P. 1
ekosistem

ekosistem

|Views: 56|Likes:
Published by Kiki Maya Wulandari

More info:

Published by: Kiki Maya Wulandari on Jul 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/29/2013

pdf

text

original

Kita sering mendengar kata ekosistem, berbagai pengertian juga banyak tertulis di berbagai bukubuku pelajaran.

Namun sebenarnya kata kunci dari pengertian ekosistem adalah interaksi, biotik dan abiotik. Di dalam suatu ekosistem pasti terjadi interaksi, baik itu berupa rantai makanan atau yang lainnya. Interaksi itu tidak hanya terjadi antara sesama mahluk hidup, namun juga terjadi antara mahluk hidup dan mahluk tak hidup seperti sinar matahari, tanah, dan zat-zat lainnya. Di dalam ekosistem yang baik akan terjadi interaksi yang baik pula antara mahluk hidup dengan lingkungannya. Hal ini akan terjadi, apabila kita sebagai manusia tetap menjaga dan merawat ekosistem baik yang alami seperti sungai dan laut atau yang buatan seperti sawah. Seperti yang dilakukan oleh PT. Krakatau Steel yang melakukan pengolahan limbah logam cair sehingga bisa dimanfaatkan kembali untuk bahan baku pembuatan semen. Alhasil, pantai Cibereum yang berada di dekat pabrik ini pun tetap terjaga kelestariannya. Kita masih bisa melihat ikan-ikan berenang indah karena air di pantai ini masih jernih dan tidak tercemar. Selain itu pabrik ini juga menyediakan tempat sampah di setiap sudut pesisir pantai, sehingga tidak ada sampah berceceran di pe sisir pantai ini. Ekosistem lain yang masih terjaga adalah curug di daerah Ciwangun Indah Camp (CIC). Selain air terjunnya yang mengalir sangat deras tanpa adanya sampah disekitarnya, di wilayah air terjun ini juga masih terdapat hutan yang sangat lebat. Sehingga jika kita mengunjungi tempat ini, kita akan merasakan segarnya menghirup udara segar dan mendengar sahutan kicauan burung, di jernihnya air terjun ini pun kita dapat melihat lincahnya ikan-ikan kecil berenang. Selain terdapat orang-orang yang sadar akan pentingnya menjaga ekosistem, ada juga pihak-pihak yang tidak peduli. Seperti ekosistem sungai cimanuk yang terdapat di kabupaten Garut, yang rusak akibat aktifitas warga di sekitar sungai. Kegiatan MCK warga sekitar (mulai dari mencuci hingga buang air), di lakukan di kawasan sungai ini. Selain itu banyak pula sampah sisa rumah tangga yang mengapung di sungai ini. Kualitas air di sungai ini tentu telah menurun, terlihat dari warna keruh dari air sungai dan bau yang tidak sedap yang menyeruak dari sungai ini. Warna air yang keruh ini, menyebabkan cahaya matahari tidak bisa masuk hingga dasar sungai. Sehingga tidak terlihat tanda-tanda kehidupan di dalam air sungai tersebut. Selain itu, ketika kaki kita masuk ke dalam air sungai tersebut, kaki akan terasa gatal. Di lingkungan sekitar UPI juga terdapat ekosistem yang kurang baik. Padatnya jumlah kosan di wilayah cempaka, cilimus, dan gerlong mengakibatkan cahaya matahari tidak dapat masuk ke dalam kosan-kosan tersebut. Belum lagi media pertukaran udara yang sangat minim, dan selokan-selokan yang kotor yang menimbulkan bau tak sedap juga banyak bertebaran di sekitarnya. Selain itu, kesadaran masyarakat penghuni kosan yang kurang mengakibatkan banyak sampah-sampah menggunung di wilayah ini. Hal ini tentu akan berdampak pada kesehatan masyarakat yang tinggal di wiliyah ini. Dampak yang langsung dirasakan adalah perasaan selalu mengantuk dan sulit berpikir karena tubuh kekurangan oksigen, penyakit pernapasan pun sangat mungkin menghampiri masyarakat di wilayah ini. Kualitas

air tanah juga dapat menurun karena sampah dan hal ini dapat menyebabkan berbagai penyakit kulit. .

Hal ini membuktikan bahwa atmosfer bumi tidak memiliki rasa. Namun. kita tidak mencium bau apa-apa. Densitas Berkurang Transparan terhadap bentuk radiasi Hal ini dapat dibuktikan dalam kegiatan sehari-hari. Dapat berekspansi Dapat diilustrasikan dengan pembuatan roti. maka akan tercium bau kamper karena udara telah bercampur dengan partikel uap dari kamper. Ketika kita menghirup udara bersih dalam ruangan tanpa membuka lemari. Sinar matahari disaring sebagian oleh atmosfer.Sifat atmosfer Memiliki tekanan dan massa Ketika kita memberikan udara ke dalam balon (meniup balon). Namun. Udara juga memiliki massa. dan sudah tentu gas dapat mengalami ekspansi. kita tidak merasakan apa-apa di lidah kita. Tidak Berasa Ketika kita menghirup udara bersih melalui mulut. Dengan kata lain "ruang" roti sedang mengembang. Materi pembentuk roti itu semula terkumpul dalam gumpalan kecil. Kemudian mulai mengembang. Timbangan pun akan miring ke arah balon yang telah ditiup. meskipun disaring kita masih bisa melihat sinar matahari di bumi. Dapat dimampatkan Sifat atmosfer yang satu ini dimanfaatkan pada tabung gas LPG. Tidak Berwarna . hal ini dapat dibuktikan dengan meletakkan balon yang sudah ditiup di salah satu ujung timbangan sederhana dan balon yang belum di tiup di ujung lain timbangan. ketika kita membuka lemari yang sudah di beri kamper. Hal ini membuktikan bahwa atmosfer transparan terhadap bentuk radiasi. Tidak Berbau Percobaan yang dapat dilakukan untuk membuktikan hal ini adalah dengan memasukkan kamper pada lemari baju. Gas tersebut dimasukkan ke dalam tabung dan dimampatkan hingga gas tersebut berubah wujud menjadi cair. Hal ini menunjukkan bahwa udara menekan ke segala arah. balon pun akan membesar. Begitu juga dengan atmosfer di bumi kita yang sebagian besar penyusunnya adalah gas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->