PERKEMBANGAN PESAWAT HELIKOPTER

Oleh : Marsma TNI (Pur n)Ir. Suyitmadi, M.T.

“Cita-cita untuk menciptakan wahana terbang secara vertikal dan mengambang tanpa bergerak di udara (hover), mungkin telah ada sejak manusia bermimpi untuk terbang” Igor Ivanovits Sikorsky Perkembangan pesawat terbang bersayap tetap, dapat dengan mudah dirunut atau diikuti fase kemajuannya. Sejarah penerbangan Amerika yang mulai dirintis oleh Otto Lilienthal, Samuel Langley, Chanute, sampai kesuksesan penerbangan pertama menggunakan pesawat bermotor dengan kendali penuh oleh Orville dan Wilbur Wright pada tahun 1903, membuktikan bahwa perkembangan penerbangan pesawat sayap tetap lebih bisa dikenali secara jelas. Perkembangan terbang pesawat helikopter tidak begitu mudah untuk diikuti, termasuk keberhasilan penerbangan pertama helikopter. Obsesi manusia untuk bisa terbang dengan wahana terbang vertikal, yang paling kuno diawali adanya “mainan” China yang disebut “Chinese tops” sekitar 400 Sebelum Masehi. Mainan tersebut terbuat dari bulu yang diikat pada ujung tongkat. Jika tongkat diputar dengan kedua telapak tangan pada posisi ke atas, maka akan menghasilkan gaya angkat, sehingga jika tongkat berbulu tersebut dilepas akan terbang secara vertikal. Lebih dari 2000 tahun kemudian yaitu sekitar tahun 1483, seorang warga negara Rusia bernama Mikhail Lomonosov mengembangkan mainan model Chinese tops dengan sumbu rotor ganda. Perbedaannya terletak pada tenaga pemutarnya, yaitu tenaga telapak tangan digantikan dengan gulungan pegas yang ditegangkan. Karena energi yang dilepaskan dari gulungan pegas yang tertegang cukup besar, maka mainan ini dapat terbang mencapai ketinggian lumayan. Seorang peneliti ilmu alam berkewarganeraan Perancis bernama Launoy dengan asistennya seorang mekanik bernama Bienvenu, menggunakan poros ganda untuk memutar poros yang ujungnya diikat dua set bulu kalkun yang berputar saling berlawanan arah. Percobaan model-model tersebut semakin menggairahkan kegiatan penelitian penciptaan wahana terba ng vertikal. Leonardo da Vinci yang lahir 15 April 1452, ternyata selain sebagai pelukis brilian juga seorang penggagas penciptaan wahana terbang vertikal yang mengagumkan. Meskipun gagasannya baru dituangkan dalam bentuk sketsa di kanvas, namun idenya sangat mengihami bagi pengembangan penciptaan wahana

rata dan kedap udara. Cayley telah berhasil menciptakan beberapa model wahana terbang vertikal pada akhir abad 18. Cayley menjelaskan secara rinci rancangan wahana terbang vertikal dengan skala relatif besar yang disebut “Aerial Carriage”. that means from linen starched (to block its pores) and is turned rapidly. Namun apa daya rancangan model Cayley hanya sebagai angan-angan. Kertas ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 1843. maka permukaan dilapis kain. membuat Cayley begitu rajin merancang antara lain berupa lengan berputar (whirling-arm) pada tahun1804. Modelmodel wahana yang dibuat dilengkapi rotor yang terbuat dari lembaran timah yang diputar dengan gulungan pegas yang tertegang. yang disebut “aerial screw” (sekrup udara) atau “air gyroscope” yang dibuat pa da tahun 1483. dan agar menghasilkan permukaan yang halus. then this said screw will find its female in the air and climb upwards. tenaga pengge rak yang tersedia adalah mesin uap.2 terbang vertikal. if this screw instrument is well made." Leonardo da Vinci Pernyataan singkat Leonardo da Vinci menggambarkan bahwa dia seorang visioner yang sangat mengilhami penerusnya dalam pengembangan wahana terbang vertikal. sehingga menjadikannya sebagai ilmiawan pertama yang mencoba belajar gaya aerodinamika yang dihasilkan oleh sayap. Sebagai anak muda. Karena kecintaannya pada penerbangan. Pada zaman tersebut. karena kesulitan mesin pembangkit tenaga (powerplant). Meskipun pengembangan wahana terbang vertikal saat itu mengalami kendala tenaga penggerak. namun pembuatan model wahana terbang vertikal ringan berukuran mini dengan tenaga penggerak mesin uap banyak berhasil secara terbatas. menciptakan wahana . Pada tahun 1840 Horatio Philips berkewarganegaraan Inggris. Dalam sketsa yang dibuat Leonardo da Vinci menggambarkan sebuah wahana pengangkut manusia terbang vertikal. sehingga rasio antara tenaga yang dihasilkan dengan beratnya (power to weight ratio) sangat rendah. "I think. Wahana tersebut digambarkan sebagai permukaan dengan alur miring seperti permukaan geratan pada sekrup. Sketsa Sekrup Udara Leonardo da Vinci Sir George Cayley terkenal dengan perkerjaannya menekuni prinsip-prinsip dasar terbang pada tahun 1790–an. Mesin uap merupakan mesin konversi energi jenis mesin pembakaran luar (external combustion engine).

dan tercatat mampu terbang pada ketinggian lebih dari 40 kaki selama 20 detik.3 terbang vertikal dengan tenaga uap yang disemburkan dari boiler mini ke ujung blade (bilah rotor). keterbatasan kendali terbang. namun wahana buatan Philips merupakan wahana terbang vertikal pertama yang digerakkan mesin sebagai pengganti tenaga gulungan pegas yang banyak digunakan sebelumnya. Memang model tersebut tidak mungkin dibuat dengan skala penuh. menerbangkan beberapa model wahana terbang vertikal mini bertenaga uap. Masing-masing rotor mempunyai 2 bilah (blade) dengan aspect ratio (perbandingan antara panjang terhadap lebar bilah) kecil. dan getaran mesin yang merusak struktur. menciptakan helikopter dan tercatat sebagai keberhasilan terbang helikopter berawak pertama kali. yang dilakukan oleh Wright bersaudara di Kitty Hawk Amerika Serikat. Peristiwa ini terjadi setelah 4 tahun keberhasilan penerbangan pesawat sayap tetap legendaris pertama di dunia. Berdasarkan dokumen sejarah penerbangan terungkap bahwa kegagalan ratusan percobaan helikopter disebabkan masalah tenaga penggerak. Sejak saat itu wahana terbang vertikal lebih dikenal dengan nama “helikopter”. Kedua rotor tersebut berputar dengan arah saling berlawanan. Model ini dilengkapi dengan dua rotor yang saling berputar berlawanan. mengingat betapa tinggi kompleksitas aspek aerodimanika maupun mekanika struktur wahana terbang vertikal tersebut. Helikopter Paul Cornu dengan dua rotor yang ditambatkan pada roda sepeda dan dipasang pada ujung-ujung badan helikopter Kedua rotor diputar oleh motor bensin bertenaga 22 HP dengan menggunakan transmisi ban (belt transmission). dengan tujuan untuk . Sekitar tahun 1878 Enrico warga Italia juga membuat model helikopter yang terbang dengan tenaga uap. Pada tanggal 13 Nopember 1907 seorang pembuat sepeda berwarganegara Perancis bernama Paul Cornu. Pada awal abad 20 hampir semua percobaan terbang vertikal dapat dianggap sebagai karya cipta yang menantang. yang merupakan gabungan dari kata sifat “elikoeioas” yang berarti “spiral” atau “winding” (berputar) dan kata benda “pteron” yang berarti “feather” (bulu) atau “wing” (sayap). Disamping itu hasil penelitian aerodinamika oleh para ilmiawan saat itu. Struktur helikopter Paul Cornu dibuat sangat sederhana. masih sangat sedikit untuk digunakan sebagai acuan. Pada tahun 1860-an Ponton d’Amecourt berkewarganegaraan Perancis. dengan dilengkapi dua rotor yang terpasang pada keliling roda sepeda yang terletak pada ujung-ujung badan helikopter. Helikopter berasal dari bahasa Yunani.

besarnya daya penggerak hanya dihitung berdasarkan perkiraan saja. membuat dia menghentikan usahanya dalam menciptakan helikopter. Selain memperkenalkan rancangan penggunaaan tail rotor. Kemudian Rauf Hafner pada tahun 1935. Baru setelah berakhirnya abad 19. Dalam otobiografinya. serta banyak mempublikasikan hasil penelitiannya tentang pesawat sayap putar (helikopter). memperkenalkan sistem kendali “collective-control” dan “cyclic -pitch control” Semangat pengembangan dan penyempurnaan penciptaan helikopter semakin meningkat. Louis Breman dari Inggris. Pada tahun 1909 dengan diilhami keberhasilan Paul Cornu. menambah semangat para pemerhati dan perancang wahana terbang vertikal. Kendala tersebut adalah : Pertama adalah minimnya pengetahuan dasar tentang aerodinamika khususnya untuk terbang vertikal. Mesin uap merupakan external combustion engine. ada beberapa kendala yang memperlambat laju keberhasilan penciptaan helikopter tersebut. menciptakan helikopter dengan konfigurasi tail rotor yang pertama kali sebagai alat untuk menghilangkan reaksi torsi rotor utama (main rotor) pada tahun 1912. Igor Ivanovitch Sikorsky dan Boris Yur’ev secara terpisah membangun prototype dengan rotor ganda tanpa awak. yang ternyata lebih berhasil. Keberhasilan Paul Cornu dalam menerbangkan helikopter berpenumpang. Jika dirunut sejak usaha penciptaan wahana terbang vertikal dimulai. Raul Pescara dari Argentina. tercatat nama -nama seperti Stephan Petroczy dari Austria. ia kembali melanjutkan cita -citanya dalam penciptaan mesin terbang vertikal. Namun mesin terbang yang diciptakan tidak bisa diterbangkan. yang sistemnya cukup komplek dan relatif berat sehingga tidak cocok sebagai mesin . Pada awal eksperimen wahana terbang vertikal. De la Cierva berhasil membuat model helikopter yang dilengkapi mekanisme “flapping” guna mengatasi tidak simetrisnya gaya angkat pada saat gerakan rotor blade berputar maju dan ke belakang. teori tentang gaya rotor diperkenalkan oleh William Rankine dan W. mesin konversi energi yang dikenal baru mesin uap. Sikorsky menyatakan bahwa dia harus menunggu sampai ditemukannya mesin penghasil gaya penggerak yang lebih baik. dan para inventor lainnya. ditemukannya bahan pembuat pesawat yang ringan serta pengalaman mekanik yang cukup. Dari Rusia juga dikenal nama Profesor Zhukovski (Joukowski) dengan ketekunannya meneliti teori aerodinamika. Selanjutnya dia beralih untuk mencurahkan kepiawaiannya dalam penciptaan pesawat sayap tetap (pesawat konvensional). Proude. Mesin terbang vertikal ciptaannya yang pertama yaitu S-1 bahkan tidak mampu terbang untuk mengangkat beratnya sendiri. Boris Yur’ev dari Rusia. sedangkan teori aerodinamika helikopter baru diperkenalkan secara intensif pada awal tahun 1920-an. Meskipun Sikorsky kurang perhatian terhadap penciptaan helikopter. sedangkan mesin ciptaan kedua yaitu S2 tanpa awak hanya bisa mengudara sebentar meski sudah dilengkapi tenaga penggerak yang cukup. namun setelah berimigrasi ke Amerika Serika. Helikopter Paul Cornu mampu terbang setinggi 1 kaki di atas tanah dalam waktu 20 detik. Pada saat awal penciptaan model helikopter. Kedua karena belum tersedianya mesin penghasil daya penggerak secara memadai. Bapak dan anak yaitu Emile dan Henry Berliner dari Amerika Serikat. Kekecewaan Sikorsky terhadap kegagalannya menciptakan mesin terbang vertikal. karena masalah getaran dan belum tersedianya mesin penghasil tenaga penggerak yang cukup. Boris Yur’ev juga memperkenalkan konsep “cyclic pitch control” yang pertama kali.4 menghilangkan reaksi torsi.

Baru pada pertengahan tahun 1950-an. Keempat karena adanya pengaruh anti torsi. Kesulitan kendali tersebut antara lain adanya gaya angkat yang tidak simetris antara bilah rotor saat berputar ke depan dan saat berputar ke belakang. Baru setelah mesin bensin (gasoline engine) ditemukan pada tahun 1920-an. bahan pembuat mesin ataupun struktur yang dikenal adalah besi tempa (cast iron) yang relatif berat. Keenam karena masalah getaran. untuk menghasilkan anti torsi guna mengatasi pengaruh torsi putaran main rotor. sudut serang membesar yang berarti meningkatkan gaya angkat. helikopter betul-betul digunakan sebagai wahana yang dipersenjatai untuk misi perang. Kesulitan tersebut mulai dapa t diatasi setelah De la Cierva merancang system “flapping” pada engsel pangkal rotor pada tahun 1923. Pada saat awal penciptaan wahana terbang vertikal. Pada awal penciptaan wahana terbang. maka permasalahan mesin penghasil daya penggerak bisa diatasi. observasi dan penghubung atau komunikasi antar dua lokasi yang berjauhan. Namun pembuatan konstruksi tersebut cukup komplek dibanding dengan hanya menggunakan sebuah rotor. yaitu pesawat helikopter yang berguna sebagai wahana tranportasi. akan menghasilkan sudut serang (angle of attack) mengecil yang berarti mengurangi gaya angkat.S. Ketiga karena struktur dan mesin penggerak yang cukup berat. Persoalan berat tersebut baru teratasi pada awal tahun 1920-an. Helikopter Tempur Helikopter digunakan sebagai mesin perang mulai Perang Dunia II. dan dipergunakan sebagai daya penggerak pesawat pertama kali pada tanggal 15 Mei 1941 oleh Sir Frank Whittle. bahkan sebagai mesin tempur. Rotor ganda dibuat berputar berlawanan. setelah alumunium beserta paduannya digunakan secara luas. atau menggunakan konfigurasi 2 rotor yang saling berdampinga n dengan posisi lateral.5 penghasil daya penggerak wahana terbang. Kelima karena kesulitan dalam sistem kendali. Kolonel Jay Vanderpool sebagai penerbang helikopter U. Permasalahan tersebut dapat diatasi setelah pengetahuan tentang sifat vibrasi dan aerodinamika helikopter diketahui dan ditrapkan. Sebaliknya pada saat berputar ke belakang (kecepatan udara relatif mengecil). pengaruh ini diatasi dengan pembuatan rotor ganda yang titik pusat putarannya sama (coaxial rotor). Bahkan setelah mesin turbin gas (gas turbine engine) ditemukan pada tahun 1940-an. Igor Sikorsky adalah orang pertama yang berhasil menggunakan tail rotor. evakuasi medis. Motor bensin merupakan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine). Getaran yang berlebiha n sebagai sumber kerusakan struktur. Namun untuk beberapa tahun masih terbatas sebagai misi pencari dan penyelamat (search and rescue). melengkapi persenjataan pada sejumlah helikopter sehingga mampu digunakan untuk operasi penyerangan. Army. Rancangan “flapping” tersebut menyebabkan bilah rotor pada saat berputar ke depan (kecepatan udara relatif membesar). Helikopter pertama kali uji terbang dengan menggunakan mesin gas turbin terjadi pada tanggal 15 Mei 1951. maka teknologi pengembangan pesawat terbang termasuk helikopter meningkat pesat. H-19 dan Piasecki H-21 “si . Perputaran main rotor akan berakibat berputarnya badan helikopter ke arah kebalikan putaran main rotor. Usaha para pioner penemu helikopter sampai saat ini telah menghasilkan teknologi wahana terbang vertikal demikian canggih. Helikopter yang dipersenjatai antara lain jenis H -34. selain konstruksinya lebih sederhana juga mempunyai power to weight ratio yang tinggi.

dengan senjata mesin dan roket-roket kecil yang dicoba dalam penyerangan berbagai jenis sasaran. Helikopter pertama yang terlibat pertempuran adalah Bell UH-1A Hueys yang dipersenjatai 2 buah senapan mesin kaliber 0. dan peluru anti tank. Selanjutnya industri helikopter Bell melanjutkan pengembangan helikopter tempur. guna memenuhi tuntutan kebutuhan U.S. peluncur granat. Army kembali mengajukan proposal kebutuhan helikopter tempur dengan persenjataan berat dan berkemampuan manuver tinggi. Helikopter tersebut adalah AH-1G HueyCobra. yang kemudian digunakan sebagai helikopter tempur yang sangat efektif oleh U. karena memang dengan kecepatan yang rendah sangat rentan terhadap serangan darat. Helikopter . U.75. roket. sehingga rentan terhadap serangan darat. Namun kendala pada saat itu adalah kecepatan terbang helikopter yang terlalu lambat. U. Kebutuhan ini akibat ancaman tank Sovyet di Eropa maupun di Vietnam.S. Army membuat kontrak dengan Lockheed dalam pengadaan 10 prototipe AH-56 Cheyenne. guna mengawal helikopter pengangkut pasukan.S. Army menandatangani kontrak pengadaan 375 Cheyenne. dipersenjatai senapan mesin.S. Helikopter tempur yang dibangun. Namun beberapa helikopter jatuh tertembak. bahkan merangsang Uni Sovyet untuk mengembangkan senjata anti pesawat terbang. Piasecki H-21 si “pisang” terbang sebagai helikopter pertama yang dipersenjatai Menyadari kelemahan helikopter saat Perang Vietnam yang rawan terhadap tembakan darat. Namun demikian proyek Cheyenne mengalami masalah teknis. Pada Januari 1968. Terbukti bahwa peluru pencari panas (heat-seeking missile) buatan Sovyet. Army meminta pengembangan helikopter tempur yang mampu terbang cepat dan dilengkapi persenjataan berat guna meningkatkan kehandalannya. Pada tahun 1972. maka pimpinan U. Army. membuat helikopter Cheyenne menjadi sasaran empuk yang sekaligus menandai berhentinya proyek Cheyenne.S. Helikopter tersebut dikirim ke Vietnam pada tahun 1962.30 dan 16 peluncur roket kaliber 2. Army dan Marine Corps. Pada tahun 1966. U. Cheyenne merupakan helikopter tempur dengan persenjataan lengkap dan kecepatan 253 mil perjam atau 407 km perjam (dua kali lebih cepat dari helikopter tercepat yang ada pada saat tersebut).S.6 pisang terbang”.

U. yaitu bahwa helikopter diperhitungkan sebagai mesin perang handal yang antara lain sebagai penghancur tank. Mulai saat itu seakan terjadi pergeseran teknologi perang. Baru pada tahun 1981. Apache menjadi dagangan yang laris ibarat pisang goreng. banyak negara membeli Apache yang terkenal mahal namun handal. sehingga sambil menyelinap di balik-balik pepohonan. Dengan Hellfireh. Swiss dan Belanda. Produksi pertama Apache diterima U. masing-masing mengajukan prototipe. AH-64 Apache mampu terbang “hover” di balik-balik pepohonan atau bangunan lain. kendaraan militer dan sasaran-sasaran keras lainnya. Pada kesempatan berpatroli di lembah Euphrata. yang dilengkapi radar pada posisi di atas rotor. sehingga mampu menghindari ancaman tembakan kendali laser. Pada Perang Teluk. Army pada tahun 1984. AH-64 Apache terlibat operasi tempur pertama kali pada saat Perang Teluk I tahun 1991.S. Apache sangat berhasil dengan perannya sebagai penghancur tank dan kendaraan pengangkut personel. Persenjataan lain yang dipunyai Apache adalah senapan mesin kaliber 30 mm dan roket Hydra 70 kaliber 2. dilengkapi alat sensor serta alat navigasi canggih. Saudi Arabia. Mesir. Helikopter AH-64 Apache dilengkapi Hellfire missile sebagai penghancur tank. Apache dapat mengamati medan perang dengan menggunakan sensornya. beberapa Apache memergoki beberapa elemen pengawal Republik Irak. Negara-negara tersebut antara lain Inggris. Karena terbukti kesuksesannya dalam perang.S. Apache berhasil melumpuhkan radar lawan sehingga pesawat-pesawat multinasional dapat menembus pusat-pusat pertahanan Irak. mobilitas tinggi. Versi terakhir Apache yaitu Longbow Apache. .7 yang dibutuhkan harus mampu beroperasi di malam hari. Israel. dan berhail menghancurkan sekitar 32 tank dan 100 kendaraan militer. Pada saat itu dua perusahaan helikopter ternama yaitu Hughes Aircraft dan Bell. AH-64 Apache kehandalannya sebagai mesin perang terbukti saat Perang Teluk I Pada pasca Perang Teluk. Uni Emirat Arab. Army mengadakan kontrak pengadaan helikopter generasi baru AH-64 Apache.75 inci.

namun banyak yang jatuh tertembak peluru kendali permukaan ke udara Stringer buatan AS.8 AH-1Z Cobra meski tidak sehandal Apache. namun banyak negara berminat membeli AH-1Z karena berbagai alasan. Untuk versi eksport digunakan kode lain. namun cukup populer karena harga lebih murah. persenjataan maupun sistemnya. Hind tidak semata-mata sebagai mesin tempur. Perkembangan helikopter tempur buatan AS juga diimbangi Eropa. namun juga pengangkut pasukan. Uni Sovyet mengembangkan helikopter tempur Mi 24 Hind. teknologi tidak terlalu komplek. sedangkan Mi-35 versi . yang dioperasikan dari atas panggul para pejuang Mujahidin Afganistan. Helikopter Hind dioperasikan secara intensif pada Perang Afganistan tahun 1980-an. misalnya MI-25 sebagai versi eksport dari MI-24 Hind seri D. mudah dirawat dan dioperasikan AH-1 HueyCobra atau lebih dikenal dengan sebutan Cobra. Helikopter Mi-35P yang memperkuat sistem senjata TNI AD merupakan versi eksport dari Mi-24 Hind seri F Sebagai catatan bahwa Helikopter Hind terus mengalami perkembangan baik struktur. Misalnya harga jauh lebih murah. Versi terakhir adalah AH-1Z yang dilengkapi 4 bilah rotor (versi sebelumnya 2 bilah rotor) dan mampu membawa berbagai jenis senjata termasuk Hellfire missile seperti Apache. teknologi yang digunakan tidak terlalu komplek serta gampang dirawat dan dioperasikan. terus mengembangkan produksinya. Meskipun kehandalannya tidak sama dengan Apache.

Mi-28 Havoc dan Ka-50 Werewolf dikembangkan Sovyet dengan meniru Apache Helikopter angkut yang tercatat sebagai yang terbesar saa t ini adalah Mi-26 “Halo” buatan Rusia. Pabrik pesawat Italia yaitu Agusta mengembangkan A-109 Mangusta sebagai helikopter tempur anti tank. . baik untuk kepentingan militer maupun sipil. Beberapa helikoper Sovyet dikembangkan dengan meniru Apache. Helikopter Mi-35P yang baru saja masuk kekuatan tempur TNI AD. Eurocopter. merupakan versi eksport dari Mi-24 Hind seri F. misalnya sebagai mesin perang. yang berkapasitas 4 awak pesawat dan 70 pasukan. SAR. mengembangkan helikopter tempur untuk keperluan mereka sendiri yang disebut Tiger pada tahun 1988. yang berdaya angkut lebih kecil yaitu 4 awak pesawat dan 33 pasukan. Helikopter Mi. Perkembangan teknologi helikopter saat ini telah menjadikan helikopter sebagai wahana yang multi guna. Bandingkan dengan helikopter angkut militer AS yaitu CH-47 Chinook.9 eksport dari Mi-24 Hind E. alat angkut personel/barang. sebagai konsorsium pabrik-pabrik pesawat Eropa.26 “Halo” tercatat sebagai helikopter angkut terbesar dengan 4 crew dan 70 troops. misalnya Mi-28 Havoc dan Ka-50 Werewolf. evakuasi medis dan lain-lain.

T. Boris Yu’rev.com .10 Mengikuti perkembangan pesawat helikopter yang dimulai dari awal pemikiran penciptaan wahana terbang vertikal sampai dengan helikopter dan teknologinya saat ini. Mereka mungkin tanpa sadar bahwa yang mereka kagumi sebenarnya adalah buah impian dan usaha yang pernah dirintisnya sendiri. Marsma TNI (Purn) Ir. Dalam proses tersebut selalu diwarnai keberhasilan. disim pulkan bahwa penciptaan karya besar selalu melalui proses panjang. Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto Yogyakarta E-mail : sytmadi@yahoo. dan Paul Cornu berkesempatan hidup lagi dan menyaksikan bagaimana kecanggihan wahana terbang vertikal saat ini. Barangkali jika para pioner helikopter seperti Leonardo da Vinci. M. Suyitmadi. namun juga kegagalan dan pengorbanan yang sering membuat putus asa. Demikianlah bagian kecil dari sejarah helikopter. maka kita semua yakin bahwa mereka akan tercengang dan kagum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful