PENGERTIAN KODE ETIK Kode Etik Dapat diartikan pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam

melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Dalam kaitannya dengan profesi, bahwa kode etik merupakan tata cara atau aturan yang menjadi standart kegiatan anggota suatu profesi. Suatu kode etik menggambarkan nilai-nilai professional suatu profesi yang diterjemahkan kedalam standaart perilaku anggotanya. Nilai professional paling utama adalah keinginan untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat. Nilai professional dapat disebut juga dengan istilah asas etis.(Chung, 1981 mengemukakan empat asas etis, yaitu : (1). Menghargai harkat dan martabat (2). Peduli dan bertanggung jawab (3). Integritas dalam hubungan (4). Tanggung jawab terhadap masyarakat. Kode etik dijadikan standart aktvitas anggota profesi, kode etik tersebut sekaligus sebagai pedoman (guidelines). Masyarakat pun menjadikan sebagai perdoman dengan tujuan mengantisipasi

terjadinya bias interaksi antara anggota profesi. Bias interaksi merupakan monopoli profesi., yaitu memanfaatkan kekuasan dan hakhak istimewa yang melindungi kepentingan pribadi yang betentangan dengan masyarakat. Oteng/ Sutisna (1986: 364) mendefisikan bahwa kode etik sebagai pedoman yang memaksa perilaku etis anggota profesi. Konvensi nasional IPBI ke-1 mendefinisikan kode etik sebagai pola ketentuan, aturan, tata cara yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktifitas maupun tugas suatu profesi. Bahsannya setiap orang harus menjalankan serta mejiwai akan Pola, Ketentuan, aturan

. Agar guru terhindar dari penyimpangan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Melindungi para praktisi dari kesalahan praktik suatu profesi. 4. (2). Kode etik guru sesungguhnya merupakan pedoman yang mengatur hubungan guru dengan teman kerja. (3). Fungsi seperti itu sama seperti apa yang dikemukakan Gibson dan Michel (1945 : 449) yang lebih mementingkan pada kode etik sebagai pedoman pelaksanaan tugas prosefional dan pedoman bagi masyarakat sebagai seorang professional. masyarakat dan pemerintah. Biggs dan Blocher ( 1986 : 10) mengemukakan tiga fungsi kode etik yaitu : 1. murid dan wali murid. Sutan Zahri dan Syahmiar Syahrun (1992) mengemukakan empat fungsi kode etik guru bagi guru itu sendiri. Melindungi suatu profesi dari campur tangan pemerintah. antara lain : 1. B. 2. Untuk mengatur hubungan guru dengan murid.karena pada dasarnya suatu tindakan yang tidak menggunakan kode etik akan berhadapan dengan sanksi. Penberi arah dan petunjuk yang benar kepada mereka yang menggunakan profesinya dalam melaksanakan tugas. 3. pimpinan dan masyarakat serta dengan misi tugasnya. Sebagai pegangan dan pedoman tingkah laku guru agar lebih bertanggung jawab pada profesinya. Menurut Oteng Sutisna (1986 : 364) bahwa pentingnya kode etik guru dengan teman kerjanya difungsikan sebagai penghubung serta saling mendukung dalam bidang mensukseskan misi dalam mendidik peserta didik. FUNGSI KODE ETIK Pada dasarnya kode etik memiliki fungsi ganda yaitu sebagai perlindungan dan pengembangan bagi profesi. Mencegah terjadinya pertentangan internal dalam suatu profesi. teman sekerja.

Inilah bunyi kode etik guru yang perrtama dengan istilah “bebakti membimbing” yang artinya mengabdi tanpa pamrih dan tidak pandang bulu dengan membantu (tanpa paksaan. Bahwa guru percaya kepada pimpinan dalam meberi tugas dapat dan sesuai dengan kemampuan serta guru percaya setiap apa yang telah dikerjakan mendapatkan imbalan dan sebaliknya bahwa pimpinan harus yakin bahwa tugas yang telah diberikan telah dapat untuk dilaksanakan. C. secara fisik dan psikis.Etika hubungan guru dengan peserta didik menuntut terciptanya hubungan berupa helping relationship (Brammer. Seorang guru apabila ingin menjadi guru yang professional harusnya mendalami serta memiliki etika diatas tersebut. yaitu hubungan yang bersifat membantu dengan mengupayakan terjadinya iklim belajar yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. Jadi guru harus berupaya dalam . 1979). kehangatan dan perhatian. Guru juga harus menghayati apa saja yang menjadi tanggung jawab tugasnya. Kode Etik Guru “ Guru memiliki kewajiban untuk membimbing anak didik seutuhnya dengan tujuan membentuk manusia pembangunan yang pancasila”.penerimaan dan penghargaan. keterbukaan dan ketulusan serta kejelasan ekspresi seorang guru. CONTOH PENERAPAN KODE ETIK 1. Istilah seutuhnya lahir batin. Dengan ditandai adanya perilaku empati. manusiawi). Guru sangat perlu memelihara hubungan baik dengan masyarakat untuk kepentingan pendidikan. Etika Hubungan garis dengan pimpinan di sekolah menuntut adanya kepercayaan.

Guru Indonesia selalu tampil secara profesional dengan tugas utama mendidik.makmur. pendidikan dasar. khususnya oleh peserta didik yang dalam melaksanakan tugas berpegang teguh pada prinsip “ing ngarso sung tulodho. integritas dan keyakinan kliennya”. ing madya mangun karso.membentuk manusia pembangunan pancasila harus seutuhnya tanpa pamrih. PEMBUKAAN Dengan rahmat Tuhan yang Maha Esa guru Indonesia menyadari bahwa jabatan guru adalah suatu profesi yang terhormat dan mulia. Kode Etik Guru Pembimbing/ Konselor Sekolah “ Konselor harus menghormati harkat pribadi. . bertakwa dan berakhlak mulia serta mengusai ilmu pengetahuan. mengajar. kreatif. sehat. Guru mengabdikan diri dan berbakti untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia indonesia yang bermain. adil. dan beradap. tut wuri handayani”. mengarahkan. Guru indonesia adalah insan yang layak ditiru dalam kehidupan bermasyarakat. berbangsa dan bernegara. berilmu. 1. Dalam usaha mewujudkan prinsip-prinsip tersebut guru indonesia ketika menjalankan tugas-tugas profesional sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. dan pendidikan menengah. Melatih menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. Guru Indonesia memiliki kehandalan yang tinggi sebagai sumber daya utama untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. membimbing. cakap. Apabila kode etik itu telah diterapkan maka konselor ketika berhadapan dalam bidang apapun demi lancarnya pendidikan diharapkan memiliki kepercayaan dengan clientnya dan tidak membuat clientnya merasa terseinggung. berakhlak mulia. teknologi dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju.

Dalam melaksanakan tugas profesinya guru indonesia menyadari sepenuhnya bahwa perlu ditetapkan Kode Etik Guru Indonesia sebagai pedoman bersikap dan berperilaku yang mengejewantah dalam bentuk nilai-nilai moral dan etika dalam jabatan guru sebagai pendidik puteraputeri bangsa. Hanya dengan tugas pelaksanaan tugas guru secara profesional hal itu dapat diwujudkan eksitensi bangsa dan negara yang bermakna. serta sikap pergaulan sehari-hari di dalam dan luar sekolah. mengarahkan. dan Fungsi Pasal 1 (1) Kode Etik Guru Indonesia adalah norma dan asas yang disepakati dan diterima oleh guru-guru Indonesia. setiap siswa dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk itu. melatih. Bagian Satu Pengertian. tujuan. kompetetif dan produktif sebagai aset nasional dalam menghadapi persaingan yang makin ketat dan berat sekarang dan dimasa datang. baik pada masa sekarang maupun masa yang akan datang.membimbing. anggota maasyarakat dan warga negara.Guru indonesia bertanggung jawab mengatarkan siswanya untuk mencapai kedewasaan sebagai calon pemimpin bangsa pada semua bidang kehidupan. terhormat dan dihormati dalam pergaulan antar bangsa-bangsa di dunia ini. Kondisi seperti itu bisa mengisyaratkan bahwa guru dan profesinya merupakan komponen kehidupan yang dibutuhkan oleh bangsa dan negara ini sepanjang zaman. Peranan guru semakin penting dalam era global. Hanya melalui bimbingan guru yang profesional. yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan selama menunaikan tugas-tugas profesionalnya untuk mendidik. (2) Pedoman sikap dan perilaku sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) pasal ini adalah nilai-nilai moral yang membedakan perilaku guru yang baik dan buruk. menilai. mengajar. Sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas profesi sebagai pendidik. pihak-pihak yang berkepentingan selayaknya tidak mengabaikan peranan guru dan profesinya. dan mengevaluasi peserta didik. Pasal 2 . agar bangsa dan negara dapat tumbuh sejajar dengan bangsa lain di negara maju.

(1) Kode Etik Guru Indonesia merupakan pedoman sikap dan perilaku bertujuan menempatkan guru sebagai profesi terhormat. (2) Sumpah/janji guru Indonesia diucapkan di hadapan pengurus organisasi profesi guru dan pejabat yang berwenang di wilayah kerja masing-masing. Bagian Dua Sumpah/Janji Guru Indonesia Pasal 3 (1) Setiap guru mengucapkan sumpah/janji guru Indonesia sebagai wujud pemahaman. Pasal 4 (1) Naskah sumpah/janji guru Indonesia dilampirkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Kode Etik Guru Indonesia. sosial. (3) Setiap pengambilan sumpah/janji guru Indonesia dihadiri oleh penyelenggara satuan pendidikan. pendidikan. organisasi profesi. dan bermartabat yang dilindungi undang-undang. sekolah dan rekan seprofesi. (2) Pengambilan sumpah/janji guru Indonesia dapat dilaksanakan secara perorangan atau kelompok sebelumnya melaksanakan tugas. (2) Kode Etik Guru Indonesia berfungsi sebagai seperangkat prinsip dan norma moral yang melandasi pelaksanaan tugas dan layanan profesional guru dalam hubungannya dengan peserta didik. penerimaan. dan kesediaan untuk mematuhi nilai-nilai moral yang termuat di dalam Kode Etik Guru Indonesia sebagai pedoman bersikap dan berperilaku. mulia. dan pemerintah sesuai dengan nilai-nilai agama. penghormatan. etika dan kemanusiaan. orangtua/wali siswa. Bagian Tiga Nilai-nilai Dasar dan Nilai-nilai Operasional Pasal 5 Kode Etik Guru Indonesia bersumber dari : (1) Nilai-nilai agama dan Pancasila . baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

i. Guru menghimpun informasi tentang peserta menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan. memelihara. didik dan e. Guru berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tuga didik. harkat dan martabat manusia yang meliputi perkembangan kesehatan jasmaniah. g.(2) Nilai-nilai kompetensi pedagogik. f. menghayati dan mengamalkan hak-hak dan kewajiban sebagai individu. termasuk kemampuannya untuk berkarya. Guru secara perseorangan atau bersama-sama secara terus-menerus berusaha menciptakan.melatih. sosial. dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran. h. emosional. mengarahkan. . dan spiritual. dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien bagi peserta didik. b. (3) Nilai-nilai jati diri. kompetensi kepribadian. Guru menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan. intelektual. Guru mengetahui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan masing-masingnya berhak atas layanan pembelajaran. warga sekolah. dan tidak sekali-kali merendahkan martabat peserta didiknya. dan anggota masyarakat c. Guru membimbing peserta didik untuk memahami. membimbing. Guru berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap gangguan yang dapat mempengaruhi perkembangan negatif bagi peserta didik. d. integritas. Guru menjunjung tinggi harga diri. Pasal 6 (1) Hubungan Guru dengan Peserta Didik: a.menilai. kompetensi sosial. mengajar. dan kompetensi profesional. Guru secara langsung mencurahkan usaha-usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya.

j. (2) Hubungan Guru dengan Orangtua/wali Siswa : 1. 5. p. hukum. dan agama. Guru menjunjunng tinggi hak orangtua/wali siswa untuk berkonsultasin dengannya berkaitan dengan kesejahteraan kemajuan. m. l. Guru mrmberikan informasi kepada Orangtua/wali secara jujur dan objektif mengenai perkembangan peserta didik. Guru tidak boleh melakukan hubungan dan tindakan profesional dengan orangtua/wali siswa untuk memperoleh keuntungnakeuntungan pribadi. Guru berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-hak peserta didiknya. 2. 4. kesehatan. n. Guru membuat usaha-usaha yang rasional untuk melindungi peserta didiknya dari kondisi-kondisi yang menghambat proses belajar. menimbulkan gangguan kesehatan. 7. dan keamanan. 3. dan kemanusiaan. k. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesionallnya kepada peserta didik dengan cara-cara yang melanggar norma sosial. . dan cita-cita anak atau anak-anak akan pendidikan. 6. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesional dengan peserta didiknya untuk memperoleh keuntungan-keuntungan pribadi. Guru merahasiakan informasi setiap peserta didik kepada orang lain yang bukan orangtua/walinya. moral. Guru terpanggil hati nurani dan moralnya untuk secara tekun dan penuh perhatian bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya. Guru berkomunikasi secara baik dengan orangtua/wali siswa mengenai kondisi dan kemajuan peserta didik dan proses kependidikan pada umumnya. Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi serta didiknya untuk alasanalasan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pendidikan. o. Guru berusaha membina hubungan kerjasama yang efektif dan efisien dengan Orangtua/Wali siswa dalam melaksannakan proses pedidikan. kebudayaan. Guru bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil. Guru memotivasi orangtua/wali siswa untuk beradaptasi dan berpatisipasi dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan.

prestasi. 5. dan kemanusiaan dalam setiap tindakan profesional dengan sejawat. Guru menghormati rekan sejawat. 2.(3) Hubungan Guru dengan Masyarakat : 1. Guru mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam mengembnagkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran. 4. menjunjung tinggi nilainilai agama. . moral. 3. 6. Guru menciptakan melaksanakan proses yang kondusif. 8. Guru menjunung tinggi martabat profesionalisme dan hubungan kesejawatan dengan standar dan kearifan profesional. dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat. hukum. Guru memotivasi diri dan rekan sejawat secara aktif dan kreatif dalam melaksanakan proses pendidikan. 7. Guru tidak boleh membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepada masyarakat. Guru saling membimbing antarsesama rekan sejawat 7. (4) Hubungan Guru dengan seklolah 1. 8. Guru tidak boleh menampilkan diri secara ekslusif dalam kehidupam masyarakat. Guru peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat 4. Guru melakukan semua usaha untuk secara bersama-sama dengan masyarakat berperan aktif dalam pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya 6. Guru memberikan pandangan profesional. dan reputasi sekolah. Guru berkerjasama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan prestise dan martabat profesinya. Guru menerima otoritas kolega seniornya untuk mengekspresikan pendapat-pendapat profesionalberkaitan dengan tugas-tugas pendidikan dan pembelajaran 10. 5. Guru menjalin komunikasi dan kerjasama yang harmonis. moral. efektif dan efisien dengan masyarakat untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan. Guru menciptakan suasana kekeluargaan di dalam dan luar sekolah. Guru dengan berbagai cara harus membantu rekan-rekan juniornya untuk tumbuh secara profsional dan memilih jenis pelatihan yang relevan dengan tuntutan profesionalitasnya. 3. Guru memelihara dan eningkatkan kinerja. 9. Guru membasiskan diri pada nilai-nilai agama. 2.

11. Guru tidak boleh mengeluarkan pernyataan-pernyaan keliru berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi sejawat atau calon sejawat. moral. Guru tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang akan merendahkan martabat profesionalnya. 13. 14. (5) Hubungan Guru dengan Profesi : 1. Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi sejawat kecuali untuk pertimbangan-pertimbangan yang dapat dilegalkan secara hukum. 5. 7. pemberian dan pujian yang dapat mempengaruhi keputusan atau tindakan-tindakan proesionalnya 8. 16. Guru memliki beban moral untuk bersama-sama dengan sejawat meningkatkan keefektifan pribadi sebagai guru dalam menjalankan tugas-tugas profesional pendidikan dan pembelajaran. dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya. dan martabat profesionalnya. Guru terus menerus meningkatkan kompetensinya 4. Guru tidak boleh mengeluarkan pendapat dengan maksud menghindari tugas-tugas dan tanggungjawab yang muncul akibat kebijakan baru di bidang pendidikan dan pembelajaran. Guru menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya dan bertanggungjawab atas konsekuensiinya. Guru menerima tugas-tugas sebagai suatu bentuk tanggungjawab. (6) Hubungan guru dengan Organisasi Profesinya : a. 12. Guru menjadi anggota aorganisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program-program organisasi bagi kepentingan kependidikan. Guru tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang akan merendahkan martabat pribadi dan profesional sejawatnya 15. Guru mengoreksi tindakan-tindakan sejawat yang menyimpang dari kaidah-kaidah agama. Guru tidak boleh menerima janji. Guru berusaha mengembangkan dan memajukan disiplin ilmu pendidikan dan bidang studi yang diajarkan 3. Guru tidak boleh mengoreksi tindakan-tindakan profesional sejawatnya atas dasar pendapat siswa atau masyarakat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarnya. 6. . Guru menjunjung tinggi jabatan guru sebagai sebuah profesi 2. 17. kemanusiaan. inisiatif individual. Guru tidak boleh menciptakan kondisi atau bertindak yang langsung atau tidak langsung akan memunculkan konflik dengan sejawat.

e. g. Undang-Undang Tentang Guru dan Dosen. d) Guru tidak boleh menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah atau satuan pendidikan untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran. memeliharadan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan pancasila dan UUD1945.b. c) Guru berusaha menciptakan. inisiatif individual. Guru menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggungjawab atas konsekuensinya. h. b) Guru membantu Program pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan berbudaya. Guru menerima tugas-tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggungjawab. Guru memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru yang memberikan manfaat bagi kepentingan kependidikan c. Guru tidak boleh mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya. d. UU Tentang Sistem Pendidikan Nasional. dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya. e) Guru tidak boleh melakukan tindakan pribadi atau kedinasan yang berakibat pada kerugian negara. Guru aktif mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat. f. Guru tidak boleh menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Bagian Empat . dan ketentuan Perundang-Undang lainnya. (7) Hubungan Guru dengan Pemerintah : a) Guru memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945. Guru tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensis organisasi profesinya.

Pelanggaran. (5) Siapapun yang mengetahui telah terjadi pelanggaran Kode Etik Guru Indonesia wajib melapor kepada Dewan Kehormatan Guru Indonesia. Pasal 8 (1) Pelanggaran adalah perilaku menyimpang dan atau tidak melaksanakan Kode Etik Guru Indonesia dan ketentuan perundangan yang berlaku yang berkaitan dengan protes guru. (2) Guru dan organisasi guru berkewajiban mensosialisasikan Kode Etik Guru Indonesia kepada rekan sejawat Penyelenggara pendidikan. atau pejabat yang berwenang. (6) Setiap pelanggaran dapat melakukan pembelaan diri dengan/atau tanpa bantuan organisasi profesi guru dan/atau penasehat hukum sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan dihadapan Dewan Kehormatan Guru Indonesia. (3) Jenis pelanggaran meliputi pelanggaran ringan sedang dan berat. (2) Guru yang melanggar Kode Etik Guru Indonesia dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. dan sanksi Pasal 7 (1) Guru dan organisasi profesi guru bertanggungjawab atas pelaksanaan Kude Etik Guru Indonesia. organisasi profesi guru. (2) Pemberian sanksi oleh Dewan Kehormatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus objektif Guru Indonesia (3) Rekomendasi Dewan Kehormatan Guru Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dilaksanakan oleh organisasi profesi guru. . (4) Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan upaya pembinaan kepada guru yang melakukan pelanggaran dan untuk menjaga harkat dan martabat profesi guru. masyarakat dan pemerintah.Pelaksanaan . Pasal 9 (1) Pemberian rekomendasi sanksi terhadap guru yang melakukan pelanggaran terhadap Kode Etik Guru Indonesia merupakan wewenang Dewan Kehormatan Guru Indonesia.

Guru dengan bersunguhsunguh mengintensifkan Pendidikan MoralPancasila bagi anak didiknyae. Guru menghormati hak individu dan Indkepribadian anak didiknya masing-masingb. Guru melatih dalam memecahkan masalah-masalah dan membina . Guru harus menghayati dan mengamalkan pancasilad.mengamalkan serta menjunjung tinggi Kode Etik Guru Indonesia. Guru berusaha mensusseskan pendidikan yang serasi (jasmaniyah danrohaniyah) bagi anak didiknyac. Bagian Enam Penutup Pasal 11 (1) Setiap guru secara sungguh-sungguh menghayati. Bangsa. (3) Dewan Kehormatan Guru Indonesia menetapkan sanksi kepada guru yang telah secara nyata melanggar Kode Etik Guru Indonesia. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusiapembangunan yang berPancasila. dan Negara serta pada kemanusiaan pada umumnya. oleh kerena itu.a. Kode etik Guru Indnesia Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadapTuhan Yang Maha Esa. Guru Indonesia terpangil untuk menunaikan karyanyadengan memedomani dasar-dasar sebagai berikut:1.Bagian Lima Ketentuan Tambahan Pasal 10 Tenaga kerja asing yang dipekerjakan sebagai guru pada satuan pendidikan di Indonesia wajib mematuhi Kode Etik Guru Indonesia dan peraturan perundang-undangan. turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17Agustus 1945. (2) Guru yang belum menjadi anggota organisasi profesi guru harus memilih organisasi profesi guru yang pembentukannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada UUD 1945.

Guru hendaknya luwes didalam menerapkan kurikulum sesuai denganklebutuhan anak didik masing-masingc. terutama dalam memperoleh informasi tentanganak didik. maka Guru harus mengetahui kepribadiananak dan latar belakangt keluarganya masing-masing. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan denganorang tua murid dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik a. Guru memberi pelajaran di dalam dan di luar sekolah berdasarkan kurikulumtanpa membedabedakan Janis dan posisi orang tua muridnya3.2.a. Guru menusahakan terciptanya kerjasama yang sebaik-bainya antara sekolah. Guru memiliki kejujuran professional dalam menerapkan kurikulum sesuaidengan kebutuhan anak didik masing-masing. Komunikasi Guru ini hanya diadakan semata-mata untuk kepentinganpendidikan anak didik 4. Guru menghargai dan memperhatikan perbedaan dan kebutuhan anak didiknya masingmasingb. Guru membantu sekolah didalam usaha menanamkan pengetahuanketerampilan kepada anak didik. Pertemuan dengan orang tua murid harus diadakan secara teratur 5.orang tua murid.d. Guru menciptakan suasana kehidupan sekol. dan masyarakat bagi kesempurnaan usaha .c. Tetapi menghindarkan diri dari segtsala bentuk penyalah gunaana. Guru mengadakan komunikasi. Guru senantiasa menerima dengan lapang dada setiap kritik membangunyang disampaikan orang tua murid/ masyarakat terhadap kehidupansekolahnya. Guru menciptakan hubungan baik dengan orang tua murid sehingga dapatterjalin pertukaran informasi timbale balik untuk kepentingan anak didik c. Untuk berhasilnya pendidikan. Guru memperluas pengetahuan masyarakat mengenai profesi keguruanb. Komunikasi Guru dan anak didik didalam dan diluar sekolah dilandaskanpada rasa kasih sayingb. sehingga sekolah tersebut turut berfubgsisebagai pusat pembinaan dan pengembangan pendidikan dan kebudayaanditempat ituc. Guru turut bersamasama masyarakat sekitarnya didalam berbagai aktifitase. Guru turut menyebarkan program-progaram pendidikan dan lkebudayaankepada masyarakat seketernya. Guru harus berperan agar dirinya dan sekolahnya dapat berfungsi sebagaiunsur pembaru bagi kehidupan dan kemajuan daerahnya.d.ah sehingga anak didik betahberada dan belajar di sekolahb.dayakrasai anak didik agar kelak dapat menunjang masyarakat yang sedangmembangunf. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat disekitar sekolahnyamaupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikana..

Guru senantiasa tunduk terhadap kebijaksanaan dan ketentuan-ketentuanpemerintah dalam bidang pendidikanb. dan meningkatkan organisasiguru professional sebagai sarana pengabdiannya. orang tua murid dan masyarakat.a. Guru berusaha membantu menyebarkan kebijak sanaan dan programpemerintah dalam bidang pendidikan kepada orang tua murid dan masyarakatsekitarnyad. Guru melanjutkan setudinya dengan :· Membaca buku-buku· Mengikuti loka karya.a. Guru berusaha menunjang terciptanya kepemimpinan pendidikandilingkungan atau didaerahnya sebaik-baiknya. seminar. baik dalam hubungan kepentinganpribadi maupun dalam menuaikan tugas profgesinyab. .6. membina. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintahdalam bidang pendidikana. Guru menjadi anggota dan membantu organisasi Guru yang bermaksudmembina profesi dan pendidikan pada umumnyab.a. Guru senantiasa berusaha bagi peningkatan persatuan diantara sesamepengabdi pendidikanc. Guru senantiasa saling bertukar informasi pendapat. bersikap dan bertindak sesuai dengan martabatprofesinya. Guru tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan nama baik rekanrekan seprofesinya dan menunjang martabat guru baik secara keseluruhanmaupun secara pribadi8. Guru melakukan tugas profesinya dengan disiplin dan rasa pengabdianc.pendidikan atasdasar kesadaran bahwa pendidikan merupakan tangung jawab nersama antarapemerintah. dan pertemuan-pertemuan pendidikan dan keilmuan lainnya· Mengikuti penataran· Mengadakan kegiatan-kegiatan penelitianb. Guru selalu bicara. Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama mengembangkan danmeningkatkan mutu profesinya. Guru secara bersama-sama memelihara. gterakan koperasi. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesame guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun didalam hubungan keseluruhan.7.dan tindakan yag merugikan organisasi9. Guru senantiasa berusaha agar menghindarkan diri dari sikap-sikap ucapan. salung menasehatri danBantu-membantu satu sama lainnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful