P. 1
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

|Views: 538|Likes:

More info:

Published by: Agvstinuz Navhitopulloe on Jul 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2014

pdf

text

original

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

* HAKIKAT KEPUTUSAN Proses pengambilan keputusan merupakan proses utama dalam mengelola tugas organisasi. Proses pengambilan keputusan melibatkan pemilihan dari berbagai alternatif tindakan. Proses pengambilan keputusan merupakan aktivitas yang fundamental dalam organisasi. Setiap orang menghadapi dan melakukan keputusan dalam setiap aspek kehidupan. Sekalipun subtansi dan kondisi dari setiap keputusan memiliki sejumlah faktor fundamental. Pertama, pengambil keputusan menghadapi beberapa alternatif pilihan berkaitan de ngan tindakan yang akan diambil. Kedua, berbagai kemungkinan hasil atau akibat dapat terjadi, tergantung pada alternatif tindakan mana yang diambil. Ketiga, masing-masing alternatif memiliki peluang untuk berhasil dan gagal. Keempat, pengambil keputusan harus menentukan nilai, manfaat dari hasil yang kemungkinan dicapai. * ELEMEN-ELEMEN DASAR DALAM PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN Elemen dasar dalam proses pengambilan keputusan ditunjukan dalam Gambar 1. Proses nya meliputi penetapan tujuan, mengidentifikasi permasalahan, mengembangkan dan menilai berbagai alternatif, pemilihan sebuah alternatif dan penerapannya, mengendalikan dan tindakan korektif.

1

Keputusan pada tingkat individu. Menetapkan tujuan Pengambil keputusan harus memiliki tujuan yang akan mengarahkan tujuannya. pengambil keputusan tidak bisa menilai alternatif atau memilih suatu tindakan. Tanpa penetapan tujuan. 2 . konsensus bersama. apakah spesifik yang dapat diukur hasilnya ataupun sasaran yang bersifat umum.Gambar 1. Pada tingkat kelompok dan organisasi tujuan ditentukan oleh pusat kekuasaan melalui kelompok. pembentukan kualisi dan berbagai macam proses mempengaruhi. Penetapan Tujuan Mengidentifikasi Permasalahan Mengembangkan Berbagai Alternatif Solusi Evaluasi dan Memilih Sebuah Alternatif Melaksanakan Keputusan Evaluasi dan Pengendalian dan Tindakan Koreksi Pengulangan 1. tujuan ditentukan oleh masing-masing orang sesuai dengan sistem nilai seseorang. Proses Pengambilan Keputusan.

Jika penyebab timbulnya permasalahan tidak dapat diidentifikasi dengan tepat. memusatkan perhatian pada gejala. Permasalahan merupakan kondisi di mana adanya ketidaksamaan antara kenyataan yang terjadi dengan apa yang diharapkan. Permasalahan dalam organisasi dapat berupa rendahnya produktivitas. Ada tiga kesalahan yang sering terjadi dalam mengidentifikasi permasalahan. Dua orang pimpinan tidak sependapat dalam memandang suatu situasi tertentu sebagai suatu permasalahan yang serius dan perlu mendapatkan perhatian. Mengabaikan permasalahan Kadangkala sulit untuk menentukan kapan suatu situasi dianggap cukup jelek sebagai suatu permasalahan rill yang harus mendapatkan suatu pemecahan. Pengambilan keputusan yang efektif memerlukan adanya identifikasi yang tepat atas penyebab permasalahan. yaitu mengabaikan permasalahan yang ada. Pemusatan pada gejala Gejala dari suatu permasalahan adalah merupakan indikasi yang nampak dan seringkali keliru. 3b. Efektivitas suatu keputusan sangat ditentukan oleh seberapa jauh penyebab suatu permasalahan dapat diidentifikasi dengan benar. Pimpinan mencoba melindungi dirinya dengan merusak informasi. dan melindungi diri. maka permasalahan yang ada tidak dapat diselesaikan dengan baik. biaya operasional yang terlalu tinggi. perputaran tenaga kerja yang tinggi. Mengenal permasalahan yang sesungguhnya dan menentukan kapan diperlukan tindakan memerlukan ketrampilan manajerial tertentu.2. banyaknya produk yang ditolak konsumen dan lain sebagainya. Misalnya saja banyaknya karyawan yang keluar dari organisasi karena pimpinan terlalu otroriter atau suasana kerja 3 . Melindungi diri Informasi yang mengancam harga diri kita sebagai pimpinan seringkali diabaikan atau disembunyikan. adanya konflik disfungsional. bukan merupakan penyebab permasalahan yang sebenarnya. 3c. Mengidentifikasi Permasalahan Proses pengambilan keputusan umumnya dimulai setelah permasalahan diidentifikasi. 3a.

yang tertekan. Alternatif yang terbaik adalah dalam hubungannya dengan sasaran atau tujuan yang hendak dicapai. pimpinan tidak mau menyadari atau tidak mau menerima bahwa mereka penyebab permasalahan yang sesungguhnya. kemudian dilakukan evaluasi terhadap masing-masing alternatif yang telah di kembangkan dan dipilih sebuah alternatif yang baik. yaitu kepastian. 4 . kemudian dikembangkan serangkaian alternatif untuk menyelesaikan permasalahan. Akan tetapi dalam kenyataannya seringkali terjadi bahwa proses pencarian alternatif pemecahan masalah seringkali terbatas. Pengambil keputusan dapat menghitung nilai dari investasi tersebut dan merasa pasti akan hasilnya. keputusan yang dapat diidentifikasi. Bidang ilmu statistik dan riset operasi merupakan model yang baik untuk menilai berbagai alternatif yang telah dikembangkan. 4. Organisasi harus mengkaji berbagai informasi baik interen maupun eksteren organisasi untuk mengembangkan serangkaian alternatif yang diharapkan dapat memecahkan permasalahan yang terjadi. Ada tiga kondisi proses pengambilan a. karena bunga bank sudah pasti dan bank menjaminnya. Melakukan keputusan investasi dengan menyimpan uang di bank dalam bentuk deposito berjangka merupakan contoh dari kondisi yang pasti. Penilaian dan pemilihan alternatif Setelah berbagai alternatif diidentifikasi. Kepastian Dalam kondisi ini pengambil keputusan memiliki pengetahuan yang pasti tentang hasil dari masing-masing alternatif karena kondisi yang akan timbul sudah diketahui. Mengembangkan sejumlah alternatif Setelah permasalahan diidentifikasi. ketidakpastian dan risiko. Alat proses pengambilan keputusan yang tepat tergantung pada sejumlah pengetahuan yang tersedia dan kondisi yang berkaitan dengan keputusan yang akan diambil. Proses pengambilan keputusan yang rasional mengharuskan pengambil keputusan untuk mengkaji semua alternatif pemecahan masalah yang potensial. 3.

maka keputusan tersebut kemudian harus diterapkan. pengambil keputusan menggunakan intuisi atau perkiraan dalam pemilihan alternatif. Sekalipun langkah ini sudah jelas. bukan semata-semata tanggung jawab dari pimpinan organisasi akan tetapi komitmen dari bawahan untuk melaksanakannya juga memegang peranan penting. pengambil keputusan akan menetapkan kemungkinan hasil dari masingmasing alternatif. Evaluasi dan pengendalian Setelah keputusan diterapkan. Betapapun baiknya suatu keputusan apabila keputusan tersebut sulit diterapkan maka keputusan tersebut juga tidak ada artinya. akan tetapi seringkali keputusan yang baik sekalipun mengalami kegagalan karena tidak diterapkan dengan benar. Dengan tidak mengabaikan betapapun alternatif keputusan telah dievaluasi. Dalam mengevaluasi dan memilih alternatif suatu keputusan seharusnya juga mempertimbangkan kemungkinan penerapan dari keputusan tersebut. 5 . Risiko Jika pengambilan keputusan berada di bawah kondisi risiko. Melaksanakan keputusan Jika salah satu dari alternatif yang terbaik telah dipilih. Ketidakpastian Keputusan yang dibuat dalam kondisi ketidakpastian jika pengambil keputusan tidak mengetahui dan tidak dapat memperkirakan kemungkinannya bahwa kondisi tertentu akan terjadi. maka keputusan tersebut tidak akan berarti apabila tidak diikuti dengan penerapan yang benar. 6.b. Pengambil keputusan di beberapa organisasi mereka tidak terlibat dengan operasional harian. Banyak model matematik dan statistik yang tersedia untuk membantu pengambil keputusan yang berada pada kondisi kepastian dan risiko. pengambil keputusan tidak dapat begitu saja menganggap bahwa hasil yang diinginkan akan tercapai. mereka membuat keputusan berkaitan dengan tujuan yang ideal dan hanya sedikit mempertimbangkan penerapan operasionalnya. 5. Dalam kondisi ketidakpastian c. Keberhasilan penerapan keputusan yang diambil oleh manajer atau pimpinan organisasi.

Masing-masing tahap dari proses pengambilan keputusan perlu dipertimbangkan dengan hati-hati. pelaksanaan wisuda dan lain sebagainya. * JENIS-JENIS KEPUTUSAN .Tidak diprogram Berbagai bidang proses pengambilan keputusan dilakukan dalam organisasi. keputusan tentang pembimbingan KRS. Herbert Simon membedakan dua jenis keputusan yaitu keputusan yang diprogram (programed decisions) dan keputusan yang tidak diprogram (nonprogramed decisions). 1. Keputusan yang diprogram terjadi jika permasalahan terstruktur dengan baik dan orang-orang tahu bagaimana mencapainya. Keputusan yang diprogram Keputusan yang diprogram merupakan keputusan yang bersifat rutin dan dilakukan secara berulang-ulang sehingga dapat dikembangkan suatu prosedur tertentu. Tujuan didasarkan yang atas sasaran khusus dan tujuan mudah yang telah diukur dapat bersifat dan mempercepat pimpinan untuk menilai keberhasilan keputusan tersebut. Permasalahan ini umumnya agak sederhana dan solusinya relatif mudah.Diprogram . seperti keputusan pemasaran.Mekanisme sistem pengendalian dan evaluasi perlu dilakukan agar yang diharapkan dari keputusan tersebut dapat terealisir. Keputusan yang tidak diprogram 6 . Beberapa keputusan bersifat strategis yang dilakukan oleh pimpinan tertinggi dalam organisasi yang mempengaruhi keseluruhan organisasi. Dalam menganalisis keputusan yang terjadi dalam organisasi. keputusan keuangan. di mana permasalahan masih ada. Penilaian ditetapkan. termasuk dalam penetapan sasaran dan tujuan. penyelenggaraan ujian semester. seperti penentuan jadwal rapat. Sementara itu keputusan juga bisa dilakukan pada tingkat bawah dalam organisasi yang melibatkan beberapa orang saja. keputusan sumberdaya manusia dan keputusan produksi. maka pengambil keputusan perlu untuk mengambil keputusan kembali atau melakukan tindakan koreksi. 2. Jika keputusan tersebut kurang berhasil. Di perguruan tinggi keputusan yang diprogram seperti.

Hal ini disebabkan oleh karena keputusan yang tidak diprogram umumnya bersifat unik dan kompleks. tidak terstruktur dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Oleh karenanya manajer perlu mengidentifikasi keputusan yang mana termasuk keputusan yang diprogram sehingga dapat dikembangkan suatu prosedur tertentu untuk menanganinya dengan cepat dan efisien. Teknik pengambilan keputusan kelompok biasanya dilakukan untuk keputusan yang tidak diprogram. banyak manajer pada tingkat puncak terlalu banyak menggunakan waktunya untuk keputusan yang diprogram yang sebenarnya dapat dilakukan oleh manajer pada tingkat bawah dalam organisasi. Sayangnya. 7 . dan manajer pada tingkat puncak seharusnya lebih banyak yang menggunakan diprogram. apakah karena permasalahannya belum pernah terjadi atau karena permasalahannya sangat komplek dan penting. dan biasanya dilingkari oleh kontroversi dan manuver politik. Sementara untuk manajer tingkat bawah seharusnya lebih banyak menangani keputusan yang diprogram seperti ditunjukkan dalam Gambar 2.” Hukum ini mengemukakan bahwa aktivitas yang terprogram cenderung mengganti aktivitas yang tidak diprogram. Keputusan yang tidak diprogram memerlukan penanganan yang khusus dan proses pemecahan masalah dengan intuisi dan kreativitas. apakah karena kondisi saat itu tidak jelas. dan tanpa kriteria yang jelas. Tidak dapat dikembangkan prosedur tertentu untuk menangani suatu masalah. pimpinan atau manajer pada tingkat puncak seharusnya memegang tanggung jawab dan melakukan keputusan yang tidak diprogram.Keputusan yang tidak diprogram adalah keputusan baru. Keputusan yang tidak diprogram dan tidak diprogram dan tidak terstruktur dengan baik. atau adanya ketidaksamaan tentang hasil yang diinginkan. mereka lebih cenderung menekankan atau lebih berorientasi pada keputusan yang diprogram dengan mengabaikan keputusan yang tidak diprogram. Idealnya. Jika tugas pemimpin meliputi pengambilan keputusan diprogram dan tidak diprogram. waktunya Herbert untuk Simon merenungkan keputusan tidak mengemukakan prinsip penting dalam proses pengambilan keputusan organisasi yang disebut “Gresham’s law of planning. metode untuk mencapai hasil yang diinginkan tidak diketahui.

dan kondisinya stabil maka permasalahan tersebut merupakan keputusan yang diprogram. Jenis Keputusan yang Dibuat Oleh Berbagai Tingkatan Manajemen Keputusan yang tidak Diprogram Keputusan yang Diprogram Tingkat Bawah Tingkat Menengah Tingkat Atas Tingkat Manajemen Faktor yang menentukan apakah suatu keputusan merupakan keputusan diprogram atau keputusan yang tidak diprogram adalah sifat dari permasalahan tersebut. Dengan 8 . dan sejauh mana kondisinya berada dalam keadaan yang stabil. kemunculannya sering. frekuensi kemunculannya. Apa bila permasalahan bersifat rutin. mudah dikatagorikan.Gambar 2. frekuensi kemunculannya. dan termasuk derajat kepastian (certainty). mudah dikategorisasikan. Sejauh mana permasalahan bersifat rutin.

Sebagai akibat dari sebagian besar waktunya dihabiskan untuk keputusan yang diprogram. 2. 1. yang berarti keputusannya dipengaruhi oleh suatu filosofi atau suatu perangkat prinsip tertentu. top manajer akan mengabaikan perencanaan jangka panjang. kepribadian dan kecenderungan dalam pengambilan risiko. seperti idiologi versus kekuasaan dan emosional vesus objektivitas. Sebaliknya keputusan yang dilakukan secara rutin seperti melaksanakan ujian. Dua variabel utama kepribadian yang berpengaruh terhadap keputusan yang dibuat. 2a. Emosional versus objektivitas 9 . Sementara itu pengambil keputusan atau orang lain mendasarkan keputusannya pada sesuatu yang secara politis akan meningkatkan kekuasaannya secara pribadi. Nilai individu pengambil keputusan Nilai-nilai individu pengambil keputusan merupakan keyakinan dasar yang digunakan seseorang jika ia dihadapkan pada permasalahan dan harus mengambil suatu keputusan. merupakan keputusan yang diprogram. jika mereka terlalu banyak memikirkan keputusan yang diprogram dan aktivitas sehari-hari. Idiologi versus kekuasaan Beberapa pengambil keputusan memiliki suatu orientasi ideologi tertentu. 2b. Nilai-nilai ini telah tertanam sejak kecil melalui suatu proses belajar dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Dalam mengambil suatu keputusan individu dipengaruhi tiga faktor utama yaitu nilai individu. Organisasi akan kurang efektif jika top manajer menghabiskan sebagian besar waktunya untuk keputusan yang diprogram. * FAKTOR INDIVIDUAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN Keputusan individu dalam organisasi biasanya dilakukan untuk permasalahan-permasalahan yang tidak kompleks.demikian maka dapat ditentukan suatu prosedur standar operasi atau suatu kebijakan untuk menanganinya. Kepribadian Keputusan yang diambil seseorang juga dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kepribadian. wisuda. Top manajer tidak akan dapat memikirkan masalah-masalah jangka panjang ke depan untuk kelangsungan hidup dan pengembangan organisasi.

Emosional dapat mempengaruhi cara suatu permasalahan dianalisis.Beberapa pengambil keputusan kadang kala emosionalnya mempengaruhi keputusan yang diambilnya. Sementara itu beberapa pengambil keputusan yang lain lebih objektif. jenis informasi dan alternatif yang dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan. Keputusan yang dilakukan oleh kelompok dapat berbentuk panitia. Misalnya saja keputusan tentang penerimaan pegawai. Informasi yang objektif diabaikan. dimana mereka menghindari adanya kekeliruan persepsi tentang permasalahan maupun informasi yang berkaitan dengannya. maka pengambil keputusan emosional akan menerima calon pegawai C. komite dan yang sejenisnya. 3. Orang yang senang dengan risiko akan berbeda dalam mengevaluasi serangkaian alternatif maupun memilih suatu alternatif dengan mereka yang tidak senang dengan risiko. dan ada juga yang dikatakan netral terhadap risiko. Karena banyaknya keputusan organisasi yang dilakukan oleh kelompok maka perlu dipahami pengaruh kelompokdalam proses pengambilan keputusan dan untuk mengetahui kapan kelompok menghasilkan keputusan yang tinggi dan kapan kelompok menghasilkan keputusan yang rendah. ada tiga calon pegawai yang ikut seleksi dan yang dibutuhkan hanya seorang. terlebih-lebih untuk keputusan organisasi yang penting dan kompleks. 10 . gugus tugas. Dari hasil tes menunjukkan calon pegawai A dan B yang paling memenuhi persyaratan yang ditentukan. Emosional tersebut dapat berupa kecenderungan kepribadian seseorang atau emosional yang berasal dari kebutuhan akan perlindungan. karena C adalah keponakannya. * KEPUTUSAN KELOMPOK Metode yang umum untuk membuat keputusan organisasi adalah dilakukan oleh kelompok. orang yang senang dengan risiko akan memilih alternatif investasi yang memberikan hasil yang besar sekalipun dengan risiko yang juga besar. Sementara ekstrim lain mereka yang takut akan risiko akan memilih alternatif investasi yang risiko kegagalannya rendah sekalipun hasilnya juga rendah. Kecenderungan terhadap pengambilan risiko Dalam mengambil suatu keputusan ada orang yang senang dengan risiko dan ada orang yang tidak senang dengan riisiko. Dalam keputusan investasi misalnya. tim. dan keputusan hanya didasarkan kepada perasaan saja.

Keunggulan atau superioritas keputusan kelompok tidak bersifat universal.(2) Permasalahan tidak 11 . dengan demikian menghasilkan keputusan lebih adil. akan tetapi hanya untuk masalah-masalah tertentu saja. Sekalipun pendapat orang pada umumnya menganggap bahwa keputusan kelompok lebih unggul dari keputusan individu.(1) situasi menuntut adanya urutan yang bertingkat. Akhirnya. Masing-masing orang menginginkan memasukkan pendapatnya dalam memutuskan apa yang seharusnya dilakukan.Keputusan individu VS Kelompok Peningkatan penggunaan kelompok dalam proses pengambilan keputusan karena didasarkan suatu asumsi tentang proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh kelompok. mengurangi adanya bias dan popularitas. Di pihak lain keputusan individu akan lebih akurat jika. melibatkan orang –orang dalam pengambilan keputusan kelompok sesuai dengan nilai-nilai demokrasi. akan tetapi keputusan kelompok kadangkala bias. karena pendapat hanya didominasi oleh satu atau dua orang saja dan memerlukan waktu yang lama dalam proses pengambilan keputusan. Akuritas keputusan Pada umumnya keputusan kelompok lebih akurat dari keputusan individu. Keputusan kelompok juga diharapkan menghasilkan komitmen dan penerimaan yang lebih besar oleh berbagai anggota kelompok yang seharusnya melaksanakan keputusan tersebut dengan baik. (3) Permasalahan memerlukan informasi dari berbagai pihak. kreativitas. (1) permasalahannya bersifat antarbagian. 1. serta waktu dan biaya. akuritas keputusan. Melalui partisipasi yang demokratis dari beberapa individu. Keputusan yang dilakukan oleh kelompok akan lebih akurat jika. Sebagian besar orang berpendapat bahwa pengambilan keputusan oleh kelompok lebih akurat dari keputusan yang dilakukan oleh individu. (2) para anggota kelompok memiliki ketrampilan dan informasi yang diperlukan. oleh karenanya keputusan yang diambil tentunya lebih akurat. sehingga anggota kelompok tersebut terdiri dari orangorang dari berbagai bagian. komitmen dan penerimaan. Perbandingan antara keputusan individu dengan kelompok memerlukan kriteria seperti . Kelompok terdiri dari beberapa orang dianggap memiliki pandangan dan pengetahuan yang lebih luas dari pada seseorang atau individu.

Di dalam suatu perusahaan misalnya. 12 . (3) kebenaran solusi tidak mudah ditunjukkan. Pengambilan keputusan seperti itu tentu tidak dapat dilakukan seseorang karena keterbatasan informasi dan pengetahuan yang dimiliki seseorang. keputusan kelompok akan lebih unggul dari keputusan individu dalam hal pengembangan produk baru. Keputusan kelompok melibatkan keahlian dari berbagai bidang maka sudah barang tentu keputusan yang diambil cenderung lebih akurat. Dalam proses pengambilan keputusan kelompok sering kali terjadi bahwa masing anggota bersiteguh atas asumsi dan pendapatnya sehingga konsensus sulit dicapai. seperti bagian pemasaran. Beberapa pedoman untuk mencapai konsensus dalam proses pengambilan keputusan kelompok. Keputusan ini memerlukan informasi dari berbagi departemen fungsional dalam perusahaan. produksi dan bagian litbang.mudah dibagi menjadi bagian-bagian yang terpisah. keuangan.

dengan analisis perhitungan cost 13 benefit yang dan kompleks yang seperti. Suatu keputusan akan lebih efektif dilakukan individu jika suatu masalah itu berkaitan inventory. tawar menawar dan lain sebagainya. Jangan merubah pendapat anda hanya untuk menghindari konflik dan mencapai persetujuan dengan damai. Perbedaan pendapat adalah alami dan diharapkan. tetapi dengarkan reaksi anggota kelompok yang lain dan pertimbangan secara hati-hati sebelum anda menekankan pendapat anda. tetapi carilah alternatif yang semua pihak dapat menerima. Curigailah jika kesepakatan tercapai dengan mudah dan cepat. Jangan mengharap seseorang harus menang dan yang lainnya harus kalah jika terjadi jalan buntu. . Ketidaksamaan pendapat dapat membantu keputusan kelompok karena informasi dan pendapat yang luas akan meningkatkan peluang bahwa kelompok akan menghasilkan solusi yang baik. c. e.Tabel 3. d. Tunjukkan posisi anda sejelas dan selogis mungkin. Jika anggota yang menentang akhirnya setuju. Carilah alasan dan yakinkan setiap orang menerima keputusan dengan landasan dasar yang sama. Pedoman Untuk Mencapai Konsensus Dalam Pengambilan Keputusan Kelompok a. Hindari teknik pengurangan konflik seperti pemungutan suara mayoritas . jangan memberikan imbalan dengan cara mengikuti pendapatnya untuk hal yang lain. Hindarkan memaksakan pendapat karena posisi anda. pengendalian sejenisnya. b.

di mana semakin lama proses keputusan tersebut berlangsung maka biayanya akan bertambah besar. dimana individu yang melakukannya sendiri menghasilkan ide dengan kuantitas dan kualitas yang lebih tinggi dari pada individu-individu yang tergabung dalam kelompok. 3. Waktu dan biaya Sekalipun pengambilan keputusan kelompok menyebabkan penerimaan dan komitmen yang lebih besar. Hasil studi ada menunjukkan bahwa pengambilan keputusan kelompok kecenderungan menurunkan kreativitas. 2. Pengambilan keputusan oleh kelompok dalam bentuk panitia akan membawa kosekuensi biaya. Kesimpulan ini tidak sama dengan pendapat orang pada umumnya yang menyakini bahwa keputusan kelompok lebih kreatif dari keputusan individu. Orang ingin terlibat dengan keputusan yang berkaitan dengannya.Permasalahan seperti itu memerlukan analisis berjenjang dan konsentrasi seseorang. 4. Kreativitas Proses pengambilan keputusan individu menimbulkan tingkat kreativitas yang lebih tinggi dalam dari keputusan kelompok. akan tetapi manfaat tersebut bukannya tanpa pengorbanan. pengambilan keputusan kelompok memakan waktu yang cukup banyak. maka mereka akan merasa lebih terikat dan loyal terhadap keputusan tersebut dan mau mengorbankan waktu dan tenaganya demi suksesnya pelaksanaan dari keputusan tersebut. Komitmen dan penerimaan Salah satu alasan yang paling penting untuk mendelegasikan pengambilan keputusan kepada kelompok adalah karena adanya manfaat positif dari partisipasi. Apabila keputusan tersebut disertai dengan adanya konflik maka seringkali keputusan tersebut tidak dapat dicapai. Jika orang dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Apabila faktor waktu 14 . Selain dari pada itu ada peluang yang lebih besar untuk menerapkan hasil keputusan lebih tepat karena orangorang yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan memahami betul tentang keputusan tersebut.

* Pengaruh kelompok dalam pengambilan keputusan* Kehadiran orang lain mempunyai pengaruh yang signitifkan terhadap diri seseorang dalam proses pengambilan keputusan. Pengumpulan dan penyebaran informasi kepada manajer memerlukan waktu. Sekalipun kombinasi usaha dari beberapa orang yang tergabung dalam keputusan kelompok seharusnya akan meningkatkan kemahiran. Ada empat aturan dasar tentang brainstorming. melalui peningkatan kreativitas penyampaian gagasan oleh para pengambil keputusan. # TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN KELOMPOK # Sistem komunikasi organisasi menyediakan informasi yang relevan untuk membuat suatu keputusan. teknik delhpi. 15 . perhatian dan mengingat informasi yang relevan. Ada tiga teknik proses pengambilan keputusan kelompok yang diharapkan dapat membantu organisasi membuat keputusan yang efektif.yang menjadi pertimbangan utama maka keputusan kelompok sebaiknya dihindarkan. Tiga teknik tersebut meliputi brainstorming. Sistem pelaporan biasanya dirancang untuk membantu manajer mengidentifikasi permasalahan. usaha dan biaya. mengevaluasi alternatif dan membuat keputusan yang efektif. Tidak ada gagasan yang dikritik. 1. * Teknik Brainstorming * Tujuan dari teknik brainstorming adalah meningkatkan kreativitas dalam diskusi kelompok dengan menciptakan lingkungan yang merangsang munculnya gagasan baru. akan tetapi pengorbanan tersebut tidak sia-sia. Kelompok juga memiliki kecenderungan menyampaikan informasi yang mendukung secara selektif hanya dari satu sisi permasalahan dan mengabaikan informasi dari posisi yang lain atau posisi lawan. dan teknik kelompok nominal. apabila dengan informasi tersebut keputusan menjadi lebih efektif dan cepat. studi tentang pengambilan keputusan kelompok menemukan bahwa dinamika kelompok seringkali menghalanginya dari suatu keputusan yang baik.

tetapi para ahli tersebut tidak berada dalam suatu ruangan. semakin banyak gagasan semakin baik. Peserta didesak untuk memperbaiki atas ide-ide peserta yang lain dan mengkombinasikan ide tersebut untuk solusi yang lebih baik. Didorong adanya kebebasan untuk mengemukakan pendapat. Masing-masing ahli berada secara terpisah pada tempatnya masingmasing dan tanpa nama menjawab permasalahan dan memberikan tanggapan. menilai dan memberi komentar atas pendapat atau jawaban dari ahli yang lain dan memperbaiki keputusannya bila perlu sebagai hasil komentar dari ahli yang lain. Penekanannya pada kuantitas dari gagasan. diringkas dan disusun kembali. Masing-masing ahli yang terlibat. menerima ringkasan dari jawaban kelompok disertai dengan penjelasan-penjelasan. Masing-masing ahli yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan. 2. saran. * Keunggulan dan kelemahan teknik Delphi * 16 . Pengulangan dan penyebaran informasi dilakukan beberapa kali sampai suatu konsensus tercapai. beberapa ahli ditentukan dan diminta untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Teknik delphi terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut : 1. 4. Semakin leluasa peserta mengemukakan pendapat semakin baik. 3. 6. 5. 4. Penjelasan dan revisi dari ahli sekali lagi dikumpulkan dan didistribusikan. 3.2. Setelah permasalahan diidentivikasi dengan jelas. Permasalahan disampaikan kepada masing-masing ahli. 7. dan jastifikasi atas usulan solusi. * Teknik Delphi * Teknik delphi dikembangkan oleh pekerja pada Rand Corporation sebagai suatu metode mengkombinasikan informasi dan wawasan dari para peserta pengambil keputusan dengan menghilangkan kelemahan dari interaksi tatap muka. Pendapat atau komentar dari ahli yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan dikumpulkan pada suatu lokasi yang terpusat.

Menyampaikan gagasan secara tertulis tanpa diskusi. karena orang yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan tidak berhadapan muka. kemudian masin g-masing gagasan atau solusi 17 . kelompok membahas gagasan tersebut. 3. Kemudian dilakukan pemungutan suara atas gagasan-gagasan yang telah dikemukakan. dan lamanya senjang waktu antara masing-masing proses cenderung menurunkan antusias untuk berpartisipasi. pengalaman. menjelaskan. proses penentuan dan evaluasi alternatif dimaksudkan untuk melindungi adanya bias pendapat seseorang karena didominasi oleh salah seorang peserta. 4. 2. Gagasan diringkas dan ditulis di papan tulis. Setelah permasalahan diidentifikasi dengan jelas. dan kearifan dari individu tanpa mengorbankan waktu dan biaya untuk menghadiri rapat pada tempat tertentu. dan mengumpulkan revisinya memakan waktu yang banyak. Prosedur untuk melaksanakan teknik kelompok nominal terdiri dari langkah-langkah berikut : 1. sedangkan dalam teknik delphi. Secara berturut-turut mengumpulkan informasi dan menyampaikannya kepada para ahli. tidak terpengaruh oleh seseorang yang mendominasi dan terhindar dari bias yang disebabkan oleh kepribadian seseorang. Kalau dalam teknik brianstorming orangorang yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan duduk bersama dalam suatu ruangan. dan menilainya. Kedua. * Teknik Kelompok Nominal * Teknik kelompok nominal menggabungkan antara konsep brianstorming dengan teknik delphi. pertama. Tahap ini penyelesaian dilakukan sendiri secara bebas dan bahkan dilakukan masing-masing orang yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan sebelum mereka berkumpul bersama dalam suatu ruangan.Teknik delphi memiliki dua keunggulan utama yaitu. Setelah gagasan awal disampaikan. teknik delphi memiliki kemampuan untuk mengkombinasikan antara keahlian. Sedangkan kelemahan dari teknik delphi meliputi waktu dan motivasi. masing-masing anggota diminta untuk mengembangkan solusi sendiri-sendiri atas permasalahan. Karena tidak berhadap-hadapan kadang kala ahli yang terlibat menangguhkan tanggapannya.

Dari hasil studi yang dilakukan di negara barat menunjukkan.direngking perolehan suaranya. Solusi yang memperoleh suara terbanyak merupakan yang dipakai kelompok. maka teknik ini efektif untuk kelompok yang agak besar. bahwa teknik delphi dan teknik kelompok nominal lebih efektif dari pengambilan keputusan secara tradisional. 18 . Karena kelompok nominal menyediakan suatu bentuk yang lebih terstrukturdari gagasan yang memenuhi syarat dan menilainya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->