PENELITIAN TINDAKAN KELAS Oleh : Prof. Dr.

Suwarsih Madya

Apa yang Dimaksud dengan PTK dan Apa Ciri-cirinya?
Karena penelitian tindakan cocok untuk para praktisi yang bergelut dengan dunia nyata, maka ia cocok untuk Anda sebagai guru. Anda mungkin heran kenapa istilah ’penelitian’ yang biasanya berkenaan dengan teori sekarang dijodohkan dengan istilah ’tindakan’. Keheranan Anda tidak berlebihan karena memang jenis penelitian ini tergolong muda dibandingkan dengan penelitian tradisional yang telah ratusan tahun dikembangkan. Uraian beberapa butir di bawah ini akan dapat membantu Anda dalam memahami apa yang dimaksud dengan penelitian tindakan (Silakan baca Burns, 1999: 30; Kemmis & McTaggrt, 1982: 5; Reason & Bradbury, 2001: 1). Penelitian tindakan merupakan intervensi praktik dunia nyata yang ditujukan untuk meningkatkan situasi praktis. Tentu penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru ditujukan untuk meningkatkan situasi pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya dan ia disebut ’penelitian tindakan kelas’ atau PTK. Apakah kegiatan penelitian tindakan tidak akan mengganggu proses pembelajaran? Sama sekali tidak, karena justru ia dilakukan dalam proses pembelajaran yang alami di kelas sesuai dengan jadwal. Kalau begitu, apakah penelitian tindakan kelas (PTK) bersifat situasional, kontekstual, berskala kecil, terlokalisasi, dan secara langsung gayut (relevan) dengan situasi nyata dalam dunia kerja? Benar. Apakah berarti bahwa subyek dalam PTK termasuk murid-murid Anda? Benar. Lalu bagaimana cara untuk menjaga kualitas PTK? Apakah boleh bekerjasama dengan guru lain? Benar. Anda bisa melibatkan guru lain yang mengajar bidang pelajaran yang sama, yang akan berfungsi sebagai kolaborator Anda.

Karena situasi kelas sangat dinamis dalam konteks kehidupan sekolah yang dinamis pula, apakah peneliti perlu menyesuaikan diri dengan dinamika yang ada? Benar. Anda memang dituntut untuk adaptif dan fleksibel agar kegiatan PTK Anda selaras dengan situasi yang ada, tetapi tetap mampu menjaga agar proses mengarah pada tercapainya perbaikan. Hal ini menuntut komitmen untuk berpartisipasi dan kerjasama dari semua orang yang terlibat, yang mampu melakukan evaluasi diri secara kontinyu sehingga perbaikan demi perbaikan, betapapun kecilnya, dapat diraih. Kalau begitu, apakah diperlukan kerangka kerja agar masalah praktis dapat dipecahkan dalam situasi nyata? Benar. Tindakan dilaksanakan secara terencana, hasilnya direkam dan dianalisis dari waktu ke waktu untuk dijadikan landasan dalam melakukan modifikasi. Apa syarat-syarat agar PTK Anda berhasil? Untuk dapat meraih perubahan yang diinginkan melalui PTK, apakah ada syarat-syarat lain? Betul, silakan baca McNiff, Lomax dan Whitehead (2003). Pertama, Anda dan kolaborator serta murid-murid harus punya tekad dan komitmen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan komitmen itu terwujud dalam keterlibatan mereka dalam seluruh kegiatan PTK secara proporsional. Andil itu mungkin terwujud jika ada maksud yang jelas dalam melakukan intervensi tersebut. Kedua, Anda dan kolaborator menjadi pusat dari penelitian sehingga dituntut untuk bertanggung jawab atas peningkatan yang akan dicapai. Ketiga, tindakan yang Anda lakukan hendaknya didasarkan pada pengetahun, baik pengetahuan konseptual dari tinjauan pustaka teoretis, maupun pengetahuan teknis prosedural, yang diperoleh lewat refleksi kritis dan dipadukan dengan pengalaman orang lain dari tinjauan pustaka hasil penelitian tindakan), berdasarkan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya. Refleksi kritis dapat dilakukan dengan baik jika didukung oleh keterbukaan dan kejujuran terhadap diri sendiri, khususnya kejujuran mengakui kelemahan/kekurangan diri. Keempat, tindakan tersebut dilakukan atas dasar komitmen kuat dan keyakinan bahwa situasi dapat diubah ke arah perbaikan. Kelima, penelitian tindakan melibatkan pengajuan pertanyaan agar

dapat melakukan perubahan melalui tindakan yang disadari dalam konteks yang ada dengan seluruh kerumitannya. Keenam, Anda mesti mamantau secara sistematik agar Anda mengetahui dengan mudah arah dan jenis perbaikan, yang semuanya berkenaan dengan pemahaman yang lebih baik terkadap praktik dan pemahaman tentang bagaimana perbaikan ini telah terjadi. Kutujuh, Anda perlu membuat deskripsi otentik objektif (bukan penjelasan) tentang tindakan yang dilaksanakan dalam riwayat faktual, perekaman video and audio, riwayat subjektif yang diambil dari buku harian dan refleksi dan observasi pribadi, dan riwayat fiksional. Kedelapan, Anda perlu memberi penjelasan tentang tindakan berdasarkan deskripsi autentik tersebut di atas, yang mencakup (1) identifikasi makna-makna yang mungkin diperoleh (dibantu) wawasan teoretik yang relevan, pengaitan dengan penelitian lain (misalnya lewat tinjauan pustaka di mana kesetujuan dan ketidaksetujuan dengan pakar lain perlu dijelaskan), dan konstruksi model (dalam konteks praktik terkait) bersama penjelasannya; (2) mempermasalahkan deskripsi terkait, yaitu secara kritis mempertanyakan motif tindakan dan evaluasi terhadap hasilnya; dan (3) teorisasi, yang dilahirkan dengan memberikan penjelasan tentang apa yang dilakukan dengan cara tertentu. Kesembilan,Anda perlu menyajikan laporan hasil PTK dalam berbagai bentuk termasuk: (1) tulisan tentang hasil refleksi-diri, dalam bentuk catatan harian dan dialog, yaitu percakapan dengan dirinya sendiri; (2) percakapan tertulis, yang dialogis, dengan gambaran jelas tentang proses percakapan tersebut; (3) narasi dan cerita; dan (4) bentuk visual seperti diagram, gambar, dan grafik. Kesepuluh, Anda perlu memvalidasi pernyataan Anda tentang keberhasilan tindakan Anda lewat pemeriksaan kritis dengan mencocokkan pernyataan dengan bukti (data mentah), baik dilakukan sendiri maupun bersama teman (validasi-diri), meminta teman sejawat untuk memeriksanya dengan masukan dipakai untuk memperbaikinya (validasi sejawat), dan terakhir menyajikan hasil seminar dalam suatu seminar (validasi public). Perlu dipastikan bahwa temuan validasi selaras satu sama lain karena semuanya berdasarkan pemeriksaan terhadap penyataan dan data mentah. Jika ada perbedaan, pasti ada sesuatu yang masih harus dicermati kembali.

dan/atau mengubah kerangka kerja melaksanakan pembelajaran kelas Anda. dan tentu saja oleh orang lain yang menginginkannya. dan situasi pembelajaran kelas Anda (Grundy & Kemmis. (b) alat pelatihan dalam-jabatan. PTK dapat berfungsi sebagai (Cohen & Manion. Di ruangan kelas. ”Kapan Anda secara tepat dapat melakukan PTK?” Jawabnya: Ketika Anda ingin meningkatkan kualitas pembelajaran yang menjadi tanggung jawab Anda dan sekaligus ingin melibatkan murid-murid Anda dalam proses pembelajaran (lihat Cohen dan Manion. PTK lazimnya dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan atau pendekatan baru pembelajaran dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di ruang kelas. hasil penelitian tindakan dipakai sendiri oleh penelitinya. membekali guru dengan keterampilan dan metode baru dan mendorong timbulnya kesadaran-diri. Ada dua butir penting yang perlu disebut di sini. impresionistik terhadap pemecahan masalah kelas. Jadi. (d) alat untuk meningkatkan komunikasi yang biasanya buruk antara guru dan peneliti.Apa yang dapat Dicapai lewat Penelitian Tindakan Kelas? Pertanyaan ini dapat diubah menjadi. 1982: 84). Dengan kata lain. PTK berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran kelas. dan hasil-hasilnya langsung diterapkan/dipraktikkan dalam situasi terkait. 1980: 211): (a) alat untuk mengatasi masalah-masalah yang didiagnosis dalam situasi pembelajaran di kelas. (c) alat untuk memasukkan ke dalam sistem yang ada (secara alami) pendekatan tambahan atau inovatif. 1980). Kedua. pemahaman Anda terhadap praktik tersebut. Pertama. Anda ingin meningkatkan praktik pembelajaran. penelitiannya terjadi di dalam situasi nyata yang pemecahan masalahnya segera diperlukan. . perilaku murid-murid Anda di kelas. khususnya melalui pengajaran sejawat. Dapat dikatakan bahwa tujuan utama PTK adalah untuk mengubah perilaku pengajaran Anda. (e) alat untuk menyediakan alternatif bagi pendekatan yang subjektif.

validitas katalitik. 1999). idealnya Anda. administrator. disitir oleh Burns. validitas hasil. dan dialoguis Validitas Demokratik berkenaan dengan kadar kekolaboratifan penelitian dan pencakupan berbagai suara. Dalam PTk. 1986. proses. Kriteria dalam Penelitian Tindakan Benarkah PTk harus memenuhi kriteria tertentu? Benar. yang harus dipenuhi dari awal sampai akhir penelitian. disitir oleh Burns. katalitik. mahasiswa. Seperti layaknya penelitian. yaitu makna langsung dan lokal dari tindakan sebatas sudut pandang peserta penelitiannya (Erickson. hasil. Pertanyaan kunci mencakup: Apakah semua pemangku kepentingan (stakeholders) PTK (guru. 1995. maka kriteria yang cocok adalah validitas demokratik. dan sikapnya terhadap persoalan pembelajaran . Karena PTK bersifat transformatif.1994). dan validitas dialogis. 1999). peneliti tindakan melakukan sendiri pengelolaan. dan sekaligus pengembangan. kolaborator.Ketiga. orang tua) dapat menawarkan pandangannya? Apakah solusi masalah di kelas Anda memberikan manfaat kepada mereka? Apakah solusinya memiliki relevansi atau keterterapan pada konteks kelas Anda? Semua pemangku kepentingan di atas diberi kesempatan dan/atau didorong lewat berbagai cara yang cocok dalam situasi budaya setempat untuk mengungkapkan pendapatnya. menyitir Anderson dkk. makna dasar validitas untuk penelitian tindakan condong ke makna dasar validitas dalam penelitian kualitatif. guru lain/pakar sebagai kolaborator. penelitian. PTK harus memenuhi kriteria validitas. Validitas: demokratik. dan murid-murid Anda masing-masing diberi kesempatan menyuarakan apa yang dipikirkan dan dirasakan serta dialaminya selama penelitian berlangsung. yaitu dari refleksi awal saat kesadaran akan kekurangan muncul sampai pelaporan hasil penelitiannya (Burns. Akan tetapi. Jadi kredibilitas penafsiran peneliti dipandang lebih penting daripada validitas internal (Davis. gagasan-gagasannya. validitas proses. 1999: 161-162.

cemas. ‘Apa yang mesti dilakukan untuk mengatasi agar siswa . proses yang sama berlanjut untuk merumuskan pertanyaan penelitian atau merumuskan hipotesis tindakan yang akan menjadi dasar bagi perencanaan tindakan. Proses yang mendorong setiap peserta penelitian untuk mengungkapkan atau menyuarakan pandangan. siswa. ditemukan bahwa hanya sebagian kecil siswa menjadi aktif dan sebagian besar siswa merasa takut salah. di mana ketika dilakukan refleksi pada akhir tindakan pemberian tugas yang menekankan kegiatan menggunakan bahasa Inggris lewat tugas ‘information gap’. Selanjutnya. dan tentang masalah apa yang akan menjadi fokus penelitian atau pembatasan masalah penelitian. atau juga disebut kesepakatan tentang latar belakang penelitian. dan gagasannya ini diciptakan sepanjang penelitian berlangsung. Misalnya. yang juga dilaksanakan melalui proses yang melibatkan semua peserta penelitian untuk mengungkapkan pandangan dan pendapat serta gagasangagasannya. diciptakan proses yang sama untuk mencapai kesepakatan tentang masalah-masalah apa yang ada. Kemudian. dan juga orang tua siswa. Validitas Hasil mengandung konsep bahwa tindakan kelas Anda membawa hasil yang sukses di dalam konteks PTK Anda. pada tahap refleksi awal guru-guru yang berkolaborasi untuk melakukan penelitian tindakan kelas. dan malu berbicara. Hasil yang paling efektif tidak hanya melibatkan solusi masalah tetapi juga meletakkan kembali masalah ke dalam suatu kerangka sedemikian rupa sehingga melahirkan pertanyaan baru. pendapat. yang fokusnya adalah pencarian solusi untuk peningkatan praktik dalam situasi pembelajaran kelas Anda. Hal ini dilakukan untuk mencapai suatu kesepatakan bahwa memang ada kekurangan yang perlu diperbaiki dan kekurangan tersebut perlu diperbaiki dalam konteks yang ada. yaitu identifikasi masalah. Maka timbul pertanyaan baru. Hal ini tergambar dalam siklus penelitian pada Gambar 1 di bawah. dalam kasus penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran bahasa Inggris. diberi kesempatan dan/atau didorong untuk mengungkapkan pandangan dan pendapatnya tentang situasi dan kondisi pembelajaran bahasa Inggris di sekolah terkait. Kepala Sekolah.kelas Anda.

dan berapa banyak bahasa Inggris yang diproduksi siswa. Kemudian jika keaktifan siswa terlalu rendah yang tercermin dalam sedikitnya ungkapan yang diproduksi. (Mohon dicermati uraian masing-masing tahap dan kesinambungan masalah yang timbul). Validitas hasil juga tergantung pada validitas proses pelaksanaan penelitian. Validitas Proses berkenaan dengan ‘keterpercayaan’ dan ‘kompetensi’. para peneliti dapat menentukan indikator kelas bahasa Inggris yang aktif. Anda dan kolaborator secara terus menerus dapat mengkritisi diri sendiri dalam situasi yang ada sehingga dapat melihat kekurangannya dan segera berupaya memperbaikinya. tidak cemas. begitu seterusnya sehingga upaya perbaikan berjalan secara bertahap. Apakah peristiwa atau perilaku dipandang dari perspektif yang berbeda dan melalui sumber data yang berbeda agar terjaga dari ancaman penafsiran yang ‘simplistik’ atau ‘rancu’? Dalam kasus penelitian tindakan kelas bahasa Inggris yang disebut di atas.tidak takut salah. dan tidak malu sehingga dengan suka rela aktif melibatkan diri dalam kegiatan pembelajaran?’ Hal ini menggambarkan bahwa pertanyaan baru timbul pada akhir suatu tindakan yang dirancang untuk menjawab suatu pertanyaan. yang merupakan kriteria berikutnya. yang dapat dipenuhi dengan menjawab sederet pertanyaan berikut: Mungkinkah menentukan seberapa memadai proses pelaksanaan PTK Anda? Misalnya. siswa yang tidak aktif didorong untuk . guru secara kritis merefleksi bersama kolaborator untuk mencari sebab-sebabnya dan menentukan caracara mengatasinya. apakah Anda dan kolaborator Anda mampu terus belajar dari proses tindakan tersebut? Artinya. serta adanya upaya guru memfasilitasi pemelajaran siswa. mungkin dengan menghitung berapa siswa yang aktif terlibat belajar menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi lewat tugas-tugas yang diberikan guru. yang bisa dihitung dari jumlah kata/kalimat yang diproduksi dan lama waktu yang digunakan siswa untuk memproduksinya. mengikuti kedinamisan situasi dan kondisi. berkesinambungan tidak pernah berhenti. Kalau diperlukan.

Dalam mengamati. dan (3) karakteristik siswanya (intelegensi. Jika wawasan. dan perubahan pada diri guru dari peran pemberi pengetahuan ke peran fasilitator dan penolong. kepribadian. maka peneliti akan dapat dengan lebih mudah menentukan perilaku-perilaku mana yang menunjang tercapainya perubahan yang diinginkan dengan indikator yang tepat. gaya belajar. diraba (jika ada). selama mengamati perhatiannya terfokus pada gejala yang dapat ditangkap lewat pancainderanya saja.menyuarakan apa yang dirasakan sehingga mereka tidak mau aktif dan siswa yang aktif diminta mengungkapkan mengapa mereka aktif. Namun demikian. misalnya melakukan pengamatan dan membuat catatan lapangan dan harian. dilihat. pengetahuan dan pemahaman sejati peneliti tentang (1) hakikat kompetensi komunikatif. yaitu apa yang didengar. dikecap (jika ada). Artinya. dan tercium. hal ini masih harus didukung dengan kemampuan untuk mengumpulkan data. yang terjadi pada . dan juga perilakuperilaku mana yang menghambatnya. pengetahuan dan pemahaman tersebut kuat. misalnya. Perlu juga ditemukan apakah ada perubahan pada diri siswa sesuai dengan indikator bahwa para siswa berubah lewat tindakan pertama berupa pemberian tugas ‘information gap’ dan tindakan kedua berupa pembelakuan kriteria penilaian. Dalam kasus penelitian tindakan kelas bahasa Inggris yang dicontohkan di atas. Perlu dicatat bahwa kompetensi peneliti dalam bidang terkait sangat menentukan kualitas proses yang diinginkan dan tingkat kemampuan untuk melakukan pengamatan dan membuat catatan lapangan. motivasi. Begitu seterusnya sehingga pemantauan terhadap perubahan hendaknya dilakukan secara cermat dan disimpulkan lewat dialog reflektif yang demokratik. kualitas proses akan sangat ditentukan oleh wawasan. tingkat perkembangan/pemelajaran) dan pengaruhnya terhadap pembelajaran bahasa asing. tim peneliti dituntut untuk dapat bertindak seobjektif mungkin dalam memotret apa yang terjadi. (2) pembelajaran bahasa yang komunikatif yang mencakup pendekatan komunikatif bersama metodologi dan teknik-tekniknya. variasi kognitif.

semua peserta penelitian. kompetensi peneliti dalam bidang yang diteliti dan dalam pengumpulan data lewat pengamatan partisipan sangat menentukan kualitas proses tindakan dan pengumpulan data tentang proses tersebut. Selain itu. termasuk perubahan pemahaman Anda dan murid-murid terhadap peran masing-masing dan tindakan yang diambil sebagai akibat dari perubahan ini. dalam kasus di atas pada peneliti. Singkatnya. perlu dijaga agar tidak terjadi penyampuradukan antara deskripsi dan penafsiran. Misalnya faktor-faktor kepribadian (lihat Brown. Dalam pengamatan tersebut harus dijaga agar jangan sampai peneliti melakukan penilaian terhadap apa yang terjadi. diperlukan kompetensi lain untuk membuat catatan lapangan dan harian tentang apa yang terjadi. validitas katalitik dapat juga ditunjukkan dalam peningkatan pemahaman terhadap peran baru yang mesti dijalani guru dalam proses pembelajaran komunikatif. Sebaliknya. Seperti telah diuraikan di depan. Akan lebih baik jika para peneliti merekamnya dengan kaset audio atau audio-visual sehingga catatan lapangan dapat lengkap. 2000) seperti rasa takut salah dan malu melahirkan inhibition dan kecemasan. guru dan siswa. Kemudian. Validitas katalitik juga tercermin dalam adanya peningkatan pemahaman tentang perlunya menjaga agar hasil tindakan yang dilaksanakan tetap memotivasi semua yang terlibat untuk meningkatkan diri secara stabil alami dan . Validitas Katalitik terkait dengan kadar pemahaman yang Anda capai realitas kehidupan kelas Anda dan cara mengelola perubahan di dalamnya. upaya-upaya guru untuk mengorangkan siswa dengan mempertimbangkan pikiran dan perasaan serta mengapresiasi usaha belajarnya merupakan faktor positif yang memfasilitasi proses pembelajaran. Dalam kasus penelitian tindakan kelas bahasa Inggris yang dicontohkan di atas. Peran baru tersebut mencakup peran fasilitator dan peran penolong serta peran pemantau kinerja. validitas katalitik dapat dilihat dari segi peningkatan pemahaman guru terhadap faktorfaktor yang dapat menghambat dan factor-faktor yang memfasilitasi pembelajaran.

diijinkan untuk memeriksa semua data mentah yang terkait dengan yang sedang dikritisi. Dengan demikian. Secara khas. yang jika memerlukan. review sejawat dalam PTK berarti dialog dengan guru-guru lain. 1999: 164). observasi. proses yang sama dilakukan dengan sejawat peneliti tindakan lainnya. Sama halnya. Trianggulasi waktu dapat dilakukan dengan mengumpulkan data dalam waktu yang berbeda. dan/atau gagasannya. Trianggulasi untuk Mengurangi Subjektivitas Bagaimana Anda meningkatkan validitas PTK Anda? Tidak lain dengan meminimalkan subjektivitas melalui trianggulasi. setelah seorang peserta mengungkapkan pandangan.berkelanjutan. Bentuk lain dari trianggulasi adalah: trianggulasi waktu. yaitu secara beriringan dengan pemenuhan kriteria demokratik. trianggulasi peneliti. nilai atau kebaikan penelitian dipantau melalui tinjauan sejawat untuk publikasi dalam jurnal akademik. Validitas Dialogik sejajar dengan proses review sejawat yang umum dipakai dalam penelitian akademik. trianggulasi ruang. dia akan meminta peserta lain untuk menanggapinya secara kritis sehingga terjadi dialog kritis atau reflektif. Yaitu. bisa lewat sarasehan atau dialog reflektif dengan ‘teman yang kritis’ atau pelaku PTK lainnya. kecenderungan untuk terlalu subjektif dan simplistik akan dapat dikurangi sampai sekecil mungkin. Kriteria validitas dialogis ini dapat juga mulai dipenuhi ketika penelitian masih berlangsung. Semua upaya memenuhi tuntutan validitas katalitik ini dilakukan melalui siklus perencanaan tindakan. dan refleksi. seperti telah disebut di atas. Untuk memperkuat validitas dialogik. sedapat mungkin meliputi rentangan waktu tindakan dilaksanakan dengan frekuensi yang memadai untuk menjamin bahwa efek perilaku tertentu bukan . pendapat. dan trianggulasi teoretis (Burns. yang semuanya dapat bertindak sebagai ‘jaksa tanpa kompromi’. Anda sebagai pelaku PTK dapat menggunakan metode ganda dan perspektif kolaborator Anda untuk memperoleh gambaran kaya yang lebih objektif. pelaksanaan.

tengah dan siang pada hari yang berbeda dan jumlah pengamatan yang memadai. ada dua atau tiga kelas yang dijadikan ajang penelitian yang sama dan data yang sama dikumpulkan dari kelas-kelas tersebut. Misalnya. dua atau tiga peserta penelitian dapat mengamati proses pembelajaran yang sama dalam waktu yang sama pula.hanya suatu kebetulan. Mengapa tidak mungkin? Karena akan bertentangan dengan ciri khas penelitian tindakan itu sendiri. Trianggulasi ruang dapat dilakukan dengan mengumpulkan data yang sama di tempat yang berbeda. Misalnya. katakanlah 4-5 kali. Mengapa? Karena situasi PTk terus berubah dan proses PTK bersifat transformatif tanpa kendali apapun (alami) sehingga sulit untuk mencapai tingkat reliabilitas yang tinggi. Cara-cara meyakinkan orang atas reliabilitas PTK termasuk: menyajikan (dalam lampiran) data asli seperti transkrip wawancara dan catatan lapangan (bila hasil penelitian dipublikasikan). Penilaian peneliti menjadi salah satu tumpuan reliabilitas PTK. Misalnya. dan konstruktivis. perilaku tertentu yang menyiratkan motivasi dapat ditinjau dari teori motivasi aliran yang berbeda: aliran behavioristik. yang salah satunya adalah kontekstual/situasional dan terlokalisasi. Trianggulasi peneliti dapat dilakukan dengan pengumpulan data yang sama oleh beberapa peneliti sampai diperoleh data yang relatif konstan. Trianggulasi teoretis dapat dilakukan dengan memaknai gejala perilaku tertentu dengan dituntun oleh beberapa teori yang berbeda tetapi terkait. data tentang proses pembelajaran dengan seperangkat teknik tertentu dapat dikumpulkan pada jam awal. padahal tingkat reliabilitias tinggi hanya dapat dicapai dengan mengendalikan hampir seluruh aspek situasi yang dapat berubah (variabel) dan hal ini tidak mungkin atau tidak baik dilakukan dalam PTK. menggunakan lebih dari satu . kognitif. Dalam contoh proses pembelajaran bahasa Inggris di atas. dengan perubahan yang menjadi tujuannya. Reliabilitas Reliabilitas data PTK Anda secara hakiki memang rendah.

(2) tumbuhnya kreativitias dan pemikiran kritis lewat interaksi terbuka yang bersifat reflektif/evaluatif dalam PTK. Persyaratan Keberhasilan PTK Agar PTK berhasil. (3) konsepsi proses kelompok yang menuntut pemimpin kelompok yang demokratis dengan kepekaan tinggi terhadap kebutuhan dan keinginan anggota-anggota kelompoknya dalam situasi tertentu. dan (4) meningkatnya kesepakatan lewat kerja sama demokratis dan dialogis dalam PTK (silakan lihat Passow. dan Draper. 1982): (1) tumbuhnya rasa memiliki melalui kerja sama dalam PTK. (3) dalam kerja sama ada saling merangsang untuk berubah. (2) kesempatan yang memadai untuk menemukan sesuatu yang baru. (4) waktu yang tersedia untuk melakukan percobaan. 1985). Kelebihan dan Kekurangan PTK PTK memiliki kelebihan berikut (Shumsky. (3) dorongan untuk mengemukakan gagasan baru. . Miles. dan (6)pengetahuan tentang dasar-dasar proses kelompok oleh peserta penelitian. 1988): (1) kesediaan untuk mengakui kekurangan diri.sumber data untuk mendapatkan data yang sama dan kolaborasi dengan sejawat atau orang lain yang relevan. persyaratan berikut harus dipenuhi (Hodgkinson. (2) rendahnya efisiensi waktu karena Anda harus punya komitmen peneliti untuk terlibat dalam prosesnya sementara Anda masih harus melakukan tugas rutin . padahal tidak mudah untuk mendapatkan pemimimpin demikian. PTK Anda juga memiliki kelemahan: (1) kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam teknik dasar penelitian pada Anda sendiri karena terlalu banyak berurusan dengan hal-hal praktis. (5) kepercayaan timbal balik antar orang-orang yang terlibat.

Penelitian Tindakan Kolaboratif Kolaborasi atau kerja sama perlu dan penting dilakukan dalam PTK karena PTK yang dilakukan secara perorangan bertentangan dengan hakikat PTK itu sendiri (Burns. antara guru dan peneliti. yaitu yang dilakukan oleh sekelompok peneliti melalui kerja sama dan kerja bersama. dan sejawat di negara lain (Wallace. (3) optimalisasi fungsi PTK kolaboratif dengan mencakup gagasan-gagasan dan harapanharapan semua orang yang terlibat dalam situasi terkait. Sejauh dapat dilakukan. 1999). disitir oleh Cohen & Manion. sejawat dari lembaga/sekolah lain. Butir-butir tentang prakarsa yang perlu dipertimbangkan dalam PTK Anda (Burns. Kolaborasi atau kerja sama dalam melakukan penelitian tindakan dapat dilakukan dengan: mahasiswa. kepedulian dan persyaratan yang diungkapkan oleh semua pihak Anda . (4) pengaruh langsung hasil PTK pada Anda sebagai guru dan murid-murid Anda serta sekaligus pada situasi dan kondisi yang ada. dan diseminasi (Burns. agenda PTK tindakan hendaknya ditarik dari kebutuhankebutuhan. sejawat dengan wilayah keahlian yang berbeda (misalnya antara guru dan pendidik guru. (2) penelitian kelompok tersebut dapat dilaksanakan melalui tindakan anggota kelompok perorangan yang diperiksa secara kritis melalui refleksi demokratik dan dialogis. sejawat dalam jurusan/sekolah/lembaga yang sama. dalam Burns. 1999: 207-208). 1999: 207): 1. pelaksanaan. 1985. 1999: 31): (1) penelitian tindakan yang sejati adalah penelitian tindakan kolaboratif. 1998). Hill & Kerber. antara guru dan manajer). 1967. Beberapa butir penting tentang PTK kolaboratif Kemmis dan McTaggart (1988: 5. sejawat dalam disiplin ilmu yang berbeda (misalnya antara guru bahasa asing dan guru bahasa ibu). Prinsip-prinsip penelitian tindakan kolaboratif Tiga tahap PTK kolaboratif adalah: prakarsa.

dan/atau orangtua murid) yang terlibat dalam konteks pembelajaran/kependidikan di kelas/sekolah Anda. metode. dan kepala sekolah (yang mungkin diperlukan dukungan kebijakannya). PTK Anda hendaknya bersifat antardisipliner. sumber daya yang ada dan murid-murid sebagai sasaran penelitian. 2. dilaksanakan dan dievaluasi secara kolaboratif. minat dan keterlibatan Anda sebagai guru dan sejawat. pelaksanaan dan strategi evaluasi hendaknya Anda negosiasikan dengan pemangku kepentingan (stakeholders) terutama penelitian Anda. PTK Anda hendaknya direncanakan. yaitu sedapat mungkin didukung oleh wawasan dan pengalaman orang-orang dari bidang-bidang lain yang relevan. Namun demikian. yang ditemukan dalam kenyataan sehari-hari. sejawat. 5.sendiri. seperti ilmu jiwa. Jadi Anda dapat mencari masukan dari teman-teman guru atau dosen LPTK yang relevan. dan sosiologi serta budaya. PTK Anda hendaknya benar-benar memanfaatkan keterampilan. 6. kepala sekolah. Tujuan. 3. Dalam PTK. antropologi. murid-murid. 1999: 207-208): . sejawat. 4. murid-murid. PTK Anda hendaknya terpusat pada masalah-masalah pembelajaran kelas Anda. hasil PTK Anda daapt juga memberikan masukan untuk pengembangan teori pembelajaran bidang studi Anda. butir-butir pelaksanaan di bawah harus dipertimbangkan (Burns. Metodologi PTK Anda hendaknya ditentukan dengan mempertimbangkan persoalan pembelajaran kelas Anda yang sedang diteliti.

2. misalnya. Proses penelitian kolaboratif memperkuat kesempatan bagi hasil penelitian tentang praktik pendidikan untuk diumpanbalikkan ke sistem pendidikan dengan cara yang lebih substansial dan kritis.1. Bentuk pelaporan hasil penelitian tindakan ditentukan oleh audiens sasaran. Anda sebagai pelaku PTK hendaknya berupaya memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melaksanakannya. penyebaran hasil penelitian dilakukan lewat simposium guru. Misalnya. PTK Anda akan berjalan dengan baik jika terkait dengan program peningkatan guru dan pengembangan materi di sekolah atau wilayah sendiri. PTK Anda selayaknya dilakukan dalam kelas sendiri. diseminasi. atau seminar daerah. Proses tersebut mendorong guru untuk . 4. 3. Jaringan kerja dan mekanisme yang tersedia di dalam lembaga pendidikan Anda hendaknya digunakan untuk menyebarkan hasil penelitian terkait. Dalam tahap diseminasi PTK perlu dipertimbangkandua butir berikut (Burns. Upayakan mendapatkan dari pemimpin dukungan dan bantuan secara terus menerus dalam tahap-tahap pelaksanaan. Jika audiens sasarannya adalah guru-guru bahasa Inggris di SD. bentuk laporannya berbeda dengan jika audiens sasarannya adalah pendidik guru bahasa Inggris di universitas. PTK Anda hendaknya dipadukan dengan komponen evaluasi. dan tindak-lanjut penelitiannya. sarasehan MGMP. 1999: 208) 1. 2. Kelebihan dan Kelemahan PTK Kolaboratif Apa kelemahan dan kelebihan PTK? Kelebihannya seperti dikatakan Burns (1999: 13) sebagai berikut.

dan (3) Motivasi yang timbal lewat dinamika kelompok yang benar. populasi yang lebih besar). mungkin dengan menggunakan teknik penelitian yang berbeda (yaitu menggunakan trianggulasi). ada kelebihan lain dari PTK kolaboratif (Wallace. Kelemahan terbesar PTK kolaboratif terkait dengan sulitnya mencapai keharmonisan kerjasama antara orang-orang yang berlatar belakang yang berbeda. yaitu keterlibatan orang lain akan mempermudah penyelidikan terhadap satu persoalan dari sudut yang berbeda. (2) Validitas dan reliabilitas. Penelitian tindakan kolaboratif secara potensial lebih memberdayakan daripada penelitian tindakan yang dilakukan secara individu karena menawarkan kerangka kerja yang mantab untuk perubahan keseluruhan. makin banyak data dapat dikumpulkan. seperti yang tersirat dalam pertanyaan-pertanyaan berikut: Apa yang akan kita lakukan? Mengapa kita menangani masalah ini? (Apakah kita memiliki motivasi yang sama. atau motivasi yang berbeda?) Bagaimana kita akan melakukannya? (Siapa melakukan apa dan kapan?) Berapa banyak waktu masing-masing dari kita akan siap dihabiskan untuk . Proses kelompok dan tekanan kolektif kemungkinan besar akan mendorong keterbukaan terhadap perubahan kebijakan dan praktik. 1998: 209-210): (1) kedalaman dan cakupan.berbagi masalah-masalah umum dan bekerja sama sebagai masyarakat penelitian untuk memeriksa asumsi. yang artinya makin banyak orang terlibat dalam proyek penelitian tindakan. Selain itu. di mana bekerja sebagai anggota tim lebih bersemangat daripada bekerja sendiri. apakah dalam hal kedalaman (misalnya studi kasus kelas bahasa Inggris) atau dalam hal cakupan (misalnya beberapa studi kasus suplementer. 1998: 210). atau dalam keduanya dan ini disebabkan makin banyak perspektif yang digunakan akan makin intensif pemeriksaan terhadap data atau makin luas cakupan persoalan dalam hal tim peneliti saling berkolaborasi dalam meneliti kelasnya masing-masing. Hal ini dapat dipecahkan dengan membicarakan aturan-aturan dasar (Wallace. nilai dan keyakinan yang sedang mereka pegang dalam kultur sosio-politik lembaga tempat mereka bekerja.

keperluan ini? Berapa sering kita akan bertemu, di mana dan kapan? Apa hasil akhir yang diharapkan? (Suatu ceramah atau artikel; atau sekadar pengalaman yang sama?) Analisis Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Tindak Lanjut Dan Penulisan Laporan Ditulis pada Januari 13, 2008 oleh H.Sofa, S.IP, M.Pd. Analisis Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Tindak Lanjut Dan Penulisan Laporan Hal-hal yang perlu diperhatikan pada proses analisis hasil PTK 1. Data penelitian tindakan kelas pada dasarnya dikumpulkan oleh guru yang berperan sebagai peneliti dan pengajar, dan jika perlu dapat dibantu oleh teman sejawat. Data tersebut lebih banyak bersifat kualitatif, meski ada juga yang berupa data kuantitatif. 2. Analisis data adalah upaya yang dilakukan oleh guru yang berperan sebagai peneliti untuk merangkum secara akurat data yang telah dikumpulkan dalam bentuk yang dapat dipercaya dan benar. 3. Sehubungan dengan butir 2, maka analisis data dilakukan dengan cara memilih, memilah, mengelompokkan, data yang ada, merangkumnya, kemudian menyajikan dalam bentuk yang mudah dibaca atau dipahami. Penyajian hasil analisis data kualitatif dapat dibuat dalam bentuk uraian singkat, bagan alur, atau tabel sesuai dengan hakikat data yang dianalisis. 4. Data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif untuk menemukan persentase, dan nilai rata-rata. Penyajian hasil analisis dapat dilakukan dengan membuat tabel distribusi atau grafik.

5. Interpretasi data adalah upaya peneliti untuk menemukan makna dari data yang dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Interpretasi ini pada gilirannya akan menjadi temuan penelitian. 6. Analisis yang akurat dan cara penyajian yang tepat akan memungkinkan tafsiran/interpretasi hasil penelitian yang akurat dan valid itu. Oleh karena itu, guru harus sangat berhati-hati dalam melakukan analisis. Kekurang-akuratan dapat diminimalkan dengan melakukan “cross check” dengan sumber data atau dengan data lain yang sejenis. 7. Agar mampu melakukan analisis data, guru harus banyak melakukan latihan dan bekerja dalam kelompok. 8. Menyimpulkan adalah mengikhtisarkan atau memberi pendapat berdasarkan apa-apa yang diuraikan sebelumnya. Sejalan dengan itu, kesimpulan atau simpulan adalah kesudahan pendapat atau pendapat terakhir yang dibuat berdasarkan uraian sebelumnya. 9. Dalam kaitan dengan PTK, kesimpulan harus disusun secara singkat, padat, dan jelas; sesuai dengan uraian, dan mengacu kepada pertanyaan penelitian/tujuan perbaikan. Di samping itu, kesimpulan harus disusun secara sistematis sesuai dengan urutan pertanyaan penelitian/tujuan perbaikan. 10. Penyusunan kesimpulan seyogianya dilakukan melalui langkahlangkah: (1) memeriksa dan memahami pertanyaan penelitian/tujuan perbaikan, (2) mencermati, menganalisis, dan mensintesis deskripsi temuan, (3) menulis kesimpulan untuk setiap pertanyaan penelitian/tujuan perbaikan, (4) mengurutkan setiap butir kesimpulan sesuai dengan urutan pertanyaan penelitian/tujuan perbaikan, serta (5) memeriksa kesesuaian antara pertanyaan penelitian/tujuan perbaikan dengan deskripsi temuan, dan kesimpulan.

11. Saran dimaknai sebagai: pendapat (usul, anjuran, cita-cita) yang dikemukakan untuk dipertimbangkan. Dalam kaitan dengan PTK, saran merupakan pemikiran yang diajukan oleh guru peneliti untuk menindaklanjuti hasil penelitiannya. 12. Saran tindak lanjut hasil PTK harus memenuhi rambu-rambu: (1) bersumber atau sesuai dengan kesimpulan, (2) bersifat kongkret, operasional, dan penting, sehingga menarik untuk dilaksanakan oleh guru, (3) jelas sasarannya, apakah ditujukan kepada guru atau sekolah, atau barangkali instansi lain, serta (4) dapat meliputi hal-hal yang berkaitan dengan metodologi penelitian. 13. Pembuatan saran dapat dilakukan melalui langkah-langkah: (1) mencermati kesimpulan hasil PTK, (2) mengkaji aspek-aspek dari kesimpulan tersebut yang perlu ditindaklanjuti, baik oleh guru peneliti, guru lain, maupun sekolah, (3) menetapkan kepada siapa saran tersebut akan ditujukan, serta (4) menulis saran.

Tindak Lanjut Hasil Perbaikan Cara Penulisan Laporan Hasil PTK 1. Laporan PTK adalah laporan yang ditulis secara sistematis berdasarkan penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri. Laporan ini ditulis karena merupakan dokumen yang dapat dijadikan acuan, harus diserahkan kepada pihak sponsor, serta dapat diketahui oleh umum, terutama oleh para guru yang barangkali mengalami masalah yang sama dengan yang dilaporkan. 2. Sistematika laporan PTK pada umumnya tidak jauh berbeda dari laporan penelitian formal. Sesuai dengan format Laporan PTK yang

kelas. dan pentingnya masalah dipecahkan). maka Sistematika Laporan PTK dibuat sebagai berikut. mata pelajaran. Pendahuluan PENELITIAN TINDAKAN KELAS Judul Pengesahan a. b. Subjek Penelitian (Lokasi. Kesimpulan dan Saran . Latar Belakang Masalah (data awal dalam mengidentifikasi masalah. pelaksanaan. refleksi). Tujuan Penelitian d. 3. LAPORAN Halaman Lembar Abstrak Daftar Isi 1. refleksi) 4. 5. Rumusan Masalah c. Deskripsi per siklus (data tentang rencana.terdapat dalam Panduan Direktorat Jenderal Pendidikan. lengkap dengan data. b. Pembahasan dari setiap siklus. pengamatan. analisis masalah. keberhasilan dan kegagalan. pengamatan/pengumpulan data/instrumen. dan karakteristik siswa) b. Kajian Pustaka Pelaksanaan Penelitian a. Manfaat Penelitian 2. Hasil Penelitian dan Pembahasan a. Deskripsi per Siklus: (rencana. waktu.

2. 7. dan disertai dengan pembahasan mengapa hasilnya seperti itu. Pendahuluan memuat latar belakang munculnya masalah. Judul penelitian hendaknya menggambarkan aktivitas perbaikan yang dilaksanakan sebagai fokus PTK.1. mulai dari masalah. mulai dari perencanaan. orang akan mendapat gambaran umum mengenai PTK yang dilaporkan. prosedur pelaksanaan per siklus. hasil dan pembahasan. yang dapat dijadikan acuan dalam merancang perbaikan dan membahas hasil penelitian. Kajian pustaka menguraikan tentang berbagai teori/hasil penelitian yang terkait dengan masalah penelitian. refleksi. Kesimpulan dan saran berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan saran untuk menindaklanjuti hasil penelitian tersebut. pelaksanaan penelitian. 5. yang berisi penjelasan tentang keberhasilan dan kelemahan yang terjadi. 6. Saran Daftar Lampiran Pustaka 1. pelaksanaan pengamatan. serta kesimpulan dan saran. . pelaksanaan. Kesimpulan 2. pengumpulan data. Bagian ini didukung dengan tabel dan grafik. serta tujuan dan manfaat penelitian. analisis dan perumusan masalah. Dengan membaca abstrak. Pelaksanaan penelitian mengungkapkan tentang subjek penelitian. mulai dari perencanaan. 3. 4. Abstrak memuat sari pati dari setiap komponen penelitian. dan cara refleksi. Hasil Penelitian dan Pembahasan menyajikan hasil penelitian setiap siklus dengan data lengkap. tujuan penelitian.

Ketentuan ini mencakup. kalimat cukup lugas dan memenuhi unsur-unsur kalimat sempurna. asal digunakan secara konsisten. 4. Cara mengutip mengikuti . Kata/istilah yang digunakan dalam laporan seyogianya merupakan kata/istilah baku yang diketahui oleh umum. menuntut penulis memperhatikan kaidah-kaidah bahasa tulis. (2) struktur kalimat. Sistem penomoran dapat menggunakan sistem digit atau campuran angka dan huruf. cara mengutip. Kejujuran menuntut penulis jujur terhadap diri sendiri dan orang lain dengan cara mengungkapkan dan menafsirkan data/informasi apa adanya tanpa dicampuri oleh kepentingan pribadi. Dalam hal ini. sehingga tingkat keterbacaan laporan menjadi tinggi. Pengutipan berkaitan dengan mengutip atau menggunakan pendapat orang lain dalam tulisan. seperti: (1) etika penulisan. 2. yang disusun berdasarkan abjad dengan menggunakan gaya penulisan tertentu Diseminasi Hasil PTK 1. dan (3) pengutipan. Keobjektifan menuntut penulis menyajikan informasi sebagaimana adanya. sistem penomoran. serta huruf.8. paragraf merupakan paparan buah pikiran yang utuh. dan margin. spasi. Daftar Pustaka memuat semua sumber yang digunakan sebagai acuan. Dalam menulis laporan PTK. Etika penulisan mencakup: (1) kejujuran. dan (4) ejaan. (3) paragraf. serta (3) berbagai ketentuan teknis. serta cara penulisan harus mengikuti aturan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). sehingga apa yang dibaca oleh pembaca memang benar adanya. Kaidah bahasa tulis paling tidak mencakup: (1) pilihan kata. perlu diperhatikan berbagai ketentuan. penulis harus mencantumkan sumber kutipan dengan mengikuti aturan yang berlaku. (2) penggunaan bahasa Indonesia ragam tulis. Penggunaan bahasa Indonesia ragam tulis. tanpa manipulasi. 3. Ketentuan teknis berkaitan dengan penampilan laporan yang mudah dibaca. Ketiga aspek ini sangat berkaitan erat. (2) keobjektifan.

Laporan PTK dapat didiseminasikan melalui berbagai pertemuan tatap muka seperti seminar. sedangkan huruf yang digunakan adalah Times New Roman atau Arial dengan font size 12. Sumber Buku Penelitian Tindakan Kelas Karya I GAK Wardani . di samping melalui berbagai media. 5. rapat kerja.5. kelompok kerja guru (MGMP dan PKG). dan 3 cm dari pinggir kanan dan bawah. atau buletin. jurnal. seperti majalah. spasi 1.aturan American Psychology Association (APA). serta margin 4 cm dari pinggir kiri dan atas.

Di samping itu dapat memperankan guru sebagai pendidik sekaligus dapat berperan sebagai peneliti dalam memecahkan masalah pendidikan. Penelitian tindakan kelas terjadi apabila guru ingin tahu dan ingin memecahkan masalah untuk memperbaiki mutu pendidikan. merancang model PTK sesuai dengan permasalahan. mengidentifikasi masalah. melakukan identifikasi komponen-komponen pendukung yang diperlukan melakukan pengaturan dan penyusunan jadwal kegiatan yang akan dilakukan. kelaikan solusi atau pilihan pemecahan masalah. yaitu gabungan antara penelitian tindakan dan penelitian kelas. Seorang guru yang melakukan penelitian tindakan di dalam kelas. menganalisis masalah dan menentukan faktor-faktor yang diduga sebagai penyebab utama merumuskan gagasan-gagasan pemecahan masalah bagi faktor penyebab utama yang gawat dengan mengumpulkan data dan menafsirkannya untuk mempertajam gagasan tersebut dan untuk merumuskan hipotesis tindakan sebagai pemecahan masalah. menyusun desain tindakan sesuai dengan model PTK dan jadwal kegiatan. Langkah-langkah penelitian kelas meliputi. untuk itu ia melakukan tindakan yang berhubungan dengan situasi kelasnya. Langkah-langkah dalam penelitian kelas meliputi. rencana kegiatan tindakan dan keadaan situasi kelas mengatur langkah-langkah tindakan yang akan dilakukan. .Penelitian Tindakan Kelas dan Masalah Pendidikan Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pendekatan dalam memecahkan masalah pendidikan. dikatakan melakukan penelitian tindakan kelas.

4. serta (3) menelaah berbagai dokumen seperti pekerjaan rumah siswa. kaji teori-teori yang relevan. Masalah yang sudah diidentifikasi perlu dianalisis agar akar penyebab masalah dapat kita temukan. Kemudian. 1. perlu dilakukan identifikasi masalah. Masalah pembelajaran sangat beragam. 3. bahkan dengan kepala sekolah atau dosen LPTK. mengapa masalah tersebut sampai terjadi: (2) bertanya kepada siswa baik melalui angket maupun wawancara langsung tentang persepsinya terhadap pembelajaran. soal-soal ulangan. serta hasil ulangan/latihan siswa. yang akan dicari jawabannya dalam PTK. Pertama. Analisis masalah dapat dilakukan paling tidak dengan tiga cara: yaitu: (1) merenungkan kembali masalah tersebut dengan melakukan introspeksi/refleksi melalui pertanyaan yang ajukan pada diri sendiri. kita dapat merumuskan masalah pembelajaran dalam bentuk masalah/pertanyaan penelitian. . mengandung aspek yang akan diperbaik’ dan upaya memperbaikinya. Berdasarkan akar penyebab masalah. Identifikasi masalah dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti: melakukan refleksi untuk mendiagnosis pembelajaran yang kita kelola. Analisis berakhir jika akar penyebab masalah sudah ditemukan. hasil belajar siswa. melihat hasil belajar siswa. yang diperkirakan dapat mengatasi masalah pembelajaran. Sehubungan dengan itu. atau kurangnya motivasi siswa dalam belajar. Untuk menemukan masalah. atau melakukan diskusi dengan teman sejawat. Untuk mengembangkan tindakan perbaikan perlu dilakukan hal-hal berikut. Setelah masalah dirumuskan. 2. seperti masalah yang berkaitan strategi pembelajaran. rumusan masalah dibuat dalam bentuk kalimat tanya. hal berikut yang perlu dilakukan adalah mengembangkan tindakan perbaikan.Cara Membuat Proposal PTK Menemukan masalah pembelajaran merupakan langkah awal dalam PTK. sarana dan fasilitas pembelajaran.

2.tetapkan teori mana yang kira-kira sesuai diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut. soal. Untuk membuat RPP yang akurat dan dapat diandalkan dalam pelaksanaan. kita dapat mengingat pengalaman kita sendiri dalam mengatasi masalah yang serupa. dan kunci jawaban dicantumkan secara lengkap. berdiskusi dengan pakar pembelajaran/pakar bidang studi untuk menemukan cara perbaikan atau memvalidasi teori yang sudah ditetapkan. lembar observasi harus disepakati terlebih dahulu. Bagaimana pendapat Anda tentang rangkuman tersebut? Apakah sudah memuat butir-butir yang Anda anggap penting? Bagaimana pula dengan rangkuman yang Anda buat sendiri? Jangan kecewa jika rangkuman itu tidak sama. dalam RPP terdapat tujuan perbaikan. Prosedur dan alat pengumpul data dtentukan berdasarkan masalah dan tujuan perbaikan. Format dapat disesuaikan dengan format yang berlaku di sekolah masing-masing. deskripsi kegiatan lebih rinci. perlu dilakukan langkah-langkah: (1) membuat skenario pembelajaran. pertanyaan. (4) mensimulasikan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan RPP untuk melihat kelayakannya. Jika guru meminta teman sejawat untuk mengobservasi pelaksanaan perbaikan. Ketiga. (2) menyiapkan sarana dan fasilitas pembelajaran. sedangkan dalam RP unsurunsur tersebut tidak selalu ditulis. Sekarang bersiaplah mengerjakan Tes Formatif 2. untuk menguji tingkat penguasaan Anda. 3. Karena data yang . (3) menyusun RPP secara lengkap. Kedua. serta (5) menyempurnakan RPP berdasarkan hasil simulasi. Bedanya. Perencanaan Kegiatan 1. Rencana Perbaikan Pembelajaran (RP) dibuat dengan menggunakan format yang hampir sama dengan format Rencana Pembelajaran (RP).

personalia penelitian. catatan guru. 2. juga terdapat komponen pendukung/komponen administratif. wawancara berdasarkan panduan wawancara. 6. (2) pemecahan masalah. biaya penelitian. Format proposal biasanya ditentukan oleh sponsor/ penyelenggara. 5. 4. Kajian Pustaka. Bagaimana dengan rangkuman yang Anda buat? Apakah sudah memuat konsep-konsep esensial yang diperlukan dalam merencanakan dan membuat proposal PTK? Jika belum. Judul.dikumpulkan lebih cenderung kepada data kualitatif. yang terdiri dari: (1) perumusan masalah. Sumber Buku Penelitian Tindakan Kelas Karya I GAK Wardani . 3. dan lampiran. Dari segi administratif proposal dapat bervariasi. namun dari segi substansi ke-PTK-an. seperti:jadwal penelitian. dan refleksi. yang memuat latar belakang munculnya masalah serta akar penyebab masalah. Rencana dan Prosedur Penelitian. Anda dapat melengkapinya. 1. Bidang Kajian. (3) tujuan penelitian. Pendahuluan. Proposal PTK diperlukan jika guru ingin ikut perlombaan PTK atau mendapat dana untuk melaksanakan PTK yang diusulkan. untuk menguji tingkat penguasaan Anda. Komponen kunci sebuah proposal PTK adalah sebagai berikut. 4. Kini tiba saatnya Anda mengerjakan Tes Formatif 2. Perumusan dan pemecahan masalah. dan (4) manfaat penelitian. maka prosedur dan alat pengumpul data dapat berupa observasi dengan menggunakan lembar observasi. pada umumnya sama. Di samping komponen kunci.

Karya tulis atau makalah yang berisi tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang pendidikan. Terdapat lima macam kegiatan Guru yang termasuk kegiatan Pengembangan Profesi: Membuat Menemukan Membuat Menciptakan Mengikuti Macam karya kegiatan tulis/karya alat Karya Tulis Teknologi peraga karya pengembangan ilmiah yang dapat atau Ilmiah di Tepat alat seni kurikulum dibuat Guru: bidang pendidikan Guna bimbingan Karya tulis ilmiah hasil penelitian. survai. . pengkajian. teknologi dan ketrampilan untuk peningkatan mutu baik bagi proses belajar mengajar dan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya. maupun dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan dan kebudayaan.PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH): SALAH SATU BENTUK KARYA TULIS ILMIAH UNTUK PENGEMBANGAN PROFESI GURU Kegiatan Pengembangan Profesi GURU adalah kegiatan Guru dalam rangka pengamalan ilmu dan pengetahuan. dan atau evaluasi di bidang pendidikan.

I K Apa : : Ilmiah: penelitian dilakukan sesuai kaidah bidang kebenaran keilmuan Kelas? ilmiah.Tulisan ilmiah populer di bidang pendidikan dan kebudayaan yang disebarluaskan melalui media massa. atau pelajaran modul. P : Perlu: permasalahan memang perlu. Konsisten: sesuai dengan Penelitian Tindakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau disebut juga dengan Classroom Action Research (CAR) adalah penelitian tindakan yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelas. harus memenuhi kriteria APIK: A : Asli: karya asli penyusun. Secara . gagasan atau ulasan ilmiah yang disampaikan dalam pertemuan Buku Diktat pelajaran ilmiah. Karya penerjemahan buku pelajaran/karya ilmiah yang bermanfaat bagi pendidikan. mempunyai manfaat. Prasaran yang berupa tinjauan. tidak mengada-ada. bukan plagiat. Apa Tujuan PTK? Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di kelas dan meningkatkan kegiatan nyata Guru dalam pengembangan profesionalnya. jiplakan atau disusun dengan tidak jujur. Fokus PTK adalah pada siswa atau pada proses belajar mengajar yang terjadi di kelas. Hasil dari PTK ini dapat ditulis sebagai karya tulis ilmiah. Guru. Karya tulis ilmiah yang berupa laporan hasil penelitian.

Mengapa PTK? Merupakan pendekatan bagi pemecahan masalah yang bukan sekedar trial and error. masukan. proses. dan hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah.rinci. tujuan PTK antara lain: Meningkatkan mutu isi. Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan. Membantu Guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah pembelajaran. khususnya jika dilakukan secara kolaboratif dengan peneliti dari PT. Menggarap masalah-masalah faktual yang dihadapi Guru dalam pembelajaran. . Guru Guru tidak perlu sebagai meninggalkan tugas peneliti utamanya Mengembangkan iklim akademik dan profesionalisme Guru. Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan.

diantaranya: Masalah belajar siswa di sekolah seperti permasalahan belajar di kelas.Dapat segera dilaksanakan dengan pada saat tujuan muncul kebutuhan. dilaksanakan. Dilaksanakan Murah perbaikan biayanya. kesalahan . harapan (berpotensi) dapat diselesaikan Penyelesaiannya merupakan perbaikan kualitas proses dan hasil pembelajaran Cakupan masalah untuk PTK cukup luas. Disain Analisis Manfaat Masalah Apa jelas yang data lentur/fleksibel seketika & Dapat Dikaji langsung melalui PTK? Berasal Benar-benar Menunjukkan dari kondisi mendesak nyata untuk untuk di lapangan.

mis-strategi.pembelajaran. miskonsepsi. pelaksanaan dan evaluas . dan peningkatan hasil belajar siswa. Pengembangan profesionalisme Guru dalam peningkatan mutu perancangan.

Masalah dapat dipecahkan bila kita melakukan penelitian. Kalau sudah bicara tentang ilmuwan. Setiap orang. dalam setiap detik dalam hidupnya akan mengalami sesuatu dan dari setiap pengalaman tersebut terdapat hikmah alias “inspirasi”. Padahal. melakukan. B. tentunya guru akan tertarik untuk meneliti. rumit alias susah binti sulit. bila kita bicara tentang penelitian. APAKAH PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) ITU? Pertanyaan di atas tentu akan menggelitik kita. Penelitian dimulai dari adanya masalah. Manusia selalu ingin mengetahui hal baru. Penelitian dapat dilakukan bila . atau menggali hal baru. Kurangnya budaya membaca menyebabkan guru kurang dapat menulis dengan baik. Orang yang belajar ternyata adalah orang yang pandai mengambil hikmah (inspirasi) dari setiap apa yang ia alami dalam setiap tarikan nafasnya. dan seterusnya). apakah itu pengetahuan. mencoba. maka gambaran yang terbersit dalam kacamata kita adalah pastilah sukar. Betapa tidak. menulis itu dimulai dari banyak membaca. keterampilan atau apapun. menulis karya ilmiah merupakan momok bagi para guru. merasakan. anggapan orang mengatakan penelitian itu pekerjaan seorang ilmuwan. mendengar. Benarkah demikian ? Mengapa sebagian guru merasa penelitian itu sulit? Apakah penelitian itu memerlukan dana yang besar sehingga harus menunggu bantuan? Selama ini. Kalau sudah banyak membaca.MENGUPAS TUNTAS PENELITIAN TINDAKAN KELAS MENGUPAS (Upaya Guru TUNTAS untuk PENELITIAN Kualitas TINDAKAN Pembelajaran melalui KELAS PTK) Meningkatkan A. satu hal penting yang pelru kita catat bahwa belajar terjadi dari peristiwa mengalami (melihat. Keinginan untuk belajar merupakan suatu peristiwa alami.PENDAHULUAN Belajar adalah merupakan suatu proses kontinyu yang tiada pernah berhenti sepanjang hayat masih dikandung badan.

Penelitian Tindakan atau Action research berbeda dengan penelitian formal. yaitu classroom action research dan collaborative action research.adanya upaya dari guru untuk memperbaiki kualitas pembelajarannya di sekolah. Perbedaan antara penelitian formal dengan classroom action research disajikan dalam tabel berikut. melaksanakan. Masalah PTK harus berawal dari guru itu sendiri yang berkeinginan memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajarannya di sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Jadi CAR bisa berarti dua hal. dua di antaranya adalah individual action research dan collaborative action research (CAR). sampai masalah itu terpecahkan. PTK atau Classroom action research (CAR) adalah action research yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. dalam rangka memecahkan masalah. Tabel 1. yang dilakukan secara siklus. Ada beberapa jenis Penelitian Tindakan. Namun demikian hasil action research dapat saja diterapkan oleh orang lain yang mempunyai latar belakang yang mirip dengan yang dimiliki peneliti. Perbedaan antara Penelitian Formal dengan Classroom Action Research Penelitian Classroom Dilakukan Dilakukan Sampel Kerepresentatifan oleh harus sampel tidak oleh guru Action orang itu Formal Research lain sendiri representative diperhatikan . dua-duanya merujuk pada hal yang sama. Penelitian Tindakan termasuk penelitian kualitatif walaupun data yang dikumpulkan bisa saja bersifat kuantitatif. yang bertujuan untuk menguji hipotesis dan membangun teori yang bersifat umum (general). sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat disebut Penelitian Tindakan Kelas (PTK). dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru. Action research lebih bertujuan untuk memperbaiki kinerja. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merencanakan. sifatnya kontekstual dan hasilnya tidak untuk digeneralisasi. Penelitian Tindakan pada hakikatnya merupakan rangkaian “riset-tindakan-riset-tindakan-riset-tindakan…”.

Metode paling utama adalah merefleksikan diri dengan tetap mengikuti kaidah-kaidah penelitian yang sudah baku dan bukan tradisional. temuan penelitian tradisional terkadang sangat sukar diterapkan untuk memperbaiki pembelajaran di sekolah.-. Dari berbagai pengalaman penelitian. Fokus penelitian berupa kegiatan pembelajaran.600. guru harus bertindak sebagai pengajar sekaligus peneliti. Sehubungan hal itu.000. dan (3) pertemuan ilmiah guru.000. maupun nasional. . Guru adalah orang yang paling akrab dengan kelasnya dan biasanya interaksi yang terjadi antara guru-siswa berlangsung secara unik.653.-. Fasli Jalal (2006) dalam makalahnya berjudul "Peningkatan Mutu Pendidikan" mengatakan bahwa. "Pada tahun 2007 pemerintah telah memprogramkan tiga kegiatan utama peningkatan profesional guru berkelanjutan berkolaborasi dengan LPTK dan menyediakan dana block grant untuk itu.837 guru dengan alokasi dana sebesar Rp. baik di tingkat kabupaten. Keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan kreatif dan inovatif yang bersifat pengembangan mempersyaratkan guru untuk mampu melakukan PTK di kelasnya. 13.000 guru dengan alokasi dana sebesar Rp. (2) bimbingan karya tulis ilmiah bagi 10. 50.000. Guru pun mempunyai hak otonomi untuk menilai sendiri kinerjanya. Karena itu arahan atau petunjuk untuk melakukan PTK dan sumber dananya sangat diperlukan oleh para guru.Instrumen Instrumen Menuntut Tidak Tidak Mengembangkan Memperbaiki yang harus valid penggunaan diperlukan selalu praktik analisis dan valid reliabel dan tidak yang analisis statistik reliabel diperhatikan statistic rumit hipotesis hipotesis teori Mempersyaratkan menggunakan pembelajaran secara langsung Dalam PTK. Pemerintah juga memberikan hak cuti kepada guru yang akan melaksanakan kegiatan penelitian dan penulisan buku pelajaran”. provinsi. (1) penelitian tindakan kelas (PTK) bagi 3. yakni kegiatan.000.

MANFAAT PTK BAGI GURU Manfaat PTK bagi guru sangat banyak sekali Diantaranya adalah membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran. PTK sangat penting untuk meningkatkan apresiasi. dan keterampilannya. Namun demikian harus dapat dibedakan antara pengamatan dengan refleksi. Merenunglah barang sejenak. IVA ke IVB yang mengharuskan guru untuk menuliskan karya tulis. Pengamatan lebih cenderung kepada proses. Apalagi dengan adanya program sertifikasi dari pemerintah. Adanya masalah yang dirasakan sendiri oleh guru dalam pembelajaran di kelasnya merupakan awal dimulainya PTK. tidak dimungkinkan melakukan generalisasi karena sampel sangat terbatas. Begitu pun untuk guru sekolah swasta. dan sangat baik akibatnya bila guru sekolah negeri atau PNS akan naik pangkat. meningkatkan profesionalitas guru. mengamati. dan profesionalisme guru dalam mengajar. yang diantaranya : validitasnya yang masih sering disangsikan. sedangkan refleksi merupakan perenungan dari proses yang sudah dilakukan. kemudian merencanakan PTK dalam bentuk tindakan perbaikan. Setiap hari guru menghadapi banyak masalah. seakan-akan masalah itu tidak ada putusputusnya. Masalah tersebut dapat berupa masalah yang berhubungan dengan proses dan hasil belajar siswa yang tidak sesuai dengan harapan guru atau hal-hal lain yang berkaitan dengan perilaku mengajar guru dan perilaku belajar siswa. dan melakukan refleksi. memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan.C. guru menjadi terbiasa menulis. meningkatkan rasa percaya diri guru. Langkah menemukan masalah akan dilanjutkan dengan menganalisis dan merumuskan masalah. khususnya dari gol. Namun demikian. peran guru yang ‘one man show’ bertindak sebagai pengajar dan sekaligus peneliti sering kali membuat dirinya menjadi sangat repot (very busy). PTK sebagai salah satu metode penelitian memiliki beberapa keterbatasan. . Anda akan segera menemukan kembali seribu satu masalah yang telah merepotkan Anda selama ini. Dengan melakukan PTK. atau mengobrollah dengan teman sejawat. Oleh karena itu guru yang tidak dapat menemukan masalah untuk PTK sungguh ironis.

dan waktu siklus yang baik lamanya sekitar enam bulan atau satu semester. dan refleksi pada siklus kedua. (3) pengamatan (observing). biasanya lebih dari dua siklus. Dialah orang pertama yang memperkenalkan action research. terutama classroom action research. Dengan demikian. Perencanaan itu harus diwujudkan dengan adanya tindakan (acting) dari guru berupa solusi dari tindakan sebelumnya. dan refleksi merupakan satu siklus dan dalam PTK siklus selalu berulang. barangkali guru akan menemukan masalah baru atau masalah lama yang belum tuntas dipecahkan. Konsep pokok action research menurut Kurt Lewin terdiri dari empat komponen. dibutuhkan perencanaan (planning) yang matang setelah kita tahu ada masalah dalam pembelajaran kita. barulah guru dapat melakukan refleksi (reflecting) dan dapat menyimpulkan apa yang telah terjadi dalam kelasnya. SIKLUS PTK Untuk melaksanakan PTK. Siklus yang baik. mengamati. berdasarkan hasil tindakan atau pengalaman pada siklus pertama guru akan kembali mengikuti langkah perencanaan. tindakan. Setelah satu siklus selesai. Setelah diamati. tindakan.D. Lalu kemudian diadakan pengamatan (observing) yang teliti tentang proses pelaksanaannya. yaitu : (1) perencanaan (planning). (2) tindakan (acting). dilanjutkan ke siklus kedua dengan langkah yang sama seperti pada siklus pertama. Keempat langkah utama dalam PTK yaitu merencanakan. pengamatan. Hubungan keempat . Keempat langkah dalam setiap siklus dapat digambarkan sebagai berikut : Perencanaan Tindakan Pengamatan Refleksi Siklus Gambar Siklus PTK Model Kurt I Lewin Model Kurt Lewin menjadi acuan pokok atau dasar dari berbagai model action research. dan (4) refleksi (reflecting).

Masalah yang satu boleh jadi merupakan penyebab dari masalah yang lain sehingga pemecahan terhadap yang satu akan berdampak pada yang lain. Tahap perencanaan PTK terdiri atas mengidentifikasi masalah. dan nilai prerekuisit. Masalahmasalah itu berbeda satu sama lain dalam hal kepentingan atau nilai strategisnya. nilai strategis. maupun yang bersifat instruksional. Guru tidak mungkin memecahkan semua masalah yang teridentifikasikan itu secara sekaligus. serta merencanakan perbaikan. Mengidentifikasi dan Menetapkan Masalah Selama mengajar kemungkinan guru menemukan berbagai masalah. Meskipun banyak masalah. dua-duanya akan terpecahkan sekaligus. Oleh karena itu. terjadi dalam waktu yang sama. baik masalah yang bersifat pengelolaan kelas. Untuk dapat memilih masalah secara tepat guru perlu menyusun masalah-masalah itu berdasarkan kriteria tersebut: tingkat kepentingan. misalnya “Siswa tidak dapat melihat hubungan antara mata pelajaran yang satu dengan yang lain. Model Kemmis & Taggart merupakan pengembangan dari konsep dasar yang diperkenalkan Kurt lewin seperti yang diuraikan di atas. yaitu (a) . atau teman sejawat perlu mendorong guru menemukan masalah atau dapat juga guru memulai dengan suatu gagasan untuk melakukan perbaikan kemudian mencoba memfokuskan gagasan tersebut. Atau masalah yang dirasakan guru kemungkinan masih kabur sehingga guru perlu merenung atau melakukan refleksi agar masalah tersebut menjadi semakin jelas.” Masalah pembelajaran dapat digolongkan dalam tiga kategori. Akhirnya seorang guru dapat memilih salah satu dari masalah-masalah tersebut. hanya saja komponen acting dan observing dijadikan satu kesatuan karena keduanya merupakan tindakan yang tidak terpisahkan.komponen itu dipandang sebagai satu siklus. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut : 1. menganalisis dan merumuskan masalah. ada kalanya guru tidak sadar kalau dia mempunyai masalah. dalam suatu PTK. kepala sekolah.

Anda berhadapan dengan masalah pengelolaan kelas. misalnya Nilai Ujian Nasional (UN) yang tetap rendah dari tahun ke tahun merupakan masalah yang terlalu besar untuk dipecahkan melalui PTK. semua masalah harus berada dalam kendali guru dan bukan orang lain. (b) penyampaian materi pelajaran. yang Anda kuasai. Jika guru rajin membuat catatan-catatan kecil pada akhir setiap pembelajaran yang dikelolanya. Jangan terikat pada satu kategori saja. Untuk melakukan hal ini. selanjutnya melakukan analisis dan merumuskan masalah agar dapat dilakukan tindakan (acting). Guru harus dapat mengendalikan semua masalah yang ada di kelasnya. Anda sedang berhadapan dengan masalah pengorganisasian materi. kategori lain mungkin mempunyai masalah yang lebih penting untuk dimunculkan. dan itu di luar kemampuan Anda. Anda tidak perlu melakukan PTK untuk meningkatkan kebiasaan belajar siswa di rumah. Dengan perkataan lain yakinkan bahwa masalah yang akan Anda pecahkan cukup layak (feasible). Jika Anda suka dengan masalah metode dan media. maka ia akan dengan mudah menemukan masalah yang dicarinya. Agar mampu merasakan dan mengungkapkan adanya masalah. Apabila Anda menginginkan kerja kelompok antar siswa berjalan dengan lebih efektif. maka seorang guru dituntut jujur pada diri sendiri dan melihat pembelajaran yang dikelolanya sebagai bagian penting dari dunianya. Dalam PTK. Dengan dibelikan buku masalah itu akan terpecahkan. Jika Anda sebagai guru yakin bahwa ketiadaan buku yang menyebabkan siswa sukar membaca kembali materi pelajaran dan mengerjakan PR di rumah. Faktor yang mempengaruhi Nilai UN sangat kompleks mencakup seluruh sistem . guru dapat merenungkan kembali apa yang telah dilakukan. Contoh lain masalah yang berada di luar kemampuan Anda adalah: Kebisingan kelas karena sekolah berada di dekat jalan raya. apalagi untuk PTK individual yang cakupannya hanya kelas. Masalah yang dibahas pun jangan terlalu besar.pengorganisasian materi pelajaran. berada di dalam wilayah pembelajaran. dan (c) pengelolaan kelas. sebenarnya Anda sedang berhadapan dengan masalah penyampaian materi.. Setelah mengetahui permasalahan. Jika Anda sebagai guru berfikir bahwa pembahasan suatu topik dari segi sejarah dan geografi secara bersama-sama akan lebih bermakna bagi siswa daripada pembahasan secara sendiri-sendiri.

jangan mencari-cari masalah hanya karena Anda sebagai guru ingin mempunyai masalah yang berbeda dengan orang lain. Dengan demikian pemecahan masalah akan memberi manfaat yang besar dan jelas. Pilihlah masalah yang sekiranya mampu untuk Anda pecahkan. Pilihlah masalah yang masuk di akal dan nyata (riil). Hal itu diindikasikan dengan rasa penasaran guru terhadap masalah itu dan keinginan guru untuk segera tahu hasil-hasil setiap perlakukan yang diberikan. dan ketidaktahuan siswa tentang ‘belajar bagaimana belajar’ merupakan contoh PTK lainnya dari masalah yang cukup besar dan strategis. dan tindak lanjutnya. Contoh permasalahan PTK : Ibu Netty seorang guru sejarah menemukan rendahnya motivasi sebagian besar siswa untuk menjawab pertanyaan atau siswa sering tidak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru di kelasnya. yakni ketika guru melakukan evaluasi.pendidikan. Masalah yang terlalu kecil baik dari segi pengaruhnya terhadap pembelajaran secara keseluruhan maupun jumlah siswa yang terlibat sebaiknya dipertimbangkan kembali. Semua siswa memerlukan keterampilan itu. Sangat lambatnya dua orang siswa dalam mengikuti pelajaran Anda misalnya. Masalah pun jangan terlalu kecil. Sukarnya siswa berkonsentrasi dalam mengikuti pelajaran. dan dampaknya terhadap proses belajar siswa cukup besar. Menganalisis dan Merumuskan Masalah Terkadang secara tidak sadar guru telah melakukan PTK. 2. Masalah yang dikupas dalam PTK adalah masalah yang benar-benar terjadi dalam proses pembelajaran di kelas dan bukan rekayasa guru. termasuk masalah kecil karena hanya menyangkut dua orang siswa. Akhirnya seorang harus merasa memiliki dan senang terhadap masalah yang diteliti. Di dalam melakukan PTK. Kesulitan siswa memahami bacaan secara cepat merupakan contoh lain dari masalah yang cukup besar dan strategis karena diperlukan bagi sebagian besar mata pelajaran. Apakah terjadi perubahan ataukah tidak. terutama jika penelitian itu dibiayai oleh pihak lain. sementara masih banyak masalah lain yang menyangkut kepentingan sebagian besar siswa. dan jika ditunda dampak negatifnya cukup besar). Jika masalah sudah . menganalisis hasil evaluasi. ada dalam pekerjaan Anda sehari-hari dan memang problematik (memerlukan pemecahan.

dengan mengacu kepada kerangka teoritis dan pengalaman yang relevan sehingga guru dapat merencanakan pelaksanaan tindakan. yaitu dengan menyusun pertanyaan tersebut secara cermat. Perumusan masalah didapatkan dari berbagai masalah yang timbul dalam proses pembelajaran di kelas. untuk menganalisis penyebab contoh permasalahan Ibu Netty yang mengajar sejarah. Misalnya. serta guru tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir. terutama apa yang menyebabkan terjadinya masalah tersebut. maka masalah ini perlu dianalisis dan dirumuskan. misalnya : apakah penjelasan guru sejarah cukup jelas bagi siswa. maka guru sejarah dapat merencanakan tindakan perbaikan. Masalah yang dirumuskan harus menjadi bahan dalam penulisan laporan PTK. Jika umpamanya kedua pertanyaan di atas dijawab tidak. Untuk mengetahui penyebabnya. apakah bahasa yang digunakan guru sejarah mudah dipahami. Diperlukan kecermatan guru dalam menganalisis dan merumuskan masalah.ditetapkan. tentu harus dicari penyebab lainnya. Jika ini yang dianggap sebagai penyebab. guru dapat mengacu kepada teori keterampilan bertanya. Menganalisis dan merumuskan masalah bukanlah sebuah pekerjaan mudah. lalu pilihlah masalah yang akan dikupas sesuai dengan kerangka teoritis yang dimiliki. Merencanakan Tindakan Perbaikan Berdasarkan rumusan masalah (juga mencakup penyebab timbulnya masalah). maka kita sudah dapat jawaban sementara. dan mencari penyebabnya dengan mengajukan pertanyaan sebagai berikut : 1) Apakah rumusan pertanyaan yang dibuat guru sejarah sudah cukup jelas dan singkat? 2) Apakah guru sejarah memberikan waktu yang cukup untuk berpikir sebelum meminta siswa menjawab? Jika setelah dianalisis. dan apakah ketika menjelaskan guru sejarah memberikan contoh-contoh. setiap masalah harus dianalisis. 3. guru . serta berusaha memberikan waktu untuk berpikir sebelum meminta siswa menjawab pertanyaan. Mengapa demikian? Tujuannya adalah agar guru paham akan hakikat masalah yang dihadapi. yaitu penyebab siswa tidak dapat menjawab pertanyaan guru adalah karena pertanyaan yang diajukan guru sejarah tidak jelas dan sering panjang dan berbelit-belit. kedua pertanyaan di atas dijawab dengan ya.

Rencana tindakan perbaikan dituangkan dalam rencana pembelajaran. mungkin pula ahli bidang studi atau pembelajaran bidang studi. dalam langkah ini. Ketika guru . Apabila dikaji secara cermat ternyata ketiga penyebab tersebut berkaitan dengan pembelajaran. tidak ada kelas khusus untuk melakukan PTK karena pada hakikatnya PTK dilakukan oleh guru sendiri di kelasnya sendiri. tindakan perbaikan yang harus dilakukan guru adalah meningkatkan keterampilan bertanya. sehingga siswa yang lain tidak memperhatikan pertanyaan tersebut. penyebab pertanyaan Ibu Netty yang tidak terjawab adalah: Pertanyaan Ibu Netty terlampau panjang dan tidak jelas Ibu Netty tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir dan Ibu Netty sering mengajukan pertanyaan dengan menunjuk kepada siswa tertentu. Dengan perkataan lain. guru dapat : (1) mengacu kepada teori yang relevan. yaitu masalah pertanyaan guru yang tidak terjawab oleh siswa. dalam hal ini keterampilan dasar mengajar. Dari hasil analisis tersebut. Satu hal yang sangat perlu kita perhatikan adalah bahwa PTK dilakukan dalam pembelajaran biasa. (2) bertanya kepada ahli terkait. Ahli terkait mungkin ahli pembelajaran. guru merancang tindakan perbaikan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. ekonomi. yaitu keterampilan bertanya. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertanyaan yang disusun guru terlampau panjang dan kurang jelas. dan (3) berkonsultasi dengan teman sejawat. Akibatnya. tetapi guru sering mengaitkan pembahasan dengan mata pelajaran lain seperti ekonomi dan sejarah. Tindakan perbaikan ini kita cantumkan dalam rencana pembelajaran yang kita gunakan dalam mengajar. guru sering langsung meminta jawaban setelah mengajukan pertanyaan. Mari kita ambil kasus ibu Netty lagi. dan sejarah siswa merasa sukar mentransfer keterampilan dari satu pelajaran ke pelajaran lain. dan kadang-kadang langsung mengarahkan pertanyaan ini pada siswa tertentu. Pelajaran yang guru berikan adalah geografi. Di samping itu. Contoh PTK lainnya adalah: “Jika diberi pelajaran dengan pendekatan terpadu antara geografi. Oleh karena itu.mencoba mencari cara untuk memperbaiki atau mengatasi masalah tersebut. hampir selalu pertanyaan tidak terjawab dan Ibu Netty sering harus menjawab pertanyaannya sendiri atau melupakan pertanyaan tersebut. Untuk merancang suatu tindakan perbaikan.

BAGAIMANA MELAKSANAKAN PTK DI SEKOLAH? Dengan melihat contoh kasus Ibu Netty. (3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir dulu sebelum menjawab. guru perlu juga berkolaborasi dengan guru lainnya. Kelihatannya semua siswa mengalami hal yang sama. di dalam PTK. tidak hanya pada permulaan tahun ajaran. Dalam tahap pelaksanaan tindakan. tindakan pertama adalah implementasi serangkaian kegiatan pembelajaran seperti yang telah direncanakan untuk mengatasi masalah. Karena penyebab pertanyaan Ibu Netty yang sering tidak terjawab sudah diketahui. E. termasuk siswa yang cerdas. bagaimana kualitas jawaban siswa dan apakah motivasi siswa menjawab pertanyaan guru meningkat?. Guru khawatir siswa hanya menghafal pada saat dilatih mengemukakan hipotesis. (2) Pertanyaan ditujukan kepada seluruh siswa. bahkan juga melalui wawancara dengan siswa setelah pembelajaran selesai. Ketidakbisaan siswa itu terjadi sepanjang tahun. siswa terasa sangat bingung.” Karena itu. Selama proses belajar akan dilakukan observasi menyangkut aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. padahal mereka telah dapat mengemukakan hipotesis dengan baik dalam mata pelajaran geografi. maupun melalui telaah dokumen. Tidak ada yang lebih menakutkan daripada kesendirian. baik melalui pengamatan langsung. Guru juga dapat meminta bantuan kolega guru lainnya untuk melakukan pengamatan selama guru melakukan tindakan perbaikan.Apakah hasil belajar siswa meningkat? Data yang dikumpulkan . maka tindakan yang harus dilakukannya adalah : (1) Membuat pertanyaan secara jelas dan tidak terlampau panjang. Antara lain. Guru lain ternyata juga mengalami hal yang sama. Pada hakikatnya setiap hari kita mengemukakan hipotesis. siswanya sukar mentransfer suatu keterampilan ke mata pelajaran lain. Dalam PTK guru perlu bertukar fikiran dengan guru mitra lainnya dari mata pelajaran sejenis atau guru lain yang lebih senior dalam menentukan dan menyelesaikan masalah pembelajaran. Padahal dalam kehidupan sehari-hari keterampilan berhipotesis harus dapat diterapkan di mana saja dan dalam bidang studi apa saja.meminta siswa mengemukakan hipotesis tentang pengaruh Danau Toba terhadap perkembangan ekonomi daerah. guru berperan sebagai pengajar dan pengumpul data.

maka perlu dilanjutkan siklus berikutnya. yaitu guru mencoba merenungkan atau mengingat dan menghubung-hubungkan kejadian dalam interaksi kelas. dan bagaimana hasilnya. mengapa itu terjadi.selama tindakan berlangsung kemudian dianalisis. Selama proses belajar pada siklus kedua ini juga akan dilakukan observasi menyangkut aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Hasil refleksi ini kemudian digunakan untuk memperbaiki rencana tindakan pada siklus kedua atau berikutnya. maka tidak perlu dilanjutkan siklus berikutnya. Kemudian. Refleksi kedua juga dilakukan oleh guru bersama siswa bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pelaksanaan tindakan pada siklus kedua dengan jalan mengidentifikasi baik kemajuan-kemajuan yang telah diperoleh maupun kekurangan-kekurangan atau hambatan-hambatan yang masih dihadapi. Refleksi pertama dapat dilakukan oleh guru bersama siswa dengan tujuan untuk mengkaji dan menganalisis pelaksanaan tindakan pada siklus pertama dengan jalan mengidentifikasi baik kemajuan-kemajuan yang telah diperoleh maupun kekurangan-kekurangan atau hambatan-hambatan yang masih dihadapi. setelah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak hasil refleksi tersebut digunakan untuk memperbaiki rencana tindakan pada . Berdasarkan hasil refleksi tersebut dapat disimpulkan berhasil tidaknya keseluruhan tindakan implementasi pembelajaran di dalam kelas terhadap peningkatan hasil belajar siswa. setelah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak hasil refleksi tersebut digunakan untuk memperbaiki rencana tindakan pada siklus kedua atau siklus berikutnya Refleksi yang dilakukan pada akhir siklus pertama bertujuan untuk meng-identifikasi baik kemajuan-kemajuan yang telah diperoleh maupun kekurangan-kekurangan atau hambatan-hambatan yang masih dihadapi. Hasil refleksi akan membuat guru menyadari tingkat keberhasilan dan kegagalan yang dicapainya dalam tindakan perbaikan. Berdasarkan hasil analisis ini guru melakukan refleksi. Tindakan kedua berupa implementasi serangkaian kegiatan pembelajaran yang telah direvisi untuk mengatasi masalah pada siklus pertama yang belum tuntas. Tetapi apabila tujuan belum tercapai. Hasil refleksi ini merupakan masukan bagi guru dalam merencanakan dan melaksanakan tindakan perbaikan berikutnya. Kemudian. Apabila pada siklus kedua tujuan PTK sudah dapat tercapai.

siklus ketiga. Guru dapat membuat jurnal atau catatan seluruh kegiatan PTK yang telah dilakukannya. Adapun siklusnya dapat digambarkan dengan gambar sebagai berikut : Siklus I Pengamatan (Observing) PERUBAHAN Refleksi (Reflecting) Tindakan (Acting) Perencanaan (Planning) Siklus II Pengamatan (Observing) Refleksi (Reflecting) Tindakan (Acting) Perencanaan (Planning) Contoh PTK dengan 2 Siklus Model Kurt Lewin F. Catatan tersebut dapat digunakan untuk menyusun suatu karya ilmiah yang dapat disebarluaskan menjadi suatu inovasi. IMPLEMENTASI PTK DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH . dan dapat dimanfaatkan oleh guruguru lainnya dalam melaksanakan PTK.

Diimplementasikan dengan benar berarti sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan. Oleh karena itu. pengembangan instrumen untuk mengukur keberhasilan tindakan. serta prosedur analisis dan interpretasi data penelitian. di luar bidang studinya untuk berkolaborasi melakukan PTK dan menanyakan masalah-masalah apa yang dihadapi guru yang mungkin dapat diteliti melalui PTK. Lain halnya dengan guru yang belum berpengalaman dalam PTK. Diimplementasikan dengan baik di sini berarti pihak yang terlibat (guru) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaannya untuk mengukur tingkat keberhasilannya. Setelah . Dalam hal ini guru perlu meminta izin kepada guru yang bersangkutan untuk hadir di kelas dan mengamati guru mengajar. Pada kenyataannya seorang guru dapat mengajak guru lainnya. diagnosis masalah hendaknya tidak dilakukan oleh orang lain yang bukan guru. A. Tulisan ini membahas bagaimana implementasi penelitian tindakan kelas untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang mencakup diagnosis dan penetapan masalah yang ingin diselesaikan. Guru tersebut mungkin belum dapat secara langsung mengemukakan permasalahan yang mungkin dapat diteliti bersama guru lainnya. lalu ”ditawarkan” kepada orang lain yang bukan guru untuk dipecahkan tetapi sebaiknya justru dilakukan bersama-sama oleh sesama guru. bentuk dan skenario tindakan. Guru yang telah berpengalaman melakukan penelitian tindakan kelas mungkin dapat langsung mengatakan permasalahan yang dihadapinya yang mungkin dapat diteliti bersama dan kemudian membahas masalah tersebut dengan guru lainnya yang lebih senior. Diagnosis dan Penetapan Masalah Masalah PTK yang ada di sekolah hendaknya berasal dari persoalan-persoalan praktis yang dihadapi guru di kelas.Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar.

pembelajaran berakhir guru senior atau teman sejawat dapat terlebih dahulu menanyakan kepada guru masalah apa yang dirasakan guru pada saat pembelajaran sebelum mengusulkan salah satu permasalahan yang dipikirkan guru. 2) mengembangkan kurikulum. PTK yang dikaitkan dengan pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar dapat dilakukan dalam rangka pengembangan pemanfaatan 1) model atau peraga. atau hipotesis tindakannya. guru dapat mencermati masalah-masalah apa yang dapat dikembangkan berkelanjutan ini dalam empat bidang yaitu yang berkaitan dengan bidang pengelolaan kelas. guru. 2) meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar. dan 4) memperbaiki metode evaluasi. serta 4) meningkatkan kompetensi guru secara profesional. 3) meningkatkan peranan siswa dalam belajar. Dalam kegiatan di kelas. Guru boleh mengajukan permasalahan kepada guru lainnya. misalnya 2 minggu atau satu bulan. dan 3) peralatan tertentu. “Dikembangkan berkelanjutan” berarti bahwa setiap waktu tertentu. proses kegiatan belajar-mengajar. dan orang tua. 2) meningkatkan “konsep diri” siswa dalam belajar. bila guru tidak dapat mendeteksi adanya masalah di kelasnya. PTK yang dikaitkan dengan pengelolaan kelas dapat dilakukan dalam rangka: 1) meningkatkan kegiatan belajar-mengajar. Hanya masalah yang dapat “dikembangkan berkelanjutan” dalam kegiatan harian selama satu semester atau satu tahun yang dapat dipilih menjadi topik. 3) menerapkan pendekatan belajarmengajar inovatif. pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar. rumusan masalahnya. 2) sumbersumber lingkungan. PTK yang dikaitkan dengan proses belajar mengajar dapat dilakukan dalam rangka: 1) menerapkan berbagai metode mengajar. maupun sebagai wahana peningkatan personal dan profesional. 3) meningkatkan sifat dan kepribadian siswa. dan 4) mengikutsertakan pihak ketiga dalam proses belajarmengajar. PTK sebagai wahana peningkatan personal dan profesional dapat dilakukan dalam rangka 1) meningkatkan hubungan antara siswa. Di dalam mendiagnosis masalah untuk PTK ini guru harus ingat bahwa tidak semua topik penelitian dapat diangkat sebagai topik PTK. . atau pelaksanaannya sudah perlu diganti atau dimodifikasi.

guru perlu mendiagnosis masalah apa atau masalah mana yang perlu diprioritaskan pemecahannya dalam penelitian yang akan dilakukan bersama itu. § Masalah penelitian: Nyatakan isu sebagai suatu masalah. Penetapan masalah hendaknya dilakukan bersama oleh guru setelah menganalisis seluruh pilihan masalah. Rumusan fokus masalah yang mungkin ditetapkan bersama antara guru dapat berupa rumusan sebagai berikut: Bagaimana membelajarkan siswa dengan materi tertentu agar siswa mau dan mampu belajar? Masalah-masalah lain yang mungkin dihadapi guru dapat berupa: Bagaimana meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk belajar? yang “ideal” itu dapat meningkatkan antusiasme siswa sehingga mereka sepertinya “tidak sabar” menunggu-nunggu datangnya jam pelajaran yang dibina oleh guru tersebut. minat. § Isu atau topik yang ingin diteliti Definisikan apa isu atau peristiwa yang menimbulkan permasalahan.Dari sekian banyak kemungkinan masalah. Penetapan masalah ini ditandai dengan penentuan permasalahan yang akan diteliti dan perumusan fokus masalahnya. Bagaimana mengajak siswa agar di kelas mereka benarbenar aktif belajar (aktif secara mental maupun fisik. aktif berpikir)? Bagaimana menghubungkan materi pembelajaran dengan lingkungan kehidupan siswa sehari-hari agar mereka dapat menggunakan pengetahuan dan pemahamannya mengenai materi itu dalam kehidupan sehari-hari dan tertarik untuk mempelajarinya karena mengetahui manfaatnya? Bagaimana memilih strategi pembelajaran yang paling tepat untuk membelajarkan materi? Bagaimana melaksanakan pembelajaran kooperatif? Striger (2004) memberikan arahan untuk memfokuskan penelitian dengan jelas setelah melakukan refleksi mengenai apa yang terjadi yang memunculkan masalah dan apa isu serta peristiwa yang terkait dengan masalah. . Rumusan masalah: Tuliskan masalah dalam bentuk pertanyaan yang dapat dipahami. dan keinginan guru untuk memecahkan salah satu atau beberapa di antaranya. Isu atau masalah itu harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang dapat diteliti dan diidentifikasi tujuan meneliti masalah tersebut.

Misalnya dipilih masalah sebagai berikut: Isu : Siswa kurang aktif di kelas. Masalah : Siswa perlu digalakkan untuk aktif dalam kelas. bagaimana upaya mengatasinya. ”minds on” maupun ”hearts on” ? § Tujuan penelitian: Merupakan jawaban terhadap masalah penelitian. Tindakan yang dipilih dapat disebutkan sebagai suatu nama tindakan (misalnya penugasan siswa membaca materi pelajaran 10 menit sebelum pembelajaran) atau dalam bentuk penggunaan salah satu . Bentuk dan Skenario Tindakan Gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat memecahkan masalah yang dihadapi akan menghasilkan banyak alternatif tindakan yang dapat dipilih.§ Manfaat Penelitian: Deskripsikan apa yang diharapkan dapat diperoleh dengan meneliti masalah ini. Guru perlu membahas bentuk dan macam tindakan (atau tindakan-tindakan) apa yang kira-kira paling dikehendaki untuk dicoba dan dilaksanakan dalam kelas. Fokus masalah: Bagaimana meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas? Rumusan masalah PTK yang lengkap biasanya berupa suatu pertanyaan dalam bentuk ”Masalah apa yang terjadi di kelas. dan sekolah mana hal itu terjadi?”Contoh fokus masalah (rumusan masalah yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Bagaimana peningkatan partisipasi siswa dalam kelas. baik secara ”hands on”. di kelas. apa tindakan yang dianggap tepat untuk itu. Setelah ditetapkan fokus masalah seperti itu guru berdiskusi dengan guru lainnya untuk mengadakan gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat dipilih untuk memecahkan masalah. aktif secara utuh (sedapat mungkin ”hands on” atau ”minds on”. Guru sering memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tetapi hampir tidak ada siswa yang bertanya. Contoh tujuan (yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas. ”minds on” maupun ”hearts on”. B. bahkan juga kalau mungkin ”hearts on”). cenderung tidak pernah mengajukan pertanyaan dalam pembelajaran. Bentuk dan macam tindakan ini kemudian dimasukkan dalam judul usulan penelitian yang akan disusun guru. baik secara ”hands on”.

Dari sisi proses (bagan alirnya). format yang digunakan hendaknya yang sesuai dengan tindakan yang dipilih. instrumen dapat pula dipahami dari sisi hal yang diamati. Bagaimana tindakan tersebut akan dilaksanakan dalam PTK perlu direncanakan dengan cermat. proses (saat berlangsung). instrumen . Misalnya: akar masalah adalah bekal awal/prestasi tertentu dari peserta didik yang dianggap kurang. Instrumen untuk output Adapun instrumen untuk output berkaitan erat dengan evaluasi pencapaian hasil berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Instrumen untuk input Instrumen untuk input dapat dikembangkan dari hal-hal yang menjadi akar masalah beserta pendukungnya. Misalnya: nilai 75 ditetapkan sebagai ambang batas peningkatan (pada saat dilaksanakan tes bekal awal. penggunaan lingkungan sekitar sekolah. atau dapat pula dalam bentuk suatu strategi pembelajaran. instrumen dalam PTK harus dapat menjangkau masalah yang berkaitan dengan input (kondisi awal). a. dan seterusnya). Di samping itu. maka pencapaian hasil yang belum sampai pada angka 75 perlu untuk dilakukan tindakantindakan lagi (pada siklus berikutnya). Dalam tahap ini banyak format yang dapat digunakan. C. Selain dari sisi proses (bagan alir). dan output (hasil). dst. c. nilai peserta didik berkisar pada angka 50). Pengembangan Instrumen untuk Mengukur Keberhasilan Tindakan Instrumen yang diperlukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) haruslah sejalan dengan prosedur dan langkah PTK. b. penggunaan sungai. Dalam hal ini tes bekal awal dapat menjadi instrumen yang tepat.bentuk media pembelajaran (misalnya penggunaan peta konsep. Instrumen untuk mengukur keberhasilan tindakan dapat dipahami dari dua sisi yaitu sisi proses dan sisi hal yang diamati. misalnya: format peta kelas dalam kondisi awal. mungkin diperlukan pula instrumen pendukung yang mengarah pada pemberdayaan tindakan yang akan dilakukan. Perencanaan pelaksanaan tindakan ini dituangkan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau dalam bentuk Skenario Pembelajaran. Instrumen untuk proses Instrumen yang digunakan pada saat proses berlangsung berkaitan erat dengan tindakan yang dipilih untuk dilakukan. Akan tetapi. buku teks dalam kondisi awal. Dari sisi hal yang diamati.

antara lain: a) Catatan Anekdotal Peristiwa dalam Pembelajaran. h) Catatan Anekdotal Membantu Siswa Berpartisipasi (Checklist for Routine Involving Students). Salah satu bentuk instrumen pengamatan adalah catatan anekdotal (anecdotal record). batas waktu dan rambu-rambu pengamatan jelas. Suatu catatan anekdotal yang baik setidaknya memiliki empat ciri. instrumen untuk mengamati kelas (observing classroom). Catatan anekdotal tidak mempersyaratkan pengamat memperoleh latihan secara khusus. catatan itu memuat deskripsi rinci dan lugas peristiwa yang terjadi di kelas. b. misalnya. g) Catatan Anekdotal Aktivitas Pembelajaran. 2) tujuan. yaitu: instrumen untuk mengamati guru (observing teachers). yaitu: 1) pengamat harus mengamati keseluruhan sekuensi peristiwa yang terjadi di kelas. Pengamatan terhadap Guru (Observing Teachers) Pengamatan merupakan alat yang terbukti efektif untuk mempelajari tentang metode dan strategi yang diimplementasikan di kelas. c) Catatan Anekdotal Pola Pengelompokan Belajar. 3) hasil pengamatan dicatat lengkap dan hati-hati. Pengamatan ini sangat bermanfaat karena dapat mengungkapkan praktik-praktik pembelajaran yang menarik di kelas. Di samping itu. tata letaknya. respon siswa terhadap lingkungan kelas. pengamatan itu dapat menunjukkan strategi yang digunakan guru dalam menangani kendala dan hambatan pembelajaran yang terjadi di kelas. Sejauh mungkin. Catatan anekdotal memfokuskan pada hal-hal spesifik yang terjadi di dalam kelas atau catatan tentang aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran. dsb. dan instrumen untuk mengamati perilaku siswa (observing students). Catatan anekdotal mencatat kejadian di dalam kelas secara informal dalam bentuk naratif. e) Lembar Pengamatan Model Manajemen Kelas. dsb. Beberapa model catatan anekdotal yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK. dan 4) pengamatan harus dilakukan secara objektif. . d) Pengamatan Terstruktur (Structured Observation). f) Lembar Pengamatan Keterampilan Bertanya. b) Catatan Anecdotal Interaksi Guru-Siswa. Catatan anekdotal kelas meliputi deskripsi tentang lingkungan fisik kelas. a.dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga). tentang organisasi kelas. Pengamatan terhadap Kelas (Observing Classrooms) Catatan anekdotal dapat dilengkapi sambil melakukan pengamatan terhadap segala kejadian yang terjadi di kelas.

Perubahan pada setiap individu juga dapat diamati. Catatan lapangan sebagai salah satu wujud dari pengamatan dapat digunakan untuk mencatat data kualitatif. atau pemetaan kelas (cf. dan sesudah usai pembelajaran. dalam kurun waktu tertentu. (2) Pedoman Wawancara Untuk memperoleh data dan atau informasi yang lebih rinci dan untuk melengkapi data hasil observasi. antara lain: a) Tes Diagnostik. aktivitas. c) Format Bayangan (Shadowing Form). tim peneliti dapat . h) Sosiogram. Beberapa model pengamatan terhadap perilaku siswa diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) yang dapat digunakan dalam PTK. c. penggambaran interaksi dalam kelas. f) Lembar Cek Kompetensi dsb. mulai dari sebelum dilakukan tindakan. 2004: 19). c) Observasi Kelas Terstruktur. observasi aktivitas di kelas. Pengamatan atau observasi terhadap perilaku siswa dapat mengungkapkan berbagai hal yang menarik. dsb Adapun instrumen lain selain catatan anekdotal yang dapat digunakan dalam pengumpulan data PTK dapat berwujud: (1) Pedoman Pengamatan. e) Lembar Cek Wawancara Personalia Sekolah. d) Kartu Profil Siswa (Profile Card of Students). b) Format Peta Kelas. daftar cek). e) Grafik Deskripsi Profil Siswa. kasus istimewa. Pengamatan terhadap Siswa (Observing Students). Pengamatan partisipatif dilakukan oleh orang yang terlibat secara aktif dalam proses pelaksanaan tindakan.dan manajemen kelas. antara lain:a) Format Anekdotal Organisasi Kelas. dan proses lainnya. Masing-masing individu siswa dapat diamati secara individual atau berkelompok sebelum pembelajaran dimulai. b) Catatan Anekdotal Perilaku Siswa. dan seusai tindakan diberikan. f) Inventori Kalimat tak Lengkap (Incomplete Sentence Inventory). Pengamatan sangat cocok untuk merekam data kualitatif. alat perekam elektronik. g) Pedoman Wawancara untuk Refleksi (Interview Guide for Reflection). Mills. d) Format Skala Pengkodean Lingkungan Sosial Kelas. saat tindakan diimplementasikan. catatan lapangan. atau untuk melukiskan suatu proses. misalnya perilaku. Pengamatan ini dapat dilaksanakan dengan pedoman pengamatan (format. jurnal harian. Beberapa model catatan anekdotal kelas yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK. Dibutuhkan kejelian guru dalam proses pengamatan agar PTK berjalan baik. e) Sistem Koding Partisipasi Siswa. saat berlangsungnya pembelajaran.

(3) Angket atau kuesioner Indikator untuk angket atau kuesioner dikembangkan dari permasalahan yang ingin digali. Instrumen ini dikembangkan pada saat penyusunan usulan penelitian atau setelah usulan penelitian disetujui untuk didanai dan dilaksanakan. demikian pula kriteria keberhasilan tindakannya. atau wawasan. sikap. (5) Tes dan Asesment Alternatif Pengambilan data yang berupa informasi mengenai pengetahuan. arsip. Namun harus dapat menjaga agar hasil wawancara memiliki objektivitas yang tinggi. Wawancara digunakan untuk mengungkap data yang berkaitan dengan sikap. Jika dianggap masih ada informasi yang kurang. atau kepala sekolah. (4) Pedoman Pengkajian Data dokumen Dokumen yang dikaji dapat berupa: daftar hadir. D. Keberhasilan tindakan ini disebut sebagai indikator keberhasilan tindakan. Misalnya: pencapaian penguasaan kompetensi sebesar 75% ditetapkan sebagai ambang batas ketuntasan belajar (pada saat dilaksanakan tes awal.Wawancara dapat dilakukan secara bebas atau terstruktur. Guru yang berkolaborasi dapat berperan pula sebagai pewawancara terhadap siswanya. . Keuntungannya bila instrumen dikembangkan pada saat penyusunan usulan adalah peneliti telah mempersiapkan diri lebih dini sehingga peneliti dapat lebih cepat mengimplementasikannya di lapangan. siswa. hasil karya peserta didik. Angket dibuat oleh guru sendiri sesuai dengan masalah yang diteliti. Prosedur Analisis dan Interpretasi Data Penelitian Dalam PTK. maka pencapaian hasil yang belum sampai 75% diartikan masih perlu dilakukan tindakan lagi (pada siklus berikutnya). Wawancara hendaknya dilakukan dengan mempergunakan pedoman wawancara agar semua informasi dapat diperoleh secara lengkap. silabus.melakukan wawancara kepada guru. bakat dan lainnya dapat dilakukan dengan tes atau pengukuran bekal awal atau hasil belajar dengan berbagai prosedur asesment. dapat pula dilakukan secara bebas. lembar kerja dll. nilai peserta didik berkisar pada angka 50). pendapat. Indikator keberhasilan tindakan biasanya ditetapkan berdasarkan suatu ukuran standar yang berlaku. Pengukuran keberhasilan tindakan sedapat mungkin telah ditetapkan caranya sejak awal penelitian. dan peneliti berperan sebagai mitra. wajar. Wawancara hendaknya dapat dilakukan dalam situasi informal. hasil karya guru.

Tahap-tahap analisis data penelitian meliputi: a) validasi hipotesis dengan menggunakan teknik yang sesuai (saturasi.Jika di dalam desain penelitian tindakan kelas diajukan hipotesis tindakan yang merupakan keyakinan terhadap tindakan yang akan dilakukan. Hal ini berimplikasi bahwa metodologi yang dipakai lebih dapat diterapkan terhadap pemahaman situasi problematik daripada atas dasar prediksi di dalam parameter. maka perlu dilakukan validasi. Kasus-kasus yang terjadi dalam pembelajaran di kelas dapat dipecahkan dengan cara guru melakukan PTK di kelasnya sendiri sehingga guru dapat memperbaiki kinerjanya dan menelaah manfaat dan dampaknya bagi peserta didik. Pada proses analisis dibahas apa yang diharapkan terjadi. b). interpretasi dengan acuan teori. jadi data atau informasi yang telah diperoleh divalidasi dengan melakukan cek. dan apakah perlu dilakukan tindaklanjut 2. Triangulasi.perhatian lebih kepada kasus daripada sampel. Misalnya. mengapa terjadi tidak seperti yang diharapkan. Analisis Data Penelitian. 1. Validasi Hipótesis Validasi hipotesis adalah diterima atau ditolaknya suatu hipotesis. menumbuhkan praktik. Validasi ini dimaksudkan untuk menguji atau memberikan bukti secara empirik apakah pernyataan keyakinan yang dirumuskan dalam bentuk hipotesis tindakan itu benar. tindakan untuk perbaikan lebih lanjut yang juga dimonitor dengan teknik penelitian kelas. Analisis dilakukan dengan menggunakan hasil pengumpulan informasi yang telah dilakukan dalam tahap pengumpulan data. atau jika memang perlu uji statistik). dengan memutar kembali hasil rekaman proses pembelajaran dengan video tape recorder guru mengamati kegiatan mengajarnya dan membahas masalah-masalah yang menjadi perhatian penelitian bersama dengan guru lainnya. atau pendapat guru. triangulasi dan jika perlu dengan uji statistik tetapi bukan generalisasi atas hasil PTK. triangulasi. apa yang kemudian terjadi. Validasi hipotesis tindakan dengan menggunakan tehnik yang sesuai yaitu: saturasi. apa penyebabnya atau ternyata sudah terjadi seperti yang diharapkan. apakah tidak ditemukan lagi data tambahan. dan cek silang dengan pihak terkait untuk memperoleh kesimpulan yang . recek. c). Saturasi. mempertentangkan persepsi seseorang pelaku dalam situasi tertentu dengan aktor-aktor lain dalam situasi itu.

saturasi dan triangulasi. Interpretasi Data Penelitian Interpretasi berarti mengartikan hasil penelitian berdasarkan pemahaman yang dimiliki peneliti. pelaksanaan. Peneliti dapat membandingkan hasil siklus kedua ini dengan indikator keberhasilan tindakan siklus kedua yang telah ditetapkan berdasarkan hasil refleksi tindakan siklus kesatu. norma. E. Hipotesis tindakan yang telah divalidasi dicocokkan dengan mengacu pada kriteria. hasil observasi kegiatan guru. termasuk apakah perlu dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan untuk siklus ketiga. dan nilai yang telah diterima oleh guru dan siswa yang dikenai tindakan. Hal ini dilakukan dengan acuan teori.Berikutnya berdasarkan temuan data dilakukan refleksi hasil tindakan siklus pertama yang dijadikan dasar untuk merencanakan tindakan untuk siklus kedua. Jadi prosedur analisis dan interpretasi data penelitian dilaksanakan secara deskriptif kualitatif dengan meringkas data (reduksi data). atau penilaian dan pendapat guru. Paparan data itu kemudian diringkas dalam bentuk temuan penelitian yang berisi pokok-pokok hasil observasi dan evaluasi yang disarikan dari paparan data. Untuk itu mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Ringkasan paparan data dicantumkan dalam bentuk temuan penelitian. terutama mata pelajaran yang di dalamnya terdapat praktik. Desain Penelitian Tindakan Kelas Penerapan desain atau model–model PTK seperti yang telah banyak dikemukakan dapat dilakukan untuk semua mata pelajaran. Temuan ini menjadi dasar refleksi tindakan siklus kedua. Paparan data siklus kedua juga lengkap mulai perencanaan. praktik. . 4. observasi dan evaluasi.objektif. Di sini dapat dibandingkan hasil siklus pertama dengan indikator keberhasilan tindakan siklus pertama yang telah ditetapkan berdasarkan refleksi awal. dilanjutkan dengan paparan mengenai pelaksanaan tindakan. 3. observasi situasi dan kondisi kelas dan hasil observasi kegiatan siswa. dibandingkan dengan pengalaman. Penyusunan Laporan Penelitian Di Bab Hasil dan Pembahasan Penelitian dalam Laporan PTK pada umumnya peneliti terlebih dulu menyajikan paparan data yang mendeskripsikan secara ringkas apa saja yang dilakukan peneliti sejak pengamatan awal (sebelum penelitian) yaitu kondisi awal guru dan siswa diikuti refleksi awal yang merupakan dasar perencanaan tindakan siklus I.

naturalistic. 3. Diagnosis Diagnosis dilakukan oleh peneliti yang tidak terbiasa mengajar di suatu kelas yang dijadikan sasaran penelitian. Ide Awal Seseorang yang berkehendak melaksanakan suatu penelitian baik yang berupa penelitian positivisme. Peneliti dari luar lingkungan kelas/sekolah perlu melakukan diagnosis atau dugaan–dugaan sementara mengenai timbulnya suatu . 4) perencanaan. Pada umumnya ide awal yang menggayut di PTK ialah terdapatnya suatu permasalahan yang berlangsung di dalam suatu kelas. Bagi pengajar yang bermaksud melakukan penelitian di kelas yang menjadi tanggung jawabnya tidak perlu melakukan prasurvai karena berdasarkan pengalamannya selama dia di depan kelas sudah secara cermat dan pasti mengetahui berbagai permasalahan yang dihadapinya. 5) Implementasi tindakan. dan sebagainya juga dapat menerapkan salah satu desain. 2) prasurvei/temuan awal. Apakah akan diterapkan tersebut model Kurt Lewin. sarana pengajaran maupun sikap siswanya. 7) Refleksi. yaitu: 1) ide awal. analisis isi maupun PTK pasti diawali dengan gagasan–gagasan atau ide–ide. dan gagasan itu dimungkinkan yang dapat dikerjakan atau dilaksanakan. model Kemmis & McTaggart. dan kepada Siapa Hasil PTK dilaporkan. 1. Biologi. Ide awal tersebut di antaranya berupa suatu upaya yang dapat ditempuh untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan penerapan PTK itu peneliti mau berbuat apa demi suatu perubahan dan perbaikan. baik yang berkaitan dengan kemajuan siswa. 3) diagnose. Dengan demikian para guru yang sekaligus sebagai peneliti di kelasnya sudah akan mengetahui kondisi kelas yang sebenarnya. 6) Observasi. ataupun model yang lainnya? Hal ini bergantung kepada permasalahan yang dihadapi praktisi di lapangan ataupun bergantung pada pemahaman dan kemampuan para praktisi di lapangan terhadap suatu model PTK atau dalam menerapkan salah satu model PTK. Yang perlu mendapatkan perhatian dalam kaitannya dengan diterapkan suatu model PTK ialah bahwa terdapat langkah – langkah yang seharusnya diikuti oleh peneliti/guru. Prasurvei Prasurvei dimaksudkan untuk mengetahui secara detail kondisi yang terdapat di suatu kelas yang akan diteliti. 8) Laporan. 2.bahasa inggris.

misalnya strategi pengajaran. penyerapan siswa terhadap materi yang diajarkan. situasi kelas. teknik atau strategi pembelajaran. Sementara itu. penyajian atau pembahasan materi. Oleh karenya dalam perencanaan khusus ini tiap kali terdapat perencanan ulang (replanning). Strategi apa yang digunakan. Dengan diperolehnya hasil diagnosis. 7. yaitu perencanaan umum dan perencanaan khusus. 4. dan mengambil keputusan atau judgment. Hal–hal yang direncanakan di antaranya terkait dengan pendekatan pembelajaran. dan sebagainya. karena mendorong kebebasan guru dalam berpikir dan berargumentasi dalam bereksperimen. Misalnya mengenai kinerja guru. Perencanaan dalam hal ini kurang lebih hampir sama dengan apabila kita menyiapkan suatu kegiatan belajar–mengajar. Pada saat memonitoring pengamat haruslah mencatat semua peristiwa atau hal yang terjadi di kelas penelitian. yang memang diberi tugas untuk hal itu. yaitu adanya diskusi terhadap berbagai masalah yang .permasalahan yang muncul di dalam satu kelas. Perencanaan umum dimaksudkan untuk menyusun rancangan yang meliputi keseluruhan aspek yang terkait PTK. 6. media pengajaran. Pengamatan Pengamatan. materi apa yang di ajarkan atau dibahas dan sebagainya. PTK bersifat emansipatoris dan membebaskan (Liberating). peneliti PTK akan dapat menentukan berbagai hal. dan sebagainya. 5. media dan materi pembelajaran. metode pembelajaran. Implementasi Tindakan Implementasi tindakan pada prinsipnya merupakan realisasi dari suatu tindakan yang sudah direncanakan sebelumnya. Perencanaan Di dalam penentuan perencanaan dapat dipisahkan menjadi dua. Refleksi Pada prinsipnya yang dimaksud dengan istilah refleksi ialah perbuatan merenung atau memikirkan sesuatu atau upaya evaluasi yang dilakukan oleh para kolaborator atau partisipan yang terkait denga suatu PTK yang dilaksanakan. Refleksi ini dilakukan dengan kolaboratif. dan materi pengajaran yang tepat dalam kaitannya dengan implementasinya PTK. observasi atau monitoring dapat dilakukan sendiri oleh peneliti atau kolaborator. perencanaan khusus dimaksudkan untuk menytusun rancangan dari siklus per siklus. meneliti. perilaku dan sikap siswa.

PTK yang dilakukan guru lebih bersifat individual. guru perlu juga menuliskan pengalaman melaksanakan PTK tersebut ke dalam suatu karya tulis ilmiah. Namun demikian. Hasil kerja guru akan merupakan amal jariah yang sangat membantu teman sejawatnya dan siswa secara khusus. sebenarnya sangat bermanfaat bagi masyarakat pengguna lain. PTK yang pada awalnya dilaksanakan dalam skala kecil yaitu di ruang kelas. hasil PTK yang dilaksanakan tidak tertutup kemungkinan untuk diikuti oleh guru lain atau teman sejawat. Oleh karena itu guna melengkapi predikat guru sebagai ilmuwan sejati. G. Berdasarkan refleksi ini pula suatu perbaikan tindakan (replanning) selanjutnya ditentukan. Dengan melaporkan hasil PTK tersebut kepada masyarakat (teman sejawat. Karya tulis tersebut. Guru perlu mengarsipkan langkah–langkah dan teknik pembelajaran yang dikembangkan melalui aktifitas PTK demi perbaikan proses pembelajaran. Artinya bahwa tujuan utama bagi PTK adalah self-improvement melalui self-evaluation dan self reflection. Dengan demikian hasil pelaksanan PTK yng berupa terjadinya inovasi pembelajaran akan dilaporkan kepada diri si peneliti (Guru) sendiri. pemerhati/pengamat pendidikan. Dalam pelaksanaannya para guru perlu melakukan segala langkah penelitian ini secara bersama-sama (kolaboratif) dari awal . Dengan demikian refleksi dapat ditentukan sesudah adanya implementasi tindakan dan hasil observasi. yang selama ini ditulis belum merupakan kebiasaan bagi para guru. Melalui laporan kepada masyarakat. yang paad akhirnya bermuara pada peningkatan mutu proses dan hasil belajar siswa.terjadi di kelas penelitian. Penutup PTK merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keprofesionalan guru. proses. dan hasil belajar siswa. Sebenarnya . 8. Penyusunan laporan harus sistematis dan sesuai dengan acuan yang telah diberikan dalam pelatihan PTK. dan para pakar pendidikan lainnya) guru akan memperoleh nilai tambah yaitu suatu bentuk pertanggungjawaban dan kebanggaan akademis/ilmiah sebagai kreativitas seorang ilmuwan. Penyusunan Laporan PTK Laporan hasil PTK seperti halnya jenis penelitian yang lain. akan memberi sumbangsih yang cukup signifikan terhadap peningkatan mutu. yaitu disusun sesudah kerja penelitian di lapangan berakhir.

tapi juga mengkomunikasikan hasilnya kepada rekan-rekan guru lainnya melalui media komunikasi atau internet. mau. Karenanya setiap guru harus selalu siap. DAFTARPUSTAKA Depdikbud. Proposal usulan PTK perlu dibuat sebagai pedoman (tuntunan) dalam melaksanakan penelitian. yaitu agar makin banyak guru di seluruh Indonesia yang melaksanakan PTK di sekolahnya masing-masing. guru dan teman sejawat dapat saling berkolaborasi. Tuntutan terhadap sikap profesional guru dalam masyarakat kita harus disikapi sebagai harapan untuk memperbaiki proses pembelajaran dalam mendidik anak-anak kita menjadi cerdas. Refleksi merupakan pemaknaan dari hasil tindakan yang dilakukan dalam rangka memecahkan masalah.hingga akhir. Dalam penyusunan usulan yang sesungguhnya guru peneliti harus berusaha memenuhi ketentuan. Penulis menaruh harapan besar mengenai pentingnya PTK ini untuk para guru. (1999). pelaksanaan tindakan dan evaluasi refleksi yang dapat diulang sebagai siklus. Keinginan lainnya adalah agar dalam pelaksanaan PTK itu guru tidak hanya sekedar melaksanakan. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research ). Akhir kata. Ciri khas penelitian ini ialah adanya masalah pembelajaran dan tindakan untuk memecahkan masalah ini. Direktorat Pendidikan Menengah . Penelitian tindakan sebenarnya dapat dilakukan oleh guru sendiri. Saran lainnya ialah banyak membaca laporan penelitian. Tahapan penelitian dimulai dari perencanaan. PTK merupakan salah satu sarana belajar sepanjang hayat yang penting yang perlu dikuasai oleh setiap guru yang mau mengembangkan keprofesionalannya. dan mampu untuk membelajarkan dirinya sepanjang hayat agar dapat lebih mampu membelajarkan anak didiknya. kriteria atau standar yang ditetapkan oleh sponsor atau lembaga pemberi dana. penulis ingatkan kembali bahwa profesi guru adalah profesi mulia yang memerlukan kreativitas pengembangan terus-menerus dan tidak sembarang orang dapat melakukannnya. artikel dan sumber-sumber mengenai PTK. Disarankan guru dan teman sejawat dapat secara kolaboratif melakukan PTK ini untuk peningkatan keprofesionalannya.

Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). A. Malang: Depdiknas. (2005). Jakarta Hardjodipuro. "Konsep dan Prosedur Penelitian Tindakan Kelas bagi Pengembangan Profesi Guru dan Dosen MIPA. Rochiati Wiriatmadja. (Seminar Nasional Pendidikan). Dikti . Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). 1999. Penelitian Tindakan Kelas. (1997). Jakarta: Proyek PGSM. S. F(1997). (1999). UPI Bandung dan Rosda Supriyadi." Makalah Seminar Exchange Experience dan Workshop Pembelajaran MIPA Konstektual Menyongsong Implementasi KBK di Malang tanggal 9 – 12 Juli 2003. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Konsep Dasar dan Langkah – langkah. Surabaya: Unesa. Peningkatan Mutu Pendidikan. Fasli Jalal (2006). (2005). Mukhlis. M. Ishaq. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Tim PGSM. Jakarta: IKIP Jakarta. (2003). Tim Pelatih Proyek GSM. Action Research. Bahan Pelatihan Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah. (2001). Penelitian Tindakan Kelas.Umum. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. H. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta Susilo. Action Research.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful