Definisi Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis.

ETILOGI Disebabkan oleh kuman asam mycobacterium Tuberkulosis jenis kuman berbentuk panjang,ukuran panjang 1-4/um dan tebal 0,3-0,6/um.sebagian besar kuman berupa lemak/lipid sehingga kuman tahan terhadap asam dan lebih terhadap kimia,fisik,sifat lain dari kuman ini adalah aerob yaitu:menyenangi jaringan yang tinggi kandungan oksigen,biasanya pada daerah apikal,daerah yang menjadi prediksi pada penyakit tuberkulosis.Disamping itu kuman tahan hidup pada udara kering maupun dingin,bersifat dormant. Beberapa Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru 2.7.1. Usia Dari hasil penelitian yang dilaksanakan di New York pada Panti penampungan orang-orang gelandangan menunjukkan bahwa kemungkinan mendapat infeksi tuberkulosis aktif meningkat secara bermakna sesuai dengan umur. Insiden tertinggi tuberkulosis paru biasanya mengenai usia dewasa muda. Di Indonesia diperkirakan 75% penderita TB Paru adalah kelompok usia produktif yaitu 15-50 tahun. 2.7.2. Jenis Kelamin Di benua Afrika banyak tuberkulosis terutama menyerang laki-laki. Pada tahun 1996 jumlah penderita TB Paru laki-laki hampir dua kali lipat dibandingkan jumlah penderita TB Paru pada wanita, yaitu 42,34% pada laki-laki dan 28,9 % pada wanita. Antara tahun 1985-1987 penderita TB paru laki-laki cenderung meningkat sebanyak 2,5%, sedangkan penderita TB Paru pada wanita menurun 0,7%. TB paru Iebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan dengan wanita karena laki-laki sebagian besar mempunyai kebiasaan merokok sehingga memudahkan terjangkitnya TB paru dimana Kebiasaan merokok meningkatkan resiko untuk terkena TB paru sebanyak 2,2 kali. 2.7.3. Penyakit Penyerta Umumnya penderita TB dalam keadaan malnutrisi dengan berat badan sekitar 30-50 kg atau indeks masa tubuh kurang dari 18,5 pada orang dewasa. Sementara berat badan yang lebih kecil 85% dari berat badan ideal kemungkinan mendapat TB adalah 14 kali lebih besar dibandingkan dengan berat badan normal. Ini yang menjadi pemikiran bahwa malnutrisi atau penurunan berat badan telah menjadi faktor utama peningkatan resiko TB menjadi aktif. Pola makan orang Indonesia yang hampir 70% karbohidrat dan hanya 10% protein yang pada penyakit kronis selalu disertai dengan tidak selera makan, tidak mau makan, tidak bisa makan atau tidak mampu membeli makanan yang mempunyai kandungan gizi baik (kurang protein), sehingga penderita ini mempunyai status gizi yang buruk.

Kepadatan Hunian dan Kondisi Rumah Kepadatan penghuni merupakan suatu proses penularan penyakit. Hal ini berbeda sekali dengan orang normal atau mereka dengan seronegatif. Kondisi kepadatan hunian perumahan atau tempat tinggal lainnya seperti penginapan.7. peluang terjadinya kontak dengan penderita TB lebih besar. Disamping itu penyakit tuberkulosis pada mereka dengan seropositif cepat berkembang kearah perburukan. Suhu didalam ruangan erat kaitannya dengan kepadatan hunian dan ventilasi rumah. Suhu optimal pertumbuhan bakteri sangat bervariasi. karena kuman ini yang masuk akan dihambat oleh reaksi imunitas yang ada dalam tubuhnya.Selain faktor gizi. Penderita Tuberkulosis menular (dengan sputum BTA positif) yang juga mengidap HIV merupakan penularan kuman tuberkulosis tertinggi. Tuberkulosis diketahui merupakan infeksi oportunistik yang paling sering ditemukan pada pasien dengan reaksi seropositif. Kelembaban yang lebih Dari 70% akan berpengaruh terhadap kesehatan penghuni rumah. Prevalensi TB paru pada DM meningkat 20 kali dibanding non DM dan aktivitas kuman tuberkulosis meningkat 3 kali pada DM berat dibanding DM ringan. sehingga keseimbangan oksigen yang diperlukan oleh penghuni rumah tetap terjaga. besar sekali kemungkinannya akan langsung menderita Tuberkulosis. 2. Kelembaban yang optimal (sehat) adalah sekitar 40–70%. Kelembaban udara di dalam ruangan naik karena terjadinya proses penguapan cairan dari kulit dan penyerapan. Ventilasi yang baik juga menjaga dalam kelembaban (humidity) yang optimum.4. Cahaya matahari cukup. Semakin padat maka perpindahan penyakit. tidak lebih dan tidak kurang. Kepadatan hunian ditempat tinggal penderita TB paru paling banyak adalah tingkat kepadatan rendah. dimana cahaya matahari ini dapat diperoleh dari ventilasi maupun jendela/genting kaca. Apabila seseorang dengan seropositif tertular kuman ini maka karena kekebalannya rendah. . Suhu udara yang ideal dalam rumah antara 18-30°C. Kelembaban Ills merupakan media yang baik untuk bakteri-bakteri patogen (penyebab penyakit). penyakit seperti Diabetes Mellitus (DM) dan infeksi HIV merupakan salah satu faktor risiko yang tidak berketergantungan untuk berkembangnya infeksi saluran napas bagian bawah. khususnya penyakit menular melalui udara akan semakin mudah dan cepat. Ventilasi cukup menjaga agar aliran udara di dalam rumah tetap segar. Sebaliknya di daerah rural akan lebih kecil kemungkinannya. apalagi terdapat anggota keluarga yang menderita TB dengan BTA positif. Di daerah perkotaan (urban) yang lebih padat penduduknya dibandingkan di pedesaan (rural). panti-panti tempat penampungan akan besar pengaruhnya terhadap risiko penularan. Mycobacterium tuberculosis tumbuh optimal pada suhu 37°C.

2. Pengetahuan penderita TB Paru yang kurang tentang cara penularan. tetapi setelah perkembangan pengobatan ditemukan terapi. selama 13 – 18 bulan. bahaya dan cara pengobatan akan berpengaruh terhadap sikap dan prilaku sebagai orang sakit dan akhinya berakibat menjadi sumber penular bagi orang disekelilingnya. Status Sosial Ekonomi Keluarga WHO tahun 2007 menyebutkan 90% penderita TB di dunia menyerang kelompok sosial ekonomi lemah atau miskin dan menurut Enarson TB merupakan penyakit terbanyak yang menyerang negara dengan penduduk berpenghasilan rendah. selain itu masalah kurang gizi dan rendahnya kemampuan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak juga menjadi problem bagi golongan sosial ekonomi rendah. mg.Paparan sinar matahari selama 5 menit dapat membunuh Mycobacterium tuberculosis.6 Perilaku Perilaku dapat terdiri dari pengetahuan. * Isoniazid 400 mg. *Rifampicin. sehingga perkembangbiakan bakteri lebih banyak di rumah yang gelap.7. obat yang diberikan dengan jenis : *INH.5. Kemudian dilanjutkan dengan jangka panjang. Therapi TB paru dapat dilakkukan dengan minum obat saja. * Ethambutol. 2. tata cara pengobatannya adalah setiap 2 x seminggu. Bakteri tahan hidup pada tempat gelap. Penatalaksanaan Dengan tata cara pengobatan : setiap hari dengan jangka waktu 1 *Streptomisin *Pas10mg. *Ethambutol1000mg.7. Sosial ekonomi yang rendah akan menyebabkan kondisi kepadatan hunian yang tinggi dan buruknya lingkungan. . inj 750 – 3 bulan. sikap dan tindakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful