Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018

BAB I PENDAHULUAN

BAB II LANDASAN KEBIJAKAN BAB III ARAH KEBIJAKAN BAB IV RENCANA PENGEMBANGAN BAB V PELAKSANAAN RIP UNIT KERJA Pelaksanaan RIP pada dasarnya sangat tergantung pada sumber dana institusi yang dapat diperoleh antara lain dari hibah riset dari swasta, pemerintah, kerjasama luar negeri. Dalam dokumen RIP diestimasikan beberapa dana penelitian yang dibutuhkan selama periode tertentu (5 tahun) Perolehan Rencana Pendanaan BAB VI PENUTUP Keberlanjutan setelah periode RIP dilaksanakan Ucapan terima kasih diberikan kepada ……; panitia penyusun RIP

F. Usaha-Usaha Untuk menyusun Rencana Induk Pengembangan UTU ditempuh melalui berbagai usaha, antara lain :

1. Koordinasi antar pimpinan baik vertikal maupun horisontal (mulai Rektorat sampai
Ketua Program Studi).

1

Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018

2. Rapat Senat Universitas untuk menentukan Visi, Misi, dan Tujuan Universitas. 3. Koordinasi Tim Penyusun Rencana Induk Pengembangan Universitas yang terdiri
dari unsur Rektorat, Senat Universitas, Biro Akademik, Biro Administrasi Umum, Biro Keuangan, Biro kemahasiswaan, Lembaga Penelitian, Lembaga Pengabdian pada Masyarakat, Bagian Perencanaan Sarana / prasarana, dan Badan Kendali Mutu Akademik. 4. Identifikasi keadaan saat ini dan estimasi keadaan 10 tahun yang akan dating.

I. KEBIJAKAN DASAR A. Umum

U
aaa aaa aaaa batas

niversitas Teuku Umar merupakan salah satu amal usaha milik Persyarikatan Muhammadiyah, karena itu pengembangan Universitas kedepan sekurangnya harus memperhatikan secara konsisten pada 3 (tiga) hal;

B. Khusus

II. DASAR PERENCANAAN A. Visi, Misi dan Tujuan Universitas Teuku Umar Universitas Teuku Umar adalah penyelenggara pendidikan tinggi yang mempunyai tanggung jawab dan konsekuensi untuk melahirkan (lulusan), baik D-III, S1, S2, dan S3 yang berkemampuan, menguasai ilmu sesuai bidangnya dengan baik berdasarkan tuntutan standard kurikulum dan harapan masyarakat sebagai pengguna jasa lulusan pendidikan tinggi. Atas dasar hal diatas maka, pengembangan Universitas Teuku Umar harus dilakukan dengan pola yang terintegratif antara tuntutan persyarikatan dan tuntutan pendidikan tinggi serta masyarakat pengguna. Berkenaan dengan itu, maka Universitas Teuku Umar telah memiliki rumusan visi-misi sebagai upaya konsisten untuk menjalankan amanat persyarikatan. Sebagaimana diketahui bersama visi-misi tersebut adalah; V I S I : Menjadi universitas terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan berdasarkan nilai-nilai Islam.

2

Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018

MI S I :

1. Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas 2. Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dapat
meningkatkan kesejahteraan manusia. 3. Menyelenggarakan pengelolaan universitas yang amanah

4. Menyelenggarakan pembinaan civitas akademika dalam kehidupan yang Islami
sehingga mampu beruswah hasanah. 5. Menyelenggarakan kerjasama dengan pihak lain yang saling menguntungkan TUJUAN :

1. Menghasilkan lulusan yang beriman, bertaqwa, menguasai IPTEKS, profesional, 2.
kreatif, inovatif, bertanggung jawab, dan mandiri menuju terwujudnya masyarakat utama. a. Meningkatkan kegiatan penelitian sebagai landasan penyelenggaraan pendidikan dan mengembangkan IPTEKS. b. Menghasilkan, mengamalkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan IPTEKS dalam skala regional, nasional, dan internasional. Mewujudkan pengelolaan yang terencana, terorganisir, produktif, efektif, efisien, dan terpercaya untuk menjamin keberlanjutan universitas. Menjalin kerjasama dengan pihak lain dalam lingkup regional, nasional, dan internasional untuk pengembangan pendidikan dan penelitian. Mewujudkan civitas akademika yang mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

3. 4. 5.

B. Pengembangan Pendidikan dan Pengajaran Pengembangan bidang akademik direncanakan dalam bentuk proses peningkatan mutu kegiatan kependidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan baik di dalam mau pun di luar kelas, secara formal mau pun informal. Rencana pengembangan akademik berlandaskan pada visi dan misi Universitas Teuku Umar meliputi bidang pendidikanpengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki relevansi dengan kebutuhan stakeholders. Proses tersebut ditunjang oleh perencanaan pengembangan kualitas kemampuan mendidik-mengajar dan peningkatan jenjang pendidikan para dosen. Rencana pengembangan akademik tersebut meliputi :

1. Rencana Pengembangan Kurikulum Program Studi
Kurikulum dalam hal ini merupakan semua yang secara nyata terjadi dalam proses kependidikan dan pembelajaran di Universitas Teuku Umar, dalam berbagai bentuk penyajian mata kuliah.

a. Setiap mata kuliah dalam setiap program studi, secara dinamis harus
mengandung pendidikan rohani dan hati sebagai penanaman dan pengembangan aqidah dalam mewujudkan atmosfir perilaku keislaman dan keilmuan.

3

ingin tahu yang benar. karena itu mutu sumber daya dosen perlu direncanakan pengembangannya agar para dosen berkemampuan untuk : a. sehingga mampu merasakan kenikmatan dalam mempelajari dan mengembangkan IPTEKS. wawancara. d. lembaga tempat bekerja dan masyarakat dengan berbagai bidang keahlian. angket dan lain-lain. Mata kuliah disampaikan dalam paradigma bahwa pembelajaran menjadikan c. f. Setiap mata kuliah harus mengandung motivasi bagi mahasiswa untuk menguasai bahasa asing. berinteraksi dan berbuat secara sistematis. Bahwa menuntut ilmu berarti belajar dan melatih diri untuk berpikir. menyenangkan dan efektif. logis. Setiap mata kuliah yang disajikan harus dikemas penyampaiannya (silabus) sedemikian rupa sehingga terasa manfaatnya bagi kehidpan sehari-hari. rasional. Karena dengan penguasaan bahasa asing mahasiswa dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan di luar negeri lebih cepat dan mudah. Setiap mata kuliah hendaknya dapat melatih mahasiswa mengembangkan rasa ingin tahunya. ketrampilan) mahasiswa melalui berbagai cara seperti : pengamatan. keterampilan dan perhatian terhadap mutu potensi b. d. mahasiswa sebagai subjek didik dan ajar yang memiliki kebebasan berekspresi.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 b. Memberikan wawasan dan bimbingan terutama ketika mahasiswa perwaliannya menemui kesulitan dalam pengembangan potensi mereka atau suasana belajar dan atau ketenangannya mengalami gangguan. e. memperlihatkan kepada mahasiswa tentang berbagai peran atau tugas orang dewasa dalam keluarga. Menyajikan setiap mata kuliah secara menarik. 4 . Dosen dapat dikatakan sebagai struktur determinan dalam mengembangkan potensi mahasiswa dalam mendekati tujuan pendidikan. 2. baik di dalam mau pun di luar kelas. c. f. (intelektual. Setiap mata kuliah harus memiliki relevansi dengan cara hidup dalam arti mahasiswa dapat memperoleh nilai-nilai akhlak. terencana dan teliti. emosi. Membantu mahasiswa mengembangkan potensi yang baik (positif) serta memberi arahan dalam menghilangkan pembawaan atau kebiasaan mahasiswa yang jelek. Menginformasikan. Memperhatikan perkembanagan potensi mahasiswa untuk mengetahui apakah minat dan bakat mereka telah tersalurkan dengan baik atau sebaliknya. keterampilan agar mahasiswa memilih sesuai dengan minat dan bakat mereka. akan selalu dikaitkan dengan peningkatan mutu para dosen yang bertugas menyampaikan. Memiliki pengetahuan. e. sehingga memiliki keyakinan dan kepampuan untuk menerapkannya dalam kehidupan nyata. yang akan membuahkan manusia pekerja-keras yang kreatif dan inovatif yang mempunyai daya saing yang tinggi. Rencana Pengembangan Sumber Daya Dosen Kurikulum yang telah dirancang secara tepat sesuai dengan keberadaan peserta didik akan menghasilkan lulusan yang kompetitif dalam dunia kerja.

pandangan dan sikap dosen. Menciptakan Managemen Berdasarkan Data. termasuk kegiatan evaluasi proses. merasa dan bertindak. lembaga pendidikan yang lebih tinggi. Karena itu dosen diharuskan mempunyai data kelas secara lengkap dari perencanaan sampai dengan evaluasi. penyajian materi sebagai pelaksanaan perencanaan. bekerja dan belajar mandiri. berkreasi serta menciptakan situasi win-win. sebagai dasar dalam menentukan langkah perbaikan mutu perkuliahan.Check . Mengembangkan teknik diskusi.Do . Perkuliahan bermutu mempunyai prinsip utama Management By Fact. lembaga penelitian sebagai pelanggan sekunder. terbuka. Mengupayakan terciptanya suatu sistem dan proses berdasarkan proses sirkuler PDCA (Plan .Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 g. daya tangkap pemahaman. Menciptakan ”managemen keberagaman” dalam menyikapi. kepribadian). e. b. Menciptakan Perkuliahan dengan Managemen Keberagaman. Keberagaman merupakan suatu kewajaran. lingkungan. mau pun pelanggan tersier seperti perusahaan. memperlakukan keberadaan mahasiswa bersifat heterogin (perbedaan latar belakang sosialbudaya. Dosen harus mengembangkan sikap demokratis. sehingga mampu 3. Meningkatkan keahlian sesuai dengan bidang ilmunya dan keterampilan dalam mengajarkannya melalui short-course. jadi bukan Management By Objective. Berdasarkan evaluasi terhadap proses pembelajaran tersebut dosen harus melakukan perbaikan atau peningkatan mutu perkuliahan pada tahap (semester) berikutnya. Membuat Perencanaan Perkuliahan Bermutu. studi-lanjut. berinovasi. Setiap dosen pengampu mata kuliah diharuskan membuat susunan materi perkuliahan untuk satu semester dan untuk setiap pertemuan berdasarkan 5 . orang tua. produk dan unsur-unsur yang terlibat dalam upaya memenuhi kebutuhan stakeholders. rencana penyajian serta pelaksanaan evaluasi. Menciptakan Kemandirian Mahasiswa. peraturan harus memperhitungkan heterogenitas. Rencana Pengembangan Perkuliahan Bermutu Perkuliahan bermutu adalah proses yang terjadi dalam perencanaan. Melatih dan mengevaluasi keterampilan dosen dalam pengembangan kemandirian mahasiswa baik dalam berpikir.Act ) dalam perkuliahan. kecermatan terhadap yang bersifat kasus atau gejala umum. kelengkapan ruang kelas. Dalam hal ini dosen harus membuat perencanaan perkuliahan. baik mahasiswa sebagai pelanggan primer. berprakarsa. mengembangkan logika dan rasionalitas mahasiswa. pemerintah. kewirausahaan dan dunia kerja yang lain. lembaga sponsor. c. Menciptakan Sistem dan Proses Perkuliahan yang Korektif. Untuk mewujudkan perkuliahan bermutu perguruan tinggi ini merencanakan : a. d. karena itu generalisasi perlu dihindari.

Dosen harus mengevaluasi mahasiswa bukan hanya pada penguasaan materi yang disajikan seperti pada umumnya masih terjadi di setiap perguruan tinggi (menurut Management By Objective. seimbang. tujuan. sirkuler) yang mempunyai tujuan untuk peningkatan dan pengendalian mutu. C. Dalam penyajian materi kuliah dosen harus menyususn Satuan Materi Sajian (SMS) serta menyajikan SMS tersebut di kelas. metode penyajian dan sistem evaluasi. tetapi harus menggunakan Management Mutu Terpadu (MMT. pemerhatian. g. penyimpanan. Evaluasi bisa dilakukan diri sendiri yakni evaluasi oleh mahasiswa atau dosen terhadap dirinya sendiri (pengevaluasi internal). Penelitian pada dasarnya merupakan bagian integral yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa baik secara individual maupun kelompok. prototipe. 1. laboratorium. Kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen pada tiap jurusan/fakultas/ laboratorium dan pusat-pusat studi di lingkungan Universitas Teuku Umar dikoordinir oleh Lembaga Penelitian. pengingatan. Membuat Perencanaan Pelaksanaan Perkuliahan Bermutu. atau sebaliknya (pengevaluasi eksternal).Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 kurikulum dan kebutuhan para pelanggan. Lembaga Penelitian dalam hal ini juga menjalankan fungsinya sebagai koordinator dan fasilitator kegiatan penelitian. pemerolehan. kinerja dan umpan balik. di samping bisa dosen mengevaluasi mahasiswa. dan serasi dengan kemajuan ilmu dan teknologi itu sendiri. baik pada perencanaan. pelaksanaan mau pun pada cara melakukan evaluasi. f. 6 . sarana pendukung. MBO. Kegiatan penelitian dilaksanakan oleh staf dosen dari jurusan. Kegiatan peneltian yang dilakukan dosen-dosen diharapkan menghasilkan konsep. Di samping itu evaluasi harus mempunyai standar untuk peningkatan mutu. Dalam hal ini dosen harus betulbetul menyadari tentang fase-fase psikologis dalam belajar seperti fase : motivasi. Pengembangan ilmu dan teknologi pada dasarnya ditujukan utnuk mensejahterakan kehidupan manusia agar dapat menikmati kehidupannya secara selaras. c. Ruang Lingkup Penelitian a. fakultasfakultas dan pusat-pusat studi. Evaluasi perkuliahan merupakan dasar usaha peningkatan mutu perkuliahan secara berkelanjutan. model. pengetahuan baru yang bermanfaat bagi pengembangan kelembagaan dan juga berorientasi pada produk yang relevan bagi pembangunan daerah dan nasional. generalisasi. Merencanakan Evaluasi Untuk Peningkatan Mutu Perkuliahan. Dengan demikian penelitian akan dapat memberi arti dan sumbangan bagi upaya peningkatan kesejahteraan manusia. linier). b. Pengembangan Penelitian Kegiatan penelitian merupakan salah satu cara untuk mengembangkan ilmu dan teknologi.

Menyusun rencana penelitian dan pengkajian ipteks b. Mengkoordinasikan dan menfasilitasi kegiatan di pusat-pusat studi d. Menyelenggarakan penerbitan hasil-hasil penelitian f. Dalam upaya mewujudkan Universitas Teuku Umar menjadi "Real University". Menyelenggarakan seminar hasil penelitian 7 . e. Menjalin kerjasama dan kemitraan dengan dunia usaha dan industri e. Menciptakan budaya ilmiah melalui berbagai kegiatan penelitain dan pengkajian ipteks g.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 d. tempat untuk mengingkatkan kemampuan dan keahlian peneliti b. Melakukan sinergi penelitian dan pengkajian ipteks dengan organisasi pemerintahan (GO) dan non pemerintahan (NGOs) yang tidak mengikat d. Sebagai tempat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan c. Fungsi Lembaga Penelitian a. Sebagai tempat mendidik calon peneliti. Sedangkan Pusat-pusat studi melakukan kegiatan penelitian yang sifatnya monodisplin maupun multidisiplin. Penelitian yang sifatnya "monodisiplin" dilakukan oleh oleh jurusan/laboratorium atau bagian fakultas-fakultas. Dalam hal ini harus dikembangkan pola keterkaitan antara kegiatan penelitian dengan pengabdian pada masyarakat serta pendidikan termasuk pendidikan pasca sarjana. Menyusun program penelitian dari berbagai bidang ilmu dari dosen dan mahasiswa b. Melakuakn sosialisasi dan fasilitasi kegiatan pengembangan ipteks kearah paten 4. 2. Strategi Penelitian a. Membangun pusat informasi dan publikasi penelitian dan pengkajian ipteks g. Menyusun peraturan penelitian dan pengkajian ipteks untuk menciptakan suasana yang kondusif e. Mengkoordinasikan kegiatan penelitian dan pengkajian ipteks baik secara individu maupun kelompok c. Kegunaan Penelitian Menurut kegunaannya penelitian dalam sistem pendidikan tinggi dibagi menjadi tiga kelompok yaitu : a. 3. Sebagai tempat yang kegiatannya dapat menunjang dan memberi sumbangan bagi pembangunan. Lembaga Penelitian diharapkan menjadi salah satu pemeran khususnya dalam menjalankan kegiatan dan keterpaduan penelitian dengan bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan pengkajian ipteks c. Membangun pusat data kegiatan penelitian dan pengkajian ipteks f.

bagaimana. Dengan demikian diharapkan hasil yang dicapai menjadi maksimal. dalam upaya mensukseskan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat yang makmur dan sejahtera. LPM UTU juga melaksanakan kegiatan pengabdian lain dalam bentuk pendampingan.UTU secara struktural memiliki Kepala LPM. Oleh karena itu pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata sekurang–kurangnya mengandung lima aspek yang bernilai fundamental dan berwawasan filosofis yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Struktur LPM LPM . baik yang dilakukan oleh mahasiswa dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun oleh dosen di lingkungan UTU. serta keterlibatan masyarakat secara aktif. Setiap Koordinator Bidang dalam kegiatannya bekerjasama dengan seluruh Fakultas yang ada di UTU sesuai dengan bidang garap/pekerjaan yang sedang dilakukan. Pengembangan Pengabdian Pada Masyarakat Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Teuku Umar merupakan unsur pelaksana yang menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat baik yang didanai dari DPP UTU maupun dari non DPP-UTU. memerlukan landasan idiil yang secara filosofis akan memberikan gambaran serta pengertian yang utuh tentang apa. Kobid Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat dan Kobid Pengembangan SDM dan Inkubator Bisnis. Program 8 . pendekatan interdisipliner dan komprehensif. Bidang pendidikan dan pelayanan masyarakat melaksanakan dan mengkoordinasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh perguruan tinggi diartikan sebagai pengamalan IPTEKS secara melembaga melalui metode ilmiah langsung kepada masyarakat yang membutuhkannya. perintisan maupun pembinaan bekerjasama dengan lembaga/instansi lain baik pemerintah maupun sawasta. perintisan wirausaha baru bagi alumni dan pelatihan penulisan proposal pengabdian DIKTI. dimana diharapkan seluruh tenaga dosen dari seluruh fakultas dilibatkan semaksimal mungkin sesuai dengan prinsip dasar pengerjaan seluruh pekerjaan di LPM-UTU yang menganut pola terintegrasi multidisiplin ilmu. yaitu pengabdian kepada masyarakat. terutama mahasiswa melalui kegiatankegiatan pelatihan kewirausahaan. LPM-UTU mengkoordinasikan kegiatan pengabdian yang ada di lingkungan UTU dalam melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu. yaitu: keterpaduan pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi. 1. serta untuk apa Kuliah Kerja Nyata dilaksanakan. pembinaan dan pendampingan UKM.Bid) yaitu Kabid Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengembangan Wilayah.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 h. Bidang Pengembangan SDM dan Inkubator lebih diarahkan untuk mengembangkan budaya kewirausahaan di lingkungan UTU. Menyelenggarakan kursus penelitian bagi dosen dan mahasiswa D. Administrasi lembaga dilaksanakan oleh bagian Tata Usaha. dimensi yang luas dan kepragmatisan. Bidang Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengembangan Wilayah merupakan bagian integral dari proses pendidikan yang mempunyai ciri–ciri khusus. lintas sektoral. Sekretaris LPM dan 3 Koordinator Bidang (Ko.

2.Berbagai lembaga yang berhasil diajak bekerjasama antara lain : BAPEMAS Propinsi Jawa Timur dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Trenggalek dengan bantuan Teknologi Tepat Guna. juga untuk memperoleh dana bagi kelancaran pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. serta tersedianya laboratorium yang dilengkapi dengan peralatan/instrumen yang dapat dimanfaatkan oleh mitra kerja yang memerlukan jasa pelayanan selain digunakan oleh mahasiswa dan dosen untuk praktikum dan penelitian. Dengan Perum Jasa Tirta dalam pembinaan dan pendampingan pengrajin di Tulungagung. Potensi yang ada meliputi sumber daya manusia yang memiliki keahlian di bidangnya. Bappeda Tingkat I Jawa Timur dalam hal Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG). Merancang dan membangun model kerjasama dalam bidang pengabdian masyarakat baik dengan instansi pemerintah maupun swasta dan lembaga kemasyarakatan lainnya 3. Potensi LPM Kekuatan LPM-UTU terletak pada potensi IPTEKS yang dimiliki 11 Fakultas dengan jurusan yang ada. d. Diknas Kabupaten Malang dan Kota Malang dalam kegiatan Perintisan PADU dan KF. Tujuan LPM a. Membantu lembaga pemerintah dan swasta dalam menyusun kebijakan.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan cara memanfaatkan dan menerapkan hasil penelitian maupun hasil pendidikan perguruan tinggi. selain untuk mengembangkan saling pengertian antar lembaga dalam melakukan tugas pembinaan di masyarakat. Ditbinlitabmas Dirjen Dikti Depdiknas dalam hal program-program 9 . LPM telah merintis dan menjalin kerjasama dengan dinas/instansi/lembaga terkait dan menindaklanjuti dengan berbagai kegiatan. Kerjasama Dalam rangka melaksankan kegiatan pengabdian dan menggiatkan program strategis dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan membantu mempercepat pembangunan masyarakat. Kantor Koperasi Kab. Kediri dan Malang. perencanaan dan program yang berkaitan dengan kegiatan pengabdian masyarakat baik yang dilakukan oleh Dosen maupun mahasiswa.. Membantu Universitas dalam menyusun kebijakan. b. Dinas Koperasi Propinsi Jawa Timur dalam hal Pengembangan Inkubator Bisnis dan Teknologi. c. Menerapkan dan mengembangkan teknologi termasuk identifikasi. Malang dalam pendampingan pengrajin genteng. perencanaan dan program yang berkaitan dengan pemanfaatan sumberdaya Universitas sehingga kegiatan terlaksana secara baik dan saling menguntungkan. eksploitasi (produksi). Kantor Koperasi Batu dalam pendampingan dan pembinaan Koperasi kelinci. Tujuan pokok program ini. dan pengelolaannya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan propinsi Jawa Timur dalam kegiatan PADU dan Keaksaraan Fungsional (KF) di 6 Kabupaten di Jawa Timur. 4.

Eropa Barat. Asia Tenggara. Asia Timur. dan instansi pemerintah. dan Pengembangan Budaya Kewirausahaan. nasional. mengembangkan budaya modern dalam konteks budaya yang produktif. Mengembangkan kerjasama dengan pemerintah negara lain dalam kerangka pengembangan UTU sebagai suatu perguruan tinggi. serta lembaga-lembaga internasional Pemberdayaan potensi kelompok-kelompok masyarakat dalam rangka penggalangan dana untuk kegiatan pengabdian masyarakat E. Meningkatkan dan mengembangkan serta penerapan ilmu pengetahuan teknologi c. Memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat Mengembangkan sistem dokumentasi dan informasi tentang proses dan hasil kegiatan pengabdian dan pengembangan potensi masyarakat. penelitian. Vucer Non Migas. publikasi ilmiah. Mengembangkan kerjasama dalam bentuk pertukaran dosen dan mahasiswa. g. Pengembangan Kerjasama dengan Pihak Lain Untuk menjadikan UTU sebagai lembaga yang terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan maka diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak dalam lingkup Internasional. dunia usaha. f. dan Australia. Mengembangkan kerjasama dengan organisasi non pemerintah lintas negara dalam kerangka pengembangan akademik. Pemanfaatan potensi UTU secara sinergis dan bekerjasama dengan pihak luar 1. F. d. efektif. Memantapkan jaringan kerjasama dengan PTN/PTS. 2. dan dinamis dalam keragaman. Timur Tengah.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. b. efisien. (selanjutnya perhatikan renstra lembaga kebudayaan ……. 5. mengembangakan lembaga kebudayaan yang kuat. Pemberdayaan pusat pengabdian di lingkungan LPM.UTU b. dan pertukaran informasi ilmiah antara UTU dengan perguruan tinggi di Amerika Serikat/Kanada. Pengembangan Kebudayaan Pengembangan kebudayaan di lingkungan universitas diarahkan pada terciptanya budaya kerja / etos kerja yang berdasarkan nilai-nilai Islam. dan regional/lokal. e. melaksanakan interaksi budaya dalam taraf nasional dan internasional. Kegiatan a. Internasional a. Nasional 10 . c. dan budaya sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat. Bu Sugiarti janji sabtu pagi). Vucer.

aktivitas yang saling menguntungkan. Mereka sebagai Sumber Daya Manusia (SDM). 3. Mengembangkan kerjasama dengan instansi pemerintah tingkat pusat dalam b. Mengembangkan kerjasama dengan perusahaan nasional maupun multinasional yang ada di Indonesia yang saling menguntungkan. maupun PTS lain untuk meningkatkan sinergi pengembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan. c. 1. kedudukan dan fungsinya sangat strategis untuk dibina dan dikembangkan. Hakekat Pembinaan Hakekat pembinaan mahasiswa Universitas Teuku Umar adalah suatu usaha yang sistematis bagi penciptaan iklim dan kondisi yang memberikan kemungkinan bagi pengembangan diri mahasiswa dalam membentuk diri sendiri. Untuk menuju ke sana perlu diupayakan suasana kampus yang sekondusif mungkin dalam bentuk kegiatan kurikuler. G. Regional/Lokal a.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 a. Tujuan utama pelayanan akademik baik dalam bentuk kurikuler maupun kokurikuler ialah mengantarkan mahasiswa mencapai tingkat kesarjanaan. Mengembangkan kerjasama dengan institusi pendidikan lain baik PTN. c. ko-kurikuler dan ektrakurikuler yang utuh. Mengembangkan kerjasama dengan perusahaan dan organisasi non pemerintah lingkup regional/lokal. Mengembangkan kerjasama dengan pusat-pusat pengembangan ilmu pengetahuan baik institusi pendidikan maupun institusi penelitian / institusi pengembangan ilmu. b. sedangkan pembinaan dan pengembangan mahasiswa dalam bentuk ektrakurikuler ialah mempermatang keperibadian mahasiswa sesuai dengan potensi yang dimiliki dan untuk melahirkan lulusan sesuai dengan cita-cita serta tujuan pendidikan di UTU. Pengembangan Kemahasiswaan Mahasiswa sebagai salah satu komponen sivitas akademika Universitas Teuku Umar (UTU) yang memiliki karakteristik bersifat heterogen. Mengembangkan kerjasama dengan organisasi non pemerintah lingkup nasional dalam kerangka pengembangan akademik. yang potensial untuk ditingkatkan daya kreativitasnya agar kelak menjadi lulusan yang sesuai dengan tujuan diselenggarakan pendidikan di UTU dan tujuan Pendidikan Nasional. Mengembangkan kerjasama dengan instansi pemerintah propinsi dan kabupaten yang saling menguntungkan. sejalan dengan peranan dan tujuan Universitas Teuku Umar maupun Pendidikan Nasional 11 . Mengembangkan kerjasama dengan pusat pengembangan ilmu pengetahuan setempat. e. d. Mengembangkan kerjasama dengan institusi pendidikan di tingkat regional maupun lokal. PTM. d.

Pada umumnya adalah beragama islam. Terbitnya suasana kehidupan kemahasiswaan yang harmonis dan kondusif bagi pengembangan nilai keilmuan dan ke islaman 3).Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 2. Adapun tujuan utamanya adalah mengantarkan seluruh mahasiswa Universitas Teuku Umar mencapai tingkat kesarjanaan dan sekaligus mempermatang keperibadiannya sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing mahasiswa. H. faktor-faktor yang mendorong dan menghambat pelu dijabarkan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang ruang lingkup dan dampak dari perencana itu. Tujuan Khusus : 1). Terbinanya keperibadian akademik muslim yang cakap dan sadar menjalankan tugas pengabdian 2). Sebagian besar berusia pasca remaja yang tengah mengalami perubahan baik fisik maupun psikis dan sebagian kecil tergolong berusia dewasa Sebagian besar motivasi mahasiswa masuk Universitas Teuku Umar beragam dan sebagian kecil motivasi mereka adalah ingin membina dirinya sesuai dengan ciri khas Perguruan Tinggi yaitu ke -Islaman dan Keilmuan. percaya pada diri sendiri dan berguna bagi masyarakat dan agama b. Berasal dari masyarakat yang latar belakang sosial ekonomi dan budaya yang b. Kondisi Objektif Mahasiswa Pembinaan mahasiswa Universitas Teuku Umar merupakan upaya yang terusmenerus dilakukan yang didasarkan pada objektif mahasiswa itu sendiri. e. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Untuk mencapai tujuan perencanaan. akan melahirkan akademika muslim yang sesuai dengan cita-cita pendidikan Universitas Teuku Umar . beragam Berasal dari daerah yang beragam. cakap. 12 . Dengan demikian. Mahasiswa yang beragama Islam sebagian kecil berlatar belakang dari keluarga dan atau sekolah Muhammadiyah. Kondisi objektif mahasiswa Universitas Teuku Umar yang dijadikan dasar untuk mengadakan pembinaan secara kontinyu adalah : a. Tujuan Umum : Membentuk akademisi muslim yang berakhlak mulia. tetapi terdapat juga sebagian kecil beragama non-islam. d. c. Tujuan Pembinaan a. sebagian dari daerah Jawa Timur dan sebagian lagi berasal dari luar Jawa Timur dan luar Jawa Mempunyai basis keagamaan yang berbeda-beda. Terbina generasi penerus persyerikatan yang sanggup menlanjutkan gerakan amal usaha Muhammadiyah sebagai kader umat dan kader bangsa 3.

Bertemu hanya untuk kuliah tidak akan mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi. Produktifitas dan kualitas yang rendah. d. b.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 1. pada akhirnya ditentukan oleh faktor-faktor yang menjadi pembatas utama seperti jumlah dosen tetap berpendidikan S2 dan S3 dan penampilan serta fasilitas kampusnya. asalkan diberi pengarahan yang baik. kecerdasan yang cukup dan terutama idealisme yang tinggi merupakan faktor-faktor yang dapat mendorong perkembangan perguruan tinggi. serta pembudayaan keilmuan. Jumlah dan mutu tenaga pengajar merupakan salah satu faktor yang paling menentukan bagi UTU yang secara bertahap harus dipenuhi. Mahasiswa perlu didorong berada pada kondisi akademik yang tinggi 2. Jumlah mahasiswa yang begitu besar akan memudahkan UTU untuk memilih dan mengadakan seleksi. Potensi mahasiswa sebenarnya sangat besar dan belum dimanfaatkan secara sepenuhnya. disamping penjajagan bakat dan minat. kecuali itu perlu diperhitungkan pula total mahasiswa. Begitu pula persepsi mereka terhadap belajar di perguruan tinggi yang belum sebagai mana yang diharapkan (perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu dan kebudayaan. Prestasi mahasiwa di perguruan tinggi banya tergantung dari pribadi mahasiswa dan latar belakang keluarganya. Peningkatan kualitas tenaga pengajar secara formal dapat dilakukan dengan studi lanjut S-2 13 . Maka kegairahan masuk perguruan tinggi yang besar juga menjadi salah satu faktor penting bagi pengembangan PTS. Kenyataan menunjukkan bahwa mahasiswa sering lama menyelesaikan studinya karena skripsi belum selesai. Saingan dari lembaga perguruan tinggi lainnya seperti Universitas Terbuka. Produktifitas dapat dinaikkan lalu proses pendidikannya dapat ditingkatkan antara lain menaikkan ratio dosen/mahasiswa menjadi 1J20/25). Seleksi perlu diketetkan dan sejauh mungkin didasarkan pada kreteria yang objektif dan rasional. perlu diimbangi dengan persepsi yang benar. jumlah lulusan yang kecil pada akhirnya akan mempengaruhi jumlah mahasiswa baru. Mahasiswa a. Tenaga Pengajar a. Kualitas pelayanan dapat ditingkatkan dengan menerapkan peningkatan kualitas yang berkelanjutan dengan komitmen seluruh dosen dan karyawan untuk meningkatkan mutu. Umur yang masih muda. melalui bimbingan dan penyuluhan . Selain dari test formal yang diberikan juga penggunaan test psikologis dapat dilakukan. bukan pusat pemberian gelar dan ijasah). tenaga yang masih kuat. Produktifitasnya juga mungkin terhambat karena skripsi. program ekstensi PTN. Jumlah mahasiswa yang dapat diterima dan daya tampung UTU. dan program-program degree yang banyak dan bermunculan maka ditahun-tahun mendatang jelas akan semakin terasa. Oleh karena itu citra perguruan tinggi swasta perlu diperbaiki dengan meningkatkan mutunya. disamping menggalakkan pemasaran lulusannya. Harus diakui bahwa calon mahasiswa yang masuk di perguruan tinggi swasta itu umumnya terdiri dari mereka yang tidak diterima di perguruan tinggi negeri. c.

tetapi kemahiran dalam mengajar dan pengabdian pada masyarakat juga ikut menentukan. maupun guru besar di bidang yang bersangkutan. Hubungan ini bisa diusahakan dengan interaksi individu dengan individu. Mutu staf pengajar sangat berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. sehingga UTU lebih berkualitas baik proses di dalam maupun ekspose ke luar. c. Untuk mengukuhkan diri sebagai tempat pengajar yang berkualits. Dalam kaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. perlu disediakan dalam kadar yang memadai. akan sukar diperoleh staf pengajar yang cukup bergairah untuk menjalankan tugasnya dengan baik. perkuliahan yang berkualitas. dan pengabdian masyarakat. b. Gaji. alat pengangkutan. lembaga dengan lembaga (University to University). Effect dari proses percepatan ini adalah meningkatkan hasil penelitian. yakni jumlah sarjana dari satu disiplin yang minimal diperlukan. karya tulis lain. Kesejahteraan Staf pengajar perlu diperhatikan disamping disiplin kerja. buku. Ini tidak berarti bahwa tindakan penertiban konvensional 14 . d. tidak hanya menambah pengaetahuannya. Tanpa imbalan material dan non material yang memadai. kalau tidak otak menurun kemampuannya dan ini harus dilakukan setiap hari. Akselerasi guru besar. doktor. bagian terbesar dari ilmunya dia dapatkan dari belajar sendiri dan dengan menuntut pendidikan pasca sarjana. Itulah sebabnya mengapa para pejabat di luar ilmu pengetahuan sering kurang cocok untuk menjadi tenaga inti dari satu perguruan tinggi. Tetapi hendaknya jangan dilupakan. Realita menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil dari ilmu pengetahuan yang dia pahami ketika masih dibangku kuliah (30 %). Staf pengajar diupayakan sedemikian rupa supaya mengalami interaksi ilmiah baik intra kampus maupun dengan pihak luar kampus. Artinya dari setiap disiplin diperlukan sekurang-kurangnya 5 sarjana untuk menyelenggarakan diskusi ilmiah intern dan penelitian secara teratur. bahwa keinginan untuk mengembangkan pengetahuan. Seorang sarjana perlu belajar terus.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 maupun S-3. walaupun peranannya di perguruan tinggi juga penting. hubungan yang akrab perlu dibina terus menerus dan berkesinambungan. gairah kerja dan kreatifitas yang cukup menentukan pertumbuhan dan perkembangan masa depan akan tetap terpelihara dan dapat ditingkatkan. UTU perlu memperhatikan persoalan critical mass. termasuk disiplin kerja. atau dengan meningkatkan karya tulis baik penelitian maupun tulisan inovatif/opini. Untuk program magister dan doktor juga diperlukan pemenuhan standar minimal master senior. tetapi juga meninggalkan pengetahuan yang sudah ketinggalan dan tidak relevan. maupun akses pemerintah dengan pemerintah (G to G). pengendalian diri dari nilai sikap dan pembawaan akan lebih mudah terlaksana. perumahan. suasana yang kolegial. meningkatkan kepangkatan kadademiknya sampai guru besar (profesor). otak perlu latihan terus. Jumlah ideal adalah 5 orang. Dengan demikian semangat pengabdian. Mengingat bahwa masyarakat Indonesia masih ditandai oleh orientasi pada komunitas dan tidak pada individu maka dengan adanya komunitas kampus. Seperti otot. Jenis. UTU perlu merencanakan berapa guru besarnya 5 tahun mendatang atau 10 tahun yang akan datang. mutu dan komposisi staf pengajar berkaitan erat dengan jumlah staf pengajar.

Yang menjadi penghambat utama adalah mutu dan skill staf administrasi yang harus segera ditingkatkan. Struktur organisasi semacam ini lebih bersifat kolegial. 4. tetapi juga diperlukan satu lembaga ilmu pengetahuan untuk mendapat idea dan menampung kegiatan yang kreatif demi kemajuan ilmu pengetahuan. kemungkinan aktualisasi diri dan keterbukaan kesempatan mengembangkan karier bagi mereka perlu diperhatikan untuk mempertinggi gairah kerja dan semangat pengabdiannya. namun inti personil administratif ini belum cukup trampil. Selain itu insentif yang memadai. ciri dari satu komunitas ilmiah. tetapi pimpinan UTU di semua eselon harus ditangani oleh orang yang bekerja penuh dan profesional. jaminan sosial. Bentuk organisasi ini penting. mengharuskan staf administratif meningkatkan kemampuannya secara khusus pula. walaupun kemampuan/potensi mereka masih dapat ditingkatkan. 15 . 3. Pada kasus-kasus khusus dimana suatu unit kerja memerlukan tenaga administrasi dalam jangka pendek (setahun) maka diperlukan perencanaan tentang pengadaan tenaga magang mahasiswa ataupun tenaga kontrak yang dapat diberhentikan sesuai waktu kontrak atau diperpanjang sesuai keperluan. hasil kerja tidak diperhatikan. Sebaliknya melihat beban tugas yang bertambah berat.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 seperti penertiban jam kerja dan penentuan beban kerja. Yang ditangani sampai sekarang terutama kegiatan pendidikan. Struktur organisasi yang fungsional yang berkaitan dengan Tri Dharma Pendidikan tinggi yang melibatkan para pengajar dan mahasiswa perlu dimantabkan. Tenaga Administratif Tenaga administratif (tetap) UTU pada saat ini sudah mendekati kebutuhan/bidangbidang yang ditangani. faham betul mengenal pengelolaan perguruan tinggi. 30 Tahun 1990. Kesederhanaan organisasi itu perlu dipertahankan sebagai azas. karena yang dilibatkan disini adalah sarjana dengan berbagai keahlian. pelaksanaan yang terarah dan evaluasi berkala yang mantab. Mekanisme kerja organisasi UTU masih dapat ditingkatkan efektifitasnya dan efisiensinya dengan berpegang pada rencana pengembangan yang jelas. Struktur organisasi ini sangat fleksibel dan mobile. demikian fleksibelitas dan mobilitasnya. hal yang sangat diperlukan bagi satu organisasi yang sedang berkembang. jumlah mahasiswa. mengingat keterkaitan kegiatan yang satu dengan yang lain dan juga sistem dan kelancaran pelayanan yang harus dilakukan perlu kecepatan/ktepatan. tenaga pengajar yang bertambah dan kegiatan yang kian meningkat sukar diharapkan bahwa struktur semacam ini bisa tetap dipertahankan. UTU yang memiliki hubungan erat dengan Persyarikatan Muhammadiyah dengan demikian mempunyai kedudukan yang unik dalam kaitannya dengan gerakan dakwah dan amal ma’ruf nahi munka. Justru harus dipadukan dengan pengembangan masyarakat kampus. Sedangkan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang pengelolaannya memerlukan kemahiran khusus. Organisasi dan Administrasi Struktur organisasi UTU ditahun 1995/1996 mengacu pada PP No.

Pengadaan atau pembangunan prasarana dalam lima sampai 10 tahun ke depan harus benar-benar dihitung prioritasnya karena beban pemeliharaan juga amat besar. Namun keadaan ini tentu perlu terus menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi lainnya. mutu sarana dan prasarana. organisasi-organisasi lokal. disamping sumber dana yang berasal dari mahasiswa. dan lain-lain. Disamping itu pengelolaan dan terutama pemeliharanaannya sering merupakan titik lemah dari perguruan-perguruan tinggi. ekonomi. Dana Kelangsungan gejala kegiatan manusia atau badan hukum sering ditentukan oleh tersedianya dana yang memadai. perpustakaan kampus III (pusat) relatif memadai untuk jumlah buku. dan magister agama) padahal saat ini sudah ada 6 program studi (ditambah magister agribisnis. Mengingat semakin padatnya kegiatan dan bertambahnya jenis kegiatan seperti penelitian dan pengabdian pada masyarakat maka pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana perlu mendapat perhatian yang serius. 8. malahan meningkat. Pemeliharaan sarana dan prasarna saat ini menjadi faktor penting dalam pengeluaran UTU karena jumlahnya yang demikian banyak.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 5. sosial budaya akan sangat mempengaruhi perkembangan UTU masa-masa mendatang. magister sosiologi pedesaan. Sarana dan Prasarana Dalam hal ini yang menjadi faktor penghambat adalah jumlah. teknologi/akses. Perlu ditekankan kepada setiap unit untuk menjaga sarana prasarana yang sudah ada. regional dan internasional. masyarakat. magister kebijakan / pengembangan pendidikan. maupun ragam ilmu. UTU perlu meningkatkan sumberdana di luar sumberdana mahasiswa dengan menjual kemampuan UTU ke luar seperti konsultan. Faktor-faktor ini dapat menjadi penghambat atau pendorong. jasa UTU Dome. Perpustakaan Perpustakaan adalah sumber informasi ilmu pengetahuan. perusahaan-perusahaan. jasa penelitian. jasa hotel. Namun dalam hal dana ini UTU telah membuktikan kemampuannya dalam pengelolaan maupun dalam pengusahaannya. UTU pun mampu menggali sumber dana lain. Bahkan akan berusaha bersikap dan tanggap terhadap keadaan serta perubahan di sekelilingnya. 6. efektivitas dan efisiensi penggunaannya untuk mencapai hasil optimal dari kegiatan sangat menentukan. Kecuali jumlahnya. Dana biasanya merupakan faktor penghambat utama. jenis. Khusus untuk perpustakaan pascasarjana diperlukan pembenahan yang mendesak karena setting perpustakaan dibuat berdasarkan keadaan tiga program studi (magister manajemen. dan magister hukum). hubungan dengan pengusaha. Lain-lain Faktor-faktor lain yang mungkin dapat dimasukkan di sini adalah yang berada di luar kekuasaan UTU untuk mengendalikannya seperti pemerintah. karena UTU memang tidak dapat dan tidak akan melepaskan diri dari lingkungan. nasional. 7. sehingga eksistensinya tetap terjaga. 16 . Sekarang ini. Selain itu juga situasi politik.

5. belum terdapat. 5. 4. masukan proses dan keluaran dan tidak hanya memperhitungkan hasil akhir. S-3. 4. maka strategi perencanaan UTU akan mempehatikan hal-hal sebagai berikut: 1. S1. 3. UTU dalam menyusun strategi pengembangannya dengan memperhitungkan potensi yang ada dan tingkat perkembangan yang telah dicapai. Faktor ketidakpastian yang selalu melekat pada setiap perkembangan dan karena itu memerlukan strategi yang luwes dan evaluasi yang teratur. Dengan menggunakan pendekatan konsolidatif. Mengutamakan mahasiswa yang berprestasi untuk dibantu lebih lanjut dalam mengembangkan dirinya. Proses perkembangan itu sendiri harus dilaksanakan pada semua tingkat.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 I. artinya masalah akan diselesaikan kasus demi kasus secara pragmatis. Meningkatkan kesatuan/kegiatan yang telah ada dan meletakkan dasar dari hal yang 2. strategi perencanaan UTU akan memanfaatkan cara ini sebagai pelengkap. 17 . Meningkatkan mutu pendidikan diploma. manusia. Mengutamakan peningkatan kualitas tenaga pengajar dan karyawan agar dapat memberikan kualitas pelayanan pendidikan yang prima. Disamping itu ditempuh pula pendekatan pemecahan masalah dan pendekatan perkembangan Dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah. Tantangan dan masalah lingkungan di luar UTU dan memperhitungkan pula 2. Tujuan perencanaan dengan berusaha mengurangi pengaruh faktor penghambat dan memperbesar pengaruh faktor pendorong. kelompok maupun lembaga. Dengan berdasarkan ini universitas menginginkan perkembangan yang gradual yang akan menuju pada perkembangan yang cepat dan pertumbuhan mandiri (self perpetuating growth). Strategi Perencanaan Penyusunan strategi perencanaan UTU berpegang pada Kebijaksanaan Dasar Pendidikan Tinggi yang berisi pokok-pokok pengelolaan pendidikan/perguruan tinggi yang menyangkut dasar. Kecenderungan perkembangan itu untuk menjurus ke arah differensiasi/keanekaragaman yang perlu diimbangi dengan usaha integrasi dan konsolidasi. Selanjutnya dengan pendekatan perkembangan tersebut di atas. tanpa mengorbankan keterarahannya. arah dan langkah perkembanganya. S-2. Berdasarkan semua hal di atas UTU merencanakan perbaikan mutu secara berkelanjutan selama lima tahun dan menentukan prioritas bagi tahap pertama sebagai berikut : 1. Orientasi pada pengelolaan secara menyeluruh. kecenderungan (trend) dan arah perkembangan masa depan. yang perlu diawali dengan meletakkan dasar dan terus dikembangkan menjadi kesatuan/kegiatan yang serba lengkap. Mengutamakan penambahan jumlah dan jenis tenaga pengajar dengan mutu dan komposisinya untuk diperhatikan dan terus menerus dikembangkan. plus penelitian dan pengabdian pada masyarakat sebagai pendukungnya. 3.

8. 9. serta merintis kerjasama dengan lembaga-lembaga lain (negeri/swasta) yang dipandang mampu mendukung pengembangan masa mendatang baik dalam maupun luar negeri. Mengutamakan pengembangan kerjasama dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah /Perguruan Tinggi Islam Negeri maupun Swasta sewilayah Kopertis VII. tanpa terlalu memberatkan mahasiswa dan keluarganya. 11. 17. 16. jenis dan mutu staf pengelola. Merintis bentuk pengajaran yang dapat menunjang kemampuan mengembangkan diri sencara mandiri.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 6. Mengutamakan mata ajaran yang dapat menunjang berkembangnya profesionalisme dan mengembangkan mata ajaran yang teoritis scintific secara bertahap. J. Merintis pengembangan kehidupan kampus dengan mengutamakan kegiatan yang ada kaitannya dengan bidang-bidang studi seperti ceramah ilmiah. Mendorong mahasiswa melakukan penelitian selain skripsi (tugas akhir) untuk menciptakan lulusan yang lebih berkualitas. 18 . 19. 12. Menyeimbangkan keikutsertaan mahasiswa dalam penelitian dengan penelitian yang dikerjakan oleh staf pengajar. Menerapkan proses pembimbingan yang mendorong peningkatan kualitas dan memperlancar kelulusan. 13. Mengutamakan pembangunan dan perluasan gedung bagi kegiatan pokok pendidikan dan pengajaran. 7. Mengutamakan peningkatan mutu perpustakaan dan laboratorium. Mengutamakan pengadaan dana yang tidak mengikat dan ketertiban pengelolaan. 10. 15. 14. Mempersiapkan/merintis pengembangan program-program studi ilmu-ilmu keras (hard science). 18. Menyeimbangkan dimensi pendidikan dan penelitian terapan yang menunjang usaha pembangunan dengan penelitian yang memiliki dimensi teoritik atau penelitian dasar. Mengutamakan peningkatan kualitas proses belajar mengajar. Mengutamakan peningkatan efektivitas dan efisiensi pengelolaan dan pengembangans ecara gradual jumlah. Menyeimbangkan usaha pengabdian pada masyarakat yang dilakukan mahasiswa dalam rangka kerjasama dengan instansi pemerintah dan badan hukum swasta yang melayani kepentingan umum dan usaha pengabdian yang dilakukan dan ditangani sendiri. Lingkup Perencanaan Perencanaan Induk Pengembangan ini disusun untuk jangka waktu 5 tahun (2005-2010) dengan dasar keberhasilan dan kelemahan yang sudah dialami pada tahun 2000-2004). baik untuk program D3 dan spesialisasi 1 maupun S1 dan S2 serta peningkatan mutu dan status untuk program-program studi yang sudah ada. 20.

Belum tersedianya mata pelajaran pilihan yang luas. Masalah Pendidikan Masalah pendidikan meliputi aspek kurikulum pada umumnya.101 1. Sistem evaluasi dan bimbingan studi belum dilaksanakan sesuai dengan pedoman yang telah ada. 2). Kurikulum : 1). keadaan mahasiswa dan dosen pada khususnya.980 3.000 17. Penerapan kurikulum yang menekankan pada profesionalisme masih kurang mantap. 3). 4).Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 III. isi dan metodenya. 5). 148. Belum sempurnanya penyusunan tujuan pengajaran (tujuan instrusional umum dan tujuan instrusional khusus) yang jelas dan terinci. Sarjana Strata Satu (S-1) dan Pascasarjana (S-2) dengan sistim kredit semester (sks) yang beban kredit masing-masing sebesar 110. Belum mantapnya pelaksanaan kuliah kerja lapangan yang disebabkan oleh : 19 . dan 40 SKS.166  Keadaan dosen tahun 2005/2006 (Dosen Tetap) : Doktor Magister Sarjana : : : 18 2. 7). Penyelanggaraan bidang studi belum terlaksana sempurna sesuai dengan silabi.200 3. Keadaan Mahasiswa dan dosen untuk tahun 2005/2006 adalah sebagai berikut :  Keadaan mahasiswa tahun 2005/2006 : Jumlah Calon Mahasiswa Jumlah mahasiswa yang diterima Jumlah mahasiswa terdaftar Jumlah lulusan Jumlah mahasiswa tidak aktif : : : : : 4. RENCANA PENGEMBANGAN AKADEMIK A. Belum terpenuhinya sarana pengajaran yang ideal baik berupa kepustakaan maupun laboratorium jurusan. Sistim Pendidikan U niversitas Teuku Umar melaksanakan tiga jenjang program pendidikan yaitu Diploma tiga (D3). serta aspek kendali mutu akademik. 6). Bidang Pendidikan 1. a.

dan Asisten Ahli sebanyak ….Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 a).%. Namun yang menjadi persoalan adalah penyebaran jumlah mahasiswa dan dosen yang tidak merata diantara jurusan yang ada.%. Untuk jenis ini diperlukan dosen-dosen yang tidak saja memiliki keahlian dalam bidang studi jurusan yang ada akan tetapi juga bidang-bidang studi lain untuk mengembangkan mata pelajaran lain seperti mata kuliah dasar umum. social budaya dan sebagainya. tampak perkembangan rasio dosen : mahasiswa. Jumlah dosen pembimbing yang terbatas. Jumlah Dosen Tetap : Dalam kaitannya dengan jumlah mahasiswa. c. peningkatan mutu dan peningkatan produktivitas. Kenaikan jumlah dosen tetap terhambat oleh keterbatasan dana rutin yang tersedia. Masalah lain ialah hal-hal yang menyangkut insentif (material maupun non material) dan jenis. komposisi kepangkatan dan pendidikan dosen. Keadaan Dosen Masalah yang dihadapi sehubungan dengan keadaan dosen adalah jumlah dosen tetap. Sedangkan yang belum memiliki jabatan akademik mencapai …%. Masalahnya utama adalah bagaimana para dosen dapat melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. c). Komposisi pendidikan dosen : Ditinjau dari komposisi dosen terlihat bahwa pada saat ini sebagian besar dosen UTU sebagian besar telah menyelesaikan strata S-2.%. 1). sedangkan yang sudah berjenjang S-3 baru mencapai sekitar 5. b. tahun 2005/2006 antara 1 : 30. kerja lapang. Sebagian besar dari mereka adalah dosen yang baru direkrut oleh Universitas. Kurangnya pengarahan dan bimbingan.%. sedangkan yang berpangkat Guru Besar baru mencapai …. Karena itu masalah yang timbul yaitu bagaimana meningkatkan rasio dosen mahasiswa sehingga menunjang daya tampung. yaitu mencapai …. Peningkatan mutu dosen melalui program-program pendidikan formal dan informal sering terhambat karena disamping terbatasnya dana ataupun sponsor. Terbatasnya kesempatan para mahasiswa untuk mengadakan kuliah b). Keadaan Mahasiswa 20 .24 %. Komposisi Kepangkatan Dosen : Berdasarkan data yang ada di Biro Administrasi Umum diketahui bahwa sebagian besar Dosen UTU memiliki pangkat Lektor. Lektor Kepala sebanyak …. sehingga jabatan akademik dapat meningkat secara berkesenimbanguan dan tepat waktu 3). 2). Hal itu disebabkan oleh kenaikan jumlah mahasiswa yang belum terimbangi dengan laju perkembangan jumlah dosen. Yang masih berjenjang pendidikan S-1 mencapai sekitar 16 %. juga kesiapan dosen yang belum memadai.

Membuka program S-2 (Pasca Sarjana) baru. b). program Pascasarjana dengan 6 program studi serta D-3 Keperawatan. sehingga pertambahan selama 5 tahun berjumlah 225 orang. Sasaran : a). Pada tahun 2010 jumlah dosen bertambah meningkat menjadi 1000 orang. Jumlah dosen tersebut disediakan untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada UTU yang mempunyai 10 Fakultas dengan 31 Jurusan/program studi. Tujuan pengembangan : a). Jangka Pendek (5 Tahun) : Semua jurusan program studi yang ada diharapkan cukup relevan dengan kebutuhan mahasiswa/masyarakat dan tuntutan kebutuhan tenaga kerja.  Program S-1. Sebagai realisasi dari tujuan tersebut diatas pada tahun akademik 2005/2006 ini akan diusulkan 3 program studi baru. Peningkatan program studi lebih disempurnakan dan dititik beratkan kepada kebutuhan masyarakat akan tenaga sarjana. Program Studi Ilmu Sosial dan Politik. maka sejak tahun 2003 yang lalu telah diambil kebijakan bahwa jumlah mahasiswa yang diterima setiap tahunnya adalah tetap. Program Studi Ilmu Farmasi dan S-1 Keperawatan 2). Sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan mutu lulusan. dan Program S-3 Ilmu Sosial dan Politik. Rasio dosen dengan mahasiswa dalam jangka pendek diharapkan bias menunjukkan angka perbandingan antara 1 : 20 sampai dengan 1 : 25.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 Keadaan mahasiswa tidak saja dilihat dari segi jumlahnya akan tetapi juga latar belakang yang mempengaruhi perkembangannya. yaitu :  Program S-3. Jangka Panjang (10 tahun) : Merupakan kelanjutan dari sasaran jangka pendek. Pengembangan jurusan dan strata 1). serta pembangunan. b). Menambah jurusan atau program studi sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang berorientasi pada lapangan kerja yang tersedia khususnya program studi ilmu-ilmu keras dan spesialis. 3. Memantapkan jurusan atau program studi sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang berorientasi pada lapangan kerja yang tersedia. Namun demikian yang menjadi masalah ialah bagaimana meningkatkan prosentase (jumlah) lulusan per semester dengan memperhitungkan keseimbangan jumlah mahasiswa yang terdaftar dengan jumlah mahasiswa yang lulus dengan tanpa mengorbankan mutunya. b. Pengembangan Kurikulum 21 . Pengembangan Pendidikan a. c).

Terlaksananya system evaluasi dan bimbingan studi dengan pedoman yang telah ditetapkan. Meningkatkan jumlah dan mutu tenaga edukatif secara keseluruhan b). 2). Meningkatkan jumlah tenaga dosen yang berpangkat tinggi (Pascasarjana dan Doktor). b). kenaikan pangkat dosen dan memberi kesempatan tugas belajar pada 22 .Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 1).5 – 5. Pengembangan Mahasiswa 1). Tersedianya sarana penunjang untuk melaksanakan metode pengajaran sesuai dengan kurikulum. S-2 dan S-3. Sasaran : a). Tersusunnya Tujuan Instruksional Umum/Tujuan Instruksional Khusus.5 tahun dan terus diusahakan makin mendekati ketepatan waktunya (4 – 5 tahun). Sasaran : Pada lima kedepan diproyeksikan jumlah mahasiswa yang diterima stabil. d. Terwujudnya sistem seleksi penerimaan calon mahasiswa sesuai dengan bidang studi/jurusan yang ada. c. b). Terwujudnya keseimbangan komposisi komponen-komponen dalam kurikulum. Tujuan Pengembangan : Memantapkan dan mengembangkan materi. Meningkatkan jumlah dan kualitas calon mahasiswa yang diterima. Dengan jumlah yang diterima. 2). Pengembangan Tenaga Edukatif 1). d). Sasaran : a). e). serta stabilnya untuk tiap program dan strata yang lebih mantap. maka akan mempermudah penyusunan perencanaan dan upaya untuk meningkatkan mutu akademik. Tujuan Pengembangan : a). Rata-rata lama studi 4. Terlaksananya model-model pendekatan intern dan antar disiplin ilmu secara luwes dan luas tanpa mengurangi disiplin yang diambil/digarap dalam jurusan maupun program studi. Meningkatkan produktivitas pendidikan. f). struktur organisasi dan strategi kurikulum program D-3. 2). S-1. c). Tujuan Pengembangan : a). Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan mutu lulusan. Meningkatkan jumlah tenaga dosen yang berpangkat tinggi (Lektor – Guru Besar) c). Dalam jangka pendek diharapkan ada peningkatan penerimaan dosen.

Program : 1). Lektor dan Asisten Ahli = 1 : 4 : 4 : 4 b). Lektor Kepala. 2). B. Adapun dasar pemikiran pembinaan dan pengembangan penelitian sesuai dengan garis-garis yang telah ditentukan dalam Bab Dasar Perencanaan adalah : a. 3). Sarana Pengembangan penelitian memerlukan sarana yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan serta tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan/teknologi dan social ke agamaan. c. 2. Pembinaan Penelitian Penelitian yang dihasilkan selama ini dilakukan atas usaha UTU sendiri dan melalui kerja sama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Departemen Agama serta lembaga lain. Kelompok-kelompok peneliti tersebut pembinaan maupun pengembangannya dilakukan lewat wadah Pusat Penelitian. penelitian yang diselenggarakan di UTU senantiasa melibatkan para mahasiswa. Kecuali dilakukan oleh para staf pengajar. Tenaga Penelitian merupakan kegiatan yang mutlak harus ada di dalam usaha pengembangan ilmu. Bidang Penelitian 1. teknologi dan bidang social keagamaan. Pengembangan staf inti (kelompok pengajar) sesuai dengan jurusan/program studi yang ada atau jenis disiplin yang dikembangkan. Perkembangan ilmu. b. Pembinaan secara institusional dilakukan melalui tim atau kelompok-kelompok peneliti yang tenaganya juga merupakan kelompok dari jurusan yang ada. maka melalui kegiatan penelitian UTU akan terus melakukan usaha-usaha untuk memberikan jawaban dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan dan pemecahan masalah tersebut. Masalah yang dihadapi didalam pembinaan penelitian 23 . teknologi dan sosial keagamaan membawa dampak dan perubahan terhadap kehidupan manusia. Maka UTU melalui kegiatan penelitian akan terus mengikuti timbulnya dampak dan perubahan tersebut.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 dosen. Karena penelitian merupakan bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. maka sudah menjadi keharusan bagi UTU untuk melaksanakannya terutama dalam rangka mewujudkan masyarakat ilmiah. teknologi dan social keagamaan terus meningkat. Hal ini membawa konsekuensi bagi UTU untuk menyediakan dan membina tenaga-tenaga peneliti yang berbobot sesuai dengan bidangnya. Diharapkan dalam jangka panjang UTU mempunyai perbandingan tenaga edukatif berpangkat Guru Besar. Karena kebutuhan masyarakat terhadap pengembangan ilmu.

2). Program : 1). Masalah yang dihadapi Sehubungan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan garisgaris yang ditentukan dalam Bab Dasar Perencanaan. C. Ragam dan jumlah kegiatan pengabdian serta kualitasnya belum memadai. Sampai saat ini telah dilaksanakan kegiatan penyuluhan bakti sosial. Masalah tersebut adalah : a. Madiun dll. Bidang Pengabdian Pada Masyarakat 1. Sarana : Penyediaan sarana penunjang yang memadai untuk kegiatan penelitian seperti laboratorium. Pembinaan Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat Pembinaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah mendapat dukungan dan bantuan dari instansi pemerintah dan lembaga-lembaga non pemerintah. 2. b. Disamping itu juga terus dilakukan usaha untuk meningkatkan kecakapan dan ketrampilan mereka sebagai pelaksana penelitia. 3. Disamping itu juga karena masih banyak staf akademik yang belum memiliki penelitian paying. dan KKN terutama yang berhubungan dengan kegiatan pembangunan di beberapa daerah di Malang. ada beberapa hal yang menjadi masalah dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 Masalah yang dihadapi UTU didalam pembinaan penelitian ada beberapa factor antara lain adalah masih terbatasnya dana penelitian yang mampu disediakan oleh pihak Universitas Teuku Umar. Pemegang Kebijaksanaan : Keterlibatan pimpinan UTU / Pusat Penelitian dan Ketua-ketua Jurusan dalam merumuskan kebijaksanaan tanpa mengurani kemungkinan serta sifat kemandirian penelitian atau kebebasan akademik. Blitar. Dalam hal ini juga membawa pengaruh terhadap minat terhadap kegiatan tersebut. alat-alat peraga dan fasilitas transportasi. c. 24 . pengajar dan para mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan penelitian. Konsep Pengembangan Penelitian a. Pengembangan : Penelitian juga diarahkan kepada pengembangan jurusan-jurusan / program studi yang ada atau yang sedang dipersiapkan. Tenaga : Lebih banyak mendorong dan memberikan kesempatan kepada para peneliti.

2). Kegiatan pembinaan kemahasiswaan yang dilakukan meliputi : a. Belum ada keseimbangan antara kegiatan yang telah dilaksanakan dengan kegiatan yang akan diadakan. c. Perangkat evaluasi belum memadai dan evaluasi belum dilakukan secara teratur. Pembinaan sikap dan kegiatan mahasiswa. kemasyarakatan dan keagamaan maupun dalam berbagai bidang studi yang berkembang dewasa ini. d. panel. 3. riset dan sebagainya yang bertemakan masalah-masalah sosial. Pembinaan Kemahasiswaan Kegiatan pembinaan kemahasiswaan UTU dilakukan berdasarkan pedoman dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi dan PP Muhammadiyah Majelis Pendidikan Tinggi. D. 1). Pengembangan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan generasi muda pada 25 . Pembinaan sikap mental dan orientasi mahasiswa. e. Tenaga tetap yang mengelola kegiatan pengabdian kepada masyarakat belum memadai walaupun kegiatannya sudah terlembagakan (KKN). Kurangnya sarana penunjang untuk melakukan kegiatan yang makin hari memerlukan sarana yang memadai. Efektivitas dan efisiensi kegiatan masih kurang g. diharapkan dapat mendukung kegiatan yang ada dengan lebih efektif dan efisien. f. Bidang Kemahasiswaan 1. Konsep Pengembangan Pengembangan pengabdian kepada masyarakat yang dikoordinasi melalui Pusat Pengabdian Pada Masyarakat. yaitu dengan jalan menyelenggarakan seminar-seminar ilmiah.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 b. Fasilitas transportasi atau media lain seperti film dan semacamnya yang bersifat kultural edukatif. Disamping itu penalaran mahasiswa dikembangkan guna membentuk sikap dan orientasi ilmiah. berkesinambungan dan evaluasinya dapat dilaksanakan secara teratur. khususnya yang dibidang yang berhubungan dengan disiplin ilmunya. dan terkoordinasi pada Pusat Pengabdian Masyarakat. Pengabdian yang paling esensial yang seharusnya dilakukan oleh suatu perguruan tinggi yaitu sumbangan dan pengabdian ilmu yang dikembangkan dilembaga tersebut belum dapat dilakukan secara baik. serta insan cendekiawan yang mantap dikelak kemudian hari. Pembinaan kemahasiswaan itu juga untuk mempersiapkan sikap dan perilaku profesionalisme yang ditekuni para mahasiswa. Pembinaan aspek sosio budaya ketrampilan mahasiswa. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa akan memiliki daya tanggap dan kepekaan serta orientasi yang cukup tinggi terhadap masalah-masalah keilmuan. diskusi. keagamaan maupun masalah bidang studi baik yang dihadapi pada dewasa ini maupun yang akan datang. Sarana penunjang yang memadai sangat diperlukan untuk kegiatan ini misalnya alat-alat peraga.

Kesemuanya itu disalurkan melalui lembagalembaga yang ada. regional maupun internasional. Akhirnya kegiatan tersebut akan menciptakan cakrawala pemikiran dan pandangan yang cukup luas bagi para mahasiswa. pameran karya ilmiah. Disamping itu mahasiswa UTU dapat mengkomunikasikan. 3). Masalah yang Dihadapi Sehubungan dengan upaya pembinaan kemahasiswa UTU dalam kurun waktu lima tahun mendatang adalah mewujudkan semua tuntunan dengan kebutuhan di atas secara kuantitatif maupun kualitatif. 4). Hal itu dimaksudkan agar kegiatan UTU lebih mendapatkan pengakuan dimata masyarakat. Mengefektifkan pembinaan sarana penunjang kegiatan kesejahteraan dan pelayanan mahasiswa. Demikian pula kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial seperti bakti social. b. nasional. berupa pengembangan kegiatan karya inovatif produktif. Pengembangan kegiatan yang bersifat keagamaan / kerohanian seperti Ramadhan di kampus. resimen mahasiswa. menampilkan dan menerapkan ilmu pengetahuan yang meraka peroleh selama dibangku kuliah dalam kehidupan sehari-hari. pameran alat-alat peraga. Meningkatkan pelayanan kebutuhan pengembangan pribadi mahasiswa yang telah ditempuh lewat bimbingan dan konseling bagi mahasiswa. kesenian dan sebagainya. Meningkatkan pelayanan kebutuhan dasar mahasiswa yang meliputi koperasi mahasiswa. Hal ini merupakan wahana yang paling tepat untuk menampilkan dan menunjukkan kreatifitas serta ketrampilan mereka dibidang seni dan budaya kepada dunia luar. Namun secara bertahap dan terencana. Kegiatan-kegiatan mahasiswa diluar perkuliahan dan praktikum mutlak memerlukan dukungan. pembinaan dan bimbingan. serta mampu mengidentifikasi lingkungan sosial budaya masing-masing. olah raga. 3). poliklinik mahasiswa. baik pada peringkat lokal. atau pada ruang lingkup internasional. seperti Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT). dan unit-unit aktivitas lainnya. 1). himpunan mahasiswa pecinta alam. Seperti misalnya mengikutsertakan para mahasiswa dalam program pertukaran pemuda dan mahasiswa ASEAN. 2). sehingga kegiatan-kegiatan tersebut mampu memberi arti bagi upaya pembinaan mahasiswa secara keseluruhan. 26 . Dengan demikian para mahasiswa akan lebih banyak mengenal lingkungan sosial budaya diluar dirinya dan kemudian membandingkan dengan lingkungan sosial dalam dirinya. pengembangan prestasi dalam kegiatan olah raga dan seni budaya baik pada peringkat lokal maupunnasional. UTU akan berusaha semaksimal mungkin terpenuhinya kebutuhan yang bersifat pokok.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 umumnya amat diperlukan. Pembinaan Kesejahteraan Mahasiswa. Senat Mahasiswa (SEMA). kemah kerja. Pembinaan kegiatan penunjang. 2. Darul Arkom dan sebagainya. pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi dan sebagainya. Pembinaan kelembagaan kreatifitas mahasiswa.

Unsur Pimpinan : Rektor dan Pembantu Rektor. e. yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. c. berjiwa penuh pengabdian serta memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan bangsa dan negara”. berbudi pekerti luhur. Secara lebih konkrit. kebijaksanaan dasar pengembangan Pendidikan dan Tri Dharma Perguruan Tinggi. memiliki karakter yang bias dipertanggung jawabkan dan mampu mengembangkan sumber-sumber ilmu pengetahuan dan teknologi serta penuh pengabdian kepada nusa dan bangsa. d. Konsep Pengembangan Pembinaan kemahasiswaan merupakan salah satu factor pengembangan bidang pendidikan di Indonesia. Bidang Kerumahtanggaan 1. Organisasi Sesuai dengan PP No. Hal ini secara jelas dikemukakan dalam GBHN bahwa pembangunan dibidang pendidikan didasarkan atas falsafah negara Pancasila dan diarahkan untuk “meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Diperkirakan masalah yang akan dihadapi dalam jangka waktu lima tahun mendatang adalah adanya ketidak seimbangan antara peningkatan jumlah mahasiswa dan penyediaan sarana pembinaan. Statuta Universitas dan Qoidah Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Unsur Pelaksana Akademik : Fakultas. ahli dalam bidangnya. Satu pihak jumlah mahasiswa meningkat dengan cpat setiap tahunnya. Unsur Penunjang : Unit Pelaksana Teknis. Sedangkan tujuan pembinaan kemahasiswaan pada umumnya tidak akan terlepas dari kebijaksanaan dasar pengembangan Pendidikan Tinggi.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 yaitu yang secara langsung menunjang kualitas atau mutu lulusannya. E. yang telah menetapkan arah pembinaan sebagai berikut : “Mendidik mahasiswa agar mampu meningkatkan daya penalaran. Sejalan dengan kebijakan pendidikan yang tercantum dalam GBHN itu. Sedangkan di pihak lain penyediaan sarana pembinaan belum mampu mengimbangi laju peningkatan jumlah mahasiswa. b. 27 . menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Senat Universitas. kreatif. ber tujuan membentuk manusia susila yang cakap. Lembaga Penelitian dan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat. maka idealnya organisasi UTU terdiri atas : a. negara dan agama. 30 tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi. trampil. Disamping itu masalah yang cukup mendesak saat ini adalah keterbatasan sarana dan dana serta masih kurangnya tenaga pembina. 3. cerdas dan trampil serta sehat jasmani dan rohani. Unsur Pelaksana Administrasi : Biro. maka usaha pembinaan mahasiswa UTU ditujukan kepada pemantapan dan pematangan denerasi muda dan mahasiswa dalam kehidupan masa mendatang yang lebih rasional.

Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 Menyadari bahwa keberhasilan peningkatan status dan pengembangan UTU. c. Senat Universitas. 30 tahun 1990 dan Qoidah Perguruan Tinggi Muhammadiyah. dan rencana pengembangan selanjutnya. Pelayanan Lebih konkrit meliputi aspek-aspek : 28 . II. Unsur Pimpinan : Rektor dan Pembantu Rektor ( I. maka pengaturan struktur organisasi UTU secara bertahap akan mengikuti dan menyesuaikan serta berpedoman pada PP No. Biro Administrasi Akademik (BAA). Laboratorium / Studio. dan Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat. b. 2. Unsur Pelaksana Akademik : Fakultas. dan III). g. e. 3. Walaupun sebenarnya UTU sebagai lembaga pendidikan tinggi swasta mempunyai keluwesan mengatur dan menyusun bentuk organisasinya. Berpedoman pada PP. b. Masih terbatasnya fasilitas dan dana untuk menunjang pelaksanaan kegiatan kerumahtanggaan UTU. 30 tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi dan Qoidah Perguruan Tinggi Muhammadiyah sampai dengan tahun 2005/2006. Biro Administrasi Kemahasiswaan (Biro MAWA). mengikuti dan sesuai dengan PP No. Instalasi. f. Belum ada / belum terpenuhinya tenaga administrasi yang memadai. perlu ditunjang oleh suatu organisasi yang mantap dan baik. c. Struktur Organisasi UTU yang ada saat ini memerlukan penataan kembali secara cermat dan terperinci. Masalah Masalah kerumahtanggaan UTU yang dihadapi saat ini dan yang memerlukan prioritas penyelesaian lebih dahulu antara lain : a. baik dari segi kualitas maupun kuantitas. namun mengingat bahwa pendidikan tinggi yang dikelola swasta merupakan bagian dari program nasional. maka dirasa perlu mengadakan perubahan struktur organisasi yang ada. ialah sebagai berikut : a. Unsur Penunjang : Unit Pelaksana Teknis. Unsur Pelaksana Administrasi : Biro Administrasi Umum (BAU). Pengelolaan (management) b. dan Biro Administrasi Keuangan (BAK). 30 tahun 1990 dan Qoidah Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Konsep Pengembangan Titik berat konsep pengembangan bidang kerumahtanggaan UTU meliputi bidang : a. Administrasi c. Pusat Penelitian. No. d.

c. 29 . Walaupun demikian peogram-program yang sedang dilaksanakan saat ini akan tetap berpedoman pada PP. Rencana Pengembangan D engan berpedoman kepada penggarisan kebijaksanaan dasar sebagaimana telah diuraikan pada Bab I. serta ketentuan-ketentuan atau kebijaksanaan-kebijaksanaan yang telah diterapkan. Peningkatan kemampuan administrasi pelayanan pendidikan/akademik. b. Pembinaan administrasi umum dan administrasi keuangan (sebagaimana ketentuan yang ditetapkan oleh PP Muhammadiyah Majlis Dikti). 30 tahun 1990 dan Qoidah Perguruan Tinggi Muhammadiyah. b. Mengembangkan pendidikan yang orientasi utamanya diletakkan kepada kebutuhan pembangunan masa kini dan masa yang akan datang. RANGKUMAN AKADEMIK A. Berdasarkan sifat dan karakteristik pokok-pokok tersebut maka tujuan dasar dari UTU adalah membentuk “Manusia Indonesia seutuhnya melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi”. Untuk melaksanakan misi dan peranan itu. Dengan demikian. UTU sebagai lembaga pendidikan tinggi akan mengutamakan pengembangan pendidikan profesi dalam berbagai bidang studi dengan tujuan pokoknya menghasilkan tenaga ahli dan sarjana terdidik yng terampil pada masing-masing program studi yang dipilihnya tanpa menagbaikan cita-cita utamanya sebagai manusia Indonesia yang bertanggung jawab kepada pembangunan negara dan bangsanya. IV. kreativitas dan produktivitas kerja. UTU berketetapan untuk mengembangkan lembaga pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan manusia-manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan yang setia kepada Pancasila dan UUD 1945 sert ikut bertanggung jawab kepada pencapaian cita-cita dan tujuan Pembangunan Nasional melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. No. Dengan demikian program-program lain yang juga menunjang pengembangan bidang kerumahtanggaan UTU. Dengan demikian perencanaan dan pengembangan pada masa mendatang akan menuju ke arah efisiensi. Pembinaan administrasi personalia.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 a. secara periodik dan rutin perlu dilakukan guna menambah pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan bidang tugas masing-masing. akan tetap berorientasi pada ketiga hal di atas. Melakukan penelitian dan menghasilkan pengetahuan baru yang bermanfaat tidak saja bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi juga untuk kepentingan pembangunan. maka UTU menetapkan langkah-langkah pokok yang akan digunakan sebagai ciri dasar dari pendidikan yang akan dikembangkan: a.

Dalam menyusun konsep kegiatan yang akan dikembangkan oleh UTU. Tindakan ini penting untuk tetap diperhatikan agar perkembangan yang sedang berlangusng dapat tetap dikendalikan dan diarahkan kepada tujuan perencanaan yang telah digariskan. kerjasama diantara perguruan tinggi negeri maupun swasta seyogyanya diupayakan secara maksimal. maka di dalam mengembangkan serta melaksanakan misi dan peranannya.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 c. Bidang Pendidikan a. Berperan serta di dalam kegiatan pembangunan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. baik yang berada di sekitar Jawa Timur maupun yang berada di Indonesia. Peningkatan Sarana dan Prasarana melalui: 1). Ini berarti semua unsur yang berkaitan dengan masukan (input). Karena itu diperlukan ancangan (approach) yang lebih berorientasi kepada pengelolaan secara menyeluruh dan tidak hanya memperhitungkan hasil akhir saja. Kebijakan Dasar Pengembangan Pendidikan Tinggi pada pokoknya telah menggariskan bahwa arah pendidikan tinggi di Indonesia ditujukan untuk mengembangkan sistem pendidikan yang tunggal. 2). Satu yang perlu diperhatikan dalam masalah ini adalah bahwa proses perkembangan kearah bentuk yang kian komplek. sehingga perlu diimbangi dengan usaha integrasi dankonsolidasi. proses (throughtput). Hubungan kerjasama ini pada dasarnya akan dikembangkan serta diarahkan kepada usaha untuk mencapai sistem pendidikan tinggi yang tunggal. Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat. Membangun teaching hospital yang diharapkan akan selesai pada Tahun 2007. Sedangkan strategi pengembangan menuju ke arah itu semestinya disusun dengan memperhatikan pelaksanaan dan perkembangan pendidikan dari lembaga-lembaga perguruan tinggi yang ada. 1. Sejalan dengan pemikiran di atas. Bidang Penelitian. dan c. Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program Induk Perbaikan Keadaan Perguruan Tinggi sebagaimana yang dituangkan dalam Kategori Program Utama. 30 . Optimasi penggunaan sarana dan fasilitas pendidikan yang ada di kampus I dan II maupun kampus III dengan cara pengaturan sistem manajemenenya. baik itu yang terdapat dalam lingkungan internal maupun eksternal. perlu pula diperhitungkan tantang dan arah perkembangan yang sedang dan akan terjadi. yaitu masing-masing bagian terspesialisasi. harus diberi tempat dan perhatian secara proporsional danmemadai. Bidang Pendidikan: b. UTU akan sentiasa mengupayakan terciptanya kerjasama yang baik diantara perguruan tinggi negeri dan swasta. dengan tanpa mengurangi potensi yang dimiliki UTU untuk mencapai kemampuan berkembang secara mandiri. maka secara lebih khusus UTU menetapkan kegiatan-kegiatan pokok yang membidangi: a. dan keluaran (output). Ini berarti bahwa pendidikan tinggi di Indonesia haruslah mencakup seluruh lembaga-lembaga perguruan tinggi negeri dan swasta. Oleh sebab itu.

pengembangan kampus dan fasilitas lainnya seperti perpustakaan. 2). jenis dan mutu serta komposisi dan rasio yang memadai. 5). dan 5). Peningkatan dan Pengembangan kegiatan Penelitian melalui: 1). peningkatan jumlah lulusan hingga mencapai sekurang-kurangnya 11. Peningkatan relevansi pendidikan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. b. struktur organisasi dan strategi kurikulum program pendidikan Strata 1 dengan cara:  menciptakan keseimbangan komposisi berbagai komponen dalam kurikulum  menyusun Tujuan Instruksional Umum/tujuan Instruksional Khusus. 4). 30 Th 1990 tentang Pendidikan Tinggi dan perkembangan ilmu dan teknologi serta kebutuhan tenaga kerja. teknik dan evaluasi pengajaran untuk mendorong oto aktivitas mahasiswa melalui proses belajar mengajar yang bersifat dua arah. Peningkatan status akreditasi. 2. Peningkatan Produktivitas melalui : 1). 3). 3). 4). terutama yang masih memiliki nilai “C”. laboratorium/studio beserta kelengkapannya. dan 6). pengembangan staf akademika yang ditekankan pada jumlah.3% pertahun dengan tanpa mengabaikan mutu lulusannya. silabi dan diskripsi untuk seluruh mata ajaran di setiap jurusan dan strata pendidikan. pengembangan sumber-sumber finansial dengan cara melakukan diversifikasi sumber dari berbagai pihak yang sifatnya tidak mengikat. Diversifikasi pendidikan melalui pembukaan jurusan/program studi baru khususnya jurusan-jurusan/program spesialis I dan Program Pasca Sarjana. jenis dan mutu staf pengajar. Bidang Penelitian a. penyempurnaan prosesmanajemen pendidikan yang meliputi administrasi umum. metode. 2). Pemantapan dan pengembangan materi. peningkatan efektivitas dan efisiensi pengelolaan serta pengembangan secaragradual jumlah. administrasi kepegawaian dan administrasi keuangan. 31 . Peyempurnaan tujuan.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 3). Peyempurnaan kurikulum denagn mengacu pada pelaksanaan isi dan jiwa UUSPN No. PP No. Pengembangan Kapasitas Sistem Pendidikan melalui : 1). pembentukan Staf Inti Peneliti dari berbagai disiplin yang penting dan relevan bagi bidang studi yang ada . 2 Th 1989. c. Penciptaan iklim belajar mengajar yang menunjang terlaksanya masyarakat akademis di lingkungan kampus. 4).

b. Selain itu pelaksanaan atas kegiatan-kegiatannya. 2). Kegiatan-kegiatan tersebut di atas pada pokoknya merupkan kegiatan yang berkaitan satu sama lain dan karenanya dilaksanakan secara terpadu.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 2). Peningkatan dan Pendayagunaan Potensi Penelitian melalui: 1). penataran dan pemberian latihan-latihan penelitian pada staf peneliti/pengajar muda dengan tanpa mengabaikan kesempatan yang seluasluasnya bagi keikutsertaan mahasiswa. 3). 32 . penignaktan kemampuan penelitian dengan mengutamakan dimensi pendidikan dan penelitian terapan yang menunjang usaha pembangunan 2). dirasa perlu untuk sedini mungkin mengadakan pengiraan ke depan. simplifikasi prosedur administrasi penelitian 3. 2). Pengarahan dan peningkatan Pengabdian Kepada Masyarakat secara tepat guna dan efektif melalui : 1). sedikit atau banyak akan ditentukan juga oleh kebutuhan dan kemampuan dari lembaga. agar dengan demikian UTU menentapkan skala prioritas pelaksanaan dari kegiatan-kegiatan tersebut. pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna yang menunjang pembangunan masyarakat. Hal ini berarti bahwa pengembangan pada bidang tertentu akan senantiasa memperhatikan hasil pengembangan pada bidang yang lain. peningkatan kemampuan pengabdian kepada masyarakat dari seluruh sivitas akademika khususnya oelh staf pengajar dan mahasiswa. dan 4). 3). dan penyempurnaan/pembharuan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata ( KKN). pengembangan kelembagaan pengabdian kepada masyarakat terutama dengan menenkankan kepada aspek keilmuan dari bidang-bidang studi yang ada di Fakultas maupun Jurusan. kegiatan pendidikan masyarakat dengan penekanan pada bidang-bidang studi yang ada di Fakultas maupun Jurusan. peningkatan penyediaan sumber dana penelitian 3). 4). Oleh sebab itu. b. Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat a. Pengembangan UTU sebagai unsur penunjang Pembangunan Nasional dan Pembangunan Regional melalui : 1). peningkatan hubungan kerjasama dengan lembaga lain. kegiatan pelayanan masyarakat dengan penekanan pada kegiatan penyuluhan pembangunan dan Da’wah . peningkatan relevansi pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan perkembangan maupun kebutuhan masyarakat . pembekalan tentang latar belakang masalah penelitian yang perlu diteliti utamanya dalam lapangan studi yang ada di Fakultas maupun Jurusan.

baik perorangan. Tata Hubungan antar Fakultas dan 3). Bendungan Sutami 188 A dan Kampus III Desa Tegalgondo Malang. Fakultas Agama Islam. Kedokteran dan D-3 / S1 Keperawatan. Dalam pengertia itu maka seluruh unsur sivitas akademika yang terdiri dari dosen. Fakultas Pertanian. Organisasi Universitas Teuku Umar Seluruh kegiatan UTU saat ini menempati lokasi Kampus I Jl. 3). mahasiswa karyawan dan alumni perlu diikutsertakan secara aktif untuk upaya pencapaian kegiatan sebagaiaman yang dimaksud dalam konsep pengembangan. S1 Keperawatan dan S3 Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Diharapkan realisasinya sudah dapat dilakukan pada tahun akademik 2006/2007. Dengan demikian seluruh fakultas dan Jurusan/Program Studi di lingkungan UTU pada akhir tahun RIP ini telah menunjukkan status dan posisi yang mantab. Megister Sosiologi Pedesaan. berinterpedensi dan beriterrelasi. maupun secara bersama-sama. Fakultas Hukum. Tata hubungan antar Fakultas Sekarang ini UTU memiliki 10Fakultas. ad. D-3 Keperawatan dan Fakultas Kedokteran. Pengelolaan semacam ini sama sekali tidak berarti bahwa masing-masing lembag. tetapi untuk mewujudkan “Real University” sarana dan prasarana tersebut perlu untuk ditingkatkan dan disempurnakan. baik yang berada diperingkat Fakultas maupun yang berada pada peringkat Jurusan/Program 33 . 1.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 Menyadari bahwa untuk tercapainya pengembangan kegiatan-kegiatan itu secara maksimal diperlukan adanya saling keterpaduan dari berbagai unsur pelaksanaan. Kampus I dan Kampus II nantinya hanya digunakan untuk menyelenggarakan program Pasca Sarjana. 2). Kampus II Jl. maka masing-masing unsur/bagiannya merupakan kesatuan yang saling berinteraksi. ad. Fakultas Peternakan dan Program Studi yaitu Megister Manajemen. Perlu diketahui bahwa prasarana dan sarana fisik maupun non fisik yang tersedia di tiga lokasi ini cukup memadai dalam menunjang proses akademik. 1). Fakultas Psikologi. Fakultas Ekonomi. semua unsur sivitas akademika sentiasa dibina dan diarahkan semaksimal mungkin bagi keberhasilan kebijakan tersebut. agar diperoleh kejelasan tentang konsep-konsep dasar yang dikembangkan guna tercapainya kehidupan kampus yang diinginkan. Organisasi Universitas 2). Bandung No. Hubungan antar Lembaga ad. Hubungan antar Lembaga Pada prinsipnya semua lembaga yang tersedia di lingkungan UTU dikelola dan diintegrasikan kedalam suatu sistem yang terpadu. Fakultas Teknik. Fakultas Keguran dan Ilmu Pendidikan. Selain itu. maka berikut ini akan diuraikan beberapa hal yang berkaitan dengan : 1). Selain itu melakukan penyempurnaan syarat pengusulan Jurusan/Program Studi Baru yaitu S1 Farmasi. yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Rangkuman Akademik Hunian Kampus (Seluruh Universitas) Civitas Akademika Dosen Tetap dan Dosen Tidak Tetap Pegawai Mahasiswa Lain-lain Total Jumlah Tahun 2005 Tahun 2010 900 275 17.  klasifikasi  laboratorium = 1.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 Studi akan kehilangan keleluasaannya untuk mengambil inisiatif di dalam melaksanakan fungsinya.000 325 20. b. Sebagai unsut pelaksana akademika.5 ha. Tata Ruang. maupun secara bersama-sama. b. Letak dan Pola Pengembangan 1. Dengan kata lain. Ruang fasilitas pimpinan dan pembantu pimpinan seluas 1000 m2. Pembangunan ruangan diarahkan pada bentuk kesatuan-kesatuan yang memungkinkan pemakaian ganda (multi purpose) / resource sharing. yakni Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kampus harus dibangun pada satu lokasi yang dalam hali ini telah dilakukan secara bertahap di Kampus III DesaTegalgondo ini telah diatas tanah seluas 18. Ruang fasilitas pelaksana 2500 m2. 2.5 m2/mahasiswa Tabel 4. akan dibina serta diarahkan kepada usaha pencapaian tujuan secara keseluruhan.980 19. semua lembaga yang ada dipandang sebagai bagian satu sama lain saling berkaitan di dalam kerangka yang sama.350 34 .000 21. Alokasi Ruangan a.155 1.5 m2/mahasiswa = 2. B. letak dan Pola Pengembangan direncanakan berdasarkan azas: a. masing-masing lembaga baik secara sendiri. Tata ruang.

Namun disamping itu harus diakui bahwa ditinjau dari segi sumber pembiayaan. Dari pengalaman pengelolaan biaya akademik dan non akademik maka program biaya pengembangan yang direncanakan bila dihitung dalam prosentase dari jumlah keseluruhan biaya akan terlihat sebagai berikut: Biaya Program Pengembangan 5 Tahun No 1. Untuk itu mulai tahun anggaran 1996 yang lalu Universitas mengambil kebijakan surplus buget. yaitu berasal dari mahasiswa. Sedangkan 10 persennya adalah dari sumber-sumber lain yang bersifat insidential. Dari dana yang ada tersebut digunakan untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan rutin sedangkan sisanya untuk dana pembangunan dan pengembangan. Pembiayaan pendidikan termasuk kegiatan penelitian. Program / Proyek Pengembangan Staf Edukatif Pengembangan staf non edukatif Pengembangan Pembinaan Mahasiswa Pengembangan Kurikulum dan Proses Belajar Mengajar (termasuk pengembangan system kendali mutu akademik) Pengembangan Perpustakaan Pengembangan Penelitian Persentase 15 5 10 10 10 10 35 . Dengan demikian keterbatasan tersedianya biaya. masa kerja dan golongan kepangkatan mereka dari tahun ke tahun akan semakin naik. Unit-unit pembangunan semakin banyak dan semakin “menua” konsekuensinya biaya pemeliharaan dan perawatan akan semakin membengkak. Baik itu berupa SPP maupun Dana Pengembangan Pendidikan (DPP). 4. UTU tidak bisa hanya mengandalkan sumber pembiayaan dari mahasiswa yang sifatnya flutuatif. Pada gilirannya hasil investasi tersebut dapat mengurangi ketergantungan UTU dari sumber pembiayaan hampir satu-satunya. Hal ini disebabkan oleh : 1. Untuk jangka panjang UTU perlu menyusun kembali struktur anggarannya. 5. 3. pengabdian kepada masyarakat dan lainnya sampai saat ini dapat berjalan lancar. UTU masih cukup rentan. Sebab 90 persen sumber pembiayannya adalah dari mahasiswa. Jumlah karyawan. Dengan kecenderungan di atas.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 V. 2. artinya dari setiap tahun anggaran harus ada saving yang secara bertahap dapat digunakan untuk membangun sumber biaya alternatif dalam bentuk investasi yang menguntungkan. RENCANA BIAYA K emampuan keuangan yang ada. Skhususnya pada aspek sumber pembiayaan. 6. UTU berusaha mencapai apa yang telah dikemukakan dalam bab perencanaan. 2. Untuk masa-masa yang akan datang. menunjukkan bahwa UTU dapat mengembangkan diri walaupun menghadapi berbagai masalah dan tantangan. pengeluaran rutin akan sentiasa semakin membengkak. konsekuensinya pengeluaran untuk gaji karyawan juga akan semakin naik.

Pengembangan Pengabdian pada masyarakat Pengembangan prasarana dan pemeliharaan gedung  Ruang pimpinan  Ruang fasilitas pelaksana  Ruang fasilitas penunjang Pengembangan peralatan  Alat-alat kantor  Perlengkapan pendidikan/pengajaran  Kendaraan Saving Jumlah Keseluruhan 5 10 15 10 100 36 . 10. 9. 8.Masterplan Pengembangan UTU Tahun 2013-2018 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful