KAJIAN DAMPAK LINGKUNGAN PENAMBANGAN PASIR PADA DAERAH PESISIR PANTAI DI KABUPATEN KAUR

Filed under: SDA & LH — drdbengkulu @ 7:16 pm Tags: Kabupaten Kaur, penambangan pasir April 10, 2012

Oleh: Uxtie mezulianti ABSTRAK Kabupaten kaur merupakan kabupaten yang wilayahnya sebagian besar terletak di pesisir pantai Samudera Hindia. Oleh karena itu, Kabupaten Kaur memiliki sumber daya alam berupa pasir pantai yang sangat melimpah. Akan tetapi, masyarakat Kaur cenderung mengeksploitasi pasir pantai tersebut secara berlebihan dan cenderung mengabaikan aspek-aspek lingkungan hidup. Melihat kondisi tersebut, maka penyusun melakukan penelitian dengan judul Kajian Dampak Lingkungan Penambangan Pasir Pada Daerah Pesisir Pantai Di Kabupaten Kaur. Permasalahan yang ditulis ialah dampak lingkungan kegiatan penambangan pasir baik fisik maupun sosial ekonomi di Kabupaten Kaur. Karya tulis itu adalah untuk menganalisis tingkat abrasi pantai di lokasi penambangan pasir, menganalisis dampak lingkungan dan sosial ekonomi kegiatan penambangan pasir. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pertambahan penduduk telah meningkatkan kebutuhan terhadap sandang, pangan, papan, air bersih dan energi. Hal tersebut mengakibatkan eksploitasi terhadap sumber daya alam semakin tinggi serta cenderung mengabaikan aspek-aspek lingkungan hidup. Pertambahan jumlah penduduk dengan segala konsekuensinya akan memerlukan lahan yang luas untuk melakukan aktivitasnya dan memanfaatkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan akan berdampak pada penurunan kelestarian sumber daya alam dan fungsi lingkungan (Kartodihardjo, dkk.,2005). Kerusakan sumber daya alam terus mengalami peningkatan, baik dalam jumlah maupun sebaran wilayahnya. Secara fisik kerusakan tersebut disebabkan oleh tingginya eksploitasi yang dilakukan, bukan hanya dalam kawasan produksi yang dibatasi oleh daya dukung sumber daya alam, melainkan juga terjadi di dalam kawasan lindung dan konservasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Kerusakan lingkungan karena eksploitasi tanah/lahan juga terjadi di Kabupaten Kaur. Kabupaten yang baru mekar dengan kebutuhan akan bahan bangunan yang terus meningkat mengakibatkan merebaknya penambangan bahan galian C (pasir) tanpa memperhatikan konservasi lahan. Hal ini misalnya terjadi di salah satu desa di Kabupaten Kabupaten Kaur merupakan salah satu Kabupaten di provinsi Bengkulu yang sebagian besar wilayahnya terletak di pesisir pantai, sehingga memiliki prospek sebagai daerah wisata yang sangat menjanjikan. Sehingga sangat disayangkan apabila kegiatan penambangan pasir pantai ini merusak daerah pantai , oleh karena itu daerah pesisir pantai Kabupaten Kaur harus tetap dilestarikan dan dilindungi dari kegiatan produksi ataupun kegiatan manusia yang dapat mengurangi atau bahkan merusak keindahan alamnya.

1.2

Perumusan Masalah

2004). Bagi mereka.1. Letusan gunung berapi yang merusak lingkungan alam sekitarnya 2. dan lain-lain. definisi perusakan lingkungan hidup adalah tindakan yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik dan atau hayatinya yang mengakibatkan lingkungan hidup tidak berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan berkelanjutan. menyebabkan orang pada umumnya tidak merasa bersalah mengeksploitasi sebesar-besarnya sumber daya alam dan membuang limbah ke media lingkungan (Hadi. kesejahteraan material sesaat menjadi kepedulian utama dan pada saat yang sama mengabaikan berbagai tragedi kerusakan lingkungan yang umumnya padahal justru mendatangkan kerugian bagi mereka juga dan bahkan bagi orang lain yang tidak tahu menahu (Kartodihardjo. Kerusakan lingkungan berkaitan erat dengan daya dukung alam. Kerusakan internal adalah kerusakan yang terjadi diakibatkan alam itu sendiri. TINJAUAN PUSTAKA 2. Melihat kenyataan tersebut maka peneliti tertarik untuk mengevaluasi dampak lingkungan kegiatan penambangan pasir di Kabupaten Kaur melalui penelitian dengan Judul : Kajian Dampak Lingkungan Penambangan Pasir Pada Daerah Pesisir Pantai Di Kabupaten Kaur. Kerusakan Lingkungan Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Menurut Wardhana (2004) kerusakan lingkungan karena faktor internal antara lain adalah : 1. Kerusakan karena faktor internal sulit dicegah karena merupakan proses alami yang terjadi pada bumi/alam. sementara itu kebutuhan untuk melakukan konservasi dan perlindungan sumber daya alam tidak dapat dijalankan sebagaimana mestinya. longsor. Perumusan masalah dalam penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan bentuk uraian. selain itu penambangan pasir juga merusak keindahan alam dan keseimbangan ekosistem pantai itu sendiri. 2006).Kegiatan penambangan pasir pantai yang terjadi di Kabupaten Kaur akan merusak lingkungan sehingga berpotensi menimbulkan bencana. dkk. Mengingat bahwa daya dukung alam sangat menentukan bagi kelangsungan hidup manusia. sekaligus tidak peduli dengan tragedi kerusakan lingkungan yang terjadi.. Anggapan bahwa lingkungan itu milik publik. Kerusakan lingkungan akan menyebabkan daya dukung alam berkurang atau hilang. Akibatnya adalah semakin banyaknya kerusakan lingkungan. maka kemampuan daya dukung alam harus dijaga agar tidak rusak dan berakibat buruk bagi manusia. Kerusakan lingkungan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Dampak fisik yang diteliti adalah tingkat abrasi pantai. Daya dukung alam perlu dijaga karena daya dukung alam dapat berkurang atau menyusut sejalan dengan berputarnya waktu dan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemajuan industri. Gempa bumi yang menyebabkan dislokasi lapisan tanah . Daya dukung alam dapat diartikan sebagai kemampuan alam untuk mendukung kehidupan manusia (Wardhana. Adapun yang menjadi masalah pokok penelitian ini ialah adanya dampak lingkungan baik fisik maupun sosial ekonomi akibat kegiatan penambangan pasir di Kabupaten Kaur. Pembangunan sektoral selama ini terus memperbesar eksploitasi sumber daya alam. Masih banyak manusia yang bersikap tidak tahu atau tidak mau peduli dan tidak butuh pandangan dan manfaat jangka panjang sumber daya alam. 2005). pencemaran air sungai. banjir.

bau. bukan merupakan bahan galian strategis ataupun vital. kemiskinan. debu. Banjir. Golongan c. tepat pada saat embun belum menguap. mereka mengabaikan fungsi tanah. tanah liat. batu kapur. 4. 2005).Pertambangan rakyat dilakukan oleh rakyat. pasir. Kerusakan yang terjadi dalam waktu singkat namun akibatnya dapat berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Akan tetapi sangat disayangkan bahwa pada umumnya setelah manusia berhasil menguasai sebidang atau seluas tanah. Menurut Wardhana (2004) kerusakan karena faktor eksternal adalah kerusakan yang diakibatkan oleh ulah manusia dalam rangka meningkatkan kualitas dan kenyamanan hidupnya. hilangnya mata pencaharian merupakan dampak lingkungan yang dirasakan oleh mereka yang bukan memprakarsai kegiatan. kebisingan.2 Kegiatan penambangan Tanah merupakan salah satu faktor yang terpenting bagi kehidupan manusia. yaitu dapat menjamin hajat hidup orang banyak. definisi dampak lingkungan hidup adalah pengaruh perubahan pada lingkungan hidup yang diakibatkan oleh suatu usaha dan atau kegiatan. dampak lingkungan itu pada umumnya menimpa pada orang lain dan bukan pemrakarsa kegiatan yang menimbulkan dampak dimaksud. yang sepanjang tidak mengandung unsur mineral. penggolongan bahan-bahan galian adalah sebagai berikut : 12. emas. Contohnya besi.dkk. Banjir besar dan gelombang laut yang tinggi akibat badai Kerusakan lingkungan karena faktor internal pada umumnya diterima sebagai musibah bencana alam. Golongan b. Pada umumnya disebabkan karena kegiatan industri. berupa limbah buangan industri. Golongan a.eksploitasi. tembaga.Contohnya marmer. Pencemaran daratan (tanah) oleh kegiatan industri maupun penumpukan limbah padat/barang bekas 4. Menurut Hadi (2006). (As’ad. Kebakaran hutan karena proses alami pada musim kemarau panjang.3. Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. karena sifatnya tidak langsung memerlukan pasaran yang bersifat internasional. Pencemaran udara yang berasal dari cerobong asap pabrik (kegiatan industri) dan juga gas buangan dari hasil pembakaran bahan bakar fosil (pada sistem transportasi) 2. disebabkan oleh embun yang berfungsi sebagai lensa pengumpul api (pada titik fokusnya) pada saat terkena cahaya matahari. Menurut Undang-Undang Nomor 11 tahun 1967 tentang Ketentuan ketentuan Pokok Pertambangan menyebutkan bahwa pertambangan rakyat adalah suatu usaha pertambangan bahan-bahan galian dari semua golongan a. Menurut Rahmi (1995). 2. yaitu strategis untuk perekonomian Negara serta pertahanan dan keamanan Negara 13. merupakan bahan galian strategis. merupakan bahan galian vital. intrusi air laut. bdan c yang dilakukan oleh rakyat setempat secara kecil-kecilan atau gotongroyong dengan alat-alat sederhana untuk pencairan sendiri. Pencemaan air yang berasal dari limbah buangan industri 3. produksi. perak dan lain-lain 14. Usaha penambangan merupakan usaha melakukan kegiatan eksplorasi. 2005 ). bahkan merusak dan selanjutnya menelantarkan tanah itu sendiri (Kartasapoetra. artinya dilakukan oleh masyarakat yang berdomisili di area pertambangan secara kecil-kecilan atau gotong royong dengan alat-alat . Kerusakan karena faktor eksternal antara lain disebabkan oleh : 1. Penambangan untuk mengambil kekayaan alam (mineral) dari perut bumi. dan penjualan. tanah longsor.

dkk. penambangan. Dilaksanakan secara sederhana dan dengan alat sederhana. Perubahan-perubahan tersebut menimbulkan dampak dengan intensitas dan sifat yang bervariasi. Untuk penghidupan sehari-hari 6. budaya dan ekonomi. pengolahan dan lain sebagainya. Lahan yang digunakan untuk pertambangan tidak seluruhnya digunakan untuk operasi pertambangan secara serentak. Tujuan mereka adalah untuk meningkatkan kehidupan sehari-hari. Sebagian dari lahan yang telah dikerjakan oleh pertambangan tetapi belum direklamasi juga merupakan lahan tidak produktif. antara lain perubahan bentang alam. sulit dikembalikan kepada keadaannya semula. perubahan habitat flora dan fauna. kimia serta biologi tanah melalui pengupasan tanah lapisan atas. vital dan galian c 3. perubahan pola aliran air permukaan dan air tanah dan sebagainya. Lahan bekas kegiatan pertambangan menunggu pelaksanaan reklamasi pada tahap akhir penutupan tambang. dan lain-lain. Usaha pertambangan 2. jadi tidak menggunakan teknologi canggih. Sebagian besar tanah yang terletak dalam kawasan pertambangan menjadi lahan yang tidak produktif. 2000). fauna dan flora. Dilakukan oleh rakyat 4. sebagaimana halnya dengan perusahaan pertambangan yang mempunyai modal besar dan memakai telknologi canggih. Sedangkan faktor lingkungan antara lain faktor geografis dan morfologis. Masyarakat setempat dilibatkan dalam setiap . Faktor kegiatan pertambangan antara lain pada teknik pertambangan. perubahan struktur tanah. Potensi kerusakan tergantung pada berbagai faktor kegiatan pertambangan dan faktor keadaan lingkungan.sederhana. Pertambangan dapat menciptakan kerusakan lingkungan yang serius dalam suatu kawasan/wilayah. Keterlibatan masyarakat sebaiknya berawal sejak dilakukan perencanaan ruang dan proses penetapan wilayah untuk pertambangan. masuknya pekerja. Dari uraian di atas. perubahan kepemilikan tanah. Perubahan lingkungan akibat kegiatan pertambangan dapat bersifat permanen. Selain perubahan pada lingkungan fisik. tetapi juga karena perubahan terhadap komponen lingkungan yang berubah atau meniadakan fungsi-fungsi lingkungan. 2000). makin besar pula areal dampak yang ditimbulkan. maka lahan tersebut dapat menjadi lahan produktif ( Nurdin dkk. dapat dikemukakan unsur-unsur pertambangan rakyat. Dampak kegiatan pertambangan terhadap lingkungan tidak hanya bersumber dari pembuangan limbah. Penambangan rakyat yang tidak memperhatikan aspek lingkungan akan menyebabkan terancamnya daerah sekitarnya dengan bahaya erosi dan tanah longsor karena hilangnya vegetasi penutup tanah (As’ad. Pengelolaan dampak pertambangan terhadap lingkungan bukan untuk kepentingan lingkungan itu sendiri tetapi juga untuk kepentingan manusia (Nurdin. Kegiatan pertambangan mengakibatkan berbagai perubahan lingkungan. 2005 ). termasuk karena mengubah aliran sungai. Kegiatan penambangan rakyat dapat mempengaruhi sifat fisika. Domisili di area tambang rakyat 5. pencucian serta pembuangan tailing. Perubahan tata guna tanah. Bahan galian meliputi bahan galian strategis. Kegiatan pertambangan juga mengakibatkan perubahan pada kehidupan sosial. ekonomi dan budaya masyarakat. tetapi secara bertahap. hidrologis dan lain-lain. Diusahakan dengan cara sederhana. Kalau lahan yang telah selesai digunakan secara bertahap direklamasi. atau tidak dapat dikembalikan kepada keadaan semula. pertambangan juga mengakibatkan perubahan kehidupan sosial. Semakin besar skala kegiatan pertambangan. Perubahan topografi tanah. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan dampak pertambangan terhadap lingkungan sangat penting. yaitu : 1. bentuk danau atau bukit selama masa pertambangan.

Pemerintah Daerah bertanggung jawab terhadap pengawasan pelaksanaan keterlibatan masyarakat. KESIMPULAN DAN SARAN 1. maka diperlukan suatu upaya pengelolaan lingkungan agar dampak negatif yang terjadi tidak semakin meluas atau semakin parah.1 Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian Kajian Dampak Lingkungan Kegiatan Penambangan Pasir Di Pesisir Pantai Bengkulu adalah sebagai berikut : Kegiatan penambangan pasir di Kabupaten Kaur menimbulkan dampak terhadap fisik lingkungan maupun sosial ekonomi masyarakat.2 Saran Dengan adanya dampak kegiatan penambangan pasir berupa dampak fisik dan dampak sosial ekonomi baik positif maupun negatif.perencanaan dan pelaksanaan usaha pertambangan serta upaya penanggulangan dampak yang merugikan maupun upaya peningkatan dampak yang menguntungkan. Dampak fisik berupa kerusakan lingkungan harus segera ditanggulangi secara terpadu di bawah tanggung jawab Bappeda dan Dinas Hutbun Kabupaten Kaur sehingga pantai kembali pulih sesuai dengan peruntukkannya. Dampak positif dari aspek sosial ekonomi yang dirasakan masyarakat Kabupaten kaur yaitu adanya peningkatan pendapatan dari pengangguran menjadi tenaga kerja di penambangan pasir. 1. Dampak terhadap fisik lingkungan yaitu adanya abrasi pantai yang berpotensi terjadinya gelombang pasang dan tsunami. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful