P. 1
Makalah PolyEthylene

Makalah PolyEthylene

|Views: 405|Likes:
Published by Herman Susanto

More info:

Published by: Herman Susanto on Jul 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2014

pdf

text

original

INDUSTRI POLYETHYLENE

Polietilena adalah polimer yang terdiri dari rantai panjang monomer etilena (IUPAC: etena). Di industri polimer, polietilena ditulis dengan singkatan PE, perlakuan yang sama yang dilakukan oleh Polistirena (PS) dan Polipropilena (PP).

Molekul etena C2H4 adalah CH2=CH2. Dua grup CH2 bersatu dengan ikatan ganda. Polietilena dibentuk melalui proses polimerisasi dari etena. Polietilena bisa diproduksi melalu proses polimerisasi radikal, polimerisasi adisi anionik, polimerisasi ion koordinasi, atau polimerisasi adisi kationik

Sejarah
Polietilena pertama kali disintesis oleh ahli kimia Jerman bernama Hans von Pechmann yang melakukannya secara tidak sengaja pada tahun 1989 ketika sedang memanaskan diazometana. Ketika koleganya, Eugen Bamberger dan Friedrich Tschirner mencari tahu tentang substansi putih, berlilin, mereka mengetahui bahwa yang ia buat mengandung rantai panjang -CH2- dan menamakannya polimetilena. Kegiatan sintesis polietilena secara industri pertama kali dilakukan, lagi-lagi, secara tidak sengaja, oleh Eric Fawcett dan Reginald Gibson pada tahun 1933 di fasilitas ICI di Northwich, Inggris. Ketika memperlakukan campuran etilena dan benzaldehida pada tekanan yang sangat tinggi, mereka mendapatkan substansi yang sama seperti yang didapatkan oleh Pechmann. Reaksi diinisiasi oleh keberadaan oksigen dalam reaksi sehingga sulit mereproduksinya pada saat itu. Namun, Michael Perrin, ahli kimia ICI lainnya, berhasil mensintesisnya sesuai harapan pada tahun 1935, dan pada tahun 1939 industri LDPE pertama dimulai.

Polyethylene terdiri dari C2nH4n+2 dimana n adalah derajat polmerisasi dengan kata lain jumlah monomer ethylene yang terpolimerisasi membentuk polyethylene. Terdapat banyak type polyethylene yang mana memiliki rantai yang sama yang tersusun atas carbon dan hidrogen. Variasi-variasi muncul terutama berasal dari percabangan rantai yang mempengaruhi sifat dari material tersebut.

Terdiri dari rantai utama dengan sedikit percabangan.86–0.Rantai yang memiliki cabang yang sedikit akan memiliki derajat kristalisasi yang lebih tinggi. atau hexyl. Tersusun atas gugus ethyl dan buthyl sebagai rantai utama dengan beberapa cabang dengan rantai yang panjang. Memiliki cabang dengan konsentrasi substansi yang menghalangi atau mengganggu prosses kristalisasi yang menyebabkan density relatif kecil. Beberapa jenis ini terkopolimerisasi dengan sejumlah kecil 1-alkana yang sedikit menghalangi proses kristalisasi. Tersusun dari ethylene dengan 1-alkena. Cabang-cabang yang sering ditemujkan adalah gugus ethyl. Terdiri dari rantai polyethylene linier yang tergabung dengan gugus alkil pendek secara acak. Memiliki density antara 0. buthyl. Terbentuk secara khusus dari Linier Low Density Polyethylene yang memiliki jumlah cabang yang banyak dengan rantai pendek.  Low Density Polyethylene.90–0. Secara kimia dapat disimpilkan bahwa jenis ini merupakan perpaduan antara polyethylene linier dengan low density polyethylene.94 g/cm3. Jenis-jenis polyethylene :  High Density Polyethylene. Dibuat pada proses bertekanan tinggi .  Very Low Density Polyethylene. Memiliki density antara 0. Sejauh ini yang paling sering dijumpai adalah ethylene-vinyl acetate (EVA).  Ethylene-Vinyl Ester Copolymers. Biasanya memiliki density antara 0. tetapi tidak tertutup kemungkinan untuk gugus alkil yang lain.  Linear Low Density Polyethylene. Juga dikenal dengan sebutan Ultra Low Density Polyethylene (ULDPE). Secara kimia memiliki struktur yang paling mendekati struktur polyethylene murni.90 g/cm3.94–0.97 g/cm3.

Adalah copolymer ethylene dengan asam acrylic yang telah denetralkan secara keseluruhan ataupun sebagian  Cross-Linked Polyethylene. . Ionomers.

Radikal bebas mengawali proses polimerisasi ketika monomer-monomer berada dalam tekanan tinggi. Mekanisme dan tahapan proses polimerisasi : 1. Terminasi terjadi ketika radikal bebas pada rantai yang sedang tumbuh pindah ke rantai lain.keberadaal vinyl comonomer dan keberadaan chain transfer agent. sejumlah besar reaksi terjadi yang saling bersaing antara radikal bebas satu dengan yang lain sehingga menimbulkan percabangan dan terminasi dini. Initiation Setelah terdekomposisi proses berlanjut dengan pembentukan radikal bebasyang bergabung dengan molekul ethylene. Ethylene terikat dengan ikatan kovalen 3. Chain Propagation Ketika rantai yang sedang tumbuh dengan rafikal pada akhir rantai bergabung dengan ethylene yang terjadi pada tekanan tinggi.tekanan. Sifat dari produk ditentukan oleh konsentrasi inisiator.PROSES PRODUKSI POLYETHYLENE High Pressure Polymerization Produk polyethylene yang berbentuk low dinsity polyethyene diproduksi dengan polimerisasi radikal bebas bertekanan tinggi. Pada prakteknya. suhu. Comonomer Incorporation Bermacam macam jenis comonomer mengandung gugus vinyl yang dapat bersatu dengan rantai yang sedang tumbuh. 2. Prosesnya sama dengan propagation . Comonomer yang paling sering digunakan adalah vinyl acetat dan metacrylic acid.

akan terbentuk ikatan kovalen. Chain Transfer Adalah proses dimana beberapa rantai dengan radikal bergabung membentuk rantai yang lebih besar.4. yang salah satunya berada pada akhir rantai yang aktif bertemu dan saling bergabung. atau radikal dari ethylene. Chain Branching 5. Seperti terlihat pada contoh dibawah ini: 6. Radikal yang bergabung bisa berasal dari rantai lain. pecahan inisator.Ketika radikal dengan elektron yang tak berpasangan bertemu. Termination Terminasi lengkap pada rantai yang sedang tumbuh terjadi ketika dua radikal. .

oils and waxes (l). catalyst (g).secondary compressor (3).Primary compressor (2). oils. waxes. extruder (a).Figure 2 Schematic representation of high pressure polymerization of ethylene.lowpressure separator (6). ethylene. intermediate pressure ethylene (e). coolers (9). ethylene recycle (o). ethylene recycle (m). oils. high pressure ethylene (f). Fresh ethylene (b&c). and waxes (k). chain transfer agent (h). polyethylene (n). ethylene. Keterangan (1). ethylene and polyethylene (j).LDPEpellets Tahapan Proses Pada High Pressure Polimerization Fresh ethylene masuk ke dalam primary compressor(1) yang masuk bersamaan dengan aliran recycle(b) dan (c). Ethylene dengan tekanan tinggi ini kemudian memasuki reaktor.high pressure separator (5). .reactor (4). recycled ethylene (d).low pressure separator (7&8). and polyethylene (i). kompresor utama menaikkan tekanan antara 1500-4000 psi yang kemudian di transfer (d) menuju secondary compressor(2) dengan penambahan tekanan mencapai 15000-22500 psi.

Suhu reaksi berkisar 180 – 200oC. yang kemudian dialirkan ke kompresor utama dan ikut masuk bersama make-up feed. yang kemudian dikeluarkan pada aliran waste (k). dan polyethylene masuk ke proses pemisahan selanjutnya. Reaktor didesain dengan rupture disk yang akan terbuka jika terjadi overpressure. Minyak-minyak dengan berat molekul rendah dan wax tertinggal dengan larutan ethylene. Aliran ethylene (n) di-recycle melewati sebuah cooler menuju proses awal. Aliran produk menuju high pressure separator (4) dimana polyethylene diendapkan dan di alirkan dengan beberapa ethylene (i) menuju low pressure separator (5). .wax. namun pada kenyataannya bisa mencapai 100 – 300oC. minyak. Produk polyethylene dimasukkan kedalam extruder(9). Di sini ethylene dipisahkan dari minyak dan wax. Proses ini relatif tidak efisien dengan kurang dari 20% feed yang terproses pada reaktor. dimana polymerisasi ethylene adalah eksotermik yang menghasilkan rata-rata 800 cal per gram ethylene. Jika suhu melebihi 300oC ethylene dan polyethylene terdekomposisi secara cepat. Produk kemudian dibentuk menjadi helaian helaian tipis kemudian dipotong menjadi pellet untuk menghasilkan low density polyethylene (o) yang siap dikemas dan diangkut. dan aliran ini (j) masuk ke dalam low pressure separator (6). namun biasanya dipakai 15000 – 22500 psi. Ethylene untuk recycle (l) diproses kedalam sebuah cooler(7). di campur dengan bahan tambahan lain. menghasilkan panas yang lebih dan produk berbentuk gas. Kenaikan suhu dan tekanan meningkatkan laju dekomposisi. campuran (h) yang mengandung ethylen yang tak bereaksi. Pada low pressure separator(5) ethylene dan polyethylene dipisahkan. Tekanan pada pengoperasian adalah 7500 – 50000 psi.Diikuti denganInisiator (f) dan Chain transfer agent (g) masuk bersamaan dengan aliran ethylen masuk kedalam reaktor. Panas ini harus dihilangkan untuk menjaga kestabilan kondisi reaksi. Alasan lain adalah pada perindahan panas. Dari reaktor. sehingga reaktor memiliki tekanan atmosfer.

Perbedaan utama yang terlihat adalah tubular recator menghasilkan resin yang kurang homogen. Dengan kadar pengadukan yang rendah. Low Pressure Polymerization . Waktu tinggal reaktan pada tubular reaktor biasanya 20-60 detik. Pada proses reaksi dipakai cooler eksternal. sehingga tidak membutuhkan diameter yang terlalu besar. sedangkan tubular reaktor hanya 1 in namun memiliki panjang mencapai 2000 ft. konsentrasi inisiator dan produk bervariasi pada tiap jarak dalam reactor.Jenis reaktor Reaktor yang digunakan bisa berbentuk autoclave dengan rasio tinggi:diameter = 5 – 20. Autoclave reactor biasanya memiliki diameter 10-15 ft. atau tubular reaktor dengan rasio panjang:diameter beberapa ratus hingga ribuan. Waktu tinggal ethylene dalam autoclave reactor antara 3 – 5 menit. Sehingga berat molekul yang terbentuk pada bagian awal akan lebih tinggi daripada bagian akhir. Pada tubular reactor pemanasan awal dibutuhkan agar inisiator terdekomposisi sehingga polimerisasi bisa berlangsung. menimbulkan perbedaan pengendalian dan struktur molekul dari produk. Autoclave reactor memiliki pengaduk untuk mengurangi kemungkinan terbentuknya gumpalan pada satu titik. Karena pada mixing antara tubular reactor dan autoclave reactor berbeda.

Polyethylene dan katalis(j) dimasukkan kedalam de-ashing unit(9).Figure 4 Schematic representation of low pressure polmerization of ethylene. and solvent (6)condenser (h) solvent vapor (7) separator (i) recycled solvent (8) compressor (j) polyethylene and catalyst (9) de-ashing unit (k) de-ashing solvent (10) solvent reservoir (l)wet polyethylene (11) dryer (m) recycled de-ashing solvent (12) extruder (n) recycled de-ashing solvent (a) Ethylene (o) rawpolyethylene (b) pressurized ethylene (p) polyethylene pellets Tahapan Proses : Ethylene masuk kedalam kompresor(1) untuk menghasilkan tekanan yang dibutuhkan ethylene yang telah diberi tekanan ini kemudian masuk ke dalam jacketed-reactor(2). aliran produk (g) terdiri dari polyethylene. pelarut. disini terjadi pencampuran dengan katalis dan ko-katalis(c) dan pelarut (d) dari tangki(3). (“ash” disini adalah katalis yang ikut masuk kedalam produk). Keterangan: (1) Compressor (c) catalyst–cocatalyst mixture (2) reactor (d) solvent (3)catalyst reservoir (e) solvent vapor (4) cocatalyst reservoir (f) condensed solvent (5) solvent reservoir (g) polyethylene. Polyethylene basah(l) masuk kedalam dryer(11) dan pelarut yang berlebih di-recycle(n). kemudian kembali kedalam reaktor(f) dari reaktor. catalyst. Panas yang dihasilkan selama polymerisasi dihilangkan dengan menggunakan jaket pendingin dan penguapan pelarut(e) didinginkan dalam sebuah kondenser(6). dan katalis dimasukkan kedalam separator(7).(4). dimana katalis dinonaktifkan dan dilarutkan dengan pelarut de-ashing (k) dari tangki(10). dialirkan menuju extruder(12) dimana disini ditambhkan bahan tambahan biasanya anti oksidant. Pelarut dipisahkan(h) menuju kompresor (8) utuk recycle(i). Bubuk polyethylene(o) mengandung granul dengan diameter antara 500-1000 µm. dan (5). Produk ditekan menjadi helaian tipis yang kemudian dipotong menjadi pellet untuk menghasilkan resin high density polyethylene(p) .

Termodinamika dan Kinetika Polyethylene Pada umumnya kinetika dan termodinamika polyethylene adalah sama dengan proses polimerisasi pada radikal bebas. Pada tahap inisiasi dengan reaksi sebagai berikut : Proses inisiasi : Reaksi tahap awal : Tahap kedua : Keterangan : R = Radikal I = Inisiator M=Monomer Tahap propagasi M = Monomer kp = konstanta kecepatan reaksi propagasi Tahapan terminasi Mx = monomer x My = monomer y .

Sehingga kecepatan reaksi dapat dihitung dengan cara : Pada tahap inisiasi : Keterangan : vi= rate of initiation reaction M = monomer f= fraction of radical formed kd = rate constant of initiation Pada tahap propagasi : Keterangan: vp=rate of propagation reaction kp= rate constant of propagation reaction [M] = monomer concentration Pada tahap terminasi Keterangan: vp=rate of propagation reaction kt= rate constant of propagation reaction [M] = monomer concentration .

.

Kualitas bahan baku sangat penting hingga kesalahan dalam pemilihan bahan baku ini tidak dapat diperbaiki dalam proses selanjutnya. Suhu ini disebut ceiling temperature. Contoh Familiar termasuk pemompaan air di kolam renang untuk menghomogenkan suhu air. Pencampuran dapat dipisahkan menjadi komponen aslinya secara mekanis. Dalam proses plastic injection molding. dan mengaduk adonan pancake untuk menghilangkan benjolan. dengan maksud untuk membuatnya lebih homogen. Pencampuran menetapkan karakteristik dan keseragaman yang dibutuhkan PIM dan dengan demikian tingkat . Sementara tak ada perubahan fisik dalam suatu pencampuran. dan ΔG = 0. Dalam kimia. pencampuran adalah operasi unit yang melibatkan memanipulasi sistem fisik heterogen. Mixing (mencampur) merupakan langkah pertama kesiapan bahan baku untuk molding (German 1990). Penerapan hukum Arrhenius : Keterangan : Kp =rate constant of propagation Ap = collision frequency Ep = Activation energy Mekanisme Tahapan Injection Extrution dan Thermo Forming 2. dapat menyimpang dari komponennya. Teori Pencampuran Dalam proses rekayasa industri. seperti titik lelehnya.1.1.Jika suhu dinaikkan maka entropi pada polimerisasi akn meningkat dan ketika ΔH=TΔS. maka polimerisasi berada dalam keadaan kesetimbangan dengan reaksi depolimerisasinya. properti kimia suatu pencampuran. Pencampuran dapat bersifat homogen atau heterogen. suatu pencampuran adalah sebuah zat yang dibuat dengan menggabungkan dua zat atau lebih yang berbeda tanpa reaksi kimia yang terjadi (obyek tidak menempel satu sama lain).

Injection molding. campuran logam dan plastik. secara perlahan akan turun dari sebuah Extruder Head kemudian setelah cukup panjang kedua belahan mold akan di jepit dan . Transfer molding. Proses Injection Molding mampu menghasilkan bentuk rumit dalam jumlah besar maupun kecil pada hampir semua jenis bahan termasuk logam. 2. Extrusion molding 4. Compression molding. keramik. Salah satu keistimewaan proses PIM ialah kemampuannya dalam menggabungkan dan Serbuk Butiran Campuran Binder Pencetakan Keluaran Selesai Sintering Debinding Jenis – Jenis Mesin Plastik Molding Berdasarkan Material Plastik yang digunakannya Plastic Molding dapat dibedakan atas beberapa jenis yaitu: 1. Blowing molding. • Metode Blow molding Blow molding merupakan suatu metode mencetak benda kerja berongga dengan cara meniupkan atau menghembuskan udara kedalam material/bahan yang menggunakan cetakan yang terdiri dari dua belahan mold yang tidak menggunakan inti sebagai pembentuk rongga tersebut.Pengertian Plastic Injection Molding Plastic Injection Molding ( PIM ) merupakan salah satu proses injection molding yang sering digunakan untuk menghasilkan atau memproses komponen-komponen yang kecil dan berbentuk rumit (Boses 1995). 3. 5. Material plastik akan keluar secara perlahan.

jenis ini bentuknya sederhana. Proses pemanasan butiran plastik kedalam heater. Saat plastik menempel pada dinding mold seperti pada tahap kedua maka udara dengan tekanan tertentu ditiupkan kedalam mold 4. Metode Compression Molding (Thermoforming) Compression molding (Thermoforming) merupakan metode mold plastic dimana material plastik (compound plastic) diletakan kedalam mold yang dipanaskan kemudian setelah material tersebut menjadi lunak dan bersifat plastis. Material yang sudah terbentuk akan mengeras dan bisa dikeluarkan dari mold hal ini karena Mold dilengkapi dengan saluran pendingin didalam kedua belahan mold. Flash type Mold .Prosesnya sebagai beikut: 1. Proses compression molding dapat dibedakan atas empat macam yaitu : 1. Proses Pengisian butiran Plastik dari Hopper kedalam Heater. 2. murah. Untuk memperlancar proses peniupan proses ini dilengkapi dengan pisau pemotong pipa plastik yang baru keluar dari extruder head. Material Thermosetting diletakkan kedalam mold yang bersuhu antara 300 oF hingga 359 oF dan tekanan mold berkisar antara 155 bar hingga 600 bar. maka akan menghasilkan reaksi kimia yang bisa mengeraskan material thermoseting tersebut.menyatu sedangkan bagian bawahnya akan dimasuki sebuah alat peniup (blow Pin) yang menghembuskan udara ke dalam pipa plastik yang masih lunak. maka bagian atas dari die atau mould akan bergerak turun menekan material menjadi bentuk yang diinginkan. Proses peniupan udara. Jadi biasanya mold akan di isi material sepenuhnya sampai luapan yang terjadi sebanyak yang diijinkan . Produk dikeluarkan setelah produk dingin dengan cara salah satu cavity plate membuka. sehingga plastik tersebut akan mengembang dan membentuk seperti bentuk rongga mould-nya. Proses pengeluaran produk. Oleh motor Screw berputar sambil menarik butiran plastik mengisi ruang Heater. saat mold menutup maka material sisa yang kemudian meluap akan membentuk lapisan parting line dan karena tipisnya akan segera mengeras/beku sehingga menghindari meluapnya material lebih banyak. Setelah butiran plastic meleleh dan membentuk seperti pasta maka plastik diinjeksikan kedalam mold 3. Contoh hasil produksi yang dapat dikerjakan dengan metode ini adalah bentuk Gelas dan botol. Apabila panas dan tekanan yang ada diteruskan.

Tentu saja bagian ini harus dibuat dari bahan baja pilihan yang dikeraskan. 2. dan setelah mencapai panjang tertentu akan dipotong dengan pemotong yang melengkapi mesin extrusi tersebut. sehingga profil yang terbentuk akan mengeras. Karena ketebalan material terkontrol dengan baik. yang mampu menahan panas dan gesekan . yaitu suatu lubang dengan bentuk profill. yaitu suatu lubang dengan bentuk profill tertentu itu akan keluar dan diterima oleh sebuah conveyor dan dijalankan/ditarik sambil didinginkan. maka kepadatan benda kerja tergantung dari posisi pengisian yang diberikan. sehingga profil yang terbentuk akan mengeras.merupakan kombinasi antara flash type dan landed positive mold. Produk ditarik atau dikeluarkan dan diterima oleh sebuah conveyor dan dijalankan/ditarik sambil didingikan. Berikut ini contoh proses Extrusion molding : 1. Metode Extrusion Molding Extrusion molding mempunyai kemiripan dengan injection molding. butiran plastik berubah menjadi cair.2. Didalam silinder Heater atau pemanas. Butiran kecil material plastik oleh gerakan srew dimasukkan kedalam silinder heater dipanaskan untuk diubah menjadi material kental seperti pasta. 3. Pada prinsipnya juga ada bagian mesin yang berfungsi mengubah material plastik menjadi bentuk lunak (semifluida) seperti pasta dengan cara memanaskannya dalam sebuah silinder. dan memaksanya keluar dengan tekanan melalui sebuah forming die (extruder head or hole). Bentuk extruder head (forming) ini bisa bermacam-macam.jenis ini terdiri dari dari suatu rongga (cavity) yang dalam dengan sebuah plunger yang mengkompresikan/memadatkan material pada bagian bawah mold pemberian material disesuaikan dengan kapasitasnya baik dengan cara menimbang sehingga menghasilkan produk yang baik dan seragam.akan tetapi tinggi bidang batas dibatasi. 4.mirip dengan tipe diatas . lalu dengan tekanan tertentu dimasukkan melalui sebuah forming die (extruder head atau hole). Semi positive mold .bagian “land” bekerja menahan tekanan (bukan bagian produknya). sesuai dengan keinginan kita dan bisa dipasang dan diganti-ganti karena dilengkapi dengan holder. hanya pada extrusion molding ini material yang akan dibentuk akan berupa bentukan profil tertentu yang panjang. 3. Landed Positive Mold . Positive mold .

yang berarti kandungan plastis tinggi. mold designer dan molder/operator untuk menentukan toleransi. sehingga bisa merata keseluruh bagian/panjang profil yang dihasilkan. Proses transfer moulding terdiri atas dua type yaitu: sprue Type dan plunger tipe. Bentuk-bentuk partikel yang sulit. Metode Transfer Molding Transfer molding merupakan proses pembentukan suatu benda kedalam sebuah mold (yang tertutup) dari material thermosetting. Material yang sangat sesuai adalah material thermoplastik dan karena pemanasan material ini akan melunak dan sebaliknya akan mengeras lagi bila didinginkan. sebaliknya yang memiliki formulasi lebih keras butuh temperatur tinggi. membutuhkan temperatur rendah. Setiap material memiliki karakter suhu molding. Semakin lunak formulasinya. Jenis plunger memerlukan tekanan yang lebih kecil dibandingkan dengan tipe sprue. . Perubahan – perubahan ini hanya bersifat fisik. Pada proses transfer molding dibutuhkan toleransi yang kecil pada semua bagian mold. dikonsultasikan secara baik dengan product designer. yang disiapkan kedalam reservoir dan memaksanya masuk melalui runner/kanal kedalam cavity dengan menggunakan panas dan tekanan. jadi bukan perubahan kimiawi sehingga memungkinkan untuk mendaur ulang material sesuai dengan kebutuhan. Semakin panas suhunya. plastik/material itu akan semakin encer (rendah viskositasnya) sehingga semakin mudah diinjeksi. Material plastik yang dipindahkan dari silinder pemanas biasanya suhunya berkisar antara 177 derajat Celcius hingga 274 derajat Celcius. sehingga sangat perlu dalam pembuatan mold. disemprotkan kedalam mold. Setelah beberapa saat didinginkan. Metode Injection Molding Proses injection molding merupakan proses pembentukan benda kerja dari material compound berbentuk butiran yang ditempatkan kedalam suatu hopper/torong dan masuk kedalam silinder injeksi yang kemudian didorong melalui nozel dan sprue bushing kedalam rongga (cavity) dari mold yang sudah tertutup. mold akan dibuka dan benda jadi akan dikeluarkan dengan ejector.dari material yang diproses pendinginan benda kerja dilakukan dengan menyemprotkan udara pada profil yang berjalan.

komputer. kimia. Terdapat Jamaludin:2007): 1.terdiri dari Motor untuk menggerakan screw. penerbangan. dwelling untuk memastikan molding terisi penuh oleh resin. dan di dalamnya terdapat mesin molding(cetakan). tiga bagian utama dalam mesin injection molding. 2. ejection untuk mengeluarkan hasil cetakan plastik dari molding.3. Plasticizing Unit Merupakan bagian untuk memasukan pellet plastik (resin) danpemanasan. Hal ini digambarkan pada gambar 2. ketepatan dalam proses pencetakan dan kebebasan memilih bahan. listrik. Clamping Unit Merupakan tempat untuk menyatukan molding. Drive Unit Unit untuk melakukan kontrol kerja dari Injection Molding. Clamping system sangat kompleks. Barrel. dan Nozzle. Bagian dari Plasticizing unit: Hopper untuk memasukkan resin.besar dan jumlah cavity yang banyak serta runner yang panjang menyebabkan tuntutan temperatur yang tinggi atau naik. 3. piston injeksi menggunakan Hydraulic system (sistem pompa) untuk mengalirkan fluida dan menginjeksi resin cair ke molding. kedokteran dan peralatan militer.yaitu(Anif . injection untuk memasukan resin melalui sprue pendingin. menggunakan kelebihan-kelebihan teknologi seperti kemampuan pembentukan bahan plastik. Heater. Komponen yang dihasilkan dengan teknologi PIM kini banyak digunakan dalam industri otomotif. Screw untuk mencampurkan material supaya merata.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->