1

MENYINGKAP KESESATAN
AQIDAH SYI’AH
ª·-~-ا --'-- Q-


Syeikh Abdullah bin Muhammad As-Salafi




Alih Bahasa:
Abu Salman





PUSTAKA ASH-SHAQIYYAH BANDUNG
“Ikhlash Dan Mutaba “Ikhlash Dan Mutaba “Ikhlash Dan Mutaba “Ikhlash Dan Mutaba‘ah Kunci Ibadah” ah Kunci Ibadah” ah Kunci Ibadah” ah Kunci Ibadah”



2



1udul Asli: Min ‘Aqoidisy Syi’ah.
Penulis: Syeikh Abdullah As SalaIi.
Penterjemah: Abu Salman.
Muraja’ah: Abu Qudamah.
Lay Out: Abu SyiIa.




Bagi anda yang ingin mengetahui
informasi lebih lengkap tentang
Syi’ah, kesesatan dan Kejahatannya, klik:

http://www.d-sunnah.net








3
»,=¸'ا ¸-=¸'ا -ا »--

Kerajaan Saudi Arabia
Kepemimpinan Urusan Riset Ilmiyah Dan Fatwa
Kantor Mufti Umum

Dari Abdul Aziz Bin Baz Kepada Yang
Terhormat Saudara/…….Semoga Allah
memberikan tauIiq kepadanya.
-·-و ª-'آ,-و =ا ª-=رو ;---- م>~ :
Menanggapi surat Anda yang dikirim pada
tanggal 10/2/1418 H berkenaan dengan buku
Anda tentang Syi’ah yang dilampirkan, maka
kami telah membacanya dan kami pandang
sebagai buku yang baik, penting dan tepat
untuk didistribusikan dengan cara yang sesuai
menurut hemat Anda, baik di dalam ataupun di
luar Negeri. Saya berharap semoga Allah
Ta’ala menjadikannya buku yang bermanIaat
dan memberkahi kesungguhan Anda.

ª-'آ,-و =ا ª-=رو ;---- م>~-ا
Mufti Umum Kerajaan Saudi Arabia
Dan Ketua Ulama Besar Serta Urusan Riset
Ilmiyyah dan Fatwa
4

KATA PENGANTAR

Segala puji milik Allah semata, shalawat
serta salam semoga tercurahkan kepada
Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam,
keluarganya, dan shahabat-shahabatnya.
Ada beberapa hal yang memotivasi saya
dalam menulis buku kecil ini di antaranya:
a. AktiIitas gerakan RaIidhah yang semakin
gencar di dalam mendakwahkan ajaran
mereka itu dilakukan dalam skala
intenasional
b. Besarnya bahaya sekte ini (RaIidhah)
terhadap agama Islam, ditambah lagi
kelengahan mayoritas ummat Islam yang
masih awam tentang bahayanya sekte ini.
c. Kemusyrikan-kemusyrikan yang terdapat
di dalam aqidahnya, pencelaan terhadap
Al-Qur’an dan sahabat-sahabat nabi.
d. Berlebih-lebihan di dalam mengagung-
kan para imam mereka.
Dan saya telah berusaha di dalam penulisan
buku ini, dan menjawab hal-hal yang dianggap
musykil (sulit) dengan cara yang sistematis,
seperti gaya penulisan Syeikh kita Abdullah
5
bin Abdur-rahman Al-Jibrin dalam bukunya
Atta’liqaat Ala Matni lam ‘atil-I’tiqad, dan itu
saya lakukan dengan mencuplik dari sebagian
buku-buku sekte RaIidhah sendiri yang sangat
Masyhur bagi mereka, dan dari buku-buku
Ahlus Sunnah, baik karangan ulama salaI
maupun ulama khalaI, yang telah menyanggah
argumen-argumen mereka dan menjelaskan
kesesatan dan penyimpangan aqidahnya, yang
tegak di atas kemusyrikan, kebohongan,
celaan, cacian dan sebagainya.
Saya telah berupaya dalam buku yang kecil
lagi sederhana ini untuk menghantar dan
menyanggah mereka, melalui buku-bukunya
dan karangan-karangannya yang dijadikannya
sebagai sandaran dan pedoman, sebaimana
ucapan Syeikh Ibrahim bin Sulaiman Al-
Jabhan, “Dari mulutmu wahai orang syi’ah,
kami menjatuhkan kalian.”
Akhirnya, saya memohon kepada Allah
Subhanahu Wata’ala semoga buku ini
bermanIaat bagi orang yang mau
menggunakan akalnya sebagaimana Iirman
Allah :
6
ْوَ أ ٌ-ْ 'َ · ُ ªَ ' َ ن'َ آ ْ¸َ -ِ ' ىَ ¸ْ آِ -َ ' َ =ِ 'َ ذ ْ¸ِ· ´ نِ إ
ٌ-ْ ,ِ +َ - َ ,ُ هَ و َ _ْ -´ -'ا _َ -ْ 'َ أ
“Sesungguhnya pada yang demikian itu,
benar-benar terdapat peringatan bagi orang-
orang yang mempunyai hati, atau yang
menggunakan pendengarannya, sedang dia
menyaksikan” (Q.S.QaaI : 37).
Dan saya ucapkan banyak terima kasih
kepada siapa saja yang telah turut andil di
dalam menerbitkan buku kecil ini, dengan
berharap kepada Allah dan memohon-Nya
untuk membalas amal mereka dengan
kebaikan.
ª'' _'=و --=- '-,-- _'= -ا _'-و
»'-و ª-=-و









7
Penulis
Abdullah bin Muhammad As Abdullah bin Muhammad As Abdullah bin Muhammad As Abdullah bin Muhammad As- -- -Salafi Salafi Salafi Salafi

SE1ARAH LAHIRNYA RAFIDHAH

RaIidhah lahir kepermukaan ketika seorang
yahudi bernama Abdullah bin Saba’ hadir
dengan mengaku sebagai seorang muslim,
mencintai Ahlul Bait (keluarga nabi), berlebih-
lebihan di dalam menyanjung Ali bin Abi
Thalib radhiyallahu ‘anhu, dan mendakwakan
adanya wasiat baginya tentang
kekhaliIahannya, yang pada akhirnya ia
mengangkatnya sampai ke tingkat ketuhanan.
Kemudian idiologi seperti inilah yang
akhirnya diakui oleh buku-buku syi’ah itu
sendiri.
Al-Qummi pengarang buku Al-Maqalaat wal
Iiraq mengaku dan menetapkan akan adanya
Abdullah bin Saba’ ini, dan menganggapnya
orang yang pertama kali menobatkan
keimaman (kepemimpinan) Ali bin Abi
Thalib radhiyallahu ‘anhu serta munculnya
kembali (di hari akhirat nanti) di samping ia
juga termasuk orang yang pertama mencela
8
Abu Bakar, Umar, Ustman dan sahabat-
sahabat yang lainnya.
1


Begitu juga An-Naubakhti dalam bukunya
Firaqus syi’ah
2
, Al-Kasyi dalam bukunya yang
terkenal Rijalul-Kasyi
3
, mengakui akan hal ini,
dan sudah menjadi aksiomatiI, bahwa
pengakuan adalah bukti yang paling kuat,
ditambah lagi mereka adalah pembesar-
pembesar RaIidhah.
Al-Baghdadi berkata: “Assabaiyyah adalah
pengikut Abdullah bin Saba’, yang berlebih-
lebihan di dalam mengagung-agungkan Ali bin
Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, sehingga ia
mendakwakannya sebagai seorang nabi,
sampai kepada pengakuan bahwa dia adalah
“Tuhan”.
Masih dikatakan oleh Al-Baghdadi: Seorang
peranakan orang hitam maksudnya adalah
Abdullah bin Saba’, sebenarnya ia seorang
yahudi dari penduduk Hirah, berupaya
menampakkan keIslamannya, dengan
demikian ia bisa menempati suatu kedudukan

1
Al-Maqaalat Wal Firaq, Al-Qummi hal : 10-21
2
Firaqus Syiah hal : 19-20
3
Rijahul-Kisyi hal : 170-171
9
dan kepemimpinan pada Ahli KuIah, oleh
karena itu ia mengatakan kepada Ahli KuIah
bahwa ia mendapatkan dalam kitab Taurat,
bahwa setiap nabi memiliki washi (seorang
yang diwasiati untuk menjadi khaliIah atau
imam). Dan Alilah orang yang mendapatkan
wasiat langsung dari nabi Muhammad
Salallahu Alaihi Wassalam.
Ash-Syahrastani menyebutkan tentang Ibnu
Saba’ bahwa : “Ia adalah orang yang pertama
kali memunculkan pernyataan keimaman Ali
bin Abi Thalib, dengan adanya wasiat tentang
itu.”
Dan menyebutkan pula tentang “Saba’iyyah
(pengikut Ibnu Saba’) bahwa ia adalah
merupakan sekte yang pertama yang
menyatakan tentang hilangnya imam mereka
yang kedua belas dan akan muncul kembali di
kemudian hari.”
Pada masa berikutnya idiologi seperti ini
diwarisi oleh orang-orang syi’ah, meskipun
mereka ini (syi’ah) terbagi menjadi bermacam-
macam sekte.
Dapat disimpulkan bahwa pernyataan
tentang keimaman Ali bin Abi Thalib dan
kekhaliIahannya dengan adanya wasiat
10
langsung dari nabi adalah peninggalan yang
diwariskan oleh Ibnu Saba’.
Setelah itu syi’ah berkembang biak menjadi
beberapa sekte, dengan berbagai macam
idiologi yang banyak sekali.
Dengan demikian jelaslah, bahwa
Saba’iyyah adalah orang-orang yang membuat
idiologi-idiologi tersebut seperti adanya wasiat
kekhaliIahan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu
‘anhu, dan munculnya kembali imam mereka
yang kedua belas dikemudian hari.
Hilangnya imam ini dan penuhanan para
imam-imam mereka sebagi bukri pengekoran
mereka kepada Ibnu Saba’ seorang yahudi.
4












4
Ushul I’tiqaad Ahlus Sunnah Waljama’ah hal : 1/22-
23
11
SEBAB PENAMAAN
SYI’AH DENGAN RAFIDHAH

Penamaan syi’ah dengan RaIidhah
dinyatakan sendiri oleh pembesar mereka yang
bernama Al-Majlisi dalam bukunya “Al-Bihar”
ia menyebutkan empat hadist dari hadist
mereka sendiri
5
.
Mereka diberi nama RaIidhah dikarenakan
mereka mendatangi Zaid bin Ali bin Al-
Hussain seraya berkata “Berlepas dirilah kamu
dari Abu Bakar dan Umar, dengan demikian
kami akan bergabung bersamamu” kemudian
Zain menjawab “mereka berdua adalah
sahabat kakek saya, saya tak akan bisa
berlepas diri dari mereka, bahkan akan selalu
bergabung dengannya, dan berloyalitas
kepadanya”, kemudian mereka berkata “kalau
demikian kami menolakmu, dengan demikian
mereka diberi nama “Rafidhah” artinya
golongan penolak. Adapun orang-orang yang
berbaiat dan setuju dengan Zaid diberi nama
“Zaidiyyah”.
6


5
Al-Bihar hal : 68, 96 , 97
6
At-Ta’liqaat ala Matri lam’atil-I’tiqaat oleh Al-Jibrin
hal : 108
12
Dalam suatu pendapat dikatakan mereka
diberi nama RaIidhah dikarenakan
penolakannya akan keimaman Abu Bakar dan
Umar
7
. Dalam pendapat yang lain, diberi nama
RaIidhah dikarenakan penolakannya terhadap
Agama
8
.



















7
Muqaalaatul-Islamiyiin hal :1/89
8
Maqaalatul-Islamiyiin hal : 1/89
13
MACAM-MACAM SEKTE RAFIDHAH

Dijelaskan di dalam kitab “Daairatul
MaariI” bahwa syi’ah ini bercabang-cabang
menjadi lebih dari 73 (tujuh puluh tiga) sekte
yang terkenal
9
.
Bahkan disinyalir sendiri oleh Mir Baqir Al-
Damad
10
seorang raIidhah bahwa hadist yang
menjelaskan tentang terbaginya ummat
menjadi 73 golongan adalah golongan syi’ah,
dan yang selamat dari golongan-golongan ini
adalah syi’ah “Al-Imamiyyah”.
Dikatakan oleh Al-Muqaizi bahwa golongan
mereka berjumlah sampai 300 (tiga ratus}
golongan
11
.
Disebutkan oleh Asy-Syarastani: bahwa
raIidhah terbagi menjadi lima bagian: Al-
Kisaaniyyah, Az-Zaidiyyah, Al-Imamiyah, Al-
Ghaliyyah dan Al-Islamiyyah.
12

Al-Baghdadi berkata: “RaIidhah setelah
masa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu

9
Dairatul-MaariI hal :4/67
10
Dia adalah Muhammad Baqir bin Muhammad Al-
Asad seorang tokoh dari Syiah.
11
Al-Muqairizi Iiil khutbah hal : 2/351
12
Al-Milal Wan Nihal hal : 147
14
terbagi menjadi empat golongan, Zaidiyyah,
Imamiyyah, Kisamiyyah dan Ghullah.”
13

dengan satu catatan bahwa Zaidiyyah tidak
termasuk kedalam golongan raIidhah,
melainkan Al-Gharudiyyah bagian atau
sempalan dari Zaidiyyah yang masuk ke dalam
raIidhah.


















13
Al-Farqu bainal Firaq hal : 41
15
AQIDAH BADA’
YANG DIYAKINI OLEH RAFIDHAH

Bada’ artinya jelas, yang sebelumnya masih
samar-samar atau berarti pula munculnya
pendapat baru.
Bada’ dengan kedua arti di atas berkait erat
dengan di dahuluinya ketidaktahuan, atau
muculnya pengetahuan baru, kedua siIat
tersebut mustahil bagi Allah Subhanahu
Wata'ala akan tetapi RaIidhah menisbatkan
siIat “bada’” ini kepada Allah Subhanahu
Wata'ala.
Ar-Rayyan bin As-Shalt berkata: saya
pernah mendengar Ar-Ridho berkata: Allah
tidak mengutus nabi kecuali diperintahkan
untuk mengharamkan khamr, dan
diperintahkan untuk menetapkan siIat bada’
kepada Allah
14
.
Abu Abdillah berkata seseorang belum
dianggap beribadah kepada Allah sedikitpun,
sehingga ia mengakui adanya siIat bada’ pada
Allah.
15


14
Ushulul-kaaIi hal : 40
15
Ushulul-kaaIi Fi’I kitaabit-tauhid hal : 1/331
16
Maha tinggi Allah setinggi-tingginya dari
tuduhan seperti ini.
Bayangkan wahai saudara seiman,
bagaimana mereka menisbatkan kebodohan
kepada Allah Subhanahu Wata'ala, yang Ia
berIirman menginIormasikan tentang Dzat-
Nya sendiri.
ِ ضْرَ `اَ و ِ تاَ ,َ -´ -'ا ¸ِ · ْ¸َ - ُ »َ 'ْ ·َ ,َ ` ْ.ُ ·
-ا ´ `ِ إ َ -ْ ,َ ·ْ 'ا
“Katakanlah : “tidak ada seorangpun di langit
dan di bumi yang mengetahui perkara yang
ghaib kecuali Allah” (QS.An-Naml : 65).
Di balik itu RaIidhah berkeyakinan dan
beranggapan bahwa para imam mereka
mengetahui segala ilmu pengetahuan tak ada
sedikitpun yang samar baginya.
Apakah ini aqidah Islamiyyah yang dibawa
oleh nabi Muhammad Salallahu Alaihi
Wassalam?





17
AQIDAH RAFIDHAH
TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH

RaIidhah adalah sekte yang pertama kali
mengatakan bahwa Allah Subhanahu Wata'ala
berjisim (bertubuh seperti tubuh mahluk).
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan
bahwa yang mempelopori tuduhan ini dari
sekte raIidhah adalah Hisham bin Al-Hakam
16
,
Hisham bin Salim Al-Juwailiqi, Yunus bin
Abdur-rahman Al-Qummy, dan Abu Ja’Iar Al-
Ahwal
17
.
Mereka ini adalah para tokoh syi’ah Itsna
‘Asyariyyah, yang pada akhirnya mereka
menjadi sekte jahmiyyah yang meniadakan
siIat bagi Allah Subhanahu Wata'ala.
Sebagaimana riwayat-riwayat mereka yang
mensiIati Allah Subhanahu Wata'ala dengan
siIat-siIat yang negatiI, yang mereka kukuhkan
sebagai siIat-siIat yang kekal bagi Allah
Subhanahu Wata'ala.
Ibnu Babawaih telah meriwayatkan lebih
dari 70 (tujuh puluh) riwayat yang menyatakan
bahwa “Allah Subhanahu Wata'ala tidak

16
Minhajus sunnah oleh Ibnu Taimiyyah hal : 1/20
17
I’tiqadaat Firaqul muslimin wal musyrikin hal : 97
18
disiIati dengan waktu, tempat, tingkah, gerak,
pindah, tidak tersiIati dengan siIat-siIat yang
ada pada jisim, tidak berupa materi, jisim dan
bentuk”
18
.
Tokoh-tokoh mereka tetap berpijak diatas
konsep yang sesat ini, dengan meniadakan
siIat-siIat Allah yang terkandung di dalam Al-
Qur’an dan Hadist.
Sebagaimana juga mereka mengingkari
turunnya Allah Subhanahu Wata'ala ke langit
bumi, ditambah lagi perkataan mereka tentang
Al-Quran bahwa ia adalah makhluk,
disamping itu mereka juga mengingkari akan
melihat Allah Subhanahu Wata'ala di akhirat
nanti.
Disebutkan dalam buku “Biharul Anwar
bahwasannya Abu Abdillah Ja’Iar Ash Shadiq
pernah ditanya dengan suatu pertanyaan,
apakah Allah Subhanahu Wata'ala bisa dilihat
pada hari kiamat? maka ia menjawab : Maha
Suci Allah, dan Maha Tinggi setinggi-
tingginya, sesungguhnya mata tidak bisa
melihat kecuali kepada benda yang memiliki
warna dan berkondisi tertentu, sedangkan

18
At-Tauhid Ibnu Babawaih hal : 57
19
Allah Subhanahu Wata'ala Dzat yang
menciptakan warna dan yang menentukan
kondisi.
Bahkan orang-orang syi’ah mengatakan:
jika ada seseorang menisbahkan kepada Allah
sebagian siIat, seperti Allah dapat dilihat,
maka seorang tadi dihukumi murtad (keluar
dari agama), sebagaimana yang disinyalir oleh
tokoh mereka Ja’Iar An-NajIi dalam buku:
KasyIul-Gaitha halaman 417.
Ketahuilah bahwa sesungguhnya melihat
Allah Subhanahu Wata'ala hak, benar adanya,
ditetapkan di dalam Al-Quran dan As-Sunnah
yaitu melihat Allah dengan tak bisa
dibayangkan dengan detail dan tak
diperagakan, sebagaimana yang di Iirman
Allah Subhanahu Wata'ala.
ٌةَ ¸ِ ='َ - 'َ + -َ ر _َ 'ِ إ ٌةَ ¸ِ -'َ - ٍ -ِ -َ -ْ,َ , ٌ-ْ,ُ =ُ و
“Wajah-wajah (orang mu’min) pada hari itu
berseri-seri, kepada Tuhannyalah mereka
melihat.” (QS. Al-Qiyamah: 22-23).
Dalil dari As-Sunnah bahwa Allah
Subhanahu Wata'ala dapat dilihat di hari
kiamat, yaitu hadist yang diriwayatkan oleh
Bukhari dan Muslim dari Jarir bin Abdullah
Al-Bajali radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata :
20
ُ -ا َ _´ 'َ - ِ -ا ِ لْ,ُ -َ ر َ _َ - 'ً -ْ,ُ 'ُ = '´ -ُ آ ِ ªْ ,َ 'َ =
َ ةَ ¸ْ -َ = َ _َ -ْرَ أ َ ªَ 'ْ ,َ ' ِ ¸َ -َ َ -'ا _َ 'ِ إ َ ¸َ =َ -َ· ،َ »´ 'َ -َ و
َ ل'َ -َ · : َ نْوَ ¸َ - 'َ -َ آ ً '-'َ ,َ = ْ»ُ ´´ -َ ر َ نْوَ ¸َ -َ - ْ»ُ ´´ -ِ إ
ِ ªِ -َ ,ْؤُ ر ْ¸ِ · َ نْ,ُ -'َ -ُ - َ ` ،اَ -َ ه
“Kami pernah duduk bersama nabi
Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam
kemudian beliau melihat bulan purnama pada
malam 14, maka beliau bersabda: kalian akan
melihat Tuhan kalian dengan mata kepala,
sebagaimana kalian melihat bulan ini dan
tidak bersusah-susah dalam melihat-Nya.”
Dan banyak lagi ayat-ayat Al-Qur’an dan
hadist-hadist nabi yang membicarakan tentang
hal ini yang tidak mungkin kita ungkap disini.










21
AQIDAH RAFIDHAH
TENTANG AL-QUR’AN YANG DI1AGA
KEORISINILANNYA OLEH ALLAH
SUBHANALLAH WATA’ALA

RaIidhah yang dikenal dewasa ini dengan
syi’ah, mengatakan bahwa: Al-Qur’anul
Karim yang ada pada kita (yang kita kenal ini)
ia bukan Al-Qur’an yang diturunkan Allah
Subhanahu Wata'ala kepada nabi Muhammad
Salallahu Alaihi Wassalam, ia telah
mengalami perubahan, penggantian,
penambahan dan pengurangan.
Mayoritas ahli hadist syi’ah beranggapan
adanya pengubahan dalam Al-Qur’an,
sebagaimana yang dikatakan oleh Annury Ath-
Thibrisi dalam bukunya “Fashul khitab Iii
tahriIi kitab Rabbil-Arbab
19
.
Muhammad bin Ya’kub Al-Kulaini berkata
dalam bukunya “Ushulul-Kafi” pada bab yang
mengumpulkan dan membukukan Al-Qur’an
hanyalah para imam yang diriwayatkan dari
Jabir, ia (Jabir) berkata saya mendengar Abu
Ja’Iar berkata ”siapa yang mengaku telah

19
Fashlul-khitab hal : 32
22
mengumpulkan Al-Qur’an dan membukukan
seluruh isinya sebagaimana yang diturunkan
Allah Subhanahu Wata'ala, maka
sesungguhnya ia seorang pendusta, tidak ada
yang mengumpulkan dan yang
menghapalkannya, sebagaimana yang
diturunkan oleh Allah Subhanahu Wata'ala,
melainkan Ali bin Abi Thalib, dan para imam
sesudahnya.”
Dijelaskan oleh Ahmad Ath-Thibrisi dalam
bukunya Al-Ihtijaj dan Al Mula Hasan dalam
taIsirnya Ash-ShaIi bahwa Umar bin Khattab
berkata kepada Zaid bin Tsabit “sesungguhnya
Ali bin Abi Thalib datang kepada saya dengan
menunjukkan Al-Qur’an, yang di dalamnya
terdapat kejelekan-kejelekan atau keaiban
orang-orang Muhajirin dan Anshar, oleh
karena itu kami mempunyai pendapat untuk
menyusun Al-Qur’an, dari situ kita
menghilangkan kejelekan-kejelekan dan
rusaknya kehormatan orang-orang Muhajirin
dan orang-orang Anshar, kemudian Zaid
memenuhi permintaan Umar bin Khattab ini,
kemudian Zaid berkata “jika saya telah
merampungkan penyusunan Al-Qur’an, sesuai
dengan yang kau minta, kemudian Ali bin Abi
23
Thalib menampakkan Al-Qur’an yang
disusunnya dan yang ditulisnya, tidaklah ini
akan membatalkan apa yang engkau kerjakan ?
kemudian Umar berkata “kalau demikian,
bagaimana jalan keluarnya ? Zaid menjawab
“engkau lebih mengetahuinya” kemudian
Umar berkata: tak ada jalan lain kecuali
dengan membunuhnya dan kita bisa bebas
darinya, kemudian Umar merancang cara
pembunuhannya, yang ditugaskan kepada
Khalid bin Walid, namun ia gagal dan tak
berhasil mampu mewujudkannya.
Kemudian ketika Umar bin Khattab diangkat
menjadi khaliIah, para sahabat meminta Ali
bin Abi Thalib untuk menyerahkan Al-Qur’an
untuk dirubahnya diantara mereka, maka Umar
berkata “Wahai Abul Hasan berikanlah Al-
Qur’an yang pernah engkau berikan
(perlihatkan) kepada Abu Bakar, sehingga ia
mengkaji dan mempelajarinya, maka Ali bin
Abi Thalib menjawab musthahil, tidak ada
alasan untuk bisa menyerahkan Al-Qur’an ini
kepadamu, dulu saya pertunjukan Al-Qur’an
ini kepada Abu Bakar untuk dijadikan saksi
atasnya, dan kalian tidak bisa berargumentasi
(berdalil) pada hari kiamat.
24
َ ¸ْ ,ِ 'ِ ·'َ = اَ -َ ه ْ¸َ = '´ -ُ آ '´ -ِ إ
“Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah
orang-orang yang lengah terhadap ini” (QS.
Al-A’raI : 172).
ْ»ُ آ´ وُ -َ = َ =ِ 'ْ +ُ , ْنَ أ ْ»ُ ´´ -َ ر _َ -َ = َ ل'َ · 'َ -َ-ْ -ِ = 'َ -
َ -ْ ,َ آ َ ¸ُ =ْ -َ ,َ · ِ ضْرَ `ْا ¸ِ · ْ»ُ ´َ -ِ 'ْ =َ -ْ -َ ,َ و
َ نْ,ُ 'َ -ْ ·َ -
“Dan sesudah kamu datang, Musa menjawab
muda[pokf77h-mudahan Allah membinasakan
musuhnya, dan menjadikan kamu khalifah di
bumiNya maka Allah akan melihat bagaimana
perbuatanmu” (QS.Al-A’raI : 129).
Sungguh Al-Qur’an ini tidak boleh ada yang
menyentuhnya melainkan orang-orang yang
suci, dan orang-orang yang telah ku wasiatkan
kepadanya dari anak cucuku, kemudian Umar
berkata : kalau demikian kapan waktu untuk
menampakkan Al-Qur’an ini ? Ali bin Abi
Thalib menjawab disaat salah seorang penerus
dari anak-cucuku tampil dan mengajak
manusia untuk mengikutinya.
20


20
Al-Ihtijaj hal :225 dan Fashulul-Khitab hal : 7
25
Meskipun orang-orang syi’ah perpura-
perpura menampakkan kebebasannya dari
bukunya An-Nuri Ath Thibrisi ini memuat dan
mencakup beratus-ratus teks dari tokoh-tokoh
mereka dalam buku-bukunya yang
dianggapnya sah, bahwa buku-buku ini jelas-
jelas mengungkap pengubahan Al-Qur’an dan
mereka membenarkan pengubahan ini, akan
tetapi mereka tak menginginkan
tersebarluasnya kejanggalan aqidah mereka
tentang Al-Qur’an ini.
Setelah jelas aqidah mereka tentang Al-
Qur’an, maka nampak bahwa di sana ada dua
Al-Qur’an, yang pertama Al-Qur’an yang
Ma’lum (jelas) di ketahui khalayak ramai,
yang kedua khusus (yang dirahasiakan) yang
di antaranya isinya ada surat “Al-Wilayah”.
Dan di antara anggapan orang-orang syi’ah
bahwa di sana ada satu ayat yang hilang dari
surat,
َ 'َ أ ْحَ ¸ْ -َ - ْ»
Ayat itu berbunyi:
َ كَ ¸ْ +ِ - ´ ',ِ 'َ = 'َ -ْ 'َ ·َ =َ و
“Artinya dan kami jadikan Ali menantumu”
26
Sungguh mereka tak merasa malu dengan
anggapan seperti ini, meskipun mereka
mengetahui bahwa surat ini termasuk surat
Makiyyah, yang mana Ali bin Abi Thalib
belum menjadi menantu Rasulullah pada saat
itu (di Makkah).




















27
AQIDAH RAFIDHAH
TENTANG PARA SAHABAT NABI

Aqidah RaIidhah berpijak di atas pencacian,
pencelaan dan pengkaIiran terhadap sahabat-
sahabat Nabi Salallahu Alaihi Wassalam.
Diungkapkan oleh Al-Kulaini dalam
bukunya Furu’ul-KaaIi yang diriwayatkan dari
Ja’Iar: “Semua sahabat sepeninggal Rasulullah
Salallahu Alaihi Wassalam murtad (keluar dari
Islam) kecuali tiga, kemudian saya bertanya
kepadanya: siapakah ketiga sahabat ini? ia
menjawab: Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu
Dzar Al-GhiIari dan Salman Al-Farisi.”
21

Disebutkan oleh Al-Majlisi dalam bukunya
Haqqul yaqin bahwa Ali bin Al-Husain
berkata kepada hamba sahayanya: bagiku atas
kamu hak pelayanan, ceritakan kepaku tentang
Abu Bakar dan Umar? maka ia menjawab:
mereka berdua adalah kafir, dan orang yang
cinta kepadanya termasuk kafir juga.
22

Dalam taIsir Al-Qummy mereka
menaIsirkan Iirman Allah:

21
Furu’ul-kaaIi hal : 115
22
Haqqul-yaqin hal : 522
28
ِ ¸ْ ·َ -ْ 'اَ و ِ ¸َ ´ْ -ُ -ْ 'اَ و ِ ء'َ -ْ =َ -ْ 'ا ِ ¸َ = _َ +ْ -َ ,َ و
Mereka menaIsirkan: Al Fahsya dengan Abu
Bakar, Al Munkar dengan Umar dan Al Baghyi
dengan Usman.
23

Mereka (Syi’ah) mengatakan dalam kitab:
“MiItahul Jinan”
“Ya Allah, berikanlah kepada Muhammad dan
keluarganya shalawat, dan laknatilah ke dua
patung Quraisy, kedua jibt
24
dan thaghutnya
dan kedua anak perempuannya (maksudnya:
Abu Bakar, Umar, Aisyah dan HaIshah)
25
.
Pada tanggal 10 Muharram, mereka
membawa anjing yang diberi nama Umar,
kemudian mereka beramai-ramai
memukulinya dengan tongkat sampai mati,
kemudian mereka mendatangkan kambing
betina yang diberi nama Aisyah, kemudian
mereka mulai mencabuti bulunya dan
memukulinya dengan sandal dan sepatu
sampai mati.
26


23
TaIsir Al Qummy, hal 218.
24
Jibt adalah sihir, sebutan yang biasa digunakan untuk
sihir, tukang sihi, tukang ramal, dukun, berhala dan
sejenisnya. (Muraji’)
25
TaIsir Al-Qummy hal : 218
26
Tabdidudl-dlulam-ibrahim Al-Jibhan hal : 27
29
Sebagaimana juga mereka mengadakan
pesta besar-besaran dalam rangka merayakan
hari kematian Umar bin Khattab, dan
memberikan penghargaan kepada
pembunuhnya Abu Lu’lu’ah seorang yahudi
dengan gelar “Pahlawan Agama”.
27
Mudah-
mudahan Allah Subhanahu Wata'ala meridhoi
para sahabat semua dan Ummahatul-Mu’minin
para istri-istri Rasul.
Lihatlah, betapa besar kebencian dan
kotornya sekte ini, yang dinyatakan sudah
keluar dari agama, dan betapa buruk dan
kotornya ucapan-ucapan mereka yang
dialamatkan kepada manusia-manusia terbaik
setelah para nabi, yang mereka dipuji oleh
Allah dan rasul-Nya, dan umat telah sepakat
akan keadilan dan keutamaannya, serta sejarah
telah mencatat kebaikan-kebaikannya,
kecepatannya dalam masuk agama Islam, dan
jihadnya dalam menegakkan agama Islam.



27
Abbas Al-Qummy (Al-Kuna-wal-Alqaab) hal : 2/55
30
SISI KESAMAAN
ANTARA YAHUDI DAN RAFIDHAH

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:
“Sisi kesamaan antara yahudi dan raIidhah
adalah bahwa Iitnah yang ada pada RaIidhah
itu persis dengan Iitnah yang ada pada yahudi,
yaitu kalau orang yahudi mengatakan yang
hanya layak memimpin kekuasaan adalah
keluarga Dawud, begitu juga kata raIidhah tak
layak memimpin imamah (kekuasaan) kecuali
anak-anak Ali.
Orang yahudi mengatakan: tak ada jihad di
jalan Allah sehingga Al-Masih Ad-Dajjal
keluar, dan pedang turun ditangan, sementara
orang raIidhah mengatakan: tidak ada jihad
dijalan Allah sehingga imam Al-Mahdi (salah
satu dari imam-imam mereka) keluar dan ada
seorang komando yang mengkomandokan dari
langit.
Orang-orang yahudi mengakhirkan Shalat
sampai tenggelamnya bintang, sebagaimana
orang-orang raIidhah mengakhiri shalat
Maghrib sampai tenggelamnya bintang
sedangkan hadist hadist Rasulullah Salallahu
Alaihi Wassalam mengingkari akan hal itu.
31
اْوُ ¸ =َ ,ُ , ْ»َ ''َ - ٍ ةَ ¸ْ =ِ · _َ 'َ = ْ¸ِ -´ -ُ أ ُ لاَ ¸َ- َ `
'َ -ِ -ْ -ا _َ 'ِ إ َ بِ ¸ْ ·َ -ْ 'ا ِ مْ,ُ =´ -'ا ِ ك
“Umatku masih dalam keadaan fitrah, selama
tidak mengakhirkan shalat Maghrib sampai
tenggelamnya bintang”

.
28

Orang-orang yahudi memutarbalikkan At-
Taurat serta merubahnya, sebagaimana mereka
memutarbalikkan Al-Qur’an dan merubahnya.
Orang-orang yahudi tidak berpendapat
mengusap Al-KhuI (sepatu slop) sebagaimana
juga orang-orang raIidhah.
Orang-orang yahudi membenci malaikat
Jibril, dengan mengatakan ia musuh kami dari
golongan malaikat sebagai mana raIidhah
mengatakan malaikat Jibril salah alamat ketika
menyampaikan wahyu kepada Muhammad.
29


28
Hadist riwayat Imam Ahmad hal: 4/147
29
Bagian sekte raIidhah bernama Al-Ghairibiyyah
mengatakan Jibril alaihi salam telah berkianat
dikarenakan telah menyampaikan wahyu kepada
Muhammad, sebab yang berhak membawa risalah Islam
ini, adalah Ali bin Abi Thalib, dengan sebab ini mereka
mengatakan al amin (Jibril) telah berhianat.
Dikarenakan memalingkan risalah dari Haidar (Ali bin
Abi Thalib).
32
RaIidhah sama dengan orang-orang nasrani
dalam masalah maskawin, yaitu wanita-wanita
nasrani tidak berhak mendapatkan mas kawin
karena mereka diciptakan untuk dipakai
besenang-senang (mut’ah), sebagaimana
raIidhah mensyaratkan nikah mut’ah dan
menghalalkanya.
Akan tetapi orang-orang yahudi dan nasrani
memiliki dua keistimewaan yang tidak
dimiliki oleh orang-orang raIidhah:
1. Apabila orang-orang yahudi ditanya
tentang siapa sebaik-baik pemeluk agama
kalian? mereka akan menjawab sahabat-
sahabat nabi Musa 'Alaihis Salam.

Renungkanlah wahai akhi muslim bagaimana mereka
mengangka jibril telah berkianat sedangkan Allah
Subhanahu Wata'ala telah mensiatinya dengan Al-Amin
(terpercaya) dengan Iirman-Nya:
ُ ¸ْ ,ِ -َ `ْا ُ حْو´ ¸'ا ِ ªِ - َ لَ ¸َ -
“Telah turun kepadanya Jibril yang dipercaya”
dan Iirman-Nya yang lain:
ٍ ¸ْ ,ِ -َ أ ´ »َ ` ٍ ع'َ =ُ -
“Ditaati dan dipercaya”
Lalu apa komentar anda tentang aqidah ini yang
diyakini oleh orang-orang raIidhah.
33
2. Apabila orang-orang nasrani ditanya siapa
sebaik-baik pemeluk agama kalian mereka
akan menjawab sahabat-sahabat setia nabi
Isa 'Alaihis Salam.
Tetapi jika orang raIidhah ditanya tentang
siapa yang paling buruk dari pemeluk agama
kalian mereka menjawab sahabat-sahabat
Muhammad Shallallaahu Alaihi Wasallam.
30


















30
Minhaju Sunnah, Ibnu Taimiyyah, 1/24
34
AQIDAH RAFIDHAH
TENTANG IMAM MEREKA

Orang-orang RaIidhah mengaku bahwa para
imam mereka ma’sum (terjaga dari kesalahan
dan dosa) serta mereka mengetahui ilmu
ghaib.
Dikutip oleh Al-Kuilani dalam bukunya
Ushulul KaaIi: Imam Ja’Iar Ash-Shadiq
berkata “kami adalah gudang ilmunya Allah
dan kami penterjemah perintah Allah serta
kami kaum yang ma’sum, semua manusia
diwajibkan taat kepada kami, dan dilarang
menyelisihi kami, dan kami menjadi saksi atas
perbuatan manusia di bawah langit dan di atas
bumi.
31

Al-Kuilani pun telah mengutip di dalam
buku yang sama, bab “Para imam dapat
mengetahui apa saja jika menghendakinya”,
dari Ja’Iar ia berkata “Imam bisa mengetahui
apa saja jika memang menghendakinya dan
mereka mengetahui kapan mereka mati, dan
mereka tidak akan mati melainkan karena
keinginan mereka sendiri”.
32


31
Ushulul KaaIi hal 165
32
Ushulul KaaIi Ii kitabil hujjah 1/258
35
Al-Khumaini berkata dalam salah satu
tulisannya: “Bahwa para imam mereka lebih
utama dari pada para nabi dan rasul, dan
mereka memiliki kedudukan atau tingkatan
yang tidak tercapai oleh para malaikat dan
para rasul.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata
“RaIidhah menyangka bahwasannya urusan
agama diserahkan kepada para pendeta, halal
adalah yang menurut mereka halal dan haram
adalah yang menurut mereka haram dan
konsep keagamaan adalah yang mereka
syariatkan.
33

Jika anda wahai pembaca yang budiman
ingin mengetahui kekuIuran, kemusyrikan, dan
pengkultusan yang berlebih-lebihan yang
diyakini oleh orang-orang raIidhah bacalah
bait-bait yang dilantunkan oleh tokoh
kontenporer mereka yang bernama Ibrahim Al-
Amili tentang penyanjungan terhadap Ali bin
Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu:
“Semua orang baik yang dulu, kini dan yang
akan datang, semua nabi, rasul, qolam, lauh,

33
Minhaju Sunnah, 1/481
36
hamba sahaya, dan semua alam dan seisinya
adalah milikmu
Abul Hasan, sang pengatur alam, kau tempat
berteduhnya orang yang diusir, tempat
peristirahatan rasul.
Kau penyejuk kekasihmu di hari akhir dan
yang menolong orang yang telah
mengingkarimu.
Abul Hassan hai Ali yang agung kecintaanmu
kepadaku sebagai penerang di kuburanku
namamu sebagai syiar di saat kesempitanku
dengan cinta kepadamu dapat
menghantarkanku ke surgamu.
Ketika datang waktu kematian peran Ali
datang kepadamu wahai Al-Mazidi dan ketika
seorang komando meneriakan aba-aba
kebangkitan, mustahil wahai engkau Ali
membiarkan orang yang berlindung
kepadamu”
Apakah mungkin seorang muslim yang
komitmen kepada agamanya membuat syair
seperti ini ? Demi Allah orang-orang jahiliyah
dahulu kalapun tidak pernah jatuh kedalam
kemusyikan, kekuIuran, pengagungan yang
berlebih-lebihan, seperti orang-orang raIidhah
ini.
37
AQIDAH RAFIDHAH
TENTANG RAJ’AH

Orang-orang RaIidhah tak kalah dengan
sekte yang lain, mereka membuat bid’ah yang
sangat besar yaitu aqidah raj’ah.
34

Al-MuIid berkata syiah Imamiyah setuju
dan sepakat dengan adanya beberapa orang
yang telah mati dan mereka akan dihidupkan
kembali.
35

Yang dimaksud dengan raj’ah bagi orang
syi’ah adalah di bangkitkannya kembali imam
mereka yang terakhir yang bernama Al-Qa’im
Al-Mahdi di akhir zaman dari tempat
peristirahatannya di benteng persembunyian-
nya dan ia akan menyembelih semua lawan
politiknya dan akan mengembalikan kepada
orang-orang syi’ah hak-hak mereka yang telah
dirampasnya selama berabad-abad.
36

Al-Murthada mengatakan dalam bukunya
Al-Masail An-Nasiriah “Pada hari ini (hari
kebangkitan) Abu Bakar dan Umar akan
disalib disebuah pohon, pada masa bangkitnya

34
Raj’ah artinya kembali hidup setelah mati
35
Awailul Maqalath hal 51
36
Al-Khutut Al-‘Aridhah hal 80
38
Al-Mahdi imam mereka yang kedua belas
yang dijuluki Qa’im Alu Muhammad dimana
pohon yang masih hidup dan masih segar
sebelum dipakai menyalip akan menjadi
kering dan mati setelah digunakan
penyaliban.”
37

Dikatakan oleh Al-Majlisi dalam bukunya
Haqqul Yaqin mengutip perkataan Muhammad
Al-Baqir: “Ketika Al-Mahdi muncul ia akan
menghidupkan Aisyah ummmul mu’minin
untuk dihukum rajam
38
.
Kemudian aqidah ini mengalami
perkembangan yang sangat cepat sehingga
mereka mengatakan, bahwa semua orang
syi’ah bersama para imamnya, dan musuh-
musuhnya bersama para pemimpinnya akan
dihidupkan kembali.
Aqidah ini jelas membuka tabir kedengkian
yang amat dalam pada jiwa orang-orang
syi’ah, sehingga ia munculkan seperti
ungkapan-ungkapan diatas.

37
Awailul Maqalath 75
38
Hukum rajam adalah hukum mati dengan dilempari
batu bagi pelaku zina mukhson (orang yang sudah
menikah), editor.
39
Aqidah ini dijadikan sebagai sarana yang
dipergunakan oleh Saba’iyah untuk
mengingkari hari kiamat.























40
AQIDAH RAFIDHAH
TENTANG TAQIYYAH

Taqiyyah sebagaimana dideIenisikan oleh
salah seorang tokoh kontemporer syi’ah
adalah: “Suatu ucapan atau perbuatan
seseorang yang bertolak belakang dengan apa
yang diyakininya, untuk menghilangkan
bahaya yang mengancam jiwanya, hartanya,
atau untuk menjaga kehormatannya.”
39

Orang-orang syi’ah beranggapan bahwa
Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam
pernah melakukannya, yaitu ketika seorang
tokoh munaIiqin yang bernama Abdullah bin
Ubay bin Salul meninggal dunia, dengan
mendo’akan untuknya, kemudian Umar bin
Khattab berkata kepadanya “Tidakkah Allah
telah melarangmu untuk melakukan hal itu
(berdiri di atas kuburannya dengan
mendo’akannya), maka Rasulullah
Shallallaahu Alaihi Wasallam menjawab
“Celakalah engkau, tahukah engkau apa yang
saya baca? sesungguhnya aku mengucapkan

39
AsSyiah Iil mizan hal 48
41
penuhilah kuburannya dengan api dan
bakarlah ia”
40
.
Lihatlah wahai akhi muslim, bagaimana
mereka menisbahkan kedustaan kepada
Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam?
Apakah masuk akal, jikalau sahabat Rasulullah
memadangnya dengan penuh kasihan
sementara Rasulullah melaknatnya.
Al-Kuilani menukil dalam bukunya Ushulul
KaaIi bahwa Abu Abdillah berkata : “Hai Abu
Umar sesungguhnya sembilan puluh persen
dari agama ini adalah taqiyyah, tidak ada
agama bagi orang yang tidak bertaqiyyah dan
taqiyyah mutlak dalam segala hal, kecuali
dalam urusan khamar dan mengusap khuI
(sepatu slop).”
Dinukil juga oleh Al-Kuilani dari Abu
Abdillah: “Jagalah agama kalian, tutupilah
dengan taqiyyah, tidak dianggap beriman
seseorang sebelum ia bertaqiyyah.”
41

RaIidhah mengatakan bahwa taqiyyah
adalah merupakan kewajiban, agama tidak
akan tegak tanpa dengannya dan mereka
menyampaikan dasar-dasar agamanya dengan

40
Furu’ul KaaIi hal 188
41
Ushulul KaaIi hal 482-483
42
terang-terangan dan sembunyi-sembunyi serta
bermuamalah dengan taqiyyah ini khususnya
ketika mereka dalam kondisi yang
membahayakan.
Oleh sebab itu waspadalah wahai saudara
muslim dari bahaya RaIidhah ini.




















43
AQIDAH RAFIDHAH
TENTANG ATH-THINAH

Ath-Thinah
42
yang dimaksukan oleh
RaIidhah di sini adalah Tanah kuburan Al-
Husain radiyallahu anhu.
Dinukil oleh Muhammad An-Nu’man Al-
Haritsi yang dijuluki dengan Asy-Syeikh Al-
MuIid salah seorang pembawa Iaham
kesesatan dalam bukunya Al-Mazar dari Abu
Abdillah ia (Abu Abdillah) berkata “Tanah
kuburan Al-Husain adalah obat untuk segala
penyakit, ia adalah obat yang paling
berkhasiat”
Abdullah berkata “Goreskanlah debu
kuburan Al-Husain pada mulut anakmu.
43

Masih ucapan An-Nu’man seorang diutus
untuk menyampaikan kepada Abul Hasan Ar-
Ridha bingkisan berupa sekumpulan baju, dan
diselipkan di sela-sela baju tersebut sedikit
tanah kuburan Al-Husain maka berkata Abul
Hasan kepada utusan tersebut apa ini? iapun

42
Ath-Thinah adalah tanah kuburan Husain
43
Berbeda dengan Ahlus Sunnah, mereka menganjurkan
bayi yang baru lahir digosokkan di mulutnya lumatan
korma yang halus (sesuai perintah rasulullah)
44
menjawab ini tanah kuburan Al-Husain, dan
tidak dihadiahkan kepada seseorang baju atau
yang lainnya kecuali disertakan bersamanya
tanah kuburan Al-Husain, dan ia mengatakan
karena itu untuk keselamatan dengan izin
Allah.
Diriwiyatkan ada seseorang bertanya kepada
Ash-Shadiq tentang Iaedah penggunaan tanah
kuburan Al-Husain, maka Ash-Shadiq
menjelaskan kepadanya “jika makan tanah
kuburan ini bacalah bacaan ini”
“Ya Allah, saya memohon kepada-Mu, dengan
perantaraan malaikat yang telah
menggenggam (rohnya) dan memohon
kepada-Mu dengan perantaraan nabi yang
telah menyimpannya, dan dengan perantaraan
washi (Al-Husain) yang telah besemayam di
dalamnya, agar Kau berikan shalawat kepada
Muhammad, dan keluarganya, dan Kau
jadikan tanah ini obat untuk segala macam
penyakit, dan keselamatan dari segala yang
ditakutkan, dan penjagaan dari segala
keburukan dan kejelekan.”
Abu Abdillah pernah ditanya tentang
khasiat penggunaan dua tanah, yaitu tanah
kuburan Hamzah dan tanah kuburan Al-
45
Husain, dan keistimewaan dari masing-masing
dua tanah tersebut, maka beliau menjawab
“Biji tasbih yang terbikin dari tanah kuburan
Al-Husain dapat bertasbih (membaca bacaan
subhanallah dan yang lainnya) di tangan orang
yang tidak bertasbih (orang yang tidak
membaca bacaan subhanallah dan yang
lainnya).
44

Orang-orang RaIidhah mengira dan
mendakwakan bahwa orang syi’ah di ciptakan
dari satu tanah dan orang Ahlus Sunnah di
ciptakan dari tanah yang lain, kemudian kedua
tanah tersebut dicampur adukkan satu sama
lainnya, sehingga ketika timbul di suatu saat
kemasiatan dan tindakan kriminalitas yang
dilakukan oleh orang-orang syi’ah itu di
karenakan terpengaruhnya dengan tanah asal
di ciptakannya orang sunni. Dan apabila di
dapatkan ada sebagian orang sunni yang
baikdan amanah, maka ketahuilah itu karena
pengaruh tanah bahan ciptaan orang syi’ah.
Oleh karena itu, apabila tiba hari kiamat
maka kejelekan-kejelekan dan dosa-dosa
orang-orang syi’ah akan dipikul kepada orang-

44
Kitabul Mizar hal 125
46
orang Ahlus Sunnah, dan sebaliknya,
kebaikan-kebaikan Ahlus Sunnah akan
diberikan kepada orang-orang syi’ah.
45























45
‘Ilalul Syara’i: 490-491, dan biharul anwar 5/247, 248
47
AQIDAH RAFIDHAH
TENTANG AHLUS-SUNNAH

Aqidah RaIidhah berpijak pada penghalalan
harta dan jiwa Ahlus Sunnah.
Ash-Shaduq meriwayatkan suatu riwayat
yang disandarkan kepada Daud bin Farqad
dalam bukunya (Al-“Ilal) bahwa ia (Daud)
berkata: “saya bertanya kepada Abu Abdillah,
apa pendapat anda tentang An-Nasib
46
? ia
menjawab halal darahnya, tapi saya
mengkhawatirkan keselamatan anda, maka
jika anda mampu menggulingkan tembok
sehingga merobohi orang Ahlus Sunnah, atau
menenggelamkannya di lautan, sehingga tak
ada yang menyaksikan atas perbuatanmu maka
lakukanlah, kemudian saya bertanya lagi
“bagaimana pendapat anda tentang hartanya ?
ia menjawab ambillah, jika anda bias.
47

Tidak cukup di situ saja, bahkan mereka
berpendapat bahwa kekuIuran orang-orang
Ahlus Sunnah lebih besar dari pada kekuIuran
orang-orang yahudi dan nashrani, dikarenakan

46
Orang-orang syiah menamakan ahlus sunnah dengan
sebutan An-Nasib.
47
Al-Mahaasin, NaIsaniyyah hal 166
48
mereka memang kaIir asli, lain halnya dengan
Ahlus Sunnah, maka mereka adalah murtad
(keluar dari Islam) dan kekuIuran dari
kemurtadan lebih besar dari pada kekuIuran
asli.
Oleh sebab itu, orang-orang RaIidhah
membantu orang-orang kaIir di dalam
peperangan melawan orang-orang Islam
sebagaimana yang disaksikan oleh sejarah.
48

Dikatakan oleh Al-Fudlail bin Yasar saya
bertanya kepada Abu Ja’Iar tentang wanita
RaIidhah, apakah boleh saya kawinkan dengan
laki-laki Ahlus Sunnah? ia menjawab tidak,
karena laki-laki Ahlus Sunnah (yang sesuai
dengan penamaan mereka An-Nasib) adalah
kaIir.
49

Sebenarnya istilah “An-Nasib” dalam
pandangan Ahlus Sunnah sendiri adalah
orang-orang yang membenci Ali bin Abi
Thalib radhiyallahu ‘anhu, akan tetapi orang-
orang RaIidhah menjuluki “orang-orang Ahlus

48
Syeikul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Orang-orang
raIidhah telah membantu tatar (pasukan tatar) ketika
memerangi negara-negara Islam (Majmu’ul Fatawa
35/1510
49
Wasailusy syiah 7/431, At-Thahdib 7/303
49
Sunnah dengan “An-Nasib” dikarenakan
mereka mendahulukan keimaman Abu Bakar,
Umar dan Ustman atas Ali bin Abi Thalib.
Dan sebenarnya jelas sekali, bahwa
keutamaan Abu Bakar dan Umar atas Ali bin
Abi Thalib ini sudah ada pada masa rasulullah
Shallallaahu Alaihi Wasallam sebagai
buktinya hadist yang diriwayatkan dari Ibnu
Umar :
ِ -ا ِ لْ,ُ -َ ر ِ ¸َ -َ ز ْ¸ِ · ِ س'´ -'ا َ ¸ْ ,َ - ُ ¸ ,َ =ُ - '´ -ُ آ
´ »ُ ` ٍ ¸ْ ´َ - 'َ -َ أ َ ¸ ,َ =ُ -َ · َ »´ 'َ -َ و ِ ªْ ,َ 'َ = ُ -ا _´ 'َ -
َ ن'َ -ْ `ُ = ´ »ُ ` َ ¸َ -ُ =
“Kami pernah memilih-milih manusia terbaik
(selain Rasulullah) pada masa Rasulullah,
maka kami memilih Abu Bakar kemudian
Umar kemudian Ustman” (H.R. Bukhari.)
Ditambahkan oleh Ath-Thabrani dalam
kitab Al-Kabir:
َ `َ و َ »´ 'َ -َ و ِ ªْ ,َ 'َ = ُ -ا _´ 'َ - ´ ¸ِ -´ -'ا َ =ِ 'َ ذ َ»َ 'ْ ·َ ,َ ·
ُ -ُ ¸ِ ´ْ -ُ ,
“Kemudian rasulullah mengetahui hal itu,
dan tidak mengingkarinya”
50
Dikatakan oleh Ibnu Asyakir: “Kami
mengagungkan dan memulyakan Abu Bakar,
Umar, Ustman dan Ali.”
Diriwayatkan oleh Ahmad dan yang
lainnya, dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu
‘anhu, bahwa beliau berkata “Sebaik-baik
umat ini setelah nabinya adalah Abu Bakar
kemudian Umar, jika kau mengharapkan
katakanlah yang ketiganya Ustman.” Adh-
Dhahabi mengatakan ini hadist mutawatir.
50
















50
At-Ta’liqat ala matnil-itiqat 91
51
AQIDAH RAFIDHAH
TENTANG NIKAH MUT’AH
DAN KEUTAMAANNYA

Mut’ah
51
memiliki keistimewaan yang besar
di dalam aqidah RaIidhah, dikatakan dalam
buku “Manhajus Shadiqin” yang ditulis oleh
Fathullah Al Kasyani, dari Ash Shadiq
bahwasannya mut’ah adalah bagian dari
agamaku, dan agama nenek moyangku, dan
barang siapa yang mengamalkannya berarti ia
mengamalkan agama kami, dan barang siapa
yang mengingkarinya bearti ia mengingkari
agama kami, bahkan ia bisa dianggap
beragama dengan selain agama kami, dan anak
yang dilahirkan dari hasil perkawinan mut’ah
lebih utama dari pada anak yang dilahirkan di
luar nikah mut’ah, dan orang yang
mengingkari nikah mut’ah ia kaIir dan
murtad.
52

Dinukil oleh Al-Qummy dalam bukunya
“Maa laa Yudhrikuhul Faqih, dari Abdillah bin
Sinan dari Abi Abdillah ia berkata
“Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata'ala

51
Mut’ah adalah nikah kontrak dalam wantu tertentu
52
Minhajus shadiqin : 356
52
mengharamkan atas orang-orang syi’ah segala
minuman yang memabukkan, dan
menggantikan bagi mereka dengan mut’ah.”
53

RaIidhah tidak membatasi dengan jumlah
tertentu dalam mut’ah, dikatakan dalam buku
“Furu’ul KaaIi”, Ath-Thahdib, dan Al-
Istibshar, dari Zurarah dari Abi Abdillah ia
berkata “Saya bertanya kepadanya tentang
jumlah wanita yang dimut’ah, apakah hanya
empat wanita? ia menjawab nikahilah (dengan
mut’ah) dari wanita, meskipun itu 1000
(seribu) wanita, karena mereka (wanita-wanita
ini) dikontrak.”
Dari Muhammad bin Muslim dari Abu
Ja’Iar bahwa ia berpendapat tentang mut’ah,
bahwa ia tidak hanya terbatas empat wanita,
karena mereka tak perlu dicerai, tidak
mewarisi, hanyasannya mereka itu adalah
dikontrak.
54

Bagaimana kita bisa menerima dan
membenarkan nikah seperti ini, sementara
Allah Subhanahu Wata'ala berIirman:

53
Mal la Yahdluruhol Iaqih hal 330
54
Al-Furu’minal kaIi : 2/43, Ath-Thahdib : 2/188
53
_َ 'َ = ´ `ِ إ َ نْ,ُ =ِ ·'َ = ْ»ِ +ِ =ْوُ ¸ُ -ِ ' ْ»ُ ه َ ¸ْ ,ِ -´'اَ و
َ ¸ْ ,َ = ْ»ُ +´ -ِ 'َ · ْ»ِ +ِ -'َ -ْ ,َ أ ْ-َ ´َ 'َ - 'َ - ْوَ أ ْ»ِ +ِ =اَ وْزَ أ
ُ »ُ ه َ =ِ -َ 'وُ 'َ · َ =ِ 'َ ذ َ ءاَ رَ و _َ ·َ -ْ -ا ِ ¸َ -َ · َ ¸ْ ,ِ -ْ,ُ 'َ -
'َ ·ْ 'ا َ نْوُ د
“Dan orang-orang yang menjaga
kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri
mereka, atau budak yang mereka miliki, maka
sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada
tercela, barang siapa yang mencari d ibalik
itu, maka mereka itulah orang-orang yang
melampaui batas” (QS.Al-Mu’minun : 5-7).
Dari ayat di atas jelas, bahwa yang
diperbolehkan untuk disetubuhi adalah istri
yang sah, dan hamba sahaya yang dimilikinya,
selebih itu diharamkan, wanita yang dimut’ah
(dipakai bersenang-senang) adalah wanita
yang dikontrak ia bukan istri, tidak mendapat
warisan dan tidak perlu dicerai, oleh karena itu
ia adalah wanita pelacur.
Syeikh Abdullah bin Jibrin berkata “Orang-
orang RaIidhah menghalalkan nikah mut’ah
berdalil dengan ayat:
54
ْ-َ ´َ 'َ - 'َ - ´ `ِ إ ِ ء'َ - -'ا َ ¸ِ - ُ ت'َ -َ -ْ =ُ -ْ 'اَ و
'َ - ْ»ُ ´َ ' ´ .ِ =ُ أَ و ْ»ُ ´ْ ,َ 'َ = ِ -ا َ ب'َ -ِ آ ْ»ُ ´ِ -'َ -ْ ,َ أ
َ ¸ْ ,ِ -ِ -ْ =ُ - ْ»ُ ´ِ 'اَ ,ْ -َ 'ِ - اْ,ُ ·َ -ْ -َ - ْنَ أ ْ»ُ ´ِ 'َ ذ َ ءاَ رَ و
´ ¸ُ +ْ -ِ - ِ ªِ - ْ»ُ -ْ ·َ -ْ -َ -ْ -ا 'َ -َ · َ ¸ْ ,ِ =ِ ·'َ -ُ - َ ¸ْ ,َ =
َ رْ,ُ =ُ أ ´ ¸ُ هْ,ُ -'َ َ · ْ»ُ ´ْ ,َ 'َ = َ ح'َ -ُ = َ `َ و ً ªَ -ْ ,ِ ¸َ · ´ ¸ُ ه
َ -ا ´ نِ إ ِ ªَ -ْ ,ِ ¸َ -ْ 'ا ِ -ْ ·َ - ْ¸ِ - ِ ªِ - ْ»ُ -ْ ,َ -اَ¸َ - 'َ -ْ ,ِ ·
ً '-ْ ,ِ ´َ = ً '-ْ ,ِ 'َ = َ ن'َ آ
“Dan (diharamkan juga kamu mengawini)
wanita yang bersuami, kecuali budak-budak
yang kamu miliki (Allah telah menetapkan
hukum itu) sebagai ketetapannya atas kamu,
dan dihalalkan selain yang demikian (yaitu)
mencari istri-istri dengan hartamu untuk
dikawini, bukan untuk berzina, maka istri-istri
yang telah kamu nikmati (campuri) di antara
mereka, maka berikanlah kepada mereka
maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu
kewajiban, dan tiada mengapalah bagi kamu
terhadap sesuatu yang kamu telah saling
merelakannya, sesudah menentukan mahar itu,
sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi
maha bijaksana” (QS. An-Nisa’: 24).
55
Untuk menjawab dalil mereka, maka bisa
dikatakan bahwa ayat-ayat di bawah ini
sampai dengan ayat yang dijadikan sandaran
oleh orang syi’ah adalah berbicara masalah
nikah yang sebenarnya dimulai dengan ayat:
َ أ ْ»ُ ´َ ' ´ .ِ =َ , َ ` اْ,ُ -َ -َ أ َ ¸ْ ,ِ -´ 'ا 'َ +´ ,َ أ 'َ , ا,ُ `ِ ¸َ - ْن
ِ ¸ْ ·َ -ِ - اْ,ُ -َ هْ-َ -ِ ' ´ ¸ُ هْ,ُ 'ُ -ْ ·َ -َ `َ و ً 'هِ ¸َ آ َ ء'َ - -'ا
ٍ ªَ - ,َ -ُ - ٍ ªَ -ِ ='َ -ِ - 'َ -ْ ,ِ -ْ'َ , ْنَ أ ´ `ِ إ ´ ¸ُ هْ,ُ -ُ -ْ ,َ -' 'َ -
ِ فْوُ ¸ْ ·َ -ْ ''ِ - ´ ¸ُ هْوُ ¸ِ -'َ =َ و
“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal
bagi kamu, mempusakai wanita dengan jalan
paksa, dan janganlah kamu menyusahkan
mereka, karena hendak mengambil kembali
sebagian dari apa yang telah kamu berikan
kepadanya, kecuali bila mereka melakukan
pekerjaan keji yang nyata, dan pergaulilah
dengan mereka secara patut.”(An-Nisa’ :19).
Sampai dengan ayat
ٍ جْوَ ز َ ن'َ ´َ - ٍ جْوَ ز َ لاَ -ْ -ِ -ْ -ا ُ »ُ -ْدَ رَ أ ْنِ إَو ....
“Dan jika ingin mengganti istrimu dengan
istri yang lain.” (An-Nisa’ 20)
Sampai lagi dengan ayat:
ْ»ُ آُ ؤ'َ -َ أ َ _َ ´َ - 'َ - اْ,ُ =ِ ´ْ -َ -َ `َ و ....
56
“Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita
yang telah dikawini oleh ayahmu” (QS. An-
Nisa’ 22).
Kemudian ditambah lagi ayat dengan ayat:
ْ»ُ ´ُ -'َ +´ -ُ أ ْ»ُ ´ْ ,َ 'َ = ْ-َ - ¸ُ = ...
“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-
ibumu ….”. (QS.An-Nisa’ : 23)
Setelah Allah Subhanahu Wata'ala
menghitungkan untuk kita jumlah wanita yang
haram dinikahi baik di karenakan nasab
keturunan atau dikarenakan sebab yang
lainnya. Allah berIirman :
ْ»ُ ´ِ 'َ ذ َ ءاَ رَ و 'َ - ْ»ُ ´َ ' ´ .ِ =ُ أَ و ...
“Dan dihalalkan bagi kamu selain yang
demikian (wanita yang disebutkan diatas), dan
jika kalian menikahi mereka (mereka selain
yang disebutkan diatas) untuk kalian setubuhi
maka berikanlah maharnya, yang mana telah
kalian tentukan untuknya, dan jika mereka
(para istri) membebaskan sebagian dari
maharnya dengan kerelaan hati, maka tidak
dosa engkau menerimanya..”
Inilah sebenarnya penaIsiran yang benar
sesuai dengan penaIsiran para mayoritas
57
shahabat nabi dan para ulama taIsir
sesudahnya.
55

Orang RaIidhah tidak berhenti sampai di
situ saja, bahkan mereka memperbolehkan
mendatangi wanita (istri) dari duburnya
(menyetubuhi istri dari jalan belakangnya).
Disebutkan dalam buku Al-Istibshar yang
diriwayatkan dari Ali bin Al-Hakam, ia
berkata, “Saya pernah mendengar ShaIwan
berkata” saya berkata kepada Ar-Ridha,
“Seorang budak memperintah saya untuk
bertanya kepadamu tentang suatu masalah
yang mana ia malu menanyakan langsung
kepadamu”, maka ia berkata, “Apa masalah

55
Penjelasan dari Syeikh Abdullah bin Jibrin, dalil lain
dari sunnah tentang pengharaman nikah mut’ah adalah
hadist “Arrabi bin Subrah Al-Juliany sesungguhnya
bapaknya menceritakan kepadanya bahwa ia pernah
bersama rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam, beliau
bersabda
ِ ء'َ - -'ا َ ¸ِ - ِ ع'َ -ْ -ِ -ْ -`ْا ¸ِ · ْ»ُ ´َ ' ُ -ْ -ِ ذَ أ ُ -ْ -ُ آ ¸ -ِ إ ُ س'´ -'ا 'َ +´ ,َ أ 'َ ,
´ نَ أَ و ِ ªَ -'َ ,ِ -ْ 'ا ِ مْ,َ , _َ 'ِ إ َ =ِ 'َ ذ َ م´ ¸َ = ْ-َ · َ -ا
“Wahai manusia, sesungguhnya saya pernah
membolehkan bagi kalian nikah Mut’ah (bersenang-
sengan dengan wanita) ketahuilah, bahwa Allah
Subhanahu Wata'ala telah mengharamkannya sampai
hari kiamat. (H.R.Muslim)
58
itu?”, ia menjawab, “Bolehkah seorang laki-
laki menyetubuhi istrinya dari duburnya”,
maka ia menjawab, “Ya, boleh baginya”.
56























56
Al-Istibshar 3/243
59
AQIDAH RAFIDHAH
TENTANG KOTA NA1F DAN KARBALA
DAN KEUTAMAAN MENZIARAHINYA

Orang-orang syi’ah beranggapan bahwa
kuburan para imam mereka, baik itu yang
hanya diakui belaka atau yang sebenarnya
sebagai tanah haram yang suci; KuIah,
Karbala dan Qum tanah haram.
Mereka meriwayatkan dari Ja’Iar Ash-
Shadiq: bahwa Allah Subhanahu Wata'ala
memiliki tanah haram yaitu Makkah,
Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam
memiliki tanah haram yaitu Madinah
Munawarah, dan Amirul Mu’minin Ali bin
Abi Thalib memiliki tanah haram yaitu Kufah,
dan kami memiliki tanah haram yaitu Qum.
Tanah Karbala bagi orang syi’ah lebih
utama dari pada Ka’bah, disebutkan dalam
kitab “Al-Bihar” dari Abu Abdillah, ia berkata,
“Sesungguhnya Allah menurunkan wahyunya
kepada Ka’bah dengan mengatakan “Jika
bukan karena tanah Karbala Aku tidak
mengutamakanmu, dan jika bukan karena
imam yang bersemayam di tanah Karbala, Aku
tidak menciptakanmu, dan Aku tidak
60
menciptakan mesjid yang engkau banggakan,
diamlah kamu jangan bertingkah, jadilah kamu
tumpuhan dosa, hina dina, yang dihinakan dan
jangan sombong kepada tanah Karbala, jika
tidak, Aku akan tumpaskan kau ke neraka
jahanam.
57

Disebutkan dalam kitab “Al-Mizar” karya
Muhammad Nu’man yang dijuluki dengan
Asy Syeikh Al-MuIid ia mengatakan
“Hendaklah seseorang yang menziarahi
kuburan Al-Husain mengangkat tangan
kanannya, dan mengucapkan do’a “Saya
datang menziarahimu, dengan mengharapkan
agar kaki ini tetap tegar untuk selalu hijrah
kepadamu (menziarahimu), saya yakin bahwa
Allah Subhanahu Wata'ala menghilangkan
kesedihan, menurunkan rahmat-Nya, dengan
sebabmu, dan karena engkaulah Allah
Subhanahu Wata'ala mengukuhkan bumi, tidak
menenggelamkannya, dan mengokohkan
gunung-gunungnya di atas pasak-pasaknya.
Aku menghadap kepada tuhanku, dengan
perantaraanmu, agar dikabulkan

57
Kitabul Bihar 10/107
61
permohonanku dan semua kebutuhanku serta
diampuni dosa-dosaku.
Disebutkan dalam buku “Al-Mizar” tentang
keutamaan kota KuIah, yang diriwayatkan
oleh Ja’Iar Ash-Shadiq, ia berkata: “Sebaik-
baik tanah, setelah tanah haramnya Allah dan
Rasul-Nya adalah tanah KuIah, karena ia
bersih dan suci, di dalamnya terdapat kuburan
para nabi dan rasul dan para washi (imam yang
mendapat wasiat untuk meneruskan
kekhilaIahan), dan disana tempatnya keadilan
Allah, dan di sana pula penerus kekhilaIahan
hadir, di sana pula tempat turunnya para nabi,
washi dan orang-orang sholeh.
58

Renungkan wahai pembaca yang budiman,
bagaimana mereka jatuh dalam kemusyrikan
mulai dari permohonan kepada selain Allah
dalam pencapaian hajat dan pengampunan
dosa dari manusia, sedangkan Allah berIirman:
ُ -ا ´ `ِ إ َ بْ,ُ -´ -'ا ُ ¸ِ -ْ ·َ , ْ¸َ -َ و
“Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa
selain dari pada Allah?.” (QS. Ali Imran 135).


58
Kitab Al-Mizar hal 99
62

SISI PERBEDAAN
ANTARA SYI’AH DAN AHLUS SUNNAH

Nidzamuddin Muhammad Al-A’dzami
mengatakan dalam bukunya pengantar Syi’ah
dan Mut’ah “Perbedaan antara kami (Ahlus
Sunnah) dan mereka (Syi’ah) tidak hanya
berpusat pada perbedaan-perbedaan masalah
Fiqhiyyah yang siIatnya Furu’iyyah saja,
sekali lagi tidak, perbedaan ini pada
hakekatnya perbedaan dalam masalah-masalah
yang sangat mendasar sekali. Perbedaan dalam
segi aqidah, yang mana perbedaan-perbedaan
ini bisa dilihat pada hal-hal dibawah ini:
Pertama: Orang-orang syi’ah mengatakan
bahwa Al-Qur’an mengalami perubahan dan
pengurangan, sedangkan kami mengatakan
bahwa Al-Qur’an sempurna tidak ada
pengurangan, tidak pernah dan tidak akan ada
penggantian, pengurangan atau perubahan,
sampai hari kiamat, Allah berIirman:
ُ ªَ ' '´ -ِ إَ و َ ¸ْ آ -'ا 'َ -ْ '´ ¸َ - ُ ¸ْ =َ - '´ -ِ إ َ نْ,ُ =ِ ·َ 'َ ='
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan
Al-Qur’an, dan sesunguhnya Kami benar-
benar memeliharannya” (QS. Al-Hijr : 9).
63
Kedua: Orang syi’ah mengatakan
bahwasannya para sahabat nabi setelah
waIatnya nabi semuanya murtad kecuali
sedikit saja dari mereka, mereka menghianati
amanah, dan agamanya, khususnya khaliIah
yang tiga yaitu: Abu Bakar, Umar dan
Utsman, oleh sebab itu mereka dicap orang-
orang yang paling besar kekaIirannya dan
kesesatannya.
Sedangkan kami (Ahlus Sunnah)
mengatakan bahwa mereka para shahabat
sebaik-baiknya manusia setelah para nabi,
mereka orang-orang adil, tidak pernah dengan
sengaja membuat kedustaaan kepada nabi
mereka, dan dapat dipercaya di dalam
meriwayatkan hadist dari nabi.
Ketiga: Orang syi’ah mengatakan, bahwa
para imam mereka yang jumlahnya 12 adalah
ma’sum, dijaga dari kesalahan, mereka
mengetahui ilmu ghaib, mereka mengetahui
segala ilmu yang datang kepada para malaikat,
para nabi dan rasul, mereka mengetahui
sesuatu yang sudah berlalu, yang akan tiba, tak
ada sedikitpun yang samar bagi mereka, dan
mereka memahami semua bahasa yang ada di
64
dunia ini, dan bumi ini diciptakan untuk
mereka.
Sedangkan kami (Ahlus Sunnah)
mengatakan bahwa mereka manusia biasa,
sebagaimana yang lain, tidak ada perbedaan,
sebagian mereka ada yang ahli Iiqih, ulama,
dan khaliIah, kami tidak menisbahkan kepada
mereka dengan sesuatu apapun yang tidak
pernah mereka dakwakan bagi diri mereka,
karena mereka sendiri mencegah hal itu dan
berlepas diri darinya.
59















59
Mukaddimah Kitab Syiah dan Mut’ah hal 6
65
AQIDAH RAFIDHAH
TENTANG HARI ‘ASYUURA’ DAN
KEUTAMAAN BAGI MEREKA

Pada sepuluh hari pertama dari bulan
Muharram setiap tahun , orang-orang syi’ah
mengadakan upacara kesedihan dan ratapan
(berkabung),saat itu mereka melakukan
demonstrasi di jalan-jalan dan lapangan-
lapangan umum, dengan memakai pakaian
serba hitam, sebagai lambang kesedihan
mereka, ini mereka lakukan untuk mengenang
gugurnya Al-Husain, dengan berkeyakinan
bahwa ini merupakan sarana pendekatan
kepada Allah yang paling agung.
Dalam acara ini mereka memukul-mukul
pipi mereka dengan tangan mereka, memukul
dada dan punggung, menyobek-nyobek saku,
menangis berteriak histeris dengan menyebut
Ya Husain – Ya Husain !!!.
Lebih-lebih pada tanggal 10 Muharram,
mereka melakukan lebih dari yang tersebut di
atas, mereka memukuli diri sendiri dengan
cemeti dan pedang, sebagaimana yang terjadi
di negara yang dikuasai oleh RaIidhah seperti
Iran.
66
Bahkan para tokoh-tokoh terkemuka mereka
menganjurkan perbuatan yang hina ini, yang
dijadikan lelucon bangsa lain.
Pernah salah seorang dari narasumber
mereka yang bernama Muhammad Hasan Ali
KasyiIul Ghitha’ pernah ditanya tentang
perbuatan-perbuatan kaumnya yang memukul-
mukul pipi dan yang lainnya, maka ia
menjawab bahwa itu semua merupakan syiar
ajaran Allah Subhanahu Wata'ala sebagaimana
Irmannya:
ىَ ,ْ -َ - ْ¸ِ - 'َ +´ -ِ 'َ · ِ -ا َ ¸ِ -'َ ·َ - ْ» =َ ·ُ , ْ¸َ -َ و
ِ بْ,ُ 'ُ -ْ 'ا
“Demikianlah (perintah Allah), dan barang
siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka
sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati”
(QS. Al-Hajj : 516).
60



60
Acara-acara yang hina ini mereka lakukan setiap
tahun, dan perlu diketahui bahwa Rasulullah
Shallallaahu Alaihi Wasallam melarang perbuatan ini,
sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim tentang
pelarangan memukul pipi dan menyobek-nyobek saku,
tetapi RaIidhah adalah sekte yang paling banyak
mendustakan hadist nabi.
67

AQIDAH RAFIDHAH
TENTANG BAI’AT

RaIidhah beranggapan bahwa seluruh
pemerintahan, selain pemerintahan imam
mereka yang jumlahnya 12, dianggap tidak sah
dan batal.
Dijelaskan dalam kitab Al-KaaIi dan Al-
Ghaibah dari Abu Ja’Iar, beliau berkata
“Setiap bendera yang dikibarkan sebelum
bendera imam mereka Al-Qaa’im Al-Mahdi
pemiliknya dianggap thaughut.
61

Tidak diperbolehkan taat kepada seorang
penguasa yang tidak mendapatkan legitimasi
dari Allah kecuali dengan cara “Taqiyyah”.
Mereka mengecap semua penguasa muslim
selain para imam mereka, dengan imam yang
khianat dzalim (tidak adil) dan dengan nama
lain yang sejenisnya, khususnya kepada tiga
khaliIah, Abu Bakar, Umar dan Ustman.
Salah seorang dari mereka (raIidhah) yang
bernama Al-Majlisi, penulis buku “Biharul
Anwar” memberikan komentar kepada tiga

61
Al-KaIi : 12/371 dan kitabul Abhar : 25/113
68
khaliIah Abu Bakar, Umar dan Ustman
“Bahwa mereka adalah para perampok
kekuasaan, pengkhianat, dan murtad dari
agamanya, semoga laknat Allah kepada
mereka, dan kepada orang-orang yang
mengikutinya, dikarenakan kedzaliman yang
dilakukannya kepada keluarga nabi dari
generasi pertama dan sesudahnya”.
62

Inilah yang dilontarkan oleh Al-Majlisi,
yang mana bukunya dianggap sebagai rujukan
sentral oleh orang syi’ah, di dalam
memberikan penilaian terhadap generasi
terbaik setelah para nabi dan rasul.
Sesuai dengan komentar mereka tentang
ketiga khulaIaur rasyidin di atas, mereka
beranggapan bahwa setiap orang yang bekerja
sama dengan ketiga KhulaIaur Rasyidin adalah
thaghut dan pengkianat.
Diriwayatkan oleh Al-Kulaini dari Umar
bin Handlalah, ia berkata, “Saya bertanya
kepada Abu Abdillah tentang dua orang laki-
laki dari shahabat kami yang berselisih tentang
utang dan harta warisan yang mana keduanya
mencari penyelesaian hukum kepada hakim

62
Kitabul Bihar : 4/385
69
(selain golongan syi’ah) apakah yang
demikian ini diperbolehkan? ia menjawab :
“Barang siapa yang mencari penyelesaian
hukum kepada mereka (hakim selain dari
golongan mereka) baik mereka
menyelesaikannya atau menghukuminya
dengan hak atau batil maka sesungguhnya ia
telah berhukum kepada thaughut, dan apa yang
telah diputuskan untuknya maka sama dengan
ia mengambil harta karun, meskipun itu benar,
dan memang haknya, dikarenakan ia
mengambil putusan thaughut.
63

Khumaini berkata, di dalam mengomentari
tokoh-tokoh syi’ah di atas: “Imam sendiri yang
melarang mencari penyelesaian hukum kepada
para penguasa dan para hakimnya, karena
mencari penyelesaian hukum kepada mereka
dianggap mencari penyelesaian kepada
thaugut.
64







63
Al-KaIi : 1/67, Ath-Thahdib : 6/301
64
Al-Hukumaatul Islamiyyah : 74
70

HUKUM MENDEKATKAN ANTARA
AHLUS SUNNAH YANG MENGESAKAN
ALLAH DENGAN SYI’AH YANG
MENYEKUTUKANNYA

Dalam masalah ini saya menganggap cukup
dengan apa yang ditulis oleh DR.Nashir Al-
QiIari dalam bukunya “Mas-alatut Taqriib”
beliau katakan, “Bagaimana mungkin
menyamakan orang syi’ah dengan Ahlus
Sunnah, yang mana mereka (syi’ah) mecela
kitab Allah, dan menaIsirkannya tidak dengan
penaIsiran yang benar, dan beranggapan
bahwa Allah Subhanahu Wata'ala menurunkan
kitab-kitabnya kepada para imam mereka,
setelah Al-Qur’anul karim
65
, dan berpendapat

65
Pembaca yang budiman, di akhir risalah ini kami
sertakan salah satu surat dari Al Qur’an mereka, yang
diakui oleh mereka telah dihapuskan dari Al- Qur’an
yang dinamakan dengan surat “Al Wilayah”,
diambilkan dari kitab Fashlul khitab, yang ditulis oleh
seorang tokoh RaIidhah yang telah binasa: An-Nuri Ath
Thibrisi, dan tentu ini sebagai pendustaan terhadap
Allah Azza wa Jalla yang telah berjanji akan menjaga
Al-Qur’an ini dalam Iirman-Nya:
َ نْ,ُ =ِ ·َ 'َ =' ُ ªَ ' '´ -ِ إَ و َ ¸ْ آ -'ا 'َ -ْ '´ ¸َ - ُ ¸ْ =َ- '´ -ِ إ
71
bahwa derajat keimaman sama dengan derajat
kenabian, dan para imam mereka seperti para
nabi atau lebih utama, dan menaIsirkan ibadah
kepada Allah Subhanahu Wata'ala yang mana
ini merupakan inti risalah (misi) setiap rasul
tidak dengan sebagaimana yang sebenarnya,
dan ibadah menurut mereka adalah taat kepada
para imam, dan penyekutuan Allah menurut
mereka adalah menyertakan ketaatan kepada
selain imam mereka dengan ketaatan kepada
imam mereka. Disamping itu, mereka
mengkaIirkan para sahabat Rasulullah
Shallallaahu Alaihi Wasallam dan
mengkaIirkan semua sahabat kecuali tiga atau
empat atau tujuh, sesuai dengan perbedaan
riwayat mereka. Mereka memiliki idiologi atau
konsep keagamaan yang berbeda dengan
mayoritas umat Islam, seperti masalah
keimaman, kema’shuman (maksudnya para
imam terjaga dari dosa dan kesalahan)
taqiyyah, munculnya kembali para imam,

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an,
dan sesunguhnya Kami benar-benar memeliharannya”
(QS. Al-Hijr : 9).
Lalu, apakah ada orang yang berakal yang masih
meragukan sesatnya aqidah RaIidhah ini?
72
menghilangnya para imam untuk kembali lagi,
dan bada’ (munculnya ilmu pengetahuan bagi
Allah yang di awali dengan ketidak tahuan).
66























66
Mas’alatul Taqrib : 2/302
73
KOMENTAR ULAMA SALAF DAN
KHALAF TENTANG RAFIDHAH

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:
“Para ulama sepakat bahwa RaIidhah salah
satu sekte paling besar dustanya, kedustaanya
sudah dikenal sejak lama, oleh sebab itu para
ulama memberikan cap dengan kelompok
yang banyak dustanya”.
Asyhab bin Abdul Aziz berkata, “Imam
Malik ditanya tentang RaIidhah, maka beliau
menjawab, “Jangan berbicara dengannya, dan
anda jangan meriwayatkan hadist darinya,
sesungguhnya mereka para pendusta”.
Masih dikatakan oleh imam Malik, “Orang
yang mencaci para shahabat Rasulullah
Shallallaahu Alaihi Wasallam, tidak memiliki
bagian dalam Islam (tidak tergolong orang
Islam).”
Ibnu Katsir memberikan penaIsiran tentang
Iirman Allah dibawah ini :
َ و ِ -ا ُ لْ,ُ -َ ر ٌ-´ -َ =ُ - _َ 'َ = ُ ءا´ -ِ -َ أ ُ ªَ ·َ - َ ¸ْ ,ِ -´ 'ا
اً -´ =ُ - ً '·´ آُ ر ْ»ُ هاَ ¸َ - ْ»ُ +َ -ْ ,َ - ُ ء'َ -َ =ُ ر ِ ر'´ -ُ ´ْ 'ا
ْ»ُ ه'َ -ْ ,ِ - ً '-اَ ,ْ -ِ رَ و ِ -ا َ ¸ِ - ً `ْ -َ · َ نْ,ُ ·َ -ْ-َ ,
74
ْ»ُ +ُ 'َ `َ - َ =ِ 'َ ذ ِ دْ,ُ =´ -'ا ِ ¸َ `َ أ ْ¸ِ - ْ»ِ +ِ هْ,ُ=ُ و ْ¸ِ ·
ِ =ْ -ِ `ْا ¸ِ · ْ»ُ +ُ 'َ `َ -َ و ِ ةاَ رْ,´ -'ا ¸ِ · ٍ عْزَ ¸َ آ ِ .ْ ,
ىَ ,َ -ْ -'َ · َ =َ 'ْ ·َ -ْ -'َ · ُ -َ رَ ز'َ · ُ ªَ -ْ =َ - َ جَ ¸ْ =َ أ
ُ »ِ +ِ - َ =ْ ,ِ ·َ ,ِ ' ُ عا´ ر´ ¸'ا ُ -ِ =ْ ·ُ , ِ ªِ ·ْ,ُ - _َ 'َ=
ُ ر'´ -ُ ´ْ 'ا
“Muhammad itu adalah utusan Allah, dan
orang-orang yang bersama dengan dia adalah
keras terhadap orang-orang kafir, tetapi
berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat
mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah
dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka
tanpak pada muka mereka dari bekas sujud,
demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat,
dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti
tanaman yang mengeluarkan tunasnya, maka
tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu
menjadi besarlah dia, dan tegak lurus diatas
pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati
penanam-penanamnya, karena Allah hendak
menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan
kekuatan orang-orang mu’min)” (QS. Al-
Fath: 29).
Imam Malik telah mengambil kesimpulan
dari ayat ini tentang kaIirnya orang-orang
75
RaIidhah karena mereka telah membeci para
sahabar nabi, dikarenakan orang yang
membenci sahabat adalah kaIir berdasarkan
ayat ini.
Imam Qurtubi berkata, “Sungguh imam
Malik telah berpendapat dengan sebaik-baik
pendapat, dan penaIsirannya benar dan tidak
salah, sebab orang yang mencaci salah satu
dari shahabat nabi atau mencela riwayatnya,
maka pada dasarnya ia telah menolak Allah
Subhanahu Wata'ala, dan membatalkan syariat
Islam.
67

Abu Hatim berkata, “Harmalah bercerita
kepadaku bahwa dia mendengar imam SyaIi’i
berkata “Saya belum pernah melihat orang
paling dusta kesaksiannya dari pada
RaIidhah”.
Muammil bin Ahab berkata, “Saya
mendengar Yazid bin Harun berkata, “Bisa
diterima riwayat seorang pelaku bid’ah,
selama tidak mengajak kepada kebid’ahanya,
kecuali RaIidhah, selamanya tidak bisa
diterima riwayatnya dikarenakan mereka
pendusta”.

67
Dasar-dasar madhab syiah imamiyyah : 3/1250
76
Muhammad bin Said Al-Ashbahani berkata,
“Saya mendengar Syuraik berkata, “ambillah
ilmu dari siapa saja yang anda jumpai kecuali
dari RaIidhah, karena mereka membuat hadits
sendiri dan menjadikannya sebagai agama”.
Yang dimaksud Syuraik disini adalah Syuraik
bin Abdullah hakimnya kota KuIah.
Muawiyyah berkata, “Saya mendengar Al-
A’masy berkata, “Saya menjumpai segolongan
manusia yang dikenal dengan “kaum
pendusta” mereka ini adalah teman-teman Al-
Mughirah bin Said seorang pendusta RaIidhah,
sebagaimana yang dikatakan oleh Adz-
Dzahabi
68
.
Ibnu Taimiyyah dalam memberikan
komentar terhadap ucapan-ucapan ulama salaI
mengatakan, “pokok dan dasar dari kebid’ahan
orang-orang RaIidhah adalah kekuIuran
mereka yang tersembunyi, dan penyekutuan
kepada Allah, kedustaan adalah hal yang biasa
bagi mereka, bahkan mereka sendiri mengakui
akan hal ini, dengan mengatakan, agama kami
adalah taqiyyah yaitu ucapan seseorang
dengan lisannya yang bertolak belakang

68
Minhajus sunnah, Ibnu Taimiyyah : 1/59
77
dengan keyakinannya, inilah kedustaan dan
kemunaIikan, mereka dalam hal ini seperti
ucapan pepatah melempar kedustaan dengan
penuh kerahasian.”
Abdullah bin Ahmad bin Hambal berkata,
“Saya pernah bertanya kepada bapak saya
tentang RaIidhah maka beliau menjawab,
“yaitu mereka yang mencaci dan mencela Abu
Bakar dan Umar”.
Pernah ditanyakan kepada imam Ahmad
tentang Abu Bakar dan Umar, beliau
menjawab mudah-mudahan beliau berdua
dirahmati oleh Allah, dan dibebaskan dari
tuduhan orang-orang membencinya.
69

Diriwayatkan oleh Al-Khallal dari Abu
Bakar Al-Maruzy, ia berkata, “Saya bertanya
kepada Abu Abdillah (Imam Ahmad) tentang
orang yang mencela Abu Bakar, Umar dan
Aisyah beliau menjawab, “Ia tak termasuk lagi
dalam agama Islam”.
70

Al-Khallal berkata, bercerita kepada saya
Harb bin Ismail Al-Karmani dengan
mengatakan, bahwa Musa bin Harun bin Ziyad

69
Masalah-masalah yang diriwayatkan oleh imam
Ahmad : 2/357
70
As-Sunnah : 3/493
78
berkata, “saya mendengar seseorang bertanya
kepada Al-Faryabi tentang orang yang
mencaci dan mencela Abu Bakar, maka ia
menjawab, ia kaIir!, apakah ia dishalatkan ? di
jawab, tidak.
71

Orang-orang nashrani pernah mendebat
Ibnu Hazm dalam pembelaan terhadap
RaIidhah dengan menghadirkan beberapa
kitab-kitab RaIidhah, maka beliau (Ibnu
Hazm) berkata, “mereka (raIidhah) tidak
tergolong orang Islam, dan ucapan mereka
tidak menjadi bukti atas agama, dan konsep-
konsepnya nampak seperti jawaban atau
sambutan dari orang yang dihinakan Allah
kepada orang yang membuat makar (tipu daya)
terhadap agama”. RaIidhah ini pas seperti
yahudi dan nashrani di dalam kebohongan atau
kedustaannya dan kekuIurannya.
72

Abu Zur’ah Ar-Razi berkata: “Jika anda
melihat seseorang mencaci (mengurani derajat
salah satu dari shahabat nabi) ketahuilah
bahwa ia seorang zindik (kaIir).
Badan Riset Ilmiyyah dan Iatwa di Sudi
Arabia pernah ditanya dengan suatu

71
As-Sunnah : 3/493
72
Al-Fasl Iil milal wan nihal : 2/78
79
pertanyaan, yang mana disebutkan di dalam
pertanyaan itu, bahwa seorang penanya dan
orang-orang bersamanya berdomisili dibelahan
utara Arab, berdekatan dengan Iraq, di sana
terdapat suatu jama’ah yang mengikuti
madzhab Ja’Iariyyah, dimana sebagian dari
mereka tidak bersedia memakan sembelihan
madzhab ini, dan sebagian yang lain bersedia
memakan hewan sembelihannya, oleh orang
itu disebutkan dalam pertanyaan “apakah halal
bagi kami makan sembelihan mereka,
sedangkan mereka berdo’a baik dalam
keadaan sempit atau lapang kepada Ali bin
Abi Thalib, Hasan dan Husain dan pembesar-
pembesar mereka yang lainnya ?
Maka Badan Riset Ilmiyyah dan Fatwa
Saudi Arabia ini menjawab yang saat itu
panitia ini diketahui oleh Syeikh Abdul Aziz
bin Abdullah bin Baz, Syeikh Abdullah AIiIi,
Syeikh Abdullah bin Ghadayan dan Syeikh
Abdullah bin Qu’ud, dengan jawaban yang
diawali dengan memuji kepada Allah,
bersalawat kepada rasulnya, keluarganya dan
shahabatnya, jika permasalahannya seperti
yang disebutkan oleh sipenanya bahwa
kempok Ja’Iariyyah yang ada di sekitarnya
80
berdo’a kepada Ali bin Abi Thalib, Al-Hasan
dan Al-Husain dan pembesar-pembesar
mereka maka mereka ini tergolong orang yang
menyekutukan Allah (musyrikun) murtad
(keluar dari agama), tidak dihalalkan makan
hewan sembelihannya, karena ia dianggap
bangkai, meskipun disaat penyembelihannya
mereka menyebut nama Allah.
73

Syeikh Abdullah bin Abdurrahman Al-
Jibrin pernah ditanya dengan suatu pertanyaan
yang mana disebutkan dalam pertanyaan
tersebut, Syeikh Jibrin yang dimulyakan Allah,
di kota kami terdapat orang RaIidhah yang
bekerja sebagai penyembelih hewan dan
banyak dari orang Ahlus Sunnah yang
mendatanginya untuk menyembelihkan hewan
sembelihannya, dan disitu terdapat juga
sebagian rumah makan yang bekerjasama
dengan seorang RaIidhah ini. Bagaimana
hukumnya bekerjasama dengan seorang
RaIidhah ini dan yang semisalnya, dan apa
hukumnya sembelihannya? apa halal atau
tidak, mohon diberikan Iatwa? semoga Allah
memberikan balasan kebaikan kepada anda!.

73
Fatwa panitia tetap untuk Iatwa : 2/264
81
Beliau menjawab: “Tidak sah sembelihan
RaIidhah dan tidak halal makan
sembelihannya, dikarenakan kebanyakan
mereka menyekutukan Allah, dengan selalu
berdo’a kepada Ali bin Abi Thalib baik di saat
sempit atau lapang, di AraIah, pada saat
thawaI, dan sa’i, mereka berdo’a kepadanya
dan berdo’a kepada anak-anaknya dan kepada
imam-imam mereka, sebagaimana yang sering
kita dengar dan ini merupakan syirik akbar,
dan kemurtadan, yang mana mereka berhak
diperangi.
Sebagaimanan mereka ini berlebih-lebihan
di dalam mensiIati Ali bin Abi Thalib dan
memujinya, sampai-sampai mereka
mensiIatinya dengan siIat yang hanya layak
diberikan kepada Allah Subhanahu Wata'ala,
sebagaimana yang sering kita dengar di
AraIah, mereka dengan demikian ini dianggap
murtad dan keluar dari agama Islam,
dikarenakan menjadikan Ali sebagai tuhan,
dan pencipta, dan yang menjalankan roda
perputaran alam, mengetahui ilmu ghaib,
memiliki kemanIaatan dan kemudharatan
(bahaya) dan yang sejenisnya. Dikarenakan
juga mereka mencela Al-Qur’anul karim, dan
82
menganggap bahwa para shahabat nabi
merubahnya, dan membuang dari padanya hal-
hal yang banyak sekali berkaitan denga Ahlul
Bait dan musuh-musuhnya, kemudian mereka
tidak bersedia mengikutinya dan tidak
menjadikannya sebagai dalil.
Disamping itu mereka mencaci para sahabat
nabi seperti ketiga KhulaIaur Rasyidin, dan
sepuluh sahabat lainnya, yang dijamin oleh
Allah masuk surga, dan istri-istri Rasulullah
Shallallaahu Alaihi Wasallam, serta sahabat-
sahabat lain yang masyhur seperti Anas, Jabir,
Abu Hurairah dan yang lainnya, sebagaimana
mereka tidak menerima hadits-haditsnya,
dikarenakan mereka telah menganggapnya
kaIir, begitu juga mereka tidak mengamalkan
hadits Bukhari Muslim kecuali hadits-hadits
yang berkenaan dengan ahlul bait, dan mereka
bergantung juga kepada hadits-hadits palsu,
atau sama sekali mengutarakan pendapatnya
tanpa bersandarkan kepada suatu dalil,
meskipun demikian mereka menunjukan
kemunaIikannya, dengan mengatakan dengan
lisannya yang tidak diyakininya dalam hatinya,
merahasiakan apa yang ada dihatinya tanpa
memperlihatkannya, dengan bersemboyan
83
“Siapa yang tidak bertaqiyyah maka ia tidak
beragama”.
Oleh sebab itu jangan sampai diterima
dakwaannya atau pengakuannya tentang
persaudaraan, kasih sayang dalam agama,
kemunaIikan adalah agama mereka cukup
Allahlah yang akan membalas
kejelekannya.”
74









74
Fatwa ini disampaikan oleh Syeikh Jibrin, ketika
diajukan kepadanya suatu pertanyaan tentang
hukumberinteraksi dengan orang RaIidhah pada tahun
1414 H.
Saya jelaskan bahwa Syeikh Jibrin bukan orang pertama
yang menghukumi kaIir orang RaIidhah, bahkan ulama
salaI dulu sampai ulama kholaI sekarang menghukumi
kaIir sekte ini, disebabkan karena hujahnya yang batal,
dan itu dilakukan dengan kesengajaan, tidak ada unsur
kebodohan.
84
SURAT AL-WILAYAH YANG DIAKUI
OLEH RAFIDHAH SEBAGAI SALAH
SATU SURAT AL-QUR’AN

Hai orang-orang yang
beriman, berimanlah
kepada dua cahaya yang
telah kami turunkan,
untuk membacakan
kepada kalian ayat-
ayatku, dan memberi
peringatan kepada kalian
akan siksa pada hari yang
besar.

اُ ,َ -َ -' َ ¸ْ ,ِ -´ 'ا 'َ +´ ,َ أ 'َ ,
ِ ¸ْ ,َ رْ,´ -''ِ - اْ,ُ -ِ -'
ِ ناَ ,ُ 'ْ -َ , 'َ -ُ ه َ '-ْ 'َ ¸ْ -َ أ
ْ¸ِ -'َ ,' ْ»ُ ´ْ ,َ 'َ =
ٌباَ -َ = ْ»ُ آُ ر -=,َ و
ٌ»ْ ,ِ =َ =

Dua cahaya yang
sebagiannya dari
sebagian yang lain, dan
sesungguhnya Aku Maha
mendengar dan
mengetahui.

َ رْ,ُ - ْ¸ِ - 'َ -ُ +ُ -ْ ·َ - ِ نا
ُ _ْ ,ِ -´ -'ا 'َ -َ أَ و ٍ ¸ْ ·َ -
ُ »ْ ,ِ 'َ ·ْ 'ا

Sesungguhnya orang-
orang yang memenuhi
janjinya kepada Allah
dan rasul-Nya, baginya

َ -ا َ نْ,ُ ·ْ,ُ , َ ¸,ِ -´ 'ا ´ نِ إ
ٍ تَ ',' ْ¸ِ · ٌ ªَ ',ُ -َ رَ و
ِ »ْ ,ِ ·´ -'ا ِ ت'´ -َ = ْ»ُ +َ '
85
Surga Naim.

Dan orang-orang yang
kaIir setelah beriman
dengan merusak
perjanjiannya, dan janji-
janji yang telah diikat
oleh rasul maka mereka
dilempar ke dalam
neraka Jahim.

ْ¸ِ - اوُ ¸َ -َ آ َ ¸ْ ,ِ -´ 'اَ و
ْ»ِ +ِ -ْ -َ -ِ - اْ,ُ -َ -َ أ 'َ - ِ -ْ ·َ -
ُ »ُ هَ -َ ه'َ = 'َ -َ و ْ»ُ +َ ·'َ `ْ ,ِ -
´ ¸'ا ِ ªْ ,َ 'َ = ُ لْ,ُ -
ِ »ْ ,ِ =َ =ْ 'ا ¸ِ · َ نْ,ُ ·َ -ْ -ُ ,

Mereka telah men-
dzalimi diri sendiri, dan
bermaksiat kepada
washinya rasul, maka
mereka diberi minuman
dari air panas.

ْ»ُ +َ -ُ -ْ -َ أ اْ,ُ -َ 'َ =
´ ¸ِ -َ ,ْ 'ا اْ,َ -َ =َ و
َ =ِ -َ 'وُ أ َ لْ,ُ -´ ¸'ا
ْ¸ِ - َ نْ,َ -ْ -ُ , ٍ »ْ ,ِ -َ =

Sesungguhnya Allah
telah menerangi langit
dan bumi, dengan
kehendak-Nya dan
memilih dari malaikat
dan menjadikannya
hamba-hamba yang
beriman, dan mereka

َ ر´ ,َ - َ -ا ´ نِ إ
َ ضْرَ `ْاَ و ِ تاَ ,َ -´ -'ا
_َ -َ =ْ -اَ و َ ء'َ - 'َ -ِ -
َ .َ ·َ =َ و ِ ªَ ´ِ -َ `َ -ْ 'ا َ ¸ِ -
َ =ِ -َ 'وُ أ َ ¸ْ ,ِ -ِ -ْ,ُ -ْ 'ا َ ¸ِ -
86
tergolong mahluknya,
Allah berbuat sesuai
dengan kehendaknya,
tiada tuhan melainkan
Dia yang maha pengasih
dan penyayang.
ُ -ا ُ .َ ·ْ -َ , ِ ªِ -ْ 'َ = ْ¸ِ ·
´ `ِ إ َ ªَ 'ِ إ َ ` ُ ء'َ -َ , 'َ -
ِ »ْ ,ِ =´ ¸'ا ُ ¸َ -ْ =´ ¸'ا َ ,ُ ه
Sungguh orang-orang
sebelum mereka telah
berbuat tipu daya
terhadap rosul-rosul
mereka. Maka Allah
menyiksa dan membalas
tipu daya mereka dan
sesungguhnya siksaan-
Ku lebih berat lagi pedih.

ْ¸ِ - َ ¸ْ ,ِ -´ 'ا اوُ ¸َ ´َ - ْ-َ ·
ْ»ِ +ِ 'ُ -ُ ¸ِ - ْ»ِ +ِ 'ْ -َ ·
َ -ِ - ْ»ُ هَ -َ =َ 'َ · ´ نِ إ ْ»ِ هِ ¸ْ ´
ٌ»ْ ,ِ 'َ أ ٌ-ْ ,ِ -َ - ْيِ -ْ =َ أ
Sesungguhnya Allah
telah membinasakan
kaum ‘Ad dan Tsamud
dengan apa yang telah
mereka perbuat dan
menjadikan mereka
untuk kalian sebagai
pelajaran, tidakkah kalian
bertaqwa.

َ =َ 'ْ هَ أ ْ-َ · َ -ا ´ نِ إ
َ `َ و ً اد'َ = 'َ -ِ - ً ادْ,ُ -
ْ»ُ ´َ ' ْ»ُ +َ 'َ ·َ =َ و اْ,ُ -َ -َ آ
َ نْ,ُ -´ -َ - َ `َ ·َ أ ً ةَ ¸ِ آْ-َ -

87
Dan Fir’aun karena ia
telah melampaui batas
kepada Musa dan
saudaranya Harun, maka
Aku tenggelamkan ia dan
orang-orang yang
mengikutinya semuanya.

اْ,َ ·َ = 'َ -ِ - َ نْ,َ =ْ¸ِ ·َ و
ِ ªْ ,ِ =َ أَ و _َ -ْ,ُ - _َ 'َ =
ُ ªُ -ْ ·َ ¸ْ =َ أ َ نْوُ ر'َ ه
َ ¸ْ ,ِ ·َ -ْ =َ أ ُ ªَ ·ِ -َ - ْ¸َ -َ و


Agar hal itu menjadi
bukti bagi kalian, tetapi
kebanyakan dari kalian
orang-orang Iasik.

´ نِ إَ و ً ªَ ,' ْ»ُ ´َ ' َ نْ,ُ ´َ ,ِ '
َ نْ,ُ -ِ -'َ · ْ»ُ آَ ¸َ `ْ آَ أ


Sesungguhnya Allah
akan mengumpulkan
mereka pada hari kiamat,
maka mereka tidak
mampu ketika ditanya.

ْ¸ِ · ْ»ُ +ُ ·َ -ْ =َ , َ -ا ´ نِ إ
َ `َ · ِ ¸ْ -َ =ْ 'ا ِ مْ,َ ,
َ باَ ,َ =ْ 'ا َ نْ,ُ ·ْ ,ِ =َ -ْ -َ ,
َ نْ,ُ 'َ 'ْ -ُ , َ ¸ْ ,ِ =


88
Sesungguhnya Neraka
Jahim itu tempat kembali
mereka, dan
sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui lagi
Maha bijaksana

ْ»ُ هاَ وْ'َ - َ »ْ ,ِ =َ =ْ 'ا ´ نِ إ
ٌ»ْ ,ِ ´َ = ٌ»ْ ,ِ 'َ = َ -ا ´ نَ أَ و


Hai Rosul, sampaikanlah
peringatan-Ku niscaya
mereka akan mengetahui.

ْ_ 'َ - ُ لْ,ُ -´ ¸'ا 'َ +´ ,َ أ 'َ ,
َ فْ,َ -َ · ْيِ راَ -ْ -ِ إ
َ نْ,ُ -َ 'ْ ·َ ,
Sesungguhnya telah
merugi orang-orang yang
berpaling dari ayat-ayat
dan hukum-Ku.

َ ¸ْ ,ِ -´ 'ا َ ¸ِ -َ = ْ-َ ·
ْ¸ِ -'َ ,' ْ¸َ = اْ,ُ -'َ آ
َ نْ,ُ -ِ ¸ْ ·ُ - ْ¸ِ -ْ ´ُ =َ و


Orang-orang yang
menepati janjimu,
sungguh saya akan
membalasnya dengan
surga Na’im.

َ ¸ْ ,ِ -´ 'ا ُ .َ `َ - َ نْ,ُ ·ْ,ُ ,
ْ»ُ +ُ -ْ ,َ ¸َ = ْ¸ -َ أ َ كِ -ْ +َ ·ِ -
ِ »ْ ,ِ ·´ -'ا ِ ت'´ -َ =
Sesungguhnya Allah
Dzat yang memiliki
ampunan dan ganjaran

ٍ ةَ ¸ِ -ْ ·َ - ْوُ -َ ' َ -ا ´ نِ إ
ٍ »ْ ,ِ =َ = ٍ ¸ْ =َ أَ و
89
yang besar.


Dan sesungguhnya Ali
termasuk orang-orang
yang bertakwa.

´ نِ إَ و َ ¸ِ - ً 'ّ ,ِ 'َ =
َ ¸ْ ,ِ -´ -ُ -ْ 'ا


Dan sesungguhnya kami
akan memenuhi haknya
pada hari kiamat.

َ مْ,َ , ُ ª´ -َ = ِ ªْ , ·َ ,ُ -َ ' '´ -ِ إَ و
ِ ¸ْ , -'ا


Kami tidak akan
melupakan terhadap
orang-orang yang
mendzaliminya.

ِ ªِ -ْ 'ُ = ْ¸َ = ُ ¸ْ =َ - 'َ -
ِ ¸ْ ,ِ 'ِ ·'َ ·ِ -


Dan kami telah
memuliakannya melebihi
semua keluargamu.

َ =ِ 'ْ هَ أ _َ 'َ = ُ -'َ -ْ -´ ¸َ آَ و
َ ¸ْ ,ِ ·َ -ْ =َ أ


Maka sesungguhnya dia
dan anak keturunannya
termasuk orang-orang
yang sabar.

ُ ªَ -´ , رُ ذَ و ُ ª´ -ِ 'َ ·
َ نْوُ ¸ِ -'َ -َ '
90


Dan sesungguhnya
musuh mereka adalah
pemimpin orang-orang
yang berbuat dosa
(kriminalitas).

ُ م'َ -ِ إ ْ»ُ ه´ وُ -َ = ´ نِ إَ و
َ ¸ْ ,ِ -ِ ¸ْ =ُ -ْ 'ا


Katakanlah (hai
Muhammad) kepada
orang-orang kaIir setelah
beriman, apakah kalian
mencari perhiasan dunia,
dan berburu-buru
dengannya, dan kalian
melupakan janji Allah
dan rasulNya dan
merusak perjanjian
setelah dikukuhkan,
sungguh telah Aku
berikan kepada kalian
perumpamaan-
perumpamaan, agar
supaya kalian
mendapatkan petunjuk.

َ -ْ ·َ - اوُ ¸َ -َ آ َ ¸ْ ,ِ -´ 'ِ ' ْ.ُ ·
ْ ,ِ ز ْ»ُ -ْ -َ 'َ = ْا,ُ -َ -َ أ 'َ - َ ªَ -
'َ ,ْ -´ -'ا َ ة'َ ,َ =ْ 'ا
'َ +ِ - ْ»ُ -ْ 'َ =ْ ·َ -ْ -اَ و
ُ »ُ آَ -َ =َ و 'َ - ْ»ُ -ْ ,ِ -َ -َ و
ُ ªُ 'ْ,ُ -َ رَ و ُ -ا
َ ¸ِ - َ دْ,ُ +ُ ·ْ 'ا »ُ -ْ -َ -َ -َ و
ْ-َ ·َ و 'َ هِ -ْ ,ِ آْ,َ - ِ -ْ ·َ -
َ ل'َ `ْ -َ `ْا ُ »ُ ´َ ' 'َ -ْ -َ ¸َ -
َ نْوُ -َ -ْ +َ - ْ»ُ ´´ 'َ ·َ '


91
Hai Rasul, sungguh telah
kami turunkan kepadamu
ayat-ayat yang jelas, di
dalamnya, terdapat orang
yang menepatinya
sebagai seorang mu’min,
dan orang yang berpaling
darinya setelahmu
mereka akan nampak dan
jelas.

ْ-َ · ُ لْ,ُ -´ ¸'ا 'َ +´ ,َ أ 'َ ,
ٍ تَ ',' َ =ْ ,َ 'ِ إ 'َ -ْ 'َ ¸ْ -َ أ
ْ¸َ - 'َ +ْ ,ِ · ٍ ت'َ - ,َ -
َ , ْ¸َ -َ و ً '-ِ -ْ,ُ - ُ -'´ ·َ ,َ -
َ =ِ 'َ ذ ِ -ْ ·َ - ْ¸ِ - ِ ªْ , 'َ ,َ -َ ,
َ نْوُ ¸َ +ْ =َ ,


Maka berpalinglah kamu
dari mereka
sesungguhnya mereka
adalah orang-orang yang
berpaling.

ْ»ُ +´ -ِ إ ْ»ُ +ْ -َ = ْضِ ¸ْ =َ 'َ ·
َ نْ,ُ -ِ ¸ْ ·ُ -


Sesungguhnya kami akan
menghadirkan mereka.

َ نْوُ ¸َ -ْ =ُ - ْ»ُ +َ ' '´ -ِ إ
Pada hari dimana tak ada
sesuatu sedikitpun yang
bisa bermanIaat baginya,
dan mereka tidak
diberikan kasih sayang.

ْ¸ِ -ْ ·ُ , َ ` ِ مْ,َ , ْ¸ِ ·
ْ»ُ ه َ `َ و ٌ_ْ ,َ - ْ»ُ +ْ -َ =
َ نْ,ُ -َ =ْ¸ُ ,


92
Sesungguhnya bagi
mereka neraka Jahanam
sebagai tempat tinggal
yang kekal, dan mereka
tak bisa berpaling
darinya.

'ً -'َ -َ - ُ »´ -َ +َ = ْ»ُ +َ ' ´ نِ إ
َ نْ,ُ 'ِ -ْ ·َ , َ ` ُ ªْ -َ =


Maka bertasbihlah
dengan menyebut nama
tuhanmu, dan jadilah
engkau termasuk orang-
orang yang bersujud.

ْ_ -َ -َ · َ = -َ ر ِ »ْ -'ِ -
َ ¸ْ ,ِ -ِ ='´ -'ا َ ¸ِ - ْ¸ُ آَ و


Sungguh kami telah
mengutus Musa dan
Harun dengan tugas
kekhaliIahan, kemudian
mereka melampau batas
terhadap Harun.

_َ -ْ,ُ - 'َ -ْ 'َ -ْرَ أ ْ-َ -َ 'َ و
'َ -ِ - َ نْوُ ر'َ هَ و
اْ,َ ·َ -َ · َ -ِ 'ْ =ُ -ْ -ا
َ نْوُ ر'َ ه
Maka sabarlah, karena
sabar itu baik, kemudian
kami jadikan dari mereka
kera dan babi, dan kami
laknat mereka sampai
hari dimana mereka

'َ -ْ 'َ ·َ =َ · ٌ.ْ ,ِ -َ = ٌ¸َ -َ -َ ·
َ ةَ دَ ¸ِ -ْ 'ا ُ »ُ +ْ -ِ -
ْ»ُ ه'´ -َ ·َ 'َ و َ ¸ْ ,ِ ز'َ -َ =ْ 'اَ و
َ نْ,ُ `َ ·ْ -ُ , ِ مْ,َ , _َ 'ِ إ
93
dibangkitkan.


Maka sabarlah, mereka
akan melihat (dan
mengetahui).

َ فْ,َ -َ · ْ¸ِ -ْ -'َ ·
َ نْوُ ¸ِ -ْ -ُ ,


Dan sungguh, telah kami
datangkan untukmu
hukum, seperti rasul-
rasul sebelum kamu.

َ »ْ ´ُ =ْ 'ا َ =ِ - 'َ -ْ ,َ -' ْ-َ -َ 'َ و
َ ¸ِ - َ =ِ 'ْ -َ · ْ¸ِ - َ ¸ْ ,ِ -´ ''َ آ
َ ¸ْ ,ِ 'َ -ْ¸ُ -ْ 'ا


Dan kami jadikan
untukmu washi (imam
yang diwasiati untuk
memimpin) agar mereka
kembali.

ْ»ُ +ْ -ِ - َ =َ ' 'َ -ْ 'َ ·َ =َ و
ْ»ُ +´ 'َ ·َ ' ً 'ّ ,ِ -َ و
َ نْ,ُ ·ِ =ْ¸َ ,
Barang siapa berpaling
dari perintah-Ku, maka
sesungguhnya Akulah
tempat kembalinya maka
bersenang-senanglah
mereka dengan
kekuIurannya sejenak,
karena itu janganlah

ْ¸َ = ´ _'َ ,َ -َ , ْ¸َ -َ و
ُ ªُ ·ِ =ْ¸َ - ْ¸ -ِ 'َ · ْيِ ¸ْ -َ أ
ْ»ِ هِ ¸ْ -ُ ´ِ - اْ,ُ ·´ -َ -َ -َ ,ْ 'َ ·
ِ ¸َ = ُ لَ 'ْ -ُ - َ `َ · ً `,ِ 'َ ·
َ ¸ْ ,ِ `ِ آ'´ -'ا
94
engkau bertanya tentang
orang-orang yang
melanggar janji.
Hai rasul, telah Aku
jadikan perjanjian
untukmu pada leher
orang-orang yang
beriman, maka
peganglah, dan jadilah
engkau termasuk orang-
orang yang bersyukur.


ْ-َ · ُ لْ,ُ -´ ¸'ا 'َ +´ ,َ أ 'َ ,
ِ ق'َ -ْ =َ أ ْ¸ِ · َ =َ ' 'َ -ْ 'َ ·َ =
اً -ْ +َ = اْ,ُ -َ -' َ ¸ْ ,ِ -´ 'ا
ِ - ُ -ْ-ُ =َ · َ ¸ْ ,ِ ¸ِ آ'´ -'ا َ ¸
Sesungguhnya Ali taat
dan sujud di malam hari,
takut (siksa) akhirat dan
mengharapkan pahala
dari tuhanNya,
katakanlah (Hai
Muhammad) apakah dia
sama dengan orang yang
berbuat zalim, sementara
mereka mengetahui
siksa-Ku.

ً 'ّ ,ِ 'َ = ´ نِ إ ِ .ْ ,'´ ''ِ - ً '-ِ -َ '·
ُ رَ -ْ =َ , ً ا-ِ ='َ -
ْ,ُ =ْ¸َ ,َ و َ ةَ ¸ِ =`ْا
ْ.َ ه ْ.ُ · ِ ª -َ ر َ باَ ,َ `
َ ¸ْ ,ِ -´ 'ا ْيِ ,َ -ْ -َ ,
ْ¸ِ -اَ -َ ·ِ - ْ»ُ هَ و اْ,ُ -َ 'َ =
َ نْ,ُ -َ 'ْ ·َ ,
Akan saya jadikan
belenggu-belenggu pada
leher-leher mereka, dan

َ لَ `ْ =َ `ْا ُ .َ ·ْ =َ -َ -
ْ»ُ هَ و ْ»ُ ´ِ ·'َ -ْ =َ أ ْ¸ِ ·
95
mereka akan menyesali
atas perbuatan-perbuatan
(yang telah mereka
perbuat).
ْ»ِ +ِ ''َ -ْ =َ أ _َ 'َ =
َ نْ,ُ -ِ -ْ -َ ,
Sesungguhnya kami
memberikan kabar
gembira kepadamu akan
anak keturunannya (Ali)
yang sholeh.

ِ ªِ -´ , رُ -ِ - َ ك'َ -ْ¸´ -َ - '´ -ِ إ
´ -'ا ِ ªَ =ِ ''
Dan sesungguhnya
mereka tidak me-
ngingkari perintah kami.

َ ` 'َ -ِ ¸ْ -َ ` ْ»ُ +´ -ِ إَ و
َ نْ,ُ -ِ 'ْ =َ ,
Bagi mereka shalawat
dan rahmat saya, baik
pada masa kehidupan
mereka atau setelah
meninggal yaitu pada
hari mereka
dibangkitkan.

ْ»ُ +´ -ِ 'َ · ٌتاَ ,َ 'َ - ْ¸ -ِ -
ً ء'َ ,ْ =َ أ ٌ ªَ -ْ =َ رَ و
َ نْ,ُ `َ ·ْ -ُ , َ مْ,َ , ً '-اَ ,ْ -َ أَ و
Dan bagi mereka yang
melampaui batas
terhadap mereka
setelahmu kemurkaan-
Ku, sesungguhnya
mereka itu orang-orang
itu kaum yang jelek

ْ,ُ ·ْ -َ , َ ¸ْ ,ِ -´ 'ا _َ 'َ = َ ن
َ كِ -ْ ·َ - ْ¸ِ - ْ»ِ +ْ ,َ 'َ =
ُ مْ,َ · ْ»ُ +´ -ِ إ ْ¸ِ -َ -َ =
َ ¸ْ ,ِ ¸ِ -'َ = ٍ ءْ,َ -
96
(buruk) dan yang merugi.
Dan bagi mereka yang
menapaki jalannya
rahmat dari-Ku dan
mereka berada di dalam
kamar-kamar dalam
keadaan aman.

اْ,ُ ´َ 'َ - َ ¸ْ ,ِ -´ 'ا _َ 'َ =َ و
ٌ ªَ -ْ =َ ر ¸ -ِ - ْ»ُ +َ ´َ 'ْ -َ -
ِ · ْ»ُ هَ و ِ ت'َ ·َ ¸ُ ·ْ 'ا ْ¸
َ نْ,ُ -ِ -'
Segala puji bagi Allah,
tuhan semesta alam
75
.

بَ ر ِ -ِ ُ -ْ -َ =ْ 'اَ و
َ ¸ْ ,ِ -َ ''َ ·ْ 'ا
LAUH FATHIMAH DIDAKWAKAN
SEBAGAI WAHYU YANG TURUN
KEPADA FATHIMAH

Inilah kitab dari Allah yang Maha luhur lagi
Maha bijaksana kepada Muhammad nabi-Nya,
cahaya-Nya, utusan-Nya, pintu gerbang-Nya
dan petunjuk kepada-Nnya, yang turun melalui

75
Surat Al-Wilayah ini yang diakui atau didakwakan
oleh RaIidhah sebagai salah satu surat Al-Qur’an di
nukil dari kitab Fashlul Khitab, sebagai bukti bahwa
RaIidhah merubah Al-Qur’anul karim, sengaja ditulis
disini supaya pembaca mengetahui penolakan mereka
terhadap Allah Subhanahu Wata'ala yang telah berjanji
memelihara kitabnya dari perobahan dan penggantian.
97
perantaraan malaikat Jibril dari sisi tuhan
semesta alam.
“Agungkanlah wahai Muhammad nama-
nama-Ku, syukurilah nikmat-nikmat-Ku dan
janganlah kau mengingkarinya.
Sesungguhnya Aku adalah Allah, tiada
tuhan kecuali Aku, yang membinasakan orang-
orang yang sombong, dan yang menolong
orang-orang Yang didzalimi dan Yang
membalas perbuatan baik dan buruk.
Sesungguhnya Aku adalah Allah, tiada
tuhan melainkan Aku, barang siapa mengharap
selain keutamaan-Ku, atau karunia-Ku, atau
takut selain keadilan-Ku, maka akan Aku siksa
dengan siksaan yang belum pernah Aku
adzabkan kepada seseorang di jagad raya ini,
maka kepada Akulah engkau menyembah
kepada Akulah engkau bertawakal.
Sesungguhnya Aku belum pernah mengutus
seorang nabi kemudian Kusempurnakan hari-
harinya, dan habis masanya kecuali Aku
jadikan washi untuknya (seorang yang
diwasiati untuk melanjutkan kekhaliIan).
Aku mengutamakanmu di atas nabi-nabi
yang lain, dan mengutamakan wahsimu
melebihi washi-washi yang lainnya, dan
98
memulyakanmu dengan kedua kekasihmu,
kedua cucumu, Hasan dan Husain, maka Aku
jadikan Hasan sebagai sumber ilmu-Ku,
setelah habis masa bapaknya, dan Aku jadikan
Hussain sebagai gudang penampung wahyu-
Ku, dan Aku mulyakan dia dengan
kesyahidan, dan Kututup untuknya dengan
kebahagian, ia sebaik dan yang paling utama
di antara orang yang mati syahid, dan yang
lebih tinggi derajatnya, Aku jadikan kalimat –
Ku (wahyu-Ku) bersamanya dan hujjah –Ku
yang sempurna selalu padanya, dengan sebab
keluarganya Aku memberi pahala dan
menyiksa, yang pertama Ali tuannya para
hamba dan hiasan kekasih-Ku, anaknya yang
bernama Muhammad Al-Baqir sebagai gudang
ilmu-Ku, dan sumber hikmah-Ku, sungguh
akan binasa orang yang meragukan Ja’Iar,
orang yang menolaknya seperti menolak-Ku.
Sudah menjadi keputusan dari-Ku, sungguh
Aku mulyakan tempat kembali Ja’Iar, akan
Kubahagiakan dengan pengikutnya,
penolongnya dan kekasihnya.
Musa yang datang setelahnya didatangkan
untuknya Iitnah besar yang membabi buta,
sungguh benang wahyu–Ku tak terputus, dan
99
hujjah-Ku tidak samar, dan semua kekasih–Ku
akan diberikan minuman dengan gelas yang
penuh.
Barang siapa yang ingkar kepada salah satu
dari mereka maka sungguh telah ingkar kepada
ni’mat-Ku, dan barang siapa yang merubah
satu ayat dari kitab-Ku maka sungguh ia telah
berani mengada-ngada pada-Ku. Celakalah
orang-orang yang berani mengada-ngada serta
ingkar, di waktu penghabisan masa Musa
hamba-Ku, kekasih-Ku, dalam masa Ali
kekasih-Ku dan penolong-Ku, ia (…..)
76
diuji
dengan kenabiannya sehingga dibunuhlah dia
oleh seorang yang sombong, dan dikuburkan
di Madina kota yang dibangun oleh hamba
yang sholeh disamping manusia seburuk-
buruknya hamba sahaya.
Sungguh sudah menjadi keputusan dari-Ku,
bahwa akan Aku berikan kepadanya (Ali)
Muhammad anaknya sebagai penerus
kekhaliIahannya sesudahnya, dan pewaris
ilmunya, disamping itu dia (Muhammad) suber
ilmu-Ku, tempat rahasia-Ku, dan sebagai bukti
atau saksi atas perbuatan hamba-Ku dan tidak

76
Kalimat yang tidak jelas sehingga kami tidak bisa
meneliti keabsahannya.
100
beriman seorang hamba kepadanya melainkan
saya jadikan surga sebagai tempat kembalinya,
Aku berikan kepadanya kemampuan untuk
memberi syaIa’at kepada 70 orang dari
keluarganya, yang mana sebelumnya mereka
tergolong ahli neraka, kemudian Aku tutup
untuk anaknya bernama Ali dengan
kebahagian, dia (Ali) kekasih-Ku dan
penolong-Ku, dan saksi atas perbuatan hamba
sahaya, dan kepercayaan-Ku untuk menerima
dan menjaga wahyu-Ku. Aku lahirkan darinya
Al-Hasan sebagai da’i yang mengajak kepada
jalan-Ku, sebagai gudang ilmu-Ku, setelah itu
Kusempurnakan dengan anaknya (…)
77

sebagai pembawa rahmat kepada seluruh alam,
padanya kesempurnaan nabi Musa, kebahagian
nabi Isa, dan kesabaran nabi Ayyub.
Para kekasih-Ku hidup hina pada masanya,
berjalan dengan merundukkan kepalanya,
sebagaimana merunduknya pasukan Turkey
dan Dailam, dibunuh dan dibakar, hidup serba
dalam ketakutan, bumi merah terwarnai
dengan darah mereka, bencana dan musibah
tersebar di mana-mana, isak tangis nampak

77
Kalimat yang tidak jelas, sehingga kami tidak bisa
meneliti keabsahannya.
101
pada wanita-wanitanya, ketahuilah bahwa
mereka itu benar-benar kekasih-Ku.
Dengan sebab mereka Aku mengusir setiap
Iitnah besar, dan dengan sebab mereka pula
Aku hilangkan bencana, menolak belengu-
belenggu yang menjerat, bagi mereka shalawat
dan rahmat dari tuhannya dan merekalah
orang-orang yang mendapat hidayah.”
Abdurrahman bin salim berkata, Abu Bashir
berkata: “Jika anda tidak pernah mendengar
dalam kehidupanmu kecuali ini (lauh ini)
maka itu sudah cukup bagimu, oleh karena itu,
simpanlah dan rahasiakanlah lauh ini kecuali
kepada orang yang berhak”
78
.

78
Al-KaaIi : 1/527, Al-WaIi : 2/72, I’lamul Wara : 152
RaIidhah mengatakan : Lauh Fathimah ini diturunkan
Allah melalui malaikat Jibril kepada Fathimah
radhiyallahu ‘anha, setelah rasulullah waIat, ketika jibril
menyampaikan wahyu kepada Fathmah, Ali bin Abi
Thalib bersembunyi dibalik tabir, sambil menulis apa
yang disampaikan jibril kepada Fathimah (demikian
yang disebutkan Al-Kilani dalam bukunya Al-KaaIi :
1/185-186).
Ini adalah kedustaan dan kebohongan yang besar,
mengada-ada tanpa bukti, dikarenakan wahyu setelah
Rasulullah waIat sudah terputus, tidak turun lagi.
Meskipun sudah jelas bahwa: lauh Fathimah ini dusta,
bohong kebenarannya namun orang-orang syiah
102
DO’A DUA PATUNG QURAISY

Yang dimaksudkan oleh orang syi’ah
tentang do’a dua patung quraisy ini adalah
mendo’akan keburukan kepada Abu Bakar dan
Umar radhiyallahu ‘anhuma.
Teks do’a itu seperti dibawah ini :
_'= ¸'- »+''ا »,=¸'ا ¸-=¸'ا -ا »--
¸,¸· ¸--- ¸·'ا »+''ا --=- ل'و --=-
'-+,---او '-+,´·إو '-+,-,='=و '+,--=و
ا-==و =,=و ¸´-أو ك¸-أ '-''= ¸,-''ا
',-=و =-'·- =-,د '-'·و =',-ر
ا-=-و كءا-=أ '-=أو =-'-آ '·¸=و
`=-أو =-'´=أ `==و ،كء`'
=-',' ¸· ا-='أو ،=--ا¸· ',د'=و
كد`- '-¸=و كءا-=أ ','اوو كء','وأ
كد'-= ا--·أو .

menposisikan lauh ini seperti Al-Qur’anul karim bagi
ahlus sunnah waljamaah.

103
“Dengan menyebut nama Allah yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang, ya Allah,
berikanlah shalawat kepada nabi Muhammad
dan keluarganya, ya Allah, laknatilah dua
patung Quraisy, dua thaghut dan jibtnya dua
pendusta dan pembohongnya dan kedua anak
perempuannya (maksudnya: Aisyah dan
HaIshah), karena mereka telah mengingkari
perintah-Mu, mendustakan wahyu-Mu, tidak
mensyukuri nikmat-nikmat-Mu, bermaksiat
kepada utusan-Mu, memutar balik agama-Mu,
merubah kitab-Mu, mencintai musuh-musuh-
Mu, mengingkari nikmat-nikmat-Mu,
meninggalkan hukum-hukum-Mu,
membatalkan dan mengabaikan kewajiban-
kewajiban-Mu, mengkuIuri ayat-ayat-Mu,
memusuhi kekasih-Mu, berwala’ dan
berloyalitas kepada musuh-musuh-Mu,
memerangi negara-Mu, dan membinasakan
hamba-hamba-Mu.
'-هؤ','وأو '-+='--أو '-+-·'ا »+''ا
-,- '-¸=أ --· '-+,-=-و '-+=',-أو
'-='أو ª--- '---و ª-'- '-درو ة,--'ا
-¸ه'=و ª'·'-- ª,''=و ª-ر'- -ء'--
104
-ر'--أ اد'-أو ª'هأ `-'--او ª-='-و
ª-,-و ¸- -¸--- ','=أو ª''-=أ `-·و
ª-'= ثرإو 'آ¸-أو ª--'-إ ا-=-و
¸-- ¸· '-ه-'=و '-+--ذ '-=·· '-+-¸-
ر-- `و _--- ` ¸-- '- كاردأ '-و
“Ya Allah, laknatilah mereka berdua beserta
pengikutinya dan kekasihnya yang telah
merusak rumah kenabian (maksudnya Ali bin
Abi Thalib dan keluarganya), merobohkan
pintunya, menjatuhkan atapnya, dan membumi
hancurkannya, baik luarnya maupun
dalamnya, mereka telah membinasakan
keluarganya, dan penolong-penolongnya,
membunuh anak-anaknya, mengosongkan
mimbar dari wasiatnya, dan pewaris ilmunya,
mengingkari keimamannya, dan
menyekutukan tuhannya, karena itu,
besarkanlah dosa mereka berdua, dan
kekalkanlah di dalam (neraka) saqar, tahukah
kalian (neraka) saqar, nerka saqar itu tidak
meninggalkan dan tidak membiarkan
(maksunya : seorang yang dilemparkan ke
dalam neraka itu di azabnya sampai binasa
105
kemudian di kembalikannya sebagai semula
untuk di azab kembali).
¸=و -,-أ ¸´-- .آ د-·- »+-·'ا »+''ا
¸·'--و -,=رأ ¸-,-و -,'= ¸---و -,-=أ
قد'-و -وو' -,¸=و -وذ' ¸'وو -,'و
-و¸+· م'-إو -و¸-- ¸·'آو -ود¸=
-و¸`' ¸-و -و¸´-أ ¸`أو -و¸,= ض¸·و
و -,--- ¸-آو -,'-- ¸,=و -,·رأ مد
-=-و -,·=-·ا ء¸·و -,--- ب-آو
-,--أ .='-و -,'=--ا ¸-=و -,'آأ
ر-=و -و¸-أ ق'--و -,=-- ر,=و
-,-'=أ -=وو -و¸-- »'=و -و¸--أ
ل`=و -,--- -+=و -,-'= ª-'-أو
¸,-=و -,--· ¸=-و -,'=أ ما¸=و -,-¸=
.--و -,·¸- =-و -,·د _'-و -,=--أ
,¸=و -ود-- ¸=و -و¸=أ .,'ذو -,'دأ ¸
م'-إو -,--· »´=و -,-'د ب-آو -,·--
-,-''=
106
“Ya Allah, laknatilah mereka, sebanyak
kemungkaran yang mereka lakukan sebanyak
kebenaran yang mereka rahasiakan, sebanyak
mimbar yang mereka tinggalkan, sebanyak
orang mu’min yang mereka jadikannya
bergantung kepadanya, sebanyak orang
munaIiq yang mereka cintai, sebanyak kekasih
yang mereka siksa, sebanyak orang yang
terusir yang mereka lindungi, sebanyak
shahabat dan teman yang mereka usir,
sebanyak orang kaIir yang mereka tolong,
sebanyak imam yang meraka tindas, sebanyak
kewajiban yang mereka rubah, sebanyak
kekuIuran yang mereka kibarkan, sebanyak
kebohongan yang mereka tipukan, sebanyak
harta warisan yang mereka ambil, sebanyak
Ia’i (harta rampasan tanpa perang) yang
mereka rampas, sebanyak harta haram yang
mereka makan, sebanyak khumus yang mereka
anggap halal, sebanyak kebatilan yang mereka
dirikan, sebanyak ketidakadilan yang mereka
sebarluaskan, sebanyak kemunaIikan yang
mereka sembunyikan, sebanyak pengkianatan
yang mereka rahasiakan, sebanyak kedhaliman
yang mereka sebarluaskan, sebanyak janji
yang mereka ingkari, sebanyak amanat yang
107
mereka khianati, sebanyak perjanjian yang
mereka terjang, sebanyak yang dihalalkan
yang mereka haramkan, sebanyak yang
diharamkan yang mereka halalkan, sebanyak
perut yang mereka bedah, sebanyak janin yang
mereka gugurkan, sebanyak tulang rusuk yang
mereka hancurkan, sebanyak punggung yang
mereka cabik-cabik, sebanyak persatuan yang
mereka pecahkan, sebanyak keluhuran yang
mereka hinakan, sebanyak kehinaan yang
mereka agungkan, sebanyak kebenaran yang
mereka larang, sebanyak kebohongan yang
mereka palsukan, sebanyak kekuasaan yang
mereka rampas, sebanyak imam yang mereka
pungkiri.
'ه,·¸= ª,أ .آ د-·- »+-·'ا »+''ا
م'´=أو 'هو¸,= ª--و 'ه,آ¸- ª-,¸·و
'ه,'-- ª,-وو 'ه,·=· م,-رو 'ه,'==
تاد'+-و 'ه,`´- ª·,-و 'ه,·,- ر,-أو
'هو¸´-أ ª-,-و 'ه,'=-أ ءا,=دو 'ه,--آ
ª--=و 'هودروأ ª-',=و 'ه,`-=أ ª',=و
108
ن',زأو 'ه,=¸=د ب'-دو 'ه,--را
'ه,-¸' .
Ya Allah, laknatilah mereka sejumlah ayat
yang mereka rubah, sebanyak kewajiban yang
mereka tinggalkan, sebanyak sunnah yang
mereka rubah, sebanyak hukum yang mereka
buang, sebanyak uang yang mereka sikat,
sebanyak wasiat yang mereka ganti, sebanyak
perintah yang mereka sia-siakan, sebanyak
baiat yang mereka terjang, sebanyak kesaksian
yang mereka sembunyikan, sebanyak
pengakuan yang mereka batalkan, sebanyak
bukti yang mereka ingkari, sebanyak tipu daya
yang mereka wujudkan, sebanyak
penghianatan yang mereka lakukan, sebanyak
musibah yang mereka timpahkan, sebanyak
kesulitan yang mereka gelindingkan, sebanyak
pakaian atau perhiasan yang selalu mereka
kenakan.
¸ه'=و ¸-'ا ن,-´- ¸· »+-·'ا »+''ا
ً ا--¸- ً '--اد '--اد ً ا--أ ً ا¸,-آ ً '-·' ª,-`·'ا
'-·' ---` د'--`و -د-·' ع'=--ا ` د,,·
»+-ا,=`و »+' -¸=أ _=--,`و ª'وأ
109
ن,-'--'او »+,'ا,-و »+,-=-و »هر'--أو
»+='=-='- ¸,-ه'-'او »+,'إ ¸,'-'-'او »+'
»+-`´- ¸,----'او »+-=-='- ¸,-ه'-'او
»+-'´='- ¸,·---'او .
“Ya Allah, laknatilah mereka dalam keadaan
rahasia dan jelas dengan sebanyak-banyaknya
laknat, dan selama-lamanya, yang tidak
terbatas bilangannya, dan tidak berakhir
lamanya, laknatilah dengan laknat yang
diawali dengan pembelengguan dan tidak
berkahir dari pembelengguan, laknat bagi
mereka beserta teman-temannya, penolong-
penolongnya, kekasihnya, orang-orang yang
taat kepadanya, yang memohon kepadanya,
yang berhujjah dengan dalilnya, yang setia
bersamanya, yang mengikuti ucapannya dan
yang memberikan hukum-hukumnya.
ر'-'ا .هأ ª-- -,·--, ً '-ا-= »+--= »+''ا
¸,-''·'ا بر ', ¸,-'
“Ya Allah, siksalah mereka dengan siksa yang
penduduk neraka minta pertolongan dari siksa
tersebut, Amien.” (Ucapkan empat kali).
110
--=- _'= _'- »+''ا ً '·,-= »+-·'ا »+''ا
'`=- ¸-,-='· --=- ل' _'=و ¸= =
ت'-أ ¸-إ بر ¸--'ا ¸- ¸--=أو =-ا¸=
'-أ 'هو ¸-,--- -·¸-=او ¸--- --'=و
¸--- ¸- 'ه'-ر =---' -=· =,-, ¸,-
ّ ¸'= --· ت-= ن'· د,=أ ` ¸--·'ا ='
كد,=و ='--- =' ,-·'او ة¸-·-''-
¸,-=ا¸'ا »=رأ', =-¸آو =-¸-·-و .
»-'=و ¸,'-¸-'ا -,- _'= -ا _'-و
¸,-,='ا ª''و ¸,,--'ا =--=¸- ¸,¸ه'='ا
¸,-=ا¸'ا »=رأ', .
Kemudian ini ucapkan empat kali.
“Ya Allah lakanatilah mereka semua, Ya
Allah, berikanlah shalawat kepada nabi
Muhammad dan keluarganya, cukupkanlah
untukku apa yang kau halalkan dari apa yang
kau haramkan, dan lindungilah saya dari
keIakiran, ya Rabb, saya telah berbuat
keburukan dan mendzalimi diri saya sendiri,
dan saya telah mengakui semua dosa-dosaku,
oleh sebab itu inilah saya datang dihadapan-
111
Mu, maka ridhoilah saya, hanya kepada-Mu
tempat kembali, dan aku berjanji tidak akan
bermaksiat lagi, jika ternyata kembali
bermaksiat maka ampuni kembali saya, dan
maaIkan saya, dengan karunia-Mu,
kemurahan-Mu, ampunan-Mu,
kedermawanan-Mu, hai Dzat yang Maha
Pengasih, semoga Allah memberikan
shalawatNya kepada tuannya para rasul,
penutup para nabi, beserta keluarganya yang
baik lagi suci dengan rahmat-Mu hai Dzat
yang Maha Pengasih.
79














79
MiItahul Jinan, Al-Qummy : 114
112
PENUTUP

Saudara seiman !!! saya yakin bahwa anda
sependapat dengan saya bahwa orang yang
bepegang teguh dengan idiologi seperti ini
tidak tergolong lagi dalam kategori seorang
muslim, meskipun diberi nama Islam, jika
demikian halnya apa kewajiban kita sebagai
seorang muslim terhadap orang-orang syi’ah,
lebih-lebih mereka ini tinggal di tengah-tengah
masyarakat muslim, bergabung dan
berinteraski bersama mereka.
Maka tidak lagi suatu kewajiban yang selalu
anda perhatikan, kecuali waspada dan
waspada, dalam berinteraksi dengan mereka,
mewaspadai akan idiologinya yang kotor, yang
berpijak atas dasar permusuhan bagi setiap
orang yang mentauhidkan Allah, beriman
kepada Allah sebagai Rabb, kepada Islam
sebagai agama, kepada Muhammad sebagai
nabi dan rasul.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata,
“Orang syi’ah tidak berinteraksi kepada
seseorang melainkan ia menggunakan
kemunaIikannya, karena agama yang mereka
yakini agama yang rusak, mendorong untuk
113
berbuat kebohongan, pengkianatan, penipuan
terhadap orang, dan selalu mengharapkan
keburukan pada orang, mereka tidak henti-
hentinya menimbulkan kemudharatan, tidak
meninggalkan keburukan selama mampu
melakukannya, mereka dibenci oleh orang
yang belum mengenalnya, meskipun orang
tersebut tidak mengetahui bahwa orang syi’ah,
disebabkan tanda-tanda kemunaIikannya
nampak di muka mereka, dan kesalahan yang
banyak dalam ucapannya.
80

Mereka menyembunyikan permusuhan dan
kebencian kepada kita, mudah-mudahan
mereka diperangi oleh Allah, sebab
berpalingnya dari jalan yang benar.
Meskipun demikian, banyak kita jumpai
orang-orang yang tertipu olehnya, dari
kalangan Ahlus Sunnah yang awam, mereka
lebur bersama mereka dalam segala urusan
kehidupan dunia, menaruh kepercayaan penuh
dengannya. Ini semuanya dikarenakan
berpalingnya mereka dari agama Allah, dan
kebodohan mereka terhadap hukum-hukum
Allah, yang selalu menganjurkan bagi setiap

80
Minhajus Sunnah An Nabawiyyah, Ibnu Taemiyyah
3/360.
114
orang Islam untuk selalu beraqidah wala’
(loyalitas) kepada orang Islam yang
mentauhidkan Allah, dan membebaskan diri
dari semua orang kaIir dan orang musyrik.
Dengan ini kami telah memahami
kewajiban sebagaimana orang muslim dalam
berinteraksi dengan orang-orang syi’ah,
apakah akan kita laksanakan ??? ….
Akhirnya, kami memohon kepada Allah
Subhanahu Wata'ala, agar menolong
agamanya, meninggikan kalimatnya,
menghinakan orang-orang syi’ah dan antek-
anteknya, dan menjadikan mereka rampasan
bagi orang-orang Islam.
Semoga Allah memberikan shalawat kepada
nabi-Nya Muhammad Shallallaahu Alaihi
Wasallam, keluarga dan semua shahabatnya.
ª-'آ¸-و -ا ª-=رو »´,'= م`-'او

Disusun oleh :
Abdullah bin Muhammad As-Salafi
Semoga Allah mengampuninya, kedua orang
tuanya dan semua ummat Islam.



115
REFERENSI-REFERENSI PENTING
UNTUK
MEMBANTAH ORANG-ORANG SYI’AH

1) Majmu’ Fatawa, karya Syeikhul Islam
Ibnu Taimiyyah
2) Minhajus-sunnah, karya Syeikhul Islam
Ibnu Taimiyyah
3) Al-Milal wan Nihal karya Asy-
Syahrastani
4) Al-Farqu Bainul Firaq (Perbedaan antara
sekte-sekte) karya Al-Bahgdadi
5) Maqaalaatul Islamiyyin (makalah-
makalah pemikir Islam) oleh Al-Asy’ari

BUKU-BUKU KONTENPORER

1) Semua karya Syeikh Ihsan Ilahy Dzahir
2) Mas’alatut taqrib (masalah pendekatan)
karya Syeikh DR.Nashir Al-QiIari
3) Ushulu Madzhabisy Syi’ah Al Itsna
‘Asyariyyah oleh DR.Nashir Al-QiIari
4) Karya-karya Syeikh Muhammad
Maalullah
5) Tabdidudz dzolam wa tanbihun niyaam
(menyingkap kegelapan dan mengusir
116
kelengahan atas bahaya syi’ah) oleh
Syeikh Sulaiman Al-Jabhan.
Dan buku-buku lain yang dianggap perlu.






















117
DAFTAR ISI

NO JUDUL HAL
1 Surat Rekomendasi dari
MuIti Umum KSA
3
2 Kata pengantar 4
3 Lahirnya RaIidhah 7
4 Sebab pemberian nama
RaIidhah

11
5 Macam-macam sekte
RaIidhah
13
6 Aqidah Bada’ yang diyakini
RaIidhah

15
7 Aqidah RaIidhah tentang
siIat-siIat Allah

17
8 Aqidah RaIidhah tentang Al-
Qur’an

21
9 Aqidah RaIidhah tentang
sahabat-sahabat nabi

27
10 Sisi kesamaan antara Yahudi
dengan RaIidhah

30
11 Aqidah RaIidhah tentang
para imam mereka

34
12 Aqidah RaIidhah tentang
Raj’ah

36
13 Aqidah RaIidhah tentang
118
Taqiyyah 40
14 Aqidah RaIidhah tentang
Ath-Thinah

43
15 Aqidah RaIidhah tentang
Ahlus Sunnah

47
16 Aqidah RaIidhah tentang
Mut’ah

51
17 Aqidah RaIidhah tentang
kota NajI dan Karbala

59
18 Sisi perbedaan antara Syi’ah
dan Ahlus Sunnah

61
19 Aqidah RaIidhah tentang
hari Asy-Syura’

65
20 Aqidah RaIidhah tentang
Baiat

67
21 Hukum mendekatkan antara
Ahlus Sunnah dengan Syi’ah

70
22 Komentar para ulama
tentang RaIidhah

73
23 Surat Al-Wilayah yang
diakui oleh RaIidhah sebagai
salah satu surat Al-Qur’an


84
24 Lauh Fathimah 97
25 Do’a dua patung Quraisy 103
26 Penutup 113
27 ReIerensi yang saya
119
wasiatkan untuk dibaca 116
28 DaItar isi 117
























120
ت'-;-=--ا س,)-

ª=-~-ا ع;~;--ا
3 ¸,¸·'ا --= _,-'ا ª='-- ¸- ª,آ¸-'ا
ز'- ¸-
4 ª----'ا
7 ؟ ª-·ا¸'ا ª·¸· ت¸+= _--
11 ª-·ا¸''- ª·,-'ا ¸-- اذ'-'
13 ؟ ª-·ا¸'ا »---- »آ _'إ
15 -'ا ءا--'ا ة-,-= '- ª-·ا¸'ا '+- ¸-,, ¸
؟
17 ؟ ت'--'ا ¸· ª-·ا¸'ا ة-,-= '-
21 »,¸´'ا ن'¸-'ا ¸· ª-·ا¸'ا د'--=ا '-
-ا -+·- ي-'ا '-,-,أ ¸,- د,=,-'ا
؟ ª=-=-
27 ب'=-أ ¸· ª-·ا¸'ا ة-,-= '-
؟ »'-و ª,'= -ا _'- ل,-¸'ا
30 ª-·ا¸'او د,+,'ا ¸,- ª-'--'ا ª=وأ '-
؟
34 ¸'ا ة-,-= '- ؟ ª--`ا ¸· ª-·ا
36 '+- ¸-,, ¸-'ا ª·=¸'ا ة-,-= '-
؟ ª-·ا¸'ا
121
40 ؟ ª-·ا¸'ا --= ª,--'ا ة-,-= '-
43 '+- ¸-,, ¸-'ا ª-,='ا ة-,-= '-
؟ ª-·ا¸'ا
47 ؟ ª--'ا .هأ ¸· ª-ا¸'ا ة-,-= '-
51 '-و ؟ ª·--'ا ¸· ª-ا¸'ا ة-,-= '-
؟ »ه--= '+'-·
59 'ا ¸· ª-·ا¸'ا ة-,-= '- -=-
'+-ر',ز .-· ,ه '-و ؟ء`,¸آو
؟ »ه--=
61 ª-·ا¸'ا ª·,-'ا ¸,- ف`='ا ª=وأ '-
؟ ª--'ا .هأو
65 ؟ ءار,-'= م,, ¸· ª-·ا¸'ا ة-,-= '-
؟ »ه--= ª'-· '-و
67 ؟ ª·,-'ا ¸· ª-·ا¸'ا ة-,-= '-
70 ª--'ا .هأ ¸,- -,¸--'ا »´= '-
؟ ¸,آ¸--'ا ª-·ا¸'او ¸,-=,-'ا
73 ,·أ '- ¸· -'='او -'-'ا ª--أ لا
؟ ª-·ا¸'ا
84 ª-,=¸-'ا ª,`,'ا ةر,-
97 م,=¸-'ا ª-='· ح,'
103 ¸,¸· ¸--- ء'=د
113 ª--'='ا
122
116 '+- _--- _=ا¸-
117 س¸+-'ا

Judul Asli: Min ‘Aqoidisy Syi’ah. Penulis: Syeikh Abdullah As Salafi. Penterjemah: Abu Salman. Muraja’ah: Abu Qudamah. Lay Out: Abu Syifa.

Bagi anda yang ingin mengetahui informasi lebih lengkap tentang Syi’ah, kesesatan dan Kejahatannya, klik:

http://www.d-sunnah.net

2

‫ا‬
Kerajaan Saudi Arabia

‫ا ا‬

Kepemimpinan Urusan Riset Ilmiyah Dan Fatwa

Kantor Mufti Umum Dari Abdul Aziz Bin Baz Kepada Yang Terhormat Saudara/…….Semoga Allah memberikan taufiq kepadanya. : ‫ا و آ و‬ ‫ور‬ ‫م‬ Menanggapi surat Anda yang dikirim pada tanggal 10/2/1418 H berkenaan dengan buku Anda tentang Syi’ah yang dilampirkan, maka kami telah membacanya dan kami pandang sebagai buku yang baik, penting dan tepat untuk didistribusikan dengan cara yang sesuai menurut hemat Anda, baik di dalam ataupun di luar Negeri. Saya berharap semoga Allah Ta’ala menjadikannya buku yang bermanfaat dan memberkahi kesungguhan Anda.

‫ا و آ‬

‫ور‬

‫م‬

‫ا‬

Mufti Umum Kerajaan Saudi Arabia Dan Ketua Ulama Besar Serta Urusan Riset Ilmiyyah dan Fatwa 3

keluarganya. seperti gaya penulisan Syeikh kita Abdullah 4 . Berlebih-lebihan di dalam mengagungkan para imam mereka.KATA PENGANTAR Segala puji milik Allah semata. dan menjawab hal-hal yang dianggap musykil (sulit) dengan cara yang sistematis. dan shahabat-shahabatnya. Dan saya telah berusaha di dalam penulisan buku ini. d. ditambah lagi kelengahan mayoritas ummat Islam yang masih awam tentang bahayanya sekte ini. shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam. pencelaan terhadap Al-Qur’an dan sahabat-sahabat nabi. Aktifitas gerakan Rafidhah yang semakin gencar di dalam mendakwahkan ajaran mereka itu dilakukan dalam skala intenasional b. Besarnya bahaya sekte ini (Rafidhah) terhadap agama Islam. c. Kemusyrikan-kemusyrikan yang terdapat di dalam aqidahnya. Ada beberapa hal yang memotivasi saya dalam menulis buku kecil ini di antaranya: a.

kami menjatuhkan kalian. saya memohon kepada Allah Subhanahu Wata’ala semoga buku ini bermanfaat bagi orang yang mau menggunakan akalnya sebagaimana firman Allah : 5 .bin Abdur-rahman Al-Jibrin dalam bukunya Atta’liqaat Ala Matni lam ‘atil-I’tiqad. kebohongan. yang tegak di atas kemusyrikan. “Dari mulutmu wahai orang syi’ah. dan itu saya lakukan dengan mencuplik dari sebagian buku-buku sekte Rafidhah sendiri yang sangat Masyhur bagi mereka. melalui buku-bukunya dan karangan-karangannya yang dijadikannya sebagai sandaran dan pedoman. yang telah menyanggah argumen-argumen mereka dan menjelaskan kesesatan dan penyimpangan aqidahnya. dan dari buku-buku Ahlus Sunnah.” Akhirnya. baik karangan ulama salaf maupun ulama khalaf. sebaimana ucapan Syeikh Ibrahim bin Sulaiman AlJabhan. cacian dan sebagainya. Saya telah berupaya dalam buku yang kecil lagi sederhana ini untuk menghantar dan menyanggah mereka. celaan.

atau yang menggunakan pendengarannya. dengan berharap kepada Allah dan memohon-Nya untuk membalas amal mereka dengan kebaikan. ‫و‬ ‫ا‬ ‫و‬ ‫و‬ ‫و‬ 6 .S.ْ‫ِن ِ ْ ذِ َ َ ِآ َى ِ َ ْ آ ن َ ُ َ ْ ٌ أو‬ َ َ َ ْ َ ‫إ‬ ٌ ْ ِ َ َ ‫أ ْ َ ا ْ َ وه‬ َُ َ “Sesungguhnya pada yang demikian itu. benar-benar terdapat peringatan bagi orangorang yang mempunyai hati.Qaaf : 37). sedang dia menyaksikan” (Q. Dan saya ucapkan banyak terima kasih kepada siapa saja yang telah turut andil di dalam menerbitkan buku kecil ini.

Penulis AsAbdullah bin Muhammad As-Salafi SEJARAH LAHIRNYA RAFIDHAH Rafidhah lahir kepermukaan ketika seorang yahudi bernama Abdullah bin Saba’ hadir dengan mengaku sebagai seorang muslim. berlebihlebihan di dalam menyanjung Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. mencintai Ahlul Bait (keluarga nabi). Al-Qummi pengarang buku Al-Maqalaat wal firaq mengaku dan menetapkan akan adanya Abdullah bin Saba’ ini. yang pada akhirnya ia mengangkatnya sampai ke tingkat ketuhanan. dan mendakwakan adanya wasiat baginya tentang kekhalifahannya. dan menganggapnya orang yang pertama kali menobatkan keimaman (kepemimpinan) Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu serta munculnya kembali (di hari akhirat nanti) di samping ia juga termasuk orang yang pertama mencela 7 . Kemudian idiologi seperti inilah yang akhirnya diakui oleh buku-buku syi’ah itu sendiri.

Ustman dan sahabatsahabat yang lainnya.Abu Bakar. dengan demikian ia bisa menempati suatu kedudukan 1 2 Al-Maqaalat Wal Firaq. ditambah lagi mereka adalah pembesarpembesar Rafidhah. Masih dikatakan oleh Al-Baghdadi: Seorang peranakan orang hitam maksudnya adalah Abdullah bin Saba’. Al-Kasyi dalam bukunya yang terkenal Rijalul-Kasyi3. sebenarnya ia seorang yahudi dari penduduk Hirah. berupaya menampakkan keIslamannya.1 Begitu juga An-Naubakhti dalam bukunya Firaqus syi’ah2. sehingga ia mendakwakannya sebagai seorang nabi. mengakui akan hal ini. dan sudah menjadi aksiomatif. Umar. Al-Baghdadi berkata: “Assabaiyyah adalah pengikut Abdullah bin Saba’. bahwa pengakuan adalah bukti yang paling kuat. Al-Qummi hal : 10-21 Firaqus Syiah hal : 19-20 3 Rijahul-Kisyi hal : 170-171 8 . sampai kepada pengakuan bahwa dia adalah “Tuhan”. yang berlebihlebihan di dalam mengagung-agungkan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.

meskipun mereka ini (syi’ah) terbagi menjadi bermacammacam sekte. Dapat disimpulkan bahwa pernyataan tentang keimaman Ali bin Abi Thalib dan kekhalifahannya dengan adanya wasiat 9 .” Pada masa berikutnya idiologi seperti ini diwarisi oleh orang-orang syi’ah.” Dan menyebutkan pula tentang “Saba’iyyah (pengikut Ibnu Saba’) bahwa ia adalah merupakan sekte yang pertama yang menyatakan tentang hilangnya imam mereka yang kedua belas dan akan muncul kembali di kemudian hari.dan kepemimpinan pada Ahli Kufah. Dan Alilah orang yang mendapatkan wasiat langsung dari nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam. Ash-Syahrastani menyebutkan tentang Ibnu Saba’ bahwa : “Ia adalah orang yang pertama kali memunculkan pernyataan keimaman Ali bin Abi Thalib. dengan adanya wasiat tentang itu. bahwa setiap nabi memiliki washi (seorang yang diwasiati untuk menjadi khalifah atau imam). oleh karena itu ia mengatakan kepada Ahli Kufah bahwa ia mendapatkan dalam kitab Taurat.

dan munculnya kembali imam mereka yang kedua belas dikemudian hari. bahwa Saba’iyyah adalah orang-orang yang membuat idiologi-idiologi tersebut seperti adanya wasiat kekhalifahan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.langsung dari nabi adalah peninggalan yang diwariskan oleh Ibnu Saba’. dengan berbagai macam idiologi yang banyak sekali.4 4 Ushul I’tiqaad Ahlus Sunnah Waljama’ah hal : 1/2223 10 . Setelah itu syi’ah berkembang biak menjadi beberapa sekte. Dengan demikian jelaslah. Hilangnya imam ini dan penuhanan para imam-imam mereka sebagi bukri pengekoran mereka kepada Ibnu Saba’ seorang yahudi.

96 . dan berloyalitas kepadanya”. kemudian mereka berkata “kalau demikian kami menolakmu. Mereka diberi nama Rafidhah dikarenakan mereka mendatangi Zaid bin Ali bin AlHussain seraya berkata “Berlepas dirilah kamu dari Abu Bakar dan Umar. saya tak akan bisa berlepas diri dari mereka. Adapun orang-orang yang berbaiat dan setuju dengan Zaid diberi nama “Zaidiyyah”. 6 5 6 Al-Bihar hal : 68. dengan demikian kami akan bergabung bersamamu” kemudian Zain menjawab “mereka berdua adalah sahabat kakek saya. bahkan akan selalu bergabung dengannya. 97 At-Ta’liqaat ala Matri lam’atil-I’tiqaat oleh Al-Jibrin hal : 108 11 . dengan demikian mereka diberi nama “Rafidhah” artinya golongan penolak.SEBAB PENAMAAN SYI’AH DENGAN RAFIDHAH Penamaan syi’ah dengan Rafidhah dinyatakan sendiri oleh pembesar mereka yang bernama Al-Majlisi dalam bukunya “Al-Bihar” ia menyebutkan empat hadist dari hadist mereka sendiri5.

Dalam suatu pendapat dikatakan mereka diberi nama Rafidhah dikarenakan penolakannya akan keimaman Abu Bakar dan Umar7. diberi nama Rafidhah dikarenakan penolakannya terhadap Agama8. 7 8 Muqaalaatul-Islamiyiin hal :1/89 Maqaalatul-Islamiyiin hal : 1/89 12 . Dalam pendapat yang lain.

11 Al-Muqairizi fiil khutbah hal : 2/351 12 Al-Milal Wan Nihal hal : 147 10 9 13 .MACAM-MACAM SEKTE RAFIDHAH Dijelaskan di dalam kitab “Daairatul Maarif” bahwa syi’ah ini bercabang-cabang menjadi lebih dari 73 (tujuh puluh tiga) sekte yang terkenal9. dan yang selamat dari golongan-golongan ini adalah syi’ah “Al-Imamiyyah”.12 Al-Baghdadi berkata: “Rafidhah setelah masa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu Dairatul-Maarif hal :4/67 Dia adalah Muhammad Baqir bin Muhammad AlAsad seorang tokoh dari Syiah. Az-Zaidiyyah. Dikatakan oleh Al-Muqaizi bahwa golongan mereka berjumlah sampai 300 (tiga ratus} golongan11. Al-Imamiyah. Disebutkan oleh Asy-Syarastani: bahwa rafidhah terbagi menjadi lima bagian: AlKisaaniyyah. Bahkan disinyalir sendiri oleh Mir Baqir AlDamad10 seorang rafidhah bahwa hadist yang menjelaskan tentang terbaginya ummat menjadi 73 golongan adalah golongan syi’ah. AlGhaliyyah dan Al-Islamiyyah.

terbagi menjadi empat golongan, Zaidiyyah, Imamiyyah, Kisamiyyah dan Ghullah.”13 dengan satu catatan bahwa Zaidiyyah tidak termasuk kedalam golongan rafidhah, melainkan Al-Gharudiyyah bagian atau sempalan dari Zaidiyyah yang masuk ke dalam rafidhah.

13

Al-Farqu bainal Firaq hal : 41

14

AQIDAH BADA’ YANG DIYAKINI OLEH RAFIDHAH Bada’ artinya jelas, yang sebelumnya masih samar-samar atau berarti pula munculnya pendapat baru. Bada’ dengan kedua arti di atas berkait erat dengan di dahuluinya ketidaktahuan, atau muculnya pengetahuan baru, kedua sifat tersebut mustahil bagi Allah Subhanahu Wata'ala akan tetapi Rafidhah menisbatkan sifat “bada’” ini kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Ar-Rayyan bin As-Shalt berkata: saya pernah mendengar Ar-Ridho berkata: Allah tidak mengutus nabi kecuali diperintahkan untuk mengharamkan khamr, dan diperintahkan untuk menetapkan sifat bada’ kepada Allah14. Abu Abdillah berkata seseorang belum dianggap beribadah kepada Allah sedikitpun, sehingga ia mengakui adanya sifat bada’ pada Allah.15
14 15

Ushulul-kaafi hal : 40 Ushulul-kaafi Fi’I kitaabit-tauhid hal : 1/331

15

Maha tinggi Allah setinggi-tingginya dari tuduhan seperti ini. Bayangkan wahai saudara seiman, bagaimana mereka menisbatkan kebodohan kepada Allah Subhanahu Wata'ala, yang Ia berfirman menginformasikan tentang DzatNya sendiri.

‫ا َ َات َا َرْض‬ ِ ‫ِ و‬

ِ ْ َ ُ َْ َ َ ْ ُ ‫اْ َ ْ َ إ ا‬ ِ

“Katakanlah : “tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah” (QS.An-Naml : 65). Di balik itu Rafidhah berkeyakinan dan beranggapan bahwa para imam mereka mengetahui segala ilmu pengetahuan tak ada sedikitpun yang samar baginya. Apakah ini aqidah Islamiyyah yang dibawa oleh nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam?

16

Ibnu Babawaih telah meriwayatkan lebih dari 70 (tujuh puluh) riwayat yang menyatakan bahwa “Allah Subhanahu Wata'ala tidak 16 17 Minhajus sunnah oleh Ibnu Taimiyyah hal : 1/20 I’tiqadaat Firaqul muslimin wal musyrikin hal : 97 17 . Yunus bin Abdur-rahman Al-Qummy. Mereka ini adalah para tokoh syi’ah Itsna ‘Asyariyyah. Hisham bin Salim Al-Juwailiqi. Sebagaimana riwayat-riwayat mereka yang mensifati Allah Subhanahu Wata'ala dengan sifat-sifat yang negatif. dan Abu Ja’far AlAhwal17. yang mereka kukuhkan sebagai sifat-sifat yang kekal bagi Allah Subhanahu Wata'ala. yang pada akhirnya mereka menjadi sekte jahmiyyah yang meniadakan sifat bagi Allah Subhanahu Wata'ala. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan bahwa yang mempelopori tuduhan ini dari sekte rafidhah adalah Hisham bin Al-Hakam16.AQIDAH RAFIDHAH TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH Rafidhah adalah sekte yang pertama kali mengatakan bahwa Allah Subhanahu Wata'ala berjisim (bertubuh seperti tubuh mahluk).

sedangkan 18 At-Tauhid Ibnu Babawaih hal : 57 18 . dengan meniadakan sifat-sifat Allah yang terkandung di dalam AlQur’an dan Hadist. Sebagaimana juga mereka mengingkari turunnya Allah Subhanahu Wata'ala ke langit bumi. dan Maha Tinggi setinggitingginya. tingkah. tidak tersifati dengan sifat-sifat yang ada pada jisim. gerak.disifati dengan waktu. disamping itu mereka juga mengingkari akan melihat Allah Subhanahu Wata'ala di akhirat nanti. Disebutkan dalam buku “Biharul Anwar bahwasannya Abu Abdillah Ja’far Ash Shadiq pernah ditanya dengan suatu pertanyaan. ditambah lagi perkataan mereka tentang Al-Quran bahwa ia adalah makhluk. jisim dan bentuk” 18. tempat. sesungguhnya mata tidak bisa melihat kecuali kepada benda yang memiliki warna dan berkondisi tertentu. apakah Allah Subhanahu Wata'ala bisa dilihat pada hari kiamat? maka ia menjawab : Maha Suci Allah. Tokoh-tokoh mereka tetap berpijak diatas konsep yang sesat ini. pindah. tidak berupa materi.

kepada Tuhannyalah mereka melihat. ٌ َ ِ َ َ ‫و ُ ْ ٌ َ ْ َ ِ ٍ َ ِ َ ٌ إَ ر‬ ‫ة‬ َ ِ‫ة‬ ُ “Wajah-wajah (orang mu’min) pada hari itu berseri-seri. Dalil dari As-Sunnah bahwa Allah Subhanahu Wata'ala dapat dilihat di hari kiamat. yaitu hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Jarir bin Abdullah Al-Bajali radhiyallahu ‘anhu. Al-Qiyamah: 22-23). beliau berkata : 19 . maka seorang tadi dihukumi murtad (keluar dari agama). Bahkan orang-orang syi’ah mengatakan: jika ada seseorang menisbahkan kepada Allah sebagian sifat. Ketahuilah bahwa sesungguhnya melihat Allah Subhanahu Wata'ala hak. seperti Allah dapat dilihat. benar adanya. ditetapkan di dalam Al-Quran dan As-Sunnah yaitu melihat Allah dengan tak bisa dibayangkan dengan detail dan tak diperagakan. sebagaimana yang di firman Allah Subhanahu Wata'ala. sebagaimana yang disinyalir oleh tokoh mereka Ja’far An-Najfi dalam buku: Kasyful-Gaitha halaman 417.” (QS.Allah Subhanahu Wata'ala Dzat yang menciptakan warna dan yang menentukan kondisi.

sebagaimana kalian melihat bulan ini dan tidak bersusah-susah dalam melihat-Nya. maka beliau bersabda: kalian akan melihat Tuhan kalian dengan mata kepala. 20 .” Dan banyak lagi ayat-ayat Al-Qur’an dan hadist-hadist nabi yang membicarakan tentang hal ini yang tidak mungkin kita ungkap disini.ِ ْ ََ ُ ‫آ ُُ ْ ً َ َ ر ُ ْل ا ِ َ َ ا‬ ِ َ ُ ‫و َ َ، َ َ َ َ إَ ا َ َ ِ َ َْ َ أرْ َ َ َ ْ َة‬ َ َ ِ َ ‫َ َ ل: إ ُ ْ َ َ َوْن ر ُ ْ َ َ ً آ َ َ َوْن‬ َ َ َ َ ِ َ ِ ِ َ ْ‫ه َا، َ ُ َ ُ ْن ِ ْ رؤ‬ ُ َ َ “Kami pernah duduk bersama nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam kemudian beliau melihat bulan purnama pada malam 14.

ia telah mengalami perubahan. Muhammad bin Ya’kub Al-Kulaini berkata dalam bukunya “Ushulul-Kafi” pada bab yang mengumpulkan dan membukukan Al-Qur’an hanyalah para imam yang diriwayatkan dari Jabir.AQIDAH RAFIDHAH TENTANG AL-QUR’AN YANG DIJAGA KEORISINILANNYA OLEH ALLAH SUBHANALLAH WATA’ALA Rafidhah yang dikenal dewasa ini dengan syi’ah. penggantian. ia (Jabir) berkata saya mendengar Abu Ja’far berkata ”siapa yang mengaku telah 19 Fashlul-khitab hal : 32 21 . mengatakan bahwa: Al-Qur’anul Karim yang ada pada kita (yang kita kenal ini) ia bukan Al-Qur’an yang diturunkan Allah Subhanahu Wata'ala kepada nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam. Mayoritas ahli hadist syi’ah beranggapan adanya pengubahan dalam Al-Qur’an. sebagaimana yang dikatakan oleh Annury AthThibrisi dalam bukunya “Fashul khitab fii tahrifi kitab Rabbil-Arbab19. penambahan dan pengurangan.

kemudian Zaid memenuhi permintaan Umar bin Khattab ini.” Dijelaskan oleh Ahmad Ath-Thibrisi dalam bukunya Al-Ihtijaj dan Al Mula Hasan dalam tafsirnya Ash-Shafi bahwa Umar bin Khattab berkata kepada Zaid bin Tsabit “sesungguhnya Ali bin Abi Thalib datang kepada saya dengan menunjukkan Al-Qur’an. dan para imam sesudahnya. kemudian Ali bin Abi 22 . oleh karena itu kami mempunyai pendapat untuk menyusun Al-Qur’an.mengumpulkan Al-Qur’an dan membukukan seluruh isinya sebagaimana yang diturunkan Allah Subhanahu Wata'ala. yang di dalamnya terdapat kejelekan-kejelekan atau keaiban orang-orang Muhajirin dan Anshar. tidak ada yang mengumpulkan dan yang menghapalkannya. sesuai dengan yang kau minta. melainkan Ali bin Abi Thalib. sebagaimana yang diturunkan oleh Allah Subhanahu Wata'ala. maka sesungguhnya ia seorang pendusta. kemudian Zaid berkata “jika saya telah merampungkan penyusunan Al-Qur’an. dari situ kita menghilangkan kejelekan-kejelekan dan rusaknya kehormatan orang-orang Muhajirin dan orang-orang Anshar.

maka Umar berkata “Wahai Abul Hasan berikanlah AlQur’an yang pernah engkau berikan (perlihatkan) kepada Abu Bakar. maka Ali bin Abi Thalib menjawab musthahil. dulu saya pertunjukan Al-Qur’an ini kepada Abu Bakar untuk dijadikan saksi atasnya. tidak ada alasan untuk bisa menyerahkan Al-Qur’an ini kepadamu. kemudian Umar merancang cara pembunuhannya. bagaimana jalan keluarnya ? Zaid menjawab “engkau lebih mengetahuinya” kemudian Umar berkata: tak ada jalan lain kecuali dengan membunuhnya dan kita bisa bebas darinya. Kemudian ketika Umar bin Khattab diangkat menjadi khalifah. para sahabat meminta Ali bin Abi Thalib untuk menyerahkan Al-Qur’an untuk dirubahnya diantara mereka. dan kalian tidak bisa berargumentasi (berdalil) pada hari kiamat. yang ditugaskan kepada Khalid bin Walid.Thalib menampakkan Al-Qur’an yang disusunnya dan yang ditulisnya. namun ia gagal dan tak berhasil mampu mewujudkannya. 23 . sehingga ia mengkaji dan mempelajarinya. tidaklah ini akan membatalkan apa yang engkau kerjakan ? kemudian Umar berkata “kalau demikian.

kemudian Umar berkata : kalau demikian kapan waktu untuk menampakkan Al-Qur’an ini ? Ali bin Abi Thalib menjawab disaat salah seorang penerus dari anak-cucuku tampil dan mengajak manusia untuk mengikutinya. Sungguh Al-Qur’an ini tidak boleh ada yang menyentuhnya melainkan orang-orang yang suci. dan menjadikan kamu khalifah di bumiNya maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu” (QS. dan orang-orang yang telah ku wasiatkan kepadanya dari anak cucuku. Musa menjawab muda[pokf77h-mudahan Allah membinasakan musuhnya.Al-A’raf : 129).َ ْ ِِ َ ‫َ ْ ه َا‬ َ ‫إ آ‬ ُ ِ “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini” (QS. Al-A’raf : 172). ْ ‫َ ِ ْ َ َ َ ل َ َ ر ُ ْ أنْ ُ ِْ َ َ ُوآ‬ ُ َ َ َ َ ْ ‫و َ ْ َ ِْ َ ُ ْ ِ اْ َرْض َ َ ْ ُ َ آ‬ َ ِ َ ‫َ ْ َُ ْن‬ َ “Dan sesudah kamu datang.20 20 Al-Ihtijaj hal :225 dan Fashulul-Khitab hal : 7 24 .

Dan di antara anggapan orang-orang syi’ah bahwa di sana ada satu ayat yang hilang dari surat.Meskipun orang-orang syi’ah perpuraperpura menampakkan kebebasannya dari bukunya An-Nuri Ath Thibrisi ini memuat dan mencakup beratus-ratus teks dari tokoh-tokoh mereka dalam buku-bukunya yang dianggapnya sah. yang kedua khusus (yang dirahasiakan) yang di antaranya isinya ada surat “Al-Wilayah”. Setelah jelas aqidah mereka tentang AlQur’an. maka nampak bahwa di sana ada dua Al-Qur’an. bahwa buku-buku ini jelasjelas mengungkap pengubahan Al-Qur’an dan mereka membenarkan pengubahan ini. ْ‫أَ ْ َ ْ َح‬ َ Ayat itu berbunyi: ‫ِ ْ َك‬ َ 25 َِ َ ْ َ َ ‫و‬ َ “Artinya dan kami jadikan Ali menantumu” . akan tetapi mereka tak menginginkan tersebarluasnya kejanggalan aqidah mereka tentang Al-Qur’an ini. yang pertama Al-Qur’an yang Ma’lum (jelas) di ketahui khalayak ramai.

yang mana Ali bin Abi Thalib belum menjadi menantu Rasulullah pada saat itu (di Makkah). 26 . meskipun mereka mengetahui bahwa surat ini termasuk surat Makiyyah.Sungguh mereka tak merasa malu dengan anggapan seperti ini.

AQIDAH RAFIDHAH TENTANG PARA SAHABAT NABI Aqidah Rafidhah berpijak di atas pencacian. ceritakan kepaku tentang Abu Bakar dan Umar? maka ia menjawab: mereka berdua adalah kafir. kemudian saya bertanya kepadanya: siapakah ketiga sahabat ini? ia menjawab: Al-Miqdad bin Al-Aswad. dan orang yang cinta kepadanya termasuk kafir juga. pencelaan dan pengkafiran terhadap sahabatsahabat Nabi Salallahu Alaihi Wassalam.”21 Disebutkan oleh Al-Majlisi dalam bukunya Haqqul yaqin bahwa Ali bin Al-Husain berkata kepada hamba sahayanya: bagiku atas kamu hak pelayanan.22 Dalam tafsir Al-Qummy mereka menafsirkan firman Allah: 21 22 Furu’ul-kaafi hal : 115 Haqqul-yaqin hal : 522 27 . Abu Dzar Al-Ghifari dan Salman Al-Farisi. Diungkapkan oleh Al-Kulaini dalam bukunya Furu’ul-Kaafi yang diriwayatkan dari Ja’far: “Semua sahabat sepeninggal Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam murtad (keluar dari Islam) kecuali tiga.

ِ ْ َ ْ ‫َ ِ ا ْ َ ْ َ ء َا ْ ُ ْ َ ِ َا‬ ‫و‬ ‫ِو‬ َ ْ َ‫و‬ َ Mereka menafsirkan: Al Fahsya dengan Abu Bakar. berikanlah kepada Muhammad dan keluarganya shalawat. Aisyah dan Hafshah) 25. kedua jibt24 dan thaghutnya dan kedua anak perempuannya (maksudnya: Abu Bakar. Jibt adalah sihir. (Muraji’) 25 Tafsir Al-Qummy hal : 218 26 Tabdidudl-dlulam-ibrahim Al-Jibhan hal : 27 24 23 28 .23 Mereka (Syi’ah) mengatakan dalam kitab: “Miftahul Jinan” “Ya Allah. Al Munkar dengan Umar dan Al Baghyi dengan Usman. kemudian mereka mendatangkan kambing betina yang diberi nama Aisyah. tukang sihi.26 Tafsir Al Qummy. berhala dan sejenisnya. Umar. dukun. sebutan yang biasa digunakan untuk sihir. hal 218. kemudian mereka mulai mencabuti bulunya dan memukulinya dengan sandal dan sepatu sampai mati. tukang ramal. Pada tanggal 10 Muharram. mereka membawa anjing yang diberi nama Umar. kemudian mereka beramai-ramai memukulinya dengan tongkat sampai mati. dan laknatilah ke dua patung Quraisy.

Sebagaimana juga mereka mengadakan pesta besar-besaran dalam rangka merayakan hari kematian Umar bin Khattab. serta sejarah telah mencatat kebaikan-kebaikannya. dan jihadnya dalam menegakkan agama Islam. dan umat telah sepakat akan keadilan dan keutamaannya. 27 Abbas Al-Qummy (Al-Kuna-wal-Alqaab) hal : 2/55 29 . betapa besar kebencian dan kotornya sekte ini. Lihatlah.27 Mudahmudahan Allah Subhanahu Wata'ala meridhoi para sahabat semua dan Ummahatul-Mu’minin para istri-istri Rasul. yang dinyatakan sudah keluar dari agama. dan memberikan penghargaan kepada pembunuhnya Abu Lu’lu’ah seorang yahudi dengan gelar “Pahlawan Agama”. dan betapa buruk dan kotornya ucapan-ucapan mereka yang dialamatkan kepada manusia-manusia terbaik setelah para nabi. kecepatannya dalam masuk agama Islam. yang mereka dipuji oleh Allah dan rasul-Nya.

SISI KESAMAAN ANTARA YAHUDI DAN RAFIDHAH Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Sisi kesamaan antara yahudi dan rafidhah adalah bahwa fitnah yang ada pada Rafidhah itu persis dengan fitnah yang ada pada yahudi, yaitu kalau orang yahudi mengatakan yang hanya layak memimpin kekuasaan adalah keluarga Dawud, begitu juga kata rafidhah tak layak memimpin imamah (kekuasaan) kecuali anak-anak Ali. Orang yahudi mengatakan: tak ada jihad di jalan Allah sehingga Al-Masih Ad-Dajjal keluar, dan pedang turun ditangan, sementara orang rafidhah mengatakan: tidak ada jihad dijalan Allah sehingga imam Al-Mahdi (salah satu dari imam-imam mereka) keluar dan ada seorang komando yang mengkomandokan dari langit. Orang-orang yahudi mengakhirkan Shalat sampai tenggelamnya bintang, sebagaimana orang-orang rafidhah mengakhiri shalat Maghrib sampai tenggelamnya bintang sedangkan hadist hadist Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam mengingkari akan hal itu. 30

‫َ َ َال أ ِ ْ ََ ِ ْ َة َ َ ْ ُ َ ُوْا‬ ٍ ُ ُ ‫ا ْ َ ْ ِب إَ ا ْ ِ َ ك ا ُ ْم‬ ِ ِ َِ
“Umatku masih dalam keadaan fitrah, selama tidak mengakhirkan shalat Maghrib sampai tenggelamnya bintang” .28 Orang-orang yahudi memutarbalikkan AtTaurat serta merubahnya, sebagaimana mereka memutarbalikkan Al-Qur’an dan merubahnya. Orang-orang yahudi tidak berpendapat mengusap Al-Khuf (sepatu slop) sebagaimana juga orang-orang rafidhah. Orang-orang yahudi membenci malaikat Jibril, dengan mengatakan ia musuh kami dari golongan malaikat sebagai mana rafidhah mengatakan malaikat Jibril salah alamat ketika menyampaikan wahyu kepada Muhammad.29
28 29

Hadist riwayat Imam Ahmad hal: 4/147 Bagian sekte rafidhah bernama Al-Ghairibiyyah mengatakan Jibril alaihi salam telah berkianat dikarenakan telah menyampaikan wahyu kepada Muhammad, sebab yang berhak membawa risalah Islam ini, adalah Ali bin Abi Thalib, dengan sebab ini mereka mengatakan al amin (Jibril) telah berhianat. Dikarenakan memalingkan risalah dari Haidar (Ali bin Abi Thalib).

31

Rafidhah sama dengan orang-orang nasrani dalam masalah maskawin, yaitu wanita-wanita nasrani tidak berhak mendapatkan mas kawin karena mereka diciptakan untuk dipakai besenang-senang (mut’ah), sebagaimana rafidhah mensyaratkan nikah mut’ah dan menghalalkanya. Akan tetapi orang-orang yahudi dan nasrani memiliki dua keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang-orang rafidhah: 1. Apabila orang-orang yahudi ditanya tentang siapa sebaik-baik pemeluk agama kalian? mereka akan menjawab sahabatsahabat nabi Musa 'Alaihis Salam.

Renungkanlah wahai akhi muslim bagaimana mereka mengangka jibril telah berkianat sedangkan Allah Subhanahu Wata'ala telah mensiatinya dengan Al-Amin (terpercaya) dengan firman-Nya:

ُ ْ ِ َ ْ‫َ َل ِ ِ ا وْح ا‬ ُ َ
“Telah turun kepadanya Jibril yang dipercaya” dan firman-Nya yang lain: “Ditaati dan dipercaya” Lalu apa komentar anda tentang aqidah ini yang diyakini oleh orang-orang rafidhah.

ٍ ِْ ‫ُ َ ع َ أ‬ َ ٍ

32

1/24 33 .30 30 Minhaju Sunnah. Apabila orang-orang nasrani ditanya siapa sebaik-baik pemeluk agama kalian mereka akan menjawab sahabat-sahabat setia nabi Isa 'Alaihis Salam. Ibnu Taimiyyah. Tetapi jika orang rafidhah ditanya tentang siapa yang paling buruk dari pemeluk agama kalian mereka menjawab sahabat-sahabat Muhammad Shallallaahu Alaihi Wasallam.2.

dan mereka tidak akan mati melainkan karena keinginan mereka sendiri”. semua manusia diwajibkan taat kepada kami.32 31 32 Ushulul Kaafi hal 165 Ushulul Kaafi fi kitabil hujjah 1/258 34 .AQIDAH RAFIDHAH TENTANG IMAM MEREKA Orang-orang Rafidhah mengaku bahwa para imam mereka ma’sum (terjaga dari kesalahan dan dosa) serta mereka mengetahui ilmu ghaib. dan kami menjadi saksi atas perbuatan manusia di bawah langit dan di atas bumi.31 Al-Kuilani pun telah mengutip di dalam buku yang sama. Dikutip oleh Al-Kuilani dalam bukunya Ushulul Kaafi: Imam Ja’far Ash-Shadiq berkata “kami adalah gudang ilmunya Allah dan kami penterjemah perintah Allah serta kami kaum yang ma’sum. bab “Para imam dapat mengetahui apa saja jika menghendakinya”. dan dilarang menyelisihi kami. dari Ja’far ia berkata “Imam bisa mengetahui apa saja jika memang menghendakinya dan mereka mengetahui kapan mereka mati.

dan mereka memiliki kedudukan atau tingkatan yang tidak tercapai oleh para malaikat dan para rasul. 33 Minhaju Sunnah. halal adalah yang menurut mereka halal dan haram adalah yang menurut mereka haram dan konsep keagamaan adalah yang mereka syariatkan. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata “Rafidhah menyangka bahwasannya urusan agama diserahkan kepada para pendeta. 1/481 35 . lauh. kini dan yang akan datang. qolam. kemusyrikan.33 Jika anda wahai pembaca yang budiman ingin mengetahui kekufuran.Al-Khumaini berkata dalam salah satu tulisannya: “Bahwa para imam mereka lebih utama dari pada para nabi dan rasul. dan pengkultusan yang berlebih-lebihan yang diyakini oleh orang-orang rafidhah bacalah bait-bait yang dilantunkan oleh tokoh kontenporer mereka yang bernama Ibrahim AlAmili tentang penyanjungan terhadap Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu: “Semua orang baik yang dulu. semua nabi. rasul.

Kau penyejuk kekasihmu di hari akhir dan yang menolong orang yang telah mengingkarimu. pengagungan yang berlebih-lebihan. kau tempat berteduhnya orang yang diusir. dan semua alam dan seisinya adalah milikmu Abul Hasan. 36 . Abul Hassan hai Ali yang agung kecintaanmu kepadaku sebagai penerang di kuburanku namamu sebagai syiar di saat kesempitanku dengan cinta kepadamu dapat menghantarkanku ke surgamu. kekufuran. Ketika datang waktu kematian peran Ali datang kepadamu wahai Al-Mazidi dan ketika seorang komando meneriakan aba-aba kebangkitan. sang pengatur alam.hamba sahaya. tempat peristirahatan rasul. mustahil wahai engkau Ali membiarkan orang yang berlindung kepadamu” Apakah mungkin seorang muslim yang komitmen kepada agamanya membuat syair seperti ini ? Demi Allah orang-orang jahiliyah dahulu kalapun tidak pernah jatuh kedalam kemusyikan. seperti orang-orang rafidhah ini.

34 Al-Mufid berkata syiah Imamiyah setuju dan sepakat dengan adanya beberapa orang yang telah mati dan mereka akan dihidupkan kembali. pada masa bangkitnya 34 35 Raj’ah artinya kembali hidup setelah mati Awailul Maqalath hal 51 36 Al-Khutut Al-‘Aridhah hal 80 37 .36 Al-Murthada mengatakan dalam bukunya Al-Masail An-Nasiriah “Pada hari ini (hari kebangkitan) Abu Bakar dan Umar akan disalib disebuah pohon.AQIDAH RAFIDHAH TENTANG RAJ’AH Orang-orang Rafidhah tak kalah dengan sekte yang lain.35 Yang dimaksud dengan raj’ah bagi orang syi’ah adalah di bangkitkannya kembali imam mereka yang terakhir yang bernama Al-Qa’im Al-Mahdi di akhir zaman dari tempat peristirahatannya di benteng persembunyiannya dan ia akan menyembelih semua lawan politiknya dan akan mengembalikan kepada orang-orang syi’ah hak-hak mereka yang telah dirampasnya selama berabad-abad. mereka membuat bid’ah yang sangat besar yaitu aqidah raj’ah.

dan musuhmusuhnya bersama para pemimpinnya akan dihidupkan kembali.”37 Dikatakan oleh Al-Majlisi dalam bukunya Haqqul Yaqin mengutip perkataan Muhammad Al-Baqir: “Ketika Al-Mahdi muncul ia akan menghidupkan Aisyah ummmul mu’minin untuk dihukum rajam38. editor. Awailul Maqalath 75 Hukum rajam adalah hukum mati dengan dilempari batu bagi pelaku zina mukhson (orang yang sudah menikah). Kemudian aqidah ini mengalami perkembangan yang sangat cepat sehingga mereka mengatakan. 38 37 38 . bahwa semua orang syi’ah bersama para imamnya. sehingga ia munculkan seperti ungkapan-ungkapan diatas.Al-Mahdi imam mereka yang kedua belas yang dijuluki Qa’im Alu Muhammad dimana pohon yang masih hidup dan masih segar sebelum dipakai menyalip akan menjadi kering dan mati setelah digunakan penyaliban. Aqidah ini jelas membuka tabir kedengkian yang amat dalam pada jiwa orang-orang syi’ah.

39 .Aqidah ini dijadikan sebagai sarana yang dipergunakan oleh Saba’iyah untuk mengingkari hari kiamat.

hartanya. untuk menghilangkan bahaya yang mengancam jiwanya. tahukah engkau apa yang saya baca? sesungguhnya aku mengucapkan 39 AsSyiah fil mizan hal 48 40 . yaitu ketika seorang tokoh munafiqin yang bernama Abdullah bin Ubay bin Salul meninggal dunia.”39 Orang-orang syi’ah beranggapan bahwa Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam pernah melakukannya. maka Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam menjawab “Celakalah engkau. dengan mendo’akan untuknya. kemudian Umar bin Khattab berkata kepadanya “Tidakkah Allah telah melarangmu untuk melakukan hal itu (berdiri di atas kuburannya dengan mendo’akannya).AQIDAH RAFIDHAH TENTANG TAQIYYAH Taqiyyah sebagaimana didefenisikan oleh salah seorang tokoh kontemporer syi’ah adalah: “Suatu ucapan atau perbuatan seseorang yang bertolak belakang dengan apa yang diyakininya. atau untuk menjaga kehormatannya.

kecuali dalam urusan khamar dan mengusap khuf (sepatu slop). Al-Kuilani menukil dalam bukunya Ushulul Kaafi bahwa Abu Abdillah berkata : “Hai Abu Umar sesungguhnya sembilan puluh persen dari agama ini adalah taqiyyah.”41 Rafidhah mengatakan bahwa taqiyyah adalah merupakan kewajiban. Lihatlah wahai akhi muslim. jikalau sahabat Rasulullah memadangnya dengan penuh kasihan sementara Rasulullah melaknatnya.penuhilah kuburannya dengan api dan bakarlah ia”40. tidak ada agama bagi orang yang tidak bertaqiyyah dan taqiyyah mutlak dalam segala hal. tidak dianggap beriman seseorang sebelum ia bertaqiyyah.” Dinukil juga oleh Al-Kuilani dari Abu Abdillah: “Jagalah agama kalian. agama tidak akan tegak tanpa dengannya dan mereka menyampaikan dasar-dasar agamanya dengan 40 41 Furu’ul Kaafi hal 188 Ushulul Kaafi hal 482-483 41 . tutupilah dengan taqiyyah. bagaimana mereka menisbahkan kedustaan kepada Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam? Apakah masuk akal.

terang-terangan dan sembunyi-sembunyi serta bermuamalah dengan taqiyyah ini khususnya ketika mereka dalam kondisi yang membahayakan. Oleh sebab itu waspadalah wahai saudara muslim dari bahaya Rafidhah ini. 42 .

AQIDAH RAFIDHAH TENTANG ATH-THINAH Ath-Thinah42 yang dimaksukan oleh Rafidhah di sini adalah Tanah kuburan AlHusain radiyallahu anhu.43 Masih ucapan An-Nu’man seorang diutus untuk menyampaikan kepada Abul Hasan ArRidha bingkisan berupa sekumpulan baju. ia adalah obat yang paling berkhasiat” Abdullah berkata “Goreskanlah debu kuburan Al-Husain pada mulut anakmu. dan diselipkan di sela-sela baju tersebut sedikit tanah kuburan Al-Husain maka berkata Abul Hasan kepada utusan tersebut apa ini? iapun Ath-Thinah adalah tanah kuburan Husain Berbeda dengan Ahlus Sunnah. mereka menganjurkan bayi yang baru lahir digosokkan di mulutnya lumatan korma yang halus (sesuai perintah rasulullah) 43 42 43 . Dinukil oleh Muhammad An-Nu’man AlHaritsi yang dijuluki dengan Asy-Syeikh AlMufid salah seorang pembawa faham kesesatan dalam bukunya Al-Mazar dari Abu Abdillah ia (Abu Abdillah) berkata “Tanah kuburan Al-Husain adalah obat untuk segala penyakit.

maka Ash-Shadiq menjelaskan kepadanya “jika makan tanah kuburan ini bacalah bacaan ini” “Ya Allah. agar Kau berikan shalawat kepada Muhammad. dengan perantaraan malaikat yang telah menggenggam (rohnya) dan memohon kepada-Mu dengan perantaraan nabi yang telah menyimpannya. dan tidak dihadiahkan kepada seseorang baju atau yang lainnya kecuali disertakan bersamanya tanah kuburan Al-Husain. yaitu tanah kuburan Hamzah dan tanah kuburan Al44 . Diriwiyatkan ada seseorang bertanya kepada Ash-Shadiq tentang faedah penggunaan tanah kuburan Al-Husain.menjawab ini tanah kuburan Al-Husain. dan Kau jadikan tanah ini obat untuk segala macam penyakit. dan ia mengatakan karena itu untuk keselamatan dengan izin Allah. dan penjagaan dari segala keburukan dan kejelekan.” Abu Abdillah pernah ditanya tentang khasiat penggunaan dua tanah. dan keselamatan dari segala yang ditakutkan. dan dengan perantaraan washi (Al-Husain) yang telah besemayam di dalamnya. saya memohon kepada-Mu. dan keluarganya.

Husain. maka ketahuilah itu karena pengaruh tanah bahan ciptaan orang syi’ah. Oleh karena itu. kemudian kedua tanah tersebut dicampur adukkan satu sama lainnya. maka beliau menjawab “Biji tasbih yang terbikin dari tanah kuburan Al-Husain dapat bertasbih (membaca bacaan subhanallah dan yang lainnya) di tangan orang yang tidak bertasbih (orang yang tidak membaca bacaan subhanallah dan yang lainnya). sehingga ketika timbul di suatu saat kemasiatan dan tindakan kriminalitas yang dilakukan oleh orang-orang syi’ah itu di karenakan terpengaruhnya dengan tanah asal di ciptakannya orang sunni.44 Orang-orang Rafidhah mengira dan mendakwakan bahwa orang syi’ah di ciptakan dari satu tanah dan orang Ahlus Sunnah di ciptakan dari tanah yang lain. Dan apabila di dapatkan ada sebagian orang sunni yang baikdan amanah. dan keistimewaan dari masing-masing dua tanah tersebut. apabila tiba hari kiamat maka kejelekan-kejelekan dan dosa-dosa orang-orang syi’ah akan dipikul kepada orang44 Kitabul Mizar hal 125 45 .

248 46 . kebaikan-kebaikan Ahlus Sunnah akan diberikan kepada orang-orang syi’ah.45 45 ‘Ilalul Syara’i: 490-491. dan biharul anwar 5/247.orang Ahlus Sunnah. dan sebaliknya.

Ash-Shaduq meriwayatkan suatu riwayat yang disandarkan kepada Daud bin Farqad dalam bukunya (Al-“Ilal) bahwa ia (Daud) berkata: “saya bertanya kepada Abu Abdillah. tapi saya mengkhawatirkan keselamatan anda. Nafsaniyyah hal 166 46 47 . apa pendapat anda tentang An-Nasib46 ? ia menjawab halal darahnya. dikarenakan Orang-orang syiah menamakan ahlus sunnah dengan sebutan An-Nasib. maka jika anda mampu menggulingkan tembok sehingga merobohi orang Ahlus Sunnah. sehingga tak ada yang menyaksikan atas perbuatanmu maka lakukanlah. bahkan mereka berpendapat bahwa kekufuran orang-orang Ahlus Sunnah lebih besar dari pada kekufuran orang-orang yahudi dan nashrani. jika anda bias. atau menenggelamkannya di lautan.47 Tidak cukup di situ saja. kemudian saya bertanya lagi “bagaimana pendapat anda tentang hartanya ? ia menjawab ambillah. 47 Al-Mahaasin.AQIDAH RAFIDHAH TENTANG AHLUS-SUNNAH Aqidah Rafidhah berpijak pada penghalalan harta dan jiwa Ahlus Sunnah.

49 Sebenarnya istilah “An-Nasib” dalam pandangan Ahlus Sunnah sendiri adalah orang-orang yang membenci Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.mereka memang kafir asli. orang-orang Rafidhah membantu orang-orang kafir di dalam peperangan melawan orang-orang Islam sebagaimana yang disaksikan oleh sejarah. maka mereka adalah murtad (keluar dari Islam) dan kekufuran dari kemurtadan lebih besar dari pada kekufuran asli. lain halnya dengan Ahlus Sunnah. apakah boleh saya kawinkan dengan laki-laki Ahlus Sunnah? ia menjawab tidak. At-Thahdib 7/303 48 48 .48 Dikatakan oleh Al-Fudlail bin Yasar saya bertanya kepada Abu Ja’far tentang wanita Rafidhah. Oleh sebab itu. karena laki-laki Ahlus Sunnah (yang sesuai dengan penamaan mereka An-Nasib) adalah kafir. akan tetapi orangorang Rafidhah menjuluki “orang-orang Ahlus Syeikul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Orang-orang rafidhah telah membantu tatar (pasukan tatar) ketika memerangi negara-negara Islam (Majmu’ul Fatawa 35/1510 49 Wasailusy syiah 7/431.

Umar dan Ustman atas Ali bin Abi Thalib.Sunnah dengan “An-Nasib” dikarenakan mereka mendahulukan keimaman Abu Bakar.) Ditambahkan oleh Ath-Thabrani dalam kitab Al-Kabir: َ ‫ا ُ ََ ْ ِ و َ َ و‬ َ َ َ ِ ‫َ َ ْ َ َ ذِ َ ا‬ َ ُُ ِ ُْ “Kemudian rasulullah mengetahui hal itu. Dan sebenarnya jelas sekali. Bukhari.R. dan tidak mengingkarinya” 49 . bahwa keutamaan Abu Bakar dan Umar atas Ali bin Abi Thalib ini sudah ada pada masa rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam sebagai buktinya hadist yang diriwayatkan dari Ibnu Umar : ِ ‫آ ُ َ ُ َ ْ َ ا س ِ ْ ز َ ِ ر ُ ْل ا‬ ِ َ َ ِ ُ ُ ٍ ْ َ َ ‫َ ا ُ ََ ْ ِ و َ َ َ ُ َ َ أ‬ َ َ ‫ُ َ َ ُ ُْ َ ن‬ َ “Kami pernah memilih-milih manusia terbaik (selain Rasulullah) pada masa Rasulullah. maka kami memilih Abu Bakar kemudian Umar kemudian Ustman” (H.

” AdhDhahabi mengatakan ini hadist mutawatir.Dikatakan oleh Ibnu Asyakir: “Kami mengagungkan dan memulyakan Abu Bakar.50 50 At-Ta’liqat ala matnil-itiqat 91 50 . dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Umar. jika kau mengharapkan katakanlah yang ketiganya Ustman. bahwa beliau berkata “Sebaik-baik umat ini setelah nabinya adalah Abu Bakar kemudian Umar.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan yang lainnya. Ustman dan Ali.

52 Dinukil oleh Al-Qummy dalam bukunya “Maa laa Yudhrikuhul Faqih. bahkan ia bisa dianggap beragama dengan selain agama kami. dari Abdillah bin Sinan dari Abi Abdillah ia berkata “Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata'ala 51 52 Mut’ah adalah nikah kontrak dalam wantu tertentu Minhajus shadiqin : 356 51 . dan orang yang mengingkari nikah mut’ah ia kafir dan murtad. dan anak yang dilahirkan dari hasil perkawinan mut’ah lebih utama dari pada anak yang dilahirkan di luar nikah mut’ah. dari Ash Shadiq bahwasannya mut’ah adalah bagian dari agamaku. dan barang siapa yang mengamalkannya berarti ia mengamalkan agama kami. dan agama nenek moyangku. dan barang siapa yang mengingkarinya bearti ia mengingkari agama kami.AQIDAH RAFIDHAH TENTANG NIKAH MUT’AH DAN KEUTAMAANNYA Mut’ah51 memiliki keistimewaan yang besar di dalam aqidah Rafidhah. dikatakan dalam buku “Manhajus Shadiqin” yang ditulis oleh Fathullah Al Kasyani.

mengharamkan atas orang-orang syi’ah segala minuman yang memabukkan. karena mereka tak perlu dicerai. dikatakan dalam buku “Furu’ul Kaafi”. Ath-Thahdib. dari Zurarah dari Abi Abdillah ia berkata “Saya bertanya kepadanya tentang jumlah wanita yang dimut’ah. dan menggantikan bagi mereka dengan mut’ah.54 Bagaimana kita bisa menerima dan membenarkan nikah seperti ini. dan AlIstibshar. bahwa ia tidak hanya terbatas empat wanita. sementara Allah Subhanahu Wata'ala berfirman: 53 54 Mal la Yahdluruhol faqih hal 330 Al-Furu’minal kafi : 2/43. Ath-Thahdib : 2/188 52 .”53 Rafidhah tidak membatasi dengan jumlah tertentu dalam mut’ah. meskipun itu 1000 (seribu) wanita.” Dari Muhammad bin Muslim dari Abu Ja’far bahwa ia berpendapat tentang mut’ah. tidak mewarisi. karena mereka (wanita-wanita ini) dikontrak. hanyasannya mereka itu adalah dikontrak. apakah hanya empat wanita? ia menjawab nikahilah (dengan mut’ah) dari wanita.

tidak mendapat warisan dan tidak perlu dicerai.ََ ‫َا ِ ْ َ ه ْ ِ ُ ُوْ ِ ِ ْ َ ِ ُ ْن إ‬ ِ َ ُ ‫و‬ َ ْ َ ْ ُ َِ ْ ِ ِ َ ْ ‫أزْ َا ِ ِ ْ أوْ َ ََ َ ْ أ‬ َ َ ‫َ و‬ ُ ‫َُ ْ ِ ْ َ َ َ ِ ا ْ َ َ و َاء ذِ َ َُوَ ِ َ ه‬ ُ َ َ ‫َر‬ ‫ا ْ َ دوْن‬ َ ُ “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. selebih itu diharamkan. kecuali terhadap istri-istri mereka. bahwa yang diperbolehkan untuk disetubuhi adalah istri yang sah. maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Dari ayat di atas jelas.Al-Mu’minun : 5-7). dan hamba sahaya yang dimilikinya. wanita yang dimut’ah (dipakai bersenang-senang) adalah wanita yang dikontrak ia bukan istri. Syeikh Abdullah bin Jibrin berkata “Orangorang Rafidhah menghalalkan nikah mut’ah berdalil dengan ayat: 53 . oleh karena itu ia adalah wanita pelacur. atau budak yang mereka miliki. barang siapa yang mencari d ibalik itu. maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas” (QS.

sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana” (QS. An-Nisa’: 24). maka istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka. 54 . bukan untuk berzina. maka berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna). dan tiada mengapalah bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya. sesudah menentukan mahar itu.ْ َ ََ َ ‫َا ْ ُ ْ َ َ ت ِ َ ا َ ء إ‬ ِ ِ ُ ‫و‬ َ ْ ُ َ ِ ‫أ ْ َ ِ ُ ْ آ َ ب ا ِ ََ ْ ُ ْ وأ‬ َُ َ ِ َ َ ْ ِ ِ ْ ُ ْ ُ ِ‫و َاء ذِ ُ ْ أنْ َ ْ َ ُ ْا َِ ْ َا‬ َ َ َ ‫َر‬ ُ ْ ِ ِ ِ ْ ُْ َ ْ َ ْ ‫َ ْ َ ُ َ ِ ِ ْ َ َ َ ا‬ ْ ُ ْ َ َ ‫َ ُ ْ ه أ ُ ْر ه َ ِ ْ َ ً و َ ُ َ ح‬ َ َ َُ ُ ُ َ ‫ِ ْ َ َ َا َ ُْ ْ ِ ِ ِ ْ َ ْ ِ ا ْ َ ِ ْ َ ِ ِن ا‬ ‫إ‬ ً ْ ِ َ ً ْ َِ ‫آ ن‬ َ َ “Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami. sebagai suatu kewajiban. kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapannya atas kamu. dan dihalalkan selain yang demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini.

.. maka bisa dikatakan bahwa ayat-ayat di bawah ini sampai dengan ayat yang dijadikan sandaran oleh orang syi’ah adalah berbicara masalah nikah yang sebenarnya dimulai dengan ayat: ‫َ أ َ ا ِ ْ َ أ َ ُ ْا َ َ ِ َ ُ ْ أنْ َ ِ ُ ا‬ َ َ َ ِ ْ َ ِ ‫ا َ ء آ ِهً و َ َ ْ ُُ ْه ِ َ ْه ُ ْا‬ َ ُ َ َ َ ٍ َ َ ُ ٍ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ْ َ ْ‫َ َ ْ ُ ُ ْه إ أن‬ َ ِ ُ ‫و َ ِ ُوْه ِ ْ َ ْ ُوْف‬ ِ ُ َ “Hai orang-orang yang beriman. dan pergaulilah dengan mereka secara patut.. mempusakai wanita dengan jalan paksa.. Sampai dengan ayat .‫وَإنْ أردْ ُ ُ ا ْ ِ ْ َال زوْج َ َ ن زوْج‬ ٍ َ َ ٍ َ َ ََ ِ “Dan jika ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain. kecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata.. tidak halal bagi kamu.ْ ‫و َ َ ْ ِ ُ ْا َ َ َ َ أ َ ؤآ‬ ُُ َ َ 55 . karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya. dan janganlah kamu menyusahkan mereka..Untuk menjawab dalil mereka.” (An-Nisa’ 20) Sampai lagi dengan ayat: .”(An-Nisa’ :19).

AnNisa’ 22). dan jika kalian menikahi mereka (mereka selain yang disebutkan diatas) untuk kalian setubuhi maka berikanlah maharnya.An-Nisa’ : 23) Setelah Allah Subhanahu Wata'ala menghitungkan untuk kita jumlah wanita yang haram dinikahi baik di karenakan nasab keturunan atau dikarenakan sebab yang lainnya. maka tidak dosa engkau menerimanya. (QS.. Kemudian ditambah lagi ayat dengan ayat: ..“Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu” (QS..”.” Inilah sebenarnya penafsiran yang benar sesuai dengan penafsiran para mayoritas 56 . dan jika mereka (para istri) membebaskan sebagian dari maharnya dengan kerelaan hati. Allah berfirman : ..ْ ُ ُ َ ‫ُ َ ْ ََ ْ ُ ْ أ‬ ُ “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibuibumu ….ْ ُ ِ‫وأ ِ َ ُ ْ َ و َاء ذ‬ َ َ ‫َر‬ َُ “Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (wanita yang disebutkan diatas). yang mana telah kalian tentukan untuknya..

ia berkata.shahabat nabi dan para ulama tafsir sesudahnya. “Seorang budak memperintah saya untuk bertanya kepadamu tentang suatu masalah yang mana ia malu menanyakan langsung kepadamu”.Muslim) 57 . dalil lain dari sunnah tentang pengharaman nikah mut’ah adalah hadist “Arrabi bin Subrah Al-Juliany sesungguhnya bapaknya menceritakan kepadanya bahwa ia pernah bersama rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam. maka ia berkata. sesungguhnya saya pernah membolehkan bagi kalian nikah Mut’ah (bersenangsengan dengan wanita) ketahuilah. “Apa masalah Penjelasan dari Syeikh Abdullah bin Jibrin. bahwa Allah Subhanahu Wata'ala telah mengharamkannya sampai hari kiamat.R. (H. “Saya pernah mendengar Shafwan berkata” saya berkata kepada Ar-Ridha. beliau bersabda 55 ‫َ أ َ ا س إ آ ْ ُ أذ ْ ُ َ ُ ْ ِ اْ ْ ِ ْ َ ع ِ َ ا َ ء‬ ِ ِ َِ ُ ِ ُ َ ِ َ َ ِ ْ ‫وَن ا َ َ ْ َ م ذِ َ إَ َ ْم ا‬ ِ ِ ََ ‫َأ‬ “Wahai manusia.55 Orang Rafidhah tidak berhenti sampai di situ saja. Disebutkan dalam buku Al-Istibshar yang diriwayatkan dari Ali bin Al-Hakam. bahkan mereka memperbolehkan mendatangi wanita (istri) dari duburnya (menyetubuhi istri dari jalan belakangnya).

boleh baginya”. “Bolehkah seorang lakilaki menyetubuhi istrinya dari duburnya”.itu?”. “Ya.56 56 Al-Istibshar 3/243 58 . maka ia menjawab. ia menjawab.

dan Aku tidak 59 . dan jika bukan karena imam yang bersemayam di tanah Karbala. baik itu yang hanya diakui belaka atau yang sebenarnya sebagai tanah haram yang suci. disebutkan dalam kitab “Al-Bihar” dari Abu Abdillah. dan Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib memiliki tanah haram yaitu Kufah. dan kami memiliki tanah haram yaitu Qum. Kufah. Karbala dan Qum tanah haram. Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam memiliki tanah haram yaitu Madinah Munawarah. Tanah Karbala bagi orang syi’ah lebih utama dari pada Ka’bah. “Sesungguhnya Allah menurunkan wahyunya kepada Ka’bah dengan mengatakan “Jika bukan karena tanah Karbala Aku tidak mengutamakanmu. Aku tidak menciptakanmu.AQIDAH RAFIDHAH TENTANG KOTA NAJF DAN KARBALA DAN KEUTAMAAN MENZIARAHINYA Orang-orang syi’ah beranggapan bahwa kuburan para imam mereka. Mereka meriwayatkan dari Ja’far AshShadiq: bahwa Allah Subhanahu Wata'ala memiliki tanah haram yaitu Makkah. ia berkata.

saya yakin bahwa Allah Subhanahu Wata'ala menghilangkan kesedihan. agar dikabulkan 57 Kitabul Bihar 10/107 60 . dan mengucapkan do’a “Saya datang menziarahimu.menciptakan mesjid yang engkau banggakan. dengan mengharapkan agar kaki ini tetap tegar untuk selalu hijrah kepadamu (menziarahimu). tidak menenggelamkannya. diamlah kamu jangan bertingkah. dan karena engkaulah Allah Subhanahu Wata'ala mengukuhkan bumi. dengan perantaraanmu. jadilah kamu tumpuhan dosa. menurunkan rahmat-Nya. yang dihinakan dan jangan sombong kepada tanah Karbala. dan mengokohkan gunung-gunungnya di atas pasak-pasaknya. Aku menghadap kepada tuhanku.57 Disebutkan dalam kitab “Al-Mizar” karya Muhammad Nu’man yang dijuluki dengan Asy Syeikh Al-Mufid ia mengatakan “Hendaklah seseorang yang menziarahi kuburan Al-Husain mengangkat tangan kanannya. Aku akan tumpaskan kau ke neraka jahanam. jika tidak. dengan sebabmu. hina dina.

karena ia bersih dan suci. setelah tanah haramnya Allah dan Rasul-Nya adalah tanah Kufah. Disebutkan dalam buku “Al-Mizar” tentang keutamaan kota Kufah.permohonanku dan semua kebutuhanku serta diampuni dosa-dosaku.” (QS. dan di sana pula penerus kekhilafahan hadir. sedangkan Allah berfirman: ُ ‫و َ ْ َ ْ ِ ُ ا ُ ْب إ ا‬ َِ َ “Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah?. washi dan orang-orang sholeh. dan disana tempatnya keadilan Allah.58 Renungkan wahai pembaca yang budiman. di sana pula tempat turunnya para nabi. bagaimana mereka jatuh dalam kemusyrikan mulai dari permohonan kepada selain Allah dalam pencapaian hajat dan pengampunan dosa dari manusia. Ali Imran 135). di dalamnya terdapat kuburan para nabi dan rasul dan para washi (imam yang mendapat wasiat untuk meneruskan kekhilafahan). 58 Kitab Al-Mizar hal 99 61 . ia berkata: “Sebaikbaik tanah. yang diriwayatkan oleh Ja’far Ash-Shadiq.

62 . sekali lagi tidak. perbedaan ini pada hakekatnya perbedaan dalam masalah-masalah yang sangat mendasar sekali. sedangkan kami mengatakan bahwa Al-Qur’an sempurna tidak ada pengurangan. pengurangan atau perubahan. Allah berfirman: ‫إ َ ْ ُ َ ْ َ ا آ َ وإ َ ُ ََ ِ ُ ْن‬ َ َِ ْ ِ “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an. tidak pernah dan tidak akan ada penggantian.SISI PERBEDAAN ANTARA SYI’AH DAN AHLUS SUNNAH Nidzamuddin Muhammad Al-A’dzami mengatakan dalam bukunya pengantar Syi’ah dan Mut’ah “Perbedaan antara kami (Ahlus Sunnah) dan mereka (Syi’ah) tidak hanya berpusat pada perbedaan-perbedaan masalah Fiqhiyyah yang sifatnya Furu’iyyah saja. sampai hari kiamat. Al-Hijr : 9). dan sesunguhnya Kami benarbenar memeliharannya” (QS. yang mana perbedaan-perbedaan ini bisa dilihat pada hal-hal dibawah ini: Pertama: Orang-orang syi’ah mengatakan bahwa Al-Qur’an mengalami perubahan dan pengurangan. Perbedaan dalam segi aqidah.

tidak pernah dengan sengaja membuat kedustaaan kepada nabi mereka. mereka mengetahui sesuatu yang sudah berlalu. khususnya khalifah yang tiga yaitu: Abu Bakar. bahwa para imam mereka yang jumlahnya 12 adalah ma’sum. dijaga dari kesalahan. tak ada sedikitpun yang samar bagi mereka. mereka menghianati amanah. dan mereka memahami semua bahasa yang ada di 63 . oleh sebab itu mereka dicap orangorang yang paling besar kekafirannya dan kesesatannya. mereka mengetahui segala ilmu yang datang kepada para malaikat.Kedua: Orang syi’ah mengatakan bahwasannya para sahabat nabi setelah wafatnya nabi semuanya murtad kecuali sedikit saja dari mereka. para nabi dan rasul. Sedangkan kami (Ahlus Sunnah) mengatakan bahwa mereka para shahabat sebaik-baiknya manusia setelah para nabi. mereka orang-orang adil. dan dapat dipercaya di dalam meriwayatkan hadist dari nabi. Ketiga: Orang syi’ah mengatakan. yang akan tiba. mereka mengetahui ilmu ghaib. dan agamanya. Umar dan Utsman.

Sedangkan kami (Ahlus Sunnah) mengatakan bahwa mereka manusia biasa. ulama. karena mereka sendiri mencegah hal itu dan berlepas diri darinya.59 59 Mukaddimah Kitab Syiah dan Mut’ah hal 6 64 . sebagian mereka ada yang ahli fiqih. sebagaimana yang lain. tidak ada perbedaan.dunia ini. dan bumi ini diciptakan untuk mereka. kami tidak menisbahkan kepada mereka dengan sesuatu apapun yang tidak pernah mereka dakwakan bagi diri mereka. dan khalifah.

ini mereka lakukan untuk mengenang gugurnya Al-Husain.saat itu mereka melakukan demonstrasi di jalan-jalan dan lapanganlapangan umum. menyobek-nyobek saku. dengan berkeyakinan bahwa ini merupakan sarana pendekatan kepada Allah yang paling agung. dengan memakai pakaian serba hitam. menangis berteriak histeris dengan menyebut Ya Husain – Ya Husain !!!. sebagaimana yang terjadi di negara yang dikuasai oleh Rafidhah seperti Iran. Lebih-lebih pada tanggal 10 Muharram. orang-orang syi’ah mengadakan upacara kesedihan dan ratapan (berkabung). sebagai lambang kesedihan mereka. 65 .AQIDAH RAFIDHAH TENTANG HARI ‘ASYUURA’ DAN KEUTAMAAN BAGI MEREKA Pada sepuluh hari pertama dari bulan Muharram setiap tahun . mereka melakukan lebih dari yang tersebut di atas. memukul dada dan punggung. mereka memukuli diri sendiri dengan cemeti dan pedang. Dalam acara ini mereka memukul-mukul pipi mereka dengan tangan mereka.

dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah.Bahkan para tokoh-tokoh terkemuka mereka menganjurkan perbuatan yang hina ini. Al-Hajj : 516). Pernah salah seorang dari narasumber mereka yang bernama Muhammad Hasan Ali Kasyiful Ghitha’ pernah ditanya tentang perbuatan-perbuatan kaumnya yang memukulmukul pipi dan yang lainnya. tetapi Rafidhah adalah sekte yang paling banyak mendustakan hadist nabi. maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati” (QS. dan perlu diketahui bahwa Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam melarang perbuatan ini. sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim tentang pelarangan memukul pipi dan menyobek-nyobek saku. yang dijadikan lelucon bangsa lain. maka ia menjawab bahwa itu semua merupakan syiar ajaran Allah Subhanahu Wata'ala sebagaimana frmannya: ‫و َ ْ ُ َ ْ َ َ ِ َ ا ِ َِ َ ِ ْ َ ْ َى‬ َ ‫ا ْ ُُ ْب‬ ِ “Demikianlah (perintah Allah).60 Acara-acara yang hina ini mereka lakukan setiap tahun. 60 66 .

beliau berkata “Setiap bendera yang dikibarkan sebelum bendera imam mereka Al-Qaa’im Al-Mahdi pemiliknya dianggap thaughut. selain pemerintahan imam mereka yang jumlahnya 12. penulis buku “Biharul Anwar” memberikan komentar kepada tiga 61 Al-Kafi : 12/371 dan kitabul Abhar : 25/113 67 . khususnya kepada tiga khalifah. Dijelaskan dalam kitab Al-Kaafi dan AlGhaibah dari Abu Ja’far. Salah seorang dari mereka (rafidhah) yang bernama Al-Majlisi.61 Tidak diperbolehkan taat kepada seorang penguasa yang tidak mendapatkan legitimasi dari Allah kecuali dengan cara “Taqiyyah”. Abu Bakar. Mereka mengecap semua penguasa muslim selain para imam mereka. Umar dan Ustman. dianggap tidak sah dan batal.AQIDAH RAFIDHAH TENTANG BAI’AT Rafidhah beranggapan bahwa seluruh pemerintahan. dengan imam yang khianat dzalim (tidak adil) dan dengan nama lain yang sejenisnya.

ia berkata. Diriwayatkan oleh Al-Kulaini dari Umar bin Handlalah. dan kepada orang-orang yang mengikutinya.khalifah Abu Bakar. dikarenakan kedzaliman yang dilakukannya kepada keluarga nabi dari generasi pertama dan sesudahnya”. dan murtad dari agamanya.62 Inilah yang dilontarkan oleh Al-Majlisi. mereka beranggapan bahwa setiap orang yang bekerja sama dengan ketiga Khulafaur Rasyidin adalah thaghut dan pengkianat. semoga laknat Allah kepada mereka. Umar dan Ustman “Bahwa mereka adalah para perampok kekuasaan. di dalam memberikan penilaian terhadap generasi terbaik setelah para nabi dan rasul. pengkhianat. yang mana bukunya dianggap sebagai rujukan sentral oleh orang syi’ah. Sesuai dengan komentar mereka tentang ketiga khulafaur rasyidin di atas. “Saya bertanya kepada Abu Abdillah tentang dua orang lakilaki dari shahabat kami yang berselisih tentang utang dan harta warisan yang mana keduanya mencari penyelesaian hukum kepada hakim 62 Kitabul Bihar : 4/385 68 .

63 Khumaini berkata. di dalam mengomentari tokoh-tokoh syi’ah di atas: “Imam sendiri yang melarang mencari penyelesaian hukum kepada para penguasa dan para hakimnya. meskipun itu benar. dan apa yang telah diputuskan untuknya maka sama dengan ia mengambil harta karun. dikarenakan ia mengambil putusan thaughut. dan memang haknya.64 63 64 Al-Kafi : 1/67. Ath-Thahdib : 6/301 Al-Hukumaatul Islamiyyah : 74 69 . karena mencari penyelesaian hukum kepada mereka dianggap mencari penyelesaian kepada thaugut.(selain golongan syi’ah) apakah yang demikian ini diperbolehkan? ia menjawab : “Barang siapa yang mencari penyelesaian hukum kepada mereka (hakim selain dari golongan mereka) baik mereka menyelesaikannya atau menghukuminya dengan hak atau batil maka sesungguhnya ia telah berhukum kepada thaughut.

dan menafsirkannya tidak dengan penafsiran yang benar.Nashir AlQifari dalam bukunya “Mas-alatut Taqriib” beliau katakan. diambilkan dari kitab Fashlul khitab.Qur’an yang dinamakan dengan surat “Al Wilayah”. dan beranggapan bahwa Allah Subhanahu Wata'ala menurunkan kitab-kitabnya kepada para imam mereka. di akhir risalah ini kami sertakan salah satu surat dari Al Qur’an mereka.HUKUM MENDEKATKAN ANTARA AHLUS SUNNAH YANG MENGESAKAN ALLAH DENGAN SYI’AH YANG MENYEKUTUKANNYA Dalam masalah ini saya menganggap cukup dengan apa yang ditulis oleh DR. dan tentu ini sebagai pendustaan terhadap Allah Azza wa Jalla yang telah berjanji akan menjaga Al-Qur’an ini dalam firman-Nya: 65 ‫إ َ ْ ُ َ ْ َ ا آ َ وإ َ ُ ََ ِ ُ ْن‬ َ َِ ْ ِ 70 . yang ditulis oleh seorang tokoh Rafidhah yang telah binasa: An-Nuri Ath Thibrisi. yang diakui oleh mereka telah dihapuskan dari Al. “Bagaimana mungkin menyamakan orang syi’ah dengan Ahlus Sunnah. setelah Al-Qur’anul karim65. dan berpendapat Pembaca yang budiman. yang mana mereka (syi’ah) mecela kitab Allah.

dan menafsirkan ibadah kepada Allah Subhanahu Wata'ala yang mana ini merupakan inti risalah (misi) setiap rasul tidak dengan sebagaimana yang sebenarnya. dan penyekutuan Allah menurut mereka adalah menyertakan ketaatan kepada selain imam mereka dengan ketaatan kepada imam mereka. dan ibadah menurut mereka adalah taat kepada para imam.bahwa derajat keimaman sama dengan derajat kenabian. dan para imam mereka seperti para nabi atau lebih utama. dan sesunguhnya Kami benar-benar memeliharannya” (QS. “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an. sesuai dengan perbedaan riwayat mereka. kema’shuman (maksudnya para imam terjaga dari dosa dan kesalahan) taqiyyah. munculnya kembali para imam. Mereka memiliki idiologi atau konsep keagamaan yang berbeda dengan mayoritas umat Islam. mereka mengkafirkan para sahabat Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam dan mengkafirkan semua sahabat kecuali tiga atau empat atau tujuh. Lalu. seperti masalah keimaman. Disamping itu. Al-Hijr : 9). apakah ada orang yang berakal yang masih meragukan sesatnya aqidah Rafidhah ini? 71 .

66 66 Mas’alatul Taqrib : 2/302 72 . dan bada’ (munculnya ilmu pengetahuan bagi Allah yang di awali dengan ketidak tahuan).menghilangnya para imam untuk kembali lagi.

“Jangan berbicara dengannya. Masih dikatakan oleh imam Malik. oleh sebab itu para ulama memberikan cap dengan kelompok yang banyak dustanya”. “Imam Malik ditanya tentang Rafidhah. sesungguhnya mereka para pendusta”. maka beliau menjawab. dan anda jangan meriwayatkan hadist darinya. kedustaanya sudah dikenal sejak lama.KOMENTAR ULAMA SALAF DAN KHALAF TENTANG RAFIDHAH Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Para ulama sepakat bahwa Rafidhah salah satu sekte paling besar dustanya. Asyhab bin Abdul Aziz berkata. tidak memiliki bagian dalam Islam (tidak tergolong orang Islam). “Orang yang mencaci para shahabat Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam.” Ibnu Katsir memberikan penafsiran tentang firman Allah dibawah ini : َ َ ‫ُ َ ٌ ر ُ ْ ل ا ِ و ا ِ ْ َ َ َ ُ أ ِ اء‬ ُ َ َ ُ َ ‫ا ْ ُ ر ر َ َ ء َ ْ َ ُ ْ َ َاه ْ ُآ ً ُ ًا‬ ‫ُ ر‬ ُ ُ ِ ْ ‫َ ْ َ ُ ْن َ ْ ً ِ َ ا ِ ور ْ َا ً ِ ْ َ ه‬ ُ َِ َ 73 .

dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. tetapi berkasih sayang sesama mereka. AlFath: 29). Imam Malik telah mengambil kesimpulan dari ayat ini tentang kafirnya orang-orang 74 . karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min)” (QS. maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia. demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat.ْ ُ َُ َ َ ِ‫ِ ْ و ُ ْه ِ ْ ِ ْ أ َ ِ ا ُ ْد ذ‬ َ ِ َ ِ ُ ‫ِ ا ْ َاة و َ َُ ُ ْ ِ اْ ِ ْ ِ ْ ِ آ َزْع‬ ٍ َ َ ِ‫ر‬ ‫أ ْ َج َ ْ َ ُ َ زر ُ َ ْ َ َْ َ َ ْ َ َى‬ ََ َ َ ُ ِ ِ َ ْ ِ َ ِ ‫ُ ْ ِ ِ ُ ْ ِ ُ ا راع‬ ُ ََ ‫اْ ُ ر‬ ُ “Muhammad itu adalah utusan Allah. dan sifat-sifat mereka dalam Injil. dan tegak lurus diatas pokoknya. tanda-tanda mereka tanpak pada muka mereka dari bekas sujud. tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya. yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya.

Rafidhah karena mereka telah membeci para sahabar nabi. maka pada dasarnya ia telah menolak Allah Subhanahu Wata'ala. sebab orang yang mencaci salah satu dari shahabat nabi atau mencela riwayatnya. selama tidak mengajak kepada kebid’ahanya. “Bisa diterima riwayat seorang pelaku bid’ah. dan membatalkan syariat Islam. 67 Dasar-dasar madhab syiah imamiyyah : 3/1250 75 . kecuali Rafidhah.67 Abu Hatim berkata. Muammil bin Ahab berkata. dan penafsirannya benar dan tidak salah. “Harmalah bercerita kepadaku bahwa dia mendengar imam Syafi’i berkata “Saya belum pernah melihat orang paling dusta kesaksiannya dari pada Rafidhah”. dikarenakan orang yang membenci sahabat adalah kafir berdasarkan ayat ini. selamanya tidak bisa diterima riwayatnya dikarenakan mereka pendusta”. Imam Qurtubi berkata. “Sungguh imam Malik telah berpendapat dengan sebaik-baik pendapat. “Saya mendengar Yazid bin Harun berkata.

karena mereka membuat hadits sendiri dan menjadikannya sebagai agama”. “Saya menjumpai segolongan manusia yang dikenal dengan “kaum pendusta” mereka ini adalah teman-teman AlMughirah bin Said seorang pendusta Rafidhah.Muhammad bin Said Al-Ashbahani berkata. Ibnu Taimiyyah : 1/59 76 . kedustaan adalah hal yang biasa bagi mereka. bahkan mereka sendiri mengakui akan hal ini. “Saya mendengar Syuraik berkata. “ambillah ilmu dari siapa saja yang anda jumpai kecuali dari Rafidhah. sebagaimana yang dikatakan oleh AdzDzahabi68. Yang dimaksud Syuraik disini adalah Syuraik bin Abdullah hakimnya kota Kufah. “pokok dan dasar dari kebid’ahan orang-orang Rafidhah adalah kekufuran mereka yang tersembunyi. dengan mengatakan. Muawiyyah berkata. dan penyekutuan kepada Allah. Ibnu Taimiyyah dalam memberikan komentar terhadap ucapan-ucapan ulama salaf mengatakan. “Saya mendengar AlA’masy berkata. agama kami adalah taqiyyah yaitu ucapan seseorang dengan lisannya yang bertolak belakang 68 Minhajus sunnah.

69 Diriwayatkan oleh Al-Khallal dari Abu Bakar Al-Maruzy. mereka dalam hal ini seperti ucapan pepatah melempar kedustaan dengan penuh kerahasian. Umar dan Aisyah beliau menjawab. dan dibebaskan dari tuduhan orang-orang membencinya. “Saya bertanya kepada Abu Abdillah (Imam Ahmad) tentang orang yang mencela Abu Bakar. “Saya pernah bertanya kepada bapak saya tentang Rafidhah maka beliau menjawab.70 Al-Khallal berkata. “Ia tak termasuk lagi dalam agama Islam”. bercerita kepada saya Harb bin Ismail Al-Karmani dengan mengatakan. ia berkata. beliau menjawab mudah-mudahan beliau berdua dirahmati oleh Allah. inilah kedustaan dan kemunafikan.dengan keyakinannya.” Abdullah bin Ahmad bin Hambal berkata. “yaitu mereka yang mencaci dan mencela Abu Bakar dan Umar”. bahwa Musa bin Harun bin Ziyad Masalah-masalah yang diriwayatkan oleh imam Ahmad : 2/357 70 As-Sunnah : 3/493 69 77 . Pernah ditanyakan kepada imam Ahmad tentang Abu Bakar dan Umar.

71 Orang-orang nashrani pernah mendebat Ibnu Hazm dalam pembelaan terhadap Rafidhah dengan menghadirkan beberapa kitab-kitab Rafidhah.72 Abu Zur’ah Ar-Razi berkata: “Jika anda melihat seseorang mencaci (mengurani derajat salah satu dari shahabat nabi) ketahuilah bahwa ia seorang zindik (kafir).berkata. maka ia menjawab. dan konsepkonsepnya nampak seperti jawaban atau sambutan dari orang yang dihinakan Allah kepada orang yang membuat makar (tipu daya) terhadap agama”. apakah ia dishalatkan ? di jawab. “mereka (rafidhah) tidak tergolong orang Islam. Badan Riset Ilmiyyah dan fatwa di Sudi Arabia pernah ditanya dengan suatu 71 72 As-Sunnah : 3/493 Al-Fasl fil milal wan nihal : 2/78 78 . Rafidhah ini pas seperti yahudi dan nashrani di dalam kebohongan atau kedustaannya dan kekufurannya. dan ucapan mereka tidak menjadi bukti atas agama. tidak. ia kafir!. maka beliau (Ibnu Hazm) berkata. “saya mendengar seseorang bertanya kepada Al-Faryabi tentang orang yang mencaci dan mencela Abu Bakar.

bersalawat kepada rasulnya. Hasan dan Husain dan pembesarpembesar mereka yang lainnya ? Maka Badan Riset Ilmiyyah dan Fatwa Saudi Arabia ini menjawab yang saat itu panitia ini diketahui oleh Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz. Syeikh Abdullah Afifi. bahwa seorang penanya dan orang-orang bersamanya berdomisili dibelahan utara Arab. oleh orang itu disebutkan dalam pertanyaan “apakah halal bagi kami makan sembelihan mereka. jika permasalahannya seperti yang disebutkan oleh sipenanya bahwa kempok Ja’fariyyah yang ada di sekitarnya 79 .pertanyaan. dan sebagian yang lain bersedia memakan hewan sembelihannya. sedangkan mereka berdo’a baik dalam keadaan sempit atau lapang kepada Ali bin Abi Thalib. berdekatan dengan Iraq. yang mana disebutkan di dalam pertanyaan itu. dengan jawaban yang diawali dengan memuji kepada Allah. di sana terdapat suatu jama’ah yang mengikuti madzhab Ja’fariyyah. Syeikh Abdullah bin Ghadayan dan Syeikh Abdullah bin Qu’ud. keluarganya dan shahabatnya. dimana sebagian dari mereka tidak bersedia memakan sembelihan madzhab ini.

meskipun disaat penyembelihannya mereka menyebut nama Allah. Al-Hasan dan Al-Husain dan pembesar-pembesar mereka maka mereka ini tergolong orang yang menyekutukan Allah (musyrikun) murtad (keluar dari agama).berdo’a kepada Ali bin Abi Thalib. dan apa hukumnya sembelihannya? apa halal atau tidak. Syeikh Jibrin yang dimulyakan Allah. dan disitu terdapat juga sebagian rumah makan yang bekerjasama dengan seorang Rafidhah ini. mohon diberikan fatwa? semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepada anda!. Bagaimana hukumnya bekerjasama dengan seorang Rafidhah ini dan yang semisalnya.73 Syeikh Abdullah bin Abdurrahman AlJibrin pernah ditanya dengan suatu pertanyaan yang mana disebutkan dalam pertanyaan tersebut. 73 Fatwa panitia tetap untuk fatwa : 2/264 80 . di kota kami terdapat orang Rafidhah yang bekerja sebagai penyembelih hewan dan banyak dari orang Ahlus Sunnah yang mendatanginya untuk menyembelihkan hewan sembelihannya. tidak dihalalkan makan hewan sembelihannya. karena ia dianggap bangkai.

Sebagaimanan mereka ini berlebih-lebihan di dalam mensifati Ali bin Abi Thalib dan memujinya. mereka dengan demikian ini dianggap murtad dan keluar dari agama Islam. di Arafah. mereka berdo’a kepadanya dan berdo’a kepada anak-anaknya dan kepada imam-imam mereka. dikarenakan menjadikan Ali sebagai tuhan. dan sa’i. sampai-sampai mereka mensifatinya dengan sifat yang hanya layak diberikan kepada Allah Subhanahu Wata'ala. sebagaimana yang sering kita dengar di Arafah. pada saat thawaf. yang mana mereka berhak diperangi. dikarenakan kebanyakan mereka menyekutukan Allah. dan pencipta. dan 81 . Dikarenakan juga mereka mencela Al-Qur’anul karim. dengan selalu berdo’a kepada Ali bin Abi Thalib baik di saat sempit atau lapang. dan yang menjalankan roda perputaran alam.Beliau menjawab: “Tidak sah sembelihan Rafidhah dan tidak halal makan sembelihannya. memiliki kemanfaatan dan kemudharatan (bahaya) dan yang sejenisnya. dan kemurtadan. mengetahui ilmu ghaib. sebagaimana yang sering kita dengar dan ini merupakan syirik akbar.

Disamping itu mereka mencaci para sahabat nabi seperti ketiga Khulafaur Rasyidin. dikarenakan mereka telah menganggapnya kafir. dan mereka bergantung juga kepada hadits-hadits palsu. dengan bersemboyan 82 . dan membuang dari padanya halhal yang banyak sekali berkaitan denga Ahlul Bait dan musuh-musuhnya. serta sahabatsahabat lain yang masyhur seperti Anas. yang dijamin oleh Allah masuk surga. dengan mengatakan dengan lisannya yang tidak diyakininya dalam hatinya. dan istri-istri Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam. atau sama sekali mengutarakan pendapatnya tanpa bersandarkan kepada suatu dalil. sebagaimana mereka tidak menerima hadits-haditsnya. dan sepuluh sahabat lainnya. kemudian mereka tidak bersedia mengikutinya dan tidak menjadikannya sebagai dalil. Jabir. merahasiakan apa yang ada dihatinya tanpa memperlihatkannya. meskipun demikian mereka menunjukan kemunafikannya. Abu Hurairah dan yang lainnya. begitu juga mereka tidak mengamalkan hadits Bukhari Muslim kecuali hadits-hadits yang berkenaan dengan ahlul bait.menganggap bahwa para shahabat nabi merubahnya.

tidak ada unsur kebodohan. disebabkan karena hujahnya yang batal. kasih sayang dalam agama.”74 Fatwa ini disampaikan oleh Syeikh Jibrin. 74 83 . kemunafikan adalah agama mereka cukup Allahlah yang akan membalas kejelekannya. Oleh sebab itu jangan sampai diterima dakwaannya atau pengakuannya tentang persaudaraan. dan itu dilakukan dengan kesengajaan. ketika diajukan kepadanya suatu pertanyaan tentang hukumberinteraksi dengan orang Rafidhah pada tahun 1414 H. Saya jelaskan bahwa Syeikh Jibrin bukan orang pertama yang menghukumi kafir orang Rafidhah. bahkan ulama salaf dulu sampai ulama kholaf sekarang menghukumi kafir sekte ini.“Siapa yang tidak bertaqiyyah maka ia tidak beragama”.

dan sesungguhnya Aku Maha mendengar dan mengetahui. untuk membacakan kepada kalian ayatayatku. dan memberi peringatan kepada kalian akan siksa pada hari yang besar. baginya 84 ‫َ أ َ ا ِ ْ َ َ َ ُا‬ َ ِ ْ ‫ِ ْر‬ َ ‫ِ ُ ْا‬ ‫أ ْ َ ْ َ ه َ َ ُْ َان‬ ِ ُ َ ْ َِ ْ ُ ْ ََ ٌ ‫َ َا‬ ‫ب‬ ْ ‫و رآ‬ ُُ َ ٌِْ َ ْ ِ َ ُ ُ ْ َ ‫ُ ْ را ن‬ ِ َ ُ ْ ِ ‫َ ْ ٍ وأ َ ا‬ ََ ُ ْ َِ ْ ‫ا‬ َ ‫ِن ا ِ َ ُ ْ ُ ْن ا‬ َ ‫إ‬ ‫ور ُ َ ٌ ِ ْ َت‬ ٍ ََ ِ ِْ ‫َ ُ ْ َ ت ا‬ ِ . Dua cahaya yang sebagiannya dari sebagian yang lain. berimanlah kepada dua cahaya yang telah kami turunkan. Sesungguhnya orangorang yang memenuhi janjinya kepada Allah dan rasul-Nya.SURAT AL-WILAYAH YANG DIAKUI OLEH RAFIDHAH SEBAGAI SALAH SATU SURAT AL-QUR’AN Hai orang-orang yang beriman.

Sesungguhnya Allah telah menerangi langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir setelah beriman dengan merusak perjanjiannya. dengan kehendak-Nya dan memilih dari malaikat dan menjadikannya hamba-hamba yang beriman. dan bermaksiat kepada washinya rasul. dan janjijanji yang telah diikat oleh rasul maka mereka dilempar ke dalam neraka Jahim. maka mereka diberi minuman dari air panas. dan mereka 85 ْ ِ ‫َا ِ ْ َ آ َ ُوا‬ َ ‫و‬ ْ ِ ِ ْ َ ِ ‫َ ْ ِ َ أ َ ُ ْا‬ َ ُ ‫ِ ْ َ َ ُ ْ و َ َ ه َه‬ ُ َ َ ِ ْ ََ ‫ا ُ ْل‬ ُ ِ ْ ِ َ ْ ‫ُ ْ َ ُ ْن ِ ا‬ َ ْ ُ َ ُْ ‫أ‬ َ ‫ََ ُ ْا‬ ِ َ ْ ‫و َ َ ْا ا‬ َ َ ِ َ‫ُو‬ ‫أ‬ ‫ا ُ ْل‬ َ ٍ ْ ِ َ ْ ِ ‫ُ ْ َ ْن‬ َ ‫َ ر‬ َ َ ‫ا‬ ‫ِن‬ ‫إ‬ ‫ا َ َات واْ َرْض‬ َ َ ِ َ َ ْ ‫ِ َ َ ء َا‬ ‫َ و‬ َ َ َ ‫ِ َ اْ َ َِ َ ِ و‬ َ َ ِ َ‫ِ َ ا ْ ُ ْ ِ ِ ْ َ ُو‬ ‫أ‬ . Mereka telah mendzalimi diri sendiri.Surga Naim.

Allah berbuat sesuai dengan kehendaknya. ُ ‫ِ ْ َْ ِ ِ َ ْ َ ُ ا‬ ‫َ َ َ ء َ إَ َ إ‬ ِ ِ ُ ِ ِْ ‫ه َ ا ْ َ ُ ا‬ ُ ْ ِ َ ْ ِ ‫َ ْ َ َ ُوا ا‬ ْ ِ ُِ ُ ِ ْ ِ ِْ َ ‫ََ َ َه ْ ِ َ ْ ِه ْ ِن‬ ‫ِ إ‬ ُ ٌ ْ ِ‫أ ْ ِيْ َ ِ ْ ٌ أ‬ َ َ َ َ‫ِن ا َ َ ْ أه‬ َْ ‫إ‬ َ ِ ‫َ دا و َ ُ ْدا‬ ً َ ً ْ ُ َ ْ ُ ََ َ ‫آ َ ُ ْا و‬ َ َ ‫َ ْآ َة أ َ َ َ ُ ْن‬ َ ًَ ِ 86 . Sesungguhnya Allah telah membinasakan kaum ‘Ad dan Tsamud dengan apa yang telah mereka perbuat dan menjadikan mereka untuk kalian sebagai pelajaran.tergolong mahluknya. tiada tuhan melainkan Dia yang maha pengasih dan penyayang. Sungguh orang-orang sebelum mereka telah berbuat tipu daya terhadap rosul-rosul mereka. Maka Allah menyiksa dan membalas tipu daya mereka dan sesungguhnya siksaanKu lebih berat lagi pedih. tidakkah kalian bertaqwa.

maka mereka tidak mampu ketika ditanya. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat. maka Aku tenggelamkan ia dan orang-orang yang mengikutinya semuanya. Agar hal itu menjadi bukti bagi kalian.Dan Fir’aun karena ia telah melampaui batas kepada Musa dan saudaranya Harun. tetapi kebanyakan dari kalian orang-orang fasik. ‫و ِ ْ َ ْن ِ َ َ َ ْا‬ َ َ ِ ْ ِ ‫ََ ُ ْ َ وأ‬ ََ ُ ُْ َ ْ ‫أ‬ َ ‫ه روْن‬ َ ُ َ َ ْ ِ َ ْ ‫و َ ْ َِ َ ُ أ‬ َ َ ‫ِ َ ُ ْن َ ُ ْ َ ً وِن‬ ‫َإ‬ َ ‫أآ َ َآ ْ َ ِ ُ ْن‬ َ ُ َْ ْ ِ ْ ُ ُ َ ْ َ َ ‫ِن ا‬ ‫إ‬ َ َ ِ ْ َ ْ ‫َ ْم ا‬ ِ ‫َ ْ َ ِ ْ ُ ْن ا ْ َ َاب‬ َ َ ‫ِ ْ َ ُ َُْ ْن‬ َ 87 .

sampaikanlah peringatan-Ku niscaya mereka akan mengetahui.Sesungguhnya Neraka Jahim itu tempat kembali mereka. Sesungguhnya telah merugi orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat dan hukum-Ku. Sesungguhnya Allah Dzat yang memiliki ampunan dan ganjaran 88 ْ ‫ِن ا ْ َ ِ ْ َ َ ْ َاه‬ ُ ‫و‬ ‫إ‬ ٌ ْ ِ َ ٌ ْ َِ َ ‫وَن ا‬ ‫َأ‬ ْ َ ‫َ أ َ ا ُ ْل‬ ُ َ ‫إ ْ َاريْ َ َ ْف‬ َ ِ ِ ‫َ ْ َ ُ ْن‬ َ َ ِْ ‫َ ْ َ ِ َ ا‬ ْ ِ َ ْ َ ‫آ ُ ْا‬ َ ‫و ُ ْ ِ ْ ُ ْ ِ ُ ْن‬ َ َ ‫َ َ ُ ا ِ ْ َ ُ ْ ُ ْن‬ َ ْ ُ ُ ْ َ َ ْ ‫ِ َ ْ ِك أ‬ ََ ِ ِْ ‫َ ت ا‬ ِ ‫ِن ا َ َ ُوْ َ ْ ِ َة‬ ٍ ‫إ‬ ٍ ْ ِ َ ٍ ْ ‫وأ‬ ََ . sungguh saya akan membalasnya dengan surga Na’im. Orang-orang yang menepati janjimu. dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana Hai Rosul.

89 َِ ً ّ َِ ‫وِن‬ ‫َإ‬ َ ْ ِ ُ ْ‫ا‬ ‫وإ َ ُ َ ْ ِ َ ُ َ ْم‬ َ َِ ِْ ‫ا‬ ِ ِ ُْ ْ َ ُ ْ َ َ ِ ْ ِِ َ ِ َ ِ ‫وآ ْ َ ُ َ َ أ ه‬ َْ ََ َ ِْ َ ْ ‫أ‬ َ ُ َ ‫و ُر‬ ‫َذ‬ ُ َِ ‫َ َ ِ ُوْن‬ َ . Maka sesungguhnya dia dan anak keturunannya termasuk orang-orang yang sabar.yang besar. Dan sesungguhnya kami akan memenuhi haknya pada hari kiamat. Kami tidak akan melupakan terhadap orang-orang yang mendzaliminya. Dan kami telah memuliakannya melebihi semua keluargamu. Dan sesungguhnya Ali termasuk orang-orang yang bertakwa.

Dan sesungguhnya musuh mereka adalah pemimpin orang-orang yang berbuat dosa (kriminalitas). agar supaya kalian mendapatkan petunjuk. apakah kalian mencari perhiasan dunia. sungguh telah Aku berikan kepada kalian perumpamaanperumpamaan. dan berburu-buru dengannya. Katakanlah (hai Muhammad) kepada orang-orang kafir setelah beriman. dan kalian melupakan janji Allah dan rasulNya dan merusak perjanjian setelah dikukuhkan. ‫وِن َ ُوه ْ إ َ م‬ ُ ِ ُ ‫َإ‬ َ ْ ِ ِ ْ ُ ْ‫ا‬ َ ْ َ ‫ُ ْ ِ ِ ْ َ آ َ ُوا‬ َ َ َ ْ ‫َ أ َ ُ اْ ََ ْ ُ ْ ز‬ ِ َ َْ ‫ا‬ ‫اْ ََ ة‬ َ َِ ْ ُ ْ َ ْ َ ْ ‫َا‬ ‫و‬ ُ ‫و َ ِ ْ ُ ْ َ و َ َآ‬ ُ َ َ ُ ُْ ُ ‫ور‬ ََ ُ ‫ا‬ َ ِ ‫و َ َ ْ ُ ا ْ ُ ُ ْد‬ َ َ ْ َ ‫َ ْ ِ َ ْآ ْ ِ ه و‬ َ َ ِ ‫َ َ ْ َ َ ُ ُ اْ َ ْ َ ل‬ َ ‫َ َ ُ ْ َ ْ َ ُوْن‬ َ 90 .

dan orang yang berpaling darinya setelahmu mereka akan nampak dan jelas. sungguh telah kami turunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas. terdapat orang yang menepatinya sebagai seorang mu’min. ْ َ ‫َ أ َ ا ُ ْل‬ ُ َ ‫أ ْ َ ْ َ إ َ ْ َ َت‬ ٍ ِ َ َْ َ ِْ ‫َ َ ت‬ ٍ ْ َ ‫ََ َ ُ ُ ْ ِ ً و‬ َ َ ِ‫َ َ َ ْ ِ ِ ْ َ ْ ِ ذ‬ َ ‫َ ْ َ ُوْن‬ َ ْ ُ ‫ََ ْ ِضْ َ ْ ُ ْ إ‬ ِ ‫ُ ْ ِ ُ ْن‬ َ ‫إ َ ُ ْ ُ ْ َ ُوْن‬ َ ِ ْ ِ ْ ُ َ ‫ِ ْ َ ْم‬ ِ ْ ‫َْ ُ ْ َْ ٌ و َ ه‬ ُ َ ‫ُ ْ َ ُ ْن‬ َ 91 . Maka berpalinglah kamu dari mereka sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpaling. dan mereka tidak diberikan kasih sayang.Hai Rasul. Pada hari dimana tak ada sesuatu sedikitpun yang bisa bermanfaat baginya. Sesungguhnya kami akan menghadirkan mereka. di dalamnya.

Sesungguhnya bagi mereka neraka Jahanam sebagai tempat tinggal yang kekal. Maka sabarlah. karena sabar itu baik. Maka bertasbihlah dengan menyebut nama tuhanmu. dan jadilah engkau termasuk orangorang yang bersujud. dan mereka tak bisa berpaling darinya. dan kami laknat mereka sampai hari dimana mereka 92 ً َ َ ُ َ َ ْ ُ َ ‫ِن‬ ‫إ‬ ‫َ ْ ُ َ َ ْ ُِ ْن‬ َ َ ‫َ َ ْ ِ ِْ ر‬ َ َ ْ ِ ِ ‫وآ ْ ِ َ ا‬ َُ َ ْ ُ َ ْ َ ْ‫وَ َ ْ أر‬ َ َ َِ ‫وه روْن‬ َ ُ ََ ‫َ َ َ ْا‬ َ ِْ ُ ْ ‫ا‬ ‫ه روْن‬ َ ُ َ ََْ َ َ ٌ ْ ِ َ ٌ ََ َ ‫ا ْ ِ َدة‬ ََ ُ ُ ِْ ْ ‫َا ْ َ َ ز ْ َ وَ َ ه‬ ُ َ ِ ‫و‬ ‫إَ َ ْم ُ ْ َُ ْن‬ َ ِ ِ . Sungguh kami telah mengutus Musa dan Harun dengan tugas kekhalifahan. kemudian kami jadikan dari mereka kera dan babi. kemudian mereka melampau batas terhadap Harun.

maka sesungguhnya Akulah tempat kembalinya maka bersenang-senanglah mereka dengan kekufurannya sejenak. karena itu janganlah 93 ‫َ َ ْف‬ َ ْ ِْ َ ‫ُ ْ ِ ُوْن‬ َ َ ْ ُ ْ ‫وَ َ ْ َ ْ َ ِ َ ا‬ َ َ ِ َ ِْ َ ْ ِ َ ْ ِ ‫آ‬ َ َ ْ َِ ْ ُ ْ ‫ا‬ ْ ُ ِْ َ َ ُْ ََ ََْ َ ‫و‬ َ ًّ ِ ‫و‬ َ ‫َ ْ ِ ُ ْن‬ َ َْ َ ََ ْ َ ‫و‬ َ ُ ُ ِ ْ َ ْ َِ ْ‫أ ْ ِي‬ َ ْ ‫َ ْ َ َ َ ُ ْا ِ ُ ْ ِه‬ ِ ِ َ ‫َ ِ ً َ َ ُ ْ َل‬ ُ َ ْ ِ‫ا آ‬ ِ . Maka sabarlah. telah kami datangkan untukmu hukum. mereka akan melihat (dan mengetahui).dibangkitkan. seperti rasulrasul sebelum kamu. Dan sungguh. Dan kami jadikan untukmu washi (imam yang diwasiati untuk memimpin) agar mereka kembali. Barang siapa berpaling dari perintah-Ku.

Hai rasul. telah Aku jadikan perjanjian untukmu pada leher orang-orang yang beriman. katakanlah (Hai Muhammad) apakah dia sama dengan orang yang berbuat zalim. dan 94 ْ َ ‫َ أ َ ا ُ ْل‬ ُ َ ‫َ ََْ َ َ ِ ْ أ َْ ق‬ ِ َ ‫ا ِ ْ َ َ ُ ْا َ ْ ًا‬ َ ِْ ‫َ ُ ُْ ِ َ ا آ‬ ِ ِ ْ ِ ً ِ َ ًّ َِ ‫ِن‬ ‫إ‬ ‫َ ْ َر‬ ُ ‫َ ِا‬ ً ْ ُ ْ َ‫و‬ َ ‫اْ ِ َة‬ َ ْ ‫َ َاب ر ِ ُ ْ ه‬ َ َ َ َ ِْ ‫ا‬ ْ‫َ ْ َ ِي‬ ْ ِ ‫ََ ُ ْا وه ْ ِ َ َا‬ َُ ‫َ ْ َ ُ ْن‬ َ ‫َ َ ْ َ ُ اْ َ ْ َل‬ َ ْ ‫ِ ْ أ ْ َ ِ ُ ْ وه‬ َُ َ . takut (siksa) akhirat dan mengharapkan pahala dari tuhanNya. sementara mereka mengetahui siksa-Ku. maka peganglah. Akan saya jadikan belenggu-belenggu pada leher-leher mereka. dan jadilah engkau termasuk orangorang yang bersyukur. Sesungguhnya Ali taat dan sujud di malam hari.engkau bertanya tentang orang-orang yang melanggar janji.

baik pada masa kehidupan mereka atau setelah meninggal yaitu pada hari mereka dibangkitkan. Bagi mereka shalawat dan rahmat saya.mereka akan menyesali atas perbuatan-perbuatan (yang telah mereka perbuat). Dan bagi mereka yang melampaui batas terhadap mereka setelahmu kemurkaanKu. Dan sesungguhnya mereka tidak mengingkari perintah kami. sesungguhnya mereka itu orang-orang itu kaum yang jelek 95 ِِْ َْ ‫أ‬ َ ََ ‫َ ْ ِ ُ ْن‬ َ ِ ِ ‫إ َ ْ َ ك ِ ُر‬ َ ِ َِ ِ ‫ا‬ ْ ُ ‫وإ‬ َِ ‫َ ِْ ُ ْن‬ َ ٌ ‫َِ ُ ْ ِ ْ ََ َا‬ ‫ت‬ ‫أ َْ ء‬ ً َ ٌ َ ْ ‫ور‬ ََ ‫وأ ْ َا ً َ ْم ُ ْ َ ُ ْن‬ َ َ ََ ‫ََ ا ِ ْ َ َ ْ ُ ْن‬ َ ‫َ َ ْ ِ ْ ِ ْ َ ْ ِك‬ َ ‫َ َ ِ ْ إ ُ ْ َ ْم‬ ُ ِ َ ْ ِ ِ َ ‫َ ْء‬ ٍ َ َِ ْ َ . Sesungguhnya kami memberikan kabar gembira kepadamu akan anak keturunannya (Ali) yang sholeh.

Dan bagi mereka yang menapaki jalannya rahmat dari-Ku dan mereka berada di dalam kamar-kamar dalam keadaan aman.(buruk) dan yang merugi. pintu gerbang-Nya dan petunjuk kepada-Nnya. utusan-Nya. sengaja ditulis disini supaya pembaca mengetahui penolakan mereka terhadap Allah Subhanahu Wata'ala yang telah berjanji memelihara kitabnya dari perobahan dan penggantian. Segala puji bagi Allah. tuhan semesta alam75. sebagai bukti bahwa Rafidhah merubah Al-Qur’anul karim. cahaya-Nya. 75 96 . ‫و ََ ا ِ ْ َ ََ ُ ْا‬ َ ٌ َ ْ ‫َ َْ َ ُ ْ ِ ر‬ َ ‫وه ْ ِ ْ ا ْ ُ َ َ ت‬ ِ َُ ‫ِ ُ ْن‬ َ ‫َا ْ َ ْ ُ ِ ِ َب‬ ‫ر‬ ‫و‬ َ ْ ِ َ َ ْ‫ا‬ LAUH FATHIMAH DIDAKWAKAN SEBAGAI WAHYU YANG TURUN KEPADA FATHIMAH Inilah kitab dari Allah yang Maha luhur lagi Maha bijaksana kepada Muhammad nabi-Nya. yang turun melalui Surat Al-Wilayah ini yang diakui atau didakwakan oleh Rafidhah sebagai salah satu surat Al-Qur’an di nukil dari kitab Fashlul Khitab.

yang membinasakan orangorang yang sombong. atau takut selain keadilan-Ku. syukurilah nikmat-nikmat-Ku dan janganlah kau mengingkarinya. Sesungguhnya Aku adalah Allah. dan 97 . Sesungguhnya Aku belum pernah mengutus seorang nabi kemudian Kusempurnakan hariharinya. “Agungkanlah wahai Muhammad namanama-Ku. dan habis masanya kecuali Aku jadikan washi untuknya (seorang yang diwasiati untuk melanjutkan kekhalifan). dan yang menolong orang-orang Yang didzalimi dan Yang membalas perbuatan baik dan buruk. barang siapa mengharap selain keutamaan-Ku. dan mengutamakan wahsimu melebihi washi-washi yang lainnya. maka akan Aku siksa dengan siksaan yang belum pernah Aku adzabkan kepada seseorang di jagad raya ini. Sesungguhnya Aku adalah Allah. Aku mengutamakanmu di atas nabi-nabi yang lain. tiada tuhan kecuali Aku.perantaraan malaikat Jibril dari sisi tuhan semesta alam. maka kepada Akulah engkau menyembah kepada Akulah engkau bertawakal. atau karunia-Ku. tiada tuhan melainkan Aku.

anaknya yang bernama Muhammad Al-Baqir sebagai gudang ilmu-Ku. ia sebaik dan yang paling utama di antara orang yang mati syahid. dengan sebab keluarganya Aku memberi pahala dan menyiksa. kedua cucumu. dan sumber hikmah-Ku. maka Aku jadikan Hasan sebagai sumber ilmu-Ku. orang yang menolaknya seperti menolak-Ku. sungguh benang wahyu–Ku tak terputus. sungguh Aku mulyakan tempat kembali Ja’far. yang pertama Ali tuannya para hamba dan hiasan kekasih-Ku. penolongnya dan kekasihnya. dan Aku jadikan Hussain sebagai gudang penampung wahyuKu. Hasan dan Husain. Aku jadikan kalimat – Ku (wahyu-Ku) bersamanya dan hujjah –Ku yang sempurna selalu padanya. dan Aku mulyakan dia dengan kesyahidan. dan yang lebih tinggi derajatnya. akan Kubahagiakan dengan pengikutnya. Sudah menjadi keputusan dari-Ku. sungguh akan binasa orang yang meragukan Ja’far. Musa yang datang setelahnya didatangkan untuknya fitnah besar yang membabi buta. dan 98 . dan Kututup untuknya dengan kebahagian.memulyakanmu dengan kedua kekasihmu. setelah habis masa bapaknya.

kekasih-Ku. tempat rahasia-Ku. Sungguh sudah menjadi keputusan dari-Ku. dan dikuburkan di Madina kota yang dibangun oleh hamba yang sholeh disamping manusia seburukburuknya hamba sahaya. dan semua kekasih–Ku akan diberikan minuman dengan gelas yang penuh. dan pewaris ilmunya. ia (…. dan barang siapa yang merubah satu ayat dari kitab-Ku maka sungguh ia telah berani mengada-ngada pada-Ku. di waktu penghabisan masa Musa hamba-Ku. 76 99 . Celakalah orang-orang yang berani mengada-ngada serta ingkar.. dan sebagai bukti atau saksi atas perbuatan hamba-Ku dan tidak Kalimat yang tidak jelas sehingga kami tidak bisa meneliti keabsahannya. dalam masa Ali kekasih-Ku dan penolong-Ku. disamping itu dia (Muhammad) suber ilmu-Ku.) 76diuji dengan kenabiannya sehingga dibunuhlah dia oleh seorang yang sombong. bahwa akan Aku berikan kepadanya (Ali) Muhammad anaknya sebagai penerus kekhalifahannya sesudahnya. Barang siapa yang ingkar kepada salah satu dari mereka maka sungguh telah ingkar kepada ni’mat-Ku.hujjah-Ku tidak samar.

Para kekasih-Ku hidup hina pada masanya. yang mana sebelumnya mereka tergolong ahli neraka. Aku lahirkan darinya Al-Hasan sebagai da’i yang mengajak kepada jalan-Ku. dia (Ali) kekasih-Ku dan penolong-Ku. dan kesabaran nabi Ayyub. dibunuh dan dibakar. sehingga kami tidak bisa meneliti keabsahannya. sebagai gudang ilmu-Ku. sebagaimana merunduknya pasukan Turkey dan Dailam. bencana dan musibah tersebar di mana-mana. berjalan dengan merundukkan kepalanya.beriman seorang hamba kepadanya melainkan saya jadikan surga sebagai tempat kembalinya. bumi merah terwarnai dengan darah mereka. dan kepercayaan-Ku untuk menerima dan menjaga wahyu-Ku. dan saksi atas perbuatan hamba sahaya. padanya kesempurnaan nabi Musa. kebahagian nabi Isa. hidup serba dalam ketakutan. 77 100 . Aku berikan kepadanya kemampuan untuk memberi syafa’at kepada 70 orang dari keluarganya. setelah itu Kusempurnakan dengan anaknya (…)77 sebagai pembawa rahmat kepada seluruh alam. kemudian Aku tutup untuk anaknya bernama Ali dengan kebahagian. isak tangis nampak Kalimat yang tidak jelas.

Al-Wafi : 2/72. Al-Kaafi : 1/527. menolak belengubelenggu yang menjerat. tidak turun lagi.pada wanita-wanitanya.” Abdurrahman bin salim berkata. Meskipun sudah jelas bahwa: lauh Fathimah ini dusta. bagi mereka shalawat dan rahmat dari tuhannya dan merekalah orang-orang yang mendapat hidayah. Ali bin Abi Thalib bersembunyi dibalik tabir. Dengan sebab mereka Aku mengusir setiap fitnah besar. ketahuilah bahwa mereka itu benar-benar kekasih-Ku. I’lamul Wara : 152 Rafidhah mengatakan : Lauh Fathimah ini diturunkan Allah melalui malaikat Jibril kepada Fathimah radhiyallahu ‘anha. Ini adalah kedustaan dan kebohongan yang besar. sambil menulis apa yang disampaikan jibril kepada Fathimah (demikian yang disebutkan Al-Kilani dalam bukunya Al-Kaafi : 1/185-186). simpanlah dan rahasiakanlah lauh ini kecuali kepada orang yang berhak”78. ketika jibril menyampaikan wahyu kepada Fathmah. setelah rasulullah wafat. mengada-ada tanpa bukti. bohong kebenarannya namun orang-orang syiah 78 101 . Abu Bashir berkata: “Jika anda tidak pernah mendengar dalam kehidupanmu kecuali ini (lauh ini) maka itu sudah cukup bagimu. oleh karena itu. dan dengan sebab mereka pula Aku hilangkan bencana. dikarenakan wahyu setelah Rasulullah wafat sudah terputus.

DO’A DUA PATUNG QURAISY Yang dimaksudkan oleh orang syi’ah tentang do’a dua patung quraisy ini adalah mendo’akan keburukan kepada Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma. ‫و‬ ‫ا‬ 102 .‫وأ ا دك‬ menposisikan lauh ini seperti Al-Qur’anul karim bagi ahlus sunnah waljamaah. Teks do’a itu seperti dibawah ini : ‫ا‬ ‫ا‬ ‫وا‬ ‫و‬ ‫ا‬ ‫وإ‬ ‫و‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫ا ا‬ ‫ول‬ ‫و‬ ‫أ ك وأ‬ ‫و‬ ‫د‬ ‫و‬ ‫ر‬ ‫أ اءك و ا‬ ‫وأ‬ ‫آ‬ ‫و‬ ‫وأ‬ ‫أ‬ ‫ءك، و‬ ‫و د‬ ‫، وأ ا‬ ‫ا‬ ‫دك‬ ‫أو ءك ووا أ اءك و‬ .

mengingkari nikmat-nikmat-Mu. mengkufuri ayat-ayat-Mu. memusuhi kekasih-Mu. membatalkan dan mengabaikan kewajibankewajiban-Mu. meninggalkan hukum-hukum-Mu. bermaksiat kepada utusan-Mu. merubah kitab-Mu. ya Allah. karena mereka telah mengingkari perintah-Mu. ya Allah. ‫وأو ؤه‬ ‫أ‬ ‫وأ‬ ‫و ه‬ ‫ا‬ ‫و‬ ‫وأ‬ ‫و‬ ‫ا ة ورد‬ ‫و‬ ‫ء ر‬ 103 ‫وأ‬ ‫ا‬ . memerangi negara-Mu. memutar balik agama-Mu. berwala’ dan berloyalitas kepada musuh-musuh-Mu. dan membinasakan hamba-hamba-Mu. mencintai musuh-musuhMu. laknatilah dua patung Quraisy. berikanlah shalawat kepada nabi Muhammad dan keluarganya. mendustakan wahyu-Mu.“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. tidak mensyukuri nikmat-nikmat-Mu. dua thaghut dan jibtnya dua pendusta dan pembohongnya dan kedua anak perempuannya (maksudnya: Aisyah dan Hafshah).

laknatilah mereka berdua beserta pengikutinya dan kekasihnya yang telah merusak rumah kenabian (maksudnya Ali bin Abi Thalib dan keluarganya). dan membumi hancurkannya. menjatuhkan atapnya. mengosongkan mimbar dari wasiatnya. mereka telah membinasakan keluarganya. besarkanlah dosa mereka berdua. nerka saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan (maksunya : seorang yang dilemparkan ke dalam neraka itu di azabnya sampai binasa 104 . dan penolong-penolongnya. merobohkan pintunya. tahukah kalian (neraka) saqar. membunuh anak-anaknya. baik luarnya maupun dalamnya. dan kekalkanlah di dalam (neraka) saqar. mengingkari keimamannya. dan pewaris ilmunya.‫ر‬ ‫آ‬ ‫أه وأ دا أ‬ ‫و‬ ‫وأ‬ ‫وأ‬ ‫و ا إ‬ ‫و ه‬ ‫ذ‬ ‫و ر‬ ‫وا‬ ‫و‬ ‫أ‬ ‫و‬ ‫وإرث‬ ‫و أدراك‬ “Ya Allah. dan menyekutukan tuhannya. karena itu.

)‪untuk di azab kembali‬‬ ‫و‬ ‫أ‬ ‫و‬ ‫أ‬ ‫و‬ ‫أر‬ ‫وو و دق‬ ‫و‬ ‫وإ م‬ ‫و‬ ‫و و‬ ‫وآ‬ ‫و‬ ‫أ‬ ‫و‬ ‫أ و و ر‬ ‫أ‬ ‫وو‬ ‫و ل‬ ‫و‬ ‫و‬ ‫أ و و‬ ‫وإ م‬ ‫د آ‬ ‫و‬ ‫ذو و‬ ‫وآ‬ ‫و وأ‬ ‫و‬ ‫و ء ا‬ ‫ا‬ ‫و ق‬ ‫و‬ ‫و‬ ‫و‬ ‫و‬ ‫ام أ‬ ‫د و‬ ‫أد وذ‬ ‫و‬ ‫ب د‬ ‫501‬ ‫ا‬ ‫و‬ ‫وو‬ ‫ا‬ ‫أ‬ ‫و‬ ‫دو‬ ‫و ض‬ ‫ودم أر‬ ‫وآ ب‬ ‫و‬ ‫أآ‬ ‫و ر‬ ‫و‬ ‫أ‬ ‫وأ‬ ‫و‬ ‫و‬ ‫أ‬ ‫دو و‬ ‫وآ‬ .‫‪kemudian di kembalikannya sebagai semula‬‬ ‫.

sebanyak orang mu’min yang mereka jadikannya bergantung kepadanya. sebanyak kekufuran yang mereka kibarkan. sebanyak amanat yang 106 . sebanyak kebatilan yang mereka dirikan. sebanyak harta haram yang mereka makan. sebanyak janji yang mereka ingkari.“Ya Allah. sebanyak kebohongan yang mereka tipukan. sebanyak orang kafir yang mereka tolong. sebanyak khumus yang mereka anggap halal. sebanyak kemungkaran yang mereka lakukan sebanyak kebenaran yang mereka rahasiakan. sebanyak mimbar yang mereka tinggalkan. sebanyak fa’i (harta rampasan tanpa perang) yang mereka rampas. sebanyak kedhaliman yang mereka sebarluaskan. sebanyak orang munafiq yang mereka cintai. sebanyak orang yang terusir yang mereka lindungi. sebanyak kekasih yang mereka siksa. sebanyak kewajiban yang mereka rubah. laknatilah mereka. sebanyak imam yang meraka tindas. sebanyak harta warisan yang mereka ambil. sebanyak pengkianatan yang mereka rahasiakan. sebanyak shahabat dan teman yang mereka usir. sebanyak kemunafikan yang mereka sembunyikan. sebanyak ketidakadilan yang mereka sebarluaskan.

sebanyak kebenaran yang mereka larang. sebanyak kekuasaan yang mereka rampas. ‫ه‬ ‫د آ أ‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫وه وأ م‬ ‫آ ه و‬ ‫و‬ ‫ه‬ ‫ه وو‬ ‫ه ور م‬ ‫ه و دات‬ ‫ه و‬ ‫وأ ر‬ ‫أ وه‬ ‫آ ه ود اء أ ه و‬ ‫أوردوه و‬ ‫ه و‬ ‫أ‬ ‫و‬ 107 . sebanyak yang dihalalkan yang mereka haramkan. sebanyak tulang rusuk yang mereka hancurkan. sebanyak kebohongan yang mereka palsukan.mereka khianati. sebanyak perjanjian yang mereka terjang. sebanyak punggung yang mereka cabik-cabik. sebanyak perut yang mereka bedah. sebanyak persatuan yang mereka pecahkan. sebanyak yang diharamkan yang mereka halalkan. sebanyak keluhuran yang mereka hinakan. sebanyak janin yang mereka gugurkan. sebanyak imam yang mereka pungkiri. sebanyak kehinaan yang mereka agungkan.

sebanyak pakaian atau perhiasan yang selalu mereka kenakan.‫ه‬ Ya Allah. sebanyak bukti yang mereka ingkari. sebanyak perintah yang mereka sia-siakan. sebanyak baiat yang mereka terjang. sebanyak kesaksian yang mereka sembunyikan. sebanyak uang yang mereka sikat. sebanyak tipu daya yang mereka wujudkan. laknatilah mereka sejumlah ayat yang mereka rubah. sebanyak kewajiban yang mereka tinggalkan.‫وأز ن‬ ‫ه‬ ‫د‬ ‫ود ب‬ ‫ار ه‬ . sebanyak musibah yang mereka timpahkan. sebanyak pengakuan yang mereka batalkan. sebanyak penghianatan yang mereka lakukan. sebanyak sunnah yang mereka rubah. sebanyak wasiat yang mereka ganti. sebanyak hukum yang mereka buang. sebanyak kesulitan yang mereka gelindingkan. ‫و ه‬ ‫ا‬ ً ‫د‬ ‫ا‬ ‫ن ا‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ً ‫ً آ ا أ ا دا دا‬ ً ً ‫ا‬ ‫ا ع د و د‬ ‫و‬ ‫أ‬ ‫أو و‬ 108 .

yang setia bersamanya. Amien. yang berhujjah dengan dalilnya. orang-orang yang taat kepadanya.” (Ucapkan empat kali). laknatilah dengan laknat yang diawali dengan pembelengguan dan tidak berkahir dari pembelengguan. 109 . ‫و ا‬ ‫وا ه‬ ‫وا‬ . kekasihnya. dan selama-lamanya. laknatilah mereka dalam keadaan rahasia dan jelas dengan sebanyak-banyaknya laknat. yang mengikuti ucapannya dan yang memberikan hukum-hukumnya. yang memohon kepadanya. dan tidak berakhir lamanya. laknat bagi mereka beserta teman-temannya. ‫ره و‬ ‫إ‬ ‫وأ‬ ‫وا‬ ‫وا ه‬ ‫وا‬ ‫أه ا ر‬ ً‫ا‬ ‫رب ا‬ ‫ا‬ “Ya Allah. siksalah mereka dengan siksa yang penduduk neraka minta pertolongan dari siksa tersebut.‫ن‬ ‫وا‬ “Ya Allah. penolongpenolongnya. yang tidak terbatas bilangannya.

‫أر ا ا‬ Kemudian ini ucapkan empat kali. Ya Allah. dan saya telah mengakui semua dosa-dosaku. oleh sebab itu inilah saya datang dihadapan110 . ya Rabb. “Ya Allah lakanatilah mereka semua. berikanlah shalawat kepada nabi Muhammad dan keluarganya. cukupkanlah untukku apa yang kau halalkan dari apa yang kau haramkan. saya telah berbuat keburukan dan mendzalimi diri saya sendiri. dan lindungilah saya dari kefakiran. ‫أر ا ا‬ ‫وآ‬ ‫و‬ ‫و‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫و‬ ‫ا ه‬ ‫و ا‬ ‫ا‬ .‫ًا‬ ‫ل‬ ‫وأ‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫و‬ ‫رب إ أ ت‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫وه أ‬ ‫وا‬ ‫و‬ ‫ر ه‬ ّ ‫أ د ن ت‬ ‫ا‬ ‫و دك‬ ‫ة وا‬ .

dan maafkan saya. ampunan-Mu. jika ternyata kembali bermaksiat maka ampuni kembali saya. kemurahan-Mu. dan aku berjanji tidak akan bermaksiat lagi. hanya kepada-Mu tempat kembali. maka ridhoilah saya. kedermawanan-Mu. semoga Allah memberikan shalawatNya kepada tuannya para rasul. beserta keluarganya yang baik lagi suci dengan rahmat-Mu hai Dzat yang Maha Pengasih. hai Dzat yang Maha Pengasih. dengan karunia-Mu.79 79 Miftahul Jinan.Mu. Al-Qummy : 114 111 . penutup para nabi.

kepada Islam sebagai agama.PENUTUP Saudara seiman !!! saya yakin bahwa anda sependapat dengan saya bahwa orang yang bepegang teguh dengan idiologi seperti ini tidak tergolong lagi dalam kategori seorang muslim. karena agama yang mereka yakini agama yang rusak. mewaspadai akan idiologinya yang kotor. yang berpijak atas dasar permusuhan bagi setiap orang yang mentauhidkan Allah. kecuali waspada dan waspada. kepada Muhammad sebagai nabi dan rasul. bergabung dan berinteraski bersama mereka. “Orang syi’ah tidak berinteraksi kepada seseorang melainkan ia menggunakan kemunafikannya. mendorong untuk 112 . dalam berinteraksi dengan mereka. meskipun diberi nama Islam. jika demikian halnya apa kewajiban kita sebagai seorang muslim terhadap orang-orang syi’ah. lebih-lebih mereka ini tinggal di tengah-tengah masyarakat muslim. beriman kepada Allah sebagai Rabb. Maka tidak lagi suatu kewajiban yang selalu anda perhatikan. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata.

mereka dibenci oleh orang yang belum mengenalnya. banyak kita jumpai orang-orang yang tertipu olehnya. meskipun orang tersebut tidak mengetahui bahwa orang syi’ah. mereka lebur bersama mereka dalam segala urusan kehidupan dunia. mudah-mudahan mereka diperangi oleh Allah. menaruh kepercayaan penuh dengannya. dan kesalahan yang banyak dalam ucapannya. pengkianatan. Ibnu Taemiyyah 3/360. dan kebodohan mereka terhadap hukum-hukum Allah. Ini semuanya dikarenakan berpalingnya mereka dari agama Allah. tidak meninggalkan keburukan selama mampu melakukannya. mereka tidak hentihentinya menimbulkan kemudharatan.80 Mereka menyembunyikan permusuhan dan kebencian kepada kita. sebab berpalingnya dari jalan yang benar. dari kalangan Ahlus Sunnah yang awam.berbuat kebohongan. disebabkan tanda-tanda kemunafikannya nampak di muka mereka. penipuan terhadap orang. Meskipun demikian. 80 113 . yang selalu menganjurkan bagi setiap Minhajus Sunnah An Nabawiyyah. dan selalu mengharapkan keburukan pada orang.

‫ا و آ‬ ‫ور‬ ‫م‬ ‫وا‬ Disusun oleh : Abdullah bin Muhammad As-Salafi Semoga Allah mengampuninya.orang Islam untuk selalu beraqidah wala’ (loyalitas) kepada orang Islam yang mentauhidkan Allah. menghinakan orang-orang syi’ah dan antekanteknya. meninggikan kalimatnya. dan membebaskan diri dari semua orang kafir dan orang musyrik. apakah akan kita laksanakan ??? …. Akhirnya. Semoga Allah memberikan shalawat kepada nabi-Nya Muhammad Shallallaahu Alaihi Wasallam. kami memohon kepada Allah Subhanahu Wata'ala. dan menjadikan mereka rampasan bagi orang-orang Islam. 114 . keluarga dan semua shahabatnya. Dengan ini kami telah memahami kewajiban sebagaimana orang muslim dalam berinteraksi dengan orang-orang syi’ah. kedua orang tuanya dan semua ummat Islam. agar menolong agamanya.

REFERENSI-REFERENSI PENTING UNTUK MEMBANTAH ORANG-ORANG SYI’AH 1) 2) 3) 4) 5) Majmu’ Fatawa, karya Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah Minhajus-sunnah, karya Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah Al-Milal wan Nihal karya AsySyahrastani Al-Farqu Bainul Firaq (Perbedaan antara sekte-sekte) karya Al-Bahgdadi Maqaalaatul Islamiyyin (makalahmakalah pemikir Islam) oleh Al-Asy’ari BUKU-BUKU KONTENPORER 1) 2) 3) 4) 5) Semua karya Syeikh Ihsan Ilahy Dzahir Mas’alatut taqrib (masalah pendekatan) karya Syeikh DR.Nashir Al-Qifari Ushulu Madzhabisy Syi’ah Al Itsna ‘Asyariyyah oleh DR.Nashir Al-Qifari Karya-karya Syeikh Muhammad Maalullah Tabdidudz dzolam wa tanbihun niyaam (menyingkap kegelapan dan mengusir 115

kelengahan atas bahaya syi’ah) oleh Syeikh Sulaiman Al-Jabhan. Dan buku-buku lain yang dianggap perlu.

116

DAFTAR ISI NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 JUDUL Surat Rekomendasi dari Mufti Umum KSA Kata pengantar Lahirnya Rafidhah Sebab pemberian nama Rafidhah Macam-macam sekte Rafidhah Aqidah Bada’ yang diyakini Rafidhah Aqidah Rafidhah tentang sifat-sifat Allah Aqidah Rafidhah tentang AlQur’an Aqidah Rafidhah tentang sahabat-sahabat nabi Sisi kesamaan antara Yahudi dengan Rafidhah Aqidah Rafidhah tentang para imam mereka Aqidah Rafidhah tentang Raj’ah Aqidah Rafidhah tentang 117 HAL 3 4 7 11 13 15 17 21 27 30 34 36

14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Taqiyyah Aqidah Rafidhah tentang Ath-Thinah Aqidah Rafidhah tentang Ahlus Sunnah Aqidah Rafidhah tentang Mut’ah Aqidah Rafidhah tentang kota Najf dan Karbala Sisi perbedaan antara Syi’ah dan Ahlus Sunnah Aqidah Rafidhah tentang hari Asy-Syura’ Aqidah Rafidhah tentang Baiat Hukum mendekatkan antara Ahlus Sunnah dengan Syi’ah Komentar para ulama tentang Rafidhah Surat Al-Wilayah yang diakui oleh Rafidhah sebagai salah satu surat Al-Qur’an Lauh Fathimah Do’a dua patung Quraisy Penutup Referensi yang saya 118 40 43 47 51 59 61 65 67 70 73 84 97 103 113 .

28 wasiatkan untuk dibaca Daftar isi 116 117 119 .

‫ت‬ ‫ا‬ ‫3‬ ‫4‬ ‫7‬ ‫11‬ ‫31‬ ‫51‬ ‫71‬ ‫12‬ ‫72‬ ‫03‬ ‫43‬ ‫63‬ ‫ا‬ ‫؟‬ ‫سا‬ ‫ع‬ ‫ا‬ ‫ا ا‬ ‫ا‬ ‫؟‬ ‫ا ا‬ ‫ت‬ ‫ا‬ ‫ا ا‬ ‫ة ا اء ا‬ ‫ا‬ ‫ا آ‬ ‫ز‬ ‫ا‬ ‫ذا‬ ‫إ آ‬ ‫؟‬ ‫ت؟‬ ‫ا‬ ‫ا ن ا‬ ‫ا‬ ‫ا ي‬ ‫ب‬ ‫أ‬ ‫و ؟‬ ‫ا د وا ا‬ ‫؟‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫ةا ا‬ ‫ا د ا ا‬ ‫أ‬ ‫د‬ ‫ا‬ ‫؟‬ ‫ة ا ا‬ ‫ا‬ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫أو ا‬ ‫؟‬ ‫ةا ا‬ ‫ة ا‬ ‫؟‬ ‫ا ا‬ ‫021‬ .

‫04‬ ‫34‬ ‫74‬ ‫15‬ ‫95‬ ‫16‬ ‫56‬ ‫76‬ ‫07‬ ‫37‬ ‫48‬ ‫79‬ ‫301‬ ‫311‬ ‫؟‬ ‫؟ و‬ ‫ا‬ ‫ز ر‬ ‫ا ا‬ ‫راء ؟‬ ‫؟‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫م‬ ‫؟‬ ‫أه ا‬ ‫آ ؟‬ ‫وا‬ ‫ةا‬ ‫ة ا‬ ‫؟‬ ‫ا ا‬ ‫أه‬ ‫ةا ا‬ ‫ة ا ا‬ ‫ه ؟‬ ‫ة ا ا‬ ‫وآ ء؟ و ه‬ ‫ه ؟‬ ‫ا‬ ‫أو ا ف‬ ‫؟‬ ‫وأه ا‬ ‫ةا ا‬ ‫ه ؟‬ ‫و‬ ‫ا‬ ‫ةا ا‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫وا ا‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫أ ال أ‬ ‫؟‬ ‫ا ا‬ ‫ا‬ ‫رة ا‬ ‫م‬ ‫ا‬ ‫ح‬ ‫د ء‬ ‫ا‬ ‫ا ا‬ ‫ا‬ ‫121‬ .

‫611‬ ‫711‬ ‫ا‬ ‫س‬ ‫ا‬ ‫221‬ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful