P. 1
Analisa Laporan Keuangan

Analisa Laporan Keuangan

|Views: 101|Likes:
Published by Susi Karmila

More info:

Published by: Susi Karmila on Jul 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/12/2012

pdf

text

original

BAB I LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

1.

Arti Pentingnya Laporan Keuangan Laporan keuangan sangat perlu untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Pada mulanya laporan keuangan bagi suatu perusahaan hanyalah sebagai ‘alat penguji’ dari pekerjaan bagian pembukuan, tetapi untuk selanjutnya laporan keuangan tidak hanya sebagai alat penguji saja tetapi juga sebagai dasar untuk dapat menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan tersebut, dimana dengan hasil analisa tersebut pihak – pihak yang berkepentingan mengambil suatu keputusan. Jadi untuk mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan serta hasil – hasil yang telah dicapai oleh perusahaan tersebut perlu adanya laporan keuangan dari perusahaan yang bersangkutan. Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak – pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut. Sifat Laporan Keuangan Laporan keuangan dipersiapkan atau dibuat dengan maksud untuk memberikan gambaran atau laporan kemajuan (Progress Report) secara periodik yang dilakukan pihak management yang bersangkutan. Jadi laporan keuangan bersifat historis serta menyeluruh dan sebagai suatu progress report laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari suatu kombinasi antara : a. Fakta yang telah dicatat (recorded fact) Laporan keuangan dibuat atas dasar fakta dari catatan akuntansi, seperti jumlah uang kas yang tersedia dalam perusahaan maupun yang disimpan di Bank, jumlah piutang, persediaan barang dagangan, hutang maupun aktiva tetap yang dimiliki perusahaan. Pencatatan dari pos-pos ini berdasarkan catatan historis dari peristiwa-peristiwa yang telah terjadi masa lampau, dan jumlah-jumlah uang yang tercatat dalam pos-pos itu dinyatakan dalam harga-harga pada waktu terjadinya peristiwa tersebut (at original cost). Dengan sifat yang demikian itu maka laporan keuangan tidak dapat mencerminkan posisi keuangan dari suatu perusahaan dalam kondisi perekonomian yang paling akhir, karena segala sesuatunya sifatnya historis. Sehingga mungkin terdapat beberapa hal yang dapat membawa akibat terhadap posisi keuangan perusahaan tidak dicatat dalam pencatatan akuntansi atau tidak nampak dalam laporan keuangan, misalnya adanya pesanan yang tidak dapat dipenuhi, berbagai kontrak pembelian atau penjualan yang telah disetujui dan adanya hak-hak patent yang masih dalam pengurusan, karena faktor-faktor tersebut tidak dapat dikuantifisir. b. Prinsip-prinsip dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi (accounting convention and postulate) Data yang dicatat itu didasarkan pada prosedur maupun anggapananggapan tertentu yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim (General Accepted Accounting Principles), hal ini dilakukan dengan tujuan memudahkan pencatatan atau untuk keseragaman. c. Pendapat pribadi (personal judgment)
Laboratorium Pengembangan Akuntansi                    1 

2.

hutang-piutang. dibandingkan dengan tahun – tahun sebelumnya sehingga kenaikan volume penjualan yang dinyatakan dalam rupiah belum tentu menunjukan unit yang terjual semakin besar. Laporan keuangan menunjukan angka dalam rupiah yang kelihatannya bersifat pasti dan tepat. Laporan keuangan disusun berdasarkan hasil pencatatan transaksi keuangan atau nilai rupiah berbagai waktu atau tanggal yang lalu dimana daya beli uang tersebut semakin menurun. b. Kesatuan Usaha • Perusahaan dianggap sebagai kesatuan ekonomi yang terpisah dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan sumber-sumber perusahaan • Ada pemisahan yang jelas antara perusahaan dengan pemilik. yang oleh penjual disebut harga jual dan oleh pembeli disebut harga perolehan (Cost)              2  4. Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan karena faktor – faktor tersebut tidak dapat diukur dengan satuan uang. d. Judgment atau pendapat ini tergantung kepada kemampuan atau integritas pembuatnya yang dikombinasikan dengan fakta yang tercatat dan kebiasaan serta dalil-dalil dasar akuntansi yang telah disetujui akan digunakan di dalam beberapa hal. Karena itu semua jumlah – jumlah atau hal – hal yang dilaporkan dalam laporan keuangan tidak menunjukan nilai likuidasi atau realisasi dimana dalam laporan ini terkandung pendapat pribadi yang telah dilakukan oleh Akuntan atau Manajemen yang bersangkutan. namun penggunaan dari konvensi-konvensi dan dalil dasar tersebut tergantung daripada akuntan atau management perusahaan yang bersangkutan. Transaksi antara penjual dan pembeli akan menghasilkan harga pertukaran. Laporan keuangan yang dibuat secara periodik pada dasarnya merupakan intern report ( laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya sementara ) dan bukan merupakan laporan final. Harga Pertukaran yang Obyektif • Transaksi keuangan harus dinyatakan dengan nilai uang. persero atau pemegang saham. mengenai kekayaan. Kesinambungan • Suatu entitas ekonomi diasumsikan akan terus-menerus melanjutkan usahanya dan tidak akan dibubarkan c. c. Prinsip Akuntansi a. tetapi sebenarnya dasar penyusunannya dengan standar nilai mungkin berbeda atau berubah. mungkin kenaikan itu disebabkan karena naiknya harga jual barang tersebut yang mungkin juga diikuti kenaikan tingkat harga – harga. penerimaan dan pengeluaran uang. Laboratorium Pengembangan Akuntansi       . 3. Keterbatasan Laporan Keuangan Laporan Keuangan memiliki keterbasan antara lain : a. antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan pribadi pemilik/pemegang saham tidak boleh bercampur b.Walaupun pencatatan transaksi telah diatur oleh konvensi-konvensi atau dalil-dalil dasar yang sudah ditetapkan yang sudah menjadi standard praktek pembukuan.

Tidak ada mark-up. kondisi keuangan. tidak terdapat data yang tidak terakumulasi dalam laporan keuangan • 6. Konsisten • Penggunaan metode dalam pembukuan tidak boleh berubah-ubah e. Netral Laporan keuangan yang dihasilkan harus netral. perhitungan yang dilakukan akan menghasilkan angka yang sama apabila dilakukan oleh pihak lain. dan sebagainya d.Harga Pertukaran yang obyektif/wajar: 1. Pemberian Kredit Menilai kemampuan perusahaan untuk mengembalikan pinjaman yang diberikan beserta bunga yang berkaitan dengan pinjaman tersebut. terutama dengan Standar Akuntansi Keuangan g. b. c. Daya Banding Laporan keuangan yang dihasilkan harus memiliki daya banding. Tujuan Analisis Keuangan a. Dapat Dimengerti Laporan Keuangan yang dihasilkan dalam akuntansi pajak harus dapat dimengerti. masih merupakan tafsiran) sudah diakui sebagai kerugian. dan kemampuan membayar kewajibannya pada saat jatuh tempo. Tidak dipengaruhi oleh adanya hubungan istimewa 2. Investasi Pada Saham Analisis resiko difokuskan pada kemampuan perusahaan melewati masa-masa sulit dan kemudian memproyeksikan kemampuan ini untuk periode-periode masa yang akan datang. tidak memihak kepada salah satu pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan e. Sementara itu. Relevan Laporan Keuangan yang dihasilkan harus relevan antara data dengan keadaan perusahaan b. kemungkinan laba yang tibul tidak diakui. Kesehatan Pelanggan Laboratorium Pengembangan Akuntansi                    3  . d. sesuai dengan tahun takwim atau tahun buku yang dipergunakan perusahaan f. Tidak terdapat transfer pricing 4. Daya Uji Laporan keuangan yang dihasilkan dalam mempunyai daya uji. Tepat Waktu Laporan keuangan yang disajikan harus tepat waktu. Kesehatan Pemasok Menganalisis profitabilias perusahaan pemasok. Lengkap Laporan keuangan yang disajikan dalam harus lengkap. d. 5. Tidak ada KKN. Tujuan Kualitatif Akuntansi a. Konservatif • Kemungkinan rugi (belum direalisasi. Dapat diuji oleh pihak-pihak yang independen 3. c. kemampuan untuk menghasilkan kas untuk memenuhi operasinya sehariharinya. dengan cara membentuk penyisihan atau cadanga.

jenis usaha pelanggan. dan digunakan oleh manajemen sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dan perencanaan serta untuk evaluasi perubahan strategi Analisis Pesaing Menentukan sejauh mana kekuatan keuangan pesaing yang digunakan untuk penentuan strategi perusahaan misalnya penentuan harga.e. g. modal dari suatu perusahaan yang. dan menganalisis layak tidaknya perusahaan melakukan go public Analisis Internal Menentukan sejauh mana perkembangan perusahaan sebagai bahan evaluasi prestasi manajemen. f. strategi merebut pangsa pasar. Bentuk Neraca: 1) Staffel (Report Form) Laboratorium Pengembangan Akuntansi                    4  . Penilaian kerusakan Menentukan besarnya kerusakan yang dialami perusahaan dalam rangka untuk mengganti kerugian 7. kondisi keuangan perusahaan. menentukan tingkat keuntungan yang wajar bagi suatu industri. besar kecilnya usaha pelanggan Kesehatan perusahaan ditinjau dari karyawan Memastikan apakah perusahaan yang akan dimasuki tersebut mempunyai prospek keuangan yang bagus. hutang. Faktor yang dianalisis adalah profitabilitas perusahaan. Menilai kemampuan pelanggan memenuhi kewajiban jangka pendeknya.menunjukkan posisi keuangan pada suatu saat tertentu. i. h. dan kemampuan menghasilkan kas dari perusahaan Pemerintah Menentukan besarnya pajak yang harus dibayarkan. Jenis-jenis laporan keuangan Laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan biasanya adalah : a) Neraca : laporan yang sistematis tentang aktiva. Analisis meliputi Besarnya kredit. jangka waktu kredit.

berbagai biaya.2) Skontro ( T – Account Form) b) Laporan laba rugi : suatu laporan yang menunjukkan pendapatan dari penjualan. pendapatan luar usaha Laboratorium Pengembangan Akuntansi                    5  . Bentuk laporan laba rugi: 1) Multiple step Penyusunan laporan laba-rugi dalam bentuk ini disusun secara bertahap mulai dari kelompok pendapatan dan beban usaha. dan laba yang diperoleh oleh perusahaan selama periode tertentu.

Bentuk multi step ini banyak digunakan di perusahaan dagang atau perusahaan industri. Bentuk laporan Rugi laba single step sebagai berikut: Laboratorium Pengembangan Akuntansi                    6  . Kemudian disisihkan dengan jumlah semua jenis beban. Bentuk ini banyak digunakan dalam perusahaan jasa. Sampai dengan kelompok pendapatan lain-lain dan beban lain-lain. Bentuk laporan rugi-laba Multiple step sebagai berikut: 2) Single step Dalam bentuk single step semua jenis pendapatan (pendapatan usaha.dan beban luar usaha. Selisih jumlah pendapatan dengan jumlah beban merupakan saldo (sisa) laba atau saldo (sisa) rugi. dan pendapatan luar usaha dan pendapatan lain-lain) disusun dan dijumlahkan dalam satu kelompok.

Lain-lain g. Sewa d. Iklan e. Penerimaan dari Pelanggan b. Gaji f. LAPORAN ARUS KAS Ringkasan Arus Kas Saldo Awal Kas Saldo Akhir Kas Arus kas dari Operasi Perusahaan: Pendapatan Operasi Perusahaan: a. Hal-hal yang menyebabkan perubahan modal: 1) Adanya setoran tambahan/investasi dari pemilik. Pajak Penghasilan Total Biaya Operasi: Total arus kas: xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx + xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx + xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx Laboratorium Pengembangan Akuntansi                    7  .c) Laporan perubahan modal: Laporan perubahan modal adalah suatu ikhtisar tentang perubahan modal yang terjadi selama jangka waktu tertentu (periode tertentu). 2) Adanya laba usaha 3) Adanya kerugian. d) Laporan arus kas: bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai (kas) perusahaan. Penerimaan Lain-lain Total Pendapatan Operasi Perusahaan: Biaya Operasi: a. Bunga h. HPP b. Asuransi c. 4) Pengambilan untuk keperluan pribadi.

atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban pada saat ditagih. Pengeluaran Modal c.ARUS INVESTASI KAS Pendapatan Investasi: a. b. Pinjaman baru ter-realisasi b. Solvabilitas adalah menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikuidasikan baik kewajiban keuangan jangka pendek maupun jangka panjang. Pembayaran b. Pembelian d. kedua kewajiban keuangan yang berhubungan dengan proses produksi (intern perusahaan) disebut dengan likuidasi perusahaan . Penerbitan Saham c. Biaya Pembiayaan: b. Lain-lain Total Biaya Investasi ARUS KAS PEMBIAYAAN Pendapatan Pembiayaan: a. Pembayaran Divide d. Distribusi Lainnya Total Biaya Pembiayaan xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx + xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx + xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx + xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx + xxxxxxxxxx 8. c. Setoran Modal Total Pendapatan Pembiayaan a. Rentabilitas atau profitability adalah menunjukan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Laboratorium Pengembangan Akuntansi                    8  . Penjualan Aktiva/selisih pertukaran aktiva b. pertama kewajiban keuangan yang berhubungan dengan pihak luar perusahaan (kreditur) disebut dengan likuiditas badan usaha. Tujuan Analisa Perbandingan Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil – hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. Likuiditas adalah menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi. faktor yang paling utama untuk mendapat perhatian oleh penganalisa adalah : a. Kewajiban keuangan suatu perusahaan pada dasarnya dapat digolongkan menjadi 2 yaitu. Stabilitas Usaha adalah menunjukan kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya dengan stabil yang diukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar beban bunga atas hutangnya dan akhirnya membayar kembali hutang – hutang tersebut tepat pada waktunya. Pembayaran Hutang c. Likuidasi Investasi (Penarikan) Total pendapatan Investasi Biaya Investasi: a. Dalam menganalisa dan menilai posisi keuangan dan potensi atau kemajuan perusahaan . d.

dengan menunjukan : a. Tujuan dari setiap metode dan teknik analisa adalah untuk menyederhanakan data sehingga dapat lebih dimengerti.Benar – benar memahami laporan keuangan tersebut. Prosentase dari total 2. Data absolut atau jumlah dalam rupiah b. apakah menunjukkan tendensi tetap.9. Teknik dan Analisa yang biasa digunakan dalam analisa laporan keuangan adalah sebagai berikut : 1. hal – hal yang perlu diperhatikan oleh penganalisa adalah: . sehingga akan diketahui perkembangannya. Kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah c. yaitu analisa horisontal dan analisa vertikal. Prosedur Analisa Sebelum menganalisa terhadap suatu laporan keuangan. . .Mengetahui latar belakang dari data keuangan tersebut. Metode ini disebut metode analisa statis. Metode dan teknik analisa digunakan untuk menentukan dan mengukur hubungan antara pos – pos yang ada dalam laporan. Ada dua metode yang digunakan oleh setiap penganalisa laporan keuangan. yaitu dengan memperbandingkan antara pos yang satu dengan pos lainnya dalam laporan keuangan tersebut. sehingga dapat diketahui perubahan – perubahan dari masing – masing pos tersebut bila diperbandingkan dengan laporan dari beberapa periode untuk satu perusahaan tertentu. Metode dan Teknik Analisa Analisa – analisa laporan keuangan terdiri dari penelaahan atau mempelajari daripada hubungan dan tendensi atau kecenderungan ( trend ) untuk menentukan posisi keuangan dan hasil operasi serta perkembangan perusahaan yang bersangkutan.Mempunyai kemampuan atau kebijaksanaan yang cukup dalam di dalam mengambil suatu kesimpulan. sehingga hanya akan diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi pada saat itu saja. b. 10. Perbandingan yang dinyatakan dengan ratio e. Trend atau tendensi posisi dan kemajuan keuangan perusahaan yang dinyatakan dalam prosentase adalah suatu metode atau teknik analisa untuk mengetahui tendensi daripada keadaan keuangannya. Kenaikan atau penurunan dalam prosentase d. atau diperbandingkan dengan alat – alat pembanding lainnya.Dapat menggambarkan aktivitas – aktivitas perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangan tersebut. Analisa vertikal adalah apabila laporan keuangan yang dianalisa hanya meliputi satu periode atau satu saat saja. Laboratorium Pengembangan Akuntansi                    9  . Metode ini disebut metode analisa dinamis. naik atau turun. . a. Analisa horisontal adalah analisa yang menggunakan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat. 11. Analisa Perbandingan Laporan Keuangan yaitu metode dan teknik analisa dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih.

misalnya tingkat perputaran persediaan.rasio laporan laba rugi ( income statement ratios ) yaitu angka . Rasio .rasio neraca ( balance sheet ratios ) yang tergolong dalam katagori ini adalah semua rasio yang semua datanya diambil atau bersumber pada neraca. acid test ratio. 12. misalnya current ratio. Rasio . E. misalnya gross profit margin. Penggolongan Angka Rasio Berdasarkan sumber datanya maka angka rasio dapat dibedakan antara : a. c. Laporan dengan prosentase per komponen yaitu metode analisa untuk mengetahui prosentase investasi pada masing–masing aktiva terhadap total aktivanya. dsb. Analisa Sumber dan Penggunaan Kas adalah suatu analisa untuk mengetahui sebab–sebab berubahnya jumlah uang kas atau untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan uang kas selama periode tertentu. b. C. tetapi juga belum memperoleh keuntungan. B. D. Analisa Sumber dan Penggunaan Modal Kerja adalah suatu analisa untuk mengetahui sumber–sumber serta penggunaan modal kerja atau sebab– sebab berubahnya modal kerja dalam periode tertentu. Analisa Break Even adalah suatu analisa untuk menentukan tingkat penjualan yang harus dicapai oleh suatu perusahaan agar perusahaan tersebut tidak menderita kerugian. net operating ratio. tingkat perputaran piutang. Rasio . Analisa Perubahan Laba Kotor adalah suatu analisa untuk mengetahui sebab–sebab perubahan laba kotor suatu perusahaan dari periode ke periode yang lain atau perubahan laba kotor suatu periode dengan laba yang dibudgetkan untuk periode tersebut.rasio anatar laporan ( interstatement ratios ) adalah semua angka rasio yang penyusunannya data berasal dari neraca dan data lainnya dari laporan laba rugi. Analisa rasio adalah suatu metode analisa untuk mengetahui hubungan dari pos–pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut. Dengan analisa break even ini juga akan diketahui berbagai tingkat keuntungan atau kerugian untuk berbagai tingkat penjualan. Laboratorium Pengembangan Akuntansi                    10  .angka rasio yang dalam penyusunannya semua datanya diambil dari laporan laba rugi. F.A.

033.934     (110. MARGAJAYA HUTAMA adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan sepatu bermerek “NIHKITA”.142.768.000                       1.547.845.217.334               44.083. MARGAJAYA HUTAMA NERACA Per 31 Desember NAMA REKENING  AKTIVA  AKTIVA LANCAR  kas dan Bank  Piutang Usaha  Pihak Hubungan Istimewa  Pihak Ketiga  lain‐lain  Persediaan  Pajak Pertambahan Nilai dibayar dimuka  Biaya dibayar di muka  Aktiva Lancar lainnya  Total Aktiva Lancar  AKTIVA TIDAK LANCAR  Pihak Hubunga Istimewa  Aktiva Pajak Tangguhan ‐ bersih  Aktiva Tetap:  Aktiva Tetap ‐ Harga Perolehan  Akumulasi penyusutan aktiva tetap  Aktiva yang tidak digunakan dalam Usaha  Biaya ditangguhkan ‐ Bersih  lain‐lain  Total Aktiva Tidak Lancar  TOTAL AKTIVA  KEWAJIBAN DAN EKUITAS  KEWAJIBAN LANCAR  Hutang bank  Hutang Usaha  2001                      54.977                       9.324.523                   330.818.000.762. Harga pokok satu pasang sepatu adalah sebesar Rp 150.000.734.745.822        262.430)                    12.750.821     591.096         Laboratorium Pengembangan Akuntansi                    11  .931.263     2.738.676.710.862     352.342.000.000 pasang sepatu.387     22.487.663.500     31.438.134.809.130.955.934                (129.087)     15.574.562.372     2.764     2.828          380.024.672. Biaya tetap selama setahun adalah Rp 1.347.902            119.000.774.360.912                    50.060.036.189.865.972.177                       5.638.084.000 dan biaya variable tiap pasang sepatu 60% dari harga jual.663     2.Kasus: PT.772                   178.623.610          164.930     122.595  183.477.469.000 dan selam tahun 2000 berhasil menjual sebanyak 11.330. Harga jual sepatu “NIHKITA” sebesar Rp 300.428.675                        442.188.099.527.248.014.623.000 pasang sepatu dan tahun 2001 sebanyak 12.500                     37.432                   632.186                            50.013         442.378.416     238.311.116                   302.854  2002                          53.200. MARGAJAYA HUTAMA TAHUN 20002001: PT.342.225.429.477.959.364.068     2.917.005.084.801.064.163.114.175.850.782                       2.049.516.956.644                       2.888                     13.000. Berikut ini adalah laporan keuangan PT.

444     2.000.222.201.793.127                     24.000  Tambahan Modal disetor  Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas  sepengendali  Selisih transaksi perubahan ekuitas Anak perusahaan  Saldo Laba  Total Ekuitas  TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS  8.613.335                       2.753.000.249.208                   317.217                       1.465     591.000.217     1.638.807.716.544.022                     14.756.712.361.031.145.000.042.543.408.754.201     (230.360.388     290.244.624.000     2.842.902.341)                    79.857.223     171.647.446                    24.122            28.   Pihak Hubungan Istimewa  Pihak Ketiga  Lain‐lain  Biaya masih harus dibayar  Hutang Pajak  Bagian hutang sewa guna usaha yang jatuh tempo 1  tahun  Total Kewajiban Lancar  KEWAJIBAN TIDAK LANCAR  Hutang pihak hubungan istimewa  Kewajiban pajak tangguhan ‐ bersih  Hutang sewa guna usaha ‐ setelah dikurangi yang jatuh  tempo 1 tahun  Total Kewajiban tidak lancar  HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH ANAK PERSH YG  DIKONSOLIDASI  EKUITAS  Modal Saham‐nom Rp 500/saham modal dasar ‐ 1.406.222.392.000     23.000 saham.858  304.346  799.867.783.943.448.390.528     265.622.341)     53.000.000.545                      1.024.675                     234.052     2.183          351.189.266.229.260.216.445.150.334   Laboratorium Pengembangan Akuntansi                    12  .339                       1.468.015                  181.706.276.441.337                    26.162      3.818.056          2.137.544.840                   288.758.399.674.924.178. Modal ditempatkan dan disetor  penuh 468.763.856     12.201       (230.560.416.163.000                       2.864.796.647.902.965      34.726.763.844         234.285                   632.163                     13.556.287.341.

463.000         1.438)                 142.150             309.763.127. Rasio Breal Event Point Laboratorium Pengembangan Akuntansi                    13  .000.086.000.507.951.150               50.000.869.650. Rasio Rentabilitas 4.310.448.629.428.019               19.000.000.188)                      9.549. Analisis terhadap Rasio keuangan perusahaan meliputi Rasio Likuiditas.012                          (27.000              1. Rasio Solvabilitias.836. Analisis sumber dan penggunanaan modal kerja 2.000             900.000.000.472.000.000.040                       1.793)            259.000.378.483.000.531.357                     (13.000.000.000              1.907                     (21.000             610.000                  170.367.000.380)                6.114.000         1.000                                      554   Dari laporan keuangan lakukan analisi Kinerja keuangan perusahaan meliputi: 1.800.000               34.507.240.700)                2.000         1.600.884.450                    50. Analisis sumber dan penggunaan kas 3.000.182.188.549.000.340.378.000              1.072             (23.182.000.210.478.462                          (86.439                 1.PT.300.480.210.000.000.914.739.371                     468.000.000.986)            259.000.114.000                    (2.652                  (22.510.000.012.165.000                  880.000.450                  192.000.000.650.500.485.946                    22.970.658.000.000.526.000.338)                 142.000.000.800.000. MARGAJAYA HUTAMA Laporan Rugi Laba Periode Berakhir Tahun NAMA REKENING  2001  PENJUALAN BERSIH  BEBAN POKOK PENJUALAN  LABA KOTOR  Biaya Penjualan  Biaya Administrasi dan Umum  Total Beban Usaha  LABA USAHA  Penghasilan sewa dan promosi  Penghasilan Bunga  Beban Keuangan  Lain‐lain ‐ bersih  Penghasilan lain‐lain‐ bersih  LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN  Beban Bunga  MANFAAT(BEBAN) PAJAK PENGHASILAN TAHUN BERJALAN  Tangguhan  Beban Pajak Penghasilan Bersih  LABA SEBELUM HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERSH YG  DIKONSOLIDASI  HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERSH YG DIKONSOLIDASI  LABA BERSIH  SAHAM DASAR  LABA BERSIH PER SAHAM DASAR             3.000                    33.900)                      2.000.674                          468.000                                           303   2002        3.000               (2.000                  600.000.027.493.000             290.000.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->