P. 1
Kelompok Khusus (Okupasi)

Kelompok Khusus (Okupasi)

|Views: 249|Likes:

More info:

Published by: LenthaBasariPasaribu on Jul 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/30/2015

pdf

text

original

MA : Keperawatan Komunitas I

Dosen : Shinta Prawitasari, M. Kep

Disusun Oleh : Adnan Firdaus, Anisa Fitri Astria, Firdaus Nur Hidayat, Gilang Aditya, Lailatul Mubarokah, Nova Permatasari, Rosaria, Sulantri, Wiji Wijayanti
Program D III Keperawatan Akademi Keperatawan Husada Jakarta, Mei 2011

serta terhadap penyakit-penyakit umum. mental atupun sosial dengan usaha-usaha preventif dan kuratif.Pengertian Kesehatan kerja adalah sepesialisasi ilmu kesehatan atau kedokteran beserta praktiknya yang bertujuan agar pekerja /masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya. . baik fisik. terhadap penyakit-penyakit atau gangguan-gangguan kesehatan yang di akibatkan faktor-faktor pekerjaan atau lingkungan kerja.

Tujuan  Mengetahui dan memahami kesehatan pekerja (okupasi)  Mengetahui dan memahami langkah diagnosis penyakit akibat kerja.  Mengetahui dan memahami manajerial keperawatan okupasi .

Lingkup Praktik • Pengkajian riwayat kesehatan • Pengamatan • Memberikan pelayanan kesehatan primer konseling • Promosi kesehatan • Administrasi management quality asurance • Peneliti dan kolaborasi dengan komunitas .

Fungsi Perawat Mengkaji masalah kesehatan pekerja Menyusun rencana asuhan keperawatan Melaksanakan pelayanan kesehatan dan keperawatan terhadap kerja Melakukan evaluasi .

masalah-masalah kesehatan.  Menganalisa masalah kesehatan dan keperawatan pekerja  Menentukan masalah kesehatan kerja  Menyusun prioritas masalah .Pengkajian  Mengumpulkan data para kerja yang mencakup biodata. riwayat penyakit yang lalu. dan perawatan pekerja saat ini.

Intervensi Merumuskan tujuan Menyusun rencana tindakan Menyusun kriteria keberhasilan .

Melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan. Penyuluhan kesehatan pada pekerja. 3. 5. Melakukan rujukan medik ke rumah sakit bila terjadi keadaan gawat darurat. Memberikan asuhan keperawatan di klinik sesuai dengan perencanaan dan masalah yang dihadapi pekerja. Kolaborasi dengan dokter dalam melakukan tindakan medik dan pengobatan. 4.Implementasi 1. . 2.

Menilai hasil asuhan keperawatan yang berpedoman pada tujuan. 2. Membandingkan hasil dengan tujuan yang dirumuskan.Evaluasi 1. .

S. Nasrul. Penerjemah.Daftar Pustaka Effendy. Gill. . Harrington. 1998. Jakarta : EGC. 2005. Jakarta : EGC. & F. Buku Saku Kesehatan Kerja Edisi 3. (Sudjoko Kuswadji. Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat Edisi 2. M. J.

mereka sudah berada dalam status kesehatan yang buruk akibat malnutrisi. migrasi sosial.Kesimpulan Banyak negara industri kini memiliki peraturan kesehatan dan keselamatan kerja yang efektif. meskipun baru berusia tidak lebih dari satu dekade. karena sebelum mereka terpajan dengan lingkungan kerja industri.dan penyakit endemik. . Negara berkembang ketinggalan jauh di belakang dan mempunyai masalah tambahan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->