BAB III METODE PENELITIAN

Dalam bab ini akan dikemukakan berbagai kegiatan serta langkah-langkah yang berkaitan dengan metode penelitian yaitu rancangan penelitian, variabel penelitian, perancangan program pelatihan, alat ukur, subyek penelitian, proses pengisian alat ukur, teknik pengambilan dan pengolahan data.

3.1 Rancangan Penelitian Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan eksperimental yaitu untuk melihat apakah terdapat peningkatan kondisi dari sebelum dan sesudah pemberian perlakuan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah pelatihan. Dalam penelitian ini melibatkan satu kelompok eksperimen yang diberi perlakuan berupa pelatihan, yaitu Pelatihan Orientasi Masa Depan. Rancangan penelitiannya adalah One Group Pretest-

Posttest Design dimana terdapat perlakuan yang diberikan diantara pengukuran terhadap dependent variable sebelum dan sesudah perlakuan. (Christensen, 2004). Perbedaan skor yang diperoleh antara hasil pengukuran pada pretest (sebelum) dan postest (sesudah)

merupakan indikasi adanya pengaruh sebuah kondisi perlakuan yang akan diuji dengan teknik statistik. (Christensen, 2004). Kirkpatrick (1994) mengungkapkan apabila tujuan pembelajaran adalah untuk meningkatkan pemahaman, maka lebih mudah mengukurnya dengan tes yang berhubungan dengan isi dari program yang diberikan, dimana pengukuran tersebut dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan. Dalam penelitian ini akan diukur pemahaman remaja berkaitan dengan konsep orientasi masa depan. Oleh sebab itu, penting membandingkan perbedaan hasil skor perolehan pre test dan post test. Untuk melakukan evaluasi terhadap perbedaan hasil pre test dan post test, peneliti menggunakan desain penelitian the one group pretest-posttest design. Sedangkan untuk melihat hasil perlakuan sebelum dan sesudah pelatihan, diukur melalui kuesioner mengenai pemahaman remaja tentang konsep orientasi masa depan. (Lampiran: LP-1)

36

2004) Postresponse measure Y2 Keterangan: Karena ada dua yang diukur. maka Y1 dan Y2 mencakup 2 pengukuran tersebut.1 Bagan Rancangan Penelitian (Christensen. Y1 = Pengukuran tingkat pemahaman siswa kelas XII tentang orientasi masa depan sebelum diberikan perlakuan yaitu melalui kuesioner yang dijaring mengenai pemahaman tentang konsep orientasi masa depan (Lampiran LP-1) dan kuesioner mengenai orientasi masa depan. perlakuan yang diberikan berpengaruh tidaknya terhadap kelompok Dalam hal ini apakah pelatihan orientasi masa depan dapat meningkatkan pemahaman remaja tentang konsep orientasi masa depan. Adapun rancangannya adalah sebagai berikut: Preresponse measure Y1 Treatment X Compare 3. (Lampiran LP-2) Pada rancangan ini terdapat perlakuan diantara pengukuran tingkat pemahaman tentang orientasi masa depan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Perbedaan nilai antara pretest dan posttest dari alat ukur pemahaman tentang konsep OMD (LP-1) merupakan indikasi dari adanya perubahan yang menunjukkan bahwa remaja meningkat 37 . yaitu pelatihan orientasi masa depan Y2 = Pengukuran tingkat pemahaman siswa kelas XII tentang orientasi masa depan setelah diberikan perlakuan yaitu melalui kuesioner yang dijaring mengenai pemahaman tentang konsep orientasi masa depan (Lampiran LP-1) dan kuesioner mengenai orientasi masa depan.Data hasil pengukuran dari kelompok eksperimen sebelum dan sesudah mendapat perlakuan diukur dan hasilnya diuji beda dengan teknik statistik. (Lampiran LP-2) X = Perlakuan. Dengan demikian dapat dilihat apakah eksperimen.

3. Variabel Terikat dalam penelitian ini adalah Orientasi Masa Depan 38 . (Christensen. 2004).1 Variabel Bebas (X) Variabel bebas adalah variabel yang digunakan sebagai sebab kemunculan variabel terikat yang diduga sebagai akibatnya. perencanaan dan evaluasi. Adapun maaterinya adalah: Pengenalan tentang Orientasi Masa Depan. 3. Perencanaan dan Evaluasi. Definisi Operasional: Suatu kegiatan pelatihan dimana materinya dirancang berdasarkan konsep orientasi masa depan dari Nurmi yang meliputi motivasi.2 Variabel Penelitian Dalam penelitian ini ada 2 variabel yaitu: 1) variabel bebas adalah pelatihan orientasi masa depan dan 2) variabel terikat adalah orientasi masa depan. Motivasi.pemahamannya tentang konsep orientasi masa depan. (Christensen.2. Sedangkan perbedaan nilai pada alat ukur orientasi masa depan (LP-2) menunjukkan adanya perubahan kejelasan orientasi masa depan setelah diberikan pelatihan orientasi masa depan.2. 3.2 Variabel Terikat (Y) Variabel terikat adalah variabel yang diamati sebagai hasil dari diberikannya perlakuan. 2004) Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Pelatihan Orientasi Masa Depan Definisi Konseptual: Pelatihan orientasi masa depan adalah suatu rangkaian kegiatan program pembelajaran yang disusun secara sistematis dan integral untuk membantu meningkatkan pemahaman remaja tentang konsep orientasi masa depannya.

analisa kebutuhan dilakukan dengan cara wawancara dan observasi terhadap remaja siswa kelas XII.3. Data ini apabila dikaitkan dengan konsep orientasi masa depan dari Nurmi (1989) menunjukkan bahwa siswa kelas XII tersebut belum menetapkan tujuan pendidikan di masa depan. 3) penentuan materi. 5) penentuan alur penyampaian materi. 3. yaitu: 1) analisa kebutuhan.1 Analisa Kebutuhan Analisa kebutuhan dilakukan untuk mengetahui apa yang dibutuhkan oleh peserta. 7) penentuan alat bantu. Seperti yang dijelaskan pada Bab 1. yang 39 . berdasarkan hasil wawancara dan observasi peneliti terhadap 40 orang siswa SMA Negeri 16 Bandung kelas XII diperoleh data temuan bahwa hampir lebih dari setengah jumlah siswa satu kelas tersebut masih belum memutuskan apa yang akan dilakukan setelah mereka lulus SMA. (Nurmi. motivasi. Dalam menyusun rancangan modul pelatihan. 3. Dalam penelitian ini. 6) penentuan metode.Definisi Konseptual Orientasi Masa Depan adalah gambaran individu tentang dirinya dalam konteks masa depan. 4) penentuan alokasi waktu. guna meraih apa yang diinginkannya. menurut Leslie Rae (2005) ada beberapa langkah kerja yang perlu dilakukan. Semua langkah akan dijelaskan secara rinci di bawah ini. Sebagian dari siswa tersebut masih bingung apakah akan bekerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. dan 8) evaluasi. 3 Perancangan Modul Pelatihan Selain pengukuran terhadap pengaruh perlakuan. 2) penentuan tujuan. 1991) Definisi Operasional Meningkatnya pemahaman remaja tentang konsep orientasi masa depan yang meliputi pengertian tentangn orientasi masa depan. yang akan membantu individu mengarahkan dirinya untuk mencapai sejumlah perubahan yang sistematis. juga dilakukan pengukuran terhadap pelaksanaan uji coba modul pelatihan. perencanaan dan evaluasi diri.

3. hanya saja pengetahuan ini belum sampai pada tahap pemahaman mengenai apa yang disebut dengan gambaran kehidupan di masa depan. (Lampiran : LT 1) 3. Secara umum dari hasil analisis kebutuhan yang menggunakan metode wawancara dan observasi ditemukan bahwa pada remaja siswa kelas XII masih belum jelas orientasi masa depannya yang disebabkan karena pemahaman yang kurang tentang konsep orientasi masa depan. yaitu memberikan pemahaman tentang konsep orientasi masa depan agar remaja mampu mengantisipasi kehidupan di masa depan setelah mereka lulus dari SMA.bisa mempengaruhi motivasinya dalam perencanaan pendidikan di masa yang akan datang. Oleh karenaya perlu suatu pelatihan yang bisa memberikan pemahaman bagi remaja tentang konsep orientasi masa depan. Oleh karenanya berpengaruh dalam motivasi dan perencanaan kehidupan masa depan mereka.3. Hal ini terkait dengan kurangnya informasi dan eksplorasi remaja di dalam mengantisipasi gambaran kehidupan di masa depan yang dihubungkan dengan pemahaman diri mereka. Begitupun juga dengan pemahaman remaja tentang konsep orientasi masa depan yang masih kurang. Tujuan materi ini dituliskan di dalam rancangan modul pelatihan yang disebut dengan Tujuan Pembelajaran Umum. Penentuan tujuan ini didasarkan pada hasil penggalian data kebutuhan remaja. Dasar pemikirannya adalah bahwa remaja sudah mengenal adanya gambaran kehidupan di masa depan yang mereka kenal sebagai cita-cita. peneliti menggunakan konsep orientasi masa depan dari Nurmi (1989). yang akan membahas mengenai schemata yang 40 .3 Penentuan Materi Di dalam menyusun rancangan materi pelatihan. Termasuk juga upaya remaja di dalam melakukan eksplorasi terhadap sumber informasi yang relevan dalam mengantisipasi kehidupan di masa depan yang juga masih kurang. Oleh karenanya diharapkan setelah mengikuti pelatihan.2 Penentuan Tujuan Penentuan tujuan pelatihan didasarkan pada Taksonomi Bloom (1956) yaitu mencapai ranah kognisi tahap pemahaman (C-2). 3. Dengan kata lain bahwa orientasi masa depannya masih kurang jelas. remaja akan mendapatkan pemahaman mengenai konsep orientasi masa depan yang sebelumnya belum mereka pahami.

(C-2). (Lampiran : LP-1) 41 . Motivasi mengacu pada apa yang menjadi minat individu di masa depan.disusun individu dalam mengantisipasi masa depan. perencanaan. Dengan schemata ini remaja mencoba mengantisipasi kejadian di masa depan dan memberi makna pribadinya. motivasi. perencanaan dan evaluasi. Materi adalah sebagai berikut: Pengenalan tentang orientasi masa depan. Adapun materi yang akan diberikan dalam rancangan modul pelatihan didasari pada tujuan umum dari modul yaitu untuk memberikan pengetahuan tentang konsep orientasi masa depan. (Lampiran : LT 1) Adapun Tujuan Pembelajaran Khususnya adalah: Setelah mengikuti pelatihan ini peserta akan dapat: 1) memahami konsep orientasi masa depan. Schemata individu akan berinteraksi dengan tiga tahapan proses orientasi masa depan. Materi ini diturunkan berdasarkan definisi operasional dari variabel penelitian berdasarkan konsep Nurmi (1989). 3) mengetahui cara membuat daftar rencana dalam kaitannya dengan orientasi masa depan. dan evaluasi diri dalam kaitannya dengan orientasi masa depan. 2) menjelaskan pentingnya motivasi dalam kaitannya dengan orientasi masa depan (C-2). Aktivitas perencanaan mengacu pada bagaimana individu merealisasikan penilaian terhadap sejumlah minat yang diharapkan dapat terwujud.(C-2). Materi yang disusun ini dituliskan di dalam rancangan modul pelatihan yang disebut dengan Tujuan Pembelajaran Khusus. yaitu motivasi. yang akan memberikan gambaran mengenai diri dan lingkungan dalam konteks masa depan. Sedangkan evaluasi mengacu pada sejauhmana langkah-langkah yang telah ditetapkan remaja telah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. serta 4) mengidentifikasi faktor-faktor dalam diri individu dan lingkungan yang dapat mempengaruhi orientasi masa depan (C-1) Untuk mengukur tercapai tidaknya tujuan pembelajaran khusus disusun alat ukur yang mengukur pemahaman remaja tentang konsep orientasi masa depan.

5 Penentuan Alur Penyampaian Materi Alur materi diberikan berdasarkan pengetahuan yang mendasari tujuan pelatihan yaitu mengenai pengenalan orientasi masa depan yang akan membantu remaja untuk memahami konsep orientasi masa depan.3. Remaja sudah mampu membedakan antara hal-hal atau ide-ide yang lebih penting dibanding ide lainnya. di mana informasi yang didapatkan tidak langsung diterima begitu saja ke dalam skema kognitif mereka. Remaja sudah mampu memikirkan suatu situasi yang masih berupa rencana atau suatu bayangan (Santrock. tetapi remaja mampu mengolah cara berpikir mereka sehingga memunculkan suatu ide baru. 3. Seorang remaja tidak saja mengorganisasikan apa yang dialami dan diamati.3. Dengan demikian. 3. Materi berikutnya adalah pengetahuan bagaimana mereka merencanakan tindakan untuk mencapai tujuan. Remaja dapat memahami bahwa tindakan yang dilakukan pada saat ini dapat memiliki efek pada masa yang akan datang. lalu remaja juga menghubungkan ide-ide tersebut. 2007).3. Adapun waktu yang dibutuhkannya adalah 4 jam 45 menit yang merupakan total dari keseluruhan waktu setiap sesi materi. Kemudian materi yang terakhir adalah berkaitan dengan bagaimana remaja mengevaluasi apakah kemampuan diri dan peluang di lingkungan dapat mendukung atau menghambat tercapainya tujuan dan perencanaan masa depan.3. Materi berikutnya adalah motivasi untuk memberikan pengetahuan mengenai faktor-faktor yang dapat mengarahkan tingkah laku remaja untuk mencapai tujuan. seorang remaja 42 .4 Penentuan Alokasi Waktu Penentuan alokasi waktu didasarkan pada hasil analisa kebutuhan remaja yang sudah diturunkan ke dalam materi pelatihan.6 Penentuan Metode Metode pelatihan disesuaikan dengan karakteristik remaja di dalam proses memperoleh informasi. Selanjutnya peserta diberi latihan untuk membayangkan gambaran kehidupan di masa depan dimana remaja memanfaatkan kemampuan mengantisipasi dalam merencanakan masa depannya. 2001) remaja aktif membangun dunia kognitif mereka. Menurut Piaget (dalam Papalia.

experiential learning memulai suatu pembelajaran dengan mendapatkan pengalaman yang kemudian diikuti dengan suatu pemikiran. Dari proses ini. kursi dan meja. latihan.3. LCD dan screen projector. termasuk adanya kemungkinan yang dapat membahayakan dirinya. namun pada beberapa aktivitas tata ruang disesuaikan dengan kegiatan setiap sesinya. diskusi. seperti duduk berkelompok. 2007) Sebagai salah satu pendekatan dalam perancangan pelatihan. mengartikan pengalaman yang telah didapatkan sesuai dengan tujuan. menalar. pengeras suara. Asumsinya adalah kadang-kadang individu belajar dari pengalaman yang ia dapatkan. telling story dan permainan yang diharapkan akan sesuai dengan karakteristik remaja dalam proses penerimaan informasi. ambisi dan harapan yang telah ditetapkan. Oleh karenanya dalam perancangan modul pelatihan ini metode yang digunakan adalah ceramah.7 Penentuan alat bantu Penentuan alat bantu dibagi atas peralatan. imagery. Dalam proses pembelajaran. 3. penemuan dan pengertian baru. logika dan pengambilan keputusan. 43 . analisis dan evaluasi dari pengalaman tersebut. Dalam perancangan modul pelatihan ini peralatan yang akan digunakan adalah alat yang membantu peserta memahami materi seperti: laptop. remaja membutuhkan lebih banyak peluang untuk berlatih dan mendiskusikan keputusan dari hal-hal yang realistik. individu akan mendapatkan insight. microphone. remaja diharapkan mampu membayangkan dan mengantisipasi kehidupan di masa depan sesuai dengan kemampuan kognitinya seperti kemampuan membayangkan. tata ruang dan perlengkapan untuk setiap sesi. (Santrock. Dasar pemikiran pemilihan metode ini adalah bahwa di dalam upaya untuk memahami konsep orientasi masa depan. Tata ruang yang akan digunakan adalah U shape agar memudahkan peserta melihat fasilitator dan rekan-rekannya tanpa terhalang. kertas flipchart. arah.mampu memperkirakan konsekuensi dari tindakannya.

3. Evaluasi Remaja bingung Pentingnya Menjelaskan pentingnya tentang Video pengantar: apakah akan bekerja pengetahuan atau motivasi seorang yang sukses kaitannya Debriefing Exercise: menuliskan pengalaman pada saat mengalami kesuksesan Ceramah pengertian tentang Motivasi melanjutkan kontekstual tentang dalam studi setelah lulus motivasi yang dapat dengan orientasi masa SMA memiliki tidak membantu dalam remaja depan pengetahuan tentang merencanakan bagaimana atau hal mencapai apa yang dapat atau cita-cita di harapan membantu di dalam masa depan mencapai cita-cita dan Proses Motivasi atau harapan di masa depan tentang diri di masa depan 44 . Antisipasi. Tahapan Orientasi Masa Depan • orientasi depan: dan • Penentuan Metode Imagery: Gambaran tentang antisipasi kehidupan di masa depan Debriefing Telling story Ceramah tentang Pengertian orientasi masa Belum memutuskan Pemahaman apa yang akan mengenai orientasi setelah masa depan agar mampu dilakukan lulus SMABelum remaja memiliki antisipasi mengantisipasi kehidupan di masa kehidupan di masa depan depan setelah mereka lulus dari SMA depan. Pengenalan tentang konsep masa Antisipasi Evaluasi • • 2.1 Bagan Perancangan Modul Pelatihan Analisis Kebutuhan Penetapan Tujuan Penentuan Materi 1.

depan cita di masa depan Remaja memiliki pengetahuan mengenai belum Pentingnya pengetahuan/kema mpuan Menjelaskan tentang cara mengenali diri.Analisis Kebutuhan Remaja memiliki/mengembangkan pengetahuan kemampuan cara-cara langkah-langkah Penetapan Tujuan Penentuan Materi Menjelaskan cara-cara dalam menyusun Penentuan Metode Latihan menuliskan dengan belum Pentingnya pengetahuan/kema perencanaan mpuan tentang cara perencanaan dalam dan membuat dalam rencana dan kaitannya orientasi daftar kaitannya dengan dalam orientasi masa depan dengan masa metode SMART untuk mencapai cita.kemampuan tuntutan lingkungan dalam di masa depan dan mengevaluasi faktor-faktor kemampuan dalam harapan depan rencana diri dan tindakan pelaksanaan di masa mencapai cita-cita di masa depan mencapai harapan di masa depan 45 . Menggambar Wajah Menggambarkan Siapa Saya Ceramah faktor-faktor lingkungan mempengaruhi perkembangan optimal yang dalam mengenai di yang mengenali kelebihan dan diri kelemahan rangka tuntutan.

(Lampiran LT – 3) .3. Untuk mengevaluasi pemahamannya digunakan alat ukur pemahaman OMD (Lampiran LP-1).8 Evaluasi Evaluasi pelatihan dilakukan dengan menggunakan konsep dari Kirkpatrick (2006).3. Selain itu juga dilakukan observasi terhadap reaksi peserta dan proses belajar selama kegiatan pelatihan berlangsung. fasilitator dan waktu. sedangkan untuk melihat kejelasan OMD nya diukur melalui kuesioner OMD. metode. (Lampiran LT-4) 3. (Lampiran LP-2) 46 .2 Kuesioner Orientasi Masa Depan Remaja Untuk mengukur hasil belajar/hasil pelatihan. apakah modul yang disusun sesusai dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang konsep orientasi masa depan remaja diukur dengan alat ukur berupa kuesioner yang dirancang dari alat ukur OMD dari Erik Jari Nurmi.4. media. (Lampiran LP-1) 3) Pengukuran terhadap orientasi masa depan (Lampiran LP – 2) (Lampiran LT-3) dan 3. yaitu evaluasi terhadap reaksi peserta.1 Kuesioner reaksi peserta Untuk mengevaluasi reaksi peserta terhadap setiap materi dalam pelatihan.4 Alat Ukur/Alat Evaluasi Pelatihan 3. proses belajar dan hasil belajar. digunakan kuesioner yang meminta peserta untuk menilai aspek-aspek dalam pelatihan yaitu materi.4. Evaluasi dalam rancangan modul pelatihan akan dilakukan dalam dua bentuk pengukuran yaitu: 1) Pengukuran terhadap rancangan modul pelatihan yang diukur melalui reaksi peserta dan proses belajar yang terjadi selama pelatihan berlangsung. (Lampiran LT-4) 2) Pengukuran hasil belajar yaitu pengukuran terhadap pemahaman remaja tentang makna orientasi masa depan.

teman dan media Kita perlu memutuskan pilihan sesuai dengan 47 2. yaitu: (Lampiran LP-1) Pilihan No.Tidak Setuju Setuju ragu Setuju Sangat Tidak Setuju 1. Di dalam merencanakan masa depan perlu adanya dukungan dari lingkungan Motivasi penting dalam mengarahkan tingkah laku untuk mencapai tujuan Sebelum memutuskan pilihan.Adapun alat ukur untuk mengukur pemahaman tentang konsep orientasi masa depan adalah sebagai berikut. yang diturunkan kisi-kisinya dari konsep orientasi masa depan. Evaluasi . Pengenalan Orientasi Masa Depan Evaluasi 7. 8. Perencanaan 6. Variabel Pernyataan Sangat Ragu. perlu terlebih dahulu menetapkan tujuan Kita perlu mengevaluasi apakah rencana tindakan yang kita susun sesuai dengan tujuan yang ingin kita capai Orientasi masa depan berhubungan dengan antisipasi dan evaluasi Sumber informasi mengenai pilihan pendidikan di masa yang akan datang bisa berasal dari orang tua. Evaluasi Menurut saya. dalam merencanakan masa depan perlu informasi yang sebanyakbanyaknya. Motivasi 5. Motivasi 4. guru. Evaluasi 3.

perencanaan dan evaluasi 10. 4. 9. Perencanaan Dalam merencanakan tindakan. 6. Pengenalan Orientasi Masa Depan Adapun kisi-kisi alat ukur Orientasi Masa Depan adalah sebagai berikut: VARIABEL Motivasi DIMENSI 1. Konsep Diri Evaluasi terhadap diri dan lingkungan 16. 10. 7 datang 2. Perencanaan 11. penetapan tujuan berkenaan dengan 11. 17. pendidikan lanjutan di masa yang akan 14. pendidikan lanjutan di masa yang akan 5. perlu dibuat daftar rencana tindakan mana yang akan kita lakukan Untuk mencapai apa yang kita inginkan perlu membuat jadwal kegiatan Kita perlu mengenali kekuatan dan kelemahan kita dalam melakukan evaluasi perencanaan Faktor yang melekat dalam emosi berperan dalam evaluasi Proses orientasi masa depan melibatkan motivasi. 2. Evaluasi 13. yang berhubungan dengan penetapan 19. 13. 12. 20 tujuan mengenai pendidikan lanjutan di 48 . 3. 15 datang 3. Pencarian Informasi Pengetahuan yang berkaitan bagi 8.minat kita 9. Evaluasi 12. Penetapan Tujuan INDIKATOR Menetapkan tujuan ITEM mengenai 1. 18.

masa yang akan datang Mencari alternatif untuk mencapai 33.masa yang akan datang Perencanaan 1. 24. Evaluasi terhadap Keyakinan individu untuk melakukan 39. pendidikan lanjutan yang akan dipilih di 28 masa yang akan datang 2. 49 yang dibuat dengan menunjukkan tingkat optimisme kemungkinan perencanaan telah disusun 3. Pengetahuan Mencari pengetahuan tentang 23. 43. 27. 34 tujuan tentang pendidikan lanjutan di masa yang akan datang Menemukan cara yang paling efektif dan efisien untuk mecapai tujuan tentang pekerjaan yang telah dipilih 3. yang telah ditetapkan 54. yang diarahkan pada tujuan dan rencana 51. kontrol terhadap harapan-harapannya 45. 53. 32. merealisasikan rencananya yang telah 48. 40. 31. 41. 36. Evaluasi emosi diri terhadap Emosi yang mewarnai tingkah laku 25. 49. tujuan mengenai pendidikan lanjutan di 29. Perencanaan Menyusun rencana untuk mencapai 21. 37. telah disusun Memiliki tekad menjalan rencana yang telah disusun Evaluasi 1. 47. 26. 46 tujuan yang dikaitkan dengan pengaruh 38 kemungkinan realisasi yang ditetapkan 2. 52. Evaluasi telah lingkungan atau diri sendiri terhadap Individu memperkirakan kemungkinan 42. 22. Realisasi Perencanaan Menjalankan rencana serta strategi yang 35. 55 49 . 30.

digunakan panduan observasi untuk melihat reaksi peserta selama pelaksanaan uji coba pelatihan.Adapun alat ukur untuk mengukur reaksi peserta terhadap pelaksanaan pelatihan adalah sebagai berikut: No. 50 . Variabel Item 1 2 3 4 Skor 5 6 7 8 9 10 1 Materi Materi yang diberikan dalam kegiatan pelatihan ini sesuai dengan kebutuhan saya Materi disajikan sangat menarik 2 Materi 3 Fasilitator Fasilitator menjelaskan materi dengan sangat jelas Fasilitator menyiapkan materi dengan sangat baik Media yang digunakan sesuai 4 Fasilitator 5 Media 6 Materi Saya dapat menerapkan materi dalam pelatihan ini untuk perencanaan masa depan saya Fasilitas yang disediakan nyaman 7 Fasilitas 8 Waktu Waktu yang disusun sesuai 9 Materi Saya merasa pelatihan ini sangat membantu dalam perencanaan masa depan saya Metode yang digunakan membantu saya memahami materi Metode yang digunakan sesuai 10 11 Metode Metode Untuk alat ukur pendukung.

4. Sebelum alat ukur digunakan. Remaja siswa kelas XII 2. dilakukan uji coba alat ukur terhadap responden yang memenuhi karakteristik subyek penelitian.5 Subyek Penelitian Subyek dalam penelitian ini dipilih dengan cara menggunakan teknik sampling simple randomized sampling yaitu proses sampling yang memenuhi persyaratan bahwa setiap unit analisis yang ada dalam populasi mempunyai peluang yang sama besar untuk terpilih ke dalam sampel Karakteristikanya adalah sebagai berikut: 1. Adapun hasil reliabilitas alat ukur Orientasi Masa Depan dengan menggunakan SPPS 13 for windows adalah 0.4. Reliabilitas dilakukan untuk melihat konsistensi hasil pengukuran jika dilakukan berulang-ulang pada waktu yang berbeda.6 Waktu Penelitian Penelitian dilakukan dalam waktu dua bulan yaitu bulan Desember 2009 sampai dengan bulan Januari 2010. 1991) 2. Remaja yang berusia antara 16 – 19 tahun di Indonesia (Remaja akhir menurut Hurlock.4 Analisis Data Dalam menganalisa data hasil pengukuran kondisi tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dengan program SPPS 13 for windows menggunakan uji t Mann Whitney dan uji normalitas menggunakan Kolmogorov Smirnov. 51 .761 dengan menggunakan uji reliabilitas Alpha Cronbach 3. 3.3 Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur Validitas dan reliabilitas alat ukur dilakukan terhadap alat ukur yang mengukur orientasi masa depan remaja (Lampiran LP-2) yaitu untuk melihat kejelasan orientasi masa depan remaja. Uji coba ini merupakan usaha untuk mendapatkan alat ukur yang reliabel.3.

52 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.