PERKEMBANGAN PESAWAT HELIKOPTER

Oleh : Marsma TNI (Pur n)Ir. Suyitmadi, M.T.

“Cita-cita untuk menciptakan wahana terbang secara vertikal dan mengambang tanpa bergerak di udara (hover), mungkin telah ada sejak manusia bermimpi untuk terbang” Igor Ivanovits Sikorsky Perkembangan pesawat terbang bersayap tetap, dapat dengan mudah dirunut atau diikuti fase kemajuannya. Sejarah penerbangan Amerika yang mulai dirintis oleh Otto Lilienthal, Samuel Langley, Chanute, sampai kesuksesan penerbangan pertama menggunakan pesawat bermotor dengan kendali penuh oleh Orville dan Wilbur Wright pada tahun 1903, membuktikan bahwa perkembangan penerbangan pesawat sayap tetap lebih bisa dikenali secara jelas. Perkembangan terbang pesawat helikopter tidak begitu mudah untuk diikuti, termasuk keberhasilan penerbangan pertama helikopter. Obsesi manusia untuk bisa terbang dengan wahana terbang vertikal, yang paling kuno diawali adanya “mainan” China yang disebut “Chinese tops” sekitar 400 Sebelum Masehi. Mainan tersebut terbuat dari bulu yang diikat pada ujung tongkat. Jika tongkat diputar dengan kedua telapak tangan pada posisi ke atas, maka akan menghasilkan gaya angkat, sehingga jika tongkat berbulu tersebut dilepas akan terbang secara vertikal. Lebih dari 2000 tahun kemudian yaitu sekitar tahun 1483, seorang warga negara Rusia bernama Mikhail Lomonosov mengembangkan mainan model Chinese tops dengan sumbu rotor ganda. Perbedaannya terletak pada tenaga pemutarnya, yaitu tenaga telapak tangan digantikan dengan gulungan pegas yang ditegangkan. Karena energi yang dilepaskan dari gulungan pegas yang tertegang cukup besar, maka mainan ini dapat terbang mencapai ketinggian lumayan. Seorang peneliti ilmu alam berkewarganeraan Perancis bernama Launoy dengan asistennya seorang mekanik bernama Bienvenu, menggunakan poros ganda untuk memutar poros yang ujungnya diikat dua set bulu kalkun yang berputar saling berlawanan arah. Percobaan model-model tersebut semakin menggairahkan kegiatan penelitian penciptaan wahana terba ng vertikal. Leonardo da Vinci yang lahir 15 April 1452, ternyata selain sebagai pelukis brilian juga seorang penggagas penciptaan wahana terbang vertikal yang mengagumkan. Meskipun gagasannya baru dituangkan dalam bentuk sketsa di kanvas, namun idenya sangat mengihami bagi pengembangan penciptaan wahana

Wahana tersebut digambarkan sebagai permukaan dengan alur miring seperti permukaan geratan pada sekrup. Cayley menjelaskan secara rinci rancangan wahana terbang vertikal dengan skala relatif besar yang disebut “Aerial Carriage”. karena kesulitan mesin pembangkit tenaga (powerplant). if this screw instrument is well made. Dalam sketsa yang dibuat Leonardo da Vinci menggambarkan sebuah wahana pengangkut manusia terbang vertikal. sehingga menjadikannya sebagai ilmiawan pertama yang mencoba belajar gaya aerodinamika yang dihasilkan oleh sayap. "I think. Pada tahun 1840 Horatio Philips berkewarganegaraan Inggris. Cayley telah berhasil menciptakan beberapa model wahana terbang vertikal pada akhir abad 18. Namun apa daya rancangan model Cayley hanya sebagai angan-angan.2 terbang vertikal. Mesin uap merupakan mesin konversi energi jenis mesin pembakaran luar (external combustion engine). sehingga rasio antara tenaga yang dihasilkan dengan beratnya (power to weight ratio) sangat rendah. Kertas ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 1843. then this said screw will find its female in the air and climb upwards. tenaga pengge rak yang tersedia adalah mesin uap. Sketsa Sekrup Udara Leonardo da Vinci Sir George Cayley terkenal dengan perkerjaannya menekuni prinsip-prinsip dasar terbang pada tahun 1790–an." Leonardo da Vinci Pernyataan singkat Leonardo da Vinci menggambarkan bahwa dia seorang visioner yang sangat mengilhami penerusnya dalam pengembangan wahana terbang vertikal. dan agar menghasilkan permukaan yang halus. Modelmodel wahana yang dibuat dilengkapi rotor yang terbuat dari lembaran timah yang diputar dengan gulungan pegas yang tertegang. namun pembuatan model wahana terbang vertikal ringan berukuran mini dengan tenaga penggerak mesin uap banyak berhasil secara terbatas. maka permukaan dilapis kain. that means from linen starched (to block its pores) and is turned rapidly. rata dan kedap udara. Karena kecintaannya pada penerbangan. Sebagai anak muda. menciptakan wahana . Meskipun pengembangan wahana terbang vertikal saat itu mengalami kendala tenaga penggerak. membuat Cayley begitu rajin merancang antara lain berupa lengan berputar (whirling-arm) pada tahun1804. Pada zaman tersebut. yang disebut “aerial screw” (sekrup udara) atau “air gyroscope” yang dibuat pa da tahun 1483.

yang dilakukan oleh Wright bersaudara di Kitty Hawk Amerika Serikat. namun wahana buatan Philips merupakan wahana terbang vertikal pertama yang digerakkan mesin sebagai pengganti tenaga gulungan pegas yang banyak digunakan sebelumnya. dengan dilengkapi dua rotor yang terpasang pada keliling roda sepeda yang terletak pada ujung-ujung badan helikopter. Sekitar tahun 1878 Enrico warga Italia juga membuat model helikopter yang terbang dengan tenaga uap. dengan tujuan untuk . masih sangat sedikit untuk digunakan sebagai acuan. dan tercatat mampu terbang pada ketinggian lebih dari 40 kaki selama 20 detik. keterbatasan kendali terbang. Model ini dilengkapi dengan dua rotor yang saling berputar berlawanan. Pada tanggal 13 Nopember 1907 seorang pembuat sepeda berwarganegara Perancis bernama Paul Cornu.3 terbang vertikal dengan tenaga uap yang disemburkan dari boiler mini ke ujung blade (bilah rotor). Pada awal abad 20 hampir semua percobaan terbang vertikal dapat dianggap sebagai karya cipta yang menantang. Helikopter berasal dari bahasa Yunani. mengingat betapa tinggi kompleksitas aspek aerodimanika maupun mekanika struktur wahana terbang vertikal tersebut. menciptakan helikopter dan tercatat sebagai keberhasilan terbang helikopter berawak pertama kali. Sejak saat itu wahana terbang vertikal lebih dikenal dengan nama “helikopter”. Struktur helikopter Paul Cornu dibuat sangat sederhana. Disamping itu hasil penelitian aerodinamika oleh para ilmiawan saat itu. Peristiwa ini terjadi setelah 4 tahun keberhasilan penerbangan pesawat sayap tetap legendaris pertama di dunia. Masing-masing rotor mempunyai 2 bilah (blade) dengan aspect ratio (perbandingan antara panjang terhadap lebar bilah) kecil. Helikopter Paul Cornu dengan dua rotor yang ditambatkan pada roda sepeda dan dipasang pada ujung-ujung badan helikopter Kedua rotor diputar oleh motor bensin bertenaga 22 HP dengan menggunakan transmisi ban (belt transmission). menerbangkan beberapa model wahana terbang vertikal mini bertenaga uap. Kedua rotor tersebut berputar dengan arah saling berlawanan. Memang model tersebut tidak mungkin dibuat dengan skala penuh. Berdasarkan dokumen sejarah penerbangan terungkap bahwa kegagalan ratusan percobaan helikopter disebabkan masalah tenaga penggerak. dan getaran mesin yang merusak struktur. yang merupakan gabungan dari kata sifat “elikoeioas” yang berarti “spiral” atau “winding” (berputar) dan kata benda “pteron” yang berarti “feather” (bulu) atau “wing” (sayap). Pada tahun 1860-an Ponton d’Amecourt berkewarganegaraan Perancis.

Kendala tersebut adalah : Pertama adalah minimnya pengetahuan dasar tentang aerodinamika khususnya untuk terbang vertikal. Helikopter Paul Cornu mampu terbang setinggi 1 kaki di atas tanah dalam waktu 20 detik. serta banyak mempublikasikan hasil penelitiannya tentang pesawat sayap putar (helikopter). Kekecewaan Sikorsky terhadap kegagalannya menciptakan mesin terbang vertikal. Dalam otobiografinya. Mesin uap merupakan external combustion engine. Baru setelah berakhirnya abad 19. ditemukannya bahan pembuat pesawat yang ringan serta pengalaman mekanik yang cukup. Pada saat awal penciptaan model helikopter. Boris Yur’ev dari Rusia. memperkenalkan sistem kendali “collective-control” dan “cyclic -pitch control” Semangat pengembangan dan penyempurnaan penciptaan helikopter semakin meningkat. teori tentang gaya rotor diperkenalkan oleh William Rankine dan W. Sikorsky menyatakan bahwa dia harus menunggu sampai ditemukannya mesin penghasil gaya penggerak yang lebih baik. menambah semangat para pemerhati dan perancang wahana terbang vertikal. besarnya daya penggerak hanya dihitung berdasarkan perkiraan saja. Keberhasilan Paul Cornu dalam menerbangkan helikopter berpenumpang. Raul Pescara dari Argentina.4 menghilangkan reaksi torsi. yang sistemnya cukup komplek dan relatif berat sehingga tidak cocok sebagai mesin . mesin konversi energi yang dikenal baru mesin uap. Proude. ia kembali melanjutkan cita -citanya dalam penciptaan mesin terbang vertikal. Selanjutnya dia beralih untuk mencurahkan kepiawaiannya dalam penciptaan pesawat sayap tetap (pesawat konvensional). Pada tahun 1909 dengan diilhami keberhasilan Paul Cornu. Dari Rusia juga dikenal nama Profesor Zhukovski (Joukowski) dengan ketekunannya meneliti teori aerodinamika. namun setelah berimigrasi ke Amerika Serika. Mesin terbang vertikal ciptaannya yang pertama yaitu S-1 bahkan tidak mampu terbang untuk mengangkat beratnya sendiri. yang ternyata lebih berhasil. sedangkan mesin ciptaan kedua yaitu S2 tanpa awak hanya bisa mengudara sebentar meski sudah dilengkapi tenaga penggerak yang cukup. ada beberapa kendala yang memperlambat laju keberhasilan penciptaan helikopter tersebut. Kedua karena belum tersedianya mesin penghasil daya penggerak secara memadai. Jika dirunut sejak usaha penciptaan wahana terbang vertikal dimulai. Selain memperkenalkan rancangan penggunaaan tail rotor. Boris Yur’ev juga memperkenalkan konsep “cyclic pitch control” yang pertama kali. sedangkan teori aerodinamika helikopter baru diperkenalkan secara intensif pada awal tahun 1920-an. De la Cierva berhasil membuat model helikopter yang dilengkapi mekanisme “flapping” guna mengatasi tidak simetrisnya gaya angkat pada saat gerakan rotor blade berputar maju dan ke belakang. Meskipun Sikorsky kurang perhatian terhadap penciptaan helikopter. Kemudian Rauf Hafner pada tahun 1935. menciptakan helikopter dengan konfigurasi tail rotor yang pertama kali sebagai alat untuk menghilangkan reaksi torsi rotor utama (main rotor) pada tahun 1912. Bapak dan anak yaitu Emile dan Henry Berliner dari Amerika Serikat. Pada awal eksperimen wahana terbang vertikal. tercatat nama -nama seperti Stephan Petroczy dari Austria. Igor Ivanovitch Sikorsky dan Boris Yur’ev secara terpisah membangun prototype dengan rotor ganda tanpa awak. karena masalah getaran dan belum tersedianya mesin penghasil tenaga penggerak yang cukup. Namun mesin terbang yang diciptakan tidak bisa diterbangkan. Louis Breman dari Inggris. membuat dia menghentikan usahanya dalam menciptakan helikopter. dan para inventor lainnya.

Kesulitan tersebut mulai dapa t diatasi setelah De la Cierva merancang system “flapping” pada engsel pangkal rotor pada tahun 1923. Ketiga karena struktur dan mesin penggerak yang cukup berat. H-19 dan Piasecki H-21 “si . Rotor ganda dibuat berputar berlawanan. Motor bensin merupakan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine). Army. atau menggunakan konfigurasi 2 rotor yang saling berdampinga n dengan posisi lateral. Permasalahan tersebut dapat diatasi setelah pengetahuan tentang sifat vibrasi dan aerodinamika helikopter diketahui dan ditrapkan. helikopter betul-betul digunakan sebagai wahana yang dipersenjatai untuk misi perang. setelah alumunium beserta paduannya digunakan secara luas. evakuasi medis. Namun pembuatan konstruksi tersebut cukup komplek dibanding dengan hanya menggunakan sebuah rotor. Pada saat awal penciptaan wahana terbang vertikal. Rancangan “flapping” tersebut menyebabkan bilah rotor pada saat berputar ke depan (kecepatan udara relatif membesar). Pada awal penciptaan wahana terbang. Persoalan berat tersebut baru teratasi pada awal tahun 1920-an. Helikopter pertama kali uji terbang dengan menggunakan mesin gas turbin terjadi pada tanggal 15 Mei 1951. Getaran yang berlebiha n sebagai sumber kerusakan struktur. Helikopter yang dipersenjatai antara lain jenis H -34. untuk menghasilkan anti torsi guna mengatasi pengaruh torsi putaran main rotor. sudut serang membesar yang berarti meningkatkan gaya angkat. Baru pada pertengahan tahun 1950-an. observasi dan penghubung atau komunikasi antar dua lokasi yang berjauhan. Baru setelah mesin bensin (gasoline engine) ditemukan pada tahun 1920-an. yaitu pesawat helikopter yang berguna sebagai wahana tranportasi. Usaha para pioner penemu helikopter sampai saat ini telah menghasilkan teknologi wahana terbang vertikal demikian canggih. melengkapi persenjataan pada sejumlah helikopter sehingga mampu digunakan untuk operasi penyerangan. Kelima karena kesulitan dalam sistem kendali. Namun untuk beberapa tahun masih terbatas sebagai misi pencari dan penyelamat (search and rescue). Kesulitan kendali tersebut antara lain adanya gaya angkat yang tidak simetris antara bilah rotor saat berputar ke depan dan saat berputar ke belakang. Bahkan setelah mesin turbin gas (gas turbine engine) ditemukan pada tahun 1940-an. Keenam karena masalah getaran. Kolonel Jay Vanderpool sebagai penerbang helikopter U. Igor Sikorsky adalah orang pertama yang berhasil menggunakan tail rotor. maka teknologi pengembangan pesawat terbang termasuk helikopter meningkat pesat.5 penghasil daya penggerak wahana terbang. bahkan sebagai mesin tempur. selain konstruksinya lebih sederhana juga mempunyai power to weight ratio yang tinggi. Keempat karena adanya pengaruh anti torsi. maka permasalahan mesin penghasil daya penggerak bisa diatasi.S. pengaruh ini diatasi dengan pembuatan rotor ganda yang titik pusat putarannya sama (coaxial rotor). akan menghasilkan sudut serang (angle of attack) mengecil yang berarti mengurangi gaya angkat. Helikopter Tempur Helikopter digunakan sebagai mesin perang mulai Perang Dunia II. bahan pembuat mesin ataupun struktur yang dikenal adalah besi tempa (cast iron) yang relatif berat. Perputaran main rotor akan berakibat berputarnya badan helikopter ke arah kebalikan putaran main rotor. dan dipergunakan sebagai daya penggerak pesawat pertama kali pada tanggal 15 Mei 1941 oleh Sir Frank Whittle. Sebaliknya pada saat berputar ke belakang (kecepatan udara relatif mengecil).

S. Helikopter tersebut dikirim ke Vietnam pada tahun 1962. Army dan Marine Corps. Namun beberapa helikopter jatuh tertembak. Selanjutnya industri helikopter Bell melanjutkan pengembangan helikopter tempur. Pada Januari 1968. membuat helikopter Cheyenne menjadi sasaran empuk yang sekaligus menandai berhentinya proyek Cheyenne. karena memang dengan kecepatan yang rendah sangat rentan terhadap serangan darat. U.6 pisang terbang”. Army kembali mengajukan proposal kebutuhan helikopter tempur dengan persenjataan berat dan berkemampuan manuver tinggi. Cheyenne merupakan helikopter tempur dengan persenjataan lengkap dan kecepatan 253 mil perjam atau 407 km perjam (dua kali lebih cepat dari helikopter tercepat yang ada pada saat tersebut).S. Pada tahun 1972. dipersenjatai senapan mesin. dengan senjata mesin dan roket-roket kecil yang dicoba dalam penyerangan berbagai jenis sasaran. guna memenuhi tuntutan kebutuhan U.S. Terbukti bahwa peluru pencari panas (heat-seeking missile) buatan Sovyet. Helikopter tersebut adalah AH-1G HueyCobra. peluncur granat. Army menandatangani kontrak pengadaan 375 Cheyenne. yang kemudian digunakan sebagai helikopter tempur yang sangat efektif oleh U. Helikopter . sehingga rentan terhadap serangan darat. Helikopter pertama yang terlibat pertempuran adalah Bell UH-1A Hueys yang dipersenjatai 2 buah senapan mesin kaliber 0. Namun demikian proyek Cheyenne mengalami masalah teknis. Army meminta pengembangan helikopter tempur yang mampu terbang cepat dan dilengkapi persenjataan berat guna meningkatkan kehandalannya. U.75. guna mengawal helikopter pengangkut pasukan.S. Army. Army membuat kontrak dengan Lockheed dalam pengadaan 10 prototipe AH-56 Cheyenne.S. dan peluru anti tank. U. Namun kendala pada saat itu adalah kecepatan terbang helikopter yang terlalu lambat. Piasecki H-21 si “pisang” terbang sebagai helikopter pertama yang dipersenjatai Menyadari kelemahan helikopter saat Perang Vietnam yang rawan terhadap tembakan darat. roket. Helikopter tempur yang dibangun.S.30 dan 16 peluncur roket kaliber 2. Pada tahun 1966. maka pimpinan U. Kebutuhan ini akibat ancaman tank Sovyet di Eropa maupun di Vietnam. bahkan merangsang Uni Sovyet untuk mengembangkan senjata anti pesawat terbang.

S.75 inci. Pada kesempatan berpatroli di lembah Euphrata. Israel. AH-64 Apache kehandalannya sebagai mesin perang terbukti saat Perang Teluk I Pada pasca Perang Teluk. . banyak negara membeli Apache yang terkenal mahal namun handal. Army pada tahun 1984. U. Uni Emirat Arab. beberapa Apache memergoki beberapa elemen pengawal Republik Irak. kendaraan militer dan sasaran-sasaran keras lainnya. Persenjataan lain yang dipunyai Apache adalah senapan mesin kaliber 30 mm dan roket Hydra 70 kaliber 2. Dengan Hellfireh. Helikopter AH-64 Apache dilengkapi Hellfire missile sebagai penghancur tank. Baru pada tahun 1981. Apache dapat mengamati medan perang dengan menggunakan sensornya. Karena terbukti kesuksesannya dalam perang. Pada saat itu dua perusahaan helikopter ternama yaitu Hughes Aircraft dan Bell. sehingga sambil menyelinap di balik-balik pepohonan. Produksi pertama Apache diterima U. Pada Perang Teluk. mobilitas tinggi. Apache berhasil melumpuhkan radar lawan sehingga pesawat-pesawat multinasional dapat menembus pusat-pusat pertahanan Irak. Negara-negara tersebut antara lain Inggris. Mulai saat itu seakan terjadi pergeseran teknologi perang. masing-masing mengajukan prototipe. Versi terakhir Apache yaitu Longbow Apache. AH-64 Apache mampu terbang “hover” di balik-balik pepohonan atau bangunan lain. dan berhail menghancurkan sekitar 32 tank dan 100 kendaraan militer. Army mengadakan kontrak pengadaan helikopter generasi baru AH-64 Apache. yang dilengkapi radar pada posisi di atas rotor. Mesir. yaitu bahwa helikopter diperhitungkan sebagai mesin perang handal yang antara lain sebagai penghancur tank.7 yang dibutuhkan harus mampu beroperasi di malam hari. Apache sangat berhasil dengan perannya sebagai penghancur tank dan kendaraan pengangkut personel.S. AH-64 Apache terlibat operasi tempur pertama kali pada saat Perang Teluk I tahun 1991. Saudi Arabia. sehingga mampu menghindari ancaman tembakan kendali laser. dilengkapi alat sensor serta alat navigasi canggih. Apache menjadi dagangan yang laris ibarat pisang goreng. Swiss dan Belanda.

yang dioperasikan dari atas panggul para pejuang Mujahidin Afganistan. misalnya MI-25 sebagai versi eksport dari MI-24 Hind seri D. Misalnya harga jauh lebih murah. Untuk versi eksport digunakan kode lain. teknologi tidak terlalu komplek. namun banyak negara berminat membeli AH-1Z karena berbagai alasan. Helikopter Mi-35P yang memperkuat sistem senjata TNI AD merupakan versi eksport dari Mi-24 Hind seri F Sebagai catatan bahwa Helikopter Hind terus mengalami perkembangan baik struktur. Helikopter Hind dioperasikan secara intensif pada Perang Afganistan tahun 1980-an. terus mengembangkan produksinya. namun cukup populer karena harga lebih murah.8 AH-1Z Cobra meski tidak sehandal Apache. Hind tidak semata-mata sebagai mesin tempur. namun juga pengangkut pasukan. persenjataan maupun sistemnya. namun banyak yang jatuh tertembak peluru kendali permukaan ke udara Stringer buatan AS. mudah dirawat dan dioperasikan AH-1 HueyCobra atau lebih dikenal dengan sebutan Cobra. teknologi yang digunakan tidak terlalu komplek serta gampang dirawat dan dioperasikan. Meskipun kehandalannya tidak sama dengan Apache. Versi terakhir adalah AH-1Z yang dilengkapi 4 bilah rotor (versi sebelumnya 2 bilah rotor) dan mampu membawa berbagai jenis senjata termasuk Hellfire missile seperti Apache. Uni Sovyet mengembangkan helikopter tempur Mi 24 Hind. Perkembangan helikopter tempur buatan AS juga diimbangi Eropa. sedangkan Mi-35 versi .

misalnya Mi-28 Havoc dan Ka-50 Werewolf. alat angkut personel/barang. evakuasi medis dan lain-lain. . Eurocopter. Perkembangan teknologi helikopter saat ini telah menjadikan helikopter sebagai wahana yang multi guna. yang berdaya angkut lebih kecil yaitu 4 awak pesawat dan 33 pasukan. misalnya sebagai mesin perang. mengembangkan helikopter tempur untuk keperluan mereka sendiri yang disebut Tiger pada tahun 1988. Helikopter Mi. SAR. Helikopter Mi-35P yang baru saja masuk kekuatan tempur TNI AD. baik untuk kepentingan militer maupun sipil. yang berkapasitas 4 awak pesawat dan 70 pasukan. Pabrik pesawat Italia yaitu Agusta mengembangkan A-109 Mangusta sebagai helikopter tempur anti tank. Beberapa helikoper Sovyet dikembangkan dengan meniru Apache.26 “Halo” tercatat sebagai helikopter angkut terbesar dengan 4 crew dan 70 troops. Bandingkan dengan helikopter angkut militer AS yaitu CH-47 Chinook. sebagai konsorsium pabrik-pabrik pesawat Eropa. Mi-28 Havoc dan Ka-50 Werewolf dikembangkan Sovyet dengan meniru Apache Helikopter angkut yang tercatat sebagai yang terbesar saa t ini adalah Mi-26 “Halo” buatan Rusia.9 eksport dari Mi-24 Hind E. merupakan versi eksport dari Mi-24 Hind seri F.

Suyitmadi. Demikianlah bagian kecil dari sejarah helikopter. M. dan Paul Cornu berkesempatan hidup lagi dan menyaksikan bagaimana kecanggihan wahana terbang vertikal saat ini.10 Mengikuti perkembangan pesawat helikopter yang dimulai dari awal pemikiran penciptaan wahana terbang vertikal sampai dengan helikopter dan teknologinya saat ini. Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto Yogyakarta E-mail : sytmadi@yahoo.T. Marsma TNI (Purn) Ir.com . Barangkali jika para pioner helikopter seperti Leonardo da Vinci. Dalam proses tersebut selalu diwarnai keberhasilan. Boris Yu’rev. Mereka mungkin tanpa sadar bahwa yang mereka kagumi sebenarnya adalah buah impian dan usaha yang pernah dirintisnya sendiri. disim pulkan bahwa penciptaan karya besar selalu melalui proses panjang. namun juga kegagalan dan pengorbanan yang sering membuat putus asa. maka kita semua yakin bahwa mereka akan tercengang dan kagum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful