan tambahan yang sesuai.5% pada tahun 2002 menjadi 32 % pada tahun 2007. Jatim.No. NTB. Dan berdasarkan data SDKI. (www. 2004) Berdasarkan survei yang dilakukan Nutrition & Health Surveillance System. Kabupaten Malang sebagai salah satu nagari siaga ternyata masih rendah dalam pencapaian keberhasilan ASI ekslusif. (3) merasa ketinggalan zaman. Jateng. Posyandu.com). (SK ASI eksklusif. Sehingga ada beberapa dari tradisi itu yang kurang sesuai . (6) meningkatnya promosi susu formula. Semarang. (4) faktor psikologis. Balitbangkes dan HKI (2002) di 4 perkotaan (Jakarta. berdasarkan data yang didapat dari Puskesmas Plus X Kabupaten Malang cakupan ASI eksklusif di Nagari ini hanya 30% pada tahun 2009. Angka ini masih berada di bawah Sasaran Pedoman Operasional Keluarga Sadar Gizi di Desa Siaga yang menetapkan 80% bayi 0-6 bulan diberikan ASI saja (Asi eklusif). Padahal Poskesri. di antaranya adalah: (1) sosial budaya. (5) kurangnya penerangan oleh petugas kesehatan. dan peran kader selalu aktif di negeri ini. Surabaya.

1 Tujuan Umum Diketahuinya hubungan kebudayaan dan pengetahuann ibu dengan praktek pemberian ASI ekslusif di Kabupaten Malang wilayah kerja Puskesmas Plus X Malang Kecamatan X Malang Kabupaten Malang.3.2.2.3 Diketahui distribusi frekuensi pengetahuan ibu menyusui yang memiliki bayi 0 – 12 bulan di Kabupaten Malang 1. Salah satunya dalam hal pemberian makanan selain ASI pada bayi di bawah 6 bulan.2.3 Tujuan Penelitian 1.3.dengan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini. 1.3.2 Diketahui distribusi frekuensi kebudayaan tentang ASI eksklusif di Kabupaten Malang 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas. 1.3.3.3. maka penulis merumuskan masalah dalam proposal penelitian ini yaitu : Bagaimana hubungan kebudayaan dan pengetahuan Ibu dengan praktek pemberian ASI ekslusif di Kabupaten Malang dan daerah yang belum terjangkau pemerintah daerah? 1. Berdasarkan hal di atas penulis tertarik untuk mengetahui hubungan kebudayaan dan pendidikan ibu dengan praktek pemberian Asi ekslusif.2.5 Diketahui hubungan pendidikan ibu menyusui yang memiliki bayi 0 – 6 bulan dengan praktek pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Malang .4 Diketahui hubungan kebudayaan dengan praktek pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Malang 1.2 Tujuan Khusus 1.3.2.1 Diketahui distribusi frekuensi pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Malang 1.

penulis hanya meneliti tentang hubungan kebudayaan dan pengetahuan ibu dengan praktek pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Malang wilayah kerja Puskesmas Plus X Malang di daerah Kabupaten Malang terhadap ibu yang memiliki bayi 0 – 12 bulan.5 Ruang Lingkup Dari banyak faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif seperti pendidikan.4. . sosial ekonomi.2 Bagi Ibu Khususnya ibu menyusui diharapkan dapat mengerti tentang pentingnya ASI eksklusif.3 Bagi Institusi Pendidikan Sebagai bahan acuan untuk penelitian selanjutnya dalam mengembangkan dan menerapkan pengetahuan. 1. 1.4.1.1 Bagi Peneliti Menambah pengetahuan dan wawasan mengenai ASI eksklusif dan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan D III kebidanan. pengetahuan. sosial budaya. dan berfikir lebih maju lagi. pekerjaan.4.4 Manfaat 1. 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->