P. 1
Etika Dalam Melaksanakan Audit

Etika Dalam Melaksanakan Audit

|Views: 51|Likes:
Published by kevinlikekrisus

More info:

Published by: kevinlikekrisus on Jul 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2012

pdf

text

original

ETIKA DALAM MELAKSANAKAN AUDIT A.

Etika Profesional Etika secara harfiah bermakna pengetahuan tentang azas-azas akhlak atau moral. Etika secara terminologi kemudian berkembang menjadi suatu konsep yang menjelaskan tentang batasan baik atau buruk, benar atau salah, dan bisa atau tidak bisa, akan suatu hal untuk dilakukan dalam suatu pekerjaan tertentu. Istilah kode etik kemudian muncul untuk menjelaskan tentang batasan yang perlu diperhatikan oleh seorang profesional ketika menjalankan profesinya. Seperti halnya profesi-profesi yang lain, Akuntan juga mempunyai kode etik yang digunakan sebagai rambu-rambu atau batasan-batasan ketika seorang Akuntan menjalankan perannya. Pemahaman yang cukup dari seorang Akuntan tentang kode etik, akan menciptakan pribadi Akuntan yang profesional, kompeten, dan berdaya guna. Tanpa adanya pemahaman yang cukup tentang kode etik, seorang Akuntan akan terkesan tidak elegan, bahkan akan menghilangkan nilai esensial yang paling tinggi dari profesinya tersebut.

B. Kode Etik Profesi Auditor Mukadimah prinsip etika profesi akuntan antara lain menyebutkan bahwa dengan seorang akuntan mempunyai kewajiban untuk menjaga disiplin diri melebihi yang disyaratkan oleh hukum dan peraturan yang berlaku. Selain itu prinsip ini meminta komitmen untuk berperilaku terhormat, bahkan dengan pengorbanan keuntungan pribadi. Sementara itu prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan itu sendiri meliputi delapan butir. Kedelapan butir pernyataan tersebut merupakan halhal yang seharusnya dimiliki oleh seorang akuntan. Delapan butir tersebut terdeskripsikan sebagai berikut : 1. Tanggung jawab profesi : Bahwa akuntan di dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai profesional harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. 2. Kepentingan publik : Akuntan sebagai anggota IAI berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepentingan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme. 3. Integritas :

dan standar pelaporan beserta interpretasinya. harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya tersebut dengan menjaga integritasnya setinggi mungkin. dalam memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. dan ketekunan. standar pekerjaan lapangan. 7. dan teknik yang paling mutakhir. Kerahasiaan : Akuntan harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan. yang terdiri dari standar umum. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati. 5. Obyektifitas : Dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. legislasi. Standar teknis : Akuntan dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mengacu dan mematuhi standar teknis dan standar profesional yang relevan. serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesionalnya pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik. 8.Akuntan sebagai seorang profesional. Perilaku profesional : Akuntan sebagai seorang profesional dituntut untuk berperilaku konsisten selaras dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesinya. 4. akuntan mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektifitas. setiap akuntan sebagai anggota IAI harus menjaga obyektifitasnya dan bebas dari benturan kepentingan. 6. Standar auditing . kompetensi. kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya. STANDAR AUDITING Standar Auditing adalah sepuluh standar yang ditetapkan dan disahkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Kompetensi dan kehati-hatian profesional : Akuntan dituntut harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan penuh kehati-hatian.

Standar umum 1. Di Amerika Serikat. Kepatuhan terhadap PSA yang diterbitkan oleh IAPI ini bersifat wajib bagi seluruh anggota IAPI. saat. auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama. 3. permintaan keterangan. pengamatan. Dengan demikian PSA merupakan penjabaran lebih lanjut masing-masing standar yang tercantum di dalam standar auditing. dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keungan yang diaudit. Dengan demikian. Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya. 3. jika ada. Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh unutk merencanakan audit dan menentukan sifat. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor. Tafsiran resmi ini bersifat mengikat bagi seluruh anggota IAPI. Standar pelaporan 1. Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. standar auditing semacam ini disebut Generally Accepted Auditing Standards (GAAS) yang dikeluarkan oleh the American Institute of Certified Public Accountants (AICPA). PSA berisi ketentuan-ketentuan dan pedoman utama yang harus diikuti oleh Akuntan Publik dalam melaksanakan penugasan audit. dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. yang merupakan interpretasi resmi yang dikeluarkan oleh IAPI terhadap ketentuanketentuan yang diterbitkan oleh IAPI dalam PSA. 2.merupakan pedoman audit atas laporan keuangan historis. IPSA memberikan jawaban atas pernyataan atau keraguan dalam penafsiran ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam PSA sehingga merupakan perlausan lebih lanjut berbagai ketentuan dalam PSA. 2. ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan . Pernyataan Standar Auditing (PSA) PSA merupakan penjabaran lebih lanjut dari masing-masing standar yang tercantum didalam standar auditing. sehingga pelaksanaannya bersifat wajib. Standar auditing terdiri atas sepuluh standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA). Termasuk didalam PSA adalah Interpretasi Pernyataan Standar Auditng (IPSA). 2. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor. Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan. Standar pekerjaan lapangan 1.

maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan. diatur berdasarkan pedoman yang lebih bersifat umum dalam standar atestasi. maka alasannya harus dinyatakan. Asersi adalah suatu pernyataan yang dibuat oleh satu pihak yang dimaksudkan untuk digunakan oleh pihak lain. Standar atestasi ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai. dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh audito 1. Standar Jasa Akuntansi dan Review Standar jasa akuntansi dan review memberikan rerangka untuk fungsi nonatestasi bagi jasa akuntan publik yang mencakup jasa akuntansi dan review. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan. kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor. 2. Sifat pekerjaan non-atestasi tidak menyatakan pendapat.keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. contoh asersi dalam laporan keuangan historis adalah adanya pernyataan manajemen bahwa laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. (2) review. Pemeriksaan tipe ini diatur berdasarkan standar auditing. hal ini sangat berbeda dengan tujuan audit atas laporan keuangan yang dilaksanakan sesuai dengan standar auditing. 4. Standar Atestasi • • • Atestasi (attestation) adalah suatu pernyataan pendapat atau pertimbangan yang diberikan oleh seorang yang independen dan kompeten yang menyatakan apakah asersi (assertion) suatu entitas telah sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. 3. dan (3) prosedur yang disepakati (agreed-upon procedures). misalnya pemeriksaan atas informasi keuangan prospektif. Salah satu tipe pemeriksaan adalah audit atas laporan keuangan historis yang disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum. sedangkan dalam . Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan. Tujuan audit adalah untuk memberikan dasar memadai untuk menyatakan suatu pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan. Tipe pemeriksaan lain. Standar atestasi membagi tiga tipe perikatan atestasi (1) pemeriksaan (examination). jika ada.

Jasa penyediaan staf dan jasa pendukung lainnya . Dalam jasa konsultansi.mewujudkan rencana kegiatan menjadi kenyataan. Staf .mengembangkan temuan.menyediakan staf yang memadai (dalam hal kompetensi dan jumlah) dan kemungkinan jasa pendukung lain untuk melaksanakan tugas yang ditentukan oleh klien. Sifat dan lingkup pekerjaan jasa konsultansi ditentukan oleh perjanjian antara praktisi dengan kliennya. Contoh jenis jasa ini adalah pemberian bantuan dalam proses perencanaan strategik Jasa implementasi . Contoh jenis jasa ini adalah penyediaan jasa instalasi sistem komputer dan jasa pendukung yang berkaitan. Jasa akuntansi yang diatur dalam standar ini antara lain: • Kompilasi laporan keuangan – penyajian informasi-informasi yang merupakan pernyataan manajemen (pemilik) dalam bentuk laporan keuangan • Review atas laporan keuangan . Umumnya. bahwa tidak terdapat modifikasi material yagn harus dilakukan atas laporan keuangan agar laporan tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia • Laporan keuangan komparatif – penyajian informasi dalam bentuk laporan keuangan dua periode atau lebih yang disajikan dalam bentuk berkolom 3. Standar Jasa Konsultansi Standar Jasa Konsultansi merupakan panduan bagi praktisi (akuntan publik) yang menyediakan jasa konsultansi bagi kliennya melalui kantor akuntan publik.pekerjaan non-atestasi tidak dapat dijadikan dasar untuk menyatakan pendapat akuntan. pekerjaan jasa konsultansi dilaksanakan untuk kepentingan klien. kesimpulan. kesimpulan dan rekomendasi. Sumber daya dan personel klien digabung dengan sumber daya dan personel praktisi untuk mencapai tujuan implementasi. Jasa konsultansi dapat berupa: • • • • • Konsultasi (consultation) – memberikan konsultasi atau saran profesional (profesional advise) berdasarkan pada kesepakatan bersama dengan klien. dan rekomendasi untuk dipertimbangkan dan diputuskan oleh klien.pelaksanaan prosedur permintaan keterangan dan analisis yang menghasilkan dasar memadai bagi akuntan untuk memberikan keyakinan terbatas. Jasa transaksi . Contoh jenis jasa ini adalah review dan komentar terhadap rencana bisnis buatan klien Jasa pemberian saran profesional (advisory services) . para praktisi menyajikan temuan.menyediakan jasa yang berhubungan dengan beberapa transaksi khusus klien yang umumnya dengan pihak ketiga. Contoh jenis jasa adalah jasa pengurusan kepailitan.

sehingga memungkinkan mereka melakukan penugasan secara kompeten pengembangan profesional – meyakinkan bahwa setiap personel memiliki pengetahuan memadai sehingga memungkinkan mereka memenuhi tanggung jawabnya. Standar Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik (KAP) memberikan panduan bagi kantor akuntan publik di dalam melaksanakan pengendalian kualitas jasa yang dihasilkan oleh kantornya dengan mematuhi berbagai standar yang diterbitkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik Institut Akuntan Publik Indonesia (DSPAP IAPI) dan Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik yang diterbitkan oleh IAPI.• tersebut akan bekerja di bawah pengarahan klien sepanjang keadaan mengharuskan demikian. dan wewenang memadai supervisi – meyakinkan bahwa pelaksanaan perikatan memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh KAP pemekerjaan (hiring) – meyakinkan bahwa semua orang yang dipekerjakan memiliki karakteristik semestinya. kompetensi. penjualan dan implementasi perangkat lunak komputer Standar Pengendalian Mutu 4. atau pemeliharaan produk tertentu.menyediakan bagi klien suatu produk dan jasa profesional sebagai pendukung atas instalasi. Pendidikan profesional berkelanjutan dan pelatihan merupakan wahana bagi KAP untuk memberikan pengetahuan memadai bagi personelnya untuk memenuhi tanggung jawab mereka dan untuk kemajuan karier mereka di KAP promosi (advancement) – meyakinkan bahwa semua personel yang terseleksi untuk promosi memiliki kualifikasi seperti yang disyaratkan untuk tingkat tanggung jawab yang lebih tinggi. pertimbangan (judgement). . penggunaan. Contoh jenis jasa ini adalah menajemen fasilitas pemrosesan data Jasa produk . Contoh jenis jasa ini adalah penjualan dan penyerahan paket program pelatihan. Unsur-unsur pengendalian mutu yang harus harus diterapkan oleh setiap KAP pada semua jenis jasa audit. atestasi dan konsultansi meliputi: • • • • • • • independensi – meyakinkan semua personel pada setiap tingkat organisasi harus mempertahankan independensi penugasan personel – meyakinkan bahwa perikatan akan dilaksanakan oleh staf profesional yang memiliki tingkat pelatihan dan keahlian teknis untuk perikatan dimaksud konsultasi – meyakinkan bahwa personel akan memperoleh informasi memadai sesuai yang dibutuhkan dari orang yang memiliki tingkat pengetahuan.

2. saat dan lingkup pengujian yang telah dilakukan c. 3. prosedur audit telah diterapkan. dan pengujian telah dilaksanakan. Telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan ketiga yaitu bukti audit telah diperoleh.• • penerimaan dan keberlanjutan klien – menentukan apakah perikatan dari klien akan diterima atau dilanjutkan untuk meminimumkan kemungkinan terjadinya hubungan dengan klien yang manajemennya tidak memiliki integritas berdasarkan pada prinsip pertimbangan kehati-hatian (prudence) inspeksi – meyakinkan bahwa prosedur yang berhubungan dengan unsurunsur lain pengendalian mutu telah diterapkan dengan efektif KONSEP KERTAS KERJA Kertas Kerja adalah catatan-catatan yang diselenggarakan oleh auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya. Kertas Kerja biasanya harus berisi dokumentasi yang memperlihatkan : a. pengujian yang dilakukannya. Penerimaan perikatan audit Perencanaan audit Pelaksanaan pengujian audit Pelaporan audit . Ada berbagai tujuan pembuatan kertas kerja. dan simpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya. Tahap Tahap Audit Atas Laporan Keuangan Proses audit atas laporan keuangan dibagi menjadi empat tahap berikut : 1. 2. yang memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan. informasi yang diperolehnya. Telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan pertama yaitu pemeriksaan telah dilaksanakan dan disupervisi dengan baik b. 3. Mendukung pendapat auditor atas laporan keuangan auditan Menguatkan simpulan-simpulan auditor dan kompetensi auditnya Mengkoordinasi dan mengorganisasikan semua tahap audit Memberikan pedoman dalam audit berikutnya. Kertas kerja harus cukup memperlihatkan bahwa catatan akuntansi cocok dengan laporan keuangan atau informasi lain yang dilaporkan serta standar auditing yang dapat diterapkan telah dilaksanakan oleh auditor. Empat tujuan penting pembuatan kertas kerja adalah untuk : 1. 4. Telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan kedua yaitu pemahaman memadai atas pengendalian intern telah diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat. 4.

dan konfirmasi sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit. Pekerjaan audit harus dilakukan secara memadai agar audit dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Unsur-Unsur Pekerjaan Lapangan 1. dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. 3. diantaranya: 1. Pekerjaan harus dikerjakan sebaik-baiknya dan jika menggunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. dengan pertimbangan sebagai berikut : . Standar pelaksanaan lapangan dibagi menjadi tiga. Standar pekerjaan lapangan merupakan bagian yang mengatur mengenai pertimbanganpertimbangan yang harus digunakan dalam pelaksanaan audit. termasuk penyiapan program audit. Pendelegasian fungsi dan supervisi audit oleh auditor kepada personel lain guna memenuhi keperluan sebagai asisten sebagai penanggungjawab akhir dan sebagai audtor itu sendiri maupun sebagai asistennya. 2. Perencanaan Perencanaan meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang bervariasi dengan ukuran dan kompleksitas entitas. Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat. penyelesaian perbedaan pendapat diantara personel kantor akuntan. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspkesi. Audit harus menghimpun evidential matter dan tidak sekedar evident atau bukti konkrit sebagai dasar untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan klien. Perencanaan meliputi pengembangan strategi audit dan perancangan program audit untuk melaksanakan audit. saat.STANDAR PEKERJAAN LAPANGAN Standar pekerjaan lapangan adalah salah satu bagian dari standar auditing. pengamatan. 2. Perencanaan dan Supervisi Ikatan Akuntansi Indonesia menetapkan panduan bagi auditor dalam menjalankan tugasnya yang berdasarkan standar auditing dalam mempertimbangkan dan menerapkan prosedur perencanaan dan supervisi. permintaan pertanyaan. pengumpulan informasi tentang bisnis entitas. pengalaman mengenai entitas dan pengetahuan mengenai bisnis entitas.

2. spesialis dan auditor intern Membuat jadwal pekerjaan audit Menentukan dan mengkoordinasi kebutuhan staf audit Melaksanakan diskusi dengan pihak pemberi tugas untuk memperoleh tambahan informasi tentang tujuan audit yang akan dilaksanakan sehingga auditor dapat mengantisipasi dan memberikan perhatian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan yang dipandang perlu . kertas kerja. laporan khusus yang melaporkan kepatuhan klien terhadap kontrak perjanjian. Metode yang digunakan dalam mengolah informasi akuntansi 4. dan waktu audit dengan manajemen. Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit 6. Tahapan-Tahapan Standar Pekerjaan Lapangan Prosedur yang mencakup review terhadap catatan auditor yang berkaitan dengan entitas dan pembahasan dengan personel lain dalam satu kantor akuntan dan dengan personel entitas.1. Kondisi yang memerlukan perluasan atau pengubahan pengujian audit seperti resiko kekeliruan atau kecurangan yang material atau adanya transaksi antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa 8. meliputi berbagai prosedur sebagai berikut : Mereview arsip korespondensi. Pos laporan keuangan yang memerlukan penyesuaian 7. Tingkat pengendalian yang direncanakan 5. Kebijakan dan prosedur akuntansi entitas 3. lingkup. Masalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan industri yang menjadi tempat usaha entitas. laporan keuangan yang diserahkan ke Bapepam. arsip permanent. laporan keuangan. dan laporan auditor tahun lalu Membahas masalah-masalah yang berdampak terhadap audit dengan personel kantor akuntan yang berjasa atas jasa non audit bagi entitas Meminta keterangan tentang perkembangan bisnis saat ini yang berdampak terhadap entitas Membaca laporan tahunan interim tahun berjalan Membahas tipe. Sifat laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan sebagai contoh laporan auditor tentang laporan keuangan konsolidasian. Mengkoordinasi bantuan dari personil entitas dalam penyiapan data Menentukan luasnya keterlibatan jika ada konsultan. . dewan komisaris atau komite audit Mempertimbangkan dampak diterapkannya pernyataan standar akuntansi dan standar auditing yang ditetapkan oleh IAI terbaru.

Laporan Audit dan Persyaratan Lainnya dalam melaksanakan Audit Serta Standar Pekerjaan Lapangan OLEH Kelompok 4: Luh Putu Lusi Setyandarini S Gst Ayu Dyah Indraswasi (1006305196) (1006305109) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS UDAYANA . Aturan. Kertas Kerja. Standar.RINGKASAN MATERI PERKULIAHAN Etika.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->