PERKEMBANGAN PESAWAT HELIKOPTER

Oleh : Marsma TNI (Pur n)Ir. Suyitmadi, M.T.

“Cita-cita untuk menciptakan wahana terbang secara vertikal dan mengambang tanpa bergerak di udara (hover), mungkin telah ada sejak manusia bermimpi untuk terbang” Igor Ivanovits Sikorsky Perkembangan pesawat terbang bersayap tetap, dapat dengan mudah dirunut atau diikuti fase kemajuannya. Sejarah penerbangan Amerika yang mulai dirintis oleh Otto Lilienthal, Samuel Langley, Chanute, sampai kesuksesan penerbangan pertama menggunakan pesawat bermotor dengan kendali penuh oleh Orville dan Wilbur Wright pada tahun 1903, membuktikan bahwa perkembangan penerbangan pesawat sayap tetap lebih bisa dikenali secara jelas. Perkembangan terbang pesawat helikopter tidak begitu mudah untuk diikuti, termasuk keberhasilan penerbangan pertama helikopter. Obsesi manusia untuk bisa terbang dengan wahana terbang vertikal, yang paling kuno diawali adanya “mainan” China yang disebut “Chinese tops” sekitar 400 Sebelum Masehi. Mainan tersebut terbuat dari bulu yang diikat pada ujung tongkat. Jika tongkat diputar dengan kedua telapak tangan pada posisi ke atas, maka akan menghasilkan gaya angkat, sehingga jika tongkat berbulu tersebut dilepas akan terbang secara vertikal. Lebih dari 2000 tahun kemudian yaitu sekitar tahun 1483, seorang warga negara Rusia bernama Mikhail Lomonosov mengembangkan mainan model Chinese tops dengan sumbu rotor ganda. Perbedaannya terletak pada tenaga pemutarnya, yaitu tenaga telapak tangan digantikan dengan gulungan pegas yang ditegangkan. Karena energi yang dilepaskan dari gulungan pegas yang tertegang cukup besar, maka mainan ini dapat terbang mencapai ketinggian lumayan. Seorang peneliti ilmu alam berkewarganeraan Perancis bernama Launoy dengan asistennya seorang mekanik bernama Bienvenu, menggunakan poros ganda untuk memutar poros yang ujungnya diikat dua set bulu kalkun yang berputar saling berlawanan arah. Percobaan model-model tersebut semakin menggairahkan kegiatan penelitian penciptaan wahana terba ng vertikal. Leonardo da Vinci yang lahir 15 April 1452, ternyata selain sebagai pelukis brilian juga seorang penggagas penciptaan wahana terbang vertikal yang mengagumkan. Meskipun gagasannya baru dituangkan dalam bentuk sketsa di kanvas, namun idenya sangat mengihami bagi pengembangan penciptaan wahana

menciptakan wahana . Namun apa daya rancangan model Cayley hanya sebagai angan-angan. Cayley menjelaskan secara rinci rancangan wahana terbang vertikal dengan skala relatif besar yang disebut “Aerial Carriage”. rata dan kedap udara. Dalam sketsa yang dibuat Leonardo da Vinci menggambarkan sebuah wahana pengangkut manusia terbang vertikal. tenaga pengge rak yang tersedia adalah mesin uap. then this said screw will find its female in the air and climb upwards. sehingga menjadikannya sebagai ilmiawan pertama yang mencoba belajar gaya aerodinamika yang dihasilkan oleh sayap. membuat Cayley begitu rajin merancang antara lain berupa lengan berputar (whirling-arm) pada tahun1804. Sebagai anak muda. Sketsa Sekrup Udara Leonardo da Vinci Sir George Cayley terkenal dengan perkerjaannya menekuni prinsip-prinsip dasar terbang pada tahun 1790–an. namun pembuatan model wahana terbang vertikal ringan berukuran mini dengan tenaga penggerak mesin uap banyak berhasil secara terbatas. Cayley telah berhasil menciptakan beberapa model wahana terbang vertikal pada akhir abad 18. Modelmodel wahana yang dibuat dilengkapi rotor yang terbuat dari lembaran timah yang diputar dengan gulungan pegas yang tertegang. Pada tahun 1840 Horatio Philips berkewarganegaraan Inggris. dan agar menghasilkan permukaan yang halus. that means from linen starched (to block its pores) and is turned rapidly. Meskipun pengembangan wahana terbang vertikal saat itu mengalami kendala tenaga penggerak. "I think. karena kesulitan mesin pembangkit tenaga (powerplant). Pada zaman tersebut.2 terbang vertikal. Wahana tersebut digambarkan sebagai permukaan dengan alur miring seperti permukaan geratan pada sekrup. Kertas ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 1843." Leonardo da Vinci Pernyataan singkat Leonardo da Vinci menggambarkan bahwa dia seorang visioner yang sangat mengilhami penerusnya dalam pengembangan wahana terbang vertikal. yang disebut “aerial screw” (sekrup udara) atau “air gyroscope” yang dibuat pa da tahun 1483. if this screw instrument is well made. Mesin uap merupakan mesin konversi energi jenis mesin pembakaran luar (external combustion engine). maka permukaan dilapis kain. Karena kecintaannya pada penerbangan. sehingga rasio antara tenaga yang dihasilkan dengan beratnya (power to weight ratio) sangat rendah.

dengan tujuan untuk . keterbatasan kendali terbang. menerbangkan beberapa model wahana terbang vertikal mini bertenaga uap. Sejak saat itu wahana terbang vertikal lebih dikenal dengan nama “helikopter”. Pada tanggal 13 Nopember 1907 seorang pembuat sepeda berwarganegara Perancis bernama Paul Cornu. dengan dilengkapi dua rotor yang terpasang pada keliling roda sepeda yang terletak pada ujung-ujung badan helikopter. Disamping itu hasil penelitian aerodinamika oleh para ilmiawan saat itu. dan getaran mesin yang merusak struktur. Helikopter berasal dari bahasa Yunani. Sekitar tahun 1878 Enrico warga Italia juga membuat model helikopter yang terbang dengan tenaga uap.3 terbang vertikal dengan tenaga uap yang disemburkan dari boiler mini ke ujung blade (bilah rotor). Berdasarkan dokumen sejarah penerbangan terungkap bahwa kegagalan ratusan percobaan helikopter disebabkan masalah tenaga penggerak. Masing-masing rotor mempunyai 2 bilah (blade) dengan aspect ratio (perbandingan antara panjang terhadap lebar bilah) kecil. Memang model tersebut tidak mungkin dibuat dengan skala penuh. masih sangat sedikit untuk digunakan sebagai acuan. yang merupakan gabungan dari kata sifat “elikoeioas” yang berarti “spiral” atau “winding” (berputar) dan kata benda “pteron” yang berarti “feather” (bulu) atau “wing” (sayap). Helikopter Paul Cornu dengan dua rotor yang ditambatkan pada roda sepeda dan dipasang pada ujung-ujung badan helikopter Kedua rotor diputar oleh motor bensin bertenaga 22 HP dengan menggunakan transmisi ban (belt transmission). Struktur helikopter Paul Cornu dibuat sangat sederhana. namun wahana buatan Philips merupakan wahana terbang vertikal pertama yang digerakkan mesin sebagai pengganti tenaga gulungan pegas yang banyak digunakan sebelumnya. yang dilakukan oleh Wright bersaudara di Kitty Hawk Amerika Serikat. Pada awal abad 20 hampir semua percobaan terbang vertikal dapat dianggap sebagai karya cipta yang menantang. Pada tahun 1860-an Ponton d’Amecourt berkewarganegaraan Perancis. mengingat betapa tinggi kompleksitas aspek aerodimanika maupun mekanika struktur wahana terbang vertikal tersebut. Model ini dilengkapi dengan dua rotor yang saling berputar berlawanan. Kedua rotor tersebut berputar dengan arah saling berlawanan. Peristiwa ini terjadi setelah 4 tahun keberhasilan penerbangan pesawat sayap tetap legendaris pertama di dunia. dan tercatat mampu terbang pada ketinggian lebih dari 40 kaki selama 20 detik. menciptakan helikopter dan tercatat sebagai keberhasilan terbang helikopter berawak pertama kali.

Meskipun Sikorsky kurang perhatian terhadap penciptaan helikopter. Mesin uap merupakan external combustion engine. Selanjutnya dia beralih untuk mencurahkan kepiawaiannya dalam penciptaan pesawat sayap tetap (pesawat konvensional). yang sistemnya cukup komplek dan relatif berat sehingga tidak cocok sebagai mesin . Boris Yur’ev juga memperkenalkan konsep “cyclic pitch control” yang pertama kali. Pada saat awal penciptaan model helikopter. ada beberapa kendala yang memperlambat laju keberhasilan penciptaan helikopter tersebut. teori tentang gaya rotor diperkenalkan oleh William Rankine dan W. Dari Rusia juga dikenal nama Profesor Zhukovski (Joukowski) dengan ketekunannya meneliti teori aerodinamika. ditemukannya bahan pembuat pesawat yang ringan serta pengalaman mekanik yang cukup. karena masalah getaran dan belum tersedianya mesin penghasil tenaga penggerak yang cukup. Kemudian Rauf Hafner pada tahun 1935. membuat dia menghentikan usahanya dalam menciptakan helikopter. serta banyak mempublikasikan hasil penelitiannya tentang pesawat sayap putar (helikopter). Selain memperkenalkan rancangan penggunaaan tail rotor. Helikopter Paul Cornu mampu terbang setinggi 1 kaki di atas tanah dalam waktu 20 detik. Jika dirunut sejak usaha penciptaan wahana terbang vertikal dimulai. namun setelah berimigrasi ke Amerika Serika. Kedua karena belum tersedianya mesin penghasil daya penggerak secara memadai. Boris Yur’ev dari Rusia.4 menghilangkan reaksi torsi. Louis Breman dari Inggris. Kendala tersebut adalah : Pertama adalah minimnya pengetahuan dasar tentang aerodinamika khususnya untuk terbang vertikal. sedangkan teori aerodinamika helikopter baru diperkenalkan secara intensif pada awal tahun 1920-an. Sikorsky menyatakan bahwa dia harus menunggu sampai ditemukannya mesin penghasil gaya penggerak yang lebih baik. Igor Ivanovitch Sikorsky dan Boris Yur’ev secara terpisah membangun prototype dengan rotor ganda tanpa awak. Mesin terbang vertikal ciptaannya yang pertama yaitu S-1 bahkan tidak mampu terbang untuk mengangkat beratnya sendiri. Pada awal eksperimen wahana terbang vertikal. De la Cierva berhasil membuat model helikopter yang dilengkapi mekanisme “flapping” guna mengatasi tidak simetrisnya gaya angkat pada saat gerakan rotor blade berputar maju dan ke belakang. Baru setelah berakhirnya abad 19. ia kembali melanjutkan cita -citanya dalam penciptaan mesin terbang vertikal. menambah semangat para pemerhati dan perancang wahana terbang vertikal. Kekecewaan Sikorsky terhadap kegagalannya menciptakan mesin terbang vertikal. menciptakan helikopter dengan konfigurasi tail rotor yang pertama kali sebagai alat untuk menghilangkan reaksi torsi rotor utama (main rotor) pada tahun 1912. yang ternyata lebih berhasil. dan para inventor lainnya. Proude. memperkenalkan sistem kendali “collective-control” dan “cyclic -pitch control” Semangat pengembangan dan penyempurnaan penciptaan helikopter semakin meningkat. mesin konversi energi yang dikenal baru mesin uap. tercatat nama -nama seperti Stephan Petroczy dari Austria. Pada tahun 1909 dengan diilhami keberhasilan Paul Cornu. sedangkan mesin ciptaan kedua yaitu S2 tanpa awak hanya bisa mengudara sebentar meski sudah dilengkapi tenaga penggerak yang cukup. besarnya daya penggerak hanya dihitung berdasarkan perkiraan saja. Raul Pescara dari Argentina. Keberhasilan Paul Cornu dalam menerbangkan helikopter berpenumpang. Namun mesin terbang yang diciptakan tidak bisa diterbangkan. Dalam otobiografinya. Bapak dan anak yaitu Emile dan Henry Berliner dari Amerika Serikat.

Motor bensin merupakan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine). Kolonel Jay Vanderpool sebagai penerbang helikopter U. Pada saat awal penciptaan wahana terbang vertikal. maka permasalahan mesin penghasil daya penggerak bisa diatasi. Ketiga karena struktur dan mesin penggerak yang cukup berat. helikopter betul-betul digunakan sebagai wahana yang dipersenjatai untuk misi perang. selain konstruksinya lebih sederhana juga mempunyai power to weight ratio yang tinggi. atau menggunakan konfigurasi 2 rotor yang saling berdampinga n dengan posisi lateral. akan menghasilkan sudut serang (angle of attack) mengecil yang berarti mengurangi gaya angkat. melengkapi persenjataan pada sejumlah helikopter sehingga mampu digunakan untuk operasi penyerangan. Baru pada pertengahan tahun 1950-an. Bahkan setelah mesin turbin gas (gas turbine engine) ditemukan pada tahun 1940-an. Rotor ganda dibuat berputar berlawanan. Keenam karena masalah getaran. Helikopter Tempur Helikopter digunakan sebagai mesin perang mulai Perang Dunia II. yaitu pesawat helikopter yang berguna sebagai wahana tranportasi. Kesulitan kendali tersebut antara lain adanya gaya angkat yang tidak simetris antara bilah rotor saat berputar ke depan dan saat berputar ke belakang. evakuasi medis. Igor Sikorsky adalah orang pertama yang berhasil menggunakan tail rotor.5 penghasil daya penggerak wahana terbang. dan dipergunakan sebagai daya penggerak pesawat pertama kali pada tanggal 15 Mei 1941 oleh Sir Frank Whittle. Helikopter pertama kali uji terbang dengan menggunakan mesin gas turbin terjadi pada tanggal 15 Mei 1951. Kesulitan tersebut mulai dapa t diatasi setelah De la Cierva merancang system “flapping” pada engsel pangkal rotor pada tahun 1923. Army. Sebaliknya pada saat berputar ke belakang (kecepatan udara relatif mengecil). Pada awal penciptaan wahana terbang. Helikopter yang dipersenjatai antara lain jenis H -34. maka teknologi pengembangan pesawat terbang termasuk helikopter meningkat pesat. Usaha para pioner penemu helikopter sampai saat ini telah menghasilkan teknologi wahana terbang vertikal demikian canggih. Perputaran main rotor akan berakibat berputarnya badan helikopter ke arah kebalikan putaran main rotor. pengaruh ini diatasi dengan pembuatan rotor ganda yang titik pusat putarannya sama (coaxial rotor). bahkan sebagai mesin tempur. Namun pembuatan konstruksi tersebut cukup komplek dibanding dengan hanya menggunakan sebuah rotor. Baru setelah mesin bensin (gasoline engine) ditemukan pada tahun 1920-an. Namun untuk beberapa tahun masih terbatas sebagai misi pencari dan penyelamat (search and rescue). Permasalahan tersebut dapat diatasi setelah pengetahuan tentang sifat vibrasi dan aerodinamika helikopter diketahui dan ditrapkan. Rancangan “flapping” tersebut menyebabkan bilah rotor pada saat berputar ke depan (kecepatan udara relatif membesar). untuk menghasilkan anti torsi guna mengatasi pengaruh torsi putaran main rotor. Keempat karena adanya pengaruh anti torsi. Persoalan berat tersebut baru teratasi pada awal tahun 1920-an. Getaran yang berlebiha n sebagai sumber kerusakan struktur. Kelima karena kesulitan dalam sistem kendali. bahan pembuat mesin ataupun struktur yang dikenal adalah besi tempa (cast iron) yang relatif berat. H-19 dan Piasecki H-21 “si .S. setelah alumunium beserta paduannya digunakan secara luas. sudut serang membesar yang berarti meningkatkan gaya angkat. observasi dan penghubung atau komunikasi antar dua lokasi yang berjauhan.

Helikopter pertama yang terlibat pertempuran adalah Bell UH-1A Hueys yang dipersenjatai 2 buah senapan mesin kaliber 0. Army kembali mengajukan proposal kebutuhan helikopter tempur dengan persenjataan berat dan berkemampuan manuver tinggi. U. Selanjutnya industri helikopter Bell melanjutkan pengembangan helikopter tempur. Terbukti bahwa peluru pencari panas (heat-seeking missile) buatan Sovyet. Helikopter tersebut adalah AH-1G HueyCobra.S.30 dan 16 peluncur roket kaliber 2. dipersenjatai senapan mesin. dengan senjata mesin dan roket-roket kecil yang dicoba dalam penyerangan berbagai jenis sasaran. Helikopter . Namun beberapa helikopter jatuh tertembak.75.S. peluncur granat. Helikopter tempur yang dibangun. Army. Kebutuhan ini akibat ancaman tank Sovyet di Eropa maupun di Vietnam. U. Pada tahun 1966. Army dan Marine Corps.S. Pada tahun 1972. maka pimpinan U. membuat helikopter Cheyenne menjadi sasaran empuk yang sekaligus menandai berhentinya proyek Cheyenne. Helikopter tersebut dikirim ke Vietnam pada tahun 1962. dan peluru anti tank.6 pisang terbang”. guna memenuhi tuntutan kebutuhan U. karena memang dengan kecepatan yang rendah sangat rentan terhadap serangan darat. Namun kendala pada saat itu adalah kecepatan terbang helikopter yang terlalu lambat. Army meminta pengembangan helikopter tempur yang mampu terbang cepat dan dilengkapi persenjataan berat guna meningkatkan kehandalannya. Cheyenne merupakan helikopter tempur dengan persenjataan lengkap dan kecepatan 253 mil perjam atau 407 km perjam (dua kali lebih cepat dari helikopter tercepat yang ada pada saat tersebut).S. roket. guna mengawal helikopter pengangkut pasukan. Piasecki H-21 si “pisang” terbang sebagai helikopter pertama yang dipersenjatai Menyadari kelemahan helikopter saat Perang Vietnam yang rawan terhadap tembakan darat.S.S. Pada Januari 1968. Army membuat kontrak dengan Lockheed dalam pengadaan 10 prototipe AH-56 Cheyenne. Namun demikian proyek Cheyenne mengalami masalah teknis. Army menandatangani kontrak pengadaan 375 Cheyenne. bahkan merangsang Uni Sovyet untuk mengembangkan senjata anti pesawat terbang. U. sehingga rentan terhadap serangan darat. yang kemudian digunakan sebagai helikopter tempur yang sangat efektif oleh U.

Dengan Hellfireh. sehingga sambil menyelinap di balik-balik pepohonan. masing-masing mengajukan prototipe. yang dilengkapi radar pada posisi di atas rotor. Army pada tahun 1984. AH-64 Apache mampu terbang “hover” di balik-balik pepohonan atau bangunan lain. Pada kesempatan berpatroli di lembah Euphrata.S. Persenjataan lain yang dipunyai Apache adalah senapan mesin kaliber 30 mm dan roket Hydra 70 kaliber 2. Baru pada tahun 1981. Army mengadakan kontrak pengadaan helikopter generasi baru AH-64 Apache. beberapa Apache memergoki beberapa elemen pengawal Republik Irak. Apache dapat mengamati medan perang dengan menggunakan sensornya. Apache menjadi dagangan yang laris ibarat pisang goreng. Produksi pertama Apache diterima U. Pada Perang Teluk. mobilitas tinggi. banyak negara membeli Apache yang terkenal mahal namun handal. Versi terakhir Apache yaitu Longbow Apache. U.75 inci. Uni Emirat Arab. Helikopter AH-64 Apache dilengkapi Hellfire missile sebagai penghancur tank.7 yang dibutuhkan harus mampu beroperasi di malam hari. Mesir. sehingga mampu menghindari ancaman tembakan kendali laser. Mulai saat itu seakan terjadi pergeseran teknologi perang. Israel. AH-64 Apache terlibat operasi tempur pertama kali pada saat Perang Teluk I tahun 1991. Apache sangat berhasil dengan perannya sebagai penghancur tank dan kendaraan pengangkut personel. dilengkapi alat sensor serta alat navigasi canggih. Pada saat itu dua perusahaan helikopter ternama yaitu Hughes Aircraft dan Bell. AH-64 Apache kehandalannya sebagai mesin perang terbukti saat Perang Teluk I Pada pasca Perang Teluk. Apache berhasil melumpuhkan radar lawan sehingga pesawat-pesawat multinasional dapat menembus pusat-pusat pertahanan Irak. yaitu bahwa helikopter diperhitungkan sebagai mesin perang handal yang antara lain sebagai penghancur tank. Swiss dan Belanda. Karena terbukti kesuksesannya dalam perang. Saudi Arabia. kendaraan militer dan sasaran-sasaran keras lainnya. Negara-negara tersebut antara lain Inggris. dan berhail menghancurkan sekitar 32 tank dan 100 kendaraan militer.S. .

teknologi tidak terlalu komplek. Misalnya harga jauh lebih murah.8 AH-1Z Cobra meski tidak sehandal Apache. Perkembangan helikopter tempur buatan AS juga diimbangi Eropa. Hind tidak semata-mata sebagai mesin tempur. teknologi yang digunakan tidak terlalu komplek serta gampang dirawat dan dioperasikan. Untuk versi eksport digunakan kode lain. sedangkan Mi-35 versi . Meskipun kehandalannya tidak sama dengan Apache. yang dioperasikan dari atas panggul para pejuang Mujahidin Afganistan. namun juga pengangkut pasukan. misalnya MI-25 sebagai versi eksport dari MI-24 Hind seri D. persenjataan maupun sistemnya. namun banyak negara berminat membeli AH-1Z karena berbagai alasan. mudah dirawat dan dioperasikan AH-1 HueyCobra atau lebih dikenal dengan sebutan Cobra. namun banyak yang jatuh tertembak peluru kendali permukaan ke udara Stringer buatan AS. Helikopter Mi-35P yang memperkuat sistem senjata TNI AD merupakan versi eksport dari Mi-24 Hind seri F Sebagai catatan bahwa Helikopter Hind terus mengalami perkembangan baik struktur. Helikopter Hind dioperasikan secara intensif pada Perang Afganistan tahun 1980-an. namun cukup populer karena harga lebih murah. Versi terakhir adalah AH-1Z yang dilengkapi 4 bilah rotor (versi sebelumnya 2 bilah rotor) dan mampu membawa berbagai jenis senjata termasuk Hellfire missile seperti Apache. Uni Sovyet mengembangkan helikopter tempur Mi 24 Hind. terus mengembangkan produksinya.

mengembangkan helikopter tempur untuk keperluan mereka sendiri yang disebut Tiger pada tahun 1988. misalnya Mi-28 Havoc dan Ka-50 Werewolf. misalnya sebagai mesin perang. . Pabrik pesawat Italia yaitu Agusta mengembangkan A-109 Mangusta sebagai helikopter tempur anti tank. Beberapa helikoper Sovyet dikembangkan dengan meniru Apache. baik untuk kepentingan militer maupun sipil.9 eksport dari Mi-24 Hind E. Perkembangan teknologi helikopter saat ini telah menjadikan helikopter sebagai wahana yang multi guna. merupakan versi eksport dari Mi-24 Hind seri F. yang berdaya angkut lebih kecil yaitu 4 awak pesawat dan 33 pasukan. Bandingkan dengan helikopter angkut militer AS yaitu CH-47 Chinook.26 “Halo” tercatat sebagai helikopter angkut terbesar dengan 4 crew dan 70 troops. sebagai konsorsium pabrik-pabrik pesawat Eropa. Helikopter Mi. Helikopter Mi-35P yang baru saja masuk kekuatan tempur TNI AD. Mi-28 Havoc dan Ka-50 Werewolf dikembangkan Sovyet dengan meniru Apache Helikopter angkut yang tercatat sebagai yang terbesar saa t ini adalah Mi-26 “Halo” buatan Rusia. evakuasi medis dan lain-lain. yang berkapasitas 4 awak pesawat dan 70 pasukan. Eurocopter. SAR. alat angkut personel/barang.

T. Demikianlah bagian kecil dari sejarah helikopter. namun juga kegagalan dan pengorbanan yang sering membuat putus asa.com . Marsma TNI (Purn) Ir. M. Mereka mungkin tanpa sadar bahwa yang mereka kagumi sebenarnya adalah buah impian dan usaha yang pernah dirintisnya sendiri. Barangkali jika para pioner helikopter seperti Leonardo da Vinci. Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto Yogyakarta E-mail : sytmadi@yahoo. maka kita semua yakin bahwa mereka akan tercengang dan kagum. Dalam proses tersebut selalu diwarnai keberhasilan. disim pulkan bahwa penciptaan karya besar selalu melalui proses panjang. Suyitmadi.10 Mengikuti perkembangan pesawat helikopter yang dimulai dari awal pemikiran penciptaan wahana terbang vertikal sampai dengan helikopter dan teknologinya saat ini. Boris Yu’rev. dan Paul Cornu berkesempatan hidup lagi dan menyaksikan bagaimana kecanggihan wahana terbang vertikal saat ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful