Kestabilan Inti Atom

Di alam ini ada inti-inti atom yang stabil & ada pula yang tidak stabil. Inti-inti atom yang tidak stabil adalah inti atom yang dapat meluruh dengan sendirinya, & inti yang mempunyai sifat seperti ini disebut inti radioaktif. Kestabilan suatu inti pada dasarnya ditentukan oleh perbandingan antara banyaknya netron (N) dengan banyaknya proton (Z) yang terdapat dalam inti atom. Pada umumnya kalau N/Z = 1, maka unsur tersebut stabil. Berdasarkan banyaknya jumlah N & Z dalam suatu inti atom, maka dapat digolongkan menjadi 4 kelompok, yaitu: (1) Inti atom yang terdiri dari N genap & Z genap, (2) Inti atom yang terdiri dari N genap & Z ganjil, (3) inti atom yang terdiri dari N ganjil & Z genap, (4) Inti atom yang terdiri dari N ganjil & Z ganjil. Dari pengelompokan seperti tersebut di atas, maka urutan banyaknya tipe nuklida berdasarkan jumlahnya adalah: (1) Senap/genap sebanyak 157, (2) Genap/ganjil sebanyak 53, (3) Ganjil/genap sebanyak 51, & (4) Ganjil/ganjil sebanyak 5.

Inti atom Seperti telah disebutkan, atom memiliki inti atom yang tersusun atas proton dan neutron. Di dalam inti atom juga berlaku “hukum” lain, yaitu gaya nuklir, yang dapat mengimbangi gaya elektrostatik yang disebabkan oleh proton. Komposisi jumlah proton dan neutron di dalam inti atom akan menentukan apakah suatu inti atom bersifat stabil atau tidak stabil. Terdapat kemungkinan bahwa beberapa atom (unsur) yang sama ternyata mempunyai inti atom yang tidak sama, dalam arti jumlah neutron yang tidak sama meskipun dengan jumlah proton yang sama. Inti atom dituliskan dengan kaidah sebagai berikut.
A ZX

Dimana Z adalah nomor atom yang menunjukkan jumlah proton, X adalah simbol unsur, dan A adalah nomor massa yang menunjukkan jumlah proton + neutron. Sebagai contoh
27Co 60

adalah inti atom Cobalt yang memiliki 27 proton (no. atom 27) dan memiliki 33 neutron (no. massa 60 – no. atom). Karena nomor atom dan lambang atom (unsur) merupakan satu identitas (nomor atom 6 sudah pasti adalah unsur C) maka penulisan inti atom sering disingkat hanya lambang dan nomor massanya saja, misalnya Co60atau C12

Setiap inti atom mempunyai “kesetimbangan” yang berbeda. Fe57. baik yang stabil maupun yang tidak stabil.Inti-inti atom dari unsur yang sama tetapi memiliki jumlah neutron yang berbeda disebut sebagai isotop. Sebaliknya. Inti atom yang stabil ditandai dengan warna hitam sedangkan warna lain menunjukkan inti atom (nuklida) yang tidak stabil. Beberapa contoh isotop Carbon: 12 13 6C . Demikian pula cara untuk mengidentifikasi kestabilan inti atom pada unsur-unsur yang lain. . dapat dilihat pada tabel nuklida (nuclide chart). akan tetapi ternyata di dalam inti atom terdapat gaya lain yang dapat mengimbangi gaya Coulomb yaitu gaya nuklir. dan Fe58 serta beberapa inti atom atau isotop yang tidak stabil. berarti terdapat kemungkinan bahwa sebuah unsur memiliki beberapa isotop yang stabil. Jenis-jenis inti atom (nuklida). Kestabilan Inti Atom Komposisi jumlah proton dan neutron di dalam inti atom sangat mempengaruhi kestabilan inti atom tersebut. Inti atom dikatakan stabil bila komposisi jumlah proton dan neutronnya sudah ”seimbang” serta tingkat energinya sudah berada pada keadaan dasar. inti atom dikatakan tidak stabil bila komposisi jumlah proton dan neutronnya “tidak seimbang” atau tingkat energinya tidak berada pada keadaan dasar. Terlihat bahwa pada jumlah proton tertentu terdapat beberapa titik hitam dengan jumlah neutron yang berbeda. Perlu dicatat bahwa komposisi proton dan neutron yang “seimbang” atau “tidak seimbang” di atas tidak berarti mempunyai jumlah yang sama ataupun tidak sama. Kurva kestabilan di atas dijabarkan lebih rinci pada suatu tabel yang disebut sebagai tabel nuklida.6C . yang sering disebut sebagai radioisotop atau inti radioaktif. Titik-titik hitam pada kurva tersebut menunjukkan koordinat (jumlah proton dan jumlah neutron) inti atom yang stabil. Oleh karena itu. terlihat pada tabel nuklida disamping bahwa unsur besi (Fe) mempunyai tiga isotop yang stabil yaitu Fe56. Sebagai contoh. Kekuatan gaya nuklir ini sangat ditentukan oleh jumlah partikel nukleonik (proton dan neutron) di dalam inti atom. Jumlah proton dan neutron maupun tingkat energi dari inti-inti yang stabil tidak akan mengalami perubahan selama tidak ada gangguan dari luar. Posisi inti atom yang stabil sudah dipetakan dengan sistem koordinat jumlah proton (sumbu-X) dan jumlah neutron (sumbu-Y) didalam kurva kestabilan inti. keseimbangan antara kekuatan gaya Coulomb dan gaya nuklir di dalam inti atom tersebut sangat dipengaruhi oleh komposisi jumlah proton dan jumlah neutronnya. dan 6C14 Kestabilan inti Berdasarkan hukum Coulomb inti atom akan “pecah” karena adanya daya tolak menolak antara dua proton.

Nuklida-nuklida yang tidak stabil disebut sebagai radionuklida. Proses perubahan atau transformasi inti atom yang tidak stabil menjadi atom yang lebih stabil tersebut dinamakan peluruhan radioaktif. maka inti tersebut akan berubah dengan memancarkan radiasi alpha atau radiasi beta (β). Tabel nuklida juga dapat menunjukkan posisi dari nuklida-nuklida yang merupakan isotop yaitu petak-petak yang horisontal. Pada dasarnya. radioisotop dan radionuklida adalah istilah yang sama yaitu menunjukkan inti-inti atom yang tidak stabil. Peluruhan seperti ini dinamakan peluruhan berantai. kestabilan inti-inti ringan terjadi bila jumlah protonnya sama dengan jumlah neutronnya.Secara umum. Proses peluruhan radioaktif seringkali harus melalui beberapa intermediate (antara) sebelum menjadi inti atom yang stabil. Misalnya dari nuklida X yang tidak stabil berubah menjadi nuklida Y yang juga masih tidak stabil kemudian berubah lagi menjadi nuklida Z yang stabil. & inti yang mempunyai sifat seperti ini disebut inti radioaktif. cenderung untuk berubah menjadi stabil. Kestabilan suatu inti pada dasarnya ditentukan oleh perbandingan antara banyaknya netron (N) dengan banyaknya proton (Z) yang terdapat dalam inti atom. Kestabilan Inti Atom Di alam ini ada inti-inti atom yang stabil & ada pula yang tidak stabil. Jadi seringkali suatu radionuklida tidak berubah langsung menjadi nuklida yang stabil. Na-21. maka unsur tersebut . Inti-inti atom yang tidak stabil. Sedangkan kestabilan inti-inti berat terjadi bila jumlah neutron maksimum 1. Bila ketidakstabilan inti disebabkan karena komposisi jumlah proton dan neutronnya yang tidak seimbang. Na-22 dan seterusnya. Isotop yang tidak stabil disebut sebagai radioisotop. baik karena komposisi jumlah proton dan neutronnya yang tidak seimbang ataupun karena tingkat energinya yang tidak berada pada keadaan dasarnya. Tabel periodik merupakan suatu tabel yang mencantumkan semua kemungkinan posisi nuklida baik yang stabil maupun yang tidak stabil. misalnya Na-20.5 kali jumlah protonnya. melainkan mengalami beberapa perubahan lebih dulu menjadi radionuklida yang lain sebelum akhirnya menjadi nuklida yang stabil. Bahan yang terdiri atas radionuklida dengan jumlah cukup banyak disebut bahan radioaktif. Pada umumnya kalau N/Z = 1. Kalau ketidakstabilannya disebabkan karena tingkat energinya yang berada pada keadaan tereksitasi maka akan berubah dengan memancarkan radiasi gamma. Inti-inti atom yang tidak stabil adalah inti atom yang dapat meluruh dengan sendirinya.

6C . yaitu gaya nuklir. maka urutan banyaknya tipe nuklida berdasarkan jumlahnya adalah: (1) Senap/genap sebanyak 157. (2) Inti atom yang terdiri dari N genap & Z ganjil. akan tetapi ternyata di dalam inti atom terdapat gaya lain yang dapat mengimbangi gaya Coulomb yaitu gaya nuklir. Inti atom dituliskan dengan kaidah sebagai berikut. dan A adalah nomor massa yang menunjukkan jumlah proton + neutron. (3) Ganjil/genap sebanyak 51.stabil. massa 60 – no. Kekuatan gaya nuklir ini . atom 27) dan memiliki 33 neutron (no. atom). Berdasarkan banyaknya jumlah N & Z dalam suatu inti atom. & (4) Ganjil/ganjil sebanyak 5. Terdapat kemungkinan bahwa beberapa atom (unsur) yang sama ternyata mempunyai inti atom yang tidak sama. yang dapat mengimbangi gaya elektrostatik yang disebabkan oleh proton. Sebagai contoh 27Co 60 adalah inti atom Cobalt yang memiliki 27 proton (no. dalam arti jumlah neutron yang tidak sama meskipun dengan jumlah proton yang sama. (4) Inti atom yang terdiri dari N ganjil & Z ganjil. Komposisi jumlah proton dan neutron di dalam inti atom akan menentukan apakah suatu inti atom bersifat stabil atau tidak stabil. Beberapa contoh isotop Carbon: 12 13 6C . Di dalam inti atom juga berlaku “hukum” lain. dan 6C14 Kestabilan inti Berdasarkan hukum Coulomb inti atom akan “pecah” karena adanya daya tolak menolak antara dua proton. maka dapat digolongkan menjadi 4 kelompok. Dari pengelompokan seperti tersebut di atas. yaitu: (1) Inti atom yang terdiri dari N genap & Z genap. misalnya Co60atau C12 Inti-inti atom dari unsur yang sama tetapi memiliki jumlah neutron yang berbeda disebut sebagai isotop. atom memiliki inti atom yang tersusun atas proton dan neutron. (2) Genap/ganjil sebanyak 53. A ZX Dimana Z adalah nomor atom yang menunjukkan jumlah proton. Inti atom Seperti telah disebutkan. Karena nomor atom dan lambang atom (unsur) merupakan satu identitas (nomor atom 6 sudah pasti adalah unsur C) maka penulisan inti atom sering disingkat hanya lambang dan nomor massanya saja. X adalah simbol unsur. (3) inti atom yang terdiri dari N ganjil & Z genap.

dapat dilihat pada tabel nuklida (nuclide chart). dan Fe58 serta beberapa inti atom atau isotop yang tidak stabil.5 kali jumlah protonnya. yang sering disebut sebagai radioisotop atau inti radioaktif. Terlihat bahwa pada jumlah proton tertentu terdapat beberapa titik hitam dengan jumlah neutron yang berbeda. Na-22 dan . Inti atom dikatakan stabil bila komposisi jumlah proton dan neutronnya sudah ”seimbang” serta tingkat energinya sudah berada pada keadaan dasar. Sebaliknya. misalnya Na-20. Kestabilan Inti Atom Komposisi jumlah proton dan neutron di dalam inti atom sangat mempengaruhi kestabilan inti atom tersebut. baik yang stabil maupun yang tidak stabil. Jenis-jenis inti atom (nuklida).sangat ditentukan oleh jumlah partikel nukleonik (proton dan neutron) di dalam inti atom. inti atom dikatakan tidak stabil bila komposisi jumlah proton dan neutronnya “tidak seimbang” atau tingkat energinya tidak berada pada keadaan dasar. berarti terdapat kemungkinan bahwa sebuah unsur memiliki beberapa isotop yang stabil. Inti atom yang stabil ditandai dengan warna hitam sedangkan warna lain menunjukkan inti atom (nuklida) yang tidak stabil. Tabel periodik merupakan suatu tabel yang mencantumkan semua kemungkinan posisi nuklida baik yang stabil maupun yang tidak stabil. Nuklida-nuklida yang tidak stabil disebut sebagai radionuklida. keseimbangan antara kekuatan gaya Coulomb dan gaya nuklir di dalam inti atom tersebut sangat dipengaruhi oleh komposisi jumlah proton dan jumlah neutronnya. Setiap inti atom mempunyai “kesetimbangan” yang berbeda. Jumlah proton dan neutron maupun tingkat energi dari inti-inti yang stabil tidak akan mengalami perubahan selama tidak ada gangguan dari luar. Demikian pula cara untuk mengidentifikasi kestabilan inti atom pada unsur-unsur yang lain. Na-21. Fe57. Perlu dicatat bahwa komposisi proton dan neutron yang “seimbang” atau “tidak seimbang” di atas tidak berarti mempunyai jumlah yang sama ataupun tidak sama. Sedangkan kestabilan inti-inti berat terjadi bila jumlah neutron maksimum 1. terlihat pada tabel nuklida disamping bahwa unsur besi (Fe) mempunyai tiga isotop yang stabil yaitu Fe56. Kurva kestabilan di atas dijabarkan lebih rinci pada suatu tabel yang disebut sebagai tabel nuklida. Posisi inti atom yang stabil sudah dipetakan dengan sistem koordinat jumlah proton (sumbu-X) dan jumlah neutron (sumbu-Y) didalam kurva kestabilan inti. Sebagai contoh. Tabel nuklida juga dapat menunjukkan posisi dari nuklida-nuklida yang merupakan isotop yaitu petak-petak yang horisontal. Oleh karena itu. Titik-titik hitam pada kurva tersebut menunjukkan koordinat (jumlah proton dan jumlah neutron) inti atom yang stabil. kestabilan inti-inti ringan terjadi bila jumlah protonnya sama dengan jumlah neutronnya. Secara umum.

Misalnya dari nuklida X yang tidak stabil berubah menjadi nuklida Y yang juga masih tidak stabil kemudian berubah lagi menjadi nuklida Z yang stabil. cenderung untuk berubah menjadi stabil. Bila ketidakstabilan inti disebabkan karena komposisi jumlah proton dan neutronnya yang tidak seimbang. radioisotop dan radionuklida adalah istilah yang sama yaitu menunjukkan inti-inti atom yang tidak stabil. . Pada dasarnya. Proses peluruhan radioaktif seringkali harus melalui beberapa intermediate (antara) sebelum menjadi inti atom yang stabil. baik karena komposisi jumlah proton dan neutronnya yang tidak seimbang ataupun karena tingkat energinya yang tidak berada pada keadaan dasarnya. Jadi seringkali suatu radionuklida tidak berubah langsung menjadi nuklida yang stabil. Bahan yang terdiri atas radionuklida dengan jumlah cukup banyak disebut bahan radioaktif. maka inti tersebut akan berubah dengan memancarkan radiasi alpha atau radiasi beta (β). Isotop yang tidak stabil disebut sebagai radioisotop. Kalau ketidakstabilannya disebabkan karena tingkat energinya yang berada pada keadaan tereksitasi maka akan berubah dengan memancarkan radiasi gamma. Proses perubahan atau transformasi inti atom yang tidak stabil menjadi atom yang lebih stabil tersebut dinamakan peluruhan radioaktif.seterusnya. melainkan mengalami beberapa perubahan lebih dulu menjadi radionuklida yang lain sebelum akhirnya menjadi nuklida yang stabil. Inti-inti atom yang tidak stabil. Peluruhan seperti ini dinamakan peluruhan berantai.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful