P. 1
PERKEMBANGAN PESAWAT HELIKOPTER

PERKEMBANGAN PESAWAT HELIKOPTER

|Views: 58|Likes:
Published by Timur Novia

More info:

Published by: Timur Novia on Jul 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/12/2012

pdf

text

original

PERKEMBANGAN PESAWAT HELIKOPTER

Oleh : Marsma TNI (Pur n)Ir. Suyitmadi, M.T.

“Cita-cita untuk menciptakan wahana terbang secara vertikal dan mengambang tanpa bergerak di udara (hover), mungkin telah ada sejak manusia bermimpi untuk terbang” Igor Ivanovits Sikorsky Perkembangan pesawat terbang bersayap tetap, dapat dengan mudah dirunut atau diikuti fase kemajuannya. Sejarah penerbangan Amerika yang mulai dirintis oleh Otto Lilienthal, Samuel Langley, Chanute, sampai kesuksesan penerbangan pertama menggunakan pesawat bermotor dengan kendali penuh oleh Orville dan Wilbur Wright pada tahun 1903, membuktikan bahwa perkembangan penerbangan pesawat sayap tetap lebih bisa dikenali secara jelas. Perkembangan terbang pesawat helikopter tidak begitu mudah untuk diikuti, termasuk keberhasilan penerbangan pertama helikopter. Obsesi manusia untuk bisa terbang dengan wahana terbang vertikal, yang paling kuno diawali adanya “mainan” China yang disebut “Chinese tops” sekitar 400 Sebelum Masehi. Mainan tersebut terbuat dari bulu yang diikat pada ujung tongkat. Jika tongkat diputar dengan kedua telapak tangan pada posisi ke atas, maka akan menghasilkan gaya angkat, sehingga jika tongkat berbulu tersebut dilepas akan terbang secara vertikal. Lebih dari 2000 tahun kemudian yaitu sekitar tahun 1483, seorang warga negara Rusia bernama Mikhail Lomonosov mengembangkan mainan model Chinese tops dengan sumbu rotor ganda. Perbedaannya terletak pada tenaga pemutarnya, yaitu tenaga telapak tangan digantikan dengan gulungan pegas yang ditegangkan. Karena energi yang dilepaskan dari gulungan pegas yang tertegang cukup besar, maka mainan ini dapat terbang mencapai ketinggian lumayan. Seorang peneliti ilmu alam berkewarganeraan Perancis bernama Launoy dengan asistennya seorang mekanik bernama Bienvenu, menggunakan poros ganda untuk memutar poros yang ujungnya diikat dua set bulu kalkun yang berputar saling berlawanan arah. Percobaan model-model tersebut semakin menggairahkan kegiatan penelitian penciptaan wahana terba ng vertikal. Leonardo da Vinci yang lahir 15 April 1452, ternyata selain sebagai pelukis brilian juga seorang penggagas penciptaan wahana terbang vertikal yang mengagumkan. Meskipun gagasannya baru dituangkan dalam bentuk sketsa di kanvas, namun idenya sangat mengihami bagi pengembangan penciptaan wahana

Sebagai anak muda. membuat Cayley begitu rajin merancang antara lain berupa lengan berputar (whirling-arm) pada tahun1804. Pada zaman tersebut. sehingga menjadikannya sebagai ilmiawan pertama yang mencoba belajar gaya aerodinamika yang dihasilkan oleh sayap. Dalam sketsa yang dibuat Leonardo da Vinci menggambarkan sebuah wahana pengangkut manusia terbang vertikal. Cayley menjelaskan secara rinci rancangan wahana terbang vertikal dengan skala relatif besar yang disebut “Aerial Carriage”. namun pembuatan model wahana terbang vertikal ringan berukuran mini dengan tenaga penggerak mesin uap banyak berhasil secara terbatas. if this screw instrument is well made. Wahana tersebut digambarkan sebagai permukaan dengan alur miring seperti permukaan geratan pada sekrup. Kertas ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 1843. Meskipun pengembangan wahana terbang vertikal saat itu mengalami kendala tenaga penggerak. that means from linen starched (to block its pores) and is turned rapidly." Leonardo da Vinci Pernyataan singkat Leonardo da Vinci menggambarkan bahwa dia seorang visioner yang sangat mengilhami penerusnya dalam pengembangan wahana terbang vertikal. Sketsa Sekrup Udara Leonardo da Vinci Sir George Cayley terkenal dengan perkerjaannya menekuni prinsip-prinsip dasar terbang pada tahun 1790–an. dan agar menghasilkan permukaan yang halus. "I think. Pada tahun 1840 Horatio Philips berkewarganegaraan Inggris. rata dan kedap udara. sehingga rasio antara tenaga yang dihasilkan dengan beratnya (power to weight ratio) sangat rendah. yang disebut “aerial screw” (sekrup udara) atau “air gyroscope” yang dibuat pa da tahun 1483. Cayley telah berhasil menciptakan beberapa model wahana terbang vertikal pada akhir abad 18. Karena kecintaannya pada penerbangan. karena kesulitan mesin pembangkit tenaga (powerplant).2 terbang vertikal. Modelmodel wahana yang dibuat dilengkapi rotor yang terbuat dari lembaran timah yang diputar dengan gulungan pegas yang tertegang. maka permukaan dilapis kain. Namun apa daya rancangan model Cayley hanya sebagai angan-angan. Mesin uap merupakan mesin konversi energi jenis mesin pembakaran luar (external combustion engine). menciptakan wahana . tenaga pengge rak yang tersedia adalah mesin uap. then this said screw will find its female in the air and climb upwards.

Peristiwa ini terjadi setelah 4 tahun keberhasilan penerbangan pesawat sayap tetap legendaris pertama di dunia. Pada tanggal 13 Nopember 1907 seorang pembuat sepeda berwarganegara Perancis bernama Paul Cornu. keterbatasan kendali terbang. Sejak saat itu wahana terbang vertikal lebih dikenal dengan nama “helikopter”. dan getaran mesin yang merusak struktur. Helikopter Paul Cornu dengan dua rotor yang ditambatkan pada roda sepeda dan dipasang pada ujung-ujung badan helikopter Kedua rotor diputar oleh motor bensin bertenaga 22 HP dengan menggunakan transmisi ban (belt transmission). mengingat betapa tinggi kompleksitas aspek aerodimanika maupun mekanika struktur wahana terbang vertikal tersebut. Disamping itu hasil penelitian aerodinamika oleh para ilmiawan saat itu. dan tercatat mampu terbang pada ketinggian lebih dari 40 kaki selama 20 detik. menerbangkan beberapa model wahana terbang vertikal mini bertenaga uap. Kedua rotor tersebut berputar dengan arah saling berlawanan. yang dilakukan oleh Wright bersaudara di Kitty Hawk Amerika Serikat. yang merupakan gabungan dari kata sifat “elikoeioas” yang berarti “spiral” atau “winding” (berputar) dan kata benda “pteron” yang berarti “feather” (bulu) atau “wing” (sayap). Berdasarkan dokumen sejarah penerbangan terungkap bahwa kegagalan ratusan percobaan helikopter disebabkan masalah tenaga penggerak. Sekitar tahun 1878 Enrico warga Italia juga membuat model helikopter yang terbang dengan tenaga uap. Masing-masing rotor mempunyai 2 bilah (blade) dengan aspect ratio (perbandingan antara panjang terhadap lebar bilah) kecil. masih sangat sedikit untuk digunakan sebagai acuan. namun wahana buatan Philips merupakan wahana terbang vertikal pertama yang digerakkan mesin sebagai pengganti tenaga gulungan pegas yang banyak digunakan sebelumnya. Pada awal abad 20 hampir semua percobaan terbang vertikal dapat dianggap sebagai karya cipta yang menantang. Helikopter berasal dari bahasa Yunani. menciptakan helikopter dan tercatat sebagai keberhasilan terbang helikopter berawak pertama kali. dengan tujuan untuk .3 terbang vertikal dengan tenaga uap yang disemburkan dari boiler mini ke ujung blade (bilah rotor). Struktur helikopter Paul Cornu dibuat sangat sederhana. Model ini dilengkapi dengan dua rotor yang saling berputar berlawanan. dengan dilengkapi dua rotor yang terpasang pada keliling roda sepeda yang terletak pada ujung-ujung badan helikopter. Memang model tersebut tidak mungkin dibuat dengan skala penuh. Pada tahun 1860-an Ponton d’Amecourt berkewarganegaraan Perancis.

Jika dirunut sejak usaha penciptaan wahana terbang vertikal dimulai. Selain memperkenalkan rancangan penggunaaan tail rotor. Raul Pescara dari Argentina. Baru setelah berakhirnya abad 19. yang sistemnya cukup komplek dan relatif berat sehingga tidak cocok sebagai mesin . Igor Ivanovitch Sikorsky dan Boris Yur’ev secara terpisah membangun prototype dengan rotor ganda tanpa awak. namun setelah berimigrasi ke Amerika Serika. Selanjutnya dia beralih untuk mencurahkan kepiawaiannya dalam penciptaan pesawat sayap tetap (pesawat konvensional). serta banyak mempublikasikan hasil penelitiannya tentang pesawat sayap putar (helikopter). memperkenalkan sistem kendali “collective-control” dan “cyclic -pitch control” Semangat pengembangan dan penyempurnaan penciptaan helikopter semakin meningkat. Pada tahun 1909 dengan diilhami keberhasilan Paul Cornu. Helikopter Paul Cornu mampu terbang setinggi 1 kaki di atas tanah dalam waktu 20 detik. mesin konversi energi yang dikenal baru mesin uap. karena masalah getaran dan belum tersedianya mesin penghasil tenaga penggerak yang cukup. Namun mesin terbang yang diciptakan tidak bisa diterbangkan. membuat dia menghentikan usahanya dalam menciptakan helikopter. dan para inventor lainnya. Dalam otobiografinya. yang ternyata lebih berhasil. menambah semangat para pemerhati dan perancang wahana terbang vertikal. Kedua karena belum tersedianya mesin penghasil daya penggerak secara memadai. Proude. Louis Breman dari Inggris. menciptakan helikopter dengan konfigurasi tail rotor yang pertama kali sebagai alat untuk menghilangkan reaksi torsi rotor utama (main rotor) pada tahun 1912. Dari Rusia juga dikenal nama Profesor Zhukovski (Joukowski) dengan ketekunannya meneliti teori aerodinamika. Boris Yur’ev dari Rusia. besarnya daya penggerak hanya dihitung berdasarkan perkiraan saja. Kemudian Rauf Hafner pada tahun 1935. Kekecewaan Sikorsky terhadap kegagalannya menciptakan mesin terbang vertikal. Meskipun Sikorsky kurang perhatian terhadap penciptaan helikopter. ia kembali melanjutkan cita -citanya dalam penciptaan mesin terbang vertikal.4 menghilangkan reaksi torsi. Sikorsky menyatakan bahwa dia harus menunggu sampai ditemukannya mesin penghasil gaya penggerak yang lebih baik. teori tentang gaya rotor diperkenalkan oleh William Rankine dan W. Pada saat awal penciptaan model helikopter. sedangkan mesin ciptaan kedua yaitu S2 tanpa awak hanya bisa mengudara sebentar meski sudah dilengkapi tenaga penggerak yang cukup. Keberhasilan Paul Cornu dalam menerbangkan helikopter berpenumpang. Kendala tersebut adalah : Pertama adalah minimnya pengetahuan dasar tentang aerodinamika khususnya untuk terbang vertikal. tercatat nama -nama seperti Stephan Petroczy dari Austria. Mesin terbang vertikal ciptaannya yang pertama yaitu S-1 bahkan tidak mampu terbang untuk mengangkat beratnya sendiri. sedangkan teori aerodinamika helikopter baru diperkenalkan secara intensif pada awal tahun 1920-an. Pada awal eksperimen wahana terbang vertikal. Mesin uap merupakan external combustion engine. De la Cierva berhasil membuat model helikopter yang dilengkapi mekanisme “flapping” guna mengatasi tidak simetrisnya gaya angkat pada saat gerakan rotor blade berputar maju dan ke belakang. Boris Yur’ev juga memperkenalkan konsep “cyclic pitch control” yang pertama kali. Bapak dan anak yaitu Emile dan Henry Berliner dari Amerika Serikat. ditemukannya bahan pembuat pesawat yang ringan serta pengalaman mekanik yang cukup. ada beberapa kendala yang memperlambat laju keberhasilan penciptaan helikopter tersebut.

Baru pada pertengahan tahun 1950-an. Namun pembuatan konstruksi tersebut cukup komplek dibanding dengan hanya menggunakan sebuah rotor. bahkan sebagai mesin tempur. Getaran yang berlebiha n sebagai sumber kerusakan struktur. Rotor ganda dibuat berputar berlawanan. evakuasi medis. sudut serang membesar yang berarti meningkatkan gaya angkat. Keenam karena masalah getaran. maka teknologi pengembangan pesawat terbang termasuk helikopter meningkat pesat. Helikopter Tempur Helikopter digunakan sebagai mesin perang mulai Perang Dunia II. Kesulitan tersebut mulai dapa t diatasi setelah De la Cierva merancang system “flapping” pada engsel pangkal rotor pada tahun 1923. Helikopter yang dipersenjatai antara lain jenis H -34. Persoalan berat tersebut baru teratasi pada awal tahun 1920-an. Igor Sikorsky adalah orang pertama yang berhasil menggunakan tail rotor. Ketiga karena struktur dan mesin penggerak yang cukup berat. pengaruh ini diatasi dengan pembuatan rotor ganda yang titik pusat putarannya sama (coaxial rotor). Helikopter pertama kali uji terbang dengan menggunakan mesin gas turbin terjadi pada tanggal 15 Mei 1951. yaitu pesawat helikopter yang berguna sebagai wahana tranportasi. selain konstruksinya lebih sederhana juga mempunyai power to weight ratio yang tinggi. Permasalahan tersebut dapat diatasi setelah pengetahuan tentang sifat vibrasi dan aerodinamika helikopter diketahui dan ditrapkan. Keempat karena adanya pengaruh anti torsi. setelah alumunium beserta paduannya digunakan secara luas. untuk menghasilkan anti torsi guna mengatasi pengaruh torsi putaran main rotor. Baru setelah mesin bensin (gasoline engine) ditemukan pada tahun 1920-an. H-19 dan Piasecki H-21 “si . Army. Usaha para pioner penemu helikopter sampai saat ini telah menghasilkan teknologi wahana terbang vertikal demikian canggih.S. maka permasalahan mesin penghasil daya penggerak bisa diatasi. Motor bensin merupakan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine). Namun untuk beberapa tahun masih terbatas sebagai misi pencari dan penyelamat (search and rescue). Kelima karena kesulitan dalam sistem kendali. helikopter betul-betul digunakan sebagai wahana yang dipersenjatai untuk misi perang. Perputaran main rotor akan berakibat berputarnya badan helikopter ke arah kebalikan putaran main rotor. Rancangan “flapping” tersebut menyebabkan bilah rotor pada saat berputar ke depan (kecepatan udara relatif membesar). bahan pembuat mesin ataupun struktur yang dikenal adalah besi tempa (cast iron) yang relatif berat. Sebaliknya pada saat berputar ke belakang (kecepatan udara relatif mengecil). observasi dan penghubung atau komunikasi antar dua lokasi yang berjauhan.5 penghasil daya penggerak wahana terbang. akan menghasilkan sudut serang (angle of attack) mengecil yang berarti mengurangi gaya angkat. atau menggunakan konfigurasi 2 rotor yang saling berdampinga n dengan posisi lateral. Bahkan setelah mesin turbin gas (gas turbine engine) ditemukan pada tahun 1940-an. Kesulitan kendali tersebut antara lain adanya gaya angkat yang tidak simetris antara bilah rotor saat berputar ke depan dan saat berputar ke belakang. dan dipergunakan sebagai daya penggerak pesawat pertama kali pada tanggal 15 Mei 1941 oleh Sir Frank Whittle. Pada awal penciptaan wahana terbang. melengkapi persenjataan pada sejumlah helikopter sehingga mampu digunakan untuk operasi penyerangan. Pada saat awal penciptaan wahana terbang vertikal. Kolonel Jay Vanderpool sebagai penerbang helikopter U.

guna mengawal helikopter pengangkut pasukan. Pada Januari 1968.S. dengan senjata mesin dan roket-roket kecil yang dicoba dalam penyerangan berbagai jenis sasaran. Namun beberapa helikopter jatuh tertembak. guna memenuhi tuntutan kebutuhan U. sehingga rentan terhadap serangan darat. dan peluru anti tank. Kebutuhan ini akibat ancaman tank Sovyet di Eropa maupun di Vietnam. Army meminta pengembangan helikopter tempur yang mampu terbang cepat dan dilengkapi persenjataan berat guna meningkatkan kehandalannya. Helikopter . Namun demikian proyek Cheyenne mengalami masalah teknis. peluncur granat. karena memang dengan kecepatan yang rendah sangat rentan terhadap serangan darat.S. Army menandatangani kontrak pengadaan 375 Cheyenne.S. roket.S. Selanjutnya industri helikopter Bell melanjutkan pengembangan helikopter tempur. dipersenjatai senapan mesin. Helikopter tersebut adalah AH-1G HueyCobra.6 pisang terbang”.30 dan 16 peluncur roket kaliber 2. Terbukti bahwa peluru pencari panas (heat-seeking missile) buatan Sovyet. Army membuat kontrak dengan Lockheed dalam pengadaan 10 prototipe AH-56 Cheyenne. Army. Army kembali mengajukan proposal kebutuhan helikopter tempur dengan persenjataan berat dan berkemampuan manuver tinggi. Namun kendala pada saat itu adalah kecepatan terbang helikopter yang terlalu lambat. Cheyenne merupakan helikopter tempur dengan persenjataan lengkap dan kecepatan 253 mil perjam atau 407 km perjam (dua kali lebih cepat dari helikopter tercepat yang ada pada saat tersebut). Army dan Marine Corps.75. U. Pada tahun 1966. bahkan merangsang Uni Sovyet untuk mengembangkan senjata anti pesawat terbang.S. Pada tahun 1972. U. maka pimpinan U. Helikopter tempur yang dibangun. Helikopter tersebut dikirim ke Vietnam pada tahun 1962. yang kemudian digunakan sebagai helikopter tempur yang sangat efektif oleh U.S. Helikopter pertama yang terlibat pertempuran adalah Bell UH-1A Hueys yang dipersenjatai 2 buah senapan mesin kaliber 0. Piasecki H-21 si “pisang” terbang sebagai helikopter pertama yang dipersenjatai Menyadari kelemahan helikopter saat Perang Vietnam yang rawan terhadap tembakan darat. U. membuat helikopter Cheyenne menjadi sasaran empuk yang sekaligus menandai berhentinya proyek Cheyenne.

. kendaraan militer dan sasaran-sasaran keras lainnya. Versi terakhir Apache yaitu Longbow Apache. Pada Perang Teluk. Uni Emirat Arab. Army mengadakan kontrak pengadaan helikopter generasi baru AH-64 Apache.75 inci. Dengan Hellfireh. Baru pada tahun 1981. Swiss dan Belanda. mobilitas tinggi. yang dilengkapi radar pada posisi di atas rotor. AH-64 Apache kehandalannya sebagai mesin perang terbukti saat Perang Teluk I Pada pasca Perang Teluk. Apache menjadi dagangan yang laris ibarat pisang goreng. Apache dapat mengamati medan perang dengan menggunakan sensornya. Karena terbukti kesuksesannya dalam perang. Mulai saat itu seakan terjadi pergeseran teknologi perang. Pada kesempatan berpatroli di lembah Euphrata. AH-64 Apache mampu terbang “hover” di balik-balik pepohonan atau bangunan lain.7 yang dibutuhkan harus mampu beroperasi di malam hari. sehingga mampu menghindari ancaman tembakan kendali laser. dan berhail menghancurkan sekitar 32 tank dan 100 kendaraan militer. AH-64 Apache terlibat operasi tempur pertama kali pada saat Perang Teluk I tahun 1991. beberapa Apache memergoki beberapa elemen pengawal Republik Irak. Negara-negara tersebut antara lain Inggris. Persenjataan lain yang dipunyai Apache adalah senapan mesin kaliber 30 mm dan roket Hydra 70 kaliber 2. U. banyak negara membeli Apache yang terkenal mahal namun handal. Mesir. Produksi pertama Apache diterima U.S. masing-masing mengajukan prototipe. Israel. Army pada tahun 1984. yaitu bahwa helikopter diperhitungkan sebagai mesin perang handal yang antara lain sebagai penghancur tank. dilengkapi alat sensor serta alat navigasi canggih. Saudi Arabia. Pada saat itu dua perusahaan helikopter ternama yaitu Hughes Aircraft dan Bell. Helikopter AH-64 Apache dilengkapi Hellfire missile sebagai penghancur tank. sehingga sambil menyelinap di balik-balik pepohonan. Apache berhasil melumpuhkan radar lawan sehingga pesawat-pesawat multinasional dapat menembus pusat-pusat pertahanan Irak.S. Apache sangat berhasil dengan perannya sebagai penghancur tank dan kendaraan pengangkut personel.

misalnya MI-25 sebagai versi eksport dari MI-24 Hind seri D. namun banyak negara berminat membeli AH-1Z karena berbagai alasan. Versi terakhir adalah AH-1Z yang dilengkapi 4 bilah rotor (versi sebelumnya 2 bilah rotor) dan mampu membawa berbagai jenis senjata termasuk Hellfire missile seperti Apache. terus mengembangkan produksinya. namun banyak yang jatuh tertembak peluru kendali permukaan ke udara Stringer buatan AS. Meskipun kehandalannya tidak sama dengan Apache. teknologi tidak terlalu komplek.8 AH-1Z Cobra meski tidak sehandal Apache. Helikopter Mi-35P yang memperkuat sistem senjata TNI AD merupakan versi eksport dari Mi-24 Hind seri F Sebagai catatan bahwa Helikopter Hind terus mengalami perkembangan baik struktur. teknologi yang digunakan tidak terlalu komplek serta gampang dirawat dan dioperasikan. yang dioperasikan dari atas panggul para pejuang Mujahidin Afganistan. Perkembangan helikopter tempur buatan AS juga diimbangi Eropa. Uni Sovyet mengembangkan helikopter tempur Mi 24 Hind. namun juga pengangkut pasukan. Untuk versi eksport digunakan kode lain. Hind tidak semata-mata sebagai mesin tempur. Helikopter Hind dioperasikan secara intensif pada Perang Afganistan tahun 1980-an. sedangkan Mi-35 versi . Misalnya harga jauh lebih murah. persenjataan maupun sistemnya. namun cukup populer karena harga lebih murah. mudah dirawat dan dioperasikan AH-1 HueyCobra atau lebih dikenal dengan sebutan Cobra.

yang berdaya angkut lebih kecil yaitu 4 awak pesawat dan 33 pasukan. mengembangkan helikopter tempur untuk keperluan mereka sendiri yang disebut Tiger pada tahun 1988. evakuasi medis dan lain-lain. merupakan versi eksport dari Mi-24 Hind seri F. Helikopter Mi-35P yang baru saja masuk kekuatan tempur TNI AD. Perkembangan teknologi helikopter saat ini telah menjadikan helikopter sebagai wahana yang multi guna. Mi-28 Havoc dan Ka-50 Werewolf dikembangkan Sovyet dengan meniru Apache Helikopter angkut yang tercatat sebagai yang terbesar saa t ini adalah Mi-26 “Halo” buatan Rusia. Pabrik pesawat Italia yaitu Agusta mengembangkan A-109 Mangusta sebagai helikopter tempur anti tank. Helikopter Mi. baik untuk kepentingan militer maupun sipil. misalnya Mi-28 Havoc dan Ka-50 Werewolf.26 “Halo” tercatat sebagai helikopter angkut terbesar dengan 4 crew dan 70 troops. sebagai konsorsium pabrik-pabrik pesawat Eropa. Eurocopter. . misalnya sebagai mesin perang. Beberapa helikoper Sovyet dikembangkan dengan meniru Apache. yang berkapasitas 4 awak pesawat dan 70 pasukan. alat angkut personel/barang. SAR.9 eksport dari Mi-24 Hind E. Bandingkan dengan helikopter angkut militer AS yaitu CH-47 Chinook.

10 Mengikuti perkembangan pesawat helikopter yang dimulai dari awal pemikiran penciptaan wahana terbang vertikal sampai dengan helikopter dan teknologinya saat ini. dan Paul Cornu berkesempatan hidup lagi dan menyaksikan bagaimana kecanggihan wahana terbang vertikal saat ini. Dalam proses tersebut selalu diwarnai keberhasilan. Boris Yu’rev. maka kita semua yakin bahwa mereka akan tercengang dan kagum.T. disim pulkan bahwa penciptaan karya besar selalu melalui proses panjang. Mereka mungkin tanpa sadar bahwa yang mereka kagumi sebenarnya adalah buah impian dan usaha yang pernah dirintisnya sendiri. Barangkali jika para pioner helikopter seperti Leonardo da Vinci. namun juga kegagalan dan pengorbanan yang sering membuat putus asa.com . Demikianlah bagian kecil dari sejarah helikopter. Marsma TNI (Purn) Ir. Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto Yogyakarta E-mail : sytmadi@yahoo. Suyitmadi. M.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->