P. 1
Analisis Ekonomi Dan Sosial

Analisis Ekonomi Dan Sosial

|Views: 23|Likes:
Published by Cris Tefanus
economic and social
economic and social

More info:

Published by: Cris Tefanus on Jul 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2012

pdf

text

original

ANALISIS EKONOMI DAN SOSIAL

1.

ANALISIS EKONOMI DAN KEUANGAN Analisis ekonomi suatu proyek tidak hanya memperhatikan manfaat yang dinikmati

dan pengorbanan yang ditanggung oleh perusahaan, tetapi oleh semua pihak dalam perekonomian. Sedangkan analisis yang hanya membatasi manfaat dan pengorbanan dari sudut pandang perusahaan disebut sebagai analisis keuangan atau analisis financial. Analisis ekonomi terutama penting dilakukan untuk proyek-proyek yang berskala besar,-yang seringkali menimbulkan perubahan dalam penambahan supply dan demand akan produk-produk tertentu-, karena dampak yang ditimbulkan pada ekonomi nasional akan cukup berarti. dengan demikian kalau kita misalnya akan mendirikan usaha jasa persewaan komputer untuk melayani para mahasiswa, mungkin sekali kita tidak perlu berpayah-payah melakukan analasis ekonomi proyek tersebut. Secara rinci analisis ekonomi dilakukan dengan alasan karena adanya: 1. Ketidaksempurnaan pasar (termasuk di dalamnya berbagai distorsi yang timbul karena peraturan pemerintah). Contoh : Adanya pengendalian harga (termasuk pengendalian suku bunga kredit), proteksi, kedudukan monopoli, dan sebagainya. 2. Adanya pajak dan subsidi. Pajak berarti pendistribusian sebagian kekayaan konsumen (dalam hal pajak penjualan) atau perusahaan (dalam pajak penghasilan) ke pemerintah. adanya pajak penghasilan akan mengurangi profitabilitas proyek di mata perusahaan, tetapi meningkatkan kekayaan pemerintah. 3. Berlakunya konsep consumers surplus dan producers surplus.  Pada saat terjadi penambahan supply karena adanya suatu proyek, maka mungkin sekali terjadi penurunan harga. Bagi perusahaan yang melaksanakan proyek

tersebut, harga yang relevan tentu saja adalah harga yang baru. Dari sisi konsumen, sebaliknya, mereka diuntungkan dalam hal bisa memperoleh barang yang sama dengan harga yang lebih murah.

Sedangkan analisis biaya dan manfaat sosial (SCBA) melakukan analisis dengan memperhatikan tambahan faktor-faktor berikut: 1.1. Perhatian akan pendistribusian penghasilan yang lebih merata 3. Gambar 2.1 KONSEP CONSUMERS SURPLUS DAN PRODUCER SURPLUS CONSUMER SURPLUS Konsep consumer surplus (surplus konsumen) berkaitan erat dengan konsep consumers willingnes to pay (kesediaan membayar) yang berguna untuk menghitung harga yang relevan pada analisis ekonomi. perusahaan sponsor proyek tersebut harus membayar harga yang lebih mahal. 2. Consumer Surplus . Pertimbangan akan merit wants. Demikian pula kalau terjadi kenaikan demand karena adanya suatu proyek (misal demand akan bahan baku meningkat) sehingga terjadi kenaikan harga. 2. Surplus konsumen adalah selisih antara kesediaan konsumen membayar dengan nilai yang sesungguhnya ia bayarkan. Sedangkan kesediaan membayar adalah jumlah maksimum yang mau dibayarkan oleh konsumen untuk memperoleh suatu barang. Perhatian akan peningkatan savings yang diharapkan akan meningkatkan investasi. 4. Masalah externalities. tetapi bukanlah kenaikan harga tersebut sekarang dinikmati oleh produsen bahan baku. 2.

namun kenyataannya ia hanya membayar $80 karena penawar yang lain tidak mau membayar lebih dari $80. . maka ia mengadakan lelang. Kunci untuk tetap menyadari pentingnya surplus konsumen adalah dengan menghormati preferensi (pilihan atau kecenderungan perilaku) pembeli. Karena anda bukan penggemar berat Elvis. Lia dan Ester. umpamakan saja anda memiliki album rekaman pertama Elvis Presley yang sekarang sudah amat langka. Namun disebagian besar pasar kita dapat menyimpulkan dengan aman bahwa surplus konsumen merupakan cerminan kesejahteraan ekonomis para konsumen. Mereka mau membeli namun dengan dibatasi oleh jumlah maksimum yang mau mereka bayarkan untuk membelinya. Surplus konsumen pada dasarnya mengukur manfaat atau keuntungan yang diterima pembeli dari suatu barang. Batas maksimal yang mau dibayarkan oleh masingmasing pembeli itulah yang disebut dengan Kesediaan Membayar. Tabel 1 memperlihatkan harga maksimum yang mau mereka bayarkan. maka anda berniat menjualnya. Tabel 1. dan keuntungan inilah yang disebut sebagai surplus konsumen. Sedangkan tiga penawar yang lain tidak mendapat surplus konsumen karena mereka tidak mendapatkan album dan juga tidak membayar apa-apa. Para konsumen biasanya mengasumsikan bahwa para pembeli adalah para pembuat keputusan yang rasional sehingga preferensi mereka harus dihormati. maka album tersebut terjual pada Cris yang mau membayar $100. Ada empat orang penggemar Elvis.1 Empat Kesediaan Membayar dari Para Calon Pembeli Calon Pembeli Cris Budi Lia Ester Kesediaan Membayar ($) 100 80 70 50 Setelah dilakukan tawar menawar. Cris memperoleh keuntungan ekstra sebesar $20. Apa yang Diukur oleh Surplus Konsumen? Tujuan mempelajari konsep surplus konsumen ini adalah untuk membuat penilaian normatif tentang diinginkan atau tidaknya hasil yang dibuahkan olehmekanisme pasar.Sebagai contoh. berdasarkan penilaian konsumen itu sendiri. Budi. Untuk memperoleh harga tertinggi. mereka adalah Cris.

serta nilai waktu yang mereka habiskan untuk mengecat rumah anda. Christopher.2. Pada prinsipnya. maka anda mengadakan lelang. dll). keempat tukang cat itu mau menjual jasanya asalkan harga yang mereka terima lebih besar daripada biaya pengecatan. Tabel 1.2 Producer Surplus Misalnya. Tabel 5.2 menunjukkan biaya yang mereka ambil. kuas. sewa tangga. Gambar 2.2. Di sini istilah Biaya (cost) adalah nilai segala sesuatu yang harus dikorbankan penjual dalam memproduksi suatu barang. Arif. Agar mendapat harga termurah.2 PRODUCER SURPLUS Surplus produsen adalah jumlah produsen yang menguntungkan dengan menjual pada mekanisme harga pasar yang lebih tinggi daripada harga mereka yang bersedia untuk menjual. dan Paman anda sendiri. maka anda akan mencari tukang cat. ketika anda ingin mengecat rumah anda. anda mendapati empat tukang yang bersedia yakni Toni. Empat Kesediaan Menjual dari Para Calon Penjual Calon Penjual Jasa Toni Arif Christopher Paman Anda Kesediaan Menjual ($) 900 800 600 500 . Di dalamnya harus tercakup semua pengeluaran (untuk membeli cat.

Lelang dimulai. Willing nes to pay dari para konsumen ditunjukkan oleh garis DE. yaitu jumlah pembayaran yang diterima penjual dikurangi biaya yang dipikulnya. Keuntungan yang diterima paman anda adalah. .3 CONSUMER DAN PRODUCER SURPLUS Gambar 2. maka kurva tersebut menjelaskan bahwa unit yang pertama bersedia dibayar oleh konsumen dengan harga per unit sebesar 0D. Kalau kita mengamati kurva permintaan tersebut. mereka bersaing menurunkan harga hingga batas minimal. si paman mendapat keuntungan tambahan dengan menerima bayaran sedikit dibawah $600. Sedangkan unit terakhir bersedia dibayar oleh konsumen dengan harga 0P. 0Q menunjukkan kuantitas yang dibeli dan 0P menunjukkan harga per unit yang dibayar oleh konsumen. Sedangkan harga yang dibayar oleh para konsumen tersebut hanyalah 0PEQ. 2. karena ia mampu mengerjakannya dengan ongkos $500. maka ia pun langsung mengungguli tiga tukang cat lainnya karena ia sendiri yang mau mengecat rumah anda dengan ongkos di bawah $600. Titik E menunjukkan titik ekulibrium.3 Consumer dan Producer Surplus 0 Pada gambar 2.3 garis DD’ menunjukkan kurva permintaan dan garis SS’ menunjukkan kurva penawaran. karena keempat tukang cat itu sama-sama menginginkan pekerjaan. yakni mendekati atau sama dengan kesediaan menjualnya. dalam kasus ini paman anda dikatakan memperoleh surplus produsen. Selisihnya (yaitu area PED) disebut consumer surplus. Begitu Paman anda menawarkan ongkos hanya sebesar $600 atau sedikit lebih rendah. selain bisnisnya berjalan lancar. Dengan demikian keseluruhan kesediaan membayar dari konsumen ditunjukkan dari area 0DEQ.

Harga dan unit keseimbangan pasar adalah E ( 5.4 Demand dan Supply Suatu Produk . tetapi total biaya yang ditanggung adalah hanya 0SEQ.4 Penerapan Konsep Consumer dan Producer Surplus untuk Analisis Ekonomi Misalkan :   Fungsi permintaan ditunjukan oleh persamaan Qd = 20 – 3p Fungsi penawarannya adalah Qs = -5 + 2p Dengan demikian dapat dihitung : 1.5 ) Keadaan ini dapat digambarkan seperti pada gambar 2. 2.Dari sisi supply menunjukkan bahwa produsen menerima revenue sebesar 0PEC.4. Kuantitas Keseimbangan (Qekuilibrium) = 5 unit dengan perhitungan : Qd = 20 – 3p Qd = 20 – 3(5) Qd = 5 3. Selisihnya (yaitu SPE) disebut sebagai producer surplus.1 dengan perhitungan : 20 – 3 p = -5 + 2p -5p = -25 p = 5 2. Harga Keseimbangan (Pekuilibrium) = Rp. atau Qs = -5 + 2p Qs = -5 + 2(5) Qs = 5 Gambar 2.

Suatu produk dikatakan tidak diperdagangkan apabila : 1. harga ekspornya (harga FOB) kurang dari biaya produksi domestik. Suatu produk dikatakan diperdagangkan apabila kita bisa memperolehnya di pasar dunia. 2) Input dan Output yang tidak diperdagangkan. dan 2. maka harga bayangannya adalah berapa sector lain bersedia membayar untuk tenaga kerja tersebut. 2) Melakukan penyesuaian dampak proyek tersebut pada distribusi pendapatan (income distribution). 3. PENDEKATAN YANG DIPERGUNAKAN Pendekatan yang dipergunakan untuk melakukan analisis ekonomi suatu proyek pada dasarnya mendasarkan diri atas pendekatan UNIDO Guide to Practical Project Appraisal. Apabila dilakukan analisis dari sisi biaya dan manfaat sosial (SCBA) UNIDO meneruskan langkah-langkah diatas dengan: 1) Melakukan penyesuaian dampak proyek tersebut terhadap tabungan dan investasi. harga impornya (harga CIF) lebih besar dari biaya produksi domestic. Dimaksudkan dengan harga ekonomi adalah harga seandainya tidak terdapat distorsi apa pun. Nilai barang yang tidak diperdagangkan seharusnya diukur sesuai dengan biaya produksi marjinalnya (apabila adanya proyek menimbulkan tambahan produksi perusahaan lain). . dan 3) Melakukan penyesuaian dampak proyek tersebut sesuai dengan pertimbangan akan merit wants. Metode yang dipergunakan di sini memulai analisis dengan melakukan analisis profitabilitas financial berdasarkan atas harga pasar (dengan kata lain melakukan analisis NPV dari sudut pandang perusahaan). 3) Tenaga Kerja Apabila proyek mempekerjakan tenaga kerja. Setelah itu baru dilakukan penyesuaian untuk mengestimate manfaat bersih proyek sesuai dengan harga ekonomi. kita perlu memperhatikan consumers willingness to pay. Penentuan harga ekonomi tersebut perlu dilakukan untuk setiap input atau output proyek. Harga internasional yang dinyatakan dalam satuan moneter setempat pada kurs pasar merupakan harga bayangannya.3. maka terdapat tiga kemungkinan yaitu: 1. Apabila proyek menarik karyawan dari sector lain. Untuk output.1 HARGA BAYANGAN UNTUK RESOURCES 1) Input dan Output yang diperdagangkan.

Apabila proyek mengimpor tenaga kerja.000 unit produk per tahun. Berlawanan dengan tenaga kerja terlatih.500 juta. tenaga kerja tidak terlatih ditaksir hanya mempunyai opportunity cost sebesr 62. 5. Diperkirakan tanah tersebut bisa dijual dengan harga Rp. Aktiva tetap yang disusut (termasuk mesin-mesin) dibeli dengan harga Rp. 4 ILUSTRASI ANALISIS EKONOMI 1. kita perlu memperhatikan opportunity cost dari modal tersebut. 4.200 juta diimpor dengan bea masuk 10%. 2. Mesin-mesin senilai Rp.50 juta per tahun. 3. 4) Modal Dalam perhitungan harga bayangan dari modal.50 juta per tahun. 40% dari nilai bahan baku tersebut diimpor. ditaksir tenaga kerja terlatih tersebut underpaid 50%. Sebagaimana di negara yang sedang berkembang. Dinilai tanah tersebut sesuai dengan harga pasarnya.500 per unit. Biaya bahan baku yang diperlukan dalam satu tahun sebesar Rp.80 juta. Di berbagai negara yang sedang berkembang kurs resmi jauh lebih rendah dari kurs pasar.000. Dalam keadaan itu harga bayangan yang relevan untuk valuta asing adalah kurs pasar. Apabila proyek tersebut menciptakan lapangan kerja dan mempekerjakan mereka yang sebelumnya menganggur. Tenaga kerja terlatih dibayar Rp. 5) Valuta Asing Terdapat dua kurs valuta asing yaitu kurs resmi dan kurs pasar. Sebagai akibat penambahan supply tersebut harga produk diperkirakan akan turun dari Rp. . Tenaga kerja tidak terlatih dibayar juga sebesar Rp. maka harga bayangannya adalah upah yang mereka inginkan ditambah dengan premium dalam bentuk devisa yang dikirimkan ke negara asal mereka. maka mungkin sekali harga bayangan tenaga kerja jauh lebih rendah dibandingkan dengan upah yang dibayarkan perusahaan kepada mereka. opportunity cost inilah (dengan memperhatikan unsur resiko) yang merupakan harga bayangan dari modal tersebut.140 juta. Hal ini disebabkan karena mereka termasuk tidak bekerja penuh sebelum ada proyek tersebut. dan tariff pajak impor adalah 20%.600 menjadi Rp.50 juta.dibeli dengan harga Rp. Aktiva tetap disusut 10% per tahun tanpa nilai sisa. Tanah –yang merupakan aktiva tetap tidak disusut.5% dari upah yang mereka terima. 3.2. Suatu proyek investasi direncanakan akan menghasilkan 1.

7. yaitu sebesar 20%.000.Terlatih .000.000 ( 1 .500.000.000.000 50.000.000 Rp Rp Rp Rp 50.000 = Rp 67. 8.000 22.000 60. Biaya-biaya lain sebesar Rp.250 juta dengan suku bunga yang berlaku umum.6.000.000.000 90.500.0.000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 360. Perusahaan memperoleh kredit sebesar Rp.000 140.500.60 juta per tahun.000.000 + Rp 50.000.000 Rp 150.25) = Rp 155.000 67.000 Penyesuaian yang dilakukan untuk analisis ekonomi adalah sebagai berikut: .000.000 50.000.Tidak terlatih Penyusutan Biaya lain Jumlah biaya Laba Operasi Bunga Laba sebelum pajak Pajak ( = 25%) Laba setelah pajak Operational Cash Flow Rp 500. Perusahaan membayar pajak penghasilan dengan tariff sebesar 25%.000.000 + Rp 50.000 50.000. Sesuai dengan informasi tersebut dapat ditaksir operational cash flow dari sisi perusahaan (untuk analisis financial) sebagai berikut: Penghasilan Biaya-biaya Bahan baku Tenaga kerja . Biaya-biaya ini sesuai dengan harga pasarnya.

000 2) Rp Rp Rp Rp 75. Mengurangi pengangguran (menambah kesempatan kerja) f. Mendorong pembangunan .000.000 3) 4) 5) Rp 354.000.200.000 Rp 135. Meningkatnya tingkat konsumsi b.000 Rp 195.000.000 Rp 135.000 Rp 150.450.5% Penyusutan Lainnya Total Biaya Laba operasi Bunga Laba sebelum pajak Pajak Laba setelah pajak Rp 500.000 + Rp Rp 243.000 Rp Rp 50.000 + Rp 60.000.750. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi d. MANFAAT EKONOMI DAN SOSIAL Beberapa manfaat sekunder dari suatu proyek yang kadang-kadang sulit diukur dalam satuan moneter adalah: a. Dengan kata lain.000 Rp 50.000.550.000 1) Rp 140. proyek tersebut lebih menguntungkan dipandang dari sisi ekonomi nasional daripada perusahaan yang melaksanakan proyek tersebut. Mengurangi ketergantungan (menambah swadaya negara) e. Berkurangnya biaya eksploitasi para pemakai proyek tersebut b.000.000 Rp 10. Membantu proses pemerataan pendapatan c.000 25.000 Melihat bahwa taksiran operational cash flow dari sisi ekonomi lebih besar daripada sisi finansialnya.250.000. Manfaat sosial budaya dan lain-lain Contoh lain untuk manfaat ekonomi proyek pengangkutan adalah: a.200.000.550.000 6) Operasional Cash Flow ekonominya 48.000 31.000 60. 5.000 Rp 550.000.000 = Rp 135.550.000 Rp 60.000.Terlatih Underpaid 50% .000.550.000 48.Tidak terlatih Opportunity cost 62. maka bisa diperkirakan bahwa proyek tersebut akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar daripada manfaat financial.Penghasilan Consumers surplus Biaya-biaya Bahan baku Bea impor Tenaga kerja .000.

d. melainkan harga bayangan. Mendorong pertumbuhan industri lain. Memenuhi kebutuhan masyarakat. Memberdayakan sumber daya nasional. e. artinya kadang-kadang sulit untuk secapainya efek distributive yang seimbang. Membuka lapangan kerja baru. Tidak stabilnya nilai tukar ( kurs ). b. 5. Situasi serta kondisi sosial politik dan keamanan nasional yang kurang kondusif. 5. f. Banyak manfaat yang bersifat tidak langsung dan dalam perwujudannya perlu proyek tambahan. Menghemat waktu bagi penumpang dan angkutan barang d. Adanya manfaat-manfaat yang dinikmati oleh pihak-pihak yang berkepentingan secara tidak seimbang. b. karena biasanya tidak dinyatakan dalam harga pasar.c. Kebanyakan manfaat memerlukan perkiraan jangka panjang c. b. c. Tingginya tingkat suku bunga Bank. c. Iklim yang kurang mendukung ( biasanya terkait dengan proyek agribisnis ). Menambah pendapatan nasional.1 MANFAAT PROYEK BAGI PEREKONOMIAN Yaitu apakah proyek dapat : a. Menghasilkan & menghemat devisa. Bertambahnya kenyamanan dan perasaan menyenangkan Dari keseluruhan uraian di atas dapat dilihat bahwa pengukuran manfaat ekonomi lebih sulit disbanding biaya ekonomi. Kurangnya modal ( capital ) yang tersedia sehingga berdampak negatif terhadap penyelesaian dan kesinambungan operasional proyek. d. d. e.2 HAMBATAN-HAMBATAN YANG DIHADAPI DALAM PELAKSANAAN PROYEK a. . Beberapa manfaat kendati pun bersifat langsung dan (primair) sulit diukur dengan uang. Kualitas SDM dan SDA kurang menunjang sehingga berakibat pada produktivitas yang rendah. antara lain disebabkan: a. f.

dengan criteria sebagai berikut: UDRC UDRC UDRC UDRC ≤ > ≤ > OER OER SER SER = = = = Proyek diterima Proyek ditolak. dua criteria investasi ini hanya berlaku untuk proyek yang menghasilkan produk yang bersifat tradeable.6. Dengan kata lain. atau Proyek diterima Proyek ditolak. atau Jika dinyatakan dalam rasio SER UDRC ≤ SER UDRC > SER 1 1 = = Proyek diterima Proyek ditolak .Nilai Input Luar Negeri ($) Nilai output – Nilai input luar negeri = penghematan/penerimaan devisa yang diciptakan oleh proyek yang bersangkutan. sekarang diimpor dan diekspor. DRC/satuan devisa = Biaya Dalam Negeri (Rp. Rumus perhitungan UDRC adalah sebagai berikut. b. dan c. KRITERIA INVESTASI TAMBAHAN Dikenal dua criteria investasi tambahan dalam perdagangan international yaitu Unit Domestic Resources Cost (UDRC) dan Effective Rate of Protection (ERP). bersifat pengganti yang erat hubungannya dengan jenis lain yang diimpor atau diekspor. dalam hal ini dolar. yakni suatu jenis barang dan jasa yang: a. jenis barang dan jasa yang tidak memenuhi syarat (a) dan atau (b) tadi.) Nilai Output ($) . dan jika dilihat secara keseluruhan rumus di atas menunjukkan berapa nilai rupiah yang harus dikorbankan (diinvestasikan) untuk menghemat atau menghasilkan satu satuan devisa. Ketentuan yang digunakan dalam penerimaan atau penolakan proyek secara UDRS dengan cara membandingkan antara UDRC dengan nilai tukar resmi (Official Exchange Rate = OER) atau membandingkan dengan nilai tukar riil (Shadow Exchange Rate = SER) .

c. Kriteria ini secara eksplisit memerlukan data Border Price dan Shadow Price dalam Exchange Rate. demikian sebaliknya. Alat ini lebih cenderung digunakan untuk menilai tingkat efisiensi proyek-proyek yang telah berjalan. Kedua alat ini hanya dapat digunakan untuk proyek yang menghasilkan produk tradeable. maka akan dinyatakan feasible pula oleh ERP. . b.Hal yang perlu dicatat adalah karena biasanya SER > OER. jika satu proyek dinyatakan feasible oleh UDRC. maka suatu proyek yang diterima karena perbandingannya dengan OER maka pasti diterima jika dibandingkan dengan SER. tetapi tidak berarti penggunaan perbandingan OER lebih baik. ERP atau tingkat produksi efektif berusaha melihat daya saing barang dalam negeri. karenanya criteria penolakan/penerimaan dari ERP ini adalah: Jika ERP positif ERP negatif Proyek ditolak Proyek diterima Kelebihan dari criteria UDRC dan ERP adalah : a. Keputusan feasibilitas yang diambil oleh kedua criteria ini terhadap suatu proyek tertentu sama. b. Rumus ERP yang digunakan di sini adalah: ERP = UDRC R -1 r = SER Rumus di atas menyerupai criteria penerimaan/penolakan proses proyek pada perhitungan UDRC yang dinyatakan dengan rasio. karenanya criteria ini berusaha menggambarkan riil cost dan riil revenue. Kelemahan dari criteria UDRC dan ERP adalah: a. Sukarnya mendapatkan data shadow price.

jelas berdasarkan hukum permintaan. Setiap pendekatan memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. permintaan perlahan akan turun dan mempengaruhi keadaaan keseimbangan pasar serta secara tidak langsung surplus perusahaan yang telah tercapai sebelumnya akan mengalami penurunan dan berlaku juga sebaliknya.7. . Harga yang mahal mengakibatkan konsumen akan membayar terlalu tinggi untuk membeli suatu barang dibanding benefit yang konsumen dapatkan. Terdapat banyak pendekatan yang dipergunakan untuk melakukan analisis ekonomi suatu proyek. maka dibutuhkan informasi yang benar untuk menghasilkan keputusan yang tepat dalam melaksanakan sebuah proyek. KESIMPULAN Pemecahan masalah bagaimana suatu perusahaan mengatur suatu kegiatan operasi produksi agar dapat meningkatkan keuntungan adalah bukan perkerjaan yang mudah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->