Prodi : Manajemen Nama Anggota

:
1. M. Suwito (0110432211) 2. Nurul Huda (0110430911) 3.

Rofi’udin (0110426211)

Perdagangan Luar Negeri
Perdagangan luar negeri adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun (lihat Jalur Sutra, Amber Road), dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong Industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional

Teori Perdagangan Luar negeri
Menurut Amir M.S., bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negeri, perdagangan luar negeri sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut antara lain disebabkan karena adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan, misalnya dengan adanya bea, tarif, atau quota barang impor. Selain itu, kesulitan lainnya timbul karena adanya perbedaan budaya, bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, dan hukum dalam perdagangan.
Model Ricardian

Model Ricardian memfokuskan pada kelebihan komparatif dan mungkin merupakan konsep paling penting dalam teori pedagangan internasional. Dalam Sebuah model Ricardian, negara mengkhususkan dalam memproduksi apa yang mereka paling baik produksi. Tidak seperti model lainnya, rangka kerja model ini memprediksi dimana negara-negara akan menjadi spesialis secara penuh dibandingkan memproduksi bermacam barang komoditas. Juga, model Ricardian tidak secara langsung memasukan faktor pendukung, seperti jumlah relatif dari buruh dan modal dalam negara.

1

pemilik dari faktor produksi spesifik berlawanan (seperti buruh dan modal) cenderung memiliki agenda bertolak belakang ketika melobi untuk pengendalian atas imigrasi buruh. hubungan diplomatik. Faktor lain seperti tingkat pendapatan. 2 . Model ini telah terbukti menjadi kuat secara empiris oleh analisis ekonometri. Hubungan sebaliknya. dikenal sebagai Pradoks Leotief. Mengesampingkan kompleksitasnya yang jauh lebih rumit model ini tidak membuktikan prediksi yang lebih akurat. Sebagai tambahan. Bagaimanapun. dari sebuah titik pandangan teoritis model tersebut tidak memberikan solusi yang elegan dengan memakai mekanisme harga neoklasikal kedalam teori perdagangan internasional. dan kebijakan perdagangan juga dimasukkan dalam versi lebih besar dari model ini. mobilitas buruh antara industri satu dan yang lain sangatlah mungkin ketika modal tidak bergerak antar industri pada satu masa pendek.Model Heckscher-Ohlin Model Heckscgher-Ohlin dibuat sebagai alternatif dari model Ricardian dan dasar kelebihan komparatif. Masalah empiris dengan model H-o. Model gravitasi. yang dibuka dalam uji empiris oleh Wassily Leontief yang menemukan bahwa Amerika Serikat lebih cenderung untuk mengekspor barang buruh intensif dibanding memiliki kecukupan modal dan sebagainya. Model Gravitasi Model gravitasi perdagangan menyajikan sebuah analisis yang lebih empiris dari pola perdagangan dibanding model yang lebih teoritis diatas. Faktor spesifik merujuk ke pemberian yaitu dalam faktor spesifik jangka pendek dari produksi. Teori ini berpendapat bahwa pola dari perdagangan internasional ditentukan oleh perbedaan dalam faktor pendukung. Model ini memperkirakan kalau negara-negara akan mengekspor barang yang membuat penggunaan intensif dari faktor pemenuh kebutuhan dan akan mengimpor barang yang akan menggunakan faktor lokal yang langka secara intensif. kedua pemilik keuntungan bagi pemodal dan buruh dalam kenyataan membentuk sebuah peningkatan dalam pemenuhan modal. Model ini meniru hukum gravitasi Newton yang juga memperhitungkan jarak dan ukuran fisik di antara dua benda. tidak secara mudah dipindahkan antar industri. Teori mensugestikan jika ada peningkatan dalam harga sebuah barang. Faktor Spesifik Dalam model ini. pemilik dari faktor produksi spesifik ke barang tersebut akan untuk pada term sebenarnya. seperti modal fisik. pada bentuk dasarnya. Model ini cocok untuk memahami distribusi pendapatan tetapi tidak untuk menentukan pola pedagangan. Model ini ideal untuk industri tertentu. menerka perdagangan berdasarkan jarak antar negara dan interaksi antar negara dalam ukuran ekonominya.

dan menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri. Memperluas pasar dan menambah keuntungan Terkadang. 3 . iklim. para pengusaha tidak menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya) dengan maksimal karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan produksi. manfaat perdagangan internasional adalah sebagai berikut. • • Menjalin Persahabatan Antar Negara Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri Banyak faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap negara. tingkat penguasaan iptek dan lainlain. Dengan adanya perdagangan internasional. tapi ada kalanya lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang tersebut dari luar negeri. setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri. Walaupun suatu negara dapat memproduksi suatu barang yang sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain. Transfer teknologi modern Perdagangan luar negeri memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih efesien dan cara-cara manajemen yang lebih modern. • • • Faktor pendorong Banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional. pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal. Faktorfaktor tersebut di antaranya : Kondisi geografi.Manfaat perdagangan Luar negeri Menurut Sadono Sukirno. yang mengakibatkan turunnya harga produk mereka. Memperoleh keuntungan dari spesialisasi Sebab utama kegiatan perdagangan luar negeri adalah untuk memperoleh keuntungan yang diwujudkan oleh spesialisasi. Dengan adanya perdagangan internasional. di antaranya sebagai berikut : • • • • • Faktor Alam/ Potensi Alam Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.

Perdagangan internasional juga terkait dengan pertahanan suatu negara. Sebaliknya. Bidang itu antara lain politik. Akibatberantainya akan melanda ke semua negara. Negara dapat diibaratkan manusia. Misalnya. hewan langka.sosial. Di samping memperoleh keuntungan. saham telkomseldimiliki oleh beberapa orang dari Indonesia dan Singapura. perdagangan internasional dilakukan semua negara untuk memenuhikebutuhan rakyatnya. Manfaatnyadi bidang lain pada masa globalisasi ini juga semakin terasa.menggunakan detektor barang berbahaya. Negara yang dahulu menutup diri dariperdagangan internasional. ternak yang membawa penyakit menular. Untuk mencegah perdagangan barangbarang yang membahayakan. Di bidang ekonomi. Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.Pemeriksaan ini diperlukan untuk melihat apakah pajaknya telah dibayar. China. Perusahaan multi nasional sepertiini dapat mempererat hubungan sosial antar bangsa. Perdagangan antar negarabisa mempererat hubungan politik antar negara. Hal inidilakukan demi terciptanya keamanan dunia. Perdagangan internasional juga berfungsi untuk pertahanan keamanan. Misalnya. hubungan politik dan dukungan dari negara lain. Perusahaan sepertiini sahamnya dimiliki oleh beberapa orang dari beberapa negara. Negara ini dapat ditekan dengandikenai sanksi ekonomi. Biasanya upaya seperti ini harus dengan persetujuan PBB. Rusia. Negara-negara penghasil beras berupaya untuk dapatmengekspornya. sekarang sudah membuka pasarnya. hubungan politik juga bisamempererat hubungan dagang. budaya. tidak ada manusia yang bisahidup sendiri. tanpa bantuan orang lain.• • • • Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam. ketika harga bahanpangan dunia sangat tinggi. Maka terjadilah persabatan di antara mereka. Di dalamnya banyak orang dari berbagainegara saling bekerja sama. dan pertahanan keamanan. Instansi ini dibentuk pemerintahsuatu negara untuk memeriksa barang-barang dan bagasi ketika memasuki suatu negara. Pada era globalisasi ini banyak muncul perusahaan multi nasional. obat-obatanterlarang. danVietnam. tidak semua negaramampu memproduksi senjata. Misalnya. iklim. Cara yang digunakan dalam pemeriksaan antara lain dengan melihat dokumen barang. suatunegara nonnuklir mau mengembangkan senjata nuklir. dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi. diperlukan kerjasama internasional. dsb. Perdagangan internasional juga memiliki fungsi sosial. Artinya. tenaga kerja. Jika krisis pangan dunia terjadi. Pemeriksaan jugauntuk mengecek barang-barang tersebut barang selundupan ataupun barang terlarang atautidak. Perdagangan internasional juga bermanfaat di bidang politik. Barang yang membahayakan tersebut misalnya senjata gelap. Setiap negaratentu membutuhkan senjata untuk mempertahankan wilayahnya. Keinginan membuka kerja sama. Begitu juga dengan negara. Maka diperlukan impor senjata. negara lain tidak diperbolehkan menjalin hubungan dagangdengan negara tersebut. maka bisa berakibat pada krisis ekonomi. 4 . Perdagangan internasional bukan hanya bermanfaat di bidang ekonomi saja. tidak ada negara yangbisa bertahan tanpa kerja sama dengan negara lain. Misalnya. Untuk kepentinganinilah pemerintah semua negara memiliki bea cukai. Padahal. atau menggunakan anjing pelacak. ekspor di sini juga berfungsi secarasosial. Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.

bagaimanapun. Kesepakatan perdagangan tersebut kadang-kadang berujung pada protes dan ketidakpuasan dengan klaim dari perdagangan yang tidak adil yang tidak menguntungkan secara mutual. walaupun mereka kadang-kadang melakukan proteksi selektif untuk industri-industri yang penting secara strategis seperti proteksi tarif untuk agrikultur oleh Amerika Serikat dan Eropa. Karena tingkat tarif turun ada juga keinginan untuk menegosiasikan usaha non tarif. Faktanya. Wujud lain dari biaya transaksi dihubungkan dnegan perdagangan pertemuan dan prosedur cukai. pada abad ke 19. Ini terjadi di seluruh dunia selama Depresi Besar membuat kolapsnya perdagangan dunia yang dipercaya memperdalam depresi tersebut. pembelian.Peraturan/Regulasi Perdagangan Luar negeri Umumnya perdagangan diregulasikan melalui perjanjian bilatera antara dua negara. Umumnya kepentingan agrikultur biasanya dalam koridor dari perdagangan bebas dan sektor manufaktur seringnya didukung oleh proteksi. Regulasi dari perdagangan internasional diselesaikan melalui World Trade Organization pada level global. Selama reses ada seringkali tekanan domestik untuk meningkatkan tarif dalam rangka memproteksi industri dalam negri. khususnya di Amerika Serikat. NAFTA antara Amerika Serikat. Belanda dan Inggris Raya keduanya mendukung penuh perdagangan bebas dimana mereka secara ekonomis dominan. dan melalui beberapa kesepakatan regional seperti MerCOSUR di Amerika Selatan. Australia dan Jepang merupakan pendukung terbesarnya. Kanada dan Meksiko. Inggris. Pada tahun-tahun sejak Perang Dunia II. merupakan penanggung jawab utama untuk peraturan tertentu pada perjanjian internasional besar yang memungkinkan proteksi lebih dalam agrikultur dibandingkan kebanyakan barang dan jasa lainnya. dan Uni Eropa anatara 27 negara mandiri. dan Tiongkok) menjadi pendukung perdagangan bebas karena telah menjadi kuat secara ekonomi. ada kepercayaan akan perdagangan bebas menjadi yang terpenting dan pandangan ini mendominasi pemikiran di antaranegara barat untuk beberapa waktu sejak itu dimana hal tersebut membawa mereka ke kemunduran besar Britania. Selama berabad-abad dibawah kepercayaan dalam Merkantilisme kebanyakan negara memiliki tarif tinggi dan banyak pembatasan dalam perdagangan internasional. Eropa dan Jepang. Bagaimanapun. Pertemuan Buenos Aires tahun 2005 membicarakan pembuatan dari Free Trade Area of America (FTAA) gagal total karena penolakan dari populasi negara-negara Amerika Latin. banyak negara lain (seperti India. Rusia. Kesepakatan 5 . sekarang Amerika Serikat. termasuk investasi luar negri langsung. dan fasilitasi perdagangan. Ini telah berubah pada beberapa tahun terakhir. Perdagangan bebas biasanya didukung dengan kuat oleh sebagian besar negara yang berekonomi kuat. terutama di Britania. perjanjian multilateral kontroversial seperti GATT dab WTO memberikan usaha untuk membuat regulasi lobal dalam perdagangan internasional. lobi agrikultur.

Efek kebijakan ini terlihat langsung pada kenaikan harga barang. semakin tinggi pula tarif pajak yang dikenakan. sehingga sulit bersaing dengan industri asing yang memiliki struktur biaya rendah (karena sudah memiliki skala ekonomi yang besar). Ada tiga macam kuota. Kebijakan proteksi biasanya bersifat sementara. Perbedaan utama antara tarif dan proteksi lainnya adalah bahwa tarif memberikan pemasuka kepada pemerintah sedangkan kuota tidak. Proteksi bertujuan untuk melindungi industri domestik yang sedang berada dalam tahap perkembangan. Kuota impor adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diimpor. Industri-industri domestik yang baru berdiri biasanya memiliki struktur biaya yang masih tinggi. • Kebijakan proteksi Ada dua alasan kuat yang mendorong lahirnya kebijakan proteksionisme. dan melindungi industri-industri domestik yang baru berdiri (infant industry). Tindakan untuk membatasi atau mengurangi jumlah barang impor ada yang diakukan secara sukarela yang disebut sebagai pembatasan ekspor sukarela (Voluntary Export Restriction = VER). Kebijakan perdagangan bebas Kebijakan ini menghendaki perdagangan internasional berlangsung tanpa adanya hambatan apapun dari pemerintah. yaitu: 1. kuota produksi adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diproduksi. maka proteksi akan dicabut. Tarif yang paling umum adalah tarif atas barangbarang impor atau yang biasa disebut bea impor. kuota produksi. Semakin tinggi tingkat proteksi suatu negara terhadap produk domestiknya. yaitu kuota impor. Proteksi ini memberi kesempatan kepada industri domestik untuk belajar lebih efisien dan memberi kesempatan kepada tenaga kerjanya utnuk memperoleh keterampilan. VER adalah 6 . yaitu melindungi perekonomian domestik dari tindakan negara atau perusahaan asing yang tidak adil. 2. baik hambatan tariff maupun hambatan kuota.serupa seperti MAI (Multilateral Agreement on Invesment) juga gagal pada tahun-tahun belakangan ini. dan kuota ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang diekspor. Kuota Kuota adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diperdagangkan. dan kuota ekspor. Bentuk hambatan proteksionis dalam perdagangan luar negeri tersebut. Tujuan dari bea impor adalah membatasi permintaan konsumen terhadap produk-produk impor dan mendorong konsumen menggunakan produk domestik. Ada banyak hambatan yang digunakan sebagai instrument kebijakan proteksionis. Jika suatu saat industri domestik dirasakan sudah cukup besar dan mampu bersaing dengan industri asing. Hambata itu bertujuan utnuk melindungi industri dalam negeri terhadap persaingan luar negeri. Tarif Tarif adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diperdagangkan.

Meningktanya produksi di dalam negeri. Hal ini karena semua negara ingin mendorong ekspornya dengan cara memberikan subsidi. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi bertambah. a. diharapkan harga di pasaran dunia dapat ditingkatkan. Produksi di dalam negeri berkurang. Setelah persaingan di luar negeri mati maka harga di luar negeri akan dinaikkan untuk menutup kerugian sewaktu melakukan predatory dumping. agar dapat memperoleh harga yang lebih tinggi. Kebijakan dumping dapat meningkatkan volume perdagangan dan menguntungkan negara pengimpor. Dengan demikian. Dampak kebijakan kuota bagi negara importir. haraga produk akan dinaikkan sesuai dengan harga pasar setelah berhasil merebut dan menguasai pasar internasional. sehingga diharapkan harga jual produk dapat lebih murah dan bersaing di pasar internasional. Hal ini dilakukan untuk menetralisir dampak subsidi ekspor yang diberikan oleh negara lain. Harga jual dapat diturunkan sebesar subsidi tadi. a. Kebijakan ini hanya berlaku sementara. 3. Tujuan utama pelaksanaan kuota adalah untuk melindungi produksi dalam negeri dari serbuanserbuan luar negeri. b. 7 . Harga barang melambung tinggi. c. terutama menguntungkan konsumen mereka. karena eksportir dapat menawarkan harga yang lebih rendah. Tujuan dari subsidi ekspor adalah untuk mendorong jumlah ekspor. yaitu menjual barang di luar negeri dengan harga yang lebih rendah dari dalam negeri atau bahkan di bawah biaya produksi. Dampak kebijakan kuota bagi negara eksportir. b. atau sering disebut counterveiling duties.kesepakatan antara negara pengekspor untuk membatasi jumlah barang yang dijualnya ke negara pengimpor. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi berkurang. Namun tindakan ini dianggap sebagai persaingan yang tidak jujur dan dapat menjurus kea rah perang subsidi. Harga barang turun. c. Dumping dan Diskriminasi harga Praktik diskriminasi harga secara internasional disebut dumping. Predatory dumping dilakukan dengan tujuan untuk mematikan persaingan di luar negeri. negara pengimpor kadang mempunyai industri yang sejenis sehingga persaingan dari luar negeri ini dapat mendorong pemerintah negara pengimpor memberlakukan kebijakan anti dumping (dengan tarif impor yang lebih tinggi). Kuota produksi bertujuan untuk mengurangi jumlah ekspor. Namun. 4 Subsidi Kebijakan subsidi biasanya diberika untuk menurunkan biaya produksi barang domestik. Tujuan dari kuota ekspor adalah untuk keuntungan negara pengekspor.

8 .5 Larangan impor Kebijakan ini dimaksudkan untuk melarang masuknya produk-produk asing ke dalam pasar domestik. Kebijakan ini biasanya dilakukan karena alasan politik dan ekonomi.

org/wiki/Perdagangan_internasional http://karimahpatryani.wikipedia.com/2011/06/05/kebijakan-perdagangan-internasional/ 9 .REFERENSI http://id.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful