MENAKAR KONTRIBUSI BUMN TERHADAP APBN

Ditulis oleh :

IMAM WAHYUDI 2-X AKUNTANSI NIM 103060017407

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA 2012

i

Tujuan akhir dari penelitian ini adalah melihat posisi transaksi fiskal dengan BUMN yang diambil dari analisis grafik. maksud dan tujuan pendirian BUMN serta sejarah BUMN. dan dividen BUMN untuk pemerintah. juga akan dijelaskan pengeluaran negara kepada BUMN berupa subsidi. Selain itu. ii . Hal itu diakibatkan karena pengeluaran negara kepada BUMN lebih besar daripada penerimaan negara yang berasal dari BUMN. Pada awal pembahasan karya tulis ini akan dijelaskan dasar hukum. dan Penyertaan Modal Negara (PMN). pinjaman. Sedangkan posisi transaksi fiskal dengan BUMN selalu mengalami defisit setiap tahunnya. dan laba BUMN tiap tahunnya juga digunakan dalam analisis ini untuk mengetahui Return on Assets (ROA) BUMN.ABSTRAKSI Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi BUMN terhadap keuangan negara. Data-data yang digunakan adalah data pada tahun 2004-2011. Penelitian ini diawali dengan menghitung jumlah penerimaan negara yang berasal dari pajak BUMN. Data-data mengenai aset. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata return on assets BUMN tiap tahunnya berada di kisaran 3 persen. privatisasi. pengertian.

baik kinerja maupun kontribusinya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tangerang.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada penulis sehingga berhasil menyelesaikan karya tulis ini yang yang berjudul “MENAKAR KONTRIBUSI BUMN TERHADAP APBN”. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. 27 Mei 2012 Imam Wahyudi iii . Penulis berharap karya tulis ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang kontribusi BUMN terhadap APBN. Karya tulis ini berisi informasi tentang Badan Usaha Milik Negara. oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan karya tulis ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan karya tulis ini dari awal sampai akhir.

....2 Maksud dan Tujuan Pendirian BUMN ....3 Dividen ...................................2 Saran ............................. 11 III............ 4 2...............................................................................................3 Penggolongan BUMN .................................2 Privatisasi ......4 Kontribusi BUMN terhadap APBN .............................................2 Rumusan Masalah ........................................................... 3 2................................................................................................................ 5 2......................................................6 Posisi Transaksi Fiskal dengan BUMN .............. 1 1.... 13 DAFTAR PUSTAKA iv . 6 2....4..1 Latar Belakang ...................... iv I....................................................................4.......................................................................1 Dasar Hukum ..................................................................................................... 2 2.....................................................................1 Pengertian BUMN ..... i ABSTRAKSI ........................................ iii DAFTAR ISI ............1 Pembayaran Pajak ..................... PENUTUP .......................................................... 1 II.................................................................... 1 1.....................................................2.. 3 2.......... 2 2................... 11 2............4...........................................................................................5 Pengeluaran Negara kepada BUMN . 1 1.........................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .......1 Kesimpulan ......................................................................................... PENDAHULUAN .......................................................................................................... 2 2...3 Sejarah BUMN .............................................................................................................. 8 2........ 13 3.......... 13 3..............................2 BUMN Sebagai Perusahaan Negara ............................................... PEMBAHASAN .... ii KATA PENGANTAR ...................................................................................2..................................................................................... 6 2...................3 Tujuan ........................................................................ 2 2..............2..............

penerimaan negara yang berasal dari BUMN tetap tidak bisa diabaikan.BUMN menjadi salah satu pengisi pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui dividen dari laba yang diperoleh. Berapa penerimaan negara yang berasal dari BUMN dan berapa pengeluaran negara kepada BUMN tiap tahunnya? 5. Bagaimana kinerja BUMN? 3. Meskipun penerimaan negara dari BUMN bukan menjadi sumber utama penerimaan negara. Selain itu.3 Tujuan Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui kinerja BUMN dari tahun ke tahun. 1 .1 Latar Belakang Sebagai salah satu pelaku kegiatan ekonomi. 1. Apa saja kontribusi BUMN kepada negara? 4. BUMN juga berkontribusi dalam menutup defisit APBN melalui privatisasi yang dilakukan terhadap BUMN.2 Rumusan Masalah Selama ini banyak orang yang belum mengetahui bagaimana peran BUMN terhadap perekonomian Indonesia. 3. Untuk melihat posisi transaksi fiskal dengan BUMN. Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi BUMN terhadap keuangan negara yang dilihat dari penerimaan negara dari BUMN dan pengeluaran negara kepada BUMN.BAB I PENDAHULUAN 1. keberadaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peran penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945. BUMN juga memberikan kontribusi nyatadengan menjadi salah satu entitas pengisi kas penerimaan negara. Apa maksud dan tujuan pendirian BUMN? 2. Bagaimana posisi transaksi fiskal dengan BUMN? 1. Selain menjadi penyedia barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak. 2. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah : 1. Mereka hanya mengetahui bahwa BUMN hanyalah perusahaan negara yang ditugaskan untuk menyerahkan laba yang didapat kepada negara.

” Dari pengertian tersebut bisa diambil dua poin penting terkait dengan BUMN. “BUMN adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. D. dapat dilihat dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003. dan Perubahan Bentuk BUMN. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada BUMN dan Perseroan Terbatas. Selain itu juga terdapat landasan hukum dari Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah yang mengatur BUMN. Berikut ini kutipan dari UUD 1945 Pasal 33 tersebut :    Ayat 1 : Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan Ayat 2 : Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara Ayat 3 : Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.2. Pengawasan. 2. Pengurusan.BAB 2 PEMBAHASAN 2. Peleburan. yaitu : A. dan Pembubaran BUMN.1 Pengertian BUMN Pengertian Perusahaan Negara atau yang sekarang dikenal dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pengambilalihan. B. C. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2005 tentang Pendirian. yang menyebutkan bahwa. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.1 Dasar Hukum BUMN berdiri sebagai aplikasi dari Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2005 tentang Penggabungan. yaitu :  Badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki negara 2 .2 BUMN Sebagai Perusahaan Negara 2.

maupun kelompok sektor usaha.2. Perusahaan Umum (Perum).3 Penggolongan BUMN Jumlah BUMN selama periode 2005-2008 terus mengalami perubahan. 2. mengejar keuntungan c. Kekayaan negara yang dipisahkan Kekayaan negara yang dipisahkan adalah kekayaan negara yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk dijadikan penyertaan modal negara pada Persero dan/atau Perum. 3 . baik dari sisi bentuk perusahaan. yaitu : 1.2 Maksud dan Tujuan Pendirian BUMN Dalam perkembangannya. koperasi. memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada umumnya dan penerimaan negara pada khususnya b. turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah. 2. Perum ini bertujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan sekaligus mengejar keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan. Perusahaan Perseroan (Persero) Perusahaan Perseroan adalah BUMN yang berbentuk perseroan terbatas yang modalnya terbagi dalam saham yang seluruh atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki negara yang tujuan utamanya mengejar keuntungan. menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak d. BUMN dapat diklasifikasikan menjadi 2 bentuk.2. Dari sisi bentuk perusahaan. yakni : a. 2. BUMN saat ini memegang 5 peranan sebagaimana diamanahkan dalam pasal 2 UU Nomor 19 tahun 2003. dan masyarakat. menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta dan koperasi e. Perum adalah BUMN yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara dan tidak terbagi atas saham-saham yang diperjualbelikan dalam pasar saham.

organisasi tersebut mengalami beberapa kali perubahan dan perkembangan. yakni Bapak Martiono Hadiantodan BapakBacelius Ruru. organisasi ini merupakan bagian dari unit kerja di lingkungan Departemen Keuangan Republik Indonesia. maka sejak tahun 1998. organisasi yang awalnya hanya setingkat Direktorat/Eselon II. UNIT ESELON II Dalam periode 1973 sampai dengan 1993. Unit organisasi itu disebut Direktorat Persero dan PKPN (Pengelolaan Keuangan Perusahaan Negara). Perubahan BUMN tersebut dapat di klasifikasikan menjadi dua periode. Menteri pertama yang bertanggung jawab atas pendayagunaan BUMN tersebut adalah Bapak Tanri Abeng.2. Kemudian organisasi ini berubah menjadi Direktorat Pembinaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) sampai dengan tahun 1993. Dalam kurun waktu 1993. dalam periode 1993 sampai dengan 1998. ditingkatkan menjadi setaraf Direktorat Jenderal/Eselon I. Periode kedua yaitu ketika organisasi ini sudah menjadi organisasi setingkat kementrian. dengan nama Kementerian Negara Pendayagunaan BUMN/Kepala Badan Pembinaan BUMN. terjadi perubahan nama menjadi Direktorat Persero dan BUN (Badan Usaha Negara). pemerintah Republik Indonesia mengubah bentuk organisasi pembina dan pengelola BUMN menjadi setingkat Kementerian. Awalnya. Selanjutnya.3 Sejarah BUMN Organisasi Pemerintah yang memiliki Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) melaksanakan pembinaan terhadap Perusahaan Negara/Badan Usaha Milik Negara di Republik Indonesia telah ada sejak tahun 1973. Selanjutnya.Periode pertama ketika organisasi ini masih berada di bawah naungan Departemen Keuangan yang mana pernah berada pada unit setingkat eselon II dan setelah itu ditingkatkan menjadi organisasi setingkat eselon I. MENJADI UNIT ESELON I Seiring dengan meningkatnya kebutuhan untuk mengoptimalkan pengawasan dan pembinaan terhadap Badan Usaha Milik Negara. Pada 4 . Awal dari perubahan bentuk organisasi tersebut terjadi di masa pemerintahan Kabinet Pembangunan VII. fungsi dan kontribusi BUMN terhadap keuangan negara sangat signifikan. unit yang menangani pembinaan BUMN berada pada unit setingkat Eselon II. JADI KEMENTERIAN Mengingat peran.1998 tercatat 2 (dua) orang Direktur Jenderal Pembinaan BUMN. dengan nama Direktorat Jenderal Pembinaan Badan Usaha Negara (DJ-PBUN).

Selanjutnya. Selanjutnya Bapak Dahlan Iskan menjadi Menteri Negara BUMN hingga saat ini.4 Kontribusi BUMN Terhadap APBN BUMN memberikan kontribusi kepada APBN. 2. Pada tahun 2000 sampai dengan tahun 2001. Kala itu. ketika Bapak SBY terpilih jadi Presiden di tahun 2004. struktur organisasi Kementerian ini sempat dihapuskan dan dikembalikan lagi menjadi setingkat eselon I di lingkungan Departemen Keuangan. Beliau kemudian digantikan oleh Bapak Rozy Munir. yang kemudian digantikan Bapak Sofyan A. Kemudian.masa ini sempat digagas tentang BUMN Incorporated. Bapak Laksamana Sukardi kembali menjadi Menteri BUMN. Menteri yang menanggani BUMN digabungkan dengan penanaman modal. Bapak Sugiharto dipercaya menjadi Menteri Negara BUMN (2004-2006). di bawah kabinet yang disebut Kabinet Gotong Royong. terjadi pergantian Menteri yang menanggani BUMN ini. Dalam masa Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I. Djalil (2006-2009) dan Bapak Mustafa Abubakar (2009-2011). ketika terjadi suksesi pucuk kepemimpinan Republik Indonesia. baik secara langsung maupun tidak langsung. sebuah bangun organisasi BUMN berbentuk super holding. serta berupa belanja negara melalui kompensasi public serviceobligation PSO/subsidi. Kontribusi tersebut antara lain terdiri dari :   Pembayaran Pajak Privatisasi 5 . BUMN memiliki peranan yang cukup signifikan dalam APBN. setoran dividen dan privatisasi. di tahun 2001. sebagaimana ditunjukkan dengan terus meningkatnya kontribusi BUMN terhadap APBN. sehingga disebut Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN yang dipercayakan kepada Bapak Laksamana Sukardi. Namun. kembali dipisahkan antara pembinaan BUMN dengan penanaman modal. Bapak Laksamana Sukardi menjadi Menteri BUMN dari tahun 2001 hingga 2004. Dirjen Pembinaan BUMN waktu itu dijabat oleh Bapak I Nyoman Tjager. organisasi pembina BUMN tersebut dikembalikan lagi fungsinya menjadi setingkat Kementerian sampai dengan periode Kabinet Indonesia Bersatu. ketika kembali terjadi pergantian Presiden RI.Kontribusi langsung BUMN berupa penerimaan negara yang bersumber dari pendapatan pajak.Sedangkan kontribusi tidak langsung BUMN berupa multiplier effect bagi perkembangan perekonomian nasional.

000 Triliun Lebih”.” tuturnya. Terus meningkatnya jumlah perolehan laba BUMN dari tahun ke tahun menyebabkan kontribusi pajak BUMN menjadi sangat besar. serta memperluas pemilikan saham oleh masyarakat”.4. “Transparansi ini sangat penting untuk mengusir segala macam penyalahgunaan kekuasaan yang selama ini terjadi. seperti dikutip oleh Ishak Rafick dan Baso Amir. yang juga bisa didapat dengan menggandeng mitra strategis yang bagus.Pajak lainnya 2. Caranya adalah dengan menggandeng mitra strategis yang mempunyai pasar luas. (Jakarta: Ufuk. 2010).5 persen) per tahun. Kedua. Pajak yang dibayar oleh BUMN terdiri dari : . hlm. Pertama. Dengan masuknya unsur swasta (lokal maupun asing).2 triliun (35. Menguak Pengelolaan Aset Negara Senilai 2. Menurut Tanri 1. meraih akses ke pasar internasional. ada beberapa tujuan penting yang bisa dicapai lewat privatisasi. Pajak BUMN selama kurun waktu 2005-2008 mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar Rp20.1 Pembayaran pajak Pajak adalah iuran masyarakat atau korporasi kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan perundang-undangan dengan tidak mendapat prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk. otomatis BUMN yang bersangkutan harus membuka laporan keuangannya. 1 Tanri Abeng. 6 .4.Pajak penghasilan (PPh) BUMN . “BUMN EXPOSE.2 Privatisasi Pengertian privatisasi dalam Pasal 1 (12) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 Tentang BUMN yang menyebutkan : “Privatisasi adalah penjualan saham Persero. baik sebagian maupun seluruhnya. 117-118. Ketiga. meraih teknologi dan manajemen. Pajak digunakan terutama untuk membiayai pengeluaranpengeluaran umum yang berhubungan dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan. memperbesar manfaat bagi negara dan masyarakat. menciptakan transparansi. Dividen 2. kepada pihak lain dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan.

kepemilkan pemerintah terhadap BUMN akan beralih menjadi milik swasta. pengertian privatisasi menurut undangundangtersebut memang sudah menimbulkan kontroversi.Privatisasi BUMN ini memang masih menimbulkan pro dan kontra. Apabila pemerintah ingin melakukan privatisasi hendaknya saham yang dijual hanya sebagian. Mereka berargumentasi bahwa defisit anggaran harus ditutup dengan sumber lain. Mereka memprediksi bahwa defisit APBN juga akan terjadi pada tahun-tahun mendatang. Dengan demikian segala keuntungan maupun kerugian sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Apabila BUMN dijual setiap tahun untuk menutup defisit APBN. Dalam kurun waktu 2005-2010 rasio nilai privatisasi BUMN terhadap penerimaan negara tidak pernah mencapai angka 1 persen. kata seluruhnya inilah yang mengandung kontroversi bagi masayarakat karena apabila saham BUMN dijual seluruhnya. Privatisasi hanya memberi manfaat jangka pendek kepada keuangan negara. maksimal 49% dan pemerintah harus tetap sebagai pemegang saham mayoritas agar aset BUMN tidak hilang dan beralih ke swasta sehingga BUMN sebagai pelayan publik tetap diperankan oleh pemerintah. tetapi cukup sebagai regulator yang menciptakan iklim usaha yang kondusif dan menikmati hasil melalui penerimaan pajak. Berdasarkan pengalaman negara lain menunjukkan bahwa negara lebih baik tidak langsung menjalankan operasi suatu industri. Sebenarnya kalau kita jeli. Pihak yang setuju dengan privatisasi BUMN berargumentasi bahwa privatisasi perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja BUMN serta menutup devisit APBN. Dengan adanya privatisasi diharapkan BUMN akan mampu beroperasi secara lebih profesional lagi. Fakta memang menunjukkan bahwa pengelolaan yang dilakukan oleh swasta hasilnya secara umum lebih efisien. Pada pasal tersebut dijelaskan bahwa privatisasi yaitu penjualan saham sebagian dan seluruhnya. Pihak yang tidak setuju dengan privatisasi berargumentasi bahwa apabila privatisasi tidak dilaksanakan. suatu ketika BUMN akan habis terjual dan defisit APBN pada tahun-tahun mendatang tetap akan terjadi. namanya bukan BUMN lagi tetapi perusahaan swasta sehingga ditakutkan pelayan ke masyarakat bukan lagi menjadi prioritaskarena tujuan utama perusahaan swasta adalah mencari keuntungan sebesar-besarnya. Nilai itu wajar 7 . bukan dari hasil penjualan BUMN. maka kepemilikan BUMN tetap di tangan pemerintah.

Dalam kurun waktu tahun 2004-2009 return on asset BUMN berkisar 2-4 persen. ROA terbesar dicapai pada tahun 2007 yang tembus melebihi 4 2 Didik J. hlm. B. Memang ada hal menyedihkan karena kita melihat fakta yang jauh panggang dari api. Abdurrahman Wahid. Itulah kaimat pendek yang bisa menjadi kesimpulan umum dari kondisi BUMN sepanjang masa sejak era pemerintahan Soekarno.4 T 3T 0. itu artinya privatisasi digunakan untuk menutupi defisit anggaran dan bukan merupakan sumber utama penerimaan negara. Nilai privatisasi tertinggi diperoleh pada tahun 2007 yaitu sebesar 3 triliun sedangkan pada tahun 2005 dan 2009 pemerintah tidak melakukan privatisasi terhadap BUMN.3 Dividen Dividen adalah bagian dari laba BUMN yang diputuskan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dr. Artinya.0083% 0. Rachbini 2. yakni aset besar. Soeharto. kemampuan rata-rata BUMN untuk menghasilkan profit dengan aset yang besar belum memadai. xi. Rachbini.082 T 1.2 T Presentase 0.1 T 992.42% 0. “BUMN EXPOSE. Habibie.12% Sumber : Nota Keuangan 2011 *Rencana Penerimaan 2. Menurut Prof. Didik J.37% 0. Megawati.000 Triliun Lebih”.3 T 847. Kinerja return on assets (ROA)-nya sangat rendah. Menguak Pengelolaan Aset Negara Senilai 2. sehingga BUMN menjadi entitas yang gemuk tapi tidak lincah menghasilkan keuntungan. Ada istilah cespleng yang menjadi julukan untuk BUMN. Tabel 1.karena dalam APBN sendiri privatisasi digolongkan dalam pos pembiayaan.J. BUMN tidak seperti laiknya usaha bisnis yang mampu menghasilkan keuntungan. (Jakarta: Ufuk. Data Privatisasi dan Rasio terhadap Penerimaan Negara Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 2010* Nilai Privatisasi 2.2 T 706. 2010). 8 . untung kecil.4.2 T Total Penerimaan Negara 495 T 636. Dividen BUMN seringkali menjadi indikator prestasi Kementerian Negara BUMN sebagai Pemegang Saham BUMN.1 T 979. sampai Presiden Yudhoyono.

406.344.000.183.000.6 227.000.210.308.05% 636.0738%.940.349.634.000 1.1 26 30.2 29.050.9663% 2.2 268.995.7000.5%) dibandingkan tahun 2009.3 3.513.1 979.654.1 triliun atau meningkat Rp 4.44% 11.000 3.175.000.040.000 1.id 9 . Tabel 3.234.6916% 42.47% *APBN-P Total PNBP Presentase terhadap PNBP Total Penerimaan Negara Presentase Sumber : www.78% 9.196.1 triliun dari tahun sebelumnya.433.977.494.9 286. Kontribusi laba BUMN terhadap Penerimaan Negara (dalam triliun) Tahun Laba BUMN untuk PNBP 2006 2007 2008 2009 2010 2011* 22.1 320.725.19% 10. Tabel 2.9 23.6 10. yaitu sebesar Rp 30.3 847.480.000.705.000.000 4.9391% Sedangkan untuk divieden BUMN kepada negara.bumn. sedangkan ROA terendah terjadi pada tahun 2006 dengan nilai ROA hanya 2.691.000.000.0738% 70.08% 11.256.07% 3.97% 3.1 triliun (15.1 28.28% 2.59% 3.000 88.000. Realisasi terbesar terjadi pada tahun 2010.03% 2.000 1.go.478.000 LABA BERSIH ROA 44.2 1165.2 706.persen.000 3.172.060. selama periode 20062010 dividen BUMN terus mengalami peningkatan kecuali pada tahun 2009 realisasi dividen BUMN turun Rp 3.000.000 3.8% per tahun.000 2.09% 10.589.1 992.000 3.438. Penerimaan atas laba BUMN meningkat rata-rata sebesar 8.0984% 1.196.888.000 78. Return On Assets (ROA) BUMN TAHUN 2004 2005 2006 2007 2008 2009 TOTAL ASET 1.8 227 215.2356% 29.

GRAFIK 1 Sumber : Nota Keuangan 2012 Secara keseluruhan kontribusi BUMN yang berasal dari pajak. privatisasi. kontribusi laba BUMN untuk PNBP memang cukup signifikan.Jika melihat angka-angka dalam tabel di atas. GRAFIK 2 Sumber : Nota Keuangan 2012 10 . sedangkan rata-rata laba BUMN terhadap total penerimaan negara adalah 3%. dan dividen/laba BUMN digambarkan dalam grafik 2. Rata-rata rasio laba BUMN terhadap PNBP adalah 10%.

kita tidak bisa mengabaikan pengeluaran negara kepada BUMN. 2. dividen. atau badan hukum lainnya yang dimiliki negara. maupun hibah saham dari pihak lain dalam APBN. Tidak semua PMN yang dialokasikan oleh pemerintah dalam kurun waktu 2005-2011 berupa fresh money. Sebagai contoh adalah PMN kepada PT Pertamina tahun 2009 yang terkait dengan hasil rekonsiliasi utang piutang PNBP Pertamina dan Pemerintah sebagai dasar penetapan neraca awal Pertamina tahun 2003. dan pinjaman kepada BUMN). dividen. dan privatisasi) dibandingkan dengan pengeluaran negara kepada BUMN (seperti subsidi kepada BUMN.6 Posisi Transaksi Fiskal dengan BUMN Untuk menghitung surplus atau defisit penerimaan negara yang berasal dari BUMN kita bisa melihat “posisi transaksi fiskal dengan BUMN” yang merupakan selisih antara penerimaan negara dari seluruh BUMN (seperti pendapatan pajak. dan privatisasi) cenderung terus mengalami peningkatan. BUMD. Perkembangan posisi transaksi fiskal dengan BUMN selama periode 2006-2011 dapat dilihat pada grafik dan grafik 11 . Total penerimaan tertinggi yang berasal dari BUMN dicapai pada tahun 2010. Pengeluaran negara untuk BUMN terdiri dari :    Subsidi Pinjaman Penyertaan Modal Negara (PMN) Pengertian PMN menurut PP Nomor 6 Tahun 2006 adalah pengalihan kepemilikan barang milik negara/daerah yang semula merupakan kekayaan yang tidak dipisahkan menjadi kekayaan yang dipisahkan untuk diperhitungkan sebagai modal/saham negara atau daerah pada BUMN. PMN. Selama periode 2006-2011 penerimaan negara dari BUMN (pajak.Grafik di atas menunjukkan bahwa kontribusi terbesar BUMN terhadap penerimaan negara berasal dari pajak dan dividen. Beberapa PMN kepada BUMN dialokasikan sebagai bentuk konversi utang pokok rekening dana investasi dan dividen PNBP. 2.5 Pengeluaran Negara Kepada BUMN Dalam menghitung kontribusi BUMN terhadap APBN.

posisi transaksi fiskal dengan BUMN memang mengalami defisit. 12 . sehingga ada defisit sekitar 20 triliun. Kalau melihat dari grafik di atas. Pada tahun 2006 total penerimaan dari BUMN sekitar 80 triliun sedangkan pengeluaran negara kepada BUMN lebih dari 100 triliun. pengeluaran negara kepada BUMN kenaikannya lebih tinggi daripada penerimaan APBN sehingga posisi transaksi fiskal dengan BUMN mengalami defisit. kontribusi BUMN tidak bisa hanya dilihat dari data-data kuantitatif saja. masih ada kontribusi BUMN yang tidak bisa dinilai dengan angka-angka yang tentunya memiliki dampak positif terhadap perekonomian Indonesia seperti mutiplier effectdan pelayanan yang diberikan BUMN kepada masyarakat. Di sisi lain. walaupun sejak tahun 2009 pertumbuhannya melambat.GRAFIK 3 GRAFIK 4 Sumber : Nota Keuangan 2012 Sumber : Nota Keuangan 2012 Dalam grafik di atas kita bisa melihat bahwa secara umum penerimaan APBN yang berasal dari BUMN mengalami peningkatan. namun sebagai pelaku kegiatan ekonomi.

Sedangkan posisi transaksi fiskal dengan BUMN yang merupakan selisih total penerimaan negara dari BUMN dan pengeluaran negara kepada BUMN masih mengalami defisit. 3. penulis menyimpulkan bahwa kinerja perusahaan-perusahaan BUMN mengalami perkembangan setiap tahunnya.Selain itu. 13 . karena sebagai entitas sumber penghasilan negara. kontribusi BUMN tidak bisa hanya dilihat dengan data-data kuantitatif saja. sebaiknya pemerintah bisa mengurangi subsidi kepada BUMN sedikit demi sedikit. Oleh karena itu. Dividen BUMN yang menjadi indikator prestasi BUMN juga memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). sudah seharusnya BUMN menambah kas negara bukan malah membebani keuangan negara dengan subsidi tersebut. Namun.BAB III PENUTUP 3. Laba BUMN mengalami peningkatan dengan return on asset yang cukup tinggi. sebagai pelaku kegiatan ekonomi. sudah selayaknya BUMN dikelola secara profesional tanpa ada campur-aduk dengan kepentingan politik. serta pelayanan yang diberikan BUMN kepada masyarakat.2 Saran BUMN sebagai perusahaan negara memiliki peran yang penting terhadap perekonomian dan keuangan negara. masih ada kontribusi BUMN yang tidak bisa dinilai dengan angka-angka yang tentunya memiliki dampak positif terhadap perekonomian Indonesia seperti mutiplier effect. penyediaan barang dan/atau jasa.1 Kesimpulan Berdasarkan data-data dalam penelitian di atas.

Kontribusi Kinerja Kementerian BUMN.000 Triliun Lebih. diakses tanggal 22 April 2012. Kementerian BUMN. diakses tanggal 22 April 2012.id/tentang-kamikementerian-bumn/landasan-hukum/). (http://www. diakses tanggal 22 April 2012. (http://www. Neraca. 2010.bumn.DAFTAR PUSTAKA Kementerian BUMN.bumn. Kementrian BUMN. (http://www.id/kinerja-bumn/neraca/). (http://www. Jakarta: Ufuk .go.id/kinerja-bumn/laba-rugi/).bumn. Kementerian BUMN. BUMN EXPOSE Menguak Pengelolaan Aset Negara Senilai 2. Laba Rugi.go.go. Landasan Hukum. Ishak dan Baso Amir.id/kinerja-bumn/neraca/). diakses tanggal 22 April 2012.bumn. Nota Keuangan 2011 Nota Keuangan 2012 Rafick.go.